Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 P-ISSN KURIKULA: JURNAL PENDIDIKAN VOLUME: 10 NO: 2 TAHUN 2026 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/kurikula/ind ex FATHUL ARIFIN KARYA SYEIKH KHATIB SAMBAS. RELEVANSI TAWAWUF THARIQAH QADIRIAH NAQSABANDIYAH TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP/MTS Ahmad Zahid STIT Darul Ulum Kubu Raya. Indonesia Email: zahidelhalim@gmail. Article history Submitted 02/03/2026 Accepted 11/03/2026 Published 31/03/2026 Abstract This article seeks to conduct an in-depth reading of the book Fathul Arifin within the field of Sufism, particularly in relation to the Qadiriyah wa Naqshabandiyah Order. The Qadiriyah wa Naqshabandiyah Order has a noble objective, namely to cultivate the human soul so that it constantly remembers Allah through acts of dhikr and the practice of AllahAs commands contained within those Likewise, the tarekat emphasizes continuous remembrance of Allah, both in movement and in stillness, so that a Sufi feels perpetually under the supervision of Allah SWT. Over time, the use of Fathul Arifin has experienced a decline in interest as a reference for worship and righteous deeds, due to the easy accessibility of instant literacy sources, especially through the internet and social This research aims to restore the aura of classical texts through an in-depth study of Fathul Arifin, integrated with the Islamic Religious Education (PAI) curriculum at the junior secondary school level (SMP/MT. , in order to identify points of relevance so that Fathul Arifin can be used as a reference for learning. The research method employed is library research using a textual criticism . Textology is a discipline that studies the content written within manuscripts. The manuscript examined in this study is Fathul Arifin by Shaykh Khatib Sambas. The results of this study indicate that there is relevance between the SMP/MTs PAI curriculum and the Qadiriyah wa Naqshabandiyah Order in a small portion of the PAI content. Although only a limited part is directly relevant between Fathul Arifin and the PAI curriculum, intersections and alignments can still be found in terms of intentions and objectives contained in both the SMP/MTs PAI curriculum and the book Fathul Arifin. Keywords: Relevance. SMP/MTs PAI Curriculum. Shaykh Khatib Sambas. Abstrak Artikel ini mencoba membaca secara mendalam kitab fathul arifin bahwa dalam Ilmu tasawwuf terkhusus Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. memiliki tujuan yang mulia yaitu membangun jiwa manusia untuk selalu ingat allah melalui zikir-zikir dan pengamalan perintah allah yang terkandung dalam zikir tersebut. Begitupula tarekat memiliki upaya untuk selalu mengingat allah baik dalam gerak maupun diam sehingga seorang sufi akan merasa selalu diawasi oleh allah SWT. Penggunaan kitab Fathul Arifin dari masa kemasa akan semakin berkurang peminatnya sebagai rujukan beribadah dan beramal sholeh disebabkan terjangkaunya leterasi rujukan yang instan terutama melalui internet atau social media. Peneletian ini bertujuan untuk mengembalikan kembali aura kitab klasik melalui kajian mendalam kitab Fathul Arifin yang dipadukan dengan materi kurikulum Pendidikan agama islam tingkat SMP/MTs untuk ditemukan letak relevansinya agar kitab Fathul Arifin dapat dijadikan rujukan untuk pembelajaran. Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah peneltian library research dengan metode Tekstologi. Tekstologi adalah adalah ilmu yang mempelajari tentang apa-apa yang tertulis di dalam naskah. Sedangkan naskah yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab Fathul Arifin karya Sheikh Khatib Sambas. Hasil dari penilitian ini menunjukan adanya relevansi kurikulum PAI SMP/MTs dengan tarekat Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 Qadiriyah wa Naqsabandiyah pada sebagian kecil konten PAI. Meskpiun hanya pada Sebagian kecil yang benar-benar relevan antara kitab Fathul Arifin dengan kurikulum PAI namun, dapat ditemui pula keterkaitan atau irisan yang sejalan, baik dari segi maksud dan tujuan yang terdapat pada kurikulum PAI SMP/MTs dan Kitab Fathul Arifin. Kata kunci: Relevansi. Kurikulum PAI SMP/MTs. Syeikh Khatib Sambas PENDAHULUAN Tasawuf adalah cara atau sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. mengamalkan konsep tasawuf. Konsep tasawuf mendesak manusia atau sufi untuk sedekat mungkin dengan Allah SWT. Tasawuf juga merupakan rangkaian pengalaman jiwa pada jalan pemurnian dan penempaan spiritual yang dipandu oleh rasa haus akan Tuhan (Patmawati & Elmansyah, 2. Dalam tasawuf dikenal maqamat dan ahwal. Maqamat adalah konsep dalam tasawuf yang menunjukkan posisi spiritual seorang sufi di mata Allah. Maqamat tentu saja sangat subyektif, karena didasarkan pada pengalaman spiritual masing-masing sufi. Sama halnya dengan ahwal pada umumnya, kitab tasawuf memiliki subjektivitas tersendiri dalam membentuk kondisi ruhani atau ahwal (Ardiansyah, 2. Salah satu ciri tasawuf adalah perbaikan moral atau etika. Oleh karena itu, tasawuf memiliki hubungan yang erat dengan teori dan nilai moral. Tasawuf adalah jawaban atas kekosongan masyarakat modern yang terjebak di sana. Akhlak atau akhlaq mereka telah dihancurkan oleh modernisasi dan globalisasi akan dihadapi oleh kaum sufi. Etika mengajarkan manusia untuk memiliki tujuan yang mulia, yaitu kebahagiaan di akhirat. Perbuatan baik dapat berdampak pada jiwanya, membawanya ke tujuannya. Mereka yang mengalami krisis iman, degradasi moral, dan kondisi spiritual akan dihidupkan kembali dengan sufi (Munandar et al. , 2. Termasuk ilmu tawawuf adalah tarekat, tarekat berarti jalan, petunjuk untuk melakukan sesuatu ibadah menurut ajaran yang ditetapkan dan diilustrasikan oleh Nabi dan diamalkan oleh para sahabat dan tabi'in, diturunkan kepada guru, secara berurutan dan Pengajar dan pemimpin ini disebut mursyid, yang mengajar dan membimbing murid-muridnya setelah menerima sertifikat dari guru mereka yang tercatat dalam silsilah mereka (Hilal & Lutpi, 2. Selain itu, pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) bertujuan untuk menyiapkan individu Indonesia agar dapat mengembangkan pola pikir dan sikap keagamaan yang moderat, inklusif, berakar dalam budaya, religius, dan memiliki kemampuan hidup sebagai individu dan warga negara yang memiliki iman, ketakwaan, akhlak yang baik, produktif, kreatif, inovatif, serta mampu berkolaborasi. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai masalah yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Kemenag, 2. Dengan uraian di atas, peneliti merasa pentingnya menemukan relevansi keilmuan yang diajarkan dalam tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam baik itu tingkat SD/MI. SMP/MTs dan SMA/MA untuk membangun pribadi yang beriman dengan ketuhanan yang maha esa dan berprilaku dengan akhlak yang baik. METODE PENELITIAN Tulisan ini berpatokan pada teks kitab Fathul Arifin karya Syaikh Khatib Sambas berbahasa arab jawi dan versi bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian library research dengan pendekatan tekstologi. Tekstologi adalah ilmu yang mempelajari tentang apa-apa yang tertulis di dalam naskah. Dengan perkataan lain, teks merupakan isi naskah atau Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 kandungan cerita naskah itu sendiri, sehingga menghasilkan penelitian sebagaimana yang tertulis dalam teks. HASIL DAN PEMBAHASAN Tasawuf Ma'ruf al Karkhi mendefinisikan tasawuf sebagai "mengambil alam dan meninggalkan apa yang menjadi milik makhluk hidup". Abu Bakar Al Kattani mengatakan bahwa tasawuf adalah "moral". Barangsiapa memberimu bekal akhlak, berarti dia telah memberimu bekal untuk dirimu sendiri dalam tasawuf. Ay untuk membersihkannya dari celaan dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji, amalan tasawuf dan perjalanan menuju keridhaan Allah dan syariat. menyimpang dari larangan-Nya" (Hafiun, 2. Tarekat berasal dari bahasa Arab yang akar katanya adalah thariq atau tariqah, sedangkan bentuk jamaknya adalah tharaiq atau thuruq. Tarekat secara harfiah berarti metode atau sistem. Sedangkan tentang tarekat, dapat dipahami sebagai sistem atau cara . , cara atau jalan . Seperti yang ditulis Trimingham, tarekat adalah cara yang digunakan atau dipraktikkan para salik untuk memahami hakikat Sang Pencipta (Latif & Usman, 2. Louis Michon menawarkan tafsir singkat tentang tarekat yang memiliki dua arti. Yang pertama berkonotasi dengan makna pengembaraan mistik seseorang dengan kaidah-kaidah praktis yang didasarkan pada dua landasan utama Muslim yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah serta pengalaman guru spiritual Islam, mursyid. Makna kedua mengandung konsep keterikatan atau persaudaraan sufi, seperti Qadiriyah, tarekat yang namanya diambil dari nama pendirinya. Syekh 'Abdul Qadir al-Jilani (Latif & Usman, 2. Adapun Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) adalah tarekat gabungan antara Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah. Pendirinya adalah Ahmad Khatib Sambas yang mana beliau merupakan pemimpin Tarekat Qadiriyah pada masanya dan seorang syekh dari tarekat Naqsabandiyah. Dari kedua tarekat tersebut Ahmad Khatib Sambas membentuk tarekat baru yang bernama TQN (Suriadi, 2. Riwayat Singkat Syeikh Khatib Sambas Ahmad Khatib as-Sambasi lahir di daerah Kampung Dagang. Sambas. Kalimantan Barat pada bulan Safar 1217 H. bertepatan dengan tahun 1803 M dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib lahir dari keluarga pendatang dari Kampung Sange'. Saat itu, tradisi merantau masih menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Barat. Kawasan ini dibangun oleh Raja Tengah, keturunan raja Brunei Darussalam, pada tahun 1620 M dan naik tahta 10 tahun kemudian. Dengan demikian, wilayah Sambas merupakan wilayah dengan ciri khas Islam sejak Raden Sulaiman bergelar Muhammad Tsafiuddin naik tahta sebagai raja pertama Sambas (Muzakir. Pada masa tersebut, kehidupan masyarakat Sambas bertumpu pada sektor pertanian dan Kondisi ini mulai berubah setelah ditandatanganinya perjanjian antara Raja Muhammad Ali Tsafiuddin, yang memerintah pada periode 1815Ae1828, dengan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1819. Kesepakatan itu melahirkan pola kehidupan baru bagi masyarakat Sambas, khususnya dalam bidang perdagangan dan pelayaran. Dalam konteks sosial dan ekonomi yang tengah mengalami perubahan inilah Ahmad Khatib as-Sambasi menghabiskan masa kanak-kanak hingga remajanya. (Hassan et al. , 2. Mengenai riwayat kehidupan Syekh Khatib Sambas, terdapat setidaknya dua karya berbahasa Arab yang ditulis oleh penulis Arab dan memuat biografi para ulama Mekkah, termasuk Syekh Ahmad Khatib Sambas. Karya pertama berjudul Siyar wa Tarajim yang ditulis oleh Umar Abdul Jabbar. Adapun karya kedua adalah Al-Mukhtashar min Kitab Nasyrin Naur waz Zahar karya Abdullah Mirdad Abul Khair, yang kemudian diringkas oleh Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 Muhammad SaAid al-AAmudi dan Ahmad Ali. (Rokhman & Sumarno, 2. Pendidikan Syeikh Khatib Sambas Di mana sejak kecil. Ahmad khatib Sambas diasuh oleh pamannya yang terkenal sangat alim dan waraA di wilayah tersebut. Ahmad Khatib Sambas menghabiskan masa remajanya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, ia berguru dari satu guru-ke guru lainnya di wilayah kesultanan Sambas. Salah satu gurunya yang terkenal di wilayah tersebut adalah. Nuruddin Musthafa. Imam Masjid JamiA Kesultanan Sambas Karena kita melihat bahwa beliau sangat ahli dalam ilmu-ilmu agama. Ahmad Khatib Sambas kemudian diutus oleh orang tuanya untuk melanjutkan studinya ke Timur Tengah, khususnya di Mekkah. Maka, pada tahun 1820. Pak Ahmad Khatib Sambas pergi ke Tanah Suci untuk memuaskan dahaganya akan ilmu pengetahuan. Dari perjalanannya tersebut, ia kemudian menikah dengan seorang perempuan Arab Melayu dan memilih menetap di Mekkah. Sejak keputusan itu diambil. Ahmad Khatib Sambas tinggal di kota suci tersebut hingga akhir hayatnya, yang berakhir pada tahun 1875. Sejumlah penulis Eropa kerap keliru dengan menganggap bahwa mayoritas ulama Indonesia bersikap antagonis terhadap tasawuf. Hal yang perlu ditegaskan adalah bahwa Syekh Ahmad Khatib Sambas tidak hanya berperan sebagai seorang ulama dalam pengertian intelektual, tetapi juga sebagai seorang sufi yang memiliki otoritas keagamaan, sekaligus tokoh masyarakat dengan jaringan murid yang luas di Nusantara. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang ia rintis terbukti menarik minat sebagian besar umat Islam Indonesia, terutama di kawasan Madura. Banten, dan Cirebon, serta kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah lain seperti Malaysia. Singapura. Thailand, dan Brunei Darussalam. Fathul Arifin Kitab fathul Arifin adalah kitab yang penulisan dan gaya bahasa nya menggunakan bahasa jawi yaitu bahasa melayu yang ditulis menggunakan huruf arab. Kitab ini sudah banyak terbit diberbagai percetakan, seperti yang penulis miliki namun sayangnya tidak dilampirikan percetakannya. Kitab fathul Arifin yang penulis miliki hanya memiliki 12 halaman beserta covernya, terdapat dua jenis tulisan, ditengah sebagai kitab Fathul Arifin . dan dipinggirnya sebagai kitab syarah . yang menerangkan isi-isi yang dianggap kurang dipahami pada matan. Karya tersebut hingga kini tetap dijadikan rujukan utama oleh para mursyid dan pengamal Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dalam menjalankan berbagai ritual dan amalan ibadah khusus mereka. Oleh karena itu, sosok Syekh Ahmad Khatib Sambas senantiasa diingat dan namanya terus disebutkan dalam setiap doa serta munajat yang dipanjatkan oleh para pengikut tarekat ini. (Firdaus, 2. Kandungan kitab Futuhul Arifin Kitab Fathul Arifin pada pembahasan awal, penulis memulai dengan basmalah dan shalawat serta menjelaskan bahwa tulisannya menjelaskan tentang baiat zikir dan silsilah tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, selanjutnya meneruskan muqooddimahnya dengan membaca basmalah. Dihalaman tiga. Syeihk Khatib menyebutkan bahwa manusia teridiri dari sepuluh kelembutan/halus (Latai. Lima diantaranya disebut Alamul Amri (Alam Urusa. diantaranta yaitu halusnya hati . atifatul Qalb. , halusnya ruh . atifatul ru. , halusnya rahasia (Latifatussirr. , dan halusnya yang tersembunyi . dan halusnya yang lebih tersembunyi . Sedangkan lima sisanya dari sepuluh adalah Alamaul Khalqi yaitu kelembutan/halus otak . dan unsur-unsur yang empat . sal kejadian yaitu air, angin, api dan Selanjutnya beliau menjelaskan dalam tulisannya bahwa tarekat Qadiriyah wa Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 Nqsabandiyah diawali dengan tawassul kepada guru-guru dan zikir-zikir seperti istigfar, ayat alquran dan shalawat-shalawat dan tata cara yang memerlukan bimbingan seorang mursyid. Kitab Fathul Arifin secara umum menerangkan cara mendekte (Talqi. baiat tarekat Naqsabandiyah Qadiriyah dari seorang mursyid kepada seorang murid. Talqin dalam arti etimologi adalah berarti mendekte, mengajarkan dan memahamkan secara lisan. Sedangkan dalam istilah Talqin dapat dipahami dengan bimbingan mengucap kalimat syahadat. Sedangkan talqin yang diajarkan pertama adalah: membaca bismillahirrahmanirrahim allahumma iftah li futuhal Arifin sebanyak tujuh bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi wassalatu wassalamu alal habibil aliyyil adzimi sayyidina muhammadinilhadi ilasshiratil mustaqim bismillahirrahmanirahimi astaqfirullahal gafururrahimi sebanyak dua kali, allahumma salli ala muhammadin waala alihi wasahbihi wasallm sebanyak dua kali. Lailahaillallah sebanyak tiga kali. Sayyiduna muhammdurrasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Membaca shalawat munjiat. Membaca surat Al-Fath ayat . Membaca Al-Fatihah sebanyak satu kali dihadiahkan kepada suluruh guru-guru tarekat Naqsabandiyah Qadiriyah utamanya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dan Syaikh Junaid Al-Bagdadi. Membaca doa dan mursyid mengajarkan tawajjuhnya baik seribu kali atau lebih. Pada halaman tiga kitab Fathul Arifin menerangkang cara-cara mengamalkan tarekat Qadiriyah sebagaiman berikut: Membaca Astagfirullahal ghafururrahim paling sedikit dua kali atau dua puluh kali Membaca allahumma salli ala muhammadin waala alihi wasahbihi wasallim Membaca dzikir lailaha illallah sebanyak serratus enam puluh kali. Sayyiduna muhammdurrasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Membaca shalawat munjiat. Membaca Al-Fatihah dihadiahkan kepada nabi Muhammad, para sahabat, suluruh guru-guru tarekat Naqsabandiyah Qadiriyah utamanya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. Syaikh Junaid Al-Bagdadi. Syekh khatib As-Syambasi, orang tua dan orang muslim dan mukin baik yang masih hidup atau sudah meninggal. Sedangkan dihalaman empat, kitab Fathul Arifin menerangkan cara mengamalkan tarekat Naqsabandiyah diantaranya adalah: Membaca Al-Fatihah dihadiahkan kepada nabi Muhammad, para sahabat, suluruh guru-guru tarekat Naqsabandiyah Qadiriyah utamanya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani. Syaikh Junaid Al-Bagdadi. Syekh khatib As-Syambasi, orang tua dan orang muslim dan mukin baik yang masih hidup atau sudah meninggal. Membaca astagfirullaha rabbi min kulli zanbin waatubu ilaihi sebanya dua puluh lima kali atau lima kali. Membaca surat Al-Ihlas tiga kali. Membaca salawat Ibrahim. Setelah menyebutkan cara baiat dan cara mengamalkan tarekat Qadiraiyah Naqsabandiyah Syekh Ahmad Khatib Syambas ibnu Abdul Ghaffar Ra. pendiri Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dalam kitab Fathul berkata ahli tarekat akan kepada allah dengan tiga syarat yaitu: Zikir Khafi, adalah zikir dengan hati dan fikiran jangan sampai lengah oleh suatu yang berlalu, sekarang atau akan datang melainkan hanya kepada allah SWT. Muraqabah, adalah mengintai atau menjaga hati kepada allah SWT. Selalu ada untuk berhidmah . kepada guru. Adapun Muraqabah sendiri ada dua puluh sebagaimana berikut: Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 Muraqabah Ahadiyah, yaitu kesadaran akan keesaan Allah secara mutlak. Muraqabah MaAiyyah, yakni penghayatan akan kebersamaan Allah dengan hambaNya. Muraqabah Aqrabiyyah, berupa kesadaran akan kedekatan Allah yang sangat intim dengan manusia. Muraqabah al-Mahabbah pada lingkup pertama, yaitu pengawasan diri yang dilandasi cinta ilahi pada tahap awal. Muraqabah al-Mahabbah pada lingkup kedua, sebagai kelanjutan pendalaman cinta kepada Allah. Muraqabah al-Mahabbah pada lingkup qausi, yakni tahapan cinta ilahi yang semakin menyempit dan terfokus. Muraqabah Wilayah al-AUlya, yaitu kesadaran spiritual pada tingkat kewalian Muraqabah Kamalat al-Nubuwwah, berupa penghayatan terhadap kesempurnaan derajat kenabian. Muraqabah Kamalat al-Risalah, yaitu kesadaran akan kesempurnaan misi kerasulan. Muraqabah Uli al-AAzmi, yakni muraqabah yang meneladani keteguhan para rasul ulul azmi. Muraqabah al-Mahabbah pada wilayah khullah, yang merepresentasikan hakikat Nabi Ibrahim Aalaihis salam. Muraqabah pada wilayah cinta murni, yang mencerminkan hakikat Nabi Musa Aalaihis Muraqabah dzatiyyah yang menyatu dengan cinta, sebagai perwujudan hakikat Muhammadiyyah. Muraqabah mahbubiyyah murni, yang merefleksikan hakikat Ahmadiyyah. Muraqabah cinta yang sepenuhnya tulus dan murni. Muraqabah tanpa penentuan atau batasan tertentu. Muraqabah yang berfokus pada hakikat KaAbah. Muraqabah yang menghayati hakikat Al-QurAan. Muraqabah yang menjiwai hakikat shalat. Muraqabah pada wilayah penghambaan murni kepada Allah. Kurikulum PAI SMP/MTs (KMA 183 2. Adapun dalam bidang fikih, materi pembelajaran meliputi pengenalan dan pemahaman tata cara pelaksanaan rukun Islam secara benar dan baik. Pokok bahasannya antara lain menyucikan najis, istinjaA, wudhu, tayammum, adzan dan iqamah, shalat fardhu dan shalat berjamaah, zikir serta doa setelah shalat fardhu, shalat sunnah rawatib, shalat jamaA dan qashar, shalat bagi orang sakit dan musafir, puasa Ramadhan dan puasa sunnah, shalat Tarawih dan Witir, khitan, tanda-tanda baligh, mandi wajib setelah haid dan ihtilam, shalat Jumat, shalat Dhuha, shalat Tahajjud, shalat Idain, zakat fitrah, infak, sedekah, kurban, serta pelaksanaan ibadah haji dan umrah (Kemenag, 2. Dari kajian teks diatas didapat relevansi kitab Fathul Arifin terhadap kurikulum PAI SMP/MTs sebagai berikut: Zikir Zikir secata etimologi berasal dari bahasa arab Auzakara yazkuru zikranAy yang berarti mengingat atau menyebut. Sedangkan pnegertian terminologinya zikir adalah mengingat allah dengan cara menyebut sifat-sifat keagungan allah dan memuliakannya. Pembahasan zikir dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat ditemuka di lembar kerja siswa (LKS) kelas VII semester satu halaman 29. Adapun cara berzikir itu ada tiga: Zikir dengan hati, yaitu dengan cara memikirkan atau merenungkan ciptaan Allah Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 SWT. Sehingga timbul dalam hati bahwa allah adalah zat yang maha kuasa. Zikir dengan ucapan, yaitu pmengucapkan lafal-lafal yang mengandung arti keagungan allah, tahmid, istigfar, tasbih, tahlil, takbir, membaca Al-Quran dan Mentaati perintah allah serta menjahui segala larangan adalah zikir dengan cara perbuatan (Muhammad, 2022. Muraqabah Pada LKS kelas VII semester satu halaman 21-22 yang menjelaskan tentang meneladani sifat Allah yang beruap Al-Khabir dan Al-Bashir (Maha Mewaspadahi dan Mengawas. Sedangkan prilaku yang dapat ditunjukan dalam meneladani sifat ini adalah harusnya manusia waspada dan teliti betul apa yang dilakukan dan yang akan dikerjakan (Muhammad, 2022. Senada dengan muraqabah juga dapat ditemukan dalam buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP adalah di LKS PAI dan BP pada kelas VII semester dua pelajaran ke-2 halaman 21 tentang mawas diri dan intropeksi dalam menjalani kehidupan, dalam bab ini menjelaskan beberapa poin dalam mawas diri diantaranya beriman kepada para malaikat yang dapat menimbulkan rasa takut dan selalu mawas diri, sebagaimana prilaku beriman pada malaikat dapat ditandai dengan sebagai berikut: Selalu berusaha memohon hidayah kepada allah SWT. Berusaha maksimal untuk mencari rezeki yang halal lagi baik. Selalu berusaha mempersiapkan diri menghadapi kematian. Menimbulkan kewaspadaan dalam berprilaku karena merasa diperthatikan (Muhammad, 2022. Membantu guru Materi tentang menbantu dan menghormati guru dapat ditemukan pada buku teks pembelajaran PAI dan BP kelas Vi semester 2 halaman 15 Bab 2 tentang hormat dan patuh pada orang tua dan guru dan juga kelas IX semester satu halaman 17. Sedangkan guru memiliki peranan penting dalam menjadikan seorang murid sukses. Hal ini karena seorang guru tidak merasa Lelah dalam mendidik murid dan mengajari dengan penuh kesabaran (Muhammad, 2022. Oleh karena jasa-jasa tersebut seorang murid harus patuh dan menghormati seorang guru sebagaimana atsar yang diriwayatkan oleh imam baihaqi bahwa Umar bin Khattab berkata yang artinya Autawaduklah kali pada orang-orang yang mengajari kalianAy (HR. Baihaq. PENUTUP Kitab Fathul Arifin pada pembahasan awal, penulis memulai dengan basmalah dan shalawat serta menjelaskan bahwa tulisannya menjelaskan tentang baiat zikir dan silsilah tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, selanjutnya meneruskan muqooddimahnya dengan membaca basmalah. Selanjutnya dihalaman tiga Syeihk Khatib menyebutkan bahwa manusia teridiri dari sepuluh kelembutan/halus (Latai. Lima diantaranya disebut Alamul Amri (Alam Urusa. yaitu halusnya hati . atifatul Qalb. halusnya ruh . atifatul ru. halusnya rahasia (Latifatussirr. dan halusnya yang tersembunyi . dan halusnya yang lebih tersembunyi . Sedangkan lima sisanya dari sepuluh adalah Alamaul Khalqi yaitu kelembutan/halus otak . dan unsur-unsur yang empat . sal kejadian yaitu air, angin, api dan tana. Selanjutnya beliau menjelaskan dalam tulisannya bahwa tarekat Qadiriyah wa Nqsabandiyah diawali dengan tawassul kepada guru-guru dan zikir-zikir seperti istigfar, ayat alquran dan shalawat-shalawat dan tata cara yang memerlukan bimbingan Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 2 Tahun 2026 seorang mursyid. Sedangkan letak relevansi antara kitab Fathul Arifin dan kurikulum PAI dan BP tingkat SMP adalah tentang pembahasan zikir, muraqabah dan patuh pada guru. DAFTAR PUSTAKA