Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Volume. Nomor. 3 September 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 DOI: https://doi. org/10. 55606/jupsim. Tersedia : https://journalcenter. org/index. php/jupsim Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Ananda Intan Pratiwi *. Asrul Azhari Muin . Izmy Alwiah Musdar Program Studi Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Jl. Sultan Alauddin No. Romangpolong. Kec. Somba Opu. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan Indonesia 92113 *Penulis Korespondensi : Anandaintanpratiwi123@gmail. Abstract. This research is motivated by the low literacy interest of students at SMAN 8 Gowa which has an impact on low library utilization, as well as the continued use of a manual system in managing book borrowing and This study aims to design and implement a web -based Library Book Borrowing and Return Information System and barcode scanning to improve service efficiency and student reading interest. The research methods used include observation, interviews, and literature studies, while the system development applies the Agile The system was tested using the blackbox method and compared book borrowing data before and after The results of the study showed a significant increase in the average book borrowing, from 0. books per day before the system was implemented to 3 books per day in June, and increased again to 7 books per day in July, with an overall percentage increase of 808. The implementation of this system not only speeds up the administrative process and minimizes recording errors, but also proves to be able to encourage students' reading habits through the recommendation feature and book synopsis notifications. The implementation of this system not only speeds up the administrative process and minimizes recording errors but also proves to be able to encourage students' reading habits through the recommendation feature and book synopsis notifications. The barcode scanning feature, in particular, allows for faster and more accurate book tracking, making the borrowing process more convenient for students. Additionally, the system provides real-time updates on available books, helping students easily find the materials they need. The increased borrowing activity is a positive sign of the system's effectiveness in improving students' engagement with the library. The systemAos user-friendly interface also contributes to its success, making it easier for students and library staff to manage transactions. Keywords: Agile. Barcode. Library Information System. Literacy. PWA,. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat literasi siswa di SMAN 8 Gowa yang berdampak pada rendahnya pemanfaatan perpustakaan, serta masih digunakannya sistem manual dalam mengelola peminjaman dan pengembalian buku. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan berbasis web dan pemindaian barcode untuk meningkatkan efisiensi layanan dan minat baca siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka, sedangkan pengembangan sistem menerapkan metode Agile. Sistem diuji menggunakan metode blackbox dan membandingkan data peminjaman buku sebelum dan sesudah implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata peminjaman buku, dari 0,77 buku per hari sebelum sistem diimplementasikan menjadi 3 buku per hari pada bulan Juni, dan meningkat lagi menjadi 7 buku per hari pada bulan Juli, dengan persentase peningkatan keseluruhan sebesar 808,44%. Implementasi sistem ini tidak hanya mempercepat proses administrasi dan meminimalisir kesalahan pencatatan, tetapi juga terbukti mampu mendorong kebiasaan membaca siswa melalui fitur rekomendasi dan notifikasi sinopsis buku. Penerapan sistem ini tidak hanya mempercepat proses administrasi dan meminimalkan kesalahan pencatatan, tetapi juga terbukti mampu mendorong kebiasaan membaca siswa melalui fitur rekomendasi dan notifikasi sinopsis buku. Fitur pemindaian kode batang, khususnya, memungkinkan pelacakan buku yang lebih cepat dan akurat, sehingga memudahkan proses peminjaman buku bagi siswa. Selain itu, sistem ini menyediakan informasi terkini secara real-time mengenai buku yang tersedia, sehingga memudahkan siswa menemukan bahan pustaka yang mereka butuhkan. Meningkatnya aktivitas peminjaman merupakan tanda positif efektivitas sistem dalam meningkatkan keterlibatan siswa dengan perpustakaan. Antarmuka sistem yang ramah pengguna juga berkontribusi pada keberhasilannya, sehingga memudahkan siswa dan staf perpustakaan dalam mengelola Kata kunci: Barcode. Literasi. PWA . Sistem Informasi Perpustakaan. Agile. Naskah Masuk: 12 Juli 2025. Revisi: 26 Juli 2025. Diterima: 23 Agustus 2025. Tersedia: 23 Agustus 2025. Terbit: 27 Agustus 2025. Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa LATAR BELAKANG Perpustakaan adalah salah satu sumber belajar yang penting dan harus dimiliki oleh setiap individu, karena memungkinkan peserta untuk dengan mudah mencari informasi atau Perpustakaan merupakan sebuah unit kerja yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu bagian pengembangan koleksi, pengolahan koleksi, pelayanan pengguna, dan pemeliharaan sarana dan prasarana (Asrul Azhari & Fitriani, 2. Perpustakaan berfungsi sebagai penyedia layanan pengetahuan melalui berbagai aktivitas seperti pengumpulan, pengolahan, penyajian, distribusi, pelestarian dan perlindungan Perannya telah berkembang menjadi pusat pengetahuan, sumber ilmu pengetahuan, tempat untuk penelitian, sarana rekreasi, serta wadah pelestarian warisan budaya bangsa, sekaligus menawarkan berbagai layanan lainnya. Pengetahuan dan informasi yang disediakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Informasi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan akademik, memperluas wawasan di berbagai bidang, serta menyediakan Informasi ringan yang tersedia juga dapat menjadi sumber hiburan bagi para pengunjung (Endarti, 2. Kemajuan ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan dan informasi telah membawa perubahan signifikan dalam budaya manusia, yang erat kaitannya dengan minat literasi Berdasarkan data statistik UNESCO, dari 61 negara. Indonesia menempati peringkat ke-60 dalam hal tingkat literasi yang rendah. Peringkat ke-59 diduduki oleh Thailand, sementara peringkat terakhir diisi oleh Botswana. Di sisi lain. Finlandia berada di peringkat pertama dengan tingkat literasi yang hampir mencapai 100 peningkatan minat baca di Indonesia memerlukan proses yang panjang dan berkesinambungan (Fitriyah & Sorraya. Dalam Sistem ini akan menggunakan konsep PWA (Progressive Web Ap. adalah teknologi berbasis web yang menggabungkan keunggulan dari aplikasi web dan aplikasi Dengan menggunakan teknologi terbaru. (Pratama, 2. SMAN 8 Gowa berdiri pada tahun 1964 yang telah melakukan banyak kegiatan belajar mengajar sehingga melahirkan siswa siswi yang berprestasi. Selama ini, proses manajemen perpustakaan di SMAN 8 Gowa masih dilakukan dengan metode manual dan belum menggunakan sistem komputer. Contohnya, dalam laporan pengelolaan buku, pustakawan harus mencatat atau memeriksa jumlah siswa yang melakukan peminjaman dan pengembalian JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 Jumlah total buku non fiksi yang tersedia adalah 2. 330 eksemplar dan fiksi 167 Sejak tahun 2021, total buku yang telah dipinjam mencapai 943 buku. Dengan kondisi ini, sangat dibutuhkan sistem yang lebih efisien untuk mengelola peminjaman dan pengembalian buku agar dapat meminimalkan kesalahan pencatatan serta mengatasi masalah Oleh karena itu, penulis menyarankan penerapan sistem yang dapat menyederhanakan proses perpustakaan dengan menggunakan perangkat lunak berbasis web yang menerapkan konsep Progressive Web App (PWA). Dengan demikian, perangkat lunak ini dapat meningkatkan efisiensi kerja perpustakaan, serta mengelola pelayanan dan pengolahan data perpustakaa (Ria & Budiman, 2. Penerapan sistem ini membantu mengurangi risiko kehilangan buku yang dipinjam oleh siswa, karena setiap peminjaman dilakukan dengan proses pemindaian barcode unik pada setiap buku. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan minat literasi siswa dengan menghadirkan fitur notifikasi yang menyertakan sinopsis buku berdasarkan riwayat peminjaman siswa. Sinopsis ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa, mendorong mereka agar lebih tertarik membaca (Aprilliani, 2. KAJIAN TEORITIS Sistem Informasi Sistem informasi adalah kombinasi dari berbagai elemen teknologi informasi yang saling berinteraksi untuk menghasilkan informasi yang mendukung komunikasi dalam suatu organisasi atau kelompok. Mendefinisikan sistem informasi sebagai serangkaian komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Suli & Nirsal, 2. Barcode Barcode dirancang untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan memungkinkan penerima memberikan tanggapan atau respon yang juga cepat. QR Code merupakan evolusi dari barcode, yang sebelumnya hanya dapat menyimpan informasi secara horizontal (Syam. Minat Literasi Pengertian literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi memiliki makna yang lebih luas dan komprehensif. Literasi kemudian berkembang menjadi kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Seiring berjalannya waktu, definisi literasi mengalami pergeseran dari makna yang sempit menuju pemahaman yang lebih luas, mencakup berbagai aspek penting lainnya (Rokmana, 2. Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Website Website adalah suatu sistem yang menyajikan informasi dalam berbagai bentuk seperti teks, gambar, suara, dan lainnya, yang disimpan di server web di internet dan ditampilkan dalam format hypertext. Sebuah web terdiri dari beberapa halaman yang diterbitkan oleh server web , di mana setiap halaman memiliki topik yang berkaitan dan sering disertai dengan berkas gambar, video, atau jenis berkas lainnya (Bunduwula, 2. Agile Metodologi Agile adalah pendekatan yang mendorong iterasi pengembangan dan pengujian secara berkelanjutan sepanjang siklus hidup proyek pengembangan perangkat lunak. Dalam Agile, pengembangan dan pengujian dilakukan secara bersamaan, berbeda dengan model waterfall yang mengerjakannya secara terpisah (Trisnawati, 2. PHP PHP (Hypertext Preprocesso. adalah sebuah bahasa pemrograman yang umum digunakan dalam pembuatan dan pengembangan aplikasi berbasis web. PHP memungkinkan pengembangan situs web yang bersifat dinamis karena dijalankan di sisi server . erver-side Dengan kata lain, eksekusi kode PHP dilakukan oleh server sebelum hasilnya ditampilkan kepada pengguna melalui browser (Cendani, 2. METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data . Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati berbagai aspek, seperti minat literasi siswa, proses peminjaman dan pengembalian buku, sistem pencatatan buku, penggunaan teknologi, serta interaksi antara pengguna dan petugas perpustakaan. Kegiatan observasi ini telah dilaksanakan di SMAN 8 Gowa untuk memperoleh data secara real-time, menilai kebutuhan pengguna, dan mendeteksi masalah dalam proses manual yang ada, sekaligus melihat sejauh mana siswa terlibat dalam kegiatan membaca dan penggunaan perpustakaan guna mengidentifikasi pola minat literasi mereka (Effendy, 2. Serta Diketahui bahwa koleksi buku yang dimiliki perpustakaan SMAN 8 Gowa berjumlah 2. 330 Eksampler non fiksi dan 167 Eksemplar fiksi, dengan rata-rata peminjaman 20 buku setiap harinya. Total buku yang dipinjam mencapai 1. 208 buku terhitung dari pencatatan yang masih tersimpan. Selain itu, data jumlah Guru PNS di JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 SMAN 8 Gowa yang mencapai 32 orang dan Honor sebanyak 19 orang. Jumlah siswa aktif sebanyak 1. 111 orang. Wawancara Pada proses ini melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden guna memperoleh data berupa sudut pandang, pengalaman, dan persepsi mereka. Wawancara sendiri adalah suatu teknik pengumpulan data yang menekankan pada interaksi langsung antara peneliti dan partisipan yang terlibat dalam penelitian (Wijaya & Utomo, 2. Dalam menentukan jumlah responden, peneliti menggunakan rumus Slovin karena jumlah populasi siswa di SMAN 8 Gowa sebanyak 1. 111 siswa. Rumus Slovin digunakan untuk menentukan ukuran sampel dari populasi tertentu dengan tingkat kesalahan yang dapat diterima. Library Research Penelitian perpustakaan dilaksanakan untuk mendalami dan menyusun kembali pengetahuan yang telah ada dalam disiplin ilmu yang sedang diteliti. Proses ini mencakup pengumpulan, penelaahan, dan analisis terhadap literatur atau sumbersumber tertulis yang relevan. Kegiatan ini melibatkan pemeriksaan berbagai artikel jurnal, buku, makalah, dan sumber informasi lain yang berhubungan dengan tema penelitian (Priyadi & Santoso, 2. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Dalam penelitian ini, pendekatan pengumpulan data yang diterapkan adalah kualitatif, yang meliputi pengamatan langsung terhadap proses dan isu yang terjadi di lokasi penelitian. Observasi dilakukan dengan cermat dan mendetail untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konteks dan dinamika yang ada. Di samping itu, wawancara langsung juga dilakukan dengan individu yang terlibat dalam lingkungan yang diteliti, seperti pustakawan, guru dan siswa. Metode Perancangan Sistem Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode Untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa menggunakan metode pengembangan sistem yang dikenal sebagai Agile Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Gambar 1. Tahap Agile. Berikut merupakan tahapan menggunakan metode Agile (Rokmana, 2. Perancangan (Plannin. Data dikumpulkan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, kendala, dan tujuan sistem melalui konsultasi dengan pengguna. Semua aspek tersebut akan dirumuskan secara detail dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem. Data yang dikumpulkan meliputi profil perpustakaan SMAN 8 Gowa dan informasi lengkap mengenai semua aktivitas perpustakaan, yang nantinya dapat diakses oleh pustakawan dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi. Desain Dilakukan pembuatan dokumentasi untuk mengimplementasikan rencana program menggunakan UML serta merancang antarmuka pengguna dengan PHP. Perancangan sistem dilakukan berdasarkan kebutuhan sistem yang akan dibangun guna memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Perancang akan menyusun desain sistem serta membuat skema operasional dalam bentuk Diagram untuk memberikan gambaran alur kerja sistem, termasuk rangkaian alat yang akan digunakan dalam pengembangan sistem. Pengembangan (Developmen. Pada tahap ini, tim mulai melaksanakan implementasi fitur atau tugas yang telah direncanakan dalam sprint atau iterasi tertentu. Pengembang bekerja sama untuk menghasilkan kode yang berfungsi dan mencapai tujuan sprint. Proses pengembangan dilakukan secara bertahap dan inkremental, dengan setiap fitur atau bagian sistem dibangun, diuji, dan diintegrasikan dengan cepat. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 . Pengujian (Testin. Sistem akan diverifikasi dan diuji untuk memastikan apakah sepenuhnya atau sebagian memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Pengujian ini yaitu sistem testing dan acceptance testing. Tahap pengujian program dilakukan setelah sistem selesai dikembangkan, dengan tujuan memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai rencana. Pengujian sistem ini akan melibatkan pustakawan yang akan ditugaskan sebagai admin, untuk memverifikasi apakah fitur-fitur pada website telah memenuhi kebutuhan mereka atau belum. Implementasi (Deploymen. Sistem yang telah melalui evaluasi oleh tim kemudian di deploy agar dapat diakses oleh pengguna lain. Tahap Implementasi (Deploymen. dalam Agile adalah proses di mana sistem atau aplikasi yang sudah selesai dikembangkan dan diuji siap untuk dipasang dan digunakan oleh pengguna. Pada tahap ini, fitur atau produk yang telah dibuat akan dipublikasikan secara bertahap dan terkendali, mengikuti metode Agile yang memungkinkan rilis dalam ukuran Proses ini biasanya melibatkan otomatisasi untuk mempercepat pengiriman dan memastikan sistem berjalan dengan baik tanpa masalah. Pemeliharaan Pada tahap ini, dilakukan pemeliharaan sistem secara teratur untuk memastikan keamanan dari sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Sitem yang Sedang Berjalan Gambar 2. Alur Sistem Yang Sedang Berjalan. Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Alur sistem yang sedang berjalan dapat dilihat bahwa siswa memasuki perpustakaan dan melakukan peminjaman atau pengamblian buku, lalu pustakawan meminjamkan atau mengembalikan buku tersebut lalu mencatat aktivitas siswa tersebut kedalam buku log perpustakaan. Perancangan Sistem . Use Case Diagram Berdasarkan hasil analisis yang telah diperoleh, penulis kemudian merancang use casediagram untuk sistem yang dimaksud. Gambar 3. Use Case Diagram. Gambaran Use Case Diagram Menggambarkan interaksi pengguna dengan website melalui dua aktor utama, yaitu admin pustakawan dan siswa. Admin pustakawan memiliki kewenangan penuh untuk mengatur seluruh aspek sistem perpustakaan, seperti mengelola data buku, proses peminjaman dan pengembalian buku, data siswa, serta data admin lainnya. Selain itu, admin juga dapat menjalankan fungsi teknis seperti membuat dan memindai barcode untuk identifikasi buku, serta menangani pembayaran denda. Di sisi lain, siswa hanya memiliki akses terbatas, di mana mereka dapat melakukan registrasi dan login ke dalam sistem, melihat daftar buku yang tersedia, mengajukan permohonan peminjaman buku, mengembalikan buku yang telah dipinjam, serta memanfaatkan fitur rekomendasi buku untuk mendapatkan saran bacaan sesuai preferensi mereka. Peminjaman, pengembalian, siswa dan admin sedangkan siswa, bisa melihat daftar buku, request peminjaman buku dan mengembalikan buku (Ria & Budiman, 2. Hasil Pengolahan Data Pada tahap ini dilakukan pengujian yang dilaksanakan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh alur proses dalam aplikasi guna mengidentifikasi potensi kesalahan. Metode pengujian blackbox diterapkan sebagai pendekatan pengujian sistem. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 Adapun Pengujian dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat minat literasi siswa sebelum dan setelah penerapan sistem. Peneliti dapat menggunakan survei, wawancara, atau analisis data peminjaman buku untuk melihat apakah ada peningkatan dalam jumlah peminjaman buku perpustakaan. Pengujian ini dilakukan selama 12 hari untuk memperoleh data yang akurat terkait perubahan minat literasi . Implementasi Sistem . Landing page Gambar 4. Landing Page. Menampilkan implementasi landing page yang terdiri atas beberapa komponen utama, meliputi tampilan awal website dan berbagai tombol interaktif termasuk opsi untuk melakukan login. Login Gambar 5. Login. Memperlihatkan implementasi antarmuka login yang berisi form input email dan password, serta menyertakan hyperlink pendaftaran bagi pengguna yang belum memiliki akun. Dashboard admin Gambar 6. Dashboard admin. Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Menampilkan implementasi antarmuka dashboard admin yang menyajikan berbagai metrik penting dalam bentuk statistik visual, meliputi: total jumlah siswa terdaftar, koleksi buku yang tersedia, riwayat peminjaman aktif, serta klasifikasi kategori buku yang ada di sistem. Dashboard ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang aktivitas perpustakaan secara realtime. Daftar buku Gambar 6. Daftar buku. Memperlihatkan implementasi antarmuka manajemen buku yang menampilkan seluruh koleksi dalam bentuk tabel data terstruktur. Tampilan ini menyajikan informasi lengkap setiap buku yang telah terdaftar dalam sistem, dilengkapi dengan berbagai fungsi manajemen melalui tombol aksi meliputi: penambahan data buku baru, penyuntingan informasi buku, penghapusan entri buku, serta fitur khusus untuk menampilkan barcode identifikasi masingmasing buku. Peminjaman Gambar 7. Peminjaman. Terlihat implementasi modul peminjaman buku dengan alur kerja sebagai berikut: sistem pertama-tama memerlukan pemilihan siswa dari daftar anggota terdaftar melalui fitur select option, kemudian penetapan tanggal pengembalian JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 melalui date picker, dan terakhir penginputan buku melalui fungsi barcode Seluruh proses diakhiri dengan konfirmasi transaksi untuk menyimpan data peminjaman ke database. Pengembalian Gambar 8. Pengembalian. Implementasi Gambar pertama-tama mengidentifikasi siswa pengembali, kemudian menggunakan scanner barcode untuk mencatat buku yang dikembalikan. Sistem secara otomatis akan memverifikasi kecocokan antara data peminjaman dan pengembalian, sekaligus menghitung denda jika diperlukan, sebelum akhirnya mencatat transaksi pengembalian. Hasil Pengujian Sistem Sebelum implementasi sistem, kami melakukan pengumpulan data selama 13 hari dari tanggal 15 Mei Ae 3 Juni. Dari periode tersebut, hanya tercatat sekitar 10 peminjaman buku, dan hanya 7 siswa yang melakukan peminjaman. Rata-rata peminjaman per hari Selama 13 hari pengamatan, hanya tercatat 10 kali peminjaman buku oleh 7 siswa, yang artinya rata-rata kurang dari 1 buku dipinjam setiap hari. Angka rata-rata ini tidak berarti setengah atau seperempat buku dipinjam, tetapi menunjukkan bahwa tidak setiap hari ada aktivitas peminjaman. Bahkan. Hal ini menggambarkan bahwa minat baca siswa masih sangat rendah sebelum sistem dijalankan. Periode 23 Ae 30 Juni Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa Rata-rata perhari (Jun. = 6 = 3 yaAycycoyc ycyyceyc Eaycaycycn Periode 1 Ae 7 Juli Rata Ae rata perhari (Jul. = 5 = 7 yaAycycoyc ycyyceyc Eaycaycycn Persentase peningkatan Juni - Juli Persentase peningkatan = (Rata-rata baru - rata-rata lama )/(Rata-rata lam. y 100% 7Oe3 3 y100% = 133,33% Persentase peningkatan sebelum sistem Ae sesudah adanya sistem 7 Oe 0,77 0,77 6,23 = 0,77 y 100% = 808,44% Setelah sistem diterapkan, jumlah rata-rata peminjaman buku per hari mengalami peningkatan yang cukup besar. Pada akhir Juni, rata-rata buku yang dipinjam adalah 3 buku per hari, sedangkan di awal Juli meningkat menjadi 7 buku per hari. Jika dihitung dengan rumus persentase, peningkatan ini mencapai 808,44%. Artinya, kegiatan peminjaman buku oleh siswa lebih dari dua kali lipat dibanding Jika sistem ini terus berlanjut, jumlah peminjaman di bulan Juli berpotensi melampaui Juni. Ini menunjukkan adanya peningkatan minat baca yang cukup signifikan dan menjadi bukti bahwa sistem yang digunakan memberikan dampak positif terhadap kebiasaan literasi mereka. Gambar 9. Grafik Peminjaman. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 Terlihat implementasi sistem pada tanggal 23 Juni Ae 7 Juli Pada bulan Juni tercatat sekitar 18 peminjaman buku. Sementara itu, di awal bulan Juli, angka peminjaman sudah mencapai 35 kali. Gambar 10. Point Siswa. Terlihat bahwa salah satu siswa telah melakukan peminjaman buku sebanyak 4 kali. Poin akan terus bertambah seiring dengan konsistensi dalam meminjam buku. Jika mencapai 100 poin, siswa tersebut akan mendapatkan reward dari pustakawan. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini telah berhasil merancang dan mengembangkan sistem informasi perpustakaan menggunakan Barcode di SMAN 8 Gowa yang menyediakan fitur seperti pengelolaan data buku, data siswa, proses peminjaman dan pengembalian, serta notifikasi rekomendasi buku otomatis yang didasarkan pada riwayat peminjaman pengguna. rekomendasi dan notifikasi sinopsis buku berfungsi untuk memperkenalkan koleksi bacaan yang sesuai dengan minat dan riwayat peminjaman siswa. Selain itu, terdapat peningkatan minat literasi siswa yang dapat dilihat dari peningkatan rata-rata peminjaman buku. Sebelum sistem diterapkan, rata-rata peminjaman hanya sekitar 0,77 buku per hari atau 77% dari standar 1 buku per hari. Setelah sistem mulai diterapkan, rata-rata peminjaman meningkat menjadi 3 buku per hari di bulan Juni . etara dengan 300%), dan kembali meningkat menjadi 7 buku per hari di bulan Juli . etara dengan 700%). Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 289,61% dari sebelum sistem ke bulan Juni, dan meningkat lagi sebesar 133,33% dari Juni ke Juli. Secara keseluruhan, dari sebelum sistem hingga awal Juli, terjadi lonjakan rata-rata peminjaman hingga 808,44%, yang menunjukkan bahwa sistem berhasil mendorong minat baca siswa. Perancangan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan Menggunakan Barcode untuk Mendukung Peningkatan Literasi Siswa DAFTAR REFERENSI Aprilliani. Perancangan sistem informasi alur putusan perkara pidana pada pengadilan negeri Kabanjahe. Circle Archive, 1. Asrul Azhari, & Fitriani. Implementasi sistem informasi pengelolaan data perpustakaan berbasis web . tudi kasus: Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinja. Jurnal INSYPRO (Information System Processin. , 5. https://doi. org/10. 24252/insypro. Bunduwula. Iksan. , & Syaifullah. Perancangan website sistem informasi jadwal perkuliahan jurusan teknik informatika menggunakan metode waterfall. Jurnal Sistem Informasi Sistem Komputer, 9. , https://doi. org/10. 51717/simkom. Cendani. Pramana. , & Sudrajat. Sistem informasi kearsipan menggunakan framework Laravel . tudi kasus: Prodi Sistem Informasi Universitas Peradaba. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Peradaban, 4. , 8-15. Effendy. Siregar. Fitri. , & Damanik. Mengenal sistem informasi manajemen dakwah . engertian sistem, karakteristik siste. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5. , 4343-4349. Endarti. Perpustakaan sebagai tempat rekreasi informasi. ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan, 2. , 23-28. https://doi. org/10. 24821/jap. Fitriyah. , & Sorraya. Hubungan minat baca dengan kemampuan literasi informasi siswa kelas Vi di perpustakaan SMP Negeri 6 Malang. Prosiding Seminar Nasional IKIP Budi Utomo, 1. , 658-666. https://doi. org/10. 33503/prosiding. Pratama. Mengoptimalkan performa website dengan Progressive Web Apps (PWA). Circle Archive, 1. Priyadi. , & Santoso. Sistem informasi administrasi pembayaran sekolah terintegrasi barcode reader dengan metode berorientasi objek berbasis client server. Elkom: Jurnal Elektronika Komputer, 15. , https://doi. org/10. 51903/elkom. Ria. , & Budiman. Perancangan sistem informasi tata kelola teknologi informasi perpustakaan. Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak, 2. , 122133. Rokmana. Fitri. Andini. Misnawati. Nurachmana. Ramadhan. , & Veniaty. Peran budaya literasi dalam meningkatkan minat baca peserta didik Journal Student Research, 1. , https://doi. org/10. 55606/jsr. Suli. , & Nirsal. Rancang bangun sistem informasi desa berbasis website . tudi kasus Desa Walenran. D'computare: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 13. , 24-32. https://doi. org/10. 30605/dcomputare. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 63-77 Syam. Sistem informasi stok barang menggunakan QR-Code berbasis Android. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 17-22. https://doi. org/10. 37034/infeb. Trisnawati. Setiawan. , & Budiman. Sistem monitoring kegiatan kemahasiswaan menggunakan metode agile development. JOISIE (Journal Of Information Systems and Informatics Engineerin. , 6. , 49-57. Wijaya. , & Utomo. Metode waterfall dalam rancang bangun sistem informasi manajemen kegiatan masjid berbasis web. KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer, 3. , 563-571.