MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN MEDIATION AS PROBLEM SOLVING EFFORTS BETWEEN PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA WITH RESIDENTS OF THE VILLAGE BUMISARI DISTRICT OF NATAR OF SOUTH LAMPUNG Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto*. Helvi Yanfika Jurusan Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145. Telp. *Email: muhersukmayanto7@gmail. (Diterima 25-02-2019. Disetujui 16-07-2. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis: . pelaksanaan mediasi sebagai metode penyelesaian masalah yang terjadi antara PT Aneka Sumberbumi Jaya dengan Warga Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan, dan . hambatan dalam pelaksanaan mediasi sebagai metode penyelesaian masalah yang terjadi antara PT Aneka Sumberbumi Jaya dengan Warga Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . Informan penelitian ini terdiri atas kepala tambang yang merupakan perwakilan dari perusahaan, perwakilan warga Desa Bumisari, kepala desa serta perwakilan dari Polsek Natar sebagai mediator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Proses mediasi yang dilakukan oleh PT Aneka Sumberbumi Jaya dan warga Desa Bumisari berlangsung dengan baik yang dilakukan dengan 6 tahapan, yaitu penyampaian kehendak pihak yang bersengketa, deskripsi situasi dan identifikasi perkara, pemetaan masalah, menghasilkan alternatif-alternatif penyelesaian sengketa, evaluasi dan pemilihan alternatif dan merumuskan kesepakatan, dan . Hambatan dalam pelaksanaan mediasi antara PT Aneka Sumberbumi Jaya dengan warga Desa Bumisari yaitu kurangnya kesadaran dari pihak perusahaan dalam melaksanakan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan kepada masyarakat. Hambatan lain yaitu sikap egois dari masing-masing pihak yang bersengketa yang menyebabkan penyelesaian masalah berlangsung secara kaku dan berbelit-belit sehingga memakan waktu yang cukup panjang. Kata kunci: Konflik. Masyarakat. Mediasi. Perusahaan ABSTRACT This study analyzes: . the implementation of mediation as a method of resolving problems that occur between PT Aneka Sumberbumi Jaya and Residents of Bumisari Village. Natar Subdistrict. South Lampung . obstacles in conducting mediation as a method of resolving problems that occur between PT Aneka Sumberbumi Jaya and Bumisari Village Residents Natar District. South Lampung. This research was conducted in Bumisari Village. Natar District. South Lampung. The selection of research locations was done purposively. The informants from this study consisted of the Head of the mine who was a representative of the company, representatives of the residents of Bumisari Village, the village head and representatives of the Natar Police Sector as a mediator. The method used in this research is descriptive method with the data used are primary data and secondary data. The results showed that: . The mediation process carried out by PT Aneka Sumberbumi Jaya and Bumisari villagers proceeded well with 6 stages, namely the delivery of the wishes of the disputing parties, description of the situation and case identification, problem mapping, resulting settlement alternatives disputes, alternative evaluations and elections and formulating agreements . Obstacles in the mediation between PT Aneka Sumberbumi Jaya and Bumisari MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto. Helvi Yanfika Village residents are the lack of awareness of the company in carrying out the rights and obligations that must be carried out to the community. Another obstacle is the selfish attitude of each party in dispute that causes problem solving to take place in a rigid and convoluted manner that takes a long Keywords: Company. Conflict. Mediation. Society penyelesaian masalah di luar jalur hukum. PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari dan Salah satu upaya penyelesaian konflik dalam kehidupan bisnis, sengketa atau atau permasalahan yang ada di masyarakat konflik seringkali terjadi di tengah dengan metode non litigasi yaitu dengan Konflik merupakan suatu Mediasi merupakan suatu upaya bentuk perbedaan atau pertentangan ide, penyelesaian masalah atau konflik yang pendapat, paham atau kepentingan di antara dua pihak atau lebih (Muspawi, bermasalah dengan bantuan perantara Konflik merupakan bagian dari Ada banyak keuntungan dari memiliki perasaan, pendirian maupun mekanisme mediasi ini, antara lain latar belakang kebudayaan yang berbeda. penyelesaiannya yang bersifat informal Timbulnya konflik ini merupakan suatu dan diselesaikan sendiri oleh para pihak, sehingga akan sesuai dengan kemauan yang harus dihindari oleh masyarakat mengetahui duduk masalahnya. Mediasi tetapi harus diatasi atau diselesaikan tidak membutuhkan waktu yang lama bahkan apabila memungkinkan konflik dalam penerapannya, sepanjang para yang diatasi dapat melahirkan suatu pihak yang bermasalah memiliki iktikad Melalui mediasi hubungan para Konflik sendiri dapat pihak yang bersengketa tetap kooperatif diselesaikan baik secara litigasi maupun dan terjalin dengan baik, karena kunci dari non litigasi. hubungan manusia. Konflik bukan sesuatu musyawarah dengan bantuan seorang penyelesaian masalah atau konflik dengan bantuan hukum negara yang berlaku. Penyelesaian permasalahan yang terjadi Sementara metode non litigasi merupakan antara pihak-pihak yang bersengketa Penyelesaian MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 diharapkan tidak hanya ada pihak yang waktu dan biaya yang relatif tinggi. menang dan kalah, tetapi dapat memenuhi Berdasarkan latar belakang tersebut maka keinginan dari kedua belah pihak tersebut dilakukan suatu penelitian yang bertujuan dengan win-win solution. untuk mengetahui: . Proses mediasi penyelesaian masalah yang terjadi antara Banyak permasalahan di dalam PT Aneka Sumberbumi Jaya dengan Warga Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan, dan . Hambatan- perusahaan dengan warga masyarakat hambatan yang terjadi dalam penyelesaian yang bermukim di sekitar perusahaan. masalah yang terjadi antara PT Aneka Aktivitas perusahaan yang berada di dekat Sumberbumi Jaya dengan Warga Desa pemukiman warga seringkali memicu Bumisari Kecamatan Natar Lampung terjadinya suatu konflik. Hal itu dapat Selatan. merasakan suatu dampak negatif dari METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan adanya kegiatan perusahaan tersebut. Salah satu konflik yang terjadi yaitu November Desa Bumisari konflik antara PT Aneka Sumberbumi Kecamatan Natar Lampung Selatan. Jaya Bumisari Informan dari penelitian ini terdiri atas Kecamatan Natar Lampung Selatan yang perwakilan dari perusahaan, warga desa berada di sekitar perusahaan. PT Aneka Bumisari, kepala desa dan perwakilan Sumberbumi Jaya merupakan perusahaan Polsek Natar sebagai mediator. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini Desa Aktivitas Metode tambang, penggunaan alat berat dan jam deskriptif adalah suatu metode yang kerja selama 24 jam menimbulkan suatu berupaya memecahkan atau menjawab protes dan pertentangan dari warga permasalahan yang dihadapi dalam situasi masyarakat yang bermukim di sekitar Rianto . menyatakan Pertentangan tentunya membutuhkan suatu solusi yang terbaik untuk perusahaan dan warga desa menjelaskan tentang gejala-gejala, fakta- dalam waktu yang singkat tanpa melalui suatu proses pengadilan yang memakan kejadian-kejadian MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto. Helvi Yanfika sistematis, akurat mengenai sifat-sifat gambar, skema, jaringan kerja, tabel dan populasi atau daerah tertentu. Ketiga kesimpulan/verifikasi, proses penarikan penelitian ini adalah data primer dan data kesimpulan awal belum masih kuat. Data primer diperoleh langsung terbuka dan skeptic. Kesimpulan akhir dari responden yaitu petani dan penyuluh akan dilakukan setelah pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dengan berakhir (Sugiyono, 2. Data menggunakan kuesioner. Data primer meliputi semua data yang dikumpulkan HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum, hubungan antara kuesioner, wawancara mendalam . ndepth perusahaan dan masyarakat sangat terkait intervie. , dan observasi. Data sekunder dengan tiga hal besar, yaitu manajemen diperoleh dari studi kepustakaan, laporan, dampak, distribusi manfaat, serta perilaku literatur, serta dari instansi yang berkaitan perusahaan (Zandvliet dan Anderson, dengan penelitian yang dilakukan. IFC, 2. Tiga hal tersebut Dalam menganalisis data, penelitian memiliki komponennya masing-masing. ini menggunakan analisis data model Manajemen dampak terdiri atas dampak interaktif Milles dan Huberman yaitu langsung dan dampak tidak langsung. terdapat tiga proses yang berlangsung Distribusi manfaat terdiri atas peluang secara interaktif. Tiga proses tersebut kerja, kesempatan usaha, dan projek yaitu pertama, reduksi data, yaitu proses Perilaku perusahaan terkait memilih, memfokuskan, menyederhana- dengan persepsi masyarakat yang ada di kan, dan mengabstraksikan data dari sekitar perusahaan. Perusahaan berbagai sumber data misalnya dari catatan lapangan dokumen, arsip, dan mengelola tiga aspek tersebut. Selanjutnya yaitu proses yang pertama, yaitu manajemen dampak. mempertegas, memperpendek, membu- Pada beberapa kasus ada perusahaan yang ang yang tidak perlu, menentukan fokus, memiliki kinerja kurang baik dalam dan mengatur data sehingga kesimpulan mengelola dampak dari aktivitas yang bisa dibuat. Kedua, penyajian data, seperti dilakukan, sehingga masyarakat marah. merakit data dan menyajikan dengan baik Pencemaran yang dibiarkan dan membuat supaya data menjadi lebih mudah untuk masyarakat kehilangan Penyajian bisa berupa matrik. Aspek daya dukung MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 Sikap masyarakat memburuk. Demikian juga, perwakilan perusahaan dalam berhadapan manajemen dampak sosial yang buruk dengan masyarakat menjadi aspek penting misalnya dalam pembelian lahan yang dalam penilaian masyarakat. Masyarakat juga seringkali menyebabkan terjadinya merupakan pendatang. Perilaku mereka Aspek yang kedua, yaitu distribusi menjadi suatu persepsi masyarakat yang manfaat dari perusahaan. Hal penting sangat terkait dengan kepantasan sikap yang harus diperhatikan adalah bagaimana bagi seorang pendatang di wilayah keberadaan perusahaan tersebut dapat Perusahaan harus mengetahui memberikan manfaat bagi masyarakat. Sudah menjadi hal yang mendasar bahwa terhadap perilaku perusahaan, sehingga perusahaan yang hadir di suatu wilayah perusahaan dapat menunjukkan hal-hal tertentu harus memberikan manfaat utama yang baik terkait hubungan dengan bagi wilayah itu. Hal tersebut karena aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan Konflik perusahaan dan masyarakat tidak hanya masyarakat dan lingkungan. Sehingga berdampak negatif pada iklim investasi perlu diseimbangkan dengan manfaat dari saja, namun juga akan memberikan perusahaan tersebut bagi masyarakat dan pengaruh terhadap stabilitas sosial, politik dan keamanan di sebuah wilayah. memilah mana saja jenis-jenis peluang dalam sebuah konflik, tidak akan ada kerja, kesempatan usaha, dan projek yang pihak yang diuntungkan, semua pihak bisa ditujukan untuk masyarakat setempat. yang terlibat di dalam konflik tersebut Adanya perusahaan diharapkan mampu sama-sama dirugikan. Kerugian tersebut membantu membangun masyarakat yang akan dialami baik oleh perusahaan, ada di wilayah tersebut yang dilakukan Kelancaran operasional perusahaan akan Perusahaan Aspek yang ketiga, yaitu perilaku perusahaan menjadi tidak baik. Perilaku perusahaan terkait terganggu, para karyawan tidak akan kebutuhan masyarakat itu. MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto. Helvi Yanfika Usaha yang dilakukan Penyebab Konflik antara Perusahaan dan Masyarakat adalah pertambangan batu kapur dan Selama ini aktivitas di sektor perkebunan, pertambangan dan kehutanan Pada pelaksanaan usahanya PT Aneka Konflik dengan masyarakat sekitar sangat Sumberbumi Jaya terbagi atas dua site, mungkin terjadi, karena tiga sektor usaha yaitu tambang dan pabrik. Aktivitas ini berkaitan langsung dengan penguasaan tambang PT Aneka Sumberbumi Jaya lahan yang cukup luas dan dampak dijalankan untuk menghasilkan bahan perubahan lingkungan yang cukup besar baku berupa batu kapur yang selanjutnya dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh Aktivitas pertambangan ini Selain masalah tersebut, masalah yang memicu adanya konflik antara lain yang menjadi salah satu faktor utama perusahaan dan masyarakat. penyebab konflik biasanya karena adanya Masyarakat suatu ketidakpuasan masyarakat terhadap Jaya. Kerugian pertama yang dirasakan Perusahaan dianggap hanya berorientasi masyarakat yaitu aktivitas pengeboman batu yang dilakukan oleh perusahaan Aktivitas perusahaan dianggap hanya berdampak pada polusi udara di sekitar mengeruk dan mengeksploitasi sumber Debu dan pecahan batu akibat daya alam yang ada di daerah tersebut, pengeboman yang dilakukan menyebar tanpa memperhatikan nasib masyarakat hingga sampai ke pemukiman warga. Hal lokal yang tinggal disekitar perusahaan. tersebut tentunya sangat mengganggu Konflik yang terjadi antara PT Sumberbumi Jaya masyarakat dalam beraktivitas di sekitar Kerugian yang kedua yaitu masyarakat di Desa Bumi Asri Kecamatan Natar Lampung Selatan juga diakibatkan banyaknya mobil truk bermuatan besar adanya masalah tersebut. PT Aneka Jaya dilakukan oleh PT Aneka Sumberbumi perusahaan kepada masyarakat setempat. dengan aktivitas pertambangan yang kontribusi dan perhatian yang diberikan Sumberbumi industri, tambak dan bidang kegiatan lain. rawan terjadi konflik dengan masyarakat. Aneka digunakan untuk pertanian, perkebunan, menjadi tiga sektor usaha yang paling yang hilir mudik mengangkut batu kapur baik dikirim untuk pabrik maupun yang perusahaan yang bergerak di bidang dikirim untuk ke konsumen. Kerusakan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 jalan tersebut sangat mengganggu akses pemberian klarifikasi atas permasalahan transportasi masyarakat, terlebih lagi Namun setelah beberapa lama ketika memasuki musim hujan. Jalanan masyarakat merasa tidak ada respon menjadi becek, licin dan berlumpur berupa tindakan nyata dari perusahaan. sehingga sulit untuk dilewati. Masalah Selanjutnya beberapa kali masyarakat lain yang merugikan masyarakat yaitu mengajukan komplain kurangnya penyerapan tenaga kerja dari masih ditanggapi dingin oleh perusahaan lingkungan sekitar. Banyak tenaga kerja hingga kesabaran masyarakat habis dan yang diambil perusahaan berasal dari luar wilayah Bumisari. Hal tersebut tentunya tambang sementara. masyarakat merasa iri karena kegiatan dilakukan di wilayah mereka, tetapi hanya 20% tenaga kerja Proses Mediasi antara Perusahaan dan Masyarakat yang berasal dari desa Bumisari. Masalah Proses mediasi dilaksanakan di PT yang terakhir yaitu ada beberapa titik Aneka bekas aktivitas tambang yang ditinggalkan kepala desa dan perwakilan dari Polsek yang dikhawatirkan dapat membahayakan Natar. Kepala desa dan perwakilan dari Lubang besar tersebut ketika Polsek Natar bertindak sebagai mediator. hujan terisi penuh dengan air dan Mediator bertugas menjembatani pihak membentuk kolam yang luas dan dalam. Kolam tersebut sering digunakan sebagai dikalahkan karena setiap sengketa pasti diawali dengan ketidaksengajaan bahwa secara bertahap. Pada tahap pertama, dengan prinsip tidak ada yang merasa kalah atau kerugian tersebut awalnya dilaksanakan semua pihak yang terlibat di dalam konflik mutual winning. Hal ini bertujuan agar menyebabkan kecelakaan. Protes tempat bermain bagi anak-anak yang berhati-hati perusahaan, perwakilan dari masyarakat tersebut membentuk suatu lubang besar Jaya menghadirkan perwakilan dari pihak begitu saja. Bekas aktivitas tambang Sumberbumi apa yang dilakukan merugikan pihak lain. Berbeda pengadilan yang diwajibkan oleh majelis komplain kepada perusahaan. Komplain hakim, mediasi ini dilaksanakan atas tersebut diterima oleh perusahaan dengan MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto. Helvi Yanfika kehendak para pihak yang terlibat di sebenarnya terjadi dan yang akan menjadi fokus dalam proses mediasi. Pemetaan masalah & membingkai ulang permasalahan Setelah Tahap selanjutnya, mediator sebagai perusahaan dan masyarakat bersepakat penengah merumuskan kembali pokok untuk meminta bantuan penengah atau mediator yang berasal dari kepala desa dan perwakilan Polsek Natar. Adapun kepada para pihak untuk memperoleh langkah-langkah penyelesaian sengketa dengan mediasi ini Setelah rumusan masalah adalah sebagai disetujui kedua belah pihak, proses dilanjutkan dengan membuat pemetaan Penyampaian kehendak pihak yang bersengketa, penentuan jadwal dan tempat pertemuan mediasi masalah untuk mengetahui prioritas Sebelum pihak yang terlibat di dalam konflik melakukan upaya mediasi. Menghasilkan alternatif-alternatif penyelesaian sengketa mereka telah gagal melakukan suatu Pada tahapan ini mediator diharapkan upaya negosiasi bersama, selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk meminta bantuan pihak ketiga dalam penyelesaian masalahnya. Pihak ketiga permasalahan yang ada. Alternatif yang dipilih yaitu kepala desa Bumiasri dan perwakilan Polsek Natar. mediator pada konflik ini yaitu adanya mempertemukan dan mendengarkan tuntutan-tuntutan bersiap diri ketika akan melakukan aktivitas di luar rumah. Penyelesaian perusahaan sehingga masyarakat dapat masalah yang kedua yaitu perbaikan Berdasarkan penjelasan dari kedua pemberitahuaan terlebih dahulu kepada Deskripsi situasi dan identifikasi Pada dengan menimbun jalan yang rusak dengan batu yang berasal dari site dengan pengerjaannya dibantu oleh MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 Solusi Merumuskan kesepakatan masalah selanjutnya yaitu penambahan Pada tahap terakhir ini, para pihak jumlah tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang dilakukan bertahap karena alternatif-alternatif penyelesaian sengketa yang terjadi membutuhkan banyak tenaga kerja. diantara mereka. Tercapainya kesepa- Penyelesaian masalah terakhir yaitu katan final antara para pihak yang aktivitas pertambangan dari pasir yang untuk menyelesaikan dan mengakhiri ada di tambang. Proses penimbunan ini Dalam merumuskan Kese- nantinya dilakukan dengan alat berat pakatan Perdamaian, mediator wajib dan dengan bantuan warga masyarakat sekitar secara gotong royong. Untuk tidak memuat ketentuan yang: . ketertiban umum, dan/atau kesusilaan. pertambangan dapat berjalan kembali . merugikan pihak ketiga. tidak dapat dilaksanakan (Widihastuti, perusahaan juga tidak dirugikan. Adapun kesepakatan yang dicapai Evaluasi & Pemilihan Alternatifalternatif Tuntutan para pihak dan alternatif Para melaksanakan alternatif penyelesaian alternatif tersebut selanjutnya akan seperti semula dan perusahaan harus serangkaian daftar alternatif. Daftar perusahaan dapat beroperasi kembali dibuat kemudian disusun menjadi pengumuman terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar terkait aktivitas kesempatan untuk membahas dan pengeboman yang akan dilakukan mengkonsultasikan alternatif-alternatif tersebut kepada pihak lain lain, seperti Selanjutnya perusahaan notaris, pengacara ataupun berkon- membantu upaya perbaikan jalan sultasi kepada mediator. MEDIASI SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN MASALAH ANTARA PT. ANEKA SUMBERBUMI JAYA DENGAN WARGA DESA BUMISARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Aprilia Rahmawati. Muher Sukmayanto. Helvi Yanfika material batu yang berasal dari site konflik ini yaitu adanya sikap egois dari dalam proses perbaikannya. Masalah masing-masing pihak dalam memperta- masing-masing. diselesaikan perusahaan dalam jangka Adanya sikap egois ini berdampak pada waktu maksimal 3 bulan ke depan. Kondisi saat ini perusahaan sedang berlangsung secara kaku dan berbelit-belit tahap ekspansi dan pembangunan sehingga memakan waktu yang cukup mesin baru yang belum selesai di produksi sehingga belum membutuh- Peran mediator sangat penting untuk kan tenaga kerja. Setelah pembangun- mengatasi hambatan tersebut, upaya yang an selesai perusahaan berjanji untuk dilakukan mediator antara lain dengan memberikan kesadaran baik dari pihak lingkungan sekitar. Penutupan lubang perusahaan maupun masyarakat mengenai bekas aktivitas tambang juga akan hak dan kewajiban mereka masing- dilakukan oleh perusahaan dengan Hal ini bertujuan agar dari pihak bantuan dari masyarakat sekitar. perusahaan maupun masyarakat sama- keduanya merupakan hubungan yang Hambatan dalam Pelaksanaan Proses Mediasi saling membutuhkan satu sama lain. Pelaksanaan mediasi telah berhasil Perusahaan membutuhkan suatu iklim dilakukan dengan baik oleh kedua belah kerja yang kondusif untuk produktivitas Meskipun demikian terdapat hal yang menghambat proses pengambilan keputusan atas konflik yang terjadi. Hal pembangunan warga masyarakat. tersebut antara lain kurangnya kesadaran dari pihak perusahaan terhadap hak dan KESIMPULAN kewajiban yang harus dipenuhi kepada Proses mediasi yang dilakukan oleh PT masyarakat sehingga memicu konflik Aneka Sumberbumi Jaya dan warga Perusahaan seperti mengulur Desa Bumisari berlangsung dengan waktu dan tidak memberikan respon atas baik yang dilakukan dengan 6 tahapan komplain atau protes yang disampaikan yaitu penyampaian kehendak pihak oleh masyarakat. Hambatan lain yang yang bersengketa, deskripsi situasi dan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 165-175 menghasilkan alternatif- DAFTAR PUSTAKA