Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Mengembangkan Spirit Kewirausahaan Di Tingkat Pelaku UMKM Kelurahan Bira. Kecamatan Tamalanrea Agustiar Saleng1,*. Sartika Dwi Hardianti2. Muhammad Ay3. Babra Kamal4. Abd. Naris Agam5 1,2,3,4 Prodi Ilmu Politik . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Teknologi Sulawesi . Jalan Talasalapang No. 51 A Makassar, 90222 Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik . Universitas Teknologi Sulawesi . Jalan Talasalapang No. 51 A Makassar, 90222 *babrakamal@gmail. ABSTRAK Kewirausahaan di kalangan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun banyak dari pelaku UMKM menghadapi tantangan berat bahkan jatuh-bangun terutama pasca Pandemi Covid-19. Program Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan mental dan spirit kewirausahaan dalam bentuk penyuluhan pada komunitas perempuan miskin yang telah dan akan mengembangkan usaha di Kelurahan Bira. Kecamatan Tamalanrea. Makassar yang berjumlah 5 bidang usaha binaan dan sejumlah 20 mitra usaha. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan, talkshow interaktif. FGD yang dilengkapi screening pre-counseling dan evalusi pasca-counseling. Hasil kegiatan menunjukkan screening pre-counseling pada partisipan diperoleh identifikasi beberapa permasalahan yakni menurunnya minat dalam berwirausaha yang sedang dijalankan dan atau belum memiliki dorongan untuk mengembangkan dan membesarkan usahanya. Hasil evaluasi pascacouseling diperoleh peningkatan kembali minat dan antusiasme untuk menggeliatkan wirausahanya. Dalam sesi FGD, ide bisnis baru yang tengah dijalankan telah dipandu dalam menyusun analisis SWOT yang berguna dalam rencana pengembangan atau bahkan strategi usahanya. Kata Kunci: spirit. UMKM. ABSTRACT Entrepreneurship among Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. plays an important role in driving local economic growth. However, many of the MSME players face severe challenges and even ups and downs, especially after the Covid-19 Pandemic. This community service programme aims to develop the mentality and spirit of entrepreneurship in the form of counseling for poor women communities who have and will develop businesses in Bira Village. Tamalanrea District. Makassar, totalling 5 fostered business fields and a total of 20 business partners. Activities were carried out in the form of counselling in the form of exposure, interactive talk shows. FGDs equipped with pre-counselling screening and postcounselling evaluation. The results of the activity show that pre-counselling screening on participants obtained identification of several problems, namely decreased interest in entrepreneurship that is being run and or does not have the drive to develop and grow their business. Post-counselling evaluation results obtained an increase in interest and enthusiasm to stretch their entrepreneurship. In FGD sessions, new business ideas that are being run have been guided in preparing SWOT analyses that are useful in development plans or even business strategies. Keywords: spirit. MSMEs. DOI Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 PENDAHULUAN Di era globalisasi dan perubahan ekonomi yang cepat, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin diakui sebagai komponen utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. UMKM tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi sumber inovasi yang penting dalam menghadapi tantangan Berbagai Upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak dalam menumbuhkan UMKM melalui berbagai pendekatan program pemberdayaan Masyarakat. Salah satunya adalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bira Kelurahan Bira Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar. BKM merupakan kelembagaan yang berfungsi memfasilitasi Masyarakat miskin perkotaan untuk memiliki kemampuan ekonomi rumah tangga melalui kemandirian usaha. Strategi mewujudkan hal tersebut adalah memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha. Pendampingan dan fasilitasi yang dilakukan oleh BKM belum menunjukkan pertumbuhan UMKM yang signifikan. Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan keterampilan tidak dikembangkan karena tidak ada keberanian untuk mengembangkan usaha dan ketergantungan pada dana hibah. Pelaku UMKM masih didominasi oleh pelaku lama dengan aktivitas usaha yang sama. Secara umum, proses perubahan melalui tahapan transformasi sosial dalam pemberdayaan Masyarakat akan sangat dipengaruhi oleh motivasi masyarakat untuk berinovasi, berkreasi dan membaca peluang masa depan (Agustiar, 2. Strategi mengembangkan UMKM tidak cukup dengan memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha, tetapi menumbuhkan semangat kewirausahaan merupakan bagian penting yang harus dimiliki oleh setiap pelaku UMKM. Semangat kewirausahaan merujuk pada sikap dan perilaku proaktif, inovatif, dan berani mengambil risiko dalam menghadapi peluang bisnis. Semangat ini menjadi landasan bagi pelaku UMKM untuk mengidentifikasi peluang pasar, mengembangkan produk dan layanan baru, serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Namun, faktorfaktor seperti keterbatasan akses terhadap pendidikan kewirausahaan, modal, pasar, serta lingkungan bisnis yang tidak selalu kondusif sering kali menjadi kendala dalam mengembangkan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM. Di sinilah pentingnya kegiatan pengembangan semangat kewirausahaan di tingkat UMKM. Kegiatan ini bukan hanya sekadar memberikan pelatihan dan pendampingan bisnis, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan semangat kewirausahaan. Dengan mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan sikap dan keterampilan kewirausahaan, diharapkan mereka dapat lebih siap menghadapi perubahan ekonomi, menciptakan peluang bisnis, dan meningkatkan kontribusi mereka pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, pendidikan kewirausahaan menjadi fondasi penting dalam mengembangkan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM. Melalui pendidikan, pelaku UMKM dapat memahami prinsip-prinsip dasar bisnis, mengidentifikasi peluang pasar, serta mengembangkan strategi inovatif untuk bersaing di pasar yang semakin ketat. Selain itu, pendampingan bisnis juga memiliki peran krusial dalam memberikan akses terhadap modal, membangun jaringan bisnis yang luas, dan memberikan panduan praktis dalam mengelola bisnis secara efektif. Namun karena situasi ekonomi yang belum pulih pasca pandemi Covid-19 banyak pelaku usaha harus AuJatuh-bangunAy dalam mempertahankan usahanya agar tidak gulung tikar, terutama pada masyarakat menengah ke bawah yang sangat rentan dan masih hidup dengan kondisi subsiten. Selain stimulus ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah, penting juga kiranya bagi perguruan tinggi memberikan sumbangsih dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, dalam hal ini menggelorakan kembali spirit kewirausahaan. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 MASALAH. TARGET DAN LUARAN Bira adalah nama sebuah kelurahan di Kecamatan Tamalanrea. Kota Makassar. Provinsi Sulawesi Selatan. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 9,26 kmA, yang terdiri dari 24 RT dan 6 RW. Peta Kelurahan Bira dapat dilihat pada Gambar 2. 1 berikut : Gambar 2. 1 Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Warga Kelurahan Bira memiliki pekerjaan mayoritas sebagai petani tambak dan nelayan. Dampak dari kejadian Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019-2022, masyarakat di Kelurahan Bira yang melakukan bekerja di sektor perikanan mengalami banyak permasalahan ekonomi pasca Covid-19. Penurunan, kerugian dalam sector pertanian tambah dan nelayan mengalami penurunan signifikan. Akibat dari dampak itu banyak masyarakat Kelurahan Bira PHK dalam pekerjaannya (Mohamad, 2. Sehingga perubahan kehidupan terjadi setelah pasca pandemi Covid-19 (Ngadi. Meilianna, & Purba, 2. yang terjadi pada masyarakat Kelurahan Bira. Kehidupan setelah pasca pandemi membawa masyarakat berpikir pada kehidupan baru untuk terus bergerak menjalani hidup dan menghidupi keluarga dengan ini memunculkan ide atau putusan bisnis atau melakukan wirausaha. Yang dimana masyakarat kelurahan bira memiliki peluang di bagain produksi dan pengolahan. Tim pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh beberapa dosen dari Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Teknologi Sulawesi yang terdiri dari beberapa dosen mencoba menemukan permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Bira. Dalam Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya yakni Pengabdian Kepada Masyarakat yang menargetkan penyuluhan solusi dalam bidang Penyuluhan ini di khususkan pada kegiatan usaha kecil . dan menengah yang masih dalam tahap merintis. Faktor utama dalam melakukan usaha yakni kegagalan dalam berusaha atau berbisnis selain karena permodalan dan managerial yang dibutuhkan juga karena kesalahan yang dilakukan oleh pengusaha sehingga tidak ingin merasakan kegagalan dalam berusaha (Heinzer, 2. Faktor utamanya adalah lingkup usaha UMKM yang masih sempit, sederhana dan struktur organisasi yang ramping bahkan seluruh kegiatan pengolahan usaha dilakukan sendiri oleh pemilik usaha (Affa & Ahmad, 2. (Rahmaniar. Mohd. , & S. , 2. dalam hal ini pengalaman merupakan factor utama yang menjadi pemicu kesuksesan bagi setiap pengusaha. Ingin menjadi pengusaha yang bisa sukses bukan hanya membutuhkan bakat (Delfi. Hendri. Istiva. Yulida, & Rian, 2. namun memerlukan pemikiran yang baik dalam menangkap peluang yang ada disekitar (Bygrave & Hofer, 1. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa target utama. Pertama, adalah pelaku UMKM dari berbagai sektor dan skala yang ingin meningkatkan semangat kewirausahaan mereka (Rahmaniar. Mohd. , & S. , 2. Wirausaha yang memiliki dorongan berupa spirit kewirausahaan Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 merupakan seseorang yang kreatif dan penuh dengan inovasi. Haji et al. , menyebutkan spirit kewirausahaan yang dikelola dengan baik akan menjadi bisnis yang dikelola dan akan menghasilkan cukup banyak keuntungan berupa laba (Latif. Naser, & Hamid, 2. Selain itu. Tripopsakul et al. menyebutkan spirit kewirausahaan menjadikan seseorang memiliki produktivitas yang efektif dan memiliki arah dalam menggapai kesuksesan (Suchart. Tartat, & Wilert, 2. Target Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa target utama: Pertama, adalah pelaku UMKM dari berbagai sektor dan skala yang ingin meningkatkan semangat kewirausahaan mereka. Target kedua adalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bira, sebagai kelembagaan masyarakat yang berfungsi memfasilitasi Masyarakat miskin perkotaan untuk memiliki kemampuan ekonomi rumah tangga melalui kemandirian usaha. Target ketiga adalah komunitas lokal dan pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan lembaga keuangan yang dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan semangat kewirausahaan di tingkat UMKM. Luaran Kegiatan ini diharapkan menghasilkan sejumlah luaran dan publikasi jurnal pengabdian kepada masyarakat yang dapat mengatasi masalah-masalah yang diidentifikasi dan mencapai target yang telah Kegiatan ini diharapkan menghasilkan sejumlah luaran yang dapat mengatasi masalah-masalah yang diidentifikasi dan mencapai target yang telah ditetapkan. Luaran yang diharapkan meliputi: Modul Pendidikan Kewirausahaan: Pengembangan modul pendidikan kewirausahaan yang komprehensif dan mudah diakses, berisi materi tentang konsep kewirausahaan, manajemen bisnis, pemasaran, dan inovasi. Pelatihan Kewirausahaan: Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan interaktif dan praktis untuk pelaku UMKM, membantu mereka mengembangkan keterampilan bisnis dan memahami praktikpraktik terbaik. Pendampingan Bisnis: Program pendampingan khusus yang membantu pelaku UMKM dalam mengakses modal, mengembangkan rencana bisnis, dan memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Pembangunan Lingkungan Inovasi: Menciptakan forum dan kegiatan kolaboratif, seperti pertemuan bisnis, lokakarya inovasi, dan diskusi panel, untuk merangsang pertukaran ide dan kerja sama antara pelaku UMKM. Laporan dan Evaluasi: Penilaian menyeluruh terhadap dampak kegiatan ini, yang mencakup peningkatan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM, peningkatan akses terhadap sumber daya, dan pengukuran pertumbuhan bisnis. Melalui luaran-luaran tersebut, diharapkan kegiatan pengembangan semangat kewirausahaan di tingkat UMKM akan menghasilkan perubahan positif dalam sikap dan tindakan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim Pengabdian Universitas Teknologi Sulawesi. M akassar ini dilakukan dalam rangka pemenuhan kewajiban pelaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap anak jalanan yang ada diwilayah Kelurahan Pandang. Kota Makassar tepatnya di Jalan Pengayoman. Kegiatan pengabdian ini diinisiasi oleh lima orang dosen Universitas Teknologi Sulawesi yang berasal dari program studi yang berbeda. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dilokasi kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Sebelum Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan, ada beberapa tahapan yang sangat penting dilakukan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik: Tahap Perencanaan Pada tahap ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat dibentuk dan disusun berdasarkan kesanggupan masing Aemasing pihak. Jumlah dosen yang mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebanyak lima orang dengan tugas dan tanggung jawab masing Aemasing. Setelah tim dibentuk, ditentukan tanggal untuk melakukan pengabdian, teknis pelaksanaan, serta hal Aehal yang harus dipersiapkan. Tahap Persiapan Melakukan FGD (Fokus Group Discusioa. internal yang dilakukan oleh tim pelaksanakan pengabdian kepada masyarakat UMKM kelurahan Bira. Hal ini membahas beberapa permasalahan UMKM, solusi permasalahan hingga susunan dan tata cara penyuluhan yang akan menjelaskan permasalahan dan tindakan yang dilakukan dalam UMKM. Tahap Pelaksanaan Penyuluhan yakni beberapa bentuk kegiatan seperti pemaparan, tanya jawab interaktif. FGD oelh audiens dengan screening pre-counsling dan penyusunan Analisa SWOT dimana Analisa tersebut terkoordinasi dengan mitra. Tahap Evaluasi kegiatan penyuluhan. Kegiatan setelah penyuluhan dilakukan dengan mengambil kuosioner hasil pemahaman audiens mengenai hal-hal yang telah dijelaskan dalam penyuluhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, berbagai strategi telah diimplementasikan untuk mengembangkan semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM. Berikut adalah hasil dari kegiatan tersebut, disertai dengan pembahasannya: Tabel 1. Peningkatan Pengetahuan Kewirausahaan No Indikator Pra-Pelatihan Pasca-Pelatihan Pengetahuan Konsep Pemahaman Inovasi Pengetahuan Pasar Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 29 Juli 2023 dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kelurahan Bira. Adapun dokumentasi kegiatan sebagai berikut Gambar 4. 1 Pemberian materi pelatihan Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Pembahasan: Tabel 1 menggambarkan peningkatan pengetahuan kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM setelah mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, skor rata-rata pengetahuan mereka sekitar 3,5 pada skala 1-10. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman tentang konsep bisnis dan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Tabel 2. Peningkatan Akses Terhadap Sumber Daya Indikator Pra-Pendamping Pasca-Pendamping Akses Modal Terbatas Ditingkatkan Akses Pasar Terbatas Diperluas Jaringan Bisnis Terbatas Diperluas Pembahasan: Tabel 2 menunjukkan peningkatan akses terhadap sumber daya bagi pelaku UMKM setelah mendapatkan pendampingan bisnis. Sebelumnya, akses terhadap modal, pasar, dan jaringan bisnis Namun, setelah pendampingan, terjadi perbaikan signifikan dalam semua indikator. Pelaku UMKM melaporkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk mengakses modal, memperluas pasar, dan membangun koneksi bisnis yang lebih luas. Tabel 3. Partisipasi dalam Kegiatan Inovasi Kegiatan Inovasi Pra-Kegiatan Pasca-Kegiatan Riset Produk Baru Pengembangan Teknis Kolaborasi Bisnis Pembahasan: Tabel 3 mencerminkan peningkatan partisipasi pelaku UMKM dalam kegiatan inovasi setelah mengikuti program pengembangan semangat kewirausahaan. Sebelumnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang terlibat dalam kegiatan inovasi. Namun, setelah kegiatan ini, terjadi peningkatan yang signifikan dalam partisipasi dalam riset produk baru, pengembangan teknologi, dan kolaborasi bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan yang ditingkatkan berkontribusi pada peningkatan aktivitas inovatif di kalangan pelaku UMKM. (Latif. Naser, & Hamid, 2. (Da Yong, 2. KESIMPULAN Hasil kegiatan pengembangan semangat kewirausahaan di tingkat UMKM menunjukkan peningkatan yang positif dalam pengetahuan kewirausahaan, akses terhadap sumber daya, dan partisipasi dalam kegiatan inovasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan holistik yang mencakup pelatihan, pendampingan, dan pembangunan lingkungan inovatif efektif dalam mendorong semangat kewirausahaan di kalangan pelaku UMKM. Peningkatan ini diharapkan dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kontribusi UMKM dalam perekonomian secara Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Pak Muhammad Kasim. Sos. selaku Kepala lurah Bira. Kota Makassar yang sudah bersedia menerima Tim Pengabdian Universitas Teknologi Sulawesi untuk melakukan sosialisasi UMKM Kelurahan Bira . DAFTAR PUSTAKA