Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 523- 533 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Pengaruh Pendekatan Open-Ended dan Gaya Belajar Siswa Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Widya Wanelly1. Ahmad Fauzan2 Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia1,2 E-mail : wanellywidya31@gmail. com1 dan ahmadfauzan@fmipa. Abstrak Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Lubuk Basung masih rendah. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan cara mereka sendiri. Mereka terfokus terhadap penyelesaian yang diberikan oleh guru sehingga siswa sulit untuk mengembangkan ide-ide kreatif dalam menyelesaikan masalah dengan banyak cara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan open ended. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD gugus II Kecamatan Lubuk Basung Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV di SDN 38 Lubuk Sao sebagai kelas eksperimen dan siswa Kelas IV. a di SDN 63 Surabayo sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan pendekatan open ended lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan berpikir kreatif siswa yang bergaya belajar auditorial, visual dan kinestetik yang diajar dengan pendekatan open ended lebih baik dari siswa yang bergaya belajar auditorial, visual dan kinestetik yang diajar dengan pembelajaran Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik, dan tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, gaya belajar, open ended Abstrak The ability to have creative thinking skills in grade IV elementary school students in the Cluster II Lubuk Basung District was still The situation happened due to the students were not accustomed to do self-adjustment on their own problems. The students focused on the solutions given by the teacher so that students find it difficult to develop creative ideas in solving problems in many To solve the problem, open-ended approach is designed through a quasi-experimental research. The population were the fourth grade elementary students of Cluster II in Lubuk Basung district in the academic year 2019/2020. The fourth grade students of SDN 38 Lubuk Sao were selected as the experimental group, and the fourth grade students of SDN 63 Surabayo as the control group for the sample of the research. Several conclusions are revealed dealing with the research findings as follows: The ability to think creatively who are taught with open-ended approach is more critical than conventional approach. The creative thinking skills of auditory, visual and kinaesthetic students who are taught with open-ended approach is more critical than conventional approach. There is no difference of creative thinking skills among auditory, visual and kinaesthetic learning styles. There is no interaction between learning approaches and learning styles in influencing students' creative thinking skills . Keywords: Creative thinking skills, learning style, open ended Copyright . 2020 Widya Wanelly. Ahmad Fauzan A Corresponding author : Address : Lubuk Sao. Kel. Tanjung Sani. Kec. Tanjung Raya Email : wanellywidya31@gmail. DOI: 10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. Siswa harus memiliki dan mengembangkan PENDAHULUAN Kemampuan berpikir kreatif dapat diartikan matematika, tidak hanya memiliki kemampuan sebagai suatu kegiatan mental yang digunakan pemecahan masalah namun memiliki kemampuan lain dalam bidang matematika, yaitu kemampuan kombinasi dari berpikir logis yang menerapkan berpikir kreatif matematis siswa, karena setelah berpikir kreatif untuk memecahkan masalah, maka siswa bisa menyelesaikan masalah maka siswa pemikiran divergen akan menghasilkan ide atau gagasan baru. Berpikir kreatif adalah kemampuan individu untuk mencari berbagai alternatif jawaban Penalaran terhadap suatu persoalan (Ali. Muhammad & reasonin. , representasi matematis . athematical Asrori, 2. Dengan kemampuan berpikir kreatif . athematical communicatio. , mengaitkan ide- matematika dengan berbagai cara (Zarkasyi, ide matematis . athematical connectio. , dan Oleh karena itu, berpikir kreatif perlu dikembangkan dan sangat dibutuhkan untuk problemsolvin. (NCTM, 2. menyelesaikan masalah matematika. Seiring . athematical Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika di Indonesia yang tercantum di dalam seharusnya menyadari bahwa kemampuan berpikir kurikulum Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (BSNP, 2. menjadi ciri pelajaran matematika yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi zaman ilmu pengetahuan dan teknologi serta menjadi penentu kemampuan memahami masalah dengan berbagai kesuksesan individu dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Cockroft menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang dalam (Abdurrahman, 2. mengatakan bahwa diperoleh, dan . mengkomunikasikan gagasan matematika harus diajarkan kepada siswa karena: dengan simbol, tabel, diagram atau media lain . selalu digunakan dalam kehidupan kita, . untuk memperjelas keadaan atau masalah. semua mata pelajaran memerlukan keterampilan Siswa dituntut mampu mengembangkan matematika yang sesuai, . sarana komunikasi yang kuat, pendek, dan jelas, . dapat digunakan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara, menggunakan simbol, tabel, diagram, dan media . meningkatkan kemampuan berpikir logis, lain dalam pembelajaran matematika. Oleh karena . itu kemampuan berpikir kreatif matematis siswa penting untuk ditingkatkan. Untuk penyelesaian memecahkan masalah. soal-soal matematika sebaiknya menggunakan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. keterampilan berpikir kreatif sehingga siswa memperhatikan guru. Untuk membangun kegiatan mampu melatih diri untuk melakukan penemuan yang interaktif di dalam proses pembelajaran diperlukan gaya belajar karena gaya belajar adalah keterampilan berpikir kreatif untuk memecahkan petunjuk bagaimana mengamati, berinteraksi dan menanggapi lingkungan belajar. Gaya belajar Siswa adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan Pembelajaran disampaikan secara informatif, artinya siswa hanya kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi (Gunawan, 2003, hal. memperoleh informasi dari guru saja atau bisa Setiap siswa mempunyai gaya belajar yang disebut juga guru menggunakan pendekatan berbeda-beda karena pada dasarnya setiap individu konvensional dimana pembelajaran berpusat pada guru sehingga derajat kemelekatannya juga dapat memperhatikan gaya belajar siswa di dalam proses dikatakan rendah. Dengan proses belajar seperti ini pembelajaran, maka selamanya siswa tidak akan kurang dilibatkannya siswa dalam menemukan tertarik dengan pelajaran matematika dan tidak konsep-konsep pelajaran yang harus dikuasainya memperoleh kepuasan dari belajar matematika dan sehingga informasi yang diberikan hanya akan belajar menjadi tidak bermakna. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh kebingungan terhadap materi yang diterimanya. (Setiana, 2. untuk belajar sangat diperlukan Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan memperhatikan gaya belajar siswa, adanya gaya oleh (Sahrudin, 2. pembelajaran matematika belajar akan manunjukkan hasil yang baik. Hal selama ini kurang melibatkan siswa secara aktif tersebut juga sesuai dengan hasil observasi dan Karena tanya jawab yang dilakukan di SDN gugus II Kecamatan Lubuk Basung pada tanggal 18 dan 23 mengingatnya sehingga siswa menjadi bosan dan Juli 2019 bahwa kemampuan berpikir kreatif serta cepat melupakan materi yang telah dipelajari. gaya belajar siswa pada pelajaran matematika Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa Adapun faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah kemampuan berpikir kreatif dan gaya belajar siswa dikarenakan siswa belum terbiasa menemukan adalah perlunya inovasi pembelajaran. Inovasi cara-cara lain dalam menyelesaikan persoalan yang sedang dipelajarinya. pembelajaran yang mampu memberi kesempatan Selain itu dalam masih sangat rendah. kepada siswa untuk dapat mengemukakan ide-ide kurang terjadi kegiatan interaktif hal itu terlihat dan gagasannya. Guru sebagai sumber belajar, dari siswa yang cepat bosan dalam belajar, penentu metode dan model pembelajaran, dan juga melamun, malas memecahkan masalah dan enggan penilai kemajuan belajar siswa untuk menjadikan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. pembelajaran lebih efektif dan efesien untuk kelebihan untuk mendorong kegiatan kreatif dari mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri (Sagala, siswa dan berfikir matematis pada pemecahan masalah secara simultan. Pembelajaran matematika harus dirancang Kesempatan siswa untuk mengungkapkan melalui permasalahan yang memungkinkan siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan kreatif siswa dengan berbagai cara. Pentingnya peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam pendekatan open ended yang mendorong siswa pembelajaran matematika maka dibutuhkan suatu terlibat langsung secara aktif dalam pembelajaran pendekatan pembelajaran yang dapat mendorong dan mengemukakan ide dengan berbagai cara. Hal siswa untuk terlibat aktif dan termotivasi dalam ini berarti bukan guru lagi yang sebagai pusat pembelajaran matematika terkhusus di dalam dalam pembelajaran, tetapi siswa sendirilah yang menyelesaikan masalah di dalam pembelajaran mengkonstruksi pengetahuannya sesuai dengan Salah satu alternatif tersebut adalah gaya belajar masing-masing siswa. Hal ini sesuai melalui Pendekatan pembelajaran open ended. dengan penelitian (Arvy, 2. pendekatan open Pendekatan ended cocok untuk mata pelajaran matematika. pendekatan yang memberikan kesempatan kepada Pertanyaan dalam penelitian ini dinyatakan siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan sebagai berikut: . apakah kemampuan berpikir cara yang diyakini sesuai dengan kemampuan kreatif siswa kelas IV SD yang diajar mengelaborasi permasalahan (Taufik, 2. Hal pendekatan open ended lebih baik daripada siswa ini sejalan dengan pendapat (Suyanto, 2. yang yang diajar dengan pendekatan konvensional? . menyatakan bahwa pendekatan open ended dapat apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya belajar kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi audiovisual, visual dan kinestetik? . apakah interaksi, sharing, keterbukaan dan sosialisasi. terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran Jadi, kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD? menjawab berbagai permasalahan melalui berbagai . apakah kemampuan berpikir kreatif siswa kelas strategi atau cara. IV SD yang bergaya belajar auditorial, yang diajar Selain itu dengan pendekatan open ended dengan pendekatan open ended lebih baik daripada ini, secara langsung siswa akan termotivasi memecahkan suatu masalah dengan berbagai cara konvensional? . apakah kemampuan berpikir dengan sesama temannya maupun dengan guru. kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya belajar Hal ini sesuai dengan Nohda . yang visual, yang diajar dengan pendekatan open ended menyebutkan pendekatan open ended memiliki lebih baik daripada siswa yang diajar dengan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. pendekatan konvensional? . apakah kemampuan cobakan untuk memenuhi kriteria validitas dan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya kewajiban ulang. Indikator kemampuan berpikir belajar kinestetik, yang diajar dengan pendekatan kreatif yang digunakan dalam tes adalah . open ended lebih baik daripada siswa yang diajar Kefasihan . melalui menghasilkan banyak dengan pendekatan konvensional? jawaban dan bernilai benar. Fleksibilitas . METODE berbagai macam ide dengan pendekatan yang Penelitian ini adalah quasy experiment yang . Kebaruan . memberikan jawaban yang tidak lazim, yang lain dari yang lain, yang jarang diberikan kebanyakan konvensional pada kemampuan berpikir kreatif orang namun bernilai benar. Skor kemampuan matematis siswa. Variabel pada penelitian ini adalah pendekatan open ended sebagai variabel independen, kemampuan berpikir kreatif sebagai Selanjutnya data dianalisis menggunakan t-test, variabel dependen, dan gaya belajar sebagai ANAVA satu arah dan ANAVA dua arah setelah variabel moderator. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IV SDN Gugus II Kecamatan Lubuk Basung yang HASIL DAN PEMBAHASAN memiliki kurikulum. KKM, dan akreditasi yang Bagian ini menggambarkan data yang Dari masing-masing sekolah, dua kelas dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. orang siswa kelas IV SDN 38 Lubuk Sao sebagai pembelajaran dengan pendekatan open ended dan 26 orang siswa kelas IV SDN 63 Surabayo sebagai kelas kontrol yang akan mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konvensional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Angket independen, kemampuan berpikir kreatif sebagai variabel dependen, dan gaya belajar sebagai variabel moderator. Berdasarkan data analisis tes kemampuan berpikir kreatif untuk ketiga kategori gaya belajar dapat dilihat pada tabel di bawah ini. mengidentifikasi gaya belajar siswa, sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Angket diadopsi dari tesis Rahmiatul Fitri, . Sedangkan tes divalidasi oleh ahli terlebih dahulu, kemudian diuji Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. Tabel 1. Data Hasil Pengukuran Tes Kemampuan Berpikir Kreatif pada Ketiga Kategori Gaya Belajar Kelas Eksperimen Kontrol Gaya Belajar Audito N = x = I = S2 = 4,23 N =8 x = I = 6,87 S2 = 4,125 Gaya Belajar Visual N =9 Gaya Belajar Kinesteti N = 11 x = I = 9,333 S2 = N =9 x = I = 9,818 S2 = 6,56 N =9 x = I =7 x = 63 S2 = 4 S2 = 7,5 Total Setelah normalitas dan homogenitas, disimpulkan bahwa ttest digunakan untuk empat pengujian hipotesis. ANAVA satu arah untuk hipotesis kedua yang digunakan untuk melihat kemampuan berpikir N = x = I = S2 = 5,43 N = x = I = 6,96 S2 = 4,83 Pada tabel 1 di atas terlihat bahwa dengan jumlah siswa yang berbeda pada setiap kategori gaya belajar diperoleh nilai rata-rata siswa kreatif antara gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik dan ANAVA dua arah digunakan untuk pengujian interaksi antara pendekatan open ended gaya belajar. Hasil pengukuran tes kemampuan berpikir kreatif dapat ditunjukkan dalam bentuk kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Ringkasan pengujian hipotesis, dengan bantuan SPSS, disajikan dalam tabel berikut. Pengujian dengan uji-t. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada uji hipotesis 1 dapat dilihat pada Tabel 2. Hasil Analisis Uji Hipotesis Pertama Kelas Mean Std. Deviat 2,33 6,96 pada kelas eksperiemen lebih tinggi daripada nilai rata-rata siswa pada kelas kontrol di setiap kategori Ekspe Kontr Sig. 2,00 0,00 4,17 diagram batang seperti gambar berikut ini. Pada tabel 2 di atas terlihat bahwa nilai Sig. < Sig. ,000 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Hipotesis pertama diterima yang menyatakan bahwa hasil tes Eksperimen Kontrol kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang diajar dengan pendekatan Open Ended lebih pendekatan konvensional. Gambar 1. Diagram Batang Hasil Pengukuran Tes Kemampuan Berpikir Kreatif pada Kelas Sampel Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan anava satu arah. Hasil analisis data yang telah Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. dilakukan pada uji hipotesis 2 dapat dilihat pada bahwa Ho diterima. Jadi Hipotesis 3 ditolak maka tabel 3 di bawah ini. dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat interaksi Tabel 3. Hasil Analisis Uji Hipotesis Kedua Kelomp Mea Visual 8,17 Audito Kinest 8,22 Std. Fhit Ftabel Si Deviatio ung 2,526 0,0 3,17 0,8 2,34 8,55 2,946 antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD. Pengujian dengan uji-t. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada uji hipotesis 4 dapat dilihat pada tabel 5 di bawah ini. Tabel 5. Hasil Analisis Uji Hipotesis Keempat Pada tabel 3 di atas terlihat bahwa nilai Sig. Kelompok Mean Eksperimen Gaya Belajar Auditorial Kontrol Gaya Belajar Auditorial Std. Devi 2,058 6,88 2,031 > Sig. ,888 > 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Jadi Hipotesis kedua ditolak maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Pengujian hipotesis ketiga dilakukan dengan uji anava dua arah. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada uji hipotesis 3 dapat dilihat pada Sig. 2,499 2,12 0,02 tabel 4 di bawah ini. Tabel 4. Hasil Analisis Uji Hipotesis Ketiga Jumlah Variansi Jumlah Kuadrat Baris 88,416 (Pendekat Pembelaja Kolom (Gaya Belaja. Interaksi Deraj Beba Ratarata Kuadr 88,416 Fhitung Sig. Pada tabel 5 di atas terlihat bahwa nilai Sig. < Sig. ,024 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Hipotesis 4 15,98 0,00 kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya belajar auditorial, yang diajar dengan pendekatan Open Ended lebih baik daripada siswa 1,068 0,534 0,097 0,90 yang diajar dengan pendekatan konvensional. Pengujian hipotesis kelima dilakukan dengan uji-t. 0,634 0,317 0,057 0,94 Hasil analisis data yang telah dilakukan pada uji hipotesis 5 dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini. Pada tabel 4 di atas terlihat bahwa nilai Sig. > Sig. ,944> 0,. , maka dapat disimpulkan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. Pada tabel 7 di atas terlihat bahwa nilai Sig. Tabel 6. Hasil Analisis Uji Hipotesis Kelima Kelomp Eksperi Gaya Belajar Visual Kontrol Gaya Belajar Visual Mean 9,33 Std. Devia 2,55 Sig. 2,12 0,046 < Sig. ,029 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Hipotesis 6 kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya belajar kinestetik, yang diajar dengan pendekatan Open Ended lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pendekatan Selanjutnya kemampuan berpikir kreatif matematis, siswa kemampuan berpikir kreatif dibandingkan kelas Pada tabel 6 di atas terlihat bahwa nilai Sig. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes < Sig. ,046 < 0,. , maka dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapat bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi Hipotesis 5 kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD yang bergaya belajar visual, yang diajar dengan mendapatkan perlakuan. Hal tersebut dapat dilihat pendekatan Open Ended lebih baik daripada siswa pada jawaban siswa berikut ini. yang diajar dengan pendekatan konvensional. Pengujian hipotesis keenam dilakukan dengan ujit. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada uji hipotesis 6 dapat dilihat pada tabel 7 di bawah ini. Tabel 7. Hasil Analisis Uji Hipotesis Keenam Kelompok Eksperimen Gaya Belajar Kinestetik Kontrol Gaya Belajar Kinestetik 9,82 Std. Devia 2,562 2,739 2,37 Sig. 0,029 Gambar 2. Jawaban Soal kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di Kelas Eksperimen Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. Pada Gambar 3. mengerjakan soal untuk no. b, 5, dan 6 dengan cara yang berbeda dilakukan oleh siswa. Hal ini Jawaban Soal kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di Kelas Kontrol diperoleh oleh siswa karena sebelumnya telah Pada pembelajaran konvensional, siswa melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan tidak mempunyai banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. dapat ditemui dan Dimana materi yang dijelaskan oleh guru tidak Oleh pendekatan open mampu semuanya diterima oleh siswa. Karena Pendekatan open ended memberikan kesempatan setiap siswa tidak mempunyai kemampuan yang yang lebih kepada siswa secara komprehensif penyampaian guru. Hal ini membuat siswa yang mereka dalam pemecahan masalah (Takahashi, kemampuan mengingatnya yang rendah, belum bisa mengkonstruksi ide-ide matematis yang Berbeda dengan pendekatan open ended. Siswa yang berada pada kelas kontrol pendekatan konvensional cenderung tidak percaya cenderung menyelesaikan soal yang sama dengan diri, informasi berasal dari guru, dan tidak belajar yang telah dicontohkan oleh guru. mandiri dan menemukan sendiri pengetahuan serta menyampaikan ide-ide kreatif. Hal ini terlihat dari hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa seperti gambar di bawah ini. Pada pembelajaran juga diawali dengan masalah, namun pada kegiatan pembelajaran belum mengontruksi pengetahuan siswa untuk memecahkan masalah Karena siswa hanya mengetahui apa yang diberikan oleh gurunya dan berpedoman pada apa yang telah dijelaskan guru (Majid, 2013, hal. Temuan ini sama dengan hasil penelitian oleh (Setiana, 2. yang berjudul Pengaruh Metode Pembelajaran CTL Dan Open-Ended Terhadap Minat Belajar Matematika dengan Memperhatikan Gaya Belajar. Penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran Open-ended dan CTL baik untuk meningkatkan minat belajar matematika Pada hasil penelitian di atas muncul hal Pertama. Hasil Tes Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD Kecamatan Lubuk Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh pendekatan open-ended dan gaya belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis Ae Widya Wanelly. Ahmad Fauzan DOI: 10. 31004/basicedu. Basung dengan pendekatan Open Ended lebih baik daripada siswa dengan pendekatan konvensional. kemampuan berpikir kreatif siswa. Kedua. Tidak terdapat Perbedaan Kemampuan auditorial, dan kinestetik. Ketiga. Tidak Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa. Keempat. Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SD Kecamatan Lubuk DAFTAR PUSTAKA