441 Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. Desember 2019 . e-ISSN 2685-5607 THE ANALYSIS OF FACTORS THAT INFLUENCE CREDIT DISTRIBUTION (CASE STUDY OF COMMERCIAL BANKS IN INDONESIA FROM 2014-2. Fadrul1. Lily Susanti2. Erwin Febriansyah3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia, 3Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email: fadrul@lecturer. ABSTRACT The purpose of this research was to determine the influence of interest rate. Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR), and Return On Asset (ROA) towards banking credit distribution in Indonesia. Population in this research was all commercial banks that were located in Indonesia period 2014 to 2018, there were about 147 corporation. Sample of this research was determined by purposive sampling method so the total was 95 corporation. Data collection in this research were Badan Pusat Statistik (BPS) and Otoritas Jasa Keuangan (OJK) as the resources. Data analysis techniques were used in this reseach, were regression and hypothesis the using t-statistic. The result of this research indicated that interest rate. NPL. CAR and ROA had significantly influenced toward credit distribution. In the other hand. LDR had not significantly influenced toward credit distribution. Keywords: Credit Distribution. Interest Rate. NPL. CAR. LDR, and ROA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYALURAN KREDIT (STUDI KASUS BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2014-2. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suku bunga. Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Return On Asset (ROA) terhadap penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia. Populasi dalam penelitian adalah bank umum yang ada di Indonesia dalam periode 2014-2018 yaitu sebanyak 147 perusahaan. Sampel penelitian ditentukan dengan metode yang berdasarkan kriteria sehingga jumlah sampel sebanyak 95 perusahaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknik analisis yang digunakan regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan t-statistik. Dalam hasil penelitian ini menentukan bahwa suku bunga. NPL. CAR, dan ROA berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Sedangkan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Kata Kunci : Penyaluran Kredit. Suku Bunga. NPL. CAR. LDR, dan ROA Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Perekonomian Indonesia yang tumbuh dan berkembang memerlukan lembaga keuangan bank sebagai jantung perekonomian yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk pembiayaan. Dengan demikian, bank merupakan bagian dari lembaga keuangan yang dipercaya masyarakat dan memiliki fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang surplus dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat yang kekurangan dana dalam bentuk kredit. Penyaluran dana dalam bentuk kredit yang disalurkan oleh bank, menurut Undang-Undang No. Tahun 1998 adalah penyediaan uang atau tagihan yang didasarkan atas persetujuan pinjam meminjam barang antar bank dengan pihak lain yang memiliki kewajiban untuk melunasi utangnya dengan jangka waktu tertentu dengan bunga yang diberikan. Nasabah yang melakukan peminjaman uang kepada pihak bank akan melunasi pokok pinjaman dan bunga atas pinjaman. Pertumbuhan kredit di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1. Grafik Penyaluran Kredit Bank Umum (Miliar Rupia. Penyaluran Kredit 8,000,000 6,000,000 4,000,000 2,000,000 Tahun Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, 2014-2018 Gambar 1. Grafik Penyaluran Kredit Bank Umum Pada Gambar 1. merupakan grafik penyaluran kredit bank umum pada tahun 2014-2018. Pada grafik tersebut dapat dilihat, hasil penyaluran kredit oleh bank umum dari tahun ke tahun selalu meningkat. Peningkatan penyaluran kredit oleh bank ini menunjukkan adanya kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat kepada perbankan. Masyarakat memiliki antusias dalam memperoleh modal usaha pada bank dibandingkan dengan lembaga keuangan lain. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, apabila dilakukan kajian tentang perbandingan kredit perbankan Indonesia terhadap kredit sektor keuangan yang mencapai 94,34% pada tahun 2015 sedangkan kredit yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan Institusi Keuangan Non Bank (IKNB) masih belum banyak yaitu sebesar 5,66%. Pada tahun berikutnya, peyaluran kredit perbankan naik lagi menjadi 94,52% dan tahun 2017 penyaluran kredit perbankan sebesar 94,62%. Penyaluran kredit perbankan mengalami kenaikan dari tahun ketahun apabila dibandingkan dengan penyaluran kredit lembaga pembiayaan IKNB. Peran perbankan dengan menyalurkan kredit masih sangat besar untuk menggerakkan sektor keuangan dan sektor ekonomi. Penelitian mengenai analisis kredit dilakukan dengan melihat rasio dan faktor lain yang mempengaruhi penyaluran kredit tersebut. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah suku bunga. Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Return On Asset (ROA). Alasan dipergunakannya kelima faktor tersebut adalah dikarenakan ingin diketahui apakah ada pengaruh terhadap penyaluran kredit bank yang ada di Indonesia pada tahun 2014-2018. Kemudian dapat dilihat juga bahwa terdapat perbedaan dari hasil penelitian terdahulu (Research Ga. terhadap keempat variabel Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sugiarti dan Daelawati, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit, diantaranya adalah NPL. CAR, dan LDR. NPL merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam meng-cover risiko kegagalan pengembalian pinjaman oleh Semakin besar NPL maka semakin besar pula risiko kredit yang ditanggung pihak bank sehingga bank perlu menyediakan cadangan yang lebih besar. Rasio NPL menurut Bank Indonesia dengan ukuran maksimal adalah 5%. Apabila suatu bank memiliki NPL diatas 5% maka bank tersebut dianggap memiliki risiko yang CAR merupakan kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank umum dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan manajemen bank umum dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal bank umum. Dalam menyalurkan kreditnya bank umum wajib memenuhi rasio CAR sebesar 8% sesuai Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Kasus Bank Umum di Indonesia Tahun 2014-2. (Fadrul. Lily Susanti, dan Erwin Febriansya. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 dengan Peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007. LDR merupakan rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam Rupiah dan valuta asing, tidak termasuk kredit kepada bank lain. Menurut Peraturan Bank Indonesia No. 17/11/PBI/2015, batas bawah LDR adalah 78% dan batas atas LDR adalah 92%. Oleh sebab itu, menurut penelitian Sugiarti . menunjukkan bahwa suku bunga dan NPL berpengaruh terhadap penyaluran Sedangkan penelitian Supiatno dkk. menunjukkan NPL dan CAR terbukti tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, namun suku bunga dan NPL berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Penelitian Parmawati . mengenai pengaruh CAR dan NPL terhadap penyaluran kredit bank menunjukkan bahwa CAR. NPL dan ROA berpengaruh terhadap penyaluran kredit, namun tingkat suku bunga tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Menurut penelitian Giovanny . menghasilkan pengaruh LDR dan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit namun CAR dan NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah suku bunga. NPL. CAR. LDR dan ROA berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Manfaat dari penelitian ini bagi investor adalah sebagai bahan masukan dalam mempertimbangkan keputusan penanaman modal terhadap perusahaan, bagi perusahaan yaitu menjadi acuan manajemen dalam melakukan pengambilan keputusan terhadap penyaluran kredit dan bagi peneliti selanjutnya yaitu sebagai bahan referensi untuk pengkajian topik yang berhubungan dengan penelitian ini. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Kredit Kredit merupakan salah satu ilmu yang dipelajari pada materi uang dan lembaga keuangan. Uang dan lembaga keuangan merupakan salah satu hal yang penting dalam melakukan suatu pembangunan perekonomian dalam ekonomi makro. Ekonomi makro merupakan suatu pembahasan secara keseluruhan terhadap perekonomian yang mencakup pertumbuhan nasional, kesempatan kerja, stabilitas harga, dan stabilitas kurs (Purwanta. Rahardja, & Dumairy, 2. Proses Penyaluran Kredit Dalam melakukan penyaluran kredit, bank perlu melakukan suatu tahapan dalam proses pemberian kredit. Menurut Ikatan Bankir Indonesia . tahapan dalam proses pemberian kredit adalah inisiasi, analisis kredit, penetapan jumlah kredit dan struktur pembiayaan, kewenangan memutuskan kredit, dokumentasi dan administrasi kredit, monitoring kredit dan penanganan kredit bermasalah. Berikut penjelasan mengenai tahapan proses pemberian kredityakni: . Analisis Kredit . Penetapan jumlah kredit dan sturktur pembiayaan . Kewenangan memutuskan kredit . Dokumentasi dan administrasi kredit . Monitoring kredit . Penanganan kredit bermasalah. Suku Bunga Menurut Ismail . , bunga kredit merupakan harga tertentu yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank atas pinjaman yang diperolehnya. Tingkat bunga atau bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah yang memiliki simpanan dengan yang harus dibayar oleh nasabah yang memperoleh pinjaman kepada bank (Kasmir, 2. NPL Tingkat kualitas aktiva kesehatan bank menurut Bank Indonesia berkaitan erat dengan tingkat Non Performing Loan yang dimiliki bank terhadap nasabahnya. Non Performing Loan (NPL) adalah kredit bermasalah yang dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur (Mahmoeddin, 2. Menurut Hariyani . NPL adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam meng-cover risiko kegagalan pengembalian pinjaman oleh debitur. Semakin besar NPL maka semakin besar pula risiko kredit yang ditanggung pihak bank sehingga bank perlu menyediakan cadangan yang lebih besar. CAR Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank umum dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan manajemen bank umum dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal bank umum (Kuncoro & Suhardjono, 2. Dalam menyalurkan kreditnya bank umum wajib memenuhi rasio CAR sebesar 8% sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007. LDR Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah ukuran yang lazim digunakan dalam pengukuran tingkat likuiditas. Semakin rendah LDR, menunjukkan bahwa bank semakin likuid. Namun, apabila tingkat LDR sangat rendah, maka laba Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 bank akan menurun karena rendahnya porsi pendapatan bunga yang diperoleh dari kredit yang diberikan dibandingkan dengan penempatan dana bank pada SBI, call money dan surat berharga. (Ikatan Bankir Indonesia. ROA Return On Asset (ROA)adalah rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan (Kasmir, 2. Menurut Munawir . ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Kerangka Pemikiran Suku Bunga NPL (X. CAR (X. Penyaluran Kredit (Y) LDR (X. ROA (X. Sumber : Data Olahan, . Gambar 2. Kerangka Pemikiran Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Suku bunga berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 H2: NPL berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 H3: CAR berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 H4: LDR berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 H5: ROA berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan dan diperoleh melalui situs resmi OJK . dan BPS . periode 2014-2018. Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan yaitu dari bulan Januari 2019 Ae Juni 2019. Populasi Dalam sebuah penelitian, penentuan populasi dan sampel merupakan salah satu kriteria yang diperlukan. Populasi . adalah kumpulan atau objek penelitian yang memiliki kualitas serta ciri yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti lebih lanjut (Sekaran dan Bougie, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum di Indonesia tahun 2014-2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 147 perusahaan. Sampel Sampel . adalah beberapa bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang relatif sama dan dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu teknik sampling dengan pertimbangan kriteria-kriteria tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 perusahaan Adapun kriteria pemilihan sampel yang ditentukan adalah: . Perusahaan yang dijadikan sampel merupakan bank umum yang ada di Indonesia tahun 2014-2018. Perusahaan yang tetap terdaftar di OJK dalam periode 2014-2018 dan melakukan pelaporan keuangan. Bank yang menjadi sampel tidak termasuk bank syariah karena memiliki pelaporan keuangan yang berbeda dengan bank umum konvensional. Perusahaan tidak melakukan merger/akuisisi pada 2014-2018 Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Kasus Bank Umum di Indonesia Tahun 2014-2. (Fadrul. Lily Susanti, dan Erwin Febriansya. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan bersifat kuantitatif . ata dokumente. Menurut Indriantoro . , data dokumenter memuat apa dan kapan saja suatu kejadian atas transaksi, serta siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut. Data sekunder yang dimaksud dalam penelitian ini adalah laporan tahunan . nnual repor. bank umum di Indonesia tahun 2014-2018 yang bersumber dari situs Otoritas Jasa Keuangan dan BPS yaitu w. id dan w. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Metode dokumentasi yang dimaksud adalah: . Penelitian pustaka yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku literatur yang berhubungan dengan penelitian ini guna mendapatkan landasan teori dan teknik analisis dalam memecahkan masalah penelitian. Mengumpulkan dan mengamati data-data laporan tahunan . nnual repor. dari perusahaan perbankan yang telah dipublikasikan di website OJK dan BPS. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dilakukan dengan dua tahapan, yaitu: . Analisis deskriptif, yaitu metode analisis yang langkahnya adalah mengumpulkan yang tersedia, kemudian diklarifikasi, dianalisis dan selanjutnya diinterpretasikan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan yang menjadi objek penelitian . Uji multikkolinieritas yaitu menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen . Analisis regresi linier berganda yaitu mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen terhadap dependen. Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh model regresi mampu menerangkan variabel dependen. Uji t untuk menguji pengaruh variabel independen . uku bunga. NPL. CAR dan ROA) terhadap variabel dependen . enyaluran kredi. secara terpisah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berikut ini adalah tabel deskripsi keseluruhan variabel yang digunakan untuk menggambarkan rata-rata variabel keseluruhan perusahaan dari tahun 2014-2018. Tabel 1. Deskripsi Data Variabel KETERANGAN Sample Mean (M) CAR LDR NPL ROA SUKU BUNGA Standard Deviation (STDEV) Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019 Berdasarkan Tabel 1 diketahui hasil statistik dari seluruh variabel penelitian dari 95 sampel dapat diketahui bahwa variabel CAR memiliki mean sebesar -0. 134 dengan standar deviasi 0. Variabel LDR memiliki mean sebesar 0. 032 dan standar deviasi 0. Variabel NPL memiliki mean sebesar -0. 041 dan standar Variabel ROA memiliki mean sebesar 0. 196 dan standar deviasi 0. Variabel suku bunga memiliki mean sebesar -0. 075 dan standar deviasi sebesar 0. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi memiliki hubungan istimewa antar variabel independen. Multikolinieritas dapat diukur dengan melihat nilai VIF pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas (Inner VIF Value. KETERANGAN KREDIT HASIL PENGUJIAN CAR Tidak terjadi Multikolinieritas LDR Tidak terjadi Multikolinieritas NPL Tidak terjadi Multikolinieritas ROA Tidak terjadi Multikolinieritas SUKU BUNGA Tidak terjadi Multikolinieritas Sumber: Data Olahan, 2019 Berdasarkan Tabel 2 maka dapat dijelaskan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak ada gejala multikolinieritas karena VIF berada dibawah nilai 10. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Analisis Regresi Linier Berganda Teknik regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel dependen dan variabel independen. Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Berganda KETERANGAN CAR LDR NPL ROA SUKU BUNGA Original Sample (O) Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019 Berdasarkan hasil perhitungan SmartPLS 3. 0 yang dapat dilihat pada Tabel 3. diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: = Oe0. 075 1 Oe 0. 041 2 Oe 0. 130 3 0. 031 4 0. Dengan persamaan regresi di atas, dapat diartikan bahwa: . Suku bunga memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0. 130, hal ini berarti apabila nilai X1 meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya adalah tetap, maka akan menurunkan penyaluran kredit sebesar 0. NPL memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0. 031, hal ini berarti apabila nilai X2 meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya adalah tetap, maka akan menurunkan penyaluran kredit sebesar 0. CAR memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0. 041, hal ini berarti apabila nilai X3 meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya adalah tetap, maka akan menurunkan penyaluran kredit sebesar 0. LDR memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0. 194, hal ini berarti apabila nilai X4 meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya adalah tetap, maka akan menurunkan penyaluran kredit sebesar 0. ROA memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0. 075, hal ini berarti apabila nilai X5 meningkat sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya adalah tetap, maka akan menurunkan penyaluran kredit sebesar 0. Koefisien Determinasi Uji determinasi digunakan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen terhadap variabel Pengujian ini digunakan untuk menggambarkan sampai seberapa jauh variabel independen yang digunakan dalam persamaan regresi mampu menjelaskan terhadap variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi KETERANGAN R Square R Square Adjusted KREDIT Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R Square Adjuste. 048 atau 4. Hal ini menunjukkan bahwa 4. 8% penyaluran kredit dipengaruhi oleh variabel suku bunga. NPL. CAR. LDR, dan ROA. Sedangkan sisanya sebesar 0. 952 atau 95. 2% dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal lainnya yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Uji T Uji t bertujuan untuk menguji koefisien regresi parsial masing-masing variabel independen. Tabel 5. Hasil Uji T KETERANGAN Original Sample (O) CAR LDR NPL ROA SUKU BUNGA T Statistics (|O/STDEV|) P Values 000*** 000*** Hasil Pengujian Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2019 Catatan: Tabel 5. *Sig<0. Tabel 5. **Sig<0. Tabel 5. ***Sig<0. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Kasus Bank Umum di Indonesia Tahun 2014-2. (Fadrul. Lily Susanti, dan Erwin Febriansya. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Uji pengaruh parsial untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka uji parsial untuk setiap variabel independen sebagi berikut: . Uji Hipotesis Suku Bunga terhadap Penyaluran Kredit. Dari pengujian nilai Original Sample suku bunga sebesar minus 0. 075 dan nilai P Values sebesar 0. 075 lebih kecil dari 0. 1, maka Ho ditolak dan menerima H1 yakni suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Sehingga kesimpulan yang diambil adalah hipotesis penelitian diterima. Uji Hipotesis NPL terhadap Penyaluran Kredit. Dari pengujian nilai Original Sample NPL sebesar minus 0. 041 dan nilai P Values sebesar 0. 065 lebih kecil dari 0. 1, maka Ho ditolak dan menerima H2 yakni NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Sehingga kesimpulan yang diambil adalah hipotesis penelitian diterima. Uji Hipotesis CAR terhadap Penyaluran Kredit. Dari pengujian nilai Original Sample CAR sebesar minus 0. 130 dan nilai P Values sebesar 0. 000 lebih kecil dari 01, maka Ho ditolak dan menerima H3 yakni CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran Sehingga kesimpulan yang diambil adalah hipotesis penelitian diterima. Uji Hipotesis LDR terhadap Penyaluran Kredit. Dari pengujian nilai Original Sample LDR sebesar 0. 031 dan nilai P Values sebesar 0. lebih besar dari 0. 05, maka Ho diterima dan menolak H4 yakni LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit. Sehingga kesimpulan yang diambil adalah hipotesis penelitian ditolak. Uji Hipotesis ROA terhadap Penyaluran Kredit. Dari pengujian nilai Original Sample ROA sebesar 0. 194 dan nilai P Values sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0. 01, maka Ho ditolak dan menerima H5 yakni ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Sehingga kesimpulan yang diambil adalah hipotesis penelitian PEMBAHASAN Pengaruh Suku Bunga terhadap Penyaluran Kredit Suku bunga merupakan persentase pembayaran tambahan yang perlu dibayarkan oleh peminjam dana kepada orang yang meminjamkan dana. Menurut Ismail . , bunga kredit merupakan harga tertentu yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank atas pinjaman yang diperolehnya. Tingkat bunga atau bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Semakin tinggi bunga yang diberikan maka pendapatan yang akan diterima juga semakin Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit yang menunjukkan bahwa semakin tinggi bunga yang ditetapkan oleh bank, maka semakin kecil penyaluran kredit yang dapat disalurkan. Nasabah bank akan mempertimbangkan bunga yang perlu dibayar saat melakukan pengambilan kredit. Hasil penelitian Supiatno,et al. yang menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit, karena ketika suku bunga dinilai dapat disukai oleh nasabah, yaitu tingginya suku bunga deposito dan rendahnya suku bunga kredit, maka nasabah akan lebih banyak menggunakan layanan perbankan sehingga memungkinkan perbankan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak lagi. Hal ini searah dengan penelitian Sugiarti . yang menyimpulkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Sebelum melakukan pegajuan peminjaman dana, nasabah bank akan mempertimbangkan bunga yang perlu dibayar. Nasabah bank akan melirik bunga kredit terendah sebagai tempat peminjaman dana agar dana yang dibayar tidak terlalu tinggi. Hal ini menjadi salah satu alasan suku bunga kredit yang rendah mampu memicu kenaikan penyaluran kredit. Namun pada penelitian Parmawati . suku bunga tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit karena bank akan terus melakukan penyaluran kredit berapapun suku bunganya. Sebab penyaluran kredit mampu mendorong perekonomian Indonesia dan melakukan pengembangan dan ekspansi bisnis oleh pengusaha dari kecil, menengah dan atas. Pengaruh NPL terhadap Penyaluran Kredit Menurut Hariyani . NPL adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam mengcover risiko kegagalan pengembalian pinjaman oleh debitur. Semakin besar NPL maka semakin besar pula risiko kredit yang ditanggung pihak bank sehingga bank perlu menyediakan cadangan yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit menunjukkan bahwa bank akan terus menyalurkan kreditnya berapapun NPL bank tersebut. Semakin tinggi NPL, maka penyaluran kredit bank akan semakin berkurang. Pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit signifikan karena kebijakan pemerintah berperan besar pada masa era Jokowi-JK mendorong penyaluran kredit perankan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dalam membangun bangsa Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Mukhlis . yang menyatakan bahwa NPL berpengaruh terhadap penyaluran kredit. NPL merupakan salah satu indikator dalam mengukur kesehatan bank. Semakin tinggi nilai NPL yakni diatas 5%, maka bank tersebut dikatakan tidak sehat. NPL yang tinggi mampu menyebabkan penurunan laba yang akan diterima oleh bank. Pendapatan terbesar dalam bank yang dapat mempengaruhi modal adalah pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Menurut penelitian Yuliana . yang menyimpulkan bahwa NPL berpengaruh terhadap penyaluran kredit. NPL menjadi faktor yang dipertimbangkan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 perbankan dalam menyalurkan kredit karena adanya faktor yang tidak terbayarkan saat kredit disalurkan. Apabila NPL tidak dapat diatasi maka secara perlahan akan menguras modal bank. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Giovanny . yang menyimpulkan bahwa NPL berpengaruh terhadap penyaluran kredit karena sebagian besar bank yang menjadi sampel penelitian memiliki nilai NPL dibawah 5% sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Menurut penelitian Sugiarti . yang menyimpulkan bahwa NPL juga berpengaruh terhadap penyaluran kredit disebabkan karena adanya pertimbangan lebih dalam dari pihak perbankan sebelum menyalurkan kredit. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Supiatno, et al . yang menyatakan bahwa NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. NPL akan tetap dialami dalam suatu bank tergantung pada lingkungan bisnis atau kemampuan manajemen debitur. Perekonomian yang menurun, industri yang sedang lesu atau daya beli konsumen menurun akan mendorong terjadinya NPL. Dengan demikian. NPL tidak dapat diprediksi dan dihindari oleh perusahaan karena merupakan risiko bawaan. Hal ini membuat keputusan penyaluran kredit tidak dapat mengacu pada nilai NPL. Pengaruh CAR terhadap Penyaluran Kredit Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank umum dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan manajemen bank umum dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal bank umum (Kuncoro & Suhardjono, 2. Hasil penelitian menyatakan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Semakin tinggi CAR maka penyaluran kredit semakin rendah. Hal ini disebabkan karena sebagian modal bank digunakan untuk penyaluran kredit untuk meningkatkan pendapatan bank. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Giovanny . bahwa penyaluran kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Modal bank tidak hanya digunakan untuk penyaluran kredit namun dapat digunakan dalam pengembangan bank terkait pembukaan cabang baru, pembelian lahan, pembelian gedung dan operasional Penelitian Yuliana . menyimpulkan bahwa CAR berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Modal bank yang meningkat akan mempengaruhi penyaluran kredit sebab dana yang disalurkan berasal dari modal yang dimililiki oleh bank. Menurut Supiatno,et al . yang menyimpulkan bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Penilaian tingkat kesehatan suatu bank adalah CAR yang didasarkan pada Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPPM) bank yang sekurang-kurangnya 8%. Penetapatan standar minimum ini menyebabkan perusahaan perbankan akan berusaha mendorong agar nilai CAR memenuhi syarat minimum tanpa memperhatikan penyaluran kreditnya. Dengan kata lain, tinggi rendahnya penyaluran kredit perbankan harus tetap didasarkan pada nilai minimum CAR. Pengaruh LDR terhadap Penyaluran Kredit Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah ukuran yang lazim digunakan dalam pengukuran tingkat likuiditas. Semakin rendah LDR, menunjukkan bahwa bank semakin likuid. Namun, apabila tingkat LDR sangat rendah, maka laba bank akan menurun karena rendahnya porsi pendapatan bunga yang diperoleh dari kredit yang diberikan dibandingkan dengan penempatan dana bank pada SBI, call money dan surat berharga. (Ikatan Bankir Indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyaluran Semakin tinggi LDR maka semakin tinggi penyaluran kredit yang disalurkan. Dana yang diperoleh oleh bank dialokasikan pada penyaluran kredit. Penelitian ini tidak searah dengan penelitian Giovanny . yang menunjukkan bahwa LDR berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Semakin tinggi rasio LDR maka semakin rendah kemampuan likuiditas bank. Manajemen bank perlu mempertimbangkan terlebih dahrulu dana yang disalurkan. Menurut penelitian Yuliana . menyimpulkan bahwa LDR berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Dana yang digunakan dalam penyaluran kredit dapat berasal dari dana tabungan nasabah. Semakin besar LDR dapat mempengaruhi likuiditas perbankan. Pengaruh ROA terhadap Penyaluran Kredit Return On Asset (ROA) adalah rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan (Kasmir, 2. Menurut Munawir . ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Semakin tinggi ROA maka penyaluran kredit semakin tinggi. Peningkatkan laba bank menunjukkan peningkatan kapasitas suatu bank. Peningkatan laba bank dialokasikan untuk meningkatkan penyaluran kredit. Penelitian ini searah dengan penelitian Yuliana . yang menunjukkan bahwa ROA berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Laba yang tinggi akan memberikan bank suatu kepercayaan dari masyarakat yang memungkinkan bank menghimpun modal lebih banyak sehingga bank memperoleh kesempatan untuk Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Kasus Bank Umum di Indonesia Tahun 2014-2. (Fadrul. Lily Susanti, dan Erwin Febriansya. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 menyalurkan kredit lebih luas. Penelitian Giovanny . menyimpulkan bahwa ROA berpengaruh terhadap penyaluran kredit. Sebagian besar sampel penelitian Giovanny . yakni Bank Pembangunan Daerah di Indonesia cenderung di atas 2% sesuai dengan peraturan Bank Indonesia sehingga kondisi profitabilitas bank yang sehat mengakibatkan ROA berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Apabila ROA yang dimiliki suatu bank lebih kecil dari 2%, maka bank tersebut menunjukkan kondisi yang tidak sehat. Sehingga manajemen perbankan perlu memperhatikan perkembangan nilai ROA dalam menyalurkan kredit karena kegagalan dan kesalahan dalam pengelolaan kredit. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perusahaan perbankan di Indonesia tahun 2014-2018. Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perusahaan perbankan di Indonesia tahun 2014-2018. Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perusahaan perbankan di Indonesia tahun 20142018. Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyaluran kredit perusahaan perbankan di Indonesia tahun 2014-2018. Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit perusahaan perbankan di Indonesia tahun 2014-2018. Adapun keterbatasan penelitian ini adalah variabel independen dalam penelitian ini hanya berjumlah 5 variabel saja yaitu suku bunga. NPL. CAR. LDR, dan ROA sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen hanya sebesar 4,8% sedangkan sisanya 95,2% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti di penelitian Penelitian ini hanya menggunakan 5 variabel independen dalam pengujian. Penelitian ini hanya membahas pengujian yang berkaitan dengan bank umum konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat dijadikan masukan kepada investor, perusahaan maupun peneliti yang akan datang yaitu: . Bagi investor yaitu sebaiknya lebih berhati-hati dan selektif dalam mengambil keputusan ekonomi terhadap suatu perusahaan khususnya keputusan investasi yaitu dengan cara lebih teliti mencermati laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan dan tidak hanya terfokus pada satu komponen saja. Dengan demikian, diharapkan agar investor dapat membedakan perusahaan yang melakukan kenaikan dan penurunan penyaluran kredit. Bagi perusahaan/emitendiharapkan dapat terus melakukan kenaikan penyaluran kredit dalam mendukung kenaikan atas perekonomian bangsa Indonesia dalam membantu para pengusaha kecil menengah. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki model penelitian dengan menambah atau mengganti variabel independen yang lain karena masih banyak variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap penyaluran kredit misalnya DPK, dan lain-lain. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih luas lagi seperti memasukkan bank syariah sebagai sebagai salah satu bahan penelitian. Penelitian selanjutnya juga dapat melakukan penelitian dengan mengkategorikan Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU). DAFTAR RUJUKAN Bagust Budiman Supiatno. Pengaruh NPL. CAR dan Tingkat Suku Bunga terhadap Penyaluran Kredit Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009-2011. Giovanny. Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga. Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan. Loan to Deposit Ratio dan Return On Asset terhadap Penyaluran Kredit Bank Pembangunan Daerah Indonesia. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara. Hariyani. Restrukturisasi dan Penghapusan Kredit Macet. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Ikatan Bankir Indonesia. Mengelola Bank Komersial. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Indriantoro. , & Supomo. Metodologi Penelitian Bisinis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Ismail. Manajemen Perbankan dari Teori Menuju Aplikasi. Jakarta: Kencana. Kasmir. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kuncoro. , & Suhardjono. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Latumaerissa. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta : Salemba Empat. Mahmoeddin. Melacak Kredit Bermasalah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Mukhlis. Penyaluran Kredit Bank Ditinjau dari Jumlah Dana Pihak Ketiga dan Tingkat Non Performing Loans. Jurnal Keuangan, 130-138. Munawir. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Parmawati. Analisis Pengaruh DPK. Tingkat Suku Bunga Kredit. CAR. NPL, dan ROA terhadap Penyaluran Kredit Bank pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk Cabang Surakarta. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Purwanta. Rahardja. , & Dumairy. Petunjuk Sukses OSN Bidang Ekonomi. Jakarta: Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia. Sekaran, & Bougie. Research Methods for Business. United Kingdom: Jhon Wiley & Sons Ltd. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Sugiarti. Pengaruh Suku Bunga Kredit dan Kredit Bermasalah (NPL) terhadap Penyaluran Kredit (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 20082. Supiatno. Satriawan. , & Desmiawati. Pengaruh NPL. CAR, dan Tingkat Suku Bunga terhadap Penyaluran Kredit Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun Yuliana. Pengaruh LDR. CAR. ROA, dan NPL terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Umum di Indonesia Periode 2008-2013. Jurnal Dinamika Manajemen. Jambi. Indonesia: Universitas Jambi. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Kasus Bank Umum di Indonesia Tahun 2014-2. (Fadrul. Lily Susanti, dan Erwin Febriansya.