Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 PENGARUH PERILAKU MEROKOK TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PRODI D-i KEPERAWATAN STIKes BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA TAHUN 2014 Evi Irmayanti. KM . vieja37@gmail. Departemen Keperawatan Komunitas Prodi D. i Keperawatan STIKes BTH Abstrak Penelitian ini mengangkat pengaruh perlaku merokok terhadap prestasi mahasiswa prodi D. i Keperawatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku merokok dikalangan mahasiswa prodi keperawatan dan bagaimana pengaruhnya terhadap prestasi belajar mahasiswa tersebut. Desain penelitian ini menggunakan corelasi deskriptiv yang melibatkan 60 orang mahasiswa sebagai responden penelitian dan quisioner sebagai alat pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku merokok dengan prestasi akademik mahasiswa di prodi D. i Keperawatan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya denganp value 20 batang Total Kategori perilaku merokok Tidak merokok Perokok ringan Perokok sedang dan berat Total Menurut tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa dari 60 orang responden yang diteliti, distribusi frekuensi menurut semester adalah semester lima yaitu 28 orang . ,7%). Status merokok ditunjukan oleh mayoritas merokok berjumlah 36 orang . ,0%). Lama merokok ditunjukan oleh mayoritas kurang dari 0-10 tahun yaitu 33 orang . ,0%). Umur mulai merokok menunjukkan tertinggi pada rentang 5,00 10,29 2,94 33,33 6,67 usia 16-18 tahun yautu 24 orang . ,0%). Pada ketergantungan terhadap rokok, mayoritas menunjukkan tingkatan sedang yaitu 20 orang. Adapun jumlah rokok yang dihisap setiap hari menunjukkan data tertinggi 1-10 batang perhari yaitu 31 orang . ,7%), sehingga dapat dikategorkan sebagai perokok ringan. Tabel 2 Ditribusi frekuensi berdasarlan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) semester IPK Frekuensi . Prosentasi (%) Kurang memaskan 6,70 Memuaskan Sangat memuaskan 5,00 Total Menurut data pada tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa dari 60 responden yang diteliti, distribusi frekuensi responden menurut prastasi akademik dari IPK teringgi adalah memuaskan yaitu 53 orang . ,3%). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Analisis Bivariat Tabel 3 Hubungan perilaku merokok dengan prestasi akademik mahasiswa prodi D. i Keperawatan STIKes BTH Tasikmalaya. 95% CI for Mean Mean Variabel . ilai IPK) Lower bound Upper bound valeue Tidak merokok Perokok ringan Perokok sedang. Hasil ditunjukkan oleh tabel 3 diatas menjelaskan bahwa rata-rata prestasi akademik responden yang tidak merokok lebih tinggi dibandingkan dengan yang merokok yaitu dengan IPK 3,21 dengan standar deviasi 0,20. Perokok ringan memliki ratarata IPK sebesar 3. 16 dengan standar deviasi 0, 24 sedangkan IPK rata-rata perokok sedang dan berat adalah 2,91 dengan standar deviasi 0,31. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan prastasi akademik mahasiswa prodi D. i Keperawatan STIKes BTH Tasikmalaya. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Semester Karakteristik semester responden paling banyak menunjukkan semester lima yang berjumlah 32 orang atau 53,3%. Pada responden rata-rata adalah 22 tahun dan pada umur tersebut mereka berada pada kelompok remaja akhir. Pada masa ini, mereka mencoba menjadi orang perilaku yang dianggap sebagai identitas kedewasaan tersebut (Monique, 2. Umur pertama kali merokok dan lama merokok Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa umur pertama kali merokok didominasi oleh rentang umur 16-18 tahun yaitu 24 orang atau 40%. Hal ini didukung oleh 0,20 0,24 0,31 data dari Riskesdas . bahwa prevalensi perilaku merokok usia pertama kali diatas 15 tahun 34,7% menjadi 36,3%. Semakin awal seseorang merokok akan semakin sulit untuk berhenti. Rokok juga mempunyai doseresponse effect artinya semakin muda usia merokok semakin besar terhadap tubuh (Bustan 1997 dalam Firdaus Tingkat ketergantungan terhadap Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketergantungan terhadap rokok yaitu ketergantugan sedang atau merasa ada yang kurang tanpa rokok dengan jumlah 20 orang atau 33,33%. Jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari Mayoritas penelitian ini menghisap rokok 110 batang perhari. Sitepu . menyatakan hal tersebut termasuk kategori perokok sedang. Prestasi Akademik (IPK) Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 60 responden ini didapatkan sebagian besar responden memiliki IPK dalam rentang memuaskan sebanyak 88,3% dan terbanyak diraih oleh responden yang bukan perokok. Penelitian oleh Mananta . menunjukkan hasilbahwa perilaku berisiko yang mempunyai hubungan erat dengan penurunan prestasi adalah merokok, menonton video porno dan perilaku seksual bebas. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Hubungan dengan prestasi akademik mahasisa Prodi D. i Keperawatan STIKes BTH Tasikmalaya Hasil penelitian yang dilakukan kepada 60 responden didapatkan hasil rata-rata prestasi akademik responden yang tidak merokok lebih tinggi dibandingkan dengan yang merokok yaitu dengan IPK 3,21 dengan standar deviasi 0,20. Perokok ringan memliki rata-rata IPK sebesar 3. 16 dengan standar deviasi 0, 24 sedangkan IPK rata-rata perokok sedang dan berat adalah 2,91 dengan standar deviasi 0,31. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa H0 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan prastasi akademik mahasiswa prodi D. i Keperawatan STIKes BTH Tasikmalaya. Widodo mahasiswa yang merokok lebih mahasiswa yang tidak merokok. Haustein dan Gronebegr . menyatakan, merokok tidakhanya berpengaruh terhadap kesehatan fisik semata, tetapi berpengaruh juga terhadap fungsi otak dan kesehatan PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan dilakukan analisis univariat maka dapat disimpulkan bahwa responden semester lima yang berjumlah 32 orang atau 53,3%, sedangkan hasil yang diperoleh bahwa umur pertama kali merokok didominasi oleh rentang umur 16-18 tahun yaitu 24 orang atau 40,0%, tingkat ketergantungan terhadap rokok yaitu ketergantugan sedang atau merasa ada yang kurang tanpa rokok dengan jumlah 20 orang atau 33,33%. Adapun mayoritas responden dalam penelitian ini menghisap rokok 1-10 batang Sitepu . menyatakan hal tersebut termasuk kategori perokok sedang. Hasil analisa bivariat yang telah dilakukan terhadap menunjukkan sebagian besar responden memiliki IPK sebanyak 88,3%. Saran Setelah penulis selesai melakukan penelitian ini, dapat disarankan terutama kepada responden bahwa dihentikan atau dihindari karena terutama terhadap prestasi akademik, selain juga sangat buruk untuk kesehatan jangka panjang, bagi dirinya sendiri ataupun bagi orangorang disekitarnya. Bagi institusi STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya dan instirtusi kesehatan lainnya, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk bahan sosisalisasi ataupun bahan pendidikan kesehatan/penyuluhan negative merokok terutama kepada para remaja yang dianggap generasi penting dalam kehidupan. Bagi penelitian selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar lagi dengan meneliti hal-hal lain yang berkenaan dengan perilaku merokok dan hubungannya dengan prestasi belajar. Selain itu hasil penelitian ini dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mungkin dapat dikembangkan dengan desain dan metode lain yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA Adioetomo. M . Meredam Wabah : Pemerintah dan Aspek Ekonomi terhadap tembakau. Publikasi Bank Dunia Ahmadi. Strategi Belajar Mengajar. Bandung. CV. Pustaka Setia