Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x HAMBATAN DAN PELUANG PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS MODERN (Obstacles and Opportunities of Islamic Education in a Modern Contex. Moh Safik Al Mubarok Universitas PTIQ Jakarta email: msafikalmubarok@ptiq. Fikri Maulana Universitas PTIQ Jakarta email: fikrimaulana@ptiq. Abstract This article examines the obstacles and opportunities facing Islamic education in the modern context. Islamic education stands at the crossroads of tradition and modernity, requiring adaptation to technological developments and globalization. Key obstacles include how to maintain core religious values in an increasingly secular and fast-paced However, within these obstacles, there are also opportunities to use technology as a tool for the wider dissemination and understanding of Islam. The article also explores efforts to improve the quality of Islamic education that is inclusive and relevant in modern society. Keywords: Islamic Education. Globalization. Spread of Islam Abstrak Artikel ini mengkaji hambatan dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam konteks modern. Pendidikan Islam berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas, mengharuskan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Hambatan utama termasuk bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti agama dalam lingkungan yang semakin sekuler dan serba cepat. Namun, dalam hambatan ini terbuka pula peluang untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk penyebaran dan pemahaman yang lebih luas terhadap Islam. Artikel ini juga mengeksplorasi upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang inklusif dan relevan dalam masyarakat modern. Kata kunci: Pendidikan Islam. Globalisasi. Penyebaran Islam PENDAHULUAN Asal usul kata "pendidikan" berasal dari bahasa Yunani, "paedagogie", yang berarti "panduan untuk anak-anak", kemudian berkembang dengan tambahan awalan dan akhiran dalam bahasa Indonesia menjadi kata "pendidikan", istilah ini berasal dari gabungan kata "paedagogos", yang terdiri dari "paedos" yang artinya anak, dan "agoge" yang berarti bimbingan. Secara harfiah, "paedagogos" merujuk kepada seseorang yang mengarahkan anak-anak dalam proses pertumbuhan mereka menuju kemandirian1. Pendidikan, terutama yang berbasis formal, sering disebut sebagai 'education', berasal dari kata "to mendidik" yang artinya membimbing atau mengajar. Definisi dari Kamus Pendidikan menyatakan bahwa pendidikan merujuk pada serangkaian langkah Astari. Analisis Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Pengorganisasian Dalam Lembaga Pendidikan Isalam. Al-Khair Jurnal, 21. yang memfasilitasi individu untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan perilaku yang dianggap bermanfaat dalam masyarakat. Pidarta, seperti dikutip oleh Suryadi dan Sanusi2 berpendapat bahwa pendidikan adalah komponen penting dalam kehidupan setiap individu. Mereka mendapatkan pendidikan dari orang tua mereka, dan mereka tumbuh matang serta memiliki keluarga, mereka akan mendidik anak-anak mereka sendiri. Di institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas, siswa dan mahasiswa menerima pengajaran dari pendidik dan Pendidikan adalah sesuatu yang khas untuk manusia dan berfungsi sebagai alat bagi manusia. Singkatnya, tidak ada makhluk hidup yang memerlukan pendidikan selain manusia3. Pendidikan merupakan kerja keras dan menciptakan suasana yang teratur dan terstruktur untuk mendukung siswa dalam mengembangkan bakat mereka melalui proses pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif. Pendidikan bertujuan untuk mendorong dan memperluas potensi alami manusia, baik secara fisik maupun mental, sejalan dengan norma-norma yang diterima dalam masyarakat dan budaya. Keterhubungan yang erat antara pendidikan dan kebudayaan menjadi kunci dalam evolusi bersama yang berkelanjutan4. Pendidikan Islam di zaman kontemporer menghadapi hambatan yang semakin kompleks seiring dengan kemajuan global dan teknologi yang pesat. Pengintegrasian prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulum pendidikan memiliki signifikansi besar dalam membina generasi yang tidak hanya mencapai keunggulan dalam aspek akademis, tetapi juga memperkuat karakter dan dimensi spiritual mereka sesuai dengan nilai -nilai Islam yang mendasar5. Perkembangan global dan kemajuan teknologi menimbulkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai asli Islam dalam kurikulum pendidikan modern. Oleh karena itu, implementasi prinsip-prinsip Islam menjadi krusial untuk memastikan bahwa generasi masa depan. berpikir cerdas bukanlah semata-mata tentang kecerdasan intelektual, namun juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh sesuai dengan ajaran Islam. Menyatukan nilai Islam dalam kurikulum pendidikan saat ini merupakan tantangan yang rumit, terutama dalam menciptakan platform pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan teknologi modern, sambil tetap memelihara esensi moral dan spiritual dari ajaran Islam tersebut6. Perkembangan internasional dan kemajuan teknologi menimbulkan tantangan yang rumit dalam memasukkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulum pendidikan. Ini menegaskan perlunya memastikan agar generasi mendatang tidak hanya memiliki kecerdasan akademis, tetapi memiliki pendidikan moral dan spiritual yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam era kontemporer7. Pendidikan Islam berperan sebagai sarana untuk mengembangkan pemikiran rasional dan mengarahkan perilaku serta emosi sesuai dengan nilai -nilai Islam. Susyanto. Manajemen lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era digital. Al Madrasah: Jurnal Imiah Pendidikan, 1072. Munir. Pendidikan Islam dan Tantangan Modernitas. urnal AlMakrifat, 1-16. Rahman. Pengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan dan UnsurUnsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 1Ae8. Nata. Pendidikan Islan Di Era Milenial. Jurnal Pendidikan Islan . Aimah. PMA Muadalah sebagai Tantangan dan Peluang Meningkatkan Standar Pendidikan Pesantren. Pendidikan. Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 176. Faizin. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Konteks Modern. Ta'lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 93-116. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 2 sehingga nilai-nilai tersebut juga tercermin di kehidupan sehari-hari. Maka, pendidikan perlu mengikuti logika yang sehat dalam memahami dan menafsirkan realitas kehidupan agar dapat mencapai tujuan kehidupan yang diharapkan. Menurut Oemar Muhammad Al-Toumy al-Syaebany dalam Arifin, pendidikan Islam mencakup upaya untuk merubah perilaku pribadi dengan nilai -nilai Islam sebagai landasan, baik di kehidupan pribadi maupun sosialnya, serta interaksi dengan lingkungan sekitar melalui proses pembelajaran8. Peningkatan peran dan fungsi pendidikan Islam mencakup: memperkuat peranannya, meningkatkan persaingan dan respons agama, mengembangkan lembagalembaga, serta meningkatkan kolaborasi. Pendidikan Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan dari segala aspek seperti pendidikan, budaya, politik, sosial, dan Implementasinya harus mengikuti prinsip-prinsip demokratis, transparan, adil, jujur, bertanggung jawab, dan manusiawi, masyarakat yang teratur berdasarkan prinsip yang terdapat dalam al-Qur'an dan Sunnah Nabi merupakan tujuan apa yang METODE Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi literatur. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai sumber media online seperti jurnalataupun artikel yang dikembangkan bahasanya secara individu. Penelitian ini merupakan jenis analisis data deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan informasi dan dianalisis kemudian menarik kesimpulan dan dijadikan bahan dalam penulisan literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pendidikan dalam Islam Pengertian pendidikan menurut Islam adalah proses penanaman pemikiran masyarakat dan pengaturan akhlak serta perilaku masyarakat menurut ajaran Islam . Pendidikan Islam tidak hanya mencakup aspek agama tetapi juga aspek ilmiah , seni , budaya, dan moral. Tujuannya adalah untuk membina pribadi-pribadi muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berpengetahuan luas tentang ajaran Islam10. Pendidikan Islam dikenal juga dengan sebutan AutarbiyahAy yang berarti pendidikan yang mencakup ilmu pengetahuan dan etika. Tujuan pendidikan Islam adalah untuk membina manusia yang beriman kepada Tuhan , berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan Islam bukan sekedar ajaran agama tetapi tentang pembinaan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Prinsip pendidikan islam11. Menumbuhkan jiwa manusia Pendidikan Islam bertujuan untuk membina jiwa manusia yang beriman dan berakhlak mulia. Norma akhlak dan perilaku : Pendidikan Islam mengatur akhlak dan perilaku berdasarkan ajaran Islam. Menyebarkan ilmu pengetahuan: Pendidikan Islam meliputi ilmu pengetahuan, seni, budaya dan akhlak. Taufik. Sistem Pendidikan Nasional Mengeksplorasi Madrasah. TAUJIH:Jurnal Pendidikan Islam, 58Ae78. Selawati. Peluang Pendidikan Islam di Era Globalisasi: Menuai Tantangan. MeraihPeluang. Jurna lnSyntax Transformation, 535. Yusuf. Kebutuhan Ilmu Manajemen Pendidikan Islami Dalam Menjawab Tantangan Era Revolusi 4. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 688. Prasetia. Reorientasi, peran dan tantangan pendidikan Islam di tengah pandemi. Tarbawi, 139. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 3 Menumbuhkan manusia yang beriman Tujuan pendidikan Islam adalah menumbuhkan manusia yang beriman kepada Allah dan berakhlak mulia. Memberikan kontribusi positif: Pendidikan Islam bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Pendidikan Islam merupakan suatu sistem yang komponen-komponennya secara keseluruhan menunjang tercapainya citra ideal seorang muslim. Dari segi tujuan pendidikan, suasana ideal tercermin pada tujuan akhir pendidikan. Tujuan utama pendidikan Islam adalah mencari keridhaan Allah SWT. Melalui pendidikan kita berharap dapat melahirkan manusia-manusia yang baik hati, bermoral dan berkualitas sehingga dapat memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan umat Karena manusia merupakan fokus utama pendidikan, maka lembaga pendidikan hendaknya memusatkan perhatian pada hakikat manusia dan menciptakan suatu sistem yang mendukung terbentuknya manusia yang baik, yang merupakan tujuan utama pendidikan12. Pendidikan Islam dalam Konteks Multikultular Menurut Nata13 ada dua teori tentang pendidikan yang secara garis besar bentuknya hampir sama dan sering dipakai dalam dunia pendidikan. Fuad: pedagogik yang berarti pengajaran dan pedagonik yang berarti teori pendidikan . ada dua teori tentang pendidikan yang bentuknya hampir sama dan sering digunakanbidang pendidikan: pedagogik, yang mengacu pada instruksi, dan pedagonik, yang mengacu pada teori pendidikan. Driyarkara memandang pendidikan sebagai sarana sarana untuk memajukan martabat manusia. adalahKecenderungan manusia ke arah kegilaan inilah manusia inidisebut dengan mendidik . kecenderungan menuju kegilaan yang disebut Tujuan tujuan pendidikan menurutmenurut Ki Hadjar Dewantara. Kiuntuk mengembangkan pikiran . ecerdasan, karakte. , indera . , dan tubuh Hadjar Dewantara, adalah untuk mengembangkan pikiran . ecerdasan, karakte. , indera . , dan tubuh anak. Menurut Kamus Kamus Bahasa Inggrispendidikan adalah proses di mana seseorang mengembangkan keterampilan sosial dan bakat lainnya dalam masyarakat tempat mereka tinggal , serta pemahaman mereka tentang pengaruh lingkungan yang stabil dan Pendidikan, pendidikan( terutama bagi mereka yang baru lulus sekola. sehingga mereka dapat mengatasi atau mengalami perubahan adalah prosesyang dengannya seseorang mengembangkan keterampilan sosial dan bakat lainnya dalam komunitas tempat mereka tinggal , serta pemahaman mereka terhadap pengaruh lingkungan yang stabil dan terkendali . erutama bagi mereka yang baru lulus sekola. sehingga mereka dapat mengatasi atau mengalami perubahan14. Konteks multikultural yang semakin kompleks menghadirkan berbagai tantangan sosial, politik, dan agama di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mempertimbangkan kembali konsep moderasi beragama melalui sudut pandang filsafat pendidikan Islam, dengan fokus pada revitalisasi pemahaman tentang kemanusiaan dalam konteks multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur teoritis yang relevan, termasuk karya-karya ulama Islam dan filsafat pendidikan. Analisis penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemenelemen kunci dalam konsep kemanusiaan Islam yang dapat mendukung keberagaman Khotimah. PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN. Jurnal Umtas, 690. Nata. Pendidikan Islan Di Era Milenial. Jurnal Pendidikan Islan . Sholeh. Integrasi teknologi dalam manajemen pendidikan islam: meningkatkan kinerja guru di era digital. Jurnal Ilmu Keguruan Dan Pendidikan, 1049. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 4 dalam konteks multikultural . Seluruh studi menyoroti betapa pentingnya melihat manusia sebagai makhluk berakal yang memiliki kapasitas untuk memahami , berhubungan dengan , dan berkolaborasi dengan individu - individu dari berbagai latar belakang agama dan budaya . Konsep intelektual ( aka. dan fisik . ifat bawaa. dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan untuk memajukan reformasi Hambatan dalam Pendidikan Islam Pendidikan dapat dipahami sebagai sebuah program yang terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan dan terintegrasi. Komponen-komponen tersebut meliputi visi, misi, dan tujuan pendidikan yang jelas. Selanjutnya, terdapat kurikulum yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran16. Master dan peserta didik berperan penting sebagai pelaku utama pada proses pembelajaran. Ketersediaan sarana dan prasarana, alat-alat pembelajaran, serta dukungan biaya juga menjadi faktor penting. Manajemen pengelolaan, kelembagaan, dan lingkungan pendidikan turut mempengaruhi efektivitas program. Selain itu, kerjasama dan sistem informasi yang baik juga dibutuhkan. Terakhir, evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengukur ketercapaian tujuan dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian, pendidikan merupakan sebuah sistem yang komprehensif dan terintegrasi, di mana setiap komponen saling terkait dan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama Masa kejayaan pendidikan Islam di Indonesia ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal . dan faktor eksternal. Dari sisi dalam, dunia pendidikan Islam di Indonesia masih sedang menghadapi tantangan mendasar seperti rendahnya kualitas SDM yang mengelola pendidikan18. Hal ini memperlihatkan bahwa salah satu masalah mendasar yang masih dihadapi oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalah kurangnya ketersediaan dan kualitas tenaga pendidik serta pengelola pendidikan yang memadai. Isu kualitas sumber daya manusia ini menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah dan masa depan pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan Islam perlu menjadi prioritas. Hal ini agar lembaga pendidikan Islam dapat menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terus berkembang, baik dari sisi internal maupun eksternal. Menurut Zakia Darajat Pendidikan Islam sebagai suatu sistem kegiatan dan pendidikan yang diselenggarakan atau diselenggarakan sedemikian rupa sehingga mewujudkan nilai-nilai ajaran Islam dan membentuk manusia muslim. bahwa pendidikan Islam dipandang tidak hanya sebagai suatu kegiatan tetapi juga sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk membentuk pribadi-pribadi Islam yang sesuai dengan ajaran Islam19. Jadi, secara sederhana dapat dipahami bahwa pendidikan Islam mencakup dua hal, yaitu sebagai aktivitas atau proses untuk menanamkan nilai-nilai Islam, dan sebagai sistem yang dirancang secara terstruktur agar terbentuk pribadi muslim yang sesuai Hasanah. Implementasi Literasi Digital Dalam Pendidikan Islam: TantangandanSolusi. Equilibirium: Jurnal Pendidikan Islam, 10426. Dani. Konsep Dasar Kurikulum Pendidikan Islam. Islamic Education Studies : An Indonesia. Vol. 6, 32Ae46. Susyanto. Manajemen lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era digital. Al Madrasah: Jurnal Imiah Pendidikan, 1072. Aminuddin. Perubahan status kelembagaan pada perguruan tinggi agama Islam dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan Islam di Indonesia. TaAolim:Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1292. Al-Farabi. Pemikiran Pendidikan Islam dalam Perspektif Zakiah Daradjat. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 6881. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 5 dengan syariat Islam. Kedua aspek ini saling terkait dan menjadi komponen penting dalam pendidikan Islam. Tujuannya adalah agar nilai-nilai Islam dapat diwujudkan melalui proses pendidikan. maksudnya adalah bahwa pendidikan Islam tidak hanya dipandang sebagai sebuah aktivitas, tetapi juga sebagai sebuah alat yang dirancang untuk membentuk pribadi muslim yang sesuai dengan ajaran syariat Islam. Tujuannya adalah agar nilai -nilai Islam dapat diwujudkan melalui proses pendidikan20. Dalam setiap Pendidikan punya keberhasilannya sendiri, tidak ada keberhasilan dalam Pendidikan ada juga tantangan pada pendidkan A. Malik Fadjar. Berpendapat bahwa terdapat tiga rintangan besar yang dilalui oleh pendidikan saat ini. Pertama, bagaimana mempertahankan dan menjaga pencapaian-pencapaian yang telah diperoleh agar tidak hilang akibat krisis. Kedua. Pendidikan kini hadir dalam suasana global dan persaingan pada tingkat lokal, nasional, dan internasional tidak dapat dihindari dan harus dihadapi. Ketiga. Melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap prosedur pendidikan Nasional untuk lebih mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan dan keadaan masyarakat dan siswa, serta mendorong kebutuhan partisipasi masyarakat yang lebih besar21. Bahwa pendidikan harus mampu menjaga kualitas, beradaptasi dengan dinamika global, serta menjadi lebih inklusif dan partisipatif dalam menghadapi berbagai perubahan dan krisis. Selain itu juga Pada zaman sekarang ini, dunia sudah dikuasai oleh kemjuan teknologi dan globalisasi permasalahan inilah yang menjadi salah satu faktor dalam tantangan Pendidikan islam. Daulay menyebutkan globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kemerosotan moral sebagai tantangan terhadap pendidikan Islam saat ini dan masa depan22. Maksudnya adalah pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan global, memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi, serta memperkuat fondasi moral dan spiritual peserta didik agar tetap relevan dan membawa manfaat di saat ini dan masa Sedangkan Wahid menjelaskan tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era global ini adalah kebodohan, kecacatan moral dan hilangnya kebaikan umat Islam. Maksudnya tantangan utama yang dihadapi pendidikan Islam di era global adalah mengatasi permasalahan dalam kebodohan, kecacatan moral, dan hilangnya kebaikan Pendidikan Islam dituntut untuk dapat memperkuat kualitas keilmuan, keagamaan, dan karakter peserta didik agar tetap relevan dan berdaya saing di era Peluang Pendidikan Islam Pendidikan Islam merupakan proses transinternalisasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran agar tercapainya kebahagiaan dunia dan diakhirat. Maka pendidikan Islam memiliki peluang dalam memberikan ilmu melalui proses pendidikan yang perlu diterapkan untuk semua kalangan termasuk generasi sekarang. Namun pemberian ilmu pendidikan Islam perlu dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman agar mudah diterima dan dipahami. Sehingga pendidikan Islam dapat diimplementasikan dengan baik dan sesuai yang di cita-citakan, baik dalam mengembangkan pengetahuan secara teoritis, praktis, maupun Syukurman. Peluang dan Tantangan Lembaga Pendidikan Islam (Ditinjau dari Sosiologi Agama di Desa Doridungg. Sociata: Jurnal Pendidikan. Wahyudi. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 86Ae101. Sabtina. Problematika Pendidikan Islam di Era Globalisasi dan Alternatif Solusinya. EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Dan Keagamaan, 95. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 6 fungsional, kemudian juga mampu meningkatkan kreativitas,potensi atau fitrah manusia, membangun generasi yang berkualitas yang sesuai dengan nilai -nilai Islam dan mampu mewariskan nilai-nilai Islam kepada generasi di masa depan23. dimanfaatkan oleh pendidikan Islam dalam memberikan pendidikan yang berkualitas untuk mencapai misi dan tujuan yang relevan dengan era modern. Di era modern pendidikan islam memiliki peluang untuk meningkatkan keefektifan Teknologi menjadi wadah yang berkontribusi dalam memberikan materi pembelajaran yang bervariasi24. Pendidik tidak lagi menggunakan metode yang konvensional, tetapi menggunakan metode yang dapat membangkitkan keaktifan peserta didik dalam menanggapi permasalahan yang kini terjadi atau pembelajaran lebih berpusat kepada peserta didik25. Platform pembelajaran online telah menjadi pilar pendidikan agama Islam. Seperti menyediakan kursus, materi pembelajaran, dan diskusi tentang agama islam26. Pembelajaran juga menjadi lebih interaktif, siswa kini dapat berkomunikasi langsung dengan guru tanpa harus bertemu secara langsung, mengikuti kuis online, dan menggunakan sumber multimedia untuk memperdalam pemahaman mereka. Penggunaan media visual seperti video dan animasi, juga meningkatkan pemahaman konsep agama Islam yang abstrak. Aplikasi pendidikan Islam yang dapat diunduh ke perangkat seluler juga dapat memberikan siswa akses terhadap materi pembelajaran Islam yang terstruktur dan dapat digunakan kapan saja27. Meskipun terkadang guru masih mengalami kendala dalam mengajar menggunakan pembelajaran berbasis teknologi28. Maka perlu diketahui bahwa pembelajaran berbasis teknologi bukan hanya sekedar memanfaatkan alat dan kecanggihan saja. Namun upaya untuk meningkatkan kualitas siswa dalam mengakses internet secara bebas, dengan begitu siswa harus memiliki pola pikir dalam mengolah teknologi untuk mengembangkan ide kreativitas nya. Berdasarkan penjelasan diatas, maka adapun kemungkinan peluang terhadap pendidikan Islam, yaitu29: Globalisasi yang kompetitif dapat mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas fisik, intelektual, dan moral peserta didiknya. Kemajuan teknologi dan industri memudahkan terselenggaranya layanan pembelajaran yang efektif. AuMateri pembelajaran agama dibuat dalam bentuk buku, video, kaset, seminar, meditasi, ideologi agama, dan lain-lain, serta mudah ditemukan dan digunakan. Bassar. Pendidikan Islam: Peluang dan Tantangan di Era Global dan Multikultura. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 63Ae75. Edy. Supervisi Pendidikan Islam: Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Dalam Konteks Modern. Jurnal Pendidikan , 3979. Kosim. Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam Era Industri 4. Strategi Mahasiswa PAI menjadi Pendidik Sejati. Murabby: Jurnal Pendidikan Islam. Manan. Pendidikan Islam dan Perkembangan Teknologi: Menggagas Harmoni dalamEraDigital. SCHOLASTICA:Jurnal Pendidikan Islam, 1865. Alfi. Transformasi Pendidikan Agama Islam Melalui Teknologi. urnal Religion: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya, 83. Surur. Tantangan dan Peluang Bahasa Arab di Indonesia. RISDA: Jurnal Pemikiran DanPendidikanIslam, 90. Dani. Konsep Dasar Kurikulum Pendidikan Islam. Islamic Education Studies : An Indonesia. Vol. 6, 32Ae46. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 7 Globalisasi sering mengalami peningkatan di dunia usaha dan penjualan secara online, memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam berbisnis. Zaman modern juga menghasilkan beragam produk budaya global, sehingga masyarakat selalu selektif, baik meminimalkan budaya yang tidak pantas atau menerima budaya baru yang sesuai dengan budayanya sendiri. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan di era globalisasi dapat memotivasi masyarakat untuk membangun landasan keagamaan dan menunjukkan bahwa Islam masih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Zaman modern juga dapat mempengaruhi gaya hidup kelompok mono-etnis, yang menyebabkan penekanan yang lebih besar pada tradisi dan nilai-nilai Dari berbagai contoh peluang di atas maka diharapkan pendidikan Islam mampu menjalankan sistem pendidikan yang komprehensif dalam mentransinternalisasi Ilmu Karena untuk menghasilkan umat yang berkualitas tentu harus memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu tidak hanya pengetahuan umum saja namun pengetahuan agama, hal ini bisa juga memanfaatkan penggunaan teknologi untuk mengkaji sesuatu yang ingin diketahui . Untuk membangun pendidikan Islam yang kuat memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan lingkungan yang Semua faktor tersebut berkontribusi besar terhadap perkembangan generasi penerus negeri ini. Oleh karena itu diperluk an sistem pendidikan yang Pendidik harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana penanaman akhlak yang baik dengan memberikan pendidikan karakter sejak dini. Karena kemajuan modern ini seringkali memberikan informasi dengan cepat, hal ini dapat menjadi peluang bagi pendidikan Islam untuk menyebarkan konten yang bermanfaat dan berbasis kebutuhan untuk menyampaikan, mengembangkan, dan menerapkan ilmu Islam dalam kehidupan. Pendidikan Islam di Indonesia dapat dijadikan kekuatan untuk meraih peluang besar, sebab pendidikan Islam mempunyai beberapa potensi yaitu31: Adanya akreditasi lembaga pendidikan. Sertifikasi kualifikasi guru atau pendidik Anggaran Pendidikan. Memperoleh status yang sama dalam Pedoman Nasional Bidang Pendidikan. Memiliki Masyarakat yang Mendukung Pendidikan Islam. Umat Islam yang dominan dan fanatik menentang pendidikan Islam. pengalaman hebat dan kelangsungan hidup yang panjang mandiri. Berbagai bentuk lembaga pendidikan Islam dan banyak pelatihan islam. Memiliki banyak sumber daya manusia profesional dan manajer. Mempunyai sistem yang kuat, dengan departemen khusus yang meliputnya, yakni kementerian agama. Dengan adanya potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadapi berbagai tantangan di era modern. Pendidikan Islam mempunyai potensi untuk meraih Jannah. Transformasi Digital Dalam Manajemen Pendidikan Islam: Peluang Dan Tantangan Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Ladai, 2094. Faizin. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Konteks Modern. Ta'lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 93-116. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 8 peluang yang besar, sehingga dalam tantangan apapun pendidikan Islam dapat terbuka terhadap berbagai arus globalisasi32. KESIMPULAN Hambata dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam konteks Pendidikan Islam saat ini berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas dan harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Tantangan utamanya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti agama dalam lingkungan yang semakin sekuler dan berubah dengan cepat. Namun tantangan ini juga memberikan peluang untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperluas dan meningkatkan pemahaman Islam. Pendidikan Islam di era modern menghadapi permasalahan seperti kurangnya sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, kebodohan, dekadensi moral dan hilangnya karakter Islam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendidikan Islam harus meningkatkan kemampuan, kinerja dan kapabilitas tenaga pengajar dan penyelenggara pendidikan. Lebih jauh lagi, teknologi dan globalisasi memberikan peluang untuk meningkatkan pembelajaran dan meningkatkan kualitas fisik, mental dan moral peserta didik. Peluang lainnya adalah memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyediakan materi pengajaran yang bervariasi dan lebih berpusat pada siswa, serta mengadaptasi budaya global yang relevan dengan nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam juga harus mampu memotivasi masyarakat untuk mengembangkan landasan keagamaan bagi penemuanpenemuan ilmiah dan lebih menghayati tradisi dan nilai-nilai agama. Kolaborasi antara pemerintah, pendidik, orang tua dan lingkungan pendukung sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan Islam yang kuat dan relevan di era modern. DAFTAR PUSTAKA