Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Analisis Kebutuhan dan Ketertarikan Masyarakat Papua Barat Terhadap Pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua Arie Favian Syahmar Marpaung*. Yuli Kombong. Natalianti Wulan Dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Papua *Korespondensi: af. marpaung@unipa. Abstrak: Perkembangan olahraga dan meningkatnya kebutuhan tenaga pendidik olahraga di Papua Barat mendorong pentingnya pembukaan Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Namun, informasi mengenai tingkat ketertarikan masyarakat terhadap rencana tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada 110 responden yang sedang berolahraga di Sport Center Universitas Papua pada tanggal 3Ae9 Mei 2026. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan terdiri atas kelompok usia 15Ae25 tahun, 26Ae35 tahun, dan 36Ae55 tahun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80 % responden usia 15Ae25 tahun, 72 % usia 26Ae35 tahun, dan 70 % usia 36Ae55 tahun menyatakan sangat setuju terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani. Secara keseluruhan, 76,36% responden menyatakan sangat setuju, 17,27% setuju, dan 6,37% kurang setuju. Tingkat ketertarikan masyarakat mencapai 94 % dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Papua Barat memberikan dukungan yang kuat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Kata Kunci : Ketertarikan Masyarakat. Pendidikan Jasmani. Papua Barat Analysis of the Needs and Interest of the West Papua Community in the Establishment of a Physical Education Study Program at the University of Papua Abstract: The growth of sports and the increasing need for physical education instructors in West Papua underscore the importance of establishing a Physical Education Study Program at the University of Papua. However, information regarding the publicAos level of interest in this plan remains This study aims to determine the level of interest among the people of West Papua in establishing a Physical Education Study Program at the University of Papua. The study employs a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected through a questionnaire distributed to 110 respondents who were exercising at the University of PapuaAos Sport Centre from May 3Ae9, 2026. The sample was selected using simple random sampling and consisted of age groups 15Ae25 years, 26Ae35 years, and 36Ae55 years. Data were analysed using descriptive statistics, specifically frequency and percentage. The results of the study showed that 80. 00% of respondents aged 15Ae25, 72 % aged 26Ae35, and 70 % aged 36Ae55 strongly agreed with the establishment of the Physical Education Study Program. Overall, 76. 36% of respondents strongly agreed, 17. 27% agreed, 37% somewhat disagreed. The level of public interest reached 94 % and falls into the very high The results of the study indicate that the people of West Papua strongly support the establishment of a Physical Education Study Program at the University of Papua. Keywords: Public Interest. Physical Education. West Papua https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 PENDAHULUAN Pendidikan berperan penting dalam pengembangan individu sekaligus menjadi penentu utama peningkatan kualitas SDM dan perluasan wawasan. Sebagai instrumen yang multidimensional, pendidikan menjadi fokus utama dalam mengoptimalkan mutu pembelajaran pada sistem pendidikan nasional (Titus dkk. , 2. Meskipun demikian, peningkatan mutu pendidikan di Indonesia masih memerlukan upaya berkelanjutan pada setiap jenjang satuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yang menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi memformulasikan kapabilitas, membentuk karakter, serta mencerdaskan bangsa. Lebih lanjut, regulasi tersebut bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik agar menjadi individu yang berintegritas moral, sehat, kompeten, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan akuntabel (Marzuki, 2012. Permendikbud RI No. 20, 2016. Pratiwi, 2. Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama pada wilayah yang sedang berkembang seperti Papua Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan sektor pendidikan di Papua Barat menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan akses pendidikan yang ditandai dengan bertambahnya satuan pendidikan menengah, meningkatnya partisipasi sekolah, serta semakin terbukanya kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap program studi yang relevan dengan potensi daerah juga semakin meningkat. Perkembangan pendidikan di Papua Barat selama lima tahun terakhir menunjukkan adanya upaya pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan. Peningkatan jumlah sekolah menengah atas serta perluasan akses pendidikan menjadi salah satu faktor yang mendorong bertambahnya jumlah lulusan SMA setiap tahunnya. Bertambahnya lulusan pendidikan menengah menimbulkan kebutuhan akan diversifikasi program studi di perguruan tinggi agar mampu mengakomodasi minat, bakat, dan kebutuhan masyarakat setempat. Di sisi lain, peningkatan jumlah lulusan SMA juga menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan program akademik yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan daerah. Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di Tanah Papua, terutama di Papua Barat. Universitas Papua memiliki tanggung jawab dalam menyediakan layanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu bidang yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Pendidikan Jasmani. Pengembangan Program Studi Pendidikan Jasmani tidak hanya berorientasi pada penyediaan tenaga pendidik olahraga, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pembinaan prestasi olahraga, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga dan rekreasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan olahraga di Papua Barat menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga tingkat daerah maupun nasional, keterlibatan atlet Papua Barat dalam kompetisi olahraga, serta semakin banyaknya aktivitas olahraga yang dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan, pembinaan karakter, kesehatan, dan pengembangan prestasi. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Selain perkembangan olahraga daerah, ketertarikan masyarakat terhadap aktivitas olahraga juga mengalami peningkatan. Berbagai kegiatan olahraga masyarakat seperti sepak bola, bola voli, atletik, bulu tangkis, futsal, dan olahraga rekreasi lainnya semakin banyak diminati oleh berbagai kelompok usia. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga menunjukkan bahwa olahraga telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Papua Barat. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan penting dalam pengembangan program studi yang berorientasi pada pendidikan jasmani dan olahraga. Pada konteks pendidikan dasar dan menengah, mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) juga menunjukkan tingkat penerimaan yang cukup baik di kalangan peserta didik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Nurfauziah menemukan bahwa https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 tingkat minat siswa terhadap pembelajaran PJOK mencapai kategori tinggi dengan persentase sebesar (Anisa, 2. Kemudian penelitian lain yang menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani berada pada kategori kuat dengan persentase sebesar 76%. (Novia dkk. , 2. Hasil serupa juga ditemukan oleh Refriyadi pada penelitiannya bahwa sebagian besar siswa memiliki minat tinggi dalam mengikuti pembelajaran PJOK. (Refriyadi, 2. Tingginya minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani menjadi indikator bahwa bidang olahraga dan pendidikan jasmani memiliki daya tarik yang cukup besar bagi generasi muda. Kondisi ini berpotensi menjadi modal awal dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Jasmani di perguruan tinggi. Selain itu, kebutuhan tenaga guru pendidikan jasmani di Indonesia juga masih relatif tinggi seiring dengan kebutuhan pemenuhan tenaga pendidik pada berbagai jenjang pendidikan. Meskipun demikian, hingga saat ini belum banyak kajian yang secara khusus mengkaji tingkat ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Padahal, informasi mengenai persepsi, minat, dan kebutuhan masyarakat sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan akademik dalam pembukaan program studi baru. Analisis terhadap ketertarikan masyarakat juga dapat memberikan gambaran mengenai potensi calon mahasiswa, peluang pengembangan program studi, serta relevansi program dengan kebutuhan daerah. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak universitas, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam merencanakan dan mengembangkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan di Papua Barat. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai tingkat ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua melalui data numerik yang diperoleh dari hasil penyebaran angket (Frans & Dewi. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan informasi dari sejumlah responden dalam periode waktu tertentu sehingga dapat menggambarkan fenomena yang diteliti secara objektif dan (Mudi dkk. , 2. Tempat penelitian dilaksanakan di Sport Center Universitas Papua pada bulan Mei 2026. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Papua Barat yang sedang melakukan aktivitas olahraga di Sport Center Universitas Papua dengan rentang usia 15-55 tahun. Pengambilan sampel dengan metode random sampling hingga diperoleh 110 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket . tertutup yang disusun berdasarkan indikator ketertarikan masyarakat terhadap Program Studi Pendidikan Jasmani. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 110 responden yang merupakan masyarakat Papua Barat yang sedang melakukan aktivitas olahraga di Sport Center Universitas Papua. Responden terdiri atas tiga kelompok usia, yaitu kelompok usia 15Ae25 tahun, 26Ae35 tahun, dan 36Ae55 tahun. Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Usia No Kelompok Usia Jumlah (Oran. Persentase (%) 15-25 Tahun 59,09 26-35 Tahun 22,73 36-55 Tahun 18,18 Total https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Berdasarkan tabel 1, sebagian besar responden berada pada kelompok usia 15Ae25 tahun sebanyak 65 orang . ,09%), diikuti kelompok usia 26Ae35 tahun sebanyak 25 orang . ,73%), dan kelompok usia 36Ae55 tahun sebanyak 20 orang . ,18%). Tingkat Ketertarikan Masyarakat terhadap Pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani Pengukuran tingkat ketertarikan masyarakat dilakukan menggunakan angket yang terdiri atas 20 butir pernyataan dengan skala Likert lima tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan respons positif terhadap rencana pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Usia Kategori Jawaban Frekuensi (Oran. Persentase (%) Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 15,38 4,62 Total Berdasarkan Tabel 2, sebanyak 52 responden . ,00%) pada kelompok usia 15Ae25 tahun menyatakan sangat setuju terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Sebanyak 10 responden . ,38%) menyatakan setuju dan 3 responden . ,62%) menyatakan kurang Tidak terdapat responden yang menyatakan tidak setuju maupun sangat tidak setuju. Hasil ini menunjukkan bahwa kelompok usia muda memiliki tingkat antusiasme yang sangat tinggi terhadap pembukaan Program Studi Pendidikan Jasmani. Tabel 3. Tingkat Ketertarikan Responden Usia 26Ae35 Tahun Kategori Jawaban Frekuensi (Oran. Persentase (%) Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Berdasarkan Tabel 3, sebanyak 18 responden . ,00%) pada kelompok usia 26Ae35 tahun menyatakan sangat setuju terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani. Sebanyak 5 responden . ,00%) menyatakan setuju dan 2 responden . ,00%) menyatakan kurang setuju. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat usia produktif juga memberikan dukungan yang tinggi terhadap pengembangan pendidikan jasmani di Universitas Papua. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Tabel 4. Tingkat Ketertarikan Responden Usia 36Ae55 Tahun Kategori Jawaban Frekuensi (Oran. Persentase (%) Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Berdasarkan Tabel 4, sebanyak 14 responden . ,00%) pada kelompok usia 36Ae55 tahun menyatakan sangat setuju terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Sebanyak 4 responden . ,00%) menyatakan setuju dan 2 responden . ,00%) menyatakan kurang Hasil tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa juga memberikan dukungan yang kuat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani. Rekapitulasi Tingkat Ketertarikan Seluruh Responden Untuk memperoleh gambaran umum mengenai tingkat ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua, dilakukan rekapitulasi seluruh jawaban responden. Tabel 5. Rekapitulasi Tingkat Ketertarikan Seluruh Responden Kategori Jawaban Frekuensi (Oran. Persentase (%) Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 76,36 17,27 6,37 0,00 0,00 Total Perhitungan persentase dilakukan menggunakan rumus: P=F/Ny100% Keterangan: P = Persentase. F = Frekuensi. N = Jumlah Responden Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa sebanyak 84 responden . ,36%) menyatakan sangat setuju terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Sebanyak 19 responden . ,27%) menyatakan setuju dan 7 responden . ,37%) menyatakan kurang setuju. Tidak terdapat responden yang menyatakan tidak setuju maupun sangat tidak setuju. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 50-56 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Tabel 6. Kategori Tingkat Ketertarikan Masyarakat Persentase Kategori 94,0% Sangat Tinggi Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan pada tabel 6, diperoleh persentase tingkat ketertarikan masyarakat Papua Barat terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua sebesar 94,0%. Persentase tersebut berada pada kategori sangat tinggi, yang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat, dukungan, dan antusiasme yang sangat besar terhadap rencana pembukaan program studi tersebut. Tingginya tingkat ketertarikan masyarakat mengindikasikan bahwa keberadaan Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua dipandang sebagai kebutuhan yang relevan dengan kondisi dan potensi daerah. Hasil ini juga menunjukkan adanya harapan masyarakat terhadap tersedianya akses pendidikan tinggi di bidang pendidikan jasmani yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembinaan olahraga di Papua Barat. Dengan demikian, temuan ini memberikan gambaran bahwa pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua memperoleh respons yang sangat positif dari masyarakat. Oleh karena itu, hasil tersebut dapat menjadi salah satu dasar pertimbangan yang kuat bagi pihak universitas dan pemangku kepentingan dalam merencanakan serta merealisasikan pembukaan Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Papua Barat memiliki tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap pendirian Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Papua. Sebanyak 76,36% responden menyatakan sangat setuju, 17,27% menyatakan setuju, dan hanya 6,37% yang menyatakan kurang setuju. Nilai persentase tingkat ketertarikan sebesar 94,0% berada pada kategori Sangat Tinggi, yang menunjukkan bahwa masyarakat memberikan dukungan yang kuat terhadap pembukaan Program Studi Pendidikan Jasmani sebagai salah satu program studi baru di Universitas Papua. DAFTAR PUSTAKA