The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa STIT NU Al-Farabi Pangandaran. novamerisa@stitnualfarabi. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 322-339 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Abstract . This research focuses on the management of facilities and infrastructure in improving the quality of graduates at MAN 1 Pangandaran. This research uses qualitative methods, with the research subjects being the school principal, deputy head of the madrasa for facilities and infrastructure, homeroom teacher and The research was carried out at MAN 1 Pangandaran. The data collection techniques used in this research were observation, interviews and documentation carried out directly in the field. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research can be concluded, in the facilities and infrastructure management process carried out by the school in improving the quality of graduates at MAN 1 Pangandaran, namely: . carrying out analysis and planning of the needs for facilities and infrastructure, . carrying out procurement in accordance with the planned needs for facilities and infrastructure, . inventory or recording of existing facilities and infrastructure at MAN 1 Pangandaran, . storage of facilities and infrastructure in accordance with existing procedures, . carrying out maintenance of facilities and infrastructure, . eliminating facilities that are no longer suitable for use and carrying out repairs if the facilities are in a condition of minor damage, and . supervision and evaluation is carried out so that the facilities and infrastructure management process is carried out properly and correctly and reporting to the parties concerned. Keywords . Management. Facilities and Infrastructure. Quality of Education Abstrak . Penelitian ini berfokus pada manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu lulusan di MAN 1 Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana, wali kelas dan siswa. Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Pangandaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan langsung ke lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan, dalam proses manajemen sarana dan prasarana yang dilakukan pihak sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan di MAN 1 Pangandaran yaitu : . melakukan analisis dan perencanaan terhadap Vol 04 No 2 July 2025 | 322 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa kebutuhan sarana dan prasarana, . melakukan pengadaan sesuai dengan rencana kebutuhan sarana dan prasarana, . inventarisasi atau pencatatan terhadap sarana dan prasarana yang ada di MAN 1 Pangandaran, . penyimpanan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur yang ada, . melakukan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana, . melakukan penghapusan terhadap sarana yang sudah tidak layak pakai dan melakukan perbaikan jika sarana dalam kondisi rusak ringan, dan . pengawaasan dan evaluasi dilakukan supaya selama proses manajemen sarana dan prasarana dilakukan dengan baik dan benar dan pelaporan terhadap pihak yang bersangkutan. Kata Kunci . Manajemen. Sarana dan Prasarana. Mutu Pendidikan Pendahuluan Mengingat pembelajaran, maka peserta didik, guru dan sekolah akan terkait secara Peserta didik akan lebih terbantu dengan dukungan sarana dan prasarana pembelajaran. Tidak semua peserta didik mempunyai tingkat pembelajaran akan membantu peserta didik, khususnya yang memiliki kelemahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Bagi guru akan terbantu dengan dukungan fasilitas sarana dan prasarana. Kegiatan pembelajaran juga akan lebih variatif, menarik dan bermakna. Sedangkan sekolah berkewajiban sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pengelolaan seluruh kegiatan yang diselenggarakan. Selain menyediakan, sekolah juga menjaga dan memelihara sarana dan prasarana yang telah dimiliki (Yulius, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh N. Sri Yustikia yang berjudul AuPentingnya Pendidikan Dalam Menunjang Kualitas Pendidikan di SekolahAy menyatakan bahwa untuk keperluan peralatan/media pembelajaran dan peralatan praktik laboratorium penentuan kebutuhan minimal jenis peralatan akan ditentukan oleh jenis aktivitas belajar yang diharapkan mencapai kompetensi tertentu sesuai dengan tuntutan kurikulum. Sedangkan jumlah kebutuhan peralatan ditentukan, antara lain oleh sifat pembelajaran dapat dilakukan menurut sistem klasikal, jumlah rombongan belajar, kelompok besar atau kecil, atau belajar secara individual (Sri Yustikia, 2. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh M Yulius yang berjudul AuStrategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Sarana Dan PrasaranaAy yang 323 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa dilakukan di SMK Negeri 1 Singkawang menjelaskan bahwa dengan mengadakan analisis tentang mata pelajaran apa saja yang membutuhkan sarana dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran. Untuk mengembangkan suatu perencanaan kepala sekolah bersama dengan kepala program keahlian dan guru bidang studi melakukan rincian terhadap sarana prasarana yang dbutuhkan oleh sekolah. Rincian tersebut menyangkut karakteristik, jenis sarana prasarananya, tingkat kebutuhan, jumlah, jenis, spesifikasi harga termasuk kendala dalam pengadaan sarana prasarana (Yulius, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh I Sudarsana,dkk yang berjudul AuPeningkatan Mutu Pendidikan Luar Sekolah Dalam Upaya Pembangunan Sumber Daya ManusiaAy menyatakan bahwa pendidikan dalam jangka menengah merupakan gejala ekonomi yang mempersoalkan keterkaitan antara hasil pendidikan dengan kebutuhan angkatan kerja, sehingga pemilikan pengetahuan dan keterampilan merupakan hal yang paling utama. Sedangkan pendidikan dalam dimensi waktu panjang merupakan gejala kebudayaan di mana penerusan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan tujuan pokoknya. Pembedaan pendidikan dalam dimensi waktu ini tidak dapat dilihat secara fisik dalam proses pendidikan, karena proses pendidikan berlangsung secara simultan dalam ke tiga dimensi waktu tersebut (Sudarsana. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana manajemen sarana dan prasarana sekolah untuk meningkatkan mutu lulusan. Fokusnya adalah pada kegiatan perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan dan pengawasan terhadap kebutuhan pembelajaran yang nantinya berdampak pada mutu lulusan di MAN 1 Pangandaran. Bahan dan Metode Berdasarkan hasil penelitian terkait Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran mendapatkan kesimpulan bahwa penerapan manajemen sarana dan prasarana di lembaga ini Vol 04 No 2 July 2025 | 324 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa melalui tahapan analisis kebutuhan, pengadaan, penyaluran, pemakaian dan pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif. Meski demikian, masih terdapat ketidakefektifan dikarenakan terdapat fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan dan beberapa faktor penghambat dalam pengadaan sarana dan Meningkatnya proses pengelolaan sarana dan prasarana akan berdampak pada proses pembelajaran, karena sarana prasarana pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi belajar dan Ketika meningkatnya pula mutu pendidikan dan lulusan dan tercapai pula apa yang menjadi visi, misi dan tujuan lembaga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat potopositivisme / enterprentif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiyah, dimana peneliti sebagai instrument kunci (Prof. Dr. Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Diskusi / Pembahasan Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana Perencanaan sarana dan prasaran pendidikan adalah langkah awal dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan persiapan kegiatan pengadaan melalui serangkaian proses dengan perhitungan yang matang. Berkaitan dengan perencanaan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, hal yang perlu dilakukan adalah dengan menganalisis tingkat kebutuhan terlebih dahulu. Hal ini disesuaikan dengan kondisi nyata 325 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa lingkungan sekolah, kebutuhan sekolah, kemampuan anggaran sekolah, dan kepastian rinci saran dan prasarana pendidikan yang akan diadakan. Perencanaan sarana dan prasarana alat pelajaran di MAN 1 Pangandaran merupakan langkah menetapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang akan dilaksanakan berdasarkan kondisi sarana dan prasarana yang dimilki. Perencanaan sarana dan prasarana program melalui serangkaian tahapan yaitu rapat koordinasi sekolah, penetapan program sekolah, serta penetapan kebutuhan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan program. a Rapat koordinasi Rapat kootdinasi sekolah di MAN 1 Pangandaran merupakan rapat yang dilakukan pada awal semester untuk membahas program sekolah serta kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung program sekolah. Rapat koordinasi sekolah dihadiri oleh kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, dewan guru dan staf tata usaha. Rapat koordinasi sekolah dilakukan untuk saling memberi masukan untuk mencapai kesepakatan program serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung. Hasil tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah pada tanggal 17 Juli 2024, yang menyatakan bahwa biasanya diawal semester kita ada pertemuan sekolah koordinasi satu sekolah, itu kan kita punya program jadi nantinya bisa saling memberi masukan dan komentar dan bisa tersampaikan secara jelas dan rinci kebutuhan apa yang diperlukan. Misalnya penambahan ruangan prakter atau laboratorium untuk pelajaran yang memang sering melakukan praktek. Perencanaan sarana dan prasarana merujuk kepada keseluruhan proses penyusunan daftar kebutuhan/analisis kebutuhan, pembelian/ pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Penyusunan daftar kebutuhan sekolah didasarkan pertimbangan berikut : . pengadaan kebutuhan sarana dan prasarana karena berkembangnya kebutuhan sekolah. pengadaan sarana dan Vol 04 No 2 July 2025 | 326 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa prasarana untuk pergantian barang-barang yang rusak, dihapuskan atau hilang dan . pengadaan sarana dan prasarana untuk persediaan (Aini, 2. Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan Wakamad sarana dan prasarana pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa jadi ada rapat koordinasi atau bisa disebut rapat awal tahun sekolah yang membahas perencanaan sarana tentang kebutuhan yang harus dilengkapi. Bahkan untuk kebutuhan ini juga kami koordinasi langsung dengan para ketua kelas untuk menginventarisir kebutuhan di kelasnya kemudian disetorkan ke wakil kelas, dan wali kelas bisa menyampaikan pada rapat koordinasi ini. Kemudian hasil wawancara dengan salah satu siswa yang menjabat sebagai ketua OSIS MAN 1 Pangandaran pada tanggal 17 Juli 2024, yang menyatakan bahwa memang setiap awal masuk tahun pelajaran baru semua ketua kelas dikumpulkan untuk kebutuhan apa saja di kelasnya. b Penetapan Program Sekolah Penetapan program sekolah di MAN 1 Pangandaran dilakukan pada saat rapat koordinasi sekolah diawal tahun pelajaran. Penetapan program sekolah merupakan kesepakatan seluruh peserta rapat untuk program yang akan dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di MAN 1 Pangandaran. Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah pada tanggal 17 Juli 2024, yang menyatakan bahwa bentuk pengusulan programprogram yang akan dilaksanakan untuk ditingkatkan. Jadi dalam sebuah program itu membuat yang disebut rencana pembangunan tahunan, kemudian dibuat juga program yang disebut RKTM rencana kegiatan tahunan madrasah, dan sebelumnya dibuat juga RPM rencana pengembangan madrasah apa yang akan dilaksanakan di tahun ini. Kemudian menentukan skala prioritas apa yang akan dibangun, mana yang akan dipenuhi. Jika program hanya terpenuhi sebagian maka tahun depan diangkat lagi untuk program yang harus ditingkatkan lagi sesuai dengan kemampuan anggaran. Jadi untuk anggaran itu sesuai dengan ARKTM kalo masih ada yang belum terpenuhi maka akan ada RKTL rencana kegiatan tindak lanjut. 327 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa Hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa penetapan program sekolah di MAN 1 Pangandaran didasarkan pada kesepakatan seluruh peserta c Penetapan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Penetapan kebutuhan sarana dan prasarana program di MAN 1 Pangandaran merupakan langkah menentukan kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung berjalannya program sekolah yang telah disepakati. Penetapan kebutuhan sarana dan prasarana program dilakukan pada saat rapat koordinasi sekolah diawal tahun pembelajaran. Proses penetapan kebutuhan sarana dan prasarana program berdasarkan masukan dari guru, staf tata usaha, dan kesepakatan bersama pada rapat awal tahun pelajaran. Perencanaan pembangunan pada awal tahun pelajaran sekarang adalah bagaimana mengalokasikan ruangan kelas yang masih kurang ke gedung baru. Pengalokasian ini dilakukan karena adanya peningkatan pada siswa baru, sehingga terjadi kekurangan ruangan kelas. Pengalokasian juga dilakukan untuk tempat ibadah yang mana saat ini masih dalam tahap pembangunan masjid. Solusi dari pihak sekolah adalah dengan bekerja sama dengan pondok pesantren sekitar, sehingga untuk peribadatan khususnya siswa dan pegawai laki-laki bertempat di masjid pesantren. Sedangkan untuk siswi dan pegawai perempuan tempat ibadah dialokasikan ke aula gedung baru. Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan guru pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa untuk penetapan kebutuhan program ditentukan secara langsung pada rapat awal tahun pelajaran, ditentukan pula penetapan program dan kebutuhan program mana yang akan diprioritaskan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di MAN 1 Pangandaran terbagi menjadi perencanaan sarana prasarana program, dan perencanaan sarana prasarana rumah tangga. Perencanaan sarana prasarana program dibuat oleh pihak sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah melalui serangkaian tahapan yaitu rapat Vol 04 No 2 July 2025 | 328 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa koordinasi sekolah, penetapan program sekolah, serta penetapan kebutuhan sarana prasarana program. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengadaan merupakan langkah awal terciptanya kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dimusyawarahkan dengan semua elemen sekolah (Fathurrochman et al. , 2. Pengadaan dengan pelaporan kebutuhan di MAN 1 Pangandaran merupakan penyampaian kebutuhan sarana dan prasarana kepada penanggung jawab sarana dan prasarana sekolah. Proses pelaporan kebutuhan dilakukan oleh masing-masing dewan guru baik wali kelas maupun guru pengampu mata pelajaran dan karyawan kepada Wakamad sarana dan prasarana yang menyediakan sebagian besar sarana dan prasarana mengenai kebutuhan rumah tangga apa saja yang telah habis dan perlu diadakan. Pengadaan sarana dan prasarana di MAN 1 Pangandaran diadakan secara teratur yaitu setiap satu tahun ajaran baru, karena pada dasarnya hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada di Sarana Pengadaan sarana dan prasarana di MAN 1 Pangandaran didapatkan dengan cara membeli. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara: pembelian, produksi penukaran, dan rehabilitasi (Fathurrochman et al. , 2. Proses pengadaan dilakukan berdasar dana yang tersedia, dana yang diperoleh madrasah berasal dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekola. dan dari dana tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan wakamad MAN 1 Pangandaran dana BOS dialokasikan sebesar 23% untuk kebutuhan sarana dan prasarana dapat berupa pembelian barang, pemeliharaan barang, dan perbaikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan penyediaan semua jenis sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan dalam rangka 329 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaporan harus dilaksanakan sesuai dengan alur koordinasi yang benar sesuai aturan. Sehingga pengadaan sarana dan prasarana bisa terpenuhi dengan langsung tepat sasaran. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Menurut Bafadal inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis, tertib dan teratur menurut ketentuanketentuan dan pedoman yang berlaku (Goleman. Daniel. Boyatzis. Richard. Mckee, 2. Inventarisasi merupakan langkah awal yang dilakukan dalam menerima barang, hal ini dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengelolaan barang-barang yang telah dimiliki agar tertap terjaga dengan baik. Tujuan dari inventarisasi adalah untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sara dan prasarana yang dimiliki suatu sekolah, menghemat keuangan sekolah, baik dalam pengadaan maupun untuk pemliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah, sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang dan untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah (Yamin et al. , 2. Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan Wakamad sarana dan prasarana pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa inventarisasi sarana dan prasarana di MAN 1 Pangandaran ini bukan hanya dilakukan oleh wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana saja, tetapi kami dibantu oleh tata usaha. Daftar inventarisasi barang yang disusun suatu organisasi yang lengkap, teratur dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan menyusun kebutuhan barang, memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam pengarahan pengadaan barang, memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam penyaluran barang, memberikan data dan informasi dalam menentukan keadaan barang . ua, rusak, lebi. sebagai dasar untuk Vol 04 No 2 July 2025 | 330 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa menetapkan penghapusannya, dan memberikan data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan pengendalian barang. Tahapan yang dilakukan inventarisasi yaitu pendataan sarana dan prasarana yang dimiliki. Petugas inventarisasi sarana dan prasarana yaitu Wakamad sarana dan prasarana dibantu oleh staf tata usaha dengan kondisi madrasah yang masih kekurangan ruangan kelas dan ruangan lainnya supaya bisa dialokasikan dan pembelajaran bisa berjalan secara efektif. Penyimpanan Sarana dan Prasarana Penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan di MAN 1 Pangandaran merupakan upaya sekolah melakukan pengurusan penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan di dalam ruangan penyimpanan. Penyimpanan ialah kegiatan yang dilaksanakan untuk menampung hasil pengadaan barangbarang yang keluar atau akan didistribusikan, dan disimpan dalam gudang. Kegiatan penyimpanan meliputi menerima, menyimpan dan mengeluarkan barang di/dari gudang (Kusumadewi et al. , 2. Penyimpanan sarana prasarana pendidikan di MAN 1 Pangandaran dilakukan di dalam tempat penyimpanan khusus. Dimana tempat penyimpanan untuk setiap barang di lakukan terpisah. Misalkan penyimpanan untuk sarana prasarana alat pembelajaran langsung didistribusikan ke ruangan yang Sedangkan untuk penyimpanan seperti cat itu disimpan di Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan Wakamad sarana dan prasarana pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa untuk kebutuhan pembelajaran disimpan disimpan langsung di tempat yang membutuhkan, dan untuk gudang segala macamnya itu untuk bahan bangunan , cat dan sebagainya. Kalau untuk alat-alat praktek ada di laboratorium masing-masing. Hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa penyimpanan sarana prasarana sekolah di disimpan langsung di dalam ruangan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. 331 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Menurut Barnawi dan Arifin, pemeliharaan sarana dan prasarana adalah aktivitas guna mengatur dan mengurus hal-hal yang berkaitan dengan sarana prasarana yang masih bisa dimanfaatkan atau siap pakai guna menggapai tujuan pendidikan (Makarau et al. , 2. Pemeliharaan prasarana di MAN 1 Pangandaran merupakan pemeliharaan prasarana yang ada agar dapat digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan baik. Pemeliharaan prasarana pendidikan di MAN 1 Pangandaran dilakukan dengan pengecekan berkala, perbaikan berdasarkan kondisi bangunan. Pengecekan berkala prasarana madrasah untuk pencegahan kerusakan berat atau kecelakaan yang tidak diinginkan. Selanjutnya, perbaikan berdasarkan kondisi bangunan dilakukan untuk peningkatan mutu dan kualitas bangunan yang dianggap kurang maksimal dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Pemeliharaan prasarana pendidikan di MAN 1 Pangandaran dilakukan dengan pengecekan berkala, perbaikan berdasarkan kondisi bangunan. Pengecekan berkala prasarana sekolah untuk pencegahan kerusakan berat atau ketidaknyamanan yang tidak diinginkan. Sedangkan pemeliharaan sarana sekolah di MAN 1 Pangandaran merupakan pemeliharaan sarana sekolah agar dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang baik. Untuk pertanggung jawabnya dilakukan kerja sama. Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan Wakamad sarana dan prasarana pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa pemeliharaan ini berdasarkan kondisi barang, kalau butuh diperbaiki maka terus kita juga meminta tolong kepada yang ahli dalam arti sebagai bidangnya kita minta untuk didata yang mana yang perlu-perlu itu, terus berapa Untuk pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi tanggungjawab khususnya bidang sarana dan prasarana dan umumnya semua warga sekolah. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dimaksudkan untuk mengkondisikan sarana dan prasarana tersebut senantiasa siap dipakai dan tidak Vol 04 No 2 July 2025 | 332 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa mengalami masalah ketika sedang dipergunakan. Oleh karena itu, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan harus dilakukan secara teratur, sistematis dan Penghapusan Sarana dan Prasarana Menurut Bafadal, penghapusan sarana dan prasarana adalah pelaksanaan yang ditandai dengan menghilangkan sarana dan prasarana yang tidak memenuhi kriteria layak pakai atau adanya kerusakan berat (Munandar, 2. Proses penghapusan sarana dan prasarana di MAN 1 Pangandaran dimulai dari syarat-syarat untuk penghapusan seperti kursi yang tidak bisa digunakan lagi, ataupun barang yang tidak bisa dipakai lagi. Tidak ada panitia khusus untuk penghapusan, yang mengeluarkan penghapusan itu adalah dinas. Penyusunan daftar sarana dan prasarana yang akan dihapus dicatat dalam data tata usaha. Proses penghapusan diawali dengan mendata sarana dan prasarana yang akan dihapus, apakah barang tersebut layak untuk dihapus atau diperbaiki, jika sudah memenuhi syarat untuk dihapus maka sarana dan prasarana tersebut akan Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan Wakamad sarana dan prasarana pada tanggal 22 Juli 2024, yang menyatakan bahwa di MAN 1 Pangandaran belum melakukan penghapusan terhadap sarana, karena sarana yang rusak masih bisa diperbaiki dengan pertimbangan biaya yang terjangkau. Penghapusan sarana dan prasarana proses nya tidak mudah, karena semua sarana milik negara jadi tidak boleh sembarangan dalam hal penghapusan. Dalam penghapusan ada kriteria untuk sarana dan prasarana yang dihapus apabila kondisi sarana prasarana rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki maupun digunakan kembali, hal ini untuk mengurangi pemborosan biaya perbaikan. Pengawasan Sarana dan Prasarana Menurut Nawawi pengawasan adalah kegiatan mengukur tingkatan efektivitas kerja personal dan efisiensi penggunaan metode dan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan. Untuk itu diperlukan pengamatan langsung 333 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa maupun tidak langsung terhadap berbagai aspek atau kegiatan dalam proses pencapaian tujuan (Rohiat, 2. Dalam kegiatan pengawasan dan evaluasi, sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala sekolah bahwa MAN 1 Pangandaran melakukan pengawasan barang dengan mengecek dokumen inventaris dengan begitu maka pengawasan akan lebih efisien. Salah satu manfaat dan tujuan inventarisasi adalah memelihara dan menciptakan tertib pengelolaan sarana dan prasarana milik sekolah serta menyediakan informasi dan data yang digunakan sekolah sebagai pedoman dalam pembelian barang. Kemudian penghapusan barang yang sudah tidak layak pakai dengan cara pemusnahan ataupun lelang. Penghapusan sarana dan prasarana juga bisa dilakukan dengan cara pembakaran, tetapi serusak apapun barang sarana dan prasarana jika ingin dihilangkan, harus ada berita acara penghapusan, tidak serta merta langsung membakar barang sarana dan prasaran yang sudah rusak berat dan harus ada persetujuan dari pusat dan harus diusulkan ke pusat. Lain halnya dengan sekolah swasta yang kegiatan penghapusan sarana dan prasarananya tergantung oleh Untuk keberhasilan proses pembelajaran di sekolah semua perlengkapan pendidikan di sekolah yang tergolong barang inventaris harus dilaporkan. Pelaporan ini tidak hanya dilakukan pada pemerintah saja tetapi orang tua siswa dan komite juga mengetahui evaluasi hasil pembelajaran. Dalam satu tahun ajaran misalnya, pelaporan dapat dilakukan pada bulan juli, oktober, januari, dan april tahun berikutnya. Hasil laporan tersebut digunakan pimpinan untuk mengadakan evaluasi. Hubungan Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Mutu pendidikan tertuju pada mutu lulusan. Hal ini dapat dilihat dari proses pendidikan dan hasil pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya usaha dan upaya dalam menciptakan pendidikan yang bermutu. Proses pendidikan yang Vol 04 No 2 July 2025 | 334 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa berkualitas harus didukung dengan adanya faktor penunjang yang bermutu seperti memadai nya sarana dan prasarana. Peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran. Adapun proses pembelajaran sangat tergantung dari tenaga pengajar, peralatan, dan sumber-sumber pembelajaran. Sebuah lembaga pendidikan merupakan wadah untuk membangun generasi yang bermutu. Dengan itu diharapkan mampu menciptakan pendidikan yang bermutu pula agar dapat menghasilkan generasi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan akan mutu pendidikan, lembaga pendidikan harus berusaha dan berupaya untuk mengelola pendidikan sebaik mungkin agar mutu yang diinginkan bisa tercapai. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan meningkatkan dan mengoptimalkan manajemen sarana dan prasarana. Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai akan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekolah tersebut. Hal ini terjadi karena sarana dan prasarana yang memadai akan menunjang pada kegiatan pembelajaran untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Hal ini dapat didukung dengan adanya manajemen sarana dan prasarana yang bertujuan membantu mempersiapkan dan mengatur segala peralatan yang dibutuhkan bagi terselenggaranya proses pendidikan sehingga membantu kelancaran proses belajar mengajar. Kepala sekolah merupakan komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah adalah motorik penggerak lembaga pendidikan, pengatur arah kebijakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Sebagaimana yang dikemukakan Rosyandi dan Pardjono bahwa posisi kepala sekolah menentukan arah suatu lembaga, mengatur program sekolah. Kepala sekolah diharapkan membawa spirit kerja guru dan membangun kultur sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan ini kepala sekolah memiliki wewenang dalam menjalankan, mengoptimalkan, mengawas sera mengoordinasikan manajemen sarana dan prasarana pendidikan agar dapat berjalan baik sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan. 335 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa Sesuai dengan hasil penelitian di MAN 1 Pangandaran Kepala Sekolah membawa pengaruh besar untuk berjalannya manajemen sarana dan prasarana sekolah yang diharapkan untuk meningkatkan mutu lulusan melalui proses Dalam proses pembelajaran, sebagai seorang pendidik tentunya membutuhkan adanya sarana dan prasarana yang mampu menunjang kegiatan Selain menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, dukungan sarana dan prasarana sangat penting dalam membantu guru. Semakin lengkap sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia akan memudahkan guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor pendukung adalah adanya dukungan dari pemerintah, adanya masyarakat/orang tua murid, kerjasama dari seluruh komponen internal Faktor mengembangkan mutu pendidikan di MAN 1 Pangandaran antara lain dapat ditemukan: perancangan yang sangat baik dilakukan oleh sumber daya manusia yang ada di sekolah. penempatan sumber daya manusia yang sesuai kompetensinya untuk menduduki jabatan. pengarsipan yang sangat rapi dan terdokumentasikan secara apik. koordinasi dan komunikasi yang terjalin baik antar sesama sumber daya manusia yang menempati posisi karena sedikitnya sumber daya manusia. dan pengawasan yang terlibat dalam menilai dan memberikan masukan untuk perbaikan kompetensi sumber daya manusia yang Faktor meningkatkan mutu pendidikan di MAN 1 Pangandaran antara lain dapat ditemukan: komitmen sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk merealisasikan program yang sudah disusun dan disepakati. lebih melaksanakan program yang insidental serta sifatnya penting, mendesak Vol 04 No 2 July 2025 | 336 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran Nova Merisa dan tidak tertulis dalam program kerja sekolah. minimnya anggaran untuk mengalokasikan dan memenuhi semua kebutuhan yang dikeluarkan sekolah selama satu tahun. proses keputusan pengambilan tindakan yang harus menunggu dari kebijakan. dan kurangnya kesempatan latihan pengembangan keahlian dan kompetensi bagi sumber daya manusia yang ada. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MAN 1 Pangandaran mendapatkan kesimpulan bahwa penerapan manajemen sarana dan prasarana di lembaga ini melalui tahapan analisis kebutuhan, pengadaan, penyaluran, pemakaian dan pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif. Meski demikian, masih terdapat ketidakefektifan dikarenakan terdapat fasilitas yang masih dalam tahap pembangunan dan beberapa faktor penghambat dalam pengadaan sarana dan Meningkatnya proses pengelolaan sarana dan prasarana akan berdampak pada proses pembelajaran, karena sarana prasarana pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi belajar dan Ketika meningkatnya pula mutu pendidikan dan lulusan dan tercapai pula apa yang menjadi visi, misi dan tujuan lembaga. Referensi