AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 1 Februari 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH ASH-SHIDDIQI KELURAHAN KOWEL PAMEKASAN Robiatul Adawiyah, 2Supandi robiatulad@gmail. com, 2dr. supandi@uim. Universitas Islam Madura. Indonesia ABSTRAK Anak adalah amanah kepada setiap keluarga, agar dididik melaksanakan ajaran agama dengan baik dan bersikap dengan akhlak yang baik, hormat kepada ibu dan bapak. Oleh karena itu akhlak yang diajarkan orang tua di rumah harus kuat. Penanaman akhlak ini mempunyai kekuatan yang sukar dihilangkan. Oleh karena itu ajaran akhlak di rumah tangga memegang peranan penting. Karena itu, kedua orang tua hendaknya mengetahui kaidah pendidikan sehingga kelak dapat melahirkan anak yang baik agamanya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah peran dan factor orang tua terhadap pembentukan moral siswa untuk memiliki ahlak yang baik? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan analisis data dokumentasi. Data yang sudah diperoleh peneliti di lapangan kemudian dilakukan proses reduksi dan display serta penarikan sebuah kesimpulan. Adpun hasil penelitian tersebut adalah Peran orang tua terhadap pembentukan moral berjalan dengan baik dan sangat mendukung ke pihak sekolah dari orang tua para siswa. Adapun factor penghambatnya adalah orang terlalu menekan ketika mengajarkan anaknya sehingga anak tersebut bingung dengan apa yg dilakukan. Implikasi penelitian ini adalah seabgai berikut: . Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan, . Kolaborasi antara Madrasah dan Orang Tua, . Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah, . Pendidikan Agama di Rumah, . Sosialisasi dan Penguatan Nilai Positif. Kata kunci: Orang Tua. Pembentukan Moral ABSTRACT Children are a trust for every family, so that they are educated to carry out religious teachings well and behave with good morals, respecting mother and father. Therefore, the morals taught by parents at home must be strong. This moral cultivation has a power that is difficult to eradicate. Therefore, moral teachings in the household play an important role. Therefore, both parents should know the rules of education so that in the future they can give birth to children who are good in their religion. The problem formulation in this research is the role and factors of parents in shaping students' morals to have good morals. The approach used in this research is qualitative. Data collection through interviews, observation, and documentation data analysis. The data that researchers have obtained in the field is then carried out in a reduction and display process and drawing conclusions. The results of this research are that the role of parents in moral formation is going well and the parents of the students are very supportive of the school. The inhibiting factor is that people put too much pressure when teaching their children so that the children are confused about what they are doing. The implications of this research are as follows: . Strengthening the Role of Parents in Education, . Collaboration between Madrasas and Parents, . Strengthening Character Education in Madrasas, . Religious Education at Home, . Socialization and Strengthening Positive Values. Keywords: Parents. Moral Formation Robiatul Adawiyah. Supandi PENDAHULUAN dengan Tuhannya. Di samping praktek ibadah. Islam mengajarkan bahwa, anak yang anak harus dibiasakan berprilaku sopan, baik di lahir ke dunia mempunyai hak-hak yang tertentu dalam keluarga maupun kepada orang lain yang harus ditunaikan oleh orangtuanya sebagai sesuai dengan ajaran akidah atau akhlak yang pelaksanaan tanggung jawab mereka kepada diajarkan agama Islam. Allah Swt untuk kelestarian keturunannya. Orangtua turut membentuk keimanan Anak sesungguhnya adalah amanat dan karunia anak, dan mempersiapkan moral, spiritual dan Allah Swt kepada setiap keluarga, yaitu agar sosial anak melalui pendidikan dan nasehat. Hal dididik melaksanakan ajaran agama dengan ini diharapkan nantinya anak akan dapat baik dan bersikap dengan akhlak yang baik, membedakan mana akhlak yang baik dan mana hormat kepada ibu dan bapak. Akhlak anak- anak pertama kali dibentuk di lingkungan rumah pelaksanaan pendidikan dan bimbingan yang Akhlak dari lingkungan rumah tangga dilakukan oleh orangtua sering kali terjadi ini adalah sebagai dasar pembentukan anak orangtua yang disebabkan oleh adat kebiasaan Akan masing-masing Oleh karena itu akhlak yang diajarkan dan cara berfikir yang berbeda. Dikotomi fungsi orangtua di dalam rumah tangga harus kuat. tersebut menyangkut tentang pembagian tugas Biasanya penanaman akhlak yang pertama kali orangtua dalam sebuah keluarga. Sehingga ada yang beranggapan bahwa fungsi membimbing Oleh karena itu ajaran akhlak di dan mendidik anak adalah tugas dan tanggung rumah tangga, memegang peranan jawab seorang ibu saja. Ayah hanya mempunyai penting pada pembentukan akhlak anak di luar tanggung jawab mencari nafkah. Sedangkan Karena itu, kedua orangtua . uami istr. dalam Islam, tugas dan tanggung jawab Hal ini dapat dilihat dari firman Allah kaidah-kaidah pendidikan sehingga kelak dapat melahirkan anak-anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan keluarga merupakan wahana yang utama bagi pembentukan generai muslim yang Dalam harus juga melatih anak untuk melakukan a AacEEa n uaIA aa a AE eaE EaaEe UIA a aOua e CA ca aI aE a e a eE A caa aAE EaeC aaI aI EeIN aOaN aO OaaNau Oa Aa a UOIA Dan . ketika Lukman berbicara dan menasehati anaknya seraya berkata: AuWahai anakku, janganlah engkau menyekutukan sesuatu dengan Allah Swt, sesungguhnya menyekutukan . ibadah yang diajarkan dalam agama, yaitu praktek-praktek yang menghubungkan manusia Robiatul Adawiyah. Supandi adalah perbuatan aniaya yang sangat besarAy. Dari 9 orang anak terdapat 6 anak yang orangtua berasal dari pendidikan SMP/SMA. Ayat ini menjelaskan bahwa Lukman Al Berdasarkan Hakim Juga melakukan bimbingan kepada pemeliti pada tanggal 15 Maret 2023. Peneliti Ini artinya Lukman tidak melepaskan melakukan wawancara di MTS As-Shiddiqi tanggung jawab membina dan membimbing Kelurahan anaknya hanya kepada istrinya saja. Oleh karena Lingkungan merupakan tempat dimana seorang itu orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembinaan dan pendidikan anak lingkungan banyak berperan dalam membentuk kepribadian dan karakter seseorang. Bagi Mendidik aqidah dan keimanan anak. Mendidik akhlak anak merupakan lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak, setelah itu sekolah dan Menguatkan dan mengarahkan potensi . pada anak2 persoalan ini dalam penelitan komprehensif agar Kecamatan Pamekasan, kemudian masyarakat. Keluarga dipandang Maka Peneliti merasa perlu mengangkat Kowel sebagai lingkungan dini yang dibangun oleh orangtua dan orang-orang terdekat. Pengaruh keluarga amat besar dalam menyeluruh pula sejauh mana kedudukan dan peranan orang tua dalam pendidikan anaknya. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian Setelah dilakukan survey di MTs As- anak biasanya adalah keluarga yang penuh Shiddiqi Kelurahan Kowel Kec. Pamekasan, dengan konflik atau tidak bahagia. Tugas berat Peneliti lingkungan sekitar, yaitu anak di usia 12-15 keluarga mereka benar-benar aman, nyaman tahun yang sebagian sering memantah perintah bagi anak-anak mereka. Rumah adalah surga gurunya, kurang menjalankan perintah agama, bagi anak, di mana mereka dapat menjadi kurang sopan terhadap orang yang lebih tua, cerdas, sholeh, dan tentu saja tercukupi lahir dan setelah di ketahui ternyata mayoritas dari mereka memiliki orangtua yang berpendidikan Dari beberapa paparan tersebut dapat SMP/SMA, dan justru minoritas dari orangtua diambil kesimpulan bahwa pendidikan dalam yang berlatar belakang pendidikan MTS/MA. keluarga merupakan pendidikan awal bagi anak karena pertama kalinya mereka mengenal dunia Kementrian Agama RI. Al-Quran & Terjemah, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , hlm. Banu Garawiyah. Memahami Gejolak Emosi Anak, (Jakarta: Cahaya, 2. , 158. terlahir dalam lingkungan keluarga dan dididik oleh orangtua, sehingga pengalaman masa anakanak merupakan faktor yang sangat penting bagi Robiatul Adawiyah. Supandi meruapakan jenis penelitian deskriptif. Data orangtua dalam tindakan sehari-hari akan yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, menjadi wahana pendidikan moral bagi anak, bukan berupa angka-angka. Selain itu, semua membentuk anak sebagai makhluk sosial, yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi religius, untuk menciptakan kondisi yang dapat kunci terhadap apa yang sudah diteliti. menumbuh kembangkan inisiatif dan kreativitas Kehadiran penelitian Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri Kehadiran peneliti sangat penting, karena bahwa peran kelurga sangat besar sebagai dalam metode kualitatif peneliti harus menjadi penentu terbentuknya moral manusia-manusia instrumen inti dalam memperoleh data. Sebagai yang dilahirkan. instrumen inti maka peneliti harus mempunyai Berdasarkan permasalahan permasalahan tersebut, maka mendorong Peneliti untuk bekal teori dan wawasan yang luas agar mampu mengadakan penelitian secara lebih mendalam mengonstruksikan situasi sosial yang diteliti untuk mengetahui tentang peran orangtua menjadi jelas dan bermakna. terhadap moralitas siswa untuk membentuk Untuk Ahlak yang baik di MTS As-Shiddiqi Kelurahan tentang penelitian yang akan dilaksanakan. Kowel Kecamatan Pamekasan. maka peneliti hadir secara langsung ke MTS As-Shoddiqi Kowel Pamekasan. METODE PENELITIAN Sumber data Menurut Lofland dan Lofland,6 sumber Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan data utama dalam penelitian kualitatif ialah penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. kata-kata dan tindakan. Selebihnya adalah data Penelitian yang bersifat kata-kata tersendiri tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam melalui wawancara. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pertanyaan-pertanyaan pada data yang di dapatkan secara langsung kepada subjek penelitian sesuai dengan yang ada di fokus penelitian. Selain itu penelitian kualitatif berusaha fenomena dan realitas sosial. 3 Sementara jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Gumilar Rusliwa Somantri. Memahami Metode Kualitatif. Makara Sosial Humaniora, vol. 9 no. Desember 2005. Depok: Universitas Indonesia, halm 58 Lexy J. Meleong. Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Sugiyono. Metode Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2. John Lofland dan Lyn Lofland. Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis, (Belmont California: Wads Worth Publishing Company, 1. , halm. Robiatul Adawiyah. Supandi Sumber data utama kata-kata dan tindakan HASIL DAN PEMBAHASAN yang diamati atau di wawancarai. Sumber utama Peran orang tua terhadap pembentukan dicatat melalui catatan tertulis atau melalui moral siswa video/audio. Adapun sumber data Orangtua adalah pembina pribadi yang yang kedua bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah merupakan unsur unsur pendidikan yang tidak ilmiah, sumber dan arsip, dokumen pribadi, dan langsung, yang dengan sendirinya akan masuk dokumen resmi. ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Informan Berkaitan dengan peran orang tua dalam membentuk moral siswa di lingkungan MTs As- dimanfaatkan untuk memberikan informasi shiddiqi Kowel peneliti melakukan wawancara situasi dan kondisi di sekolah tersebut. Informan dengan Ningsi . rang tu. siswa MTs As- Shiddiqi yang mengatakan memberikan contoh mengumpulkan banyak informasi dalam waktu prilaku yang baik kepada anak seperti bertutur relatif singkat. Dan informan yang di pilih kata yang sopan terhadap yang lebih tua sudah adalah Kepala Sekolah. Guru Ahlak. Siswa. diajarkan namun anak semakin besar semakin Analis Data tau pergaulan dengan teman-temannya. Informan orang-orang Analisis data merupakan proses mencari AuKemudian wawancara dengan Karsinem dan menyusun secara sistemastis data yang . rang tu. beliau mengatakan saya sudah mengajarkan kesopanan, saya bahkan memarahi Melis Humberman mengemukakan bahwa aktivitas jika anak berbicara dengan menggunakan nada tinggiAy. dalam analisis data kualitatif dilakukan secara Dari hasil wawancara di atas mendidik interaktif dan berlangsung secraa terus menerus. melalui contoh prilaku sudah di terapkan. Menlalui analisis data inilah informasi yang Dangan dikumpulkan menjadi lebih bermakna. Namun anak semakin besar mulai berani dengan orang yang lebih tua, kemudian jika keinginannya tidak dipenuhi Lexy J Meleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Zakiyah Derajat. Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Hasil wawancara dengan salah satu orang tua siswa (Nings. pada 10 Agustus 2023 Hasil wawancara dengan salah satu orang tua siswa (Karsine. pada 10 Agustus 2023 Robiatul Adawiyah. Supandi prilaku sudah berjalan dengan baik, orang tua Membentuk karakter anak untuk kejujuran, sudah saling tegur sapa dan berbicara sopanAy. saling menghormati, sopan santu, baik hati. Dari data di atas para orang tua siswa MTs ramah, dan menaati peraturan agama anak usia As-Shiddiqi nampaknya sudah berprilaku sesuai 6-12 tahun memeng sangat bagus melalui dengan apa yang harus di contohkan kepada contoh prilaku, dan itu sudah diajarkan seperti Dalam kehidupan sehari-hari orang tua, bertutur kata sopan dan menjaga sikap. juga harus memperbaiki prilakunya terlebih Karena menurut orang tua siswa MTs As- Melatih Shiddiqi anak usia 6-12 tahun masih sangat mencontohkan anaknya untuk kejujuran, ramah, polos dan mudah di betuk ataupun di arahkan. dan menaati peraturan yang sesuai dengan Dengan begitu orang tua berusaha menjaga ajaran islam. sikap dan tutur kata di depan anak supaya anak Hal dapat mencontohnya. Orang tua juga harus meninggalkan yang buruk dan melaksanakan memiliki ketegasan atau kebijakan agar anak yang baik. Selain wawancara dengan orang tua semakin segan kepada yang lebih tua atau di atas peneliti juga melakukan wawancara menghormati yang lebih tua. Selalu memberian denga Fifah . yang mengatakan ibunya contoh-contoh prilaku yang baik misalnya menyontohkannya, misalnya menyapa orang Karena jika ketika bertemu dijalan. mempraktekkan apa yang dilihatnya di banding Wawancara dengan Zaki . yang yang didengar. Dalam rangka meningkatkan karakter anak, sangat perlu contoh-contoh menggunakan bahasa yang baik sopan terhadap prilaku yang memungkinkan untuk tumbuh dan yang lebih tua bahkan tidak berbicara bernada berkembang pembentukan karakter anak. Untuk itu orang tua terus menerus mencontohkan Dengan demikian peran orang tua dalam dalam kehidupan sehari-hari agar anak dapat membentuk karakter anak dapat di lakukan mencontoh yang baik-baik dari kedua orang dengan cara mendidik melalui contoh prilaku. tuanya masing-masing. Hal ini dikarenakan, mayoritas orang tua siswa Selain wawancara dengan orang tua di MTs As-Shiddiqi Kowel sadar bawasannya atas peneliti juga melakukan observasi kepada orang tua. AuPeneliti mendapatkan data bahwa pelaksaan peran orang tua dalam membentuk karakter dengan mendidik melalui contoh karakter anak dengan contoh Hasil Observasi peneliti di MTs As-Shidiqi Wawancara dengan Fifah (Ana. siswa MTs AsShiddiqi pada 10 Agustus Wawancara dengan Zaki (Ana. siswa MTs AsShiddiqi pada 10 Agustus Robiatul Adawiyah. Supandi prilaku seperti prilaku sopan santun dan anak bagaimana memiliki rasa jujur yang tinggi. menghormati yang lebih tua sangat efektif. Misalnya saya selalu mengatakan kepada anak Tidak hanya itu orang tua siswa MTs As- saya harus tidak mencontek, tidak mengambil Shiddiqi juga mencontohkannya kepada dirinya yang bukan miliknya dan tidak melanggar terlebih dahulu supaya menjadi kebiasaan, peraturan di rumah maupun sekolah. memiliki prilaku yang baik sehingga dapat dicontoh anak-anaknya. Orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan dini untuk anak-anaknya. Bagi anak Anak juga akan lebih cepet meniru apa orang tua sebagai pendidik pertama dan utama yang di lihat dari pada apa yang didengar karena yang di kenal sebelum lingkungan masyarakat anak usia 6-12 tahun lebih meniru sekeliling dan sekolah. Orang tua hendaknya mendidik terutama orang tua. Dan hal tersebut telah berjalan dengan baik. Bahkan kedua orang tua menghormati, sopan santu, baik hati, ramah, dan juga melatih dirinya guna menjadi kebiasaan menaati peraturan. Hal ini bertujuan untuk dalam kehidupan sehari-hari. Mendidik anak melalui contoh prilaku sangat efektif dalam perkembangan selanjutnya. membentuk karakter anak seperti kejujuran. Namun untuk anak usia 12-15 tahun saling menghormati, sopan santu, baik hati, pendidikan anak juga harus di dukung dengan ramah, dan menaati peraturan. lingkungan masyarakat serta sekolah yang baik. Berkaitan dengan peran orang tua dalam Dengan demikian orang tua di lebih pintar- membentuk moral siswa di MTs As-Shiddiqi pintar mendidik anaknya. Mendidik anak sejak Kowel peneliti melakukan wawancara Yanti dini yang dilakukannya adalah dengan cara . rang tu. beliau mengatakan pendidikan anak pengetahuan/wawasan bawasanya ada beberapa pembentukan karakter anak, jika anak di hukuman dunia dan akhirat kepada anak bahwa bebaskan tidak di ajarkan mau jadi apa, saya jika berkata berbong itu dosa, masuk neraka dan mengajarkan tolong menolong, kejujuran dan akan dijauhi teman. Pandidiknya sejak dini memberi tahu ganjaran-ganjaran yang akan untuk anak harus diberikan karena anak belajar diterima jika berboong. pertama kali dengan orang tua baru kemudian Selain itu wawancara dengan Suharti Ibarat bangunan pendidikan dini untuk . rang tu. siswa di MTs As-Shidiqi beliau anak adalah sebuah pondasinya jika pondasi itu mengatakan Cara mendidik anak sejak dini kuat bangunnya pun akan kuat kokoh, begitu sudah saya terapkan seperti mengajarkan kepada pula sebaliknya, jika pondasi itu tidak kuat Wawancara dengan Yanti (Orang Tu. siswa MTs Asshiddiqi Kowel. Tanggal 16 Agustus 2023. Wawancara dengan Suharti (Orang Tu. siswa MTs As-shiddiqi Kowel. Tanggal 16 Agustus 2023. Robiatul Adawiyah. Supandi maka bangunannya tidak kuat pula, karna orang ketika anak sudah mulai besar mengenal tua lah sebagai penentu keberhasilan dan pergaulan luar. karakter anak. Dengan Untuk memperkuat data peneliti juga melakukan observasi, dengan hasil bahwa mengajarkkan kepada anak kejujuran, saling menghormati, sopan santu, baik hati, ramah, dan Terlihat ketika orang tua mendidik menaati peraturan. Ibu Supati juga selalu mengajak anak untuk berbuat baik menjenguk berkata kepada anaknya sebagai jika disekolah orang sakit. mendapat nilai jelek maka harus berkata apa Berdasarkan hasil observasi di atas untuk adanya dengan saya, saya tidak akan marah membentuk karakter yang baik di MTs As- namun anak harus lebih giat belajar lagi. Shiddiqi Kowel menunjukan mendidik anaknya AuNamun semenjak duduk dibangku SD kelas 5 anak saya sopan santun terhadap yang lebih tua semakin turun karena faktor temanAy. menerapkan sistem pendidikan dini tidak cukup Dengan Dengan begitu mendidik anak sejak dini hanya dengan memberikan arahan namun akan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang tindakan dan hasil wawancara di atas tentunya akan membentuk karakter anak. Dan orang tua orang tua telah memberikan atau menerapkan sebagai pendidik utama bisa mendidik anaknya pendidikan seja dini dengan mengajarkan dari hal-hal kecil. Dan anak akan terdidik kejujuran, saling menghormati, sopan santu, terbiasa berkata terbuka, jujur dan menaati baik hati, ramah, dan menaati peraturan supaya anak memiliki karakter yang baik. Namun mempengarui karakter anak, dengan begitu terdapat beberapa kendala dalam menerapkan pendidikan sejak dini dengan mengajarkan memasukan anak dalam pergaulan. Hal ini kejujuran, saling menghormati, sopan santu, bertujuan agar penerapan sistem pendidikan dini baik hati, ramah, dan menaati peraturan supaya anak memiliki karakter yang baik. menghormati, sopan santun, memiliki tanggung pendidikan anak usia sudah bercampur baur jawab, baik hati, ramah, dan menaati peraturan terbentuk dengan baik. Dan di MTs As-Shiddiqi langsung anak sudah mengenal lingkungan luar. Kowel ini sudah menerapkan namun ada pergaulan terhadap teman sebaya. Namun berhati-hati beberapa faktor lain yang membuat terhambat Maka dari hal itu peran orang tua sangatlah penting dalam pembentukan Wawancara dengan Suparti (Orang Tu. siswa MTs As-shiddiqi Kowel. Tanggal 16 Agustus 2023. Observasi di MTs As-Shiddiqi Kowel pada 16 Agustusn 2023 Robiatul Adawiyah. Supandi moral siswa di MTs As-Shiddiqqi. Peran untuk melakukan pilihan dan menentukan orang tua juga sangatlah membantu bagi baik atau buruk sesuatu hal dikemudian para guru yang ada di MTs As-Shiddiqi Kowel. Memuji Menguji anak atas tindakannya Faktor Pendukung Dan Penghambat Peran orang tua terhadap pembentukan moral Dalam yang tepat dapat menguatkan sikap dan pengembangan nilai moral pada anak, tentu positif dan sesuai harapan lingkungan. terdapat beberapa faktor yang mendorong dan Anak bisa merasa dihargai, sehingga menghambat pendidikan moral yang akan kepercayaan dirinya akan meningkat. disebutkan sebagai berikut. Oleh karena adanya pujian, anak akan Faktor pendukung . Mengabaikan Mengabaikan adalah cara yang digunakan orang tua ketika perilaku anak tidak disetujui. Misalnya untuk anak Dengan memuji, anak dapat mengerti bahwa sikap dan perilakunya itu ingatannya sehingga termotivasi untuk mengulainya lagi. Faktor penghambat yang terlalu manja dan meminta suatu hal . Cara pengajaran Biasanya orang tua namun tidak disetujui oleh orang tuanya, menekankan pada apa yang tidak boleh maka orang tua dapat dan apa yang salah, bukan pada apa yang seluruhnya dilakukan dan apa yang benar. Akibatnya anak menjadi bingung. Oleh Membiarkan Membiarkan bukan berarti karena itu, dalam pengembangan moral anak, orang tua harus berhati-hati dalam kesempatan pada anak untuk belajar dari Misalnya mengubah kata AuTidak boleh bohongAy menjadi AuHarus jujurAy. Mengalihkan perhatian Bisa dilakukan Selain itu, orang tua harus bersabar dalam apabila anak yang terlibat cukup banyak, mengajarkan pendidikan moral untuk misalnya perkelahian. Orang tua ataupun Karena banyak faktor yang mempengaruhi keuntungan anak dalam perhatian anak-anak dengan mengajak memahami konsep moral. Tetapi dengan untuk melakukan hal yang lebih baik. Tantangan Tantangan, orang tua dapat kontinu dapat dijadikan alternatif untuk mendorong anak untuk mengeluarkan memudahkan anak menguasai konsep kemampuannya dalam suatu keadaan. Hal moral seperti yang diharapkan ini dapat dijadikan pelajaran bagi anak Robiatul Adawiyah. Supandi . Perubahan nilai social Perubahan nilai Implikasi penelitian tentang peran orang sosial dapat menjadi beban bagi anak dalam menyesuaikan diri. Karena ketika Madrasah Tsanawiyah Ash-Shiddiqi Kelurahan seorang anak belum selesai menyesuaikan Kowel Pamekasan dapat mencakup beberapa diri dengan nilai moral yang pertama, aspek berikut: anak sudah harus menyesuaikan diri dengan nilai moral yang baru. Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan: Temuan penelitian ini menyoroti . Perbedaan Nilai Moral Orang tua atau pentingnya peran orang tua dalam membentuk guru yang mengajarkan suatu nilai moral moral siswa. Implikasinya adalah orang tua pada anak, seringkali lupa bahwa ia harus perlu lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak- memberikan teladan pada anak mengenai anak mereka, baik di rumah maupun di apa yang ia ajarkan. Akibatnya anak tidak lingkungan madrasah. Mereka perlu menjadi menemukan kesesuaian antara nilai moral contoh yang baik dan memberikan arahan moral yang diajarkan dengan nilai moral yang ia yang konsisten kepada anak-anak. Anak Kolaborasi cenderung mengabaikan peraturan yang Orang Tua: Madrasah Implikasi . Nilai Dan Situasi Yang Berbeda Anak madrasah dan orang tua dalam membentuk cenderung belum mampu memberikan moral siswa. Madrasah Tsanawiyah Ash- penilaian pada peristiwa unik atau khusus. Shiddiqi Karena seperti seminar, lokakarya, atau pertemuan tua-guru menyelenggarakan kegiatan peraturan yang satu untuk kondisi yang bersama dalam mendidik moral siswa. Konflik Dengan Lingkungan Sosial Sering Penguatan Pendidikan Karakter di kali anak bingung menghadapi harapan Madrasah: Madrasah perlu mengintegrasikan lingkungan sosial yang berbeda antara pendidikan karakter ke dalam kurikulum mereka lingkungan yang satu dengan lingkungan dengan melibatkan orang tua dalam proses Implikasinya adalah perlu adanya diajarkan untuk melawan jika dipukul program-program khusus yang memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan akhlak Islam dalam Misalnya. Tetapi diajarkan untuk selalu melawan dengan Akibatnya anak bingung mana yang harus ia lakukan. pendidikan siswa. Pendidikan Agama di Rumah: Orang tua dapat memperkuat peran mereka dalam pembentukan moral siswa dengan memberikan Robiatul Adawiyah. Supandi Implikasinya mengajarkan nilai-nilai agama Islam seperti Implikasi penelitian ini adalah seabgai Penguatan Peran Orang Tua Pendidikan, penghargaan terhadap sesama kepada anak-anak Kolaborasi antara Madrasah dan Orang Tua, mereka sejak dini. Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah. Sosialisasi dan Penguatan Nilai-Nilai Positif: Madrasah dan orang tua perlu bekerja sama untuk mensosialisasikan dan memperkuat Pendidikan Agama di Rumah. Sosialisasi dan Penguatan Nilai-Nilai Positif. Dengan nilai-nilai positif dalam komunitas, seperti sikap implikasi ini, diharapkan Madrasah Tsanawiyah saling menghormati, toleransi, dan kepedulian Ash-Shiddiqi Kelurahan Kowel Pamekasan dapat menjadi lembaga yang lebih efektif dalam Implikasinya penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan moral siswa di dalam memperkuat kerjasama antara madrasah dan dan di luar lingkungan madrasah. orang tua untuk mencapai tujuan bersama dalam Dengan memperhatikan implikasi ini, pendidikan moral anak-anak. diharapkan Madrasah Tsanawiyah Ash-Shiddiqi Kelurahan Kowel Pamekasan dapat menjadi DAFTAR PUSTAKA