SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. Maret 2024, pages: 11-20 DOI: https://doi. org/10. 62667/silabus. e-ISSN: 3047-1044 https://berugakbaca. org/index. php/silabus UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN INQUIRI DI KELAS IV SDN 01 SEMBALUN BUMBUNG LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Mulhaini mulhaini@gmail. Article History Manuscript submitted: 1 Maret 2024 Manuscript revised: 3 Maret 2024 Accepted for publication: 7 Maret 2024 Keywords: Pendekatan Inquiri Hasil Belajar Abstract Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui apakah dengan penerapan pembelajaran Inquiri ( Penemuan ) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung Tahu Pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbinh . darat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasi materi rangka dan alat indra manusia pada siswa kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung tahun pelajaran 2013/2014. Peningkatan ini dilihat dari rata-rata hasil tes evaluasi yang dilaksanakan yaitu pada siklus I sebesar 69,17 dengan persentase ketuntasan 80,5%, siklus II sebesar 73,6 dengan prosentase ketuntasan 86,1%. SILABUS@ 2024 Pendahuluan Di Indonesia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persainganpun semakin ketat, apalagi dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, untuk itu perlu disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumber daya manusia karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya, (Kunaryo, 2. Pendidikan dalam arti luas didalamnya terkandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar dan melatih. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Tujuan pendidikan nasional berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sebagai berikut: Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan yang hendak dicapai pemerintah. Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu pemerintah sejak orde baru telah mengadakan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa: AuTiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaranAy. Seorang guru perlu menyadari bunyi dan isi pasal ayat UndangUndang Dasar tersebut, setiap murid berhak mendapatkan pengajaran yang sama. Dalam tugasnya sehari-hari guru dihadapkan pada suatu permasalahan yaitu ia harus memberi pengajaran yang sama kepada murid yang berbeda-beda. Perbedaan itu berasal dari lingkungan kebudayaan, lingkungan sosial, jenis kelamin dan lain-lain. Salah satu tujuan siswa bersekolah adalah untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal sesuai dengan kemampuannya. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 . jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar secara berjenjang dan Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberi keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan (UU RI No. 20 Tahun 2. Dengan demikian keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, sehingga latar belakang keluarga harus diperhatikan agar keberhasilan pendidikan dicapai secara maksimal. Berdasarkan hasil observasi di kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung bahwa pada kenyataanya yang terjadi adalah guru masih belum menggunaka model pembelajaran yang berpusat pada siswa hal ini terlihat dari metode pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran lagsung yakni metode Karena metode pembelajaran yang kurang berpariasi tersebut berdampak pada kurngnya motivasi atau sikap belajar siswa pada Ilmu Pengetahuan Alam yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya perestasi belajar siswa pada mata paelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Berdasarkan hasil wawancara guru kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung pada saat observasi awal, rendahnya perestasi belajar siswa tersebut disebabkan karena masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan. Dalam proses pembelajaran yang bersifat pada siswa, banyak metode atau teknik megajar yang dapat digunakan guru yang mampu membagkitkan motivasi belajar siswa, sehigga berdampak pada peningkatan kretaivitas dan prestasi belajaran sebagai mana yang diharapkan. Oleh sebab itu salah satu model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah Iquiri ( penemuan ) dimana model ini merupakan model pembelajaran yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang bersifat heterogen, dimana pada kelompok ini lah siswa diharapkan dapat berdiskusi untuk menemukan penemuan baru. Berdasarkan uraian diatas, peneliti mencoba menerapkan salah satu strategi atau metode untuk meingkatkan motivasi belajar siswa yaitu dean menerapka Inquiri ( penemuan ) yang dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang saling membantu baik saat berkelompok maupun saat menyelesaikan tugas yang diberikan guru disekolah. Untuk itu penelitian dengan judul AuUpaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata IPA dengan Pendekatan Inquiri di Kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Tahun Pelajaran 2022/2023Ay. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujian untuk mencari cara pemecahan masalah yang dihadapi guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran semaksimal mungkin pada kegiatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas adalah satu penelitian yang digunakan secara sistematis terhadap berbagai tindakan yang dilakkan oleh guru yang juga bertindak sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakannya nyata didalam kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar. (Margareta Mega Natalia, 2008: . Uji coba model dilakukan pada saat proses belajaar mengajar dan hasail penelitian bersifat kualitatuf dan kuantitatif dengam rumus ketuntasaan belajar. Rumus KB = X 100% Keterangan: : Ketuntasan Belajar : Jumlah Siswa yang memproleh nilaiOu 65 : Jumlah siswa yang ikut tes Ketuntasan belajar tercapai jika KB Ou 85% Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan, adalah Tes Prestasi Belajar, dan Observasi. Tes prestasi belajar berupa soal-soal uraian yang valid, reliable, daya pembeda yang baik, dan taraf kesulitan yang baik. Tes berupa daftar pertayaa yag diperuntukkan untuk siswa yang menjadi obyek penelitian. Sedangkan observasi bertujuan untuk mengamati kegiatan peneliti selaku pengajar dan kegiatan siswa . ndividu maupun kelompo. selama meneliti. Hal ini dilakuka untuk mengetahui apakah ada kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan serta menkaji sejauh mana pemberitindakan menghasilkan perubahan yang sesuai dengan kehendak peneliti. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa, hasil tes dianalisis secara deskriptif, dengan rumusan sebagai berikut: KB = X 100% Keterangan: KB : Ketuntasan Belajar P : Jumlah Siswa yang memproleh nilaiOu 65 N : Jumlah siswa yang ikut tes Ketuntasan belajar tercapai jika KB Ou 85% Data mengenai aktivitas guru diambil meggunakan lembaguru diambil meggunakan lembar observasi berupa activity check list sesuai dengan sekeario pembelajaran. Setiap indicator perilaku guru pada peilaianya mengikuati aturan berikut: BS (Baik Sekal. B (Bai. C (Cuku. K (Kuran. : Jika semua dekriptor yang nampak : Jika ada 2 dekriptor yang Nampak : Jika ada 1 dekriptor yang nampak : Jika tidak ada dekriptor yang nampak Data hasil observasi dinamai secara deskriptif diakhir setiap siklus untuk mngetahui aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dengan acuan sebagai berikut: MI 0,5 SDI C AE 65. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ketuntasan belajar pada siklus IItelsh tercapai. Dengan demikian penelitian ini dihentikan pada siklus II Pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing dalma meningkatkan kemampuan siswa menguasai materi rangka dan alat indra manusia pada kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung tahun Pelajaran 2013/2014, dsri segi kegiatan guru hasil observasi menunjukkna rata-rata baik sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran telah terlaksana dengan optimal. Melalui metode pembelajaran . dalam pelajaran IPA dapat meningkatka prestasi belajar Metode pembelajaran inquiti . juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajae mengajar. Hal ini dapat dilihat darikeuntungan pembelajaran kooperatif antara Strategi pembelajaran yang menekankan pengembangan aspek kongnitif, dediktif, dan psikonotorik secara seimbang sehingga pembelajaran melalui metode ini dianggap lebih Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Sesuai dengan perkembangan psikologi belajar moderen. Strategi pembelajaran ini darat melayani kebutuhan siwa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diproleh, maka kami dapat mengambil kesimpulan: Pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbinh . darat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasi materi rangka dan alat indra manusia pada siswa kelas IV SDN 01 Sembalun Bumbung tahun pelajaran 2013/2014. Peningkatan ini dilihat dari rata-rata hasil tes evaluasi yang dilaksanakan yaitu pada siklus I sebesar 69,17 dengan persentase ketuntasan 80,5%, siklus II sebesar 73,6 dengan prosentase ketuntasan 86,1%. Dengan demikan pelaksanaan tindakan yang dilakukan selama tiga pertemuan terlihat terjadi peningkatan hasil pemahaman pembelajaran siswa dalam kegiatan pembelajaran. Adapun peningkatan ini dapat dilihat dari kenaika hasil pemahaman dan keaktifan siswa dari pertemuan pertama kedua dan ketiga. Sementara itu pelaksanaan kooperatif tipe jinsaw diproleh bahwa pembagian kelompok secara heterogen dapat meningkatka intraksi antar siswa. Daftar Pustaka