Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Menerapkan Metode MOORA Dira Amalia. Ade Irma Agustina Lubis. Alwin Fau* Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Budi Darma Medan. Indonesia Email: 1diraamaliaempat@gmail. com, 2adeirmaagustinalubis98@gmail. com, 3,*alwinfau@gmail. Email Penulis Korespondensi: alwinfau@gmail. AbstrakOeOrganisasi Badan keswadayaan masyarakat (BKM) ialah suatu lembaga yang terdiri dari sekelompok warga/masyarakat yang merupakan penduduk asli dari suatu kelurahan/desa, dimana organisasi merupakan suatu bentuk atau suatu tempat berkumpulnya orang-orang antara satu atau lebih yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan. Yang bisa menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi terlihat dari sumber daya manusianya. Badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah yang terletak di daerah marindal 1 pasar 3 kab. deli serdang sumatera utara. Dimana badan keswadayaan masyarakat (BKM) tersebut memiliki kelebihan dalam menjaga dan merawat mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 agar tetap terlihat rapi dan bersih. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan (SPK). Yang dimana memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk menentukan pengambilan keputusan pada proses pemilihan Ketua (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3. ini juga di lakukan dengan sangat memperhatikan beberapa aspek-aspek yang merupakan suatu strategi penting yang akan menjadi pertimbangan di dalam pemilihan ketua(BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 secara mutlak dan sangat dibutuhkan. Metode Moora merupakan salah satu Multi-Kriteria pengambilan keputusan (MCMD). Merupakan Suatu metode yang memerlukan prosedur statistic untuk pemilihan alternatif terbaik yang diberikan. Metode ini juga menghasilkan alternatif yang sangat cocok dengan mempertimbangkan sesuatu yang baik dan menguntungkan. Hasil peringkat tertinggi dari penelitian ini yaitu alternatif A4 (Rudi Harton. Kata Kunci: SPK. Metode Moora. Organisasi. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) AbstractOeThe Organization of the Non-Governmental Organization (BKM) is an institution consisting of a group of citizens/communities who are natives of the kelurahan/village, an organization which is a form or a place for people to gather between one or more people who work together to achieve goals. a goal. What can determine the success or failure of an organization can be seen from its human resources. The Community Non-Governmental Organization (BKM) of the Al-Hidayah Mosque, which is located in the Marindal 1 Pasar 3 area. Deli Serdang Regency. North Sumatra. Where the non-governmental organization (BKM) has advantages in maintaining and caring for the Al-Hidayah Marindal 1 Pasar 3 mosque to keep it looking neat and clean, this study aims to build a decision support system (DSS). Which has a function as a tool for determining decision making in the process of selecting the Chairperson (BKM) of the Al-Hidayah Marindal 1 Pasar 3 mosque. This is also done with great attention to several aspects which are an important strategy that will be considered in the election of the chairman (BKM) of the mosque. Al-Hidayah marindal 1 market 3 absolutely and very much needed. The Moora method is one of the Multi-Criteria decision making (MCMD). A method that requires statistical procedures for the selection of the best given alternative. This method also produces a very suitable alternative by considering something good and profitable. The highest ranking result from this research is alternative A4 (Rudi Harton. Keywords: DSS. Moora Method. Organization. Non-governmental Organization (BKM) PENDAHULUAN Organisasi merupakan suatu bentuk atau suatu tempat berkumpulnya orang-orang antara satu atau lebih yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan. Yang bisa menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi terlihat dari sumber daya manusianya. Organisasi bisa dikatakan bagus apabila mampu memberikan kelebihan yang tidak dimiliki oleh organisasi manapun. Seperti halnya terhadap organisasi badan keswadayaan masyarakat (BKM) merupakan sebuah lembaga masyarakat yang dibangun sebagai penggerak pembangunan masyarakat yang mandiri serta dapat menumbuhkan ikatan social sebagai sesama masyarakat yang mampu dalam bekerjasama untuk mencapai sebuah kebaikan bersama. Badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah yang terletak di daerah marindal 1 pasar 3 kab. serdang sumatera utara. Dimana badan keswadayaan masyarakat (BKM) tersebut memiliki kelebihan dalam menjaga dan merawat mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 agar tetap terlihat rapi,bersih dan menjadi contoh terhadap khalayak masyarakat lainnya. badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 ini juga membuat suatu program seperti pengajian di setiap malam sabtu, wirit di setiap malam jumAoat, dan menjadi program pembagian daging qurAoban di setiap tahun. Sebagai suatu organisasi badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 juga untuk membantu dalam kegiatan ibadah serta meningkatkan kesejahteraan mesjid melalui peningkatan manajemen, kemakmuran dan pemeliharaan. Berbicara tentang manajemen, penulis mengambil judul pemilihan ketua organisasi. Dimana dalam sistem pemilihan ketua organisasi yang dilakukan oleh badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 ini yaitu dengan sistem voting atau pemungutan suara. Adapun masalahyang sering terjadi dalam pemilihan Ketua badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 yaitu kurangnya penilaian kinerja kerja terhadap pemimpin. Maka dengan ini dibutuhkanlah sebuah sistem agar mendapatkan hasil yang sangat akurat dalam membantu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu sistem pendukung keputusan (SPK). Sistem pendukung keputusan (SPK) terdapat perhitungan yang membantu organisasi badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3 dalam memilih ketua organisasi tersebut dengan memenuhi kriteria-kriteria yang berlaku seperti, memiliki sikap dan perilaku yang baik, memiliki integritas kehidupan JIe, 131 Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. bermasyarakat, memiliki wawasan yang luas dan berasal dari jamaah mesjid Al-Hidayah. Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan suatu ilmu teknologi yang sangat membantu dalam menyelesaikan sebuah masalah dan pengambilan keputusan secara akurat dan tepat data yang tidak mampu dimanipulasi, jika menggunakan hasil keputusan yang sangat tepat. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pada penelitian ini menggunakan metode Moora di karenakan metode ini banyak memiliki kemudahan yang mudah untuk dipahami dan juga di mengerti dalam memisahkan suatu bagian yang sangat subjectif karena memiliki nilai bobot yang sangat efisien dalam menentukan pemilihan ketua organisasi badan keswadayaan masyarakat (BKM) mesjid Al-Hidayah marindal 1 pasar 3. Sistem pendukung keputusan (SPK) mempunyai berbagai metode antara lain yaitu MOORA. SAW. MOOSRA. AHP. WP. WASPAS. OCRA. TOPSIS. PSI. MAUT. Bermula penelitian terdahulu yang telah dilakukan berkaitan metode MOORA, maka penulis langsung menjadikkan titik acuan dalam memecahkan atau menyelesaikan masalah pada penelitian ini. Berdasarkan Penelitian terkait menurut Hendra pure tentang lokasi keberagaman produk, harga, dan kualitas pelayanan pengaruhnya terhadap minat belik pada pasar tradisional bersehati calaca tahun 2013, kriterianya yaitu lokasi, keberagaman produk, harga, kualitas pelayanan, dari criteria tersebut dapat dihasilkan 3. 632 pada alternatif x1 . Menurut Ermayanti Astuti. Nidia Enjelita Saragih menganalisis pemilihan sekolah terbaik dengan metode Moora tahun 2020 terdapat nilai criteria antara lain Nilai ekonomis , kemampuan minat belajar, waktu, fasilitas dan hasilnya pada alternatif y1bernilai 0. Terkait penelitian menurut Sri wardani. Syahrul Ramadhan. Solikhun tahun 2019 kriterianya kualitas, berat, memori, harga, dan kapasitas hasil bernilai 0. 2585 alternatif A3. Menurut Ardi Kusuma. Amatillah nasution. Reka safarti. Rivalri kristianto hondro. Efori buulolo pada tahun 2018 tentang nilai rapot, absensi, nilai tugas, prestasi dan miliki hasil 0. 2079 pada alternatif A5. Penelitian sebelumnya menurut Ermayantin astute tahun 2020 dengan menganalisis pemilihan sekolah pindah anter baik dengan metode moora pada dinas Pendidikan medan utara , terdapat criteria nilai ekonomis, kemampuan niat belajar, waktu, fasilitas dengan mendapatkan nilai 0 untuk alternative yi. Bermula penelitian terdahulu yang berkaitan metode MOORA, maka penulis langsung menjadikan titik acuan dalam memecahkan atau menyelesaikan masalah pada penelitian ini, agar mendapatkan nilai yang benar Ae benar adil dan METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Gambar 1 berikut merupakan gambar dari tahapan penelitian yang dilakukan: Gambar 1. Kerangka Penelitian Keterangan dari gambar 1 sebagai berikut: Analisa Masalah Analisa masalah berguna dalam memecahkan masalah yang ada dan menganalisis data sebelum melakukan perancangan atau perhitungan. Pengumpulan Data Pada penelitian ini dilakukan observasi yang berguna untuk memahami prosedur dalam pemilihan ketua Organisasi BKM JIe, 132 Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. Studi Literatur Untuk mempelajari dan menambah pemahaman peneliti mengenai Sistem Pendukung Keputusan (SPK) secara umum dan metode MOORA dengan khusus serta referensi lain yang berkaitan dengan penelitian. Analisa Dan Penerapan Metode Tahapan penelitian diawali dengan menganalisa permasalahan dalam pemilihan ketua Organisasi BKM. dengan perhitungan metode MOORA. Laporan Penelitian Tahapan ini membuat laporan dari seluruh penelitian yang telah dilakukan, untuk melihat apakah hasilnya telah tepat dengan yang diharapkan dan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan dari penelitian tersebut. 2 Organisasi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Badan keswadayaan masyarakat (BKM) ialah suatu lembaga yang terdiri dari sekelompok warga/masyarakat yang merupakan penduduk asli dari suatu kelurahan/desa. Badan keswadayaan masyarakat (BKM) juga merupakan sebuah wadah sosialisasi kelompok masyarakat sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam proses pembangunan masyarakat yang makmur. Organisasi ini dibangun dan dibubarkan atas dasar kesepakatan warga bersama. 3 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ialah suatu kumpulan data sebagaimana memiliki fungsi untuk membantu para pengambil keputusan dalam menangani permasalahan . Ae. 4 Metode Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) Metode moora merupakan metode yang memiliki perhitungan yang sangat sederhana dan memiliki slektifitas yang cukup Cost dan benefit bertentangan dengan kriteria yang telah di tentukan dalam metode MOORA. Tujuan menggunakan metode MOORA supaya seseorang dapat menciptakan hasil yang sesuai dan tepat tanpa manipulasi. Dalam metode MOORA terdapat 4 langkah dalam menyeselesaikan sebuah masalah . Ae. , sebagai berikut: Mempersiapkan Matriks Keputusan ycU11 ycU12 ycU22 Xij[ ycU21 ycU1ycu ycU2ycu A ] A ycUycoycu ycUyco1 ycUyco2 Keterangan: Xij = Matriks Keputusan Alternatif i Pada Kriteria j = Alternatif (Bari. = Atribut/Kriteria (Kolo. = Jumlah Atribut/Kriteria = Jumlah Alternatif/Baris Melakukan Normalisasi Matriks Keputusan X O ij = Xij a. Oo[Ocm i=1 XycnycA] Keterangan: Xij = Matriks Keputusan Alternatif i Pada Kriteria j = Alternatif (Bari. = Atribut/Kriteria (Kolo. = Jumlah Atribut/Kriteria X*ij = Matriks Normalisasi Pada Alternatif i Pada Kriteria Menentukan Nilai Optimasi Dalam menentukan nilai optimasi terdapat 2 pilihan diantaranya yaitu: Tanpa melibatkan bobot saat melakukan perhitungan menentukan nilai optmasi, maka rumusnya sebagai berikut: yci ycUycn = Ocyc=1 ycU O ycnyc Oe Ocycuyc=yci 1 ycU O ycnyc a. Keterangan: Xij = Matriks keputusan alternatif i pada kriteria j = Attribut/kriteria . = Jumlah attribut/kriteria/kolom dengan kriteria benefit = Attribut/kriteria . dengan kriteria cost . = Jumlah attribut/kriteria/kolom yi = Nilai optimasi pada alternatif i Menentukan nilai optimasi dengan melibatkan bobot, maka dengan ini rumus yang akan di gunakan sebagai berikut: JIe, 133 Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. yci ycUycn = Ocyc=1 ycycycU O ycnyc Oe Ocycuyc=yci 1 ycycycU O ycnyca. AA. Keterangan: Xij = Matriks keputusan alternatif i pada kriteria j = Attribut/kriteria . = Bobot Kriteria Ke j = Jumlah attribut/kriteria/kolom dengan kriteria benefit = Attribut/kriteria . dengan kriteria cost . = Jumlah attribut/kriteria/kolom yi = Nilai optimasi pada alternatif i Hasil Akhir dalam Menentukan Perangkingan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penetapan Alternatif. Kriteria dan Bobot Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) juga memerlukan data alternatif, agar dapat mempermudah pemilihan ketua BKM yang sesuai dengan kriteria. Ada beberapa data alternatif yang tertulis pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Data Alternatif Alternatif Keterangan Suhendri Pairin Edi Sukarman Rudi Hartono Zainal Abidin Dalam menghasilkan suatu keputusan untuk menentukan pemilihan ketua organisasi Badan keswadayaan masyarakat (BKM), maka dibutuhkan beberapa data serta kriteria dan nilai bobot. Untuk itu terdapat 4 . kriteria pada tabel 1 yang sudah diperhitungkan menggunakan ROC (Rank Order Centroi. dicari berdasarkan tingkat kepentingan dari kriteria, jika kriteria paling penting menurut si pencari keputusan maka datfar krtietia tersebut diurutkan menjadi nilai atau kriteria pertama, karena kriteria pertama dalam metode ROC (Rank Order Centroi. merupakan yang paling penting dan memiliki tingkat kepentingan terbesar, kriteria kedua dan ketika terendah selanjutnya dan seterunya demikian, sehingga penting dilakukan pengurutan terlebih dahulu terhadap kriteria paling penting dari kriteria Adapun penjelasan terhadap hal di atas dapat terlihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2. Data Kriteria dan Nilai Bobot Kriteria Keterangan IPK Kedisiplinan Skill/Kemampuan Tanggung Jawab Bobot 0,37 0,35 0,25 0,03 Jenis Benefit Benefit Benefit Benefit Keterangan Kriteria: Ipk = Nilai yang terdapat di akhir semester. Kedisiplinan = jika kita disiplin maka peluang untuk masuk ke sebuah organisasi Sangat Besar. Skill/Kemampua = Apabila kita mempunyai skill/kemampuan dalam berbagai hal termasuk dalam sebuah organisasi itu mempunyai peluang yang sangat besar, karena dalam membangun sebuah organisasi orang yang mempunyai skill yang dibutuhkan. Tanggung Jawab = salah satu hal yang wajib di bangun pada diri sendiri jika memasuki sebuah organisasi. Pada tabel 3 merupakan data alternatif yang akan di tentukan sebagai calon ketua BKM. Tabel 3. Data Alternatif pada tiap tiap kriteria Alternatif Suhendri Pairin Edi Sukarman Rudi Hartono Zainal Abidin Baik Sangat Baik Cukup Baik Sangat Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Sangat Baik Cukup Baik Iya Iya Iya Iya Iya Pada tabel 3 setiap alternatif pada tiap-tiap kriteria memiliki jenis data linguistik, untuk itu perlu di lakukan pembobotan yang sederhana seperti terlihat pada tabel 4 dan tabel 5. JIe, 134 Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. Tabel 4. Nilai Kriteria C2 dan C3 Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Bobot Tabel 5. Nilai Kriteria C4 Keterangan Iya Tidak Bobot Sehingga setelah data pada tabel 3 di bobotkan, akan menghasilkan data rating kecocokan seperti terlihat pada tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Ranting Kecocokan Alternatif Suhendri Pairin Edi Sukarman Rudi Hartono Zainal Abidin 2 Penerapan Metode MOORA Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memperoleh rating kecocokkan menggunakan metode MOORA: Langkah 1. Mempersiapkan Matriks Keputusan X = |. Langkah 2. Normalisasi Matriks X Keputusan Untuk kriteria C2 yaitu Kedisiplinan X*CA,CC= X*CC,CC= X*CE,CC= X*CE,CC= X*CI,CC= Oo. 42 22 42 32 Oo. 42 22 42 32 Oo. 42 22 42 32 Oo. 42 22 42 32 Oo. 42 22 42 32 = 7,348469 = 0. = 7,348469 = 0. = 7,348469 = 0. 7,348469 = 0. = 7,348469 = 0. Untuk Kriteria C3 yaitu Skill/Kemampuan X*CA,CE= X*CC,CE= X*CE,CE= X*CE,CE= X*CI,CE= Oo. 32 32 42 32 Oo. 32 32 42 32 Oo. 32 32 42 32 Oo. 32 32 42 32 Oo. 32 32 42 32 = 6,855655 = 0. = 6,855655 = 0. = 6,855655 = 0. = 6,855655 = 0. = 6,855655 = 0. Untuk Kriteria C4 yaitu Tanggung Jawab X*CA,CE= Oo. 22 22 22 22 = 4,472136 = 0. JIe, 135 Journal of Informatics. Electrical and Electronics Engineering ISSN 2807-9507 (Media Onlin. Vol 2. No 4. June 2023 | Hal 131Oe137 https://djournals. com/jie DOI 10. 47065/jie. X*CC,CE= X*CE,CE= X*CE,CE= X*CI,CE= Oo. 22 22 22 22 Oo. 22 22 22 22 = 4,472136 = 0. = 4,472136 = 0. Oo. 22 22 22 22 Oo. 22 22 22 22 = 4,472136 = 0. = 4,472136 = 0. Maka dapat menghasilkan nilai dari matriks keputusan yaitu: Langkah 3. Mencari Nilai Optimasi y*CA = . ,37*3,. ,35*0,4. ,25*0,2. ,03*0,4. = 1,4206 y*CA = . ,37*3,. ,35*0,5. ,25*0,4. ,03*0,4. = 1,5713 y*CA = . ,37*3,. ,35*0,2. ,25*0,4. ,03*0,4. = 1,5611 y*CA = . ,37*3,. ,35*0,5. ,25*0,5. ,03*0,4. = 1,7558 y*CA = . ,37*3,. ,35*0,4. ,25*0,4. ,03*0,4. = 1,6532 Dari hasil perhitungan menerapkan metode MOORA di atas, maka dapat diperoleh rangking dari tiap-tiap alternatif yang dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini. Tabel 7. Hasil Rangking Alternatif Keterangan Suhendri Pairin Edi Sukarman Rudi Hartono Zainal Abidin Hasil 1,5713 1,7558 1,6532 Ranking Alternatif A1>A2>A3>A4>A5 maka alternatif A4 yaitu Rudi Hartono yang terpilih sebagai Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa. Penentuan bobot sangat berpengaruh terhadap penilaian dari setiap alternatif yang akan dihitung. Pemilihan Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1 menggunakan metode Multi Ae Objective on the basis ratio analysis (MOORA) yang dapat membantu suatu Organisasi agar mendapatkan hasil pemilihan Ketua yang lebih efektif. Penggunaan metode Rank Order Centroid (ROC) sangat membantu menutupi kekurangan dan kelemahan dari metode Multi Ae Objective on the basis ratio analysis (MOORA) sehingga mendapatkan hasil dari pengambilan keputusan menjadi lebih akurat dan sangat optimal. Hasil dari pencarian data pemilihan Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1 lebih mudah diproses dan dimengerti sehingga membuat data lebih tepat dan objektif. Data yang tertera pada hasil dan pembahasan merupakan data yang berhak diajukan, ditetapkan dan dicalonkan sebagai Ketua yang layak menjadi pertimbangan untuk suatu Organisasi seperti BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1. Sistem pendukung keputusan pemilihan Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1 dengan menggunakan metode Multi Ae Objective on the basis ratio analysis (MOORA) yang dapat menjadi acuan rekomendasi suatu Organisasi agar dapat memberikan pemilihan terbaiknya. Hasil peringkat tertinggi dari penelitian ini yaitu alternatif A4 (Rudi Harton. yang Berhak terpilih sebagai Ketua Organisasi BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Marindal 1. REFERENCES