E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Pemberdayaan KWT Arum Lestari Desa Pandak Banyumas Melalui Inovasi Ipteks Untuk Meningkatkan Kualitas dan Pemasaran Produk Makanan Ringan Empowerment of the Arum Lestari KWT in Pandak Village. Banyumas. Through Science and Technology Innovation to Improve the Quality and Marketing of Snack Products. Sarno1*. Syahrul Ganda Sukmaya1. Muhamad Solekan1. Faishal Permana1. Altri Mulyani1 1Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia *email korespondensi: sarno@unsoed. Abstract The Arum Lestari Women Farmers Group in Pandak Village. Banyumas, has a great opportunity in developing the production of snacks made from local agricultural products. The snacks produced are processed sweet potato products. The problems faced include limitations in maintaining product quality, lack of efficiency in the production process, and constraints in marketing and business management. The objective of the community service activity is to improve the quality and effectiveness of marketing the produced snacks. The solutions offered focus on developing important aspects such as: . science and technology innovation to improve product quality, . strengthening branding, and . enhancing digital The activity implementation method is the Participatory Rural Appraisal method, carried out through activities including: socialization, training, science and technology application, evaluation, and The results of the activity show that the empowerment program for the Arum Lestari Women Farmers Group through science and technology innovation successfully achieved its objectives, such as: . significantly improving product quality and consistency through process standardization and appropriate technology, . increasing production efficiency and capacity, resulting in higher profit margins, and . expanding market reach through marketing digitalization, which collectively increased turnover by 85%. Generally, the science technology application activities carried out are considered successful because they brought benefits and could increase the partners' knowledge and skills by 85% from the previous condition. Keywords : Women Farmer Group. Technology. Innovation. Product quality. Marketing Abstrak Kelompok Wanita Tani Arum Lestari di Desa Pandak. Banyumas, memiliki peluang besar dalam mengembangkan produksi makanan ringan berbahan dasar hasil pertanian lokal. Makanan ringan yang diproduksi adalah olahan pangan ubi jalar. Masalah yang dihadapi, seperti keterbatasan menjaga kualitas produk, kurangnya efisiensi proses produksi, serta kendala pemasaran dan pengelolaan usaha. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pemasaran produk makanan ringan yang dihasilkan. Solusi yang diperoleh difokuskan pada pengembangan aspek penting seperti : . inovasi ipteks untuk meningkatkan kualitas produk, . penguatan branding, dan . peningkatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah metode Participatory Rural Appraissal melalui kegiatan yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan ipteks, evaluasi dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Arum Lestari melalui inovasi Ipteks berhasil mencapai tujuan seperti. meningkatkan kualitas dan konsistensi produk secara signifikan melalui standarisasi proses produksi, . meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi yang menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi, dan . memperluas jangkauan pasar melalui digitalisasi pemasaran, yang secara kolektif meningkatkan omset sebesar 85%. Secara umum kegiatan penerapan ipteks yang telah dilakukan dikatakan berhasil karena membawa manfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mitra sebesar 85 % dari kondisi sebelumnya. E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Kata kunci: Kelompok Wanita Tani. Teknologi. Inovasi. Kualitas Produk. Pemasaran Copyright A 2026 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang terletak di pintu gerbang masuk wilayah wisata Baturraden. Luas wilayahnya mencapai 87 Hektar terdiri dari tanah sawah seluas 47 Hektar dan bukan sawah seluas 40 Hektar. Desa Pandak memiliki jumlah penduduk sebanyak 2. 950 jiwa yang terdiri dari jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1. 470 jiwa dan perempuan sebanyak 1. 480 jiwa (BPS Kabupaten Banyumas, 2. Mayoritas penduduknya bermatapencaharian mengurus rumah tangga dan sebagai karyawan atau pekerja. Sementara rata-rata tingkat pendidikan penduduknya adalah tingkat Sekolah Dasar (SD). Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang bergerak dibidang usaha produksi makanan ringan berbahan dasar hasil pertanian lokal adalah KWT Arum Lestari. KWT Arum Lestari beralamat lengkap di Desa Pandak Jalan Bima RT 03/RW 03 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. KWT tersebut berdiri sejak 23 Februari 2015. Jumlah pengurus dan anggota sejak awal sebanyak 35 orang. Rata-rata tingkat pendidikan SD. Mayoritas pekerjaannya mengurus rumah tangga. Sejak awal KWT Arum Lestari eksis melakukan kegiatan produksi aneka makanan ringan dari olahan pangan lokal ubi jalar. Semua bahan baku pangan lokal ubi jalar tersedia banyak diwilayah sekitar. Adanya keterbatasan dalam KWT, maka kapasitas produksi makanan ringan baru mencapai rata-rata 100 kemasan/bulan atau sekitar 10 kg. Harga produk juga masih terjangkau sekitar Rp 8. 000,-/kemasan @100 gram. Sementara untuk wilayah pemasaran masih sangat terbatas berada diwilayah lokal sekitar desa. Pada mulanya keberadaan potensi pangan lokal ubi jalar belum banyak diolah, artinya masyarakat mayoritas masih menjual langsung hasil panennya ke pasar yang seringkali harga jualnya rendah. Oleh karena itu KWT Arum Lestari mulai bergerak memanfaatkan nya untuk diolah menjadi aneka makanan ringan seperti keripik ubi jalar ungu, stik ubi jalar ungu, dan cireng ubi jalar ungu. Keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan pertanian khususnya di pedesaan dapat diwujudkan melalui peran serta dan partisipasi pada kelompok wanita tani. Peran KWT sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan keluarga. Upaya tersebut nyata dilakukan melalui usaha agroindustri dengan mengolah bahan baku pangan lokal ubi jalar sebagai produk utama (Asta Putri et al. , 2. Sebagai kelompok masyarakat produktif. KWT Arum Lestari menyadari bahwa peranan kelompok sangat penting untuk meningkatkan perekonomian lokal dan masyarakat sekitar. Potensi keberadaan kelompok masyarakat produktif yang besar pada KWT Arum Lestari menunjukkan adanya peluang yang dapat Akan tetapi KWT Arum Lestari masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pengembangan usahanya. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dalam menjaga kualitas produk, kurangnya efisiensi dalam proses produksi, serta kendala dalam pemasaran dan pengelolaan Produk yang dihasilkan masih terbatas pada varian standar tanpa diferensiasi yang signifikan, sehingga sulit bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, branding yang belum optimal menyebabkan produk kurang dikenal oleh konsumen. Di sisi lain, pemasaran tradisional yang masih diandalkan membuat jangkauan pasar terbatas, sehingga kehilangan peluang untuk memperluas pasar ke luar daerah atau bahkan pasar nasional. Penguatan branding menjadi elemen penting dalam E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej upaya membangun citra dan identitas produk. Branding yang kuat akan memperkuat kepercayaan konsumen dan menegaskan kualitas produk (Widya et al. , 2. Permasalahan tersebut relevan dengan studi yang menunjukkan bahwa inovasi produk, branding, dan pemasaran digital merupakan tiga pilar utama dalam pengembangan UKM. Menurut (Kusuma, 2. , inovasi produk dapat meningkatkan daya saing UKM dengan memberikan nilai tambah dan memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Selain itu, branding yang kuat dapat membantu UKM membangun identitas yang membedakan produk mereka dari kompetitor (Sutanto, 2. Pemasaran digital juga menjadi kunci keberhasilan UKM di era modern, karena memungkinkan usaha kecil menjangkau konsumen dengan biaya yang lebih efisien dan akses yang lebih luas (Setyawan, 2. Wilayah Baturraden sebagai salah satu daerah wisata memiliki potensi besar untuk menjadi sentra pengolahan produk berbasis olahan hasil pertanian atau sentra oleh-oleh khas Banyumas. Namun, kurangnya dukungan dalam bentuk pelatihan inovasi, branding, dan pemasaran digital membuat KWT Arum Lestari sulit berkembang. Dalam konteks ini, diperlukan intervensi berupa program penguatan kapasitas melalui pendekatan yang holistik. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada, tetapi juga untuk menciptakan model pengembangan yang dapat diterapkan di daerah lain dengan potensi serupa. KWT Arum Lestari merupakan kelompok masyarakat yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga (Rusli et al. , 2. KWT Arum Lestari dengan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya dibidang pengolahan dan pemasaran produk. sejak dulu mengolah aneka makanan ringan berbahan dasar ubi jalar dengan menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan bersifat tradisional. KWT sama sekali belum mengenal inovasi teknologi tepat guna yang dapat membantu produksinya. Selama ini para anggota KWT masih terbatas pengetahuan dan keterampilan dalam hal daya saing dan inovasi produk. Konsumen atau pelanggan produk baru meliputi para pengecer diwilayah sekitar. Sistem pemasaran produk yang dilakukan selama ini masih menggunakan sistem offline. Keberadaan bahan baku sebenarnya tidak ada masalah, akan tetapi jika diolah terus sementara tidak ada upaya peningkatan daya saing produk dan inovasi maka akan dapat menyebabkan lemah usahanya. Para konsumen atau pelanggan bisa saja mengurangi jumlah permintaan produk bahkan ada yang sama sekali menghentikan permintaan. KWT Arum Lestari sama sekali belum memikirkan bagaimana upaya meningkatkan daya saing dan kualitas produk, strategi branding dan pemasaran secara digital. Lemahnya daya saing tentunya dapat menyebabkan pendapatan usaha menurun drastis. Kondisi saat ini KWT Arum Lestari belum memiliki inovasi teknologi Terlebih yang berkaitan dengan penggunaan teknologi tepat guna yang membantu proses produksi belum dimiliki. Semua produksi masih menggunakan teknologi sederhana dan tradisional. Dari berbagai permasalahan di atas, pemberdayaan KWT Arum Lestari melalui inovasi berbasis Ipteks menjadi solusi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produksi dan efektivitas Dengan penerapan teknologi tepat guna, strategi pemasaran digital, serta pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan KWT mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar yang lebih luas serta memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pemasaran produk makanan ringan yang dihasilkan KWT Arum Lesatri. E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej METODE Metode pelaksanaan yang sistematis dan efektif kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Pendidikan Masyarakat Tahap ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi atau penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pemahaman atau pengetahuan kelompok mitra. Pada tahap awal, dilakukan analisis terhadap kondisi KWT Arum Lestari untuk memahami permasalahan yang ada serta menentukan kebutuhan yang paling mendesak. Langkah-langkahnya meliputi kegiatan survey dan observasi lapangan ( mengidentifikasi kondisi produksi, pemasaran, mengkaji potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk, diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) dan penyusunan program kegiatan. Tahap Kegiatan Difusi Ipteks Tahap ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan penerapan teknologi dan inovasi dengan tujuan meningkatkan keterampilan kelompok mitra. Pada tahap ini, dilakukan pelatihan dan implementasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan teknologi pengolahan pangan, penggunaan alat produksi modern yang lebih higienis dan efisien, penerapan teknik produksi yang lebih efektif untuk meningkatkan mutu dan daya tahan produk dan diversifikasi dan inovasi produk. Kegiatan menerapkan teknologi seperti teknologi tepat guna mesin pengering, handsealer yang berfungsi dalam peningkatan kualitas produksi. Selain itu adalah penerapan teknologi dibidang pemasaran dan branding produk. Penerapan teknologi desain kemasan dan Tahap Kegiatan Mediasi Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu kelompok mitra dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya dalam usaha. Tahap Kegiatan Advokasi Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mengadvokasi atau mendampingi kelompok mitra dalam pelaksanaan kegiatan, apakah sudah sesuai dengan target dan tujuannya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dirancang secara sistematis mulai dari identifikasi permasalahan, peningkatan kapasitas produksi, penguatan pemasaran, hingga evaluasi Dengan pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan komunitas, diharapkan KWT Arum Lestari dapat menjadi kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Pada dasarnya metode pelaksanaan kegiatan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah metode Participatory Rural Appraissal (Wilujeng et al. , 2. Metode yang mendorong masyarakat pedesaan untuk turut serta meningkatkan pengetahuan dan menganalisa kondisi mereka sendiri, wilayahnya sendiri yang berhubungan dengan hidup mereka sehari-hari agar dapat membuat rencana dan kerjasama yang harus dilakukan, dengan cara pendekatan berkumpul bersama (Lestari, 2. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masayarakat adalah KWT Arum Lestari yang beralamat pada Desa Pandak Jalan Bima RT 03 RW 03 Kecamatan Baturraden E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Kabupaten Banyumas. Lokasi mitra berada 4. 5 km dari Universitas Jenderal Soedirman. Peran dan partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan sangat aktif. Selain itu mitra siap menyediakan bahan yang diperlukan untuk kelancaran program, siap untuk menetapkan teknis pelaksanaan, dan tentu saja bersedia untuk menjadi objek kegiatan. Partisipasi mitra juga ditunjukkan dengan kesediaannya untuk menyediakan dana pendukung kegiatan berupa tunai maupun inkind . asilitas dan peralatan pendukun. seperti tempat/lokasi produksi, peralatan produksi yang Keterkaitan antara metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan keberadaan mitra sangat penting untuk kesuksesan dan dampak positif dari kegiatan Melibatkan mitra dengan cermat dalam metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat memastikan bahwa program tersebut benar-benar mencerminkan kebutuhan dan konteks lokal, sehingga meningkatkan dampak positif dan keberlanjutan usaha. Kegiatan evaluasi dilakukan pada semua tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir pembuatan laporan kegiatan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan tujuan agar tidak ditemui adanya kendala atau masalah dalam kegiatan. Selain itu juga ditujukan agar kegiatan dipastikan dapat berjalan dan membawa banyak manfaat bagi mitra dan sebagai kegiatan akhir yaitu pelaporan hasil kegiatan dalam bentuk administrasi dan publikasi kepada masyarakat secara Rancangan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi menetapkan tujuan evaluasi, metode evaluasi, indikator evaluasi dan waktu evaluasi. Tahap evaluasi dan keberlanjutan program dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan dan memastikan HASIL DAN PEMBAHASAN Program pemberdayaan KWT Arum Lestari di Desa Pandak. Banyumas, didasarkan pada identifikasi masalah utama yaitu kualitas produk makanan ringan yang tidak konsisten dan jangkauan pasar yang terbatas meskipun memiliki potensi bahan baku lokal yang melimpah. Sebelum penerapan Ipteks. KWT memproduksi makanan ringan olahan ubi jalar frozen dengan metode tradisional, yang mengakibatkan rasa, daya simpan pendek, dan tampilan kemasan yang kurang menarik. Tujuan utama program ini adalah mentransformasi KWT dari produsen subsisten menjadi unit usaha mikro yang berkelanjutan, kompetitif, dan berorientasi pasar melalui adopsi teknologi tepat guna dan strategi digital. Program penerapan Ipteks ini difokuskan pada peningkatan kualitas dan efisiensi produksi dan perluasan jangkauan pemasaran . novasi ipteks digita. Hasil pelaksanaan program disajikan dengan mengintegrasikan data kualitatif . erubahan perilaku dan pengetahua. dan kuantitatif . fisiensi, kualitas, dan omse. Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Produksi Intervensi utama pada kegiatan ini adalah pengenalan dan pelatihan penggunaan teknologi tepat guna (TTG) dan standarisasi proses. Program ini memfasilitasi pengadaan dan pelatihan intensif untuk alat produksi, seperti mesin peniris minyak . , handsealer, dan peralatan produksi lainnya. Adapun hasil kegiatan sebelum dan sesudah penerapan ipteks dalam upaya peningkatan kualitas dan efisiensi produksi tersaji pada Tabel 1. E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Tabel 1. Hasil Kegiatan Penerapan Ipteks Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Produksi Indikator Efisiensi produksi Kandungan minyak produk akhir Tingkat produk gagal Teknologi produksi Sebelum 3 kg/jam . Sesudah 1 kg/jam . Keterangan Pengurangan waktu proses produksi 66,6% Tinggi Rendah Signifikan Kurang lebih 15% Sederhana/manual Kurang Lebih 5% Otomatis Pengurangan 66,7% Signifikan Sumber : Data primer diolah, 2025 Indikator kualitas dan efisiensi produksi dijadikan parameter dalam kegiatan dengan tujuan untuk menilai seberapa besar proses produksinya dalam menghasilkan barang berkualitas tinggi secara konsisten . sambil mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti waktu, tenaga kerja, dan bahan baku . Kegiatan peningkatan kualitas dan efisiensi produksi diimplementasikan dalam pelatihan dan pendampingan penerapan TTG mesin spiner, handsealer dan peralatan produksi lainnya. Penerapan Ipteks terbukti menjadi katalisator utama dalam mentransformasi kualitas produk makanan ringan KWT Arum Lestari. Penggunaan mesin spinner, handsealer otomatis bukan sekadar penggantian alat, tetapi merupakan pergeseran paradigma dari produksi volumetrik menjadi produksi berkualitas. Inovasi Ipteks di sini tidak hanya meningkatkan kualitas fisik produk, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan daya saing secara keseluruhan. Efisiensi produksi yang terjadi menunjukkan adanya peningkatan produktivitas dan kecepatan proses produksi yang signifikan. Waktu proses produksi berkurang sebesar 66,6 %. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kerja menjadi 3 kali lebih efisien. Efisiensi ini memiliki dampak ganda yaitu peningkatan kapasitas kelompok mitra untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar . eperti pesanan reseller atau event besa. tanpa mengorbankan kualitas, yang merupakan prasyarat untuk skalabilitas bisnis. Selain itu peningkatan profitabilitas, yaitu pengurangan produk gagal dan penghematan waktu secara langsung menurunkan biaya produksi per unit, meningkatkan margin keuntungan kelompok mitra. Keberhasilan tersebut bergantung pada kemampuan kelompok untuk memelihara dan memperbaiki peralatan Ipteks secara mandiri. Oleh karena itu, program pelatihan lanjutan mengenai perawatan alat harus menjadi fokus berikutnya. Adopsi Ipteks harus diikuti dengan pengembangan kapasitas teknisi internal dalam kelompok. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota KWT dalam meningkatkan kualitas produk makanan ringannya sebesar 85% dari kondisi sebelumnya. Hal tersebut berarti bahwa dampak kegiatan penerapan ipteks yang dilakukan membawa manfaat bagi kelompok mitra. Peningkatan Pemasaran Produk Pentingnya Ipteks dalam peningkatan pemasaran produk makanan ringan sangatlah krusial di era digital dan persaingan pasar yang ketat saat ini. Ipteks tidak hanya berperan dalam inovasi produk itu sendiri, tetapi juga menjadi alat utama untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan membangun citra merek yang kuat. Pentingnya Ipteks dalam peningkatan pemasaran produk makanan ringan, dikelompokkan menjadi tiga pilar utama: E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej Peningkatan Daya Saing melalui Inovasi Produk dan Kualitas Pemasaran modern dimulai dari kualitas produk. Ipteks memastikan bahwa produk makanan ringan memiliki nilai jual yang tinggi sebelum didistribusikan. Penerapan Ipteks, seperti teknologi pengolahan tepat guna menjamin konsistensi rasa, tekstur, dan penampilan Pentingnya konsistensi adalah fondasi kepercayaan konsumen. Produk yang konsisten memudahkan upaya pemasaran karena klaim kualitas dapat dipertahankan di setiap produksi. Ipteks memberikan solusi untuk masalah daya simpan dan daya tarik visual. Teknologi pencetakan memungkinkan penciptaan kemasan yang informatif, menarik, dan Perluasan Jangkauan Pasar Melalui Digitalisasi Pada kegiatan tersebut para pengurus dan anggota KWT dilatih untuk memanfaatkan media sosial (Whatssap. secara sederhana. Tujuannya agar jangkauan pemasaran produk makanan ringan meluas tidak hanya pada tingkat lokal. Selain itu menciptakan pasar baru dimana KWT tidak lagi bergantung pada penjualan lokal musiman, melainkan menjadi pemain di pasar nasional, serta penguatan branding. Kemasan baru yang didukung oleh fotofoto produk profesional dan narasi merek di media sosial telah membangun citra merek KWT Arum Lestari sebagai produsen makanan ringan berkualitas dari Banyumas. Meskipun digitalisasi berhasil, tantangan seperti persaingan harga di marketplace memerlukan pembelajaran Ipteks berkelanjutan. KWT harus terus mengembangkan strategi content marketing yang kreatif dan efisien untuk mempertahankan traffic dan penjualan. Hal ini menegaskan bahwa Ipteks bukanlah intervensi tunggal, melainkan proses pembelajaran adaptif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan upaya peningkatan pemasaran produk berhasil menerapkan ipteks terutama pada desain dan kemasan produk yang lebih menarik serta digitalisasi pemasaran melalui media sosial. Inovasi Ipteks di bidang digitalisasi pemasaran membuktikan bahwa batasan geografis dapat diatasi, menjadikan KWT bukan hanya unit produksi lokal, tetapi pemain di pasar nasional. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya adaptabilitas anggota KWT terhadap teknologi Secara keseluruhan. Ipteks adalah mesin penggerak utama bagi KWT untuk bertransformasi dari sekadar produsen lokal menjadi pemain yang kompetitif di pasar yang lebih luas. Tanpa Ipteks, kualitas produk sulit distandarisasi dan upaya pemasaran akan terhenti di batas-batas geografis. Hasil kajian yang telah dilakukan berkaitan dengan daya saing produk dapat dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang efektif, segmentasi pasar, dan pengelolaan merek. Pentingnya daya saing produk tidak hanya berdampak pada kesuksesan perusahaan tetapi juga memainkan peran kunci dalam perkembangan ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan (Sarno, 2. Hal tersebut diperkuat dengan konsep daya saing memiliki peran strategi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya sebagai elemen- elemen kunci dalam mencapai keunggulan bersaing (Kotler, 2. Selain itu hasil riset menunjukkan bahwa strategi pemasaran mengintegrasikan produk, harga, tempat, dan promosi . trategi pemasaran terintegras. Peran pemasaran dalam meningkatkan daya saing produk sangat penting. Peningkatan daya saing produk unggulan pangan lokal sangat dibutuhkan dan penting untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan usaha (Sarno. Muhamad S olekan, 2. Upaya peningkatan daya saing produk merujuk pada serangkaian E-ISSN : 3109-1865 Vol 2 No 1 Tahun 2026 Hal 1-9 Doi : 10. 32585/agriej. https://journal. id/index. php/agriej strategis yang diambil untuk meningkatkan kemampuan produk dalam bersaing di pasar, baik pada tingkat lokal maupun internasional. Ini melibatkan berbagai aspek, termasuk peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, pemasaran, inovasi, dan pemahaman pasar. Tujuannya adalah untuk memastikan produk mampu memenuhi standar yang tinggi, menarik minat konsumen, dan tetap relevan dalam persaingan global. Gambar 1. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pada KWT Arum Lestari SIMPULAN Program pemberdayaan KWT Arum Lestari Desa Pandak melalui inovasi Ipteks terbukti berhasil dalam mencapai tujuan utamanya. Intervensi Ipteks berhasil membawa dampak sebagai berikut : Meningkatkan kualitas dan konsistensi produk makanan ringan secara signifikan melalui standarisasi proses dan Teknologi Tepat Guna (TTG). Meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi makanan ringan yang menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi. Memperluas jangkauan pasar melalui digitalisasi pemasaran yang secara kolektif meningkatkan omset sebesar 85%. Secara umum kegiatan penerapan ipteks yang telah dilakukan dikatakan berhasil karena membawa manfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan k e l o m p o k mitra sebesar 85 % dari kondisi sebelumnya. KWT Arum Lestari disarankan untuk terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi sesuai dengan selera konsumen atau pasar. Dukungan dari berbagai stakeholder mulai dari pemerintah daerah maupun swasta sangat dibutuhkan untuk membantu mengembangkan program peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH