Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar PENERAPAN KODE ETIK PROFESI GURU BK SEBAGAI KONSELOR DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Yuni Setya Ningsih UIN Sunan Ampel Surabaya yunisetyan@gmail. Nur Chandra Makhsudin UIN Sunan Ampel Surabaya nurchandramakhsudin06@gmail. Moh Yudan Rosyidi UIN Sunan Ampel Surabaya yudanrosyidi25@gmail. Anastasya Dwi Andryani UIN Sunan Ampel Surabaya anastasya0389@gmail. Abstract: Kode etik profesi guru BK tentunya harus tercermin dari perilaku dan tindakan yang diimplementasikannya. Sebagai konselor di sekolah, guru BK wajib untuk memberikan segala layanan konselor pada seluruh peserta didik dalam menangani beberapa perbedaan permasalahan yang dialaminya. Salah satu permasalahan yang sering muncul di sekolah ialah perilaku bullyng. Terjadinya perilaku bullying tentunya karena beberapa factor yang melatarbelakanginya. Banyak kasus bullying tidak terungkap karena korban mendapat ancaman dari pelaku dan tidak berani mengadukannya, sehingga menyebabkan guru BK ataupun guru-guru lain yang ada di sekolah tidak mengetahuinya. Dalam pengumpulan informasi, penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library reasearc. dengan pendekatan Maka dari itu, guru BK memberikan beberapa strategi layanan bimbingan dan konseling yang bisa diterapkan di sekolah yakni meliputi: . Strategi layanan dasar. Strategi layanan peminatan dan perencanaan. Strategi layanan responsif. Strategi dukungan sistem. Oleh karena itu, dengan strategi layanan ini maka diharapkan perilaku bullying di sekolah mampu teratasi. Keywords: Kode etik profesi guru BK. Bullying. Strategi mengatasi Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 101 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis PENDAHULUAN Kode etik bimbingan dan konseling ialah seperangkat aturan, nilai, dan sikap yang telah disepakati dan harus ditaati oleh anggota organisasi bimbingan dan konseling dalam menjalankan tugasnya. 1 Hal ini sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling yang merupakan proses pelayanan pemberian bantuan secara berkesinambungan antara konselor dengan konseli supaya bisa mencapai kebaikan diri secara mandiri. 2 Sebagai konselor di sekolah tentunya guru BK memiliki peranan penting dalam keberlanjutan proses penyelesaian permasalahan yang dialami peserta didiknya sebagai Dalam menjalani kegiatan pembelajaran ataupun diluar pembelajaran di sekolah, tentunya setiap peserta didik pastinya memiliki sebuah permasalahan yang berbeda. Jika permasalahannya berbeda, jelaslah bahwa setiap penyelesaian pun juga akan berbeda. Seperti halnya Bullying, sebagai salah satu permasalahan yang sering muncul di sekolah, hal ini sering terabaikan oleh pengamatan guru di sekolah. Bullying sering kali terjadi di sekolah karena kurangnnya pengawasan dari guru dan tidak beraninya korban untuk melawan pelaku. Kebanyakan dari korban takut untuk melaporkan perilaku bullying kepada keluarga atau guru di sekolah terutama guru BK karena terngiang akan ancaman pelaku. Hal ini jelas bahwa perilaku bullying dari pelaku sangat mempengaruhi mental korban. Dengan menangani permasalahan bullying yang sangat memprihatinkan, tentunya penerapan kode etik profesi guru BK sebagai konselor sangat penting untuk diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran ataupun diluar pembelajaran sebagai salah satu bentuk alternatif dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah. Dalam hal ini tentunya juga diperlukan strategi-strategi yang perlu dilakukan oleh guru BK agar tujuan penyelesaian masalah mampu terlaksana secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru BK diharapkan mampu membuat pelaku jera sehingga tidak akan ada korban bullying lagi. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kepustakaan (Library reasearc. dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kepustakaan (Library Reasearc. adalah kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti buku referensi, hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, 1 Ach. Sudrajad Nurismawan. Findivia Egga Fahruni, dan Najlatun Naqiyah. AuStudi Aksiologi Etika Konselor dalam Memperbaiki Pemberian Layanan Konseling Individu di SekolahAy Vol 5 No 1 . : 67. 2 Akhir Pardamean Harahap dkk. AuAnalisis Pemahaman Kode Etik Profesi Konseling Pada Guru Bimbingan dan Konseling di MANAy Volume 06 Nomor 02 . : 4. Halaman 102 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. 3 Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kajian literatur atau studi pustaka dengan teknik pengumpulan data dari berbagai kajian pustaka dan artikel hasil penelitian yang relevan dengan tema. Analisis terhadap literatur bertujuan untuk mendapatkan sebuah gagasan untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk mengatasi perilaku bullying. HASIL DAN PEMBAHASAN Kode Etik Guru Bimbingan dan Konseling Kode etik merupakan suatu peraturan atau pedoman sikap dan tingkah laku bagi anggota, perusahaan atau profesi tertentu yang harus ditaati dan diikuti dalam menjalankan pekerjaan atau tugas yang dilakukannya. Konselor atau guru bimbingan konseling adalah salah satu profesi yang penting dalam pendidikan, khususnya untuk membantu peserta didik dalam mengatasi setiap permasalahan pribadi maupun non pribadi yang dihadapi peserta didik. Konselor atau guru bimbingan konseling juga merupakan salah satu profesi yang mengharuskan untuk selalu mengikuti dan menaati kode etik yang sudah di tetapkan yakni kode etik konseling. Kode etik konselor merupakan seperangkat norma, sistem nilai dan moral yang mendasari perilaku anggota profesi dalam menjalankan tugas keprofesiannya dan kehidupan di masyarakat dalam rangkaian budaya 4 Kode Etik Guru Bimbingan dan konseling sebagaimana disusun oleh ABKIN . yakni sebagai berikut: Kualifikasi. Guru BK harus memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana Pendidikan (S-. dalam bidang Bimbingan dan Konseling dan memiliki kompetensi akademik di bidang Bimbingan dan Konseling. Kompetensi, memiliki empat kompetensi yang harus dimiliki guru BK kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kegiatan Profesional, meliputi. praktik pelayanan secara umum, praktik pada unit kelembagaan, praktik mandiri, dukungan sejawat profesional konselor, informasi dan riset, dan penggunaan instrumen assesmen. Penghargaan dan keterbukaan, meliputi. perhargaan terhadap sasaran layanan dan kebenaran dan keterbukaan. Kerahasiaan Dan Berbagi Informasi, meliputi. kerahasiaan, berbagi informasi dengan pihak lain, rekaman data konseling, dan penelitian. 3 Milya Sari. AuPenelitian Kepustakaan (Library Researc. dalam Penelitian Pendidikan IPA,Ay t. 4 Aniswita Herman Nirwana Neviyarni Mudjiran. AuKode Etik Konseling: Teoritik Dan Praksis,Ay Inovasi Pendidikan 8, no. Juli 2. , https://doi. org/10. 31869/ip. Hal. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 103 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis Setting Layanan, meliputi. suasana dan sarana fisik dan kondisi sosiopsikologis. Tanggungjawab, meliputi. tanggung jawab kepada konseli, tanggungjawab kepada atasan dan pemangku kepentingan lainnya, tanggungjawab kepada ilmu dan profesi, tanggungjawab kepada diri sendiri, dan tanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran dan Sanksi, meliputi. bentuk pelanggaran dan sanksi terhadap pelanggaran dan mekanisme penerapan sanksi. Tugas dan Tanggungjawab Guru BK Tugas Guru BK adalah mengetahui dan memahami perilaku dan sistem konseling pada peserta didik sehingga mereka mampu membantu peserta didik dalam mengatasi permasalahannya. Guru bk juga mempunyai tugas dan tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan terhadap sejumlah peserta didik Tugas guru BK di sekolah adalah mengampu layanan konseling sehingga konselor mampu menjadikan peserta didik menjadi KES. Sejalan dengan hal tersebut tugas guru pembimbing menurut Slameto . mendidik dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, . memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pegalaman belajar yang memadai, . membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai, dan penyesuaian diri, dalam proses pembelajaran guru tidak terbatas pada penyampaian ilmu pengetahuan akan tetapi juga bertanggung jawab akan seluruh perkembangan kepribadian siswa. Dari pendapat tersebut diuraikan bahwa dalam belajar bukan hanya ilmu dan pengetahuan saja yang diperoleh peserta didik, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Karena salah satu tujuan dari belajar adalah dengan melihat adanya perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam diri siswa tersebut. Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan juga diselenggarakan untuk membantu peserta didik/konseli dalam mencapai tugas-tugas Guru bimbingan dan konseling atau konselor disekolah berperan membantu tercapainya perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir konseli, menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling yaitu fungsi pemahaman, fasilitasi, penyesuaian, penyaluran, adaptasi, pencegahan, perbaikan, advokasi, pengembangan, dan pemeliharaan. Meskipun guru bimbingan dan konseling atau konselor memegang peranan kunci dalam 5 Nanik Nurhayati and Siti Nurfarida Pw. AuOptimalisasi Peran Dan Fungsi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum 13,Ay Bikotetik (Bimbingan dan Konseling Teori dan Prakti. 2, no. 2 (April 15, 2. : 147, accessed December 22, 2022, https://journal. id/index. php/jbk/article/view/3771. Halaman 104 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar sistem bimbingan dan konseling di sekolah, dukungan dari kepala sekolah dan seluruh komponen sekolah sangat dibutuhkan. Keberhasilan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling, tidak hanya ada pada program pelaksanaan yang baik, namun juga kualitas dan kompetensi seorang konselor. Kersey . alam Denim: 2. ada empat kunci sukses dalam BK Kerelaan, motivasi, komitmen dan keyakinan. Guru Bimbingan dan Konseling memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang menimbulkan kesenjangan antara harapan, dimana semua peserta didik mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jadwal yang ditentukan dalam capaian pembelajaran (CP) dan kenyataan di lapangan bahwa kemampuan setiap peserta didik tidak sama. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Disinilah tugas dan tanggung jawab guru BK diperlukan. Bullying Secara harfiah, kata bully berarti menggertak dan mengganggu orang yang lebih lemah. 8 Dengan demikian dapat disimpulkan secara istilah, bullying adalah sifat kasar yang dimiliki seseorang dengan niat menggertak dan mengganggu orang yang lebih lemah yang berdampak terhadap psikis korban sehingga menjadi tidak nyaman baik disengaja maupun tidak sengaja. Sifat bullying sering muncul dengan alasan pelaku bersifat superior atau ditakuti di Selain itu, alasan pelaku untuk bersikap bullying yakni karena memiliki sikap iri kepada korban yang berlebihan. Bullying dapat terjadi di lingkungan mana saja di mana terjadi interaksi sosial antar manusia antara lain di sekolah . chool bullyin. , kampus, tempat kerja . orkplace bullyin. , dunia maya . yber bullyin. , lingkungan politik . olitical bullyin. , lingkungan militer . ilitary bullyin. , dan lingkungan masyarakat . reman, geng moto. Namun, kebanyakan perilaku bullying pada masa kini, sering disangkut pautkan dengan bercanda. Sedangkan, keduanya memiliki perbedaan yang sangat berlainan, bercanda memiliki tujuan mengakrabkan pertemanan dengan cara tertawa bersama, sedangkan Bullying memiliki tujuan untuk 6 Ibid. Hal. 7 Juwanto Juwanto. AuPeran Guru Bimbingan Dan Konseling Terhadap Penggunaan Handphone Oleh Siswa Di SMA Pembangunan Kota Padang,Ay Psikodidaktika: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling 5, no. 1 (June 30, 2. : 73, accessed December 22, 2022, https://journals. id/index. php/psikodidaktika/article/view/1225. Hal. 8 Ahmad Baliyo Eko Prasetyo. Bullying di Sekolah dan Dampaknya bagi Masa Depan Anak. Jurnal el-tarbawi No. 1 Vol. IV 2011. Hal 19 9 Ibid. Hal 20. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 105 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis mempermalukan bahkan menyakiti korban sehingga pelaku seolah olah memiliki sifat superior. Selain itu. Perlu diperhatikan bahwa dalam bercanda, ketika candaan yang tidak mengasyikkan dan dilakukan berulang kali yang berujung kepada seseorang tersakiti, hal ini bisa disebut juga sebagai bullying. Jenis Bullying Didalam Bullying, terdapat berbagai jenis yang membedakannya sesuai dengan pengertian yang terjadi di tengah lingkungan pergaulan seseorang. Jenis-jenis bullying dibagi menjadi 4 macam sebagaimana pada penelitian yang dilakukan oleh Arum Setiowati dan Siti Irene A. 10 , yakni: Verbal bullying, perundungan secara lisan, misalnya mengatakan atau menulis hal-hal yang berarti. Verbal intimidasi meliputi, sindiran, mengejek, dan mengancam untuk menyebabkan kerusakan. Verbal bullying dalam kesehariannya sering disepelekan, padahal verbal bullying memiliki dampak atau efek jangka panjang yang kemungkinan meninggalkan rasa trauma pada korban. Social bullying, perundungan sosial yang meliputi perusakan nama baik seseorang atau membuat hubungan orang menjadi kurang baik. Korban social bullying cenderung kesulitan dalam membentuk pertemanan dan sering memisahkan diri dari pergaulan. Physical Bullying, perundungan fisik meliputi memukul, menendang, peludahan, atau membuat gerakan yang kasar. Dalam kasus physical Bullying, efek dari bullying ini paling mudah dikenali oleh keluarga dan guru korban. Cyber Bullying, didefinisikan sebagai tindakan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung perilaku bermusuhan secara disengaja dan berulang oleh individu atau Cyber bullying merupakan tindakan perundungan yang paling jarang disadari oleh keluarga dan guru korban. Faktor Bullying Terdapat 5 faktor penyebab terjadinya perilaku bullying sebagaimana pada penelitian yang dilakukan oleh Ela Zain Zakiyah. Sahadi Humaedi, dan Meilanny Budiarti Santoso11, yakni: Keluarga. Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah: orang tua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau 10 Arum Setiowati. Siti Irene Astuti Dwiningrum. Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar Untuk Mengatasi Perilaku Bullying. Jurnal Elementary School Vol 7 No 2 Hal 190-191 11 Ela Zain Zakiyah. Sahadi Humaedi. Meil anny Budiarti Santoso. Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying. Jurnal Penelitian&PPM Vol 4 No 2 2017. Hal 327-328. Halaman 106 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar situasi rumah yang penuh stress, agresi, dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orang tua mereka, lalu mensimulasikan kepada kegiatan sehari-harinya, sehingga muncullah perilaku bullying tersebut. Anak menjadi pelaku bullying disebabkan kemampuan dalam beradaptasi yang buruk dan kurangnya pemenuhan kebutuhan dirinya dari orang Sekolah Pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini. Akibatnya, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi terhadap anak lain. Pihak sekolah kurang dalam ketentuan dan konsekuensi hukuman dalam mengatasi perilaku bullying yang terjadi. Oleh karena itu, pelaku tidak memiliki efek jera dan berani mengulangi Bullying ini biasanya terjadi pada kegiatan masa orientasi, perkemahan dan lain-lain. Faktor Kelompok Sebaya Anak-anak ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman di sekitar rumah, kadang kala terdorong untuk melakukan bullying. Hal ini disebabkan adanya sifat superior oleh seseorang sehingga mendorong dirinya untuk tidak terlihat lemah dalam kalangan kelompok sebayanya dan memiliki keinginan untuk menindas orang Kondisi lingkungan sosial Kondisi lingkungan sosial dapat pula menjadi penyebab timbulnya perilaku bullying. Salah satu faktor lingkungan sosial yang menyebabkan tindakan bullying adalah kemiskinan. Mereka yang hidup dalam kemiskinan akan berbuat apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak heran jika di lingkungan sekolah sering terjadi pemalakan antar siswanya. Tayangan televisi dan media cetak Televisi dan media cetak membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan. Survey yang dilakukan kompas (Saripah, 2. memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adeganadegan film yang ditontonnya, umumnya mereka meniru geraknya . %) dan kata-katanya . %). Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan khusus oleh orang tua dalam filtrasi atau penyaringan tontonan yang dilakukan oleh anak. Dampak Bullying Terhadap Korban Dampak Bullying Terhadap Korban dibagi menjadi 2 macam yakni dampak jangka pendek dan dampak jangka Panjang. Hal ini juga didukung dengan adanya penelitian oleh Ahmad Baliyo Eko Prasetyo yang menjelaskan Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 107 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis bahwa dalam jangka pendek, bullying dapat menimbulkan perasaan tidak aman, terisolasi, perasaan harga diri yang rendah, depresi atau menderita stress yang berujung dengan bunuh diri. Sedangkan efek jangka panjang, korban bullying dapat menderita. Strategi Guru BK Dalam Mengatasi Bullying Melalui Layanan BK Di Sekolah Dalam mengatasi sebuah permasalahan tentunya guru BK perlu menggunakan beberapa strategi yang dirasa cukup efektif dan efisien. Sebagaimana pada penelitian Caraka. Nindiya, dan Anne yang menjelaskan bahwa ada 4 strategi layanan bimbingan dan konseling yang dapat dilakukan dalam mengurangi perilaku bullying peserta didik di sekolah yaitu:12 Strategi Layanan Dasar Pengumpulan Data Kebutuhan Siswa Dapat dilakukan dengan cara melakukan pengumpulan data menggunakan Inventori Tugas Perkembangan dan Daftar Cek Masalah. Pengumpulan data ini bisa dilakukan melalui pengisian angket peserta didik terkait permasalahan apa yang sedang dialami. Dengan mengetahui permasalahan yang dialami, maka data ini akan dijadikan acuan guru BK dalam melakukan penanganan pada setiap masalah dengan latar belakang yang berbeda. Layanan Bimbingan Klasikal dan Bimbingan Kelompok Dalam penerapan layanan klasikal dan bimbingan kelompok ini, seperti halnya materi pelajaran yang disampaikan pada umumnya, maka penyampaian materi terkait bullying pun juga sama pentingnya untuk dipahami oleh seluruh peserta didik. Pengelolaan media informasi Untuk menunjang pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok maka diperlukan media informasi. Media informasi layanan bimbingan dan konseling dapat berupa papan bimbingan, leaflet, poster, buku saku, dan media lainya. Dengan menggunakan beberapa media informasi layanan bimbingan dan konseling, diharapkan peserta didik mampu memahami bahwa perilaku bullying akan memberikan dampak besar yang akan berpengaruh pada korban dan pelaku bullying sendiri. Strategi Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Layanan perencanaan individual dan peminatan sebagai layanan untuk merencanakan dan mempersiapkan masa depan peserta didik Caraka Putra Bhakti. Nindiya Eka Safitri, dan Anne Cyntia Dewi. AuStrategi Layanan Bimbingan dan Konseling Untuk Mengurangi Perundungan Siber di Kalangan Remaja,Ay Jurnal Psikoedukasi dan Konseling 2, no. Desember 2. : 5Ae6. Halaman 108 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Judul Artikel Nama Lengkap tanpa gelar dengan memperhatikan potensi yang ada pada dirinya termasuk memperhatikan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Layanan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait bahayanya dampak bullying. Strategi Layanan Responsif Layanan responsif merupakan layanan segera yang diberikan kepada peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui layanan responsif ini diharapkan peserta didik berani untuk mengonsultasikan permasalahan pribadi yang dialami sehingga guru BK selaku konselor mampu membantu untuk menangani permasalahan tersebut secara cepat dan tepat. Strategi Dukungan Sistem Konselor sekolah membangun jejaring kerjasama dengan orang tua, guru, dan staf sekolah lainnya. Jalinan kerjasama ini dimaksudkan agar kegiatan kolaborasi dalam layanan dasar dan layanan responsif dapat berjalan baik saat di sekolah maupun saat di rumah. Dalam hal ini telah diketahui bahwa dukungan sistem untuk peserta didik baik di sekolah dan diluar sekolah termasuk lingkungan sekitar juga akan sangat berpengaruh pada perkembangan perilaku peserta didik. Makah dengan menerapkan layanan ini diharapkan lingkungan sekitar juga akan mendukung dalam memberikan dampak positif dalam terlaksananya solusi layanan sebelumnya sebagai upaya untuk membentuk karakter siswa yang baik dan jauh dari perilaku bullying atau bahkan menjadi korban bullying. KESIMPULAN Kode etik bimbingan dan konseling ialah seperangkat aturan, nilai, dan sikap yang telah disepakati dan harus ditaati oleh anggota organisasi bimbingan dan konseling dalam menjalankan tugasnya. Tugas Guru BK adalah mengetahui dan memahami perilaku dan sistem konseling pada peserta didik sehingga mereka mampu membantu peserta didik dalam mengatasi Salah satu permasalahan yang dialami peserta didik di sekolah ialah perilaku bullying. Perilaku bullying biasanya terjadi karena yang kuat mengganggu yang lemah. Sementara jenis bullying sendiri ada 4 yaitu: . Verbal bullying. Social bullying. Physycal bullying. Cyber bullying. Selain itu ada 5 faktor terjadinya bullying yaitu: . Keluarga. Sekolah. Faktor kelompok sebaya. Kondisi lingkungan sekitar, dan . Tayangan televisi dan media cetak. Dengan adanya faktor yang melatarbelakangi terjadinya perilaku bullying, dalam hal ini dapat dipastikan bahwa perilaku tersebut memberikan dampak jangaka pendek dan jangka panjang pada mental Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 109 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Nama Lengkap Penulis Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada 4 strategi layanan bimbingan dan konseling yang digunakan dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah yakni meliputi: . Strategi layanan dasar. Strategi layanan peminatan dan . Strategi layanan responsif. Strategi dukungan sistem. Berdasarkan kesimpulan yang dipaparkan maka dapat deketahui bahwa penerapan kode etik profesi guru bk dalam memberikan layanan konselor memberi pengaruh yang signifikan terhadap terlaksananya strategi layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan di sekolah. Sehingga dengan layanan yang ditawarkan dari guru BK diharapkan mampu mengatasi tindak bullying di sekolah. DAFTAR PUSTAKA