JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Media Audiovisual Dwita Wahyuni wahyuni@iain. IAIN Pontianak Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektifitas penggunaan media audiovisual moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah peserta didik semester pertama Program Studi Hukum Keluarga Islam IAIN Pontianak yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis peserta didik. Peserta didik menjadi lebih semangat dalam mengikuti proses Nilai rata-rata kemampuan menulis peserta didik meningkat dari 71,22 menjadi 81,06. Selain itu, penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama juga efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian ini bisa diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam pembelajaran menulis. Kata Kunci: Paragraf. Moderasi Beragama. Media Audiovisual. Metode Pembelajaran Bahasa. Abstract: The aim of this research is to describe the effectiveness of using audiovisual media for religious moderation in Indonesian language learning. The subjects of this research were 25 students in the first semester of the Islamic Family Law Study Program at IAIN Pontianak. The results of this research show that the use of religiously moderated audiovisual media in Indonesian language learning can increase students' motivation and writing skills. Students become more enthusiastic in participating in the learning process. The average score of students' writing ability increased from 71. 22 to 81. Apart from that, the use of audiovisual learning media containing the values of religious moderation is also effective in increasing students' learning The results of this research can have implications for learning Indonesian, especially in learning to write. Keywords: Paragraphs. Religious Moderation. Audiovisual Media. Language Learning Methods. PENDAHULUAN Penggunaan bahasa di kalangan peserta didik masih belum optimal. Sebagai generasi Z, mereka cenderung menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan walaupun dalam konteks formal (Sari et al. , 2. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, salah satunya adalah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Generasi yang lahir dan besar di era kemudahan akses teknologi ini sudah terbiasa dengan penggunaan bahasa di sosial media yang berkarakteristik cepat, singkat, dan tidak baku. Padahal sebagai seorang peserta didik, mereka harus memiliki keterampilan menulis dalam konteks akademik. Aspek bahasa memiliki andil krusial yang wajib mereka kuasai dalam keterampilan ini. Dengan demikian, penggunaan bahasa yang baik dan benar akan membantu peserta didik dalam mengekspresikan gagasan mereka secara jelas dan sistematis. Salah satu aspek bahasa Indonesia yang harus diperhatikan dalam ragam tulis adalah penulisan paragraf yang terstruktur dan memenuhi syarat-syarat penulisan paragraf. Namun, pada kenyataanya, masih banyak peserta didik yang menulis parargaf dengan kurang baik. Hal ini terlihat dalam tulisantulisan peserta didik. Ketidakpaduan paragraf paling sering ditemukan. Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan bahwa penulisan paragraf di kalangan peserta didik masih perlu diperhatikan dan Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang efektif perlu dilakukan untuk membantu peserta didik dalam memahami penulisan paragraf yang baik. Dengan ini diharapkan penulisan paragraf dalam tulisan peserta didik akan menjadi lebih baik. Penggunaan media dalam pembelajaran sangat penting. Pemanfaatan teknologi yang semakin canggih dalam pembelajaran tidak hanya membantu dosen dalam mengajar, namun juga membantu peserta didik dalam memahami materi dan pengerjaan tugas. Peserta didik juga akan termotivasi Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni untuk mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, dosen sebagai pendidik harus bisa memilih media yang tepat. Pemilihan media tidak hanya harus disesuaikan dengan materi yang diajarkan, tapi juga harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik (Wulandari et al. , 2. Selain itu, variasi media yang digunakan di setiap pertemuan harus diperhatikan juga. Hal ini untuk menghindari kemonotonan yang bisa memunculkan rasa bosan pada diri peserta didik. Pengetahuan tentang moderasi beragama di kalangan peserta didik sangat penting. Radikalisme di kalangan generasi muda yang semakin marak di era digital ini memerlukan penanganan yang serius dari berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tinggi berupaya untuk mencegah hal ini melalui berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi. Dalam ranah pendidikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pembelajaran (Rahmah, 2. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan sikap toleransi di kalangan peserta didik. Pemahaman tentang moderasi beragama ini akan membantu peserta didik dalam menghargai keberagaman yang ada di kampus sehingga menciptakan suasana yang kondusif, baik itu dalam belajar maupun berinteraksi. Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi dilakukan dengan beranekaragam cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan sumber belajar berbasis moderasi beragama. Penggunaan media audiovisual dengan tema moderasi beragama bisa digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf. Dalam penelitian ini, video dengan tema moderasi beragama akan ditayangkan untuk disimak oleh peserta didik. Setelah itu, mereka akan diminta untuk menyampaikan gagasan mereka tentang moderasi beragama secara tertulis. Penelitian tentang internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia masih sangat jarang dilakukan. Salah satu penelitian yang berkaitan dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia pernah dilakukan Juliantari . Penelitian tersebut bertujuan mendeskripsikan pembelajaran berdiferensiasi untuk penguatan moderasi beragama dalam MKWK Bahasa Indonesia pada PTKH dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran. Penelitian yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan konten, proses, dan produk ini belum membahas peran khusus media audiovisual moderasi beragama dalam membantu peserta didik memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis. Penelitian ini fokus pada efektifitas penggunaan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama dalam memengaruhi keterampilan peserta didik dalam menulis paragraf yang terstruktur dan memenuhi syarat-syarat penulisan paragraf. Penelitian ini diharapkan tidak hanya akan menambah dimensi baru dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang secara teknis, namun juga berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama. Dengan kata lain, penelitian ini diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyeluruh untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk megukur kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf dan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama. Subjek penelitian ini adalah peserta didik semester pertama Program Studi Hukum Keluarga Islam IAIN Pontianak yang berjumlah 25 orang. Data dikumpulkan melalui beberapa teknik untuk menilai kemampuan menulis paragraf dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual moderasi beragama. Data dikumpulkan melalui tes tertulis . retes dan poste. , observasi, dan kuesioner. Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Keterampilan peserta didik dalam menulis paragraf diukur sebelum . dan setelah . penggunaan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama. Ada tiga aspek penilaian yang digunakan, yaitu struktur paragraf, pemenuhan syarat-syarat pembentukan paragraf, dan penggunaan bahasa. Berikut ini adalah tabel indikator penilaian keterampilan menulis paragraf peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual bermuatan nilainilai moderasi beragama. Tabel 1. Indikator Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Aspek Indikator Penilaian Struktur Kalimat utama yang ditulis Paragraf jelas dan sesuai dengan gagasan utama. Kalimat-kalimat Kalimat menegaskan gagasan utama. Syarat Semua kalimat mendukung Penulisan gagasan utama (Kesatua. Paragraf Semua (Kesatuan berhubungan (Kepadua. Kepadua. Gradasi negatif sampai positif ditentukan dalam bentuk persentase untuk menginterpretasikan penilaian keterampilan menulis paragraf peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Berikut ini adalah kategori persentase penilaian keterampilan menulis paragraf peserta didik. Tabel 2. Kategori Persentase Penilaian Keterampilan Menulis Paragraf Persentase Interpretasi 85%-100% Sangat Baik 70%-84% Baik 55%-69% Cukup 40%-54% Kurang 0%-39% Sangat Kurang Berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta didik dalam menulis paragraf, diperoleh data sebagai berikut. Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni Grafik 1. Penilaian Struktur Paragraf STRUKTUR PARAGRAF Data 1 Data 3 Data 5 Data 7 Data 9 Data 11 Data 13 Data 15 Data 17 Data 19 Data 21 Data 23 Data 25 Nilai Pretest Nilai Postest Penilaian pada aspek pemenuhan syarat-syarat penulisan paragraf yang baik adalah kesatuan dan kepaduan. Indikator penilaian kesatuan berdasarkan kalimat-kalimat yang relevan dengan gagasan pokok paragraf, sedangkan indikator penilaian kepaduan berdasarkan hubungan antarkalimat dalam paragraf yang padu dan logis. Kepaduan ini bisa terlihat dari bagaimana peserta didik menggunakan kata penghubung antarkalimat, kata ganti, dan pengulangan kata kunci. Berikut ini adalah nilai kemampuan menulis paragraf peserta didik berdasarkan syarat-syarat penulisan paragraf. Grafik 2. Penilaian Syarat-Syarat Paragraf SYARAT-SYARAT PARAGRAF Nilai Pretest Syarat Paragraf Nilai Posttest Syarat Paragraf Berdasarkan grafik, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf dengan memerhatikan struktur dan syarat-syarat paragraf. Meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan, peserta didik sudah menunjukkan pemahaman tentang struktur maupun syarat-syarat penulisan paragraf. Dengan kata lain, secara keseluruhan terdapat peningkatan kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf. Tabel 3. Nilai Rata-Rata Menulis Paragraf (Pretest & Postes. Nilai Struktur Pre-Test Post-Test 80,08 Syarat-Syarat Paragraf 72,24 82,04 Total 71,22 81,06 Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni Secara keseluruhan, hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis paragraf. Rata-rata nilai keterampilan menulis paragraf peserta didik meningkat dari 71,22 menjadi 81,06. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan, media audio visual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual moderasi beragama diukur berdasarkan hasil kuesioner. Penilaian kuesioner menggunakan skala likert 1 . angat tidak setuj. sampai 5 . angat setuj. Ada tiga indikator yang digunakan di dalam kuesioner ini, ketertarikan terhadap media pembelajaran, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, dan kepercayaan diri dalam menulis. Berikut ini adalah tabel indikator penilaian motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual moderasi beragama. Tabel 4. Indikator Penilaian Motivasi Belajar Indikator Pernyataan Skala Ketertarikan Saya merasa lebih Terhadap fokus jika belajar Media Pembelajaran menggunakan media audiovisual. Media dalam memahami Penggunaan media beragama membuat Penggunaan media beragama membuat pembelajaran lebih Penggunaan media pengalaman yang Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni Keterlibatan Aktif dalam Pembelajaran Kepercayaan Diri dalam Menulis Saya termotivasi untuk Saya termotivasi untuk jauh nilai-nilai yang bermakna di dalam Media audivisual Saya menuangkan ide ke Saya pesan-pesan bermakna di dalam tulisan berdasarkan video audiovisual yang telah ditonton. Gradasi negatif sampai positif ditentukan dalam bentuk persentase untuk menginterpretasikan penilaian motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media audiovisual moderasi. Berikut ini adalah kategori persentase penilaian motivasi belajar peserta didik. Tabel 5. Kategori Persentase Penilaian Motivasi Belajar Persentase Interpretasi 81%-100% Sangat Setuju 61%-80% Setuju 41%-60% Ragu-Ragu 21%-40% Tidak Setuju 0%-20% Sangat Tidak Setuju Berdasarkan hasil kuesioner motivasi belajar yang diisi oleh 25 peserta didik, diperoleh data sebagai berikut. Tabel 6. Ketertarikan terhadap Media Pembelajaran Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni Pernyataan Saya merasa lebih dengan menggunakan media audiovisual. Media pembelajaran audiovisual membantu saya dalam memahami materi pembelajaran. Penggunaan audiovisual bermuatan nilai-nilai semangat mengikuti Penggunaan audiovisual bermuatan nilai-nilai Penggunaan audiovisual bermuatan nilai-nilai beragama memberikan Rata-Rata Nilai RataRata 4,68 Persentase 4,16 83,2% 3,96 79,2% 4,32 86,4% 93,6% Indikator ketertarikan peserta didik terhadap media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia mendapatkan nilai rata-rata 4,32 dengan persentase 86,4%. Peserta didik merasa sangat fokus jika belajar dengan menggunakan media Media ini sangat membantu mereka dalam memahami materi pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama membuat peserta didik semakin semangat mengikuti pembelajaran. Mereka beranggapan penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama membuat pembelajaran lebih menarik dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merasa media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat menarik. Tabel 7. Keterlibatan Aktif dalam Pembelajaran Pernyataan Nilai Persentase RataRata Saya Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni bermuatan nilai-nilai yang ditayangkan. Saya memahami lebih jauh nilai-nilai bermakna di dalam Rata-Rata 4,16 83,2% 4,08 81,6% Indikator keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama mendapatkan nilai rata-rata 4,08 dengan persentase 81,6%. Peserta didik merasa termotivasi untuk menemukan ide menulis setelah menonton video bermuatan nilai-nilai moderasi beragama yang ditayangkan. Mereka merasa sangat termotivasi untuk memahami lebih jauh nilai-nilai yang bermakna di dalam kehidupan. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama membuat peserta didik termotivasi untuk terlibat aktif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Tabel 8. Kepercayaan Diri dalam Menulis Pernyataan Nilai Persentase RataRata Media audivisual 4,36 87,2% bermuatan nilai-nilai menemukan inspirasi dalam menulis. Saya semakin 3,92 78,4% menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Saya ingin 4,56 91,2% menyampaikan pesanpesan bermakna di audiovisual yang telah Rata-Rata 4,28 85,6% Indikator kepercayaan diri dalam menulis peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama mendapatkan nilai rata-rata 4,28 dengan persentase 85,6%. Media audivisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat membantu peserta didik menemukan inspirasi dalam menulis. Mereka semakin semangat untuk menuangkan ide yang mengandung pesan-pesan bermakna ke dalam bentuk tulisan. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia membuat peserta didik percaya diri untuk mengekspresikan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Secara keseluruhan hasil kuesioner yang diisi oleh peserta didik menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Rata-rata skor ketiga indikator penilaian motivasi belajar Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni peserta didik adalah 4,3 dengan persentase 84,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta didik merasa media ini bermanfaat dan menarik digunakan dalam pembelajaran. Pembahasan Kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf sebelum penggunaan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama masih belum baik. Peserta didik masih menghadapi kendala dalam menulis paragraf yang terstruktur, memenuhi syarat kesatuan dan kepaduan, serta tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan. Selain itu, peserta didik juga kesulitan dalam menemukan ide untuk memulai tulisan. Data awal ini menunjukkan bahwa peserta didik masih butuh panduan lanjutan dalam menyusun paragraf yang baik serta media yang menunjang untuk membantu mereka dalam menemukan inspirasi untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Setelah diberikan penjelasan lanjutan dan pemutaran media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama, peserta didik menulis kembali gagasan mereka mengenai nilai-nilai moderasi beragama dalam bentuk paragraf. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan peserta didik dalam menulis paragraf. Penggunaan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama memberi konteks yang kaya dan relevan bagi peserta didik dalam menulis paragraf. Sebagai pemantik gagasan, video ini menyampaikan banyak nilai baik yang membangun karakter peserta didik, seperti nilai toleransi terhadap perbedaan. Peserta didik mendapatkan banyak inspirasi dalam menyusun paragraf yang tidak hanya secara teknis baik, namun juga mengandung pesan bermakna. Penelitian ini sekaligus menguatkan penelitian yang menyatakan bahwa media audiovisual memang efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, termasuk dalam pembelajaran Hal ini sebagaimana penelitian Budiyanti et al. , . yang membuktikan bahwa pembelajaran yang menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik. Media ini lebih efektif dalam memantik ide, gagasan, dan kemauan berpikir kritis peserta Ariyana et al. dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa media audiovisual tidak hanya dapat membantu pendidik dalam mengajar, namun juga membantu peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan. Media ini berpengaruh dalam meningkatkan nilai peserta didik. Selain itu, kemampuan berpikir kritis peserta didik juga diasah serta memberikan pengalaman yang Media audiovisual dapat mempermudah di dalam menulis karena bisa mendapatkan banyak informasi sebagai inspirasi. Penggunaan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Indonesia juga mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Limin & Kundimann . yang menyatakan bahwa media audiovisual merupakan aspek yang menunjang keberhasilan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Dalam penelitiannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran sangat Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan motivasi belajar peserta didik yang sangat drastis. Keterlibatan aktif peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yang menggunakan media audiovisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama menjadi salah satu aspek yang menunjukkan media ini efektif untuk digunakan. Begitu pula dalam penelitian yang dilakukan Rahma & Mutiaz . , penggunaan media pembelajaran audiovisual dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam belajar. Hal tersebut secara tidak langsung juga memengaruhi pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Media audivisual bermuatan nilai-nilai moderasi beragama sangat membantu peserta didik dalam menemukan inspirasi. Hal ini membuat kepercayaan diri peserta didik untuk menulis semakin Inspirasi yang diperoleh setelah menonton video yang ditayangkan sekaligus menjadi pemantik ide bagi peserta didik dalam menulis. Dalam hasil penelitiannya. Kemit. Putrayasa, . juga menyatakan bahwa media pembelajaran audiovisual menjadi media yang memudahkan peserta didik dalam menemukan insipirasi menulis. Dalam penelitian ini, peserta didik terlihat lebih antusias dalam menuliskan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Mereka lebih termotivasi untuk menulis karena merasa memiliki tujuan yang lebih dari sekedar mengekspresikan gagasan, namun mereka juga ingin menyampaikan pesan bermakna yang relevan dalam kehidupan mereka melalui tulisan. Dengan kata lain, penggunaan media ini mampu menarik perhatian peserta didik untuk fokus dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Ariyana et al. yang menyatakan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menarik membuat peserta didik tidak bosan dalam pembelajaran karena materi yang disampaikan sangat variatif. Volume 5 No 2 2024 JIPMuktj:Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Volume 5 No 2 2024 https://jipmukjt. com/index. php/JIPMuKjt Dwita Wahyuni PENUTUP Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Indonesia meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan menulis paragraf peserta didik. Peningkatan signifikan yang terjadi dari 71,22 menjadi 81,06. Hasil penelitian ini juga memperkuat temuan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media audiovisual dapat meningkatkan keterampilan berbahasa. Dalam konteks ini, media audiovisual dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis paragraf. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pembelajaran paragaraf di kelas, khususnya dalam penggunaan media yang memungkinkan peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Meskipun demikian, penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu singkat pada satu grup. Peneliti merekomendasikan untuk penelitian selanjutnya berupa Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan beberapa siklus. Dengan demikian, hasil penelitian akan lebih mendalam dan menyeluruh. Penggunaan media ini juga bisa diteliti untuk materi lainnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia maupun pembelajaran lainnya. DAFTAR PUSTAKA