Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Volume 1 . Issue 2. Page 81-94 DOI: 10. 52330/jmeis. ISSN 2988-3954 Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Assembly di PT Autoplastik Indonesia Muhammad Alief Argavantio. Ahlan Ismono Program Studi Sistem Informasi Industri Otomotif. Politeknik STMI Jakarta. Jakarta Pusat. Indonesia Email: argaalief12@gmail. com*, ismonoahlan2015@gmail. Submitted: 13/10/2023. Accepted: 31/10/2023. Published: 31/10/2023 Abstrak Ai PT Autoplastik Indonesia, anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, bergerak dalam produksi komponen plastik untuk kendaraan roda empat. Mereka menghasilkan part FG (Finished Goo. dan part SFG (Semi Finished Goo. , yang melalui proses assembly sebelum menjadi part FG. Untuk mengatasi masalah penyimpanan Laporan Harian Produksi (LHP) yang memuat hasil produksi harian. PT Autoplastik Indonesia membutuhkan sistem informasi. Sistem ini akan memantau proses assembly, merekam data produksi, mengatur penjadwalan produksi, dan memberikan tampilan bagi operator. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi yang efisien untuk monitoring proses assembly. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Waterfall. Kami melakukan analisis masalah yang menghambat proses assembly dan menghasilkan pemodelan UML (Unified Modeling Languag. seperti Use Case diagram. Sequence diagram. Class diagram, dan Deployment diagram, serta pemodelan data dengan Entity Relationship Diagram (ERD). Sistem ini diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dan database MySQL. Kontribusi penting dari penelitian ini adalah menciptakan sistem informasi yang memungkinkan PT Autoplastik Indonesia merekam data hasil assembly secara valid, mengoptimalkan penjadwalan produksi di bagian assembly, dan meminimalkan kesalahan data yang mungkin terjadi jika direkap manual oleh operator di kertas LHP. Dengan sistem ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi potensi kesalahan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kualitas produk dan produktivitas. Kata kunciAi Monitoring Assembly. Laporan Harian Produksi, waterfall. MYSQL 5. PHP 7. PENDAHULUAN PT Autoplastik Indonesia adalah anak perusahaan dari PT Astra Otoparts Tbk yang bergerak di bidang plastic injection, assembly, dan painting. Perusahaan ini memproduksi komponen Ae komponen berbahan dasar plastik yang biasa digunakan pada kendaraan roda empat. PT Autoplastik Indonesia merekap hasil produksi harian plastic injection dan assembly dengan menggunakan kertas LHP ( Laporan Harian Produksi ), dimana kertas ini berisi rekap harian hasil produksi dari setiap mesin produksi di bagian plastic injection dan meja produksi di bagian assembly. Per hari nya PT Autoplastik Indonesia bisa menghasilkan 150 lembar kertas laporan harian produksi karena untuk satu mesin membutuhkan dua lembar kertas laporan harian produksi dan jumlah mesin di PT Autoplastik Indonesia lebih dari 25 mesin produksi. Kertas laporan harian produksi ini akan disimpan dalam file bantex untuk jangka waktu yang lama sesuai keinginan customer dari PT Autoplastik Indonesia. Pada saat ini PT Autoplastik Indonesia sedang berusaha meninggalkan kertas laporan harian produksi dikarenakan kurang efektif dan efisien untuk ke depannya. Khususnya pada bagian assembly, mayoritas data-data hasil assembly tidak valid dikarenakan belum adanya sistem informasi yang dapat merekam data-data tersebut sehingga hal ini tidak memenuhi standar dari manajer produksi dimana data produksi harus dicatat, harus valid dan harus bisa diolah menjadi report untuk perusahaan. Selain itu, hal ini juga dapat menimbulkan kerugian baik di pihak PT Autoplastik Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, didapat rumusan masalah yaitu penelitian akan membahas bagaimana meningkatkan validitas data hasil assembly di PT Autoplastik Indonesia melalui implementasi sistem informasi yang mampu mencatat data secara otomatis dan akurat. Kedua, penelitian akan mengeksplorasi cara mengolah data assembly secara real-time dan mengintegrasikannya ke dalam sistem informasi produksi perusahaan untuk memaksimalkan efisiensi dan visibilitas dalam seluruh proses produksi. Terakhir, penelitian akan mencari strategi efektif untuk menggantikan penggunaan kertas dalam pencatatan data hasil assembly di PT Autoplastik Indonesia dengan sistem informasi berbasis digital. Tujuan dari perubahan ini adalah menciptakan proses pencatatan yang lebih efisien dan dapat diandalkan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan memodernisasi proses pencatatan dan pengelolaan data hasil assembly di perusahaan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah tiga aspek utama. Pertama, tujuan penelitian adalah merancang sebuah sistem informasi monitoring assembly menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dan MySQL. Sistem ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang diperlukan, seperti kemampuan untuk mengatur jadwal assembly, menyimpan data hasil assembly, dan fitur lainnya yang akan meningkatkan validitas data dalam pencatatan hasil assembly di PT Autoplastik Indonesia. Kedua, bertujuan untuk merancang sistem informasi monitoring assembly yang mampu mengumpulkan data hasil assembly secara real-time. Informasi yang terkumpul akan disajikan dalam bentuk yang relevan, sehingga memungkinkan manajemen dan operator untuk memantau dan mengelola proses assembly secara lebih efisien. Terakhir, tujuan adalah merancang sistem informasi yang memiliki fitur This is an open access article under the CCAeBY-NC license Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 untuk mengkonversi data hasil assembly yang sudah masuk ke dalam sistem menjadi bentuk PDF. Ini akan mempermudah penyimpanan dan distribusi data dalam bentuk yang dapat diakses dan dipahami dengan mudah. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan data hasil assembly di PT Autoplastik Indonesia. II. METODE PENELITIAN Berikut adalah penjelasan mengenai langkah-langkah dalam proses penelitian tersebut: Studi Pendahuluan Studi pendahuluan adalah langkah pertama dari suatu penelitian dengan tujuan untuk mengumpulkan data-data yang dapat mendukung penelitian tersebut. Studi pendahuluan dilakukan dengan cara observasi di PT Autoplastik Indonesia, wawancara dengan operator dan supervisor divisi produksi di PT Autoplastik Indonesia, dan studi pustaka dengan cara membaca serta mempelajari buku, jurnal, makalah, dan artikel yang berkaitan dengan Identifikasi Masalah Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang terdapat di divisi produksi khususnya sistem berjalan dalam proses pencatatan laporan harian produksi di bagian assembly. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi masalah yaitu: Melakukan wawancara dengan operator, supervisor, serta manajer produksi dan observarsi terkait dengan proses pencatatan laporan harian produksi di bagian assembly meliputi data finish good, reject, dan juga linestop yang terjadi hingga . Melakukan pengamatan terhadap dokumen-dokumen terkait dengan proses pencatatan laporan harian produksi di bagian assembly seperti lembar laporan harian produksi, data reject, dan data linestop. Identifikasi Solusi Berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada tahap identifikasi masalah, maka dibutuhkan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain: Membuat database untuk mengelola data hasil produksi di bagian assembly, data jenis-jenis reject , data jenis-jenis linestop. Merancang sistem informasi monitoring assembly dengan metode pengembangan sistem waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman hypertext processor (PHP) agar data-data hasil produksi di bagian assembly dapat dihimpun menjadi laporan harian produksi dalam bentuk excel dimana dapat mencegah data-data hasil produksi yang tidak valid jika dicatat di lembar laporan harian produksi dan juga sistem informasi ini berguna sebagai display untuk tiap meja produksi yang berfungsi untuk monitoring bagi operator yang sedang bertugas. Penerapan Metode Waterfall Metode yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir ini adalah metode waterfall karena metode ini dapat mengidentifikasi risiko pada tahap awal, urutan tahapan yang jelas dan juga dokumentasi yang lengkap. Berikut adalah tahapan-tahapan pada metode waterfall: Tahap Analisis Kebutuhan Tahap analisis kebutuhan perangkat lunak melibatkan pemahaman terhadap tujuan penggunaan serta batasan dari perangkat lunak yang diinginkan. Informasi ini umumnya dikumpulkan melalui wawancara, survei, atau diskusi. Setelah itu, informasi tersebut dianalisis untuk menghasilkan data yang terkait dengan kebutuhan pengguna terhadap perangkat lunak yang akan dikembangkan. Tahap Desain Tahap desain adalah tahap yang dilakukan sebelum pengkodean atau disebut tahap pemodelan sistem, data, dan perancangan desain interface sesuai kebutuhan user. Pengembangan sistem ini melibatkan penerapan Unified Modeling Language (UML) yang meliputi diagram use case, diagram aktivitas, diagram urutan, diagram kelas, dan diagram penyebaran. Bagi pemodelan data, digunakan Entity Relationship Diagram (ERD) beserta kamus data. Sementara itu, perancangan antarmuka dilakukan melalui penggunaan Windows Navigation Diagram (WND). Tahap Pengkodean Setelah melakukan tahap desain, desain tersebut dikonversi menjadi program dengan menggunakan bahasa PHP dan software Virtual Studio Code sebagai aplikasi text editor. Sedangkan untuk pembuatan database menggunakan MYSQL. Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Tahap Pengujian Proses untuk menguji fungsi-fungsi sistem yang telah dibuat untuk mengurangi terjadinya error dan memastikan sistem yang dibuat sudah berjalan sesuai rencana dan menghasilkan output yang sesuai perencanaan awal. Pada tahap ini pengujian dilakukan dengan metode black box testing. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Sistem Berjalan Berikut adalah alur proses yang berkaitan dengan proses pencatatan hasil produksi bagian assembly pada PT Autoplastik Indonesia: Divisi produksi memberikan planning produksi ke tiap-tiap meja produksi assembly. Bagian assembly menerima planning yang sudah diberikan oleh divisi produksi. Bagian assembly melaksanakan proses assembly part sesuai planning yang sudah diberikan oleh divisi produksi. Bagian assembly mencatat hasil produksi meliputi data jumlah part yang sudah tergabung, data part yang reject, dan data linestop. Bagian assembly memberikan data hasil produksi ke divisi produksi. Divisi produksi menerima data hasil produksi dan merekapnya ke dalam rekap bulanan produksi. Gambar 1. BPMN proses assembly berjalan System Request Berikut adalah system request yang diusulkan pada permasalahan di PT Autoplastik Indonesia: Tabel 1. System Request Project Elements Project Name Deskripsi Sistem Informasi Monitoring Assembly Pada PT Autoplastik Indonesia Business Need Sistem ini bertujuan untuk mengelola data hasil assembly dan Autoplastik Indonesia tidak menggunakan kertas untuk pencatatan laporan hasil assembly. Business Requirements Fitur-fitur yang terdapat dalam sistem informasi monitoring assembly sebagai berikut: Fitur menyimpan data part yang diproduksi pada menu master product, data jenis-jenis reject pada Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Project Elements Deskripsi menu master reject, dan data jenis-jenis linestop master linestop. Fitur mengelola username, password dan level user pada menu data pengguna. Fitur melakukan setup planning produksi dan master planning schedule. Fitur menambah kuantitas data pada menu update untuk melakukan input data produk ok, data reject dan data linestop. Fitur untuk memantau hasil data yang sudah rejection, dan linestop . Fitur tampilan data produksi yang sedang berjalan. Fitur export laporan harian produksi assembly dan master planning schedule. Business Value Membantu operator maupun staff admin produksi untuk memantau data hasil assembly yang sedang Menghentikan penggunaan kertas pencatatan laporan harian produksi assembly. Mencegah kemungkinan data yang tidak valid ketika operator mencatat hasil assembly di kertas laporan harian produksi assembly. Constraint Sistem informasi monitoring assembly menggunakan PHP dan database MYSQL . Proses Sistem Usulan Berikut adalah usulan sistem informasi monitoring assembly adalah sebagai berikut: Divisi produksi login dengan user level superadmin melakukan input data master planning schedule pada menu setup mps. Operator login dengan user level admin melakukan input data planning harian produksi assembly yang akan berlangsung pada menu setup production. Operator melaksanakan produksi assembly sesuai planning. Bersamaan dengan itu operator harus melakukan input data ok atau part yang sudah berhasil digabungkan setiap 30 menit. Operator melakukan input data reject dan linestop jika hal tersebut terjadi saat produksi assembly sedang berlangsung pada menu update. Operator meletakan part sudah selesai digabungkan pada rak finished good. Divisi produksi melihat hasil produksi assembly pada menu monitoring. Divisi produksi mengunduh file laporan hasil produksi assembly pada menu Laporan harian produksi. Divisi produksi melihat akumulasi target bulanan produksi assembly pada menu achievement dan dapat mengunduhnya jika sudah melewati periode bulanan. Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Gambar 2. BPMN sistem informasi monitoring assembly usulan Perancangan Sistem Perancangan sistem menggunakan use case diagram, activiy diagram, sequence diagram, class diagram, entity relationship diagram, windows navigation diagram, deployment diagram, dan perancangan antarmuka. Use case diagram use case diagram dapat dilihat pada gambar Gambar 3. Use Case diagram sistem usulan activiy diagram Berikut adalah activiy diagram pada sistem informasi monitoring assembly: Activity diagram memasukan planning harian assembly Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Gambar 4. Activity diagram memasukan planning harian assembly Activity diagram mengelola master data product, reject, dan linestop Gambar 5. Activity diagram mengelola master data product, reject, dan linestop Activity diagram memasukan data OK aktual, data reject, dan linestop assembly Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Gambar 6. Activity diagram memasukan data OK aktual, reject, dan linestop assembly Activity diagram monitoring produksi, data reject, dan linestop Gambar 7. Activity diagram monitoring produksi, data reject, dan linestop Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Sequence diagram Berikut adalah sequence diagram pada sistem informasi monitoring assembly: Sequence diagram memasukan planning harian assembly Gambar 8. Sequence diagram memasukan planning harian assembly Sequence diagram mengelola master data product, reject, dan linestop Gambar 9. Sequence diagram mengelola master data product, reject, dan linestop Sequence diagram memasukan data OK aktual, data reject, dan linestop assembly Gambar 10. Sequence diagram memasukan data OK aktual, data reject, dan linestop assembly Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Sequence diagram monitoring production, data reject, data linestop Gambar 11. Sequence diagram monitoring production, data reject, dan linestop Class diagram Class diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 12. Class diagram sistem usulan Entity relationship diagram Entity relationship diagram dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Gambar 13. Entity relationship diagram sistem usulan Windows navigation diagram Windows navigation diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 14. Windows navigation diagram sistem usulan Deployment diagram Deployment diagram dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 15. Deployment diagram sistem usulan Perancangan antarmuka Berikut adalah beberapa perancangan antarmuka dalam sistem informasi monitoring assembly: Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Halaman Dashboard Gambar 16. Halaman Dashboard Halaman display monitoring assembly Gambar 17. Halaman display monitoring assembly Halaman Setup Planning Assembly Gambar 18. Halaman setup planning assembly Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Halaman Monitoring Assembly Gambar 19. Halaman monitoring assembly Halaman export laporan harian assembly Gambar 20. Halaman export laporan harian assembly Pengujian Sistem Berikut adalah hasil dari pengujian sistem informasi monitoring assembly: Memasukan planning harian assembly Test case ID : Memasukanplanningharianassembly001 Function : Proses validasi saat melakukan input planning produksi assembly Data Assumption : Fungsi operasi validasi berjalan dengan baik saat melakukan input planning Deskripsi : Menguji fungsi tambah data planning produksi assembly Tabel 2. Pengujian memasukan planning harian assembly Test Test Case Name Dapat data planning Dapat Description Menekan Mengisi form dan Expected Result Menampilkan Actual Result Result Menampilkan Valid Menyimpan pop up data Menyimpan pop up data Valid Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Test Test Case Name yang ada Dapat dengan tidak yang ada Description Expected Result Actual Result Result Mengisi form dan Gagal semua field yang ada Gagal semua field yang ada Valid Monitoring produksi, data reject, data linestop assembly Test case ID Monitoringproduksidatarejectlinestop001 Function : Proses validasi saat melakukan edit dan delete monitoring Data Assumption : Fungsi operasi edit dan delete berjalan dengan baik saat melakukan melakukan monitoring product, reject, dan linestop Deskripsi : Menguji fungsi edit dan delete pada menu monitoring product, reject, linestop Tabel 3. Pengujian monitoring produksi, data reject, dan data linestop assembly Test Test Case Name Dapat form edit data Dapat Menampilkan form edit data yang ada Dapat Menampilkan form edit data dengan tidak yang ada Dapat Description Expected Result Menampilkan form edit data Actual Result Result Menampilkan form edit data Valid Mengisi form dan Menyimpan pop up data Menyimpan pop up data Valid Mengisi form dan Gagal semua field yang ada Gagal semua field yang ada Valid Menekan Menampilkan pop up data Menampilkan pop up data Valid Menekan button edit Argavantio / Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Ae Vol. Issue 2 . 81-94 Test Test Case Name validasi untuk Description IV. Expected Result Actual Result Result KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Perancangan sistem informasi monitoring assembly dan database selain dapat menghentikan penggunaan kertas untuk pencatatan laporan harian assembly yang membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya setiap bulannya, sistem ini juga meningkatkan validitas data karena seluruh data hasil assembly tersimpan dalam sistem ini. Perancangan sistem informasi ini meningkatkan efisiensi operasional, operator dapat mencatat data assembly secara antarmuka sehingga mengurangi risiko kesalahan dan menghemat waktu. Sistem informasi ini juga membuat proses assembly beserta data assembly yang sedang berlangsung dapat dipantau secara real time sehingga jika terdapat abnormalitas dalam proses assembly divisi produksi dapat langsung melakukan pengecekan ke meja assembly. Adapun saran untuk penelitian di masa yang akan datang adalah: Penerapan kecerdasan buatan pada sistem monitoring untuk memprediksi masalah potensial dalam proses assembly, merencanakan produksi, atau bahkan melakukan koreksi otomatis terhadap kesalahan dalam produksi. Pengembangan fitur tambahan dalam sistem informasi, seperti integrasi dengan sensor IoT untuk memantau kondisi mesin atau stok bahan baku, atau mengintegrasikan sistem dengan perangkat mobile untuk memungkinkan akses dan pelaporan yang lebih mudah. REFERENSI