BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 2 No. 1 MARET 2017 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 PERANCANGAN POSTER AuSTOP KECURANGAN UJIAN NASIONALAy Hendra Rotama. Program Studi Desain Komunikasi Visual Politeknik PalComTech. Palembang Jl Basuki Rahmat No. 05 Kode Pos 30129 Email : rotamahendra@gmail. ABSTRACT National Examination is a national evaluation system of education by stipulating the educational standard that aims to mapping educational issues in order to formulate the national education policy. However, in the organizers found many acts that injure education itself. The national examination is one of the government's policies in education that is used to improve the quality of education of the nation. Implementation of national examinations accompanied by honesty, objectivity and justice can serve as a tool to improve the quality of human resources. To convey a visual information to the target audience, consideration is required in order to realize the desired visual. In this design, the teacher becomes the visual object to be communicated, because the teacher is a reflection of education itself. The object of the teacher symbolized by the work uniform will be easily understood by the common people. Key words : Design. Poster. Design pendidikan dalam rangka menyusun kebijakan pendidikan nasional. Namun dalam penyelenggaranya banyak ditemui tindakan yang mencederai pendidikan itu sendiri. Ujian nasional merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan yang digunakan untuk meningkatkankualitas pendidikan bangsa. Pelaksanaan ujian nasional yang disertai dengan kejujuran, objektivitas dan keadilan dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendahuluan Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembangunan di setiap Negara. Undang-Undang No. Th 2004 menyebutkan pendidikan merupakan sebuah usaha yang terencana dan sadar untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik lewat proses pembelajaran. Pada hakekatnya pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak. Sebagai upaya untuk mencapai sebuah pendidikan yang diinginkan, disusunlah kurikulum yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan dan metode pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Untuk melihat tingkat pencapaian tujuan pendidikan, diperlukan suatu bentuk evaluasi. Tilaar dalam bukunya Standarisasi Pendidikan Nasional : Suatu Tinjauan Kritis, mengatakan bahwa : Konsep Penciptaan. Ketertarikan seorang desainer selalu dikaitkan dengan permintaan pasar, namun hal tersebut mulai ditinggalkan karena desainer mulai memposisikan dirinya sebagai kreator bukan sebagai user yang setia pada permintaan pasar. Desainer harus menjadi peka terhadap kondisi lingkungannya bukan terhadap berapa keuntungan yang nantinya dapat dijual dari permasalahan yang ditemui. Seperti pendapat Adi Kusriato . tentang fungsi dari desain komunikasi visual adalah desain komunikasi visual berfungsi untuk memenuhi kebutuhan industri, memenuhi kebutuhan industri yang dimaksudkan disini bukan menunggu dan menawarkan hal hal yang telah dianggap usang oleh masyrakat namun lebih kepada penawaran nilai nilai baru yang mewakili kehidupan mereka secara menyeluruh. Nilai baru yang ditawarkan tidak lepas dari cara seorang desainer mengemas isi pesan yang ingin Desainer harus memasuki hal hal yang sangat disukai oleh target audincenya, yang sebenarnya tidak berhubungan secara langsung dengan isi pesan yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar target audince lebih mudah untuk dibawa pada muatan pesan yang ingin disampaikan, dan cara pesan tersebut disampaikan harus sesuai pula dengan target audience berdasarkan usia dan kecendrungan mereka. AuUjian Nasional adalah sebuah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengevaluasi tingkat pendidikan secara nasional dengan menetapkan standar secara nasional. Hasil dari Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh Negara adalah suatu usaha pemetaan masalah pendidikan dalam rangka menyusun kebijakan pendidikan nasionalAy. Ujian Nasional adalah penilaian hasil belajar oleh pemerintah yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok ilmu pengetahuan dan (Redja Mudyahardjo, 2006:. Berdasarkan pendapat tersebut makaUjian Nasional dapat disimpulkan bahwa adalah sistem evaluasi atau penilaian standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dengan menetapkan standarisasi nasional pendidikan yang bertujuan sebagai pemetaan masalah BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 2 No. 1 MARET 2017 Kecurangan ujian nasional merupakan sebuah permasalahan yang terjadi setiap tahunya, dan permasalahan tersebut harus disampaikan pada masyrakat, namun kesadaran tentang buruknya efek dari kecurangan ujian nasional tidak begitu sampai kepada siswa yang menjadi peserta ujian nasional. Oleh karena itu pesan tentang kecurangan ujian nasional harus dikemas menarik sehingga siswa yang menjadi target audince dapat memahami pesan tersebut. Tilar mengutip Freire menyatakan bahwa kecurangan dalam ujian merupakan fenomena global yang secara frekuensi semakin meningkat dan menjadi semakin canggih selama era 90an. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Blankenship dan Whitley . 0 dalam Bouville, 2. menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecurangan yang dilakukan oleh murid dengan kecurangan dan perilaku buruk yang dilakukan dalam kehidupan profesional. Tilar mengutip pendapat Freire dalam bukunya Pedagogik kritis . erkembangan, substansi, dan perkembangannya diIndonesi. mengatakan bahwa : ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 jawaban ini dikirimkan kepada para siswa sesuai dengan paket yang mereka pegang. Sebelumnya sekolah menunjuk beberapa siswa yang bertugas untuk menyebarkan jawaban ke teman satu Jadi temenku itu ada yang dapat dari sekolah terus dia sebarin ke teman-teman yang lain melalui sms. Tapi jawaban yang diberikan itu tidak semuanya, ada beberapa soal yang tidak diisi. Sebelum ujian dilaksanakan biasanya kita dikasih tau siapa saja teman yang satu paket dengan kita. Ay Sebelum Ujian dilaksanakan pihak sekolah telah membentuk siswa dalam kelompok-kelompok yang terdiri dalam satu paket soal, setiap kelompok memiliki ketua yang bertugas untuk menyebarkan kunci jawaban yang diterima kepada para anggotanya. Setelah selesai menjalankan tugasnya tim ini akan mendapatkan bayaran dari lembaga sekolah Bayaran yang ditawarkan juga cukup tinggi dalam waktu 3-4 hari tim ini bisa mendapatkan uang sebesar 600 ribu, karena inilah banyak orang yang tertarik untuk menjadi tim khusus ini. Kerjasama lembaga sekolah dengan pengawas Ujian Nasional. Pada dasarnya, sebelum Ujian Nasional dilaksanakan semua pengawas ujian disumpah untuk mengikuti peraturanperaturan yang telah disepakati bersama dalam pelaksanaan Ujian Nasional, salah satu peraturan yang harus dilaksanakan oleh pengawas adalah memberikan pengawasan yang ketat kepada semua siswa agar hasil Ujian Nasional itu benar-benar murni. Namun banyaknya lembaga yang merasa ketakutan dengan tingkat kelulusan siswa membuat para pengawas ujian rela melawan sumpahnya dengan melakukan kerjasama dengan lembaga lain untuk memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk melakukan kecurangan. Kerjasama lembaga dengan pengawas tidak hanya pada pengawasan yang tidak ketat, lembaga melakukan kerjasama dengan pengawas agar lembaga mudah memberikan bocoran terhadap siswanya. Dengan adanya kerjasama dengan pengawas, lembaga dengan mudah memberikan bocoran kunci jawaban. Kerjasama yang dilakukan oleh lembaga dan pengawas ujian menunjukkan bahwa kecurangan dalam Ujian Nasional merupakan perbuatan yang disepakati oleh banyak orang karena Ujian Nasional itu memiliki dampak yang besar bagi seluruh lapisan. Mereka rela mengorbankan sumpah yang telah diucapkan hanya untuk mempertahankan AuPendidikan pendidikan yang membuka akal dan pikiran manusia akan berbagai ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat,oleh sebab itu pendidikan bukan hanya berkewajiban untuk menghilangkan ketimpanganketimpangan mengembangkan kemampuan untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang produktif dan kreatif. Ay Pendidikan berkualitas yang dimaksud ini tidak hanya diartikan sebagai bimbingan terhadap peserta didik untuk memiliki intelektual yang bagus, namun bimbingan ini juga mengarah dalam pembentukan karakter peserta didik untuk tumbuh menjadi makhluk sosial yang memiliki akhlak yang baik. Sehingga mereka dapat menyelesaikan berbagai konflik dalam masyarakat dengan baik. Bagaimna hal tersebut dapat terwujud jika ketika ujian nasional siswa diajarkan cara curang, demi tingkat kelulusan 100%. Menurut Fathur Rohma, dalam Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa 2013 Kecurangan Dalam Ujian Nasional Di Sekolah Menengah Atas Mengatakan bahwa: Kecurangan dalam Ujian Nasional memiliki beberapa bentuk, diantaranya : Bocoran kunci Jawaban Ujian Nasional. Sistem bocoran kunci jawaban yang dilakukan oleh lembaga sekolah sangat bervariasi. Modus yang sering digunakan oleh lembaga adalah dengan membentuk tim khusus untuk membantu mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Tim ini membantu mengerjakan soal ujian bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Saat Ujian Nasional dilaksanakan ada salah satu petugas yang bertugas untuk mencopy soal ujian tersebut. Soal tersebut diberikan kepada tim untuk dikerjakan. 30 menit sebelum ujian nasional ini diakhiri para tim harus menyelesaikan soal ujian. Setelah soal selesai dikerjakan Jual Beli kunci Jawaban. Saat ini perdagangan kunci jawaban Ujian Nasional bukanlah menjadi rahasia lagi. Semakin banyaknya oknumoknum yang terlibat dalam perdagangan ini memberikan kesempatan semakin besar bagi para siswa untuk melakukan kecurangan dengan membeli jawaban Bagi para siswa perdagangan kunci jawaban Ujian Nasional ini sangat membantu siswa, karena mereka tidak perlu sibuk belajar dan takut dengan Ujian Nasional yang dianggap sebagai momok yang sangat BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 2 No. 1 MARET 2017 Sangat jelas sekali bahwa kecurangan ujian nasional melibatkan banyak pihak, mulai guru, siswa, dan orang Pendapat diatas memaparkan betapa takutnya pihak sekolah terhadap kegagalan siswa dalam ujian nasional. Fathur Rohma menambahkan Faktor Penyebab Kecurangan dalam Ujian Nasional ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 aplikasi media yang mampu menunjang desain yang akan dirancang, dan tentunya memperkaya visual desain Pada hakekatnya pencarian ide berdasarkan kecendrungan target audince,mulai dari kesukaan mereka, kecendrungan, dan psikologi target audience. Untuk menemukan kebiasaan target audince tersebut memang harus dilakukan riset yang berhubungan dengan target audince. Hal ini bertujuan agar pesan yang akan disampaikan dapat langsung diterima oleh target Ketakutan Lembaga Terhadap Penurunan Prestise Ketakutan akan kelulusan tidak hanya dimiliki oleh siswa, lembaga sekolah justru lebih takut dengan tingkat kelulusan siswa. Tingkat kelulusan siswa sangat berpengaruh terhadap prestise lembaga. Semakin banyak siswa yang tidak lulus maka citra lembaga tersebut akan Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sekolah juga akan mengalami penurunan, sehingga sedikit masyarakat yang percaya untuk menyekolahkan anaknya di lembaga sekolah tersebut. Berdasarkan pendapat diatas perancang sangat beralasan untuk menginformasikan tentang kecurangan ujian nasional, sebab prilaku berbuat curang ketika ujian nasional akan menjadi kebiasaan ketika mereka menempuh dunia kerja. Media yang cukup efektif adalah poster, karena poster dapat ditempatkan pada tempat temapt yang strategis dan tidak memakan ruang yang besar agar desain tersebut dapat diaplikasikan. Metode Penelitian Dalam proses menciptakan sebuah karya Desain tentunya perancang melakukan tahapan atau cara untuk mewujudkan tema pokok ke dalam bentuk perancang yang akan diciptakan. Namun setiap desainer memilikitahapan atau cara yang berbeda, artinya setiap perancangpunya tahapanatau cara tersendiri dalam merancang sebuah karya desain, hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan dan pengalaman hidup dari perancang itu sendiri. Untuk menyampaikan sebuah informasi dalam bentuk visual kepada target audience, diperlukan pertimbangan pertimbangan dalam mewujudkan visual yang diinginkan. Pertimbangan unsur unsur desain dan prinsip desain yang akan menjadi topak ukur sampai atau tidaknya sebuah desain kepada target audience. Dalam perancangan ini, sosok guru menjadi objek visual yang akan dikomunikasikan, sebab guru merupakan cerminan pendidikan itu sendiri. Objek guru yang disimbolkan dengan seragam kerja akan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Hal yang paling penting dalam penyampain sebuah informasi adalah pesan utama dari informasi tersebut, seperti perancangan yang akan dikerjakan yaitu tentang kecurangan ujian Gambar 1. Pencarian ide dalam perancanganposter stop kecurangan ujian nasional Pesan pesan tersebut akan mudah mereka pahami karna semua elemen yang ada dalam sebuah perancangan mewakili target audince, oleh sebab itu desain harus memiliki keterikatan yang cukup kuat denga target audince. Namun hal tersebut juga dapat juga dilakukan dengan metode terbalik, desainer yang melemparkan isu kepublik baru diikuti olehperhitungan target audience. Selain dari pencarian ide dalam betuk permaslahan, perancangan ini juga menerapkan proses pencarian ide dari warna, penggunaan font, dan pemakaian objek agar setiap ide ide yang menjadi alternati dapat memperkaya perancangan itu sendiri. Tidak ada jumblah batasan yang ditetapkan dalam pencarian ide, bahkan beberapa perusahaan besar memberikan standar yang cukup tinggi untuk alternatif ide. Ada beberapa perusahaan yang membutuhkan ratusan alternatif untuk sebuah perancangan yamg berguna sebagai upaya promosi mereka. Alternatif alternatif perancangan tersebut nantinya juga masih dapat dikembangkan kedalam bentuk perancangan yang Karya . Storyboard Pencarian ide dalam sebuah desain harus memiliki beberapa alternatif, sehingga memungkinkan terciptanya ide ide baru yang akan menunjang pewujudan visual. Dari beberapa alternatif, dipilihlah sebuah permasalahan yang akan digunakan sebagai pewujudan visual. Hal ini memunkinkan seorang desainer menemukan alternatif . Penetapan target audince Dalam sebuah perancangan, tentu target audince memiliki peranpenting sebagai penentu berhasil atau tidaknya sebuah perancangan. Dalam perancangan yang sedang dikerjakan target utama dari perancangan ini adalah usia rentang 23-50 tahun, yaitu tenaga pendidik. BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 2 No. 1 MARET 2017 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Tenaga pendidik yang dimaksud disini adalah guru di Guru dalam perancangan ini diposisikan sebagai seorang yang sebenarnya harus menjelaskan tentang bagaimana menjalani ujian nasional, bukan malah memberikan kesempatan untuk berbuat curang ketika ujian, seperti yang dijelaskan pada pragraaf sebelumnya. Banyak sebenarnya yang bertentangan antara nilai nilai kejujuran yang sering diajarkan oleh guru dengan penerapan ketika ujian nasional Gambar 4. Target audince Seperti gambar diatas warana warna yang didapat dari target audience akan menjadi pilihan warna dalam perancangan, seperti warna seragam guru sekolah. Sketsa Setelah menemukan warna yang akan dipakai nanti dalam perancangan, masuk pada tahap sketsa. Sketsa yang akan dibuat juga harus mewakili target audince. Gambar 2. Penetapan target audince . Warna Dalam sebuah perancangan warna yang dihasilkan harus berdasarkan target audince, maksudnya adalah sesuai dengan psikologi target audince, dimana dalam perancangan ini yang menjadi target audincenya adalah pendidik itu sendiri. Gambar 5. Sketsa perancangan berdasarkan target audince . Alternatif penggunaan font Sama seperti proses sebelumnya, penggunaan font dalam perancangan ini juga sangat menentukan seberapa efektif perancangan tersebut. Dalam perancanagan ini harus dipertimbangan dimama hasil dari perancangan ini akan di tampilkan. Jenis font yang akan dipilih itu berdasarkan warna warna yang ada pada perancangan, karena kalau font tersebut tidak sesuai maka akan mengnggu proses pengiriman informasi kepada target audince. Gambar 3. Proses pencarian warna yang didapat dari target audince BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 2 No. 1 MARET 2017 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 ditargetkan adalah hal wajib yang harus dimiliki penyelenggara pendidikan namun jangan menggunakan cara cara yang nantinya merusak mental peserta didik, membiarkan atau membantu peserta didik dalam melakukan kecurangan adalah salah satu tindakan yang mengajarkan mereka untuk berbuat curang dikemudian Dengan adanya kecurangan tersebut peserta didik akan selalu beranggapan bahwa setiap ada ujian pastikunci jawaban telah disediakan,apakah itu oleh oknum pihak sekolah atau oknum lainya. Sebagai seorang pengemban pendidikan, pengajar harus memahami tanggung jawabnya kepada peserta didik, sebab bagaimana mereka dimasa depan adalah hasil pengajaran yang dilakukan ketika masih dibangku Jadilah seorang pengajar yang bertanggung jawab, jangan hanya datang kesekolah untuk sekedar memenuhi kewajiban. Masa depan peserta didik ditentukan dari bagaimana seorang pengajar menanmkan nilai nilai kejujuran yang sebenarnya dan bukan hanya menjelaskan isi teks yang ada pada buku pelajaran. Gambar 6. Proses pencarian ide dalam perancangan poster stop kecurangan ujian nasional Kesimpulan Poster ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tujuan pendidik sebagai pelaksana sebuah pendidikan, agar mereka memahami bahwa dengan memberikan kunci jawanban kepada siswa otomatis mereka akan mengajarkan siswa tersebut cara yang curang, sangat bertentangan denagan nilai nilai kejujuran yang mereka Seorang pendidik harusnya menjadi contoh yang baik bagi siswa, bukan sekedar melaksanakan sebuah tanggung jawab mengajar, namun juga menanamkan nilai nilaikehidupan yang natinya berguna bagi siswa kelak dikemudian hari. Dengan adanya poster ini, besar harapan agar para pendidik bisa mengingat kembali tujuan utama mereka dalam mendidik. Sebuah karya desain harus mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap target audincenya, karena seorang desainer adalah problem solving yang tentunya memberikan solusi yang ditemui ditengah masyarakat. Apakah itu berkaitan dengan komersial ataupun sebuah kepedulian terhadap masyarakat Rentang usia yang dipilih dalam perancangan ini adalah 12-15 tahun. Pemilihan taget audince rentang usia 12-15 tahun karena usia tersebut merupakan Auusia transisi dari fase anak anak menuju remaja, fase ini menetukan perkembangan anak usia berikutnyaAy. (Jalaluddin Rakhmat 2007: . Rentang usia 12-15 tahun sangat menetukan bagaimana perkembangan anak kedepanya, apabila anak tersebut melakukan kecurangan waktu ujian nasional, dapat dibayangkan kecurangan lainya yang akan dilakukan ketika mereka memasuki fase dewasa. Gambar 7. Final poster stop kecurangan ujian Pembahasan Pada hakekatnya sebuah desain harus diartikan sama oleh target audince, agar pesan yang akan disampaikan dapat diterima dengan baik oleh target audince. Pesan kecurangan ujian nasional ini hendaknya dapat menngingatkan kembali hakekat pendidikan, bukan hanya untuk mengejar sebuah target yang dikejar oleh pihak sekolah namun lebih kepada menanamkan nilai nilai kejujuran yang nantinya akan dibawa oleh pesertadidik kelak dimasa depan. Mencapai nilai yang Daftar Pustaka