Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PELATIHAN MELUKIS POT DEKORASI TAMAN BAGI ANAK BINAAN PONDOK YATIM DAN DHUAFA Elda Franzia Jasjfi1. Layla Nurina Kartika Iskandar2. RA Heryani Wahyuningrum3 . Erlina Novianti4. Edria Putrinda Sofyan5. Erin Valencia6, dan Rhomina Hestiningtyas7 1,2,3,4,5,6,7 Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Trisakti elda@trisakti. ABSTRAK Pendidikan kesadaran lingkungan perlu dilakukan secara berkesinambungan mulai dari usia anak-anak. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, dengan cara berinteraksi langsung dengan lingkungan dan meningkatkan keindahan lingkungan melalui aktivitas kesenirupaan. Lokasi kegiatan pelatihan adalah Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang yang dikelola oleh Yayasan Amal Sholeh Sejahtera, yang dihuni oleh 10 anak usia 5-12 tahun, berlokasi di Jl. Gelong Baru No. Kelurahan Tomang. Kecamatan Grogol Petamburan. Jakarta Barat. Dalam upaya membangun kesadaran lingkungan, telah dilaksanakan pelatihan menggambar bertema lingkungan bagi anak-anak dhuafa di Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Dalam kegiatan tersebut, didapatkan bahwa minat anak-anak untuk aktivitas menggambar sangat besar. Untuk itu program ini dilanjutkan dengan pelatihan melukis pot sebagai dekorasi taman di Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang tersebut. Lingkungan pondok memiliki area halaman muka, yang berisi beberapa tanaman penghijauan namun belum terolah dengan melibatkan anak-anak binaan dalam mengolah area halaman muka pondok. Kegiatan menghias pot tanaman di halaman tempat tinggal, merupakan salah satu bentuk kegiatan interaksi dengan lingkungan sekitar sekaligus dapat meningkatkan estetika lingkungan sehingga lebih menarik. Metode pelatihan dilaksanakan secara langsung oleh tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari program studi Desain Komunikasi Visual. Desain Interior, dan Fotografi. Materi pelatihan meliputi wawasan lingkungan taman di sekitar tempat tinggal, alat dan media tanam dan melukis, tata cara melukis pot, dan kreativitas dalam melukis pot dekorasi taman. Hasil pelatihan adalah 10 . buah karya individual peserta pelatihan melukis pot dekorasi taman yang estetis untuk dapat digunakan di lingkungan Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Kata Kunci: dekorasi taman. kreativitas anak. melukis pot ABSTRACT Environmental awareness education needs to be carried out continuously starting from Various ways can be done to increase awareness of the environment, by interacting directly with the environment and increasing the beauty of the environment through artistic activities. The location of the training activities is the Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang managed by Yayasan Amal Sholeh Sejahtera, which is inhabited by 10 children aged 5-12 years, located on Jl. Gelong Baru No. Tomang. Grogol Petamburan. West Jakarta. To build environmental awareness, environmental-themed Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Elda Franzia Jasjfi. Layla Nurina Kartika Iskandar. RA Heryani Wahyuningrum, dkk. Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman bagi Anak Binaan Pondok Yatim dan Dhuafa drawing training has been carried out for underprivileged children at Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. In this activity, it was found that children have many interests in drawing activities. For this reason, this program was continued with training in painting pots as garden decorations at Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. The pondok has a front yard area, which contains several green plants but has not been processed by involving the assisted children in cultivating the front yard area of the cottage. The activity of decorating plant pots in your yard is a form of interaction with the surrounding environment and can also improve the aesthetics of the environment so that it is more The training method is carried out directly by a team consisting of lecturers and students from the Visual Communication Design. Interior Design and Photography study programs. The training material includes insight into the garden environment around your home, tools and media for planting and painting, procedures for painting pots, and creativity in painting garden decoration pots. The results of the training were 10 . individual works of the training participants to paint aesthetic garden decoration pots to be used in the Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang environment. Keywords: garden decoration. children creativity. painting pots. PENDAHULUAN Permasalahan lingkungan merupakan permasalahan global yang juga menjadi permasalahan di Indonesia terutama di kota-kota besar. Maraknya isu tentang polusi udara yang menyebabkan rendahnya kualitas udara di Jakarta dibuktikan dengan tercatatnya indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta yang mencapai skor tertinggi di dunia yaitu 177 pada tanggal 13 Agustus 2024. Polusi udara kota besar terutama disebabkan oleh tingginya emisi kendaraan bermotor, industri, dan pembakaran sampah di area Polusi udara dan buruknya kualitas udara menjadi ancaman serius bagi manusia dan mahluk hidup lainnya di lingkungan (One-health, 2. Salah satu cara untuk mengurangi polusi udara tersebut adalah dengan memperbaiki perilaku masyarakat dengan menanam pohon di lingkungan rumah sehingga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Penanaman pohon menjadi tindakan nyata untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh debu dan gas berbahaya. Pohon membantu membersihkan udara melalui proses fotosintesis dengan menghasilkan oksigen bersih untuk lingkungan sekitarnya (Tambunan. Silitonga, & Sinaga, 2. Meskipun masyarakat kota Jakarta memiliki keterbatasan lahan, namun penanaman pohon hias tetap dapat dilakukan di lingkungan terbatas seperti halaman tempat tinggal. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Kepedulian dalam menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, namun juga tanggung jawab masyarakat kota, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Jumlah penduduk kelompok usia anak . -19 tahu. di Indonesia mencapai 88 juta jiwa dari 278 juta jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2023 (Statistik, 2. Jumlah tersebut mencapai 31% dari jumlah penduduk Indonesia, oleh karena itu anak-anak perlu dilibatkan dalam mengambil peran positif untuk turut menyayangi dan memelihara alam sekitar, mulai dari lingkungan terkecilnya di rumah. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Upaya meningkatkan kepedulian lingkungan pada generasi muda khususnya anakanak, dapat dilakukan melalui pendidikan baik secara formal maupun informal. Salah satu tujuan pendidikan lingkungan untuk anak adalah membangun kepedulian dan sikap menghargai lingkungan. Jika telah tertanam sejak dini, maka semakin dewasa kepedulian lingkungan akan terus tertanam dan berdampak dalam kehidupan dan lingkungan yang lebih baik (Safira & Wati, 2. Selain itu, usia anak merupakan usia perkembangan fisik-motorik, intelektual, sosial, dan emosi, sehingga pendekatan dan pengenalan terhadap seni dan kreativitas juga tepat untuk ditumbuhkan pada usia ini (Purwantoro. Adi, & Afatara, 2. Pendidikan kepada masyarakat berupa pelatihan diberikan untuk meningkatkan potensi yang dimiliki masyarakat sasaran termasuk pemberian pelatihan kesenirupaan (Syakir. Fiyanto, & Kurniawan, 2. Penerapan pendidikan lingkungan dan kesenirupaan ini perlu menyesuaikan dengan karakteristik cara belajar anak-anak. Menggambar merupakan salah satu aktivitas pendidikan informal yang disukai oleh anak sejak usia dini. Berbagai perkembangan fisik dan mental dilibatkan dalam aktivitas menggambar. Penggambaran objek geometris sederhana dan rangkaian bentuk dan warna, menjadi elemen estetis yang dapat dikembangkan dalam proses interaksi dengan lingkungan (Franzia. Respati, & Haryadi, 2. Kegiatan menggambar terkait dengan lingkungan dapat menjadi kegiatan yang menarik dan tidak membosankan bagi anak-anak. Yayasan Amal Sholeh Sejahtera yang berdiri sejak tahun 2018 bergerak dalam kegiatan yang berorientasi membantu anak-anak yatim dan dhuafa, melalui Pondok Yatim Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Elda Franzia Jasjfi. Layla Nurina Kartika Iskandar. RA Heryani Wahyuningrum, dkk. Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman bagi Anak Binaan Pondok Yatim dan Dhuafa dan Dhuafa yang salah satunya berlokasi di Jl. Gelong Baru No. Kelurahan Tomang. Kecamatan Grogol Petamburan. Jakarta Barat. Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang dihuni oleh 10 anak usia 5-12 tahun, yang mendapat pendidikan secara formal dan informal dengan biaya dari para donatur. Anak-anak binaan menempati gedung rumah asrama dengan halaman yang terbatas. Di halaman muka Pondok Yatim dan Dhuafa ini terdapat area terbuka dengan tanaman yang belum tertata dengan baik. Area tersebut memiliki potensi untuk diolah dengan lebih estetis, antara lain dengan menambah tanaman dengan pot dekorasi yang diolah oleh penghuni Pondok. Gambar 1. Lokasi Kegiatan Pelatihan (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. METODE Kegiatan pelatihan melukis pot dekorasi taman dilakukan secara langsung di Pondok Yatim dan Dhuafa yang berlokasi di Jl. Gelong Baru No. Kelurahan Tomang. Kecamatan Grogol Petamburan. Jakarta Barat oleh tim pelatih kepada masyarakat sasaran anak-anak binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Tim pelatih terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Trisakti. Jakarta, yaitu dari program studi Desain Komunikasi Visual sebagai pemrakarsa, bekerja sama dengan program studi Desain Interior dan Fotografi. Penyampaian materi dilakukan secara informal dan interaktif dengan menggunakan alat bantu visual kepada peserta. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai Gambar 2. Dalam setiap tahapan kegiatan dilakukan oleh tim pelatih secara langsung kepada peserta pelatihan, dengan didampingi oleh Pembina Pondok Yatim dan Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Dhuafa Tomang. Evaluasi dilakukan oleh Pembina dengan mengisi form evaluasi yang disediakan oleh tim pelatih. Persiapan Alat dan Bahan C Media pot tanah liat C Alat lukis C Penyampaian Materi Fungsi dan manfaat lingkungan taman terbatas Jenis alat dan media Tata cara melukis pot dekorasi taman Pelaksanaan Pelatihan Melukis C Membuat sketsa C Mengaplikasikan cat C Membuat outline C Mengaplikasikan coating C Evaluasi Hasil Karya lukis individu Manfaat kegiatan Gambar 2. Skema Tahapan Pelaksanaan (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. HASIL DAN PEMBAHASAN Anak-anak binaan di Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang memiliki kesempatan dan waktu luang untuk melakukan berbagai aktivitas setelah kegiatan sekolah formal berakhir di sore hari. Saat ini belum ada aktivitas khusus yang dilakukan terkait dengan kepedulian lingkungan maupun aktivitas kesenirupaan yang dilakukan secara rutin, sehingga ada peluang untuk mengembangkan kegiatan yang melibatkan anak-anak Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Elda Franzia Jasjfi. Layla Nurina Kartika Iskandar. RA Heryani Wahyuningrum, dkk. Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman bagi Anak Binaan Pondok Yatim dan Dhuafa dengan terkait lingkungan tersebut. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu menggambar di lokasi, dan dari kegiatan tersebut diketahui bahwa anak-anak binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang memiliki minat dan ketertarikan untuk kegiatan menggambar (Jasjfi. Rianingrum. Iskandar. Wiana, & Hidayatullah, 2. Selain itu, masa perkembangan anak merupakan masa periode yang perlu terus dirangsang dan diarahkan, agar tidak terhambat Sensitivitas ini termasuk kepekaan terhadap objek dan detail, keteraturan lingkungan, dan eksplorasi lingkungan (Purwantoro et al. , 2. Dengan adanya bekal dasar minat tersebut, maka pada kegiatan pelatihan ini kegiatan menggambar dilakukan pada media berbeda, yaitu pot tanaman yang belum terolah yang terdapat di area halaman muka Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Alat dan bahan yang digunakan meliputi media aplikasi lukis, alat warna, dan alat Media aplikasi lukis adalah pot tanah liat. Pot tanah liat memiliki karakteristik warna coklat kemerahan dengan tekstur yang halus seperti pasir namun tidak licin (A. Kusuma & Wibowo, 2. Pot ini terdiri dari beberapa ukuran, mulai dari kecil sampai Media pot tanah liat yang digunakan sebelumnya telah digunakan di halaman namun belum terolah sehingga terlihat kurang estetis. Alat warna meliputi cat dan kuas. Cat akrilik digunakan sebagai alat warna karena karakteristik cat ini mudah diaplikasikan dan dapat mengering dalam waktu singkat, sehingga anak-anak mendapat kebebasan dalam melukis di media pot tanah liat. Cat akrilik memiliki kelebihan karena bisa dicampur dengan air . , namun berwarna pekat dan dapat digunakan pada berbagai jenis permukaan (H. Kusuma, 2. Warna yang disediakan adalah warnawarna primer dan sekunder, termasuk warna putih agar peserta dapat berkreasi mencampur warna untuk mendapatkan warna-warna turunan. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Gambar 3. Alat dan Bahan (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. Cat diaplikasikan pada pot tanah liat menggunakan kuas dengan berbagai ukuran, dari ukuran kecil sampai besar. Kuas kecil digunakan untuk bentuk-bentuk gambar yang kecil dan garis, sedangkan kuas besar digunakan untuk pewarnaan latar gambar. Pensil digunakan untuk membuat sketsa, dan spidol dapat digunakan secara langsung baik saat membuat sketsa maupun untuk membuat garis outline di gambar yang telah diwarnai. Alat pendukung lain seperti palet cat dapat digunakan untuk mencampur cat untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Tahapan proses melukis pot tanaman dimulai membuat sketsa gambar pada media pot tanaman. Pada kegiatan ini, anak-anak diberi kebebasan untuk memilih tema gambar dengan bentuk dan warna sesuai dengan keinginan. Gambar diaplikasikan dengan pensil atau spidol. Setelah gambar dibuat, dilanjutkan dengan tahap melukis cat dasar, kemudian dilanjutkan dengan melukis bentuk-bentuk gambar utama. Gambar 4. Tahap Membuat Sketsa pada Media Pot Tanaman (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Elda Franzia Jasjfi. Layla Nurina Kartika Iskandar. RA Heryani Wahyuningrum, dkk. Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman bagi Anak Binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Setelah mengaplikasikan cat akrilik pada seluruh permukaan media pot tanaman, dibuat garis outline untuk memperjelas bentuk-bentuk gambar dengan menggunakan Gambar 5. Tahap Membuat Outline pada Media Pot Tanaman (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. Setelah itu cat pelapis . berwarna transparan digunakan agar pot tanaman yang telah dilukis lebih tahan terhadap cuaca luar ruangan. Coating clear glass varnish akan memberikan tampilan gambar yang bersih dan berkilau serta tahan cuaca (Denissa. Susanto. Triskanto. Wijaya, & Baene, 2. Lapisan ini diaplikasikan setelah cat kering, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengering dalam suhu ruang. Kegiatan dapat dilaksanakan dalam waktu terbatas, dan menghasilkan karya individu dari setiap peserta pelatihan. Setiap peserta diberi kebebasan dalam menentukan tema, bentuk, dan warna yang diinginkan. Peserta merespon media pot dengan berbagai Pendekatan pertama adalah melukis sesuai tema yang diinginkan, antara lain tema luar angkasa yang dipilih peserta, dengan latar biru tua dan bentuk-bentuk pesawat luar angkasa, dan bintang-bintang di langit yang gelap. Pendekatan kedua, peserta memilih warna yang diinginkan, kemudian mengaplikasikannya melalui bentuk-bentuk sederhana dan geometris. Kombinasi warna-warna analogus yang dipilih menjadi penekanan pada pendekatan kedua tersebut. Pendekatan ketiga, peserta menggunakan warna-warna dan kontras untuk merespon bentuk pot tanaman. Bagian atas pot dibedakan dengan bagian bawah, dengan mengaplikasikan warna merah pada bagian atas dan warna Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 kuning pada bagian bawah pot. Kemudian pada sisi pot yang berlubang diperkuat dengan lingkaran-lingkaran, sehingga menyerupai bentuk 2 . buah mata pada pot tersebut. Gambar 6. Contoh Karya Peserta Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. Pot tanaman hasil karya peserta pelatihan kemudian digunakan sebagai elemen penghias taman halaman muka Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Tanaman hias yang ada untuk selanjutnya dapat dipindahkan pada media pot yang telah dilukis oleh peserta Gambar 7. Hasil Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman (Foto oleh: Elda Franzia Jasjf. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Elda Franzia Jasjfi. Layla Nurina Kartika Iskandar. RA Heryani Wahyuningrum, dkk. Pelatihan Melukis Pot Dekorasi Taman bagi Anak Binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Dari kegiatan pelatihan ini, hasil pot lukis yang beragam dari setiap peserta pelatihan menjadi indikator keberhasilan program. Peserta mampu memahami teknik lukis pada media pot tanah liat dan mampu berkreasi sesuai kreativitas masing-masing Hasil tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan program. Faktor-faktor pendorong dalam hal ini adalah: . Adanya minat anak-anak binaan untuk melakukan kegiatan kesenirupaan dalam hal ini menggambar dan melukis, . Adanya kesempatan dan dukungan dari pihak pembina Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang untuk melaksanakan pelatihan, . Adanya keahlian dari tim pelatih untuk melaksanakan pelatihan sesuai kebutuhan peserta dan kondisi mitra. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya adalah: . Keterbatasan waktu dalam melaksanakan pelatihan karena padatnya kegiatan anak-anak binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang, dan . Adanya kunjungan sosial dari pihak lain pada saat pelatihan berlangsung sehingga peserta menjadi kurang fokus dalam melaksanakan kegiatan melukis. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan melukis pot dekorasi taman yang dilaksanakan oleh tim pelaksana PkM dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti kepada anakanak binaan Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang dapat terlaksana dengan baik sesuai jadwal dan rencana kegiatan. Setiap anak mampu menghasilkan karya individual berupa pot tanah liat dengan lukisan sesuai tema bentuk dan warna yang diinginkan. Karya dapat dihasilkan sesuai dengan kemampuan teknis anak-anak dan kemudian digunakan sebagai elemen estetis untuk tanaman hias pada halaman muka Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang. Pelatihan melibatkan Pembina Pondok Yatim dan Dhuafa Tomang sebagai pengelola Pondok. Rekomendasi yang diberikan kepada Pembina sebagai pengelola pondok yang berinteraksi langsung dengan anak-anak binaan adalah untuk terus memanfaatkan area halaman di depan Pondok sehingga lebih semarak dan estetis, serta melanjutkan kegiatan melukis ini sebagai kegiatan yang terjadwal, karena dapat menjadi kegiatan rekreasi dan kegiatan berkesenirupaan yang bermanfaat bagi anak-anak dan Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 DAFTAR PUSTAKA