Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 HUBUNGAN PARITAS DAN PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI TETANUS TOXOID DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL TRIMESTER i DI PUSKESMAS PLUS MANDIANGIN BUKITTINGGI Feny Wartisa. Triveni Triveni STIKes Perintis Padang Email : fwartisa@gmail. ABSTRAK Data kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Bukittinggi berdasarkan cakupan kunjungan ibu hamil yang melakukan imunisasi TT dari kunjungan tertinggi ke terendah. Pusat Kesehatan Masyarakat Gulai Bancah 2016 TT 1 . ,2%) TT 2 . ,9%). Puskesmas Plus Mandiangin TT 1 . ,4%) TT 2 . ,4%), dari 307 wanita hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Plus Mandiangin diberikan imunisasi TT 1 . ,4%) ibu hamil dan TT 2 sebanyak . ,4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan pengetahuan imunisasi Tetanus Toxoid dengan imunisasi Tetanus Toxoid pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi 2017. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. desain, kemudian data diolah dengan Menggunakan uji chi square. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden. Hasil uji statistik adalah nilai p = 0,002 . <), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Paritas dengan Kelengkapan Imunitas Toxoid Tetanus, dan diperoleh nilai p = 0,006 . <) maka dapat disimpulkan Adanya hubungan antara pengetahuan Tentang Tetanus Toxoid Dengan kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu Hamil Trimester i di Plus Puskesmas Mandiangin 2017. Saran dalam penelitian ini adalah agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Tahun 2017. Kata kunci: Paritas. Pengetahuan. Imunisasi Tetanus Toxoid ABSTRACT Data of pregnant women visit to Puskesmas Bukittinggi based on coverage of visit of pregnant women who do TT immunization from highest to lowest visit. Community Health Center Gulai Bancah 2016 TT 1 . 2%) TT 2 . 9%). Puskesmas Plus Mandiangin TT 1 . 4%) TT 2 . 4%), from 307 pregnant women in Puskesmas Plus Working Area Plus Mandiangin given TT 1 immunization . ,4%) pregnant mother and TT 2 as much . ,4%). The purpose of this study was to determine the relationship of parity and knowledge of immunization of Tetanus Toxoid with the immunization of Tetanus Toxoid in the third trimester pregnant women at Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi This research method used descriptive analytic method with Cross-sectional approach design, then the data processed with Using chi square test. The sample in this study were 40 respondents. The result of the statistical test is p value = 0,002 . <), it can be concluded that there is a relationship between Parity with Completeness of Tetanus Toxoid Immunity, and obtained p value = 0,006 . <) hence can be concluded existence of relation between knowledge About Tetanus Toxoid With completeness of Tetanus Toxoid Immunization in Pregnant Trimester i at Plus Puskesmas Mandiangin 2017. Suggestion in this research is result of this research can be used as information material and input for health officer in giving counseling in working area of Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Year 2017. Keywords: Parity. Knowledge. Tetanus Toxoid Immunization PENDAHULUAN Menurut Sustainable Development (SDG. yang merupakan lanjutan dari program MDGs yang berakhir pada tahun 2015 lalu, bahwa setiap dunia mempunyai satu tujuan bersama. SDGs adalah mempunyai 17 tujuan dan 169 target, adapun tujuan ke tiga dari SDGs adalah menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Berdasarkan data SDGs salah satu terbanyak yaitu penyakit tetanus neonatorum (Rakerkesnas, 2. Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 Pembangunan pada segala bidang dan salah satu bidang yang tidak kalah pentingnya dari bidang lain adalah bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Kematian ibu merupakan masalah besar bagi negara berkembang. Ini berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih perbaikan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu (Kemenkes, 2. Menurut Maternal Mortality Rate (MMR) pada tahun 2013 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia 210 per 100. 000 kelahiran hidup. AKI di negara berkembang 230 per 100. kelahiran hidup dan AKI di negara maju 16 000 kelahiran hidup. AKI di Asia Timur 33 per 100. 000 kelahiran hidup. Asia Selatan 190 per 100. 000 kelahiran hidup. Asia Tenggara 140 per 100. 000 kelahiran hidup dan Asia Barat 74 per 100. 000 kelahiran hidup (Kemenkes, 2. Pada tahun 2013 AKI di Indonesia mencapai 190 per 000 kelahiran hidup. Bila dibandingkan dengan Malaysia. Phiilipina dan Singapura, angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan angka dari negara Ae negara tersebut dimana AKI Malaysia 29 per 100. 000 kelahiran hidup. Philipina 120 per 100. 000 kelahiran hidup dan Singapura 6 per 100. 000 kelahiran hidup (UNFPA, 2. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Menurut WHO, pada tahun 2013 AKB di dunia 34 per 1. 000 kelahiran hidup. AKB di negara berkembang 37 per 000 kelahiran hidup dan AKB di negara maju 5 per 1. 000 kelahiran hidup. AKB di Asia Timur 11 per 1. 000 kelahiran hidup. Asia Selatan 43 per 1. 000 kelahiran hidup. Asia Tenggara 24 per 1. 000 kelahiran hidup dan Asia Barat 21 per 1. 000 kelahiran hidup (WHO, 2. Pada tahun 2013 AKB di Indonesia mencapai 25 per 1. 000 kelahiran Bila dibandingkan dengan Malaysia. Philipina dan Singapura, angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan angka dari negara Ae negara tersebut dimana AKB Malaysia 7 per 1. 000 kelahiran hidup. Philipina 24 per 1. 000 kelahiran hidup dan Singapura 2 per 1. 000 kelahiran hidup (WHO. Menurut BKKBN . Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah infeksi, pendarahan dan hipertensi saat Penyebab kematian bayi ini salah satunya adalah Tetanus dimana pada neonatus lebih dikenal dengan Tetanus Neonatorum (Riskesdas, 2. Pencegahan terhadap penyakit tetanus pada bayi baru lahir, tidak cukup hanya dengan program pemberian imunisasi tetanus toxoid pada wanita usia subur (WUS) atau ibu hamil oleh tenaga kesehatan dari pemerintah yang terdidik dan terlatih serta fasilitas kesehatan yang memadai saja, tetapi sikap dan perilaku masyarakat juga penting. Perilaku sehat oleh keluarga terutama ibu dalam hal ini memberikan kontribusi yang besar terhadap status derajat kesehatan. Perilaku seseorang atau masyarakat termasuk perilaku pemberian imunisasi dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah paritas, pengetahuan, sikap, kepercayaan dan tradisi dari orang atau masyarakat ( Ellen 2. Paritas mempengaruhi pengetahuan ibu dikarenakan ibu yang telah memiliki beberapa orang anak akan lebih punya pengalaman dibandingkan ibu yang baru memiliki anak satu atau dua, menyatakan bahwa paritas ibu mempengaruhi pengetahuan ibu dikarenakan ibu yang telah memiliki beberapa orang anak akan lebih punya pengalaman dibandingkan ibu yang baru memiliki satu orang pengalaman yang didapat akan menambah wawasan dan pengetahuan ibu (Nanda, 2. Data Propinsi Sumatra Barat menunjukkan cakupan imunisasi toxoid pada ibu hamil tahun 2014 yakni TT 1 . ,2% ) dan TT 2 . ,6% ), sedangkan cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil Kota Bukittinggi tahun 2015 adalah 75,39% untuk TT 1 dan 68,17% untuk TT 2. Pada tahun 2016 mengalami penurunan. TT 1 hanya mencapai 70,16% dan TT 2 mencapai 65,72% (Kemenkes Sumbar, 2. Data kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Bukittinggi yaitu yang Puskesmas Gulai Bancah tahun 2016 TT 1 . 2 %) TT 2 . ,9 %). Puskesmas Mandiangin 2016 TT 1 . ,6 %) TT 2 . ,8 %). Puskesmas Rasimah Ahmad dengan jumlah TT 1 dan TT 2 . ,3 %). Puskesmas Tigo Baleh TT 1 . ,7 %) TT 2 . ,0 %). Puskesmas Guguak Panjang TT 1 . ,4 %) TT 2 . ,2 %). Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 Puskesmas Nilam Sari TT 1. ,0 %) TT 2 . ,8 %) dan Puskesmas Plus Mandiangin TT 1 . ,4 %) TT 2 . ,4 %),dari 307 ibu hamil di seluruh Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin yang diberikan imunisasi TT 1 sebanyak . ,4 %) ibu hamil dan TT 2 sebanyak . ,4 %). Data tahun 2016 dari 307 ibu hamil yang mendapatkan imunisasi TT . ,4 %), sedangkan TT 2 . ,4 %), sedangkan target nasional harus 80%. Berdasarkan data di dapatkan data terendah adalah di Puskesmas Plus Mandiangin yang berjumlah kunjungan imunisasi TT 1 dan TT 2 selama tahun 2016 sebanyak 307 orang sedangkan target nasional 80 %. Data ini menunjukan masih ada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin yang belum mendapatkan imunisasi tetanus toxoid. Karena antenatal dan imunisasi tetanus toxoid dapat disebabkan berbagai faktor, salah satunya termasuk sebagai faktor predisposisi yang menunjang ibu hamil untuk berperilaku, perilaku kesehatan dipengaruhi oleh 3 faktor diantaranya yaitu faktor predisposisi, faktor ini mencakup pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang terkait dengan kesehatan, sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi dan sebagainya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemberian imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil kesadaran ibu tentang manfaat imunisasi tetanus toxoid. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi yaitu pengetahuan ibu tingkat pengetahuan mempengaruhi perilaku individu. Semakin baik pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi maka akan makin tinggi tingkat kesadaran ibu untuk berperan serta dalam kegiatan posyandu atau imunisasi. Program imunisasi tetanus toxoid dapat berhasil jika ada usaha yang sungguh Ae sungguh dari orang yang memiliki pengetahuan dan komitmen yang tinggi terhadap imunisasi. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat mempunyai beberapa program dasar yang salah satunya adalah program Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan paritas ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik Cross-sectional. Pengumpulan menggunakan kuesioner tentang hubungan paritas dan pengetahuan tentang imunisasi Tetanus Toxoid dengan kelengkapan imunisasi Tetanus Toxoid pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi. Yang menjadi populasi adalah ibu hamil trimester i yang berkunjung di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi dengan jumlah populasi ibu hamil TT 1 dan TT 2 sebanyak 307 dengan pengambilan sampel dilakukan secara Accidental sampling yaitu 40 responden. Data di analisi dengan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95 % HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Paritas tentang Imunisasi Tetanus Toxoid Variabel Paritas Rendah Tinggi Total Pengetahuan Rendah Tinggi Total Kelengkapan Imunisasi Lengkap Tidak Lengkap Total Berdasarkan tabel 1 diketahui lebih dari separoh 22 . %) orang responden memiliki paritas rendah, sebanyak 18 . %) orang responden paritas Pengetahuan sebanyak 15 . ,5%) orang. lebih dari separoh 25 . ,5%) orang responden pengetahuan Lebih dari separoh 23 . ,5%) orang responden kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i lengkap. sebanyak 17 . ,5%) orang responden tidak Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 Tabel 2. Hubungan Paritas dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid pada ibu Hamil Trimester i di Puskesmas PlusMandiangin Bukittinggi Paritas Kelengkapan Imunisasi Lengkap Total p value 0,002 Tidak Lengkap Rendah 81,8% 18,2% Tinggi 27,8% 72,2% Total 57,5% 42,5% Tabel 2 terdapat sebanyak 22 dari 40 orang responden yang memiliki paritas rendah, diantaranya terdapat sebanyak 18 . ,8%) orang responden imunisasi lengkap, dan 4 . ,2%) orang responden imunisasi tidak Terdapat sebanyak 18 dari 40 orang responden paritas tinggi, diantaranya terdapat 5 . ,8%) orang responden imunisasi lengkap dan 13 . ,2%) orang responden imunisasi tidak lengkap. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,002 . <) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara paritas dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Tahun 2017. Hasil analisis diperoleh OR= 11. 700 artinya responden yang memiliki paritas rendah memiliki peluang 700 kali untuk imunisasi lengkap dibandingkan dengan paritas tinggi. Tabel 3. Hubungan Pengetahuan Tentang Imunisasi Tetanus Toxoid dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu Hamil Trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Kelengkapan Imunisasi Total Tidak Lengkap Pengetahuan p value 0,006 Lengkap Rendah 73,3% 26,7% Tinggi Total 42,5% 57,5% Tabel 3. menunjukkan hubungan pengatahuan tentang imunisasi tetanus toxoid dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Tahun 2017, terdapat sebanyak 25 dari 40 orang responden yang memiliki pengetahuan tinggi, diantaranya terdapat sebanyak 19 . %) orang responden imunisasi lengkap, dan 6 . %) orang responden imunisasi tidak lengkap. Terdapat sebanyak 15 dari 40 orang responden pengetahuan rendah, diantaranya terdapat 4 . ,7%) orang responden imunisasi lengkap, dan 11 . ,3%) orang responden imunisasi tidak lengkap. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,006 . <) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara pengatahuan tentang imunisasi tetanus toxoid dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Tahun 2017. Hasil analisis diperoleh OR= 8. 708 artinya responden yang Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 memiliki pengetahuan rendah memiliki 700 kali untuk imunisasi tidak lengkap dibandingkan dengan pengetahuan PEMBAHASAN tetanus toxoid sehingga ada responden yang tidak patuh melakukan imunisasi tetanus toxoid ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat dan persepsi mereka yang salah terhadap resiko yang terjadi setelah melakukan imunisasi tetanus toxoid. Ibu dengan kehamilan pertama akan mengalami krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress akan tetapi wanita tersebut akan lebih mempersiapkan diri untuk memberi perawatan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Paritas ibu hamil pada paritas multipara, hal pada kelompok paritas multipara lebih banyak mengetahui manfaat imunisasi tetanus toxoid terkait dengan pengalamannya terdahulu yang sudah beberapa kali mengalami kehamilan dan persalinan. Penelitian penelitian Fitriah tahun 2012, tentang perilaku ibu hamil terhadap imunisasi tetanus toxoid di Puskesmas Tangse Kabupaten Pidie, didapatkan hasil 0,038 disimpulkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ibu hamil terhadap imunisasi tetanus toxoid (TT). Berdasarkan dilakukan oleh Yunica tahun 2014, tentang hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil di Desa Sungai Dua tahun 2014, didapatkan hasil p value 0,000 imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil sangatlah penting untuk melakukan imunisasi tetanus pengetahuan tidak hanya diperoleh dari hasil pendidikan formal, tetapi di peroleh dari penyuluhan, teman, brosur semakin banyak imunisasi tetanus toxoid maka semakin Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,002 . <) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara paritas dengan kelengkapan imunisasi ketanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Plus Mandiangin Bukittinggi Tahun 2017. Hasil analisis diperoleh OR= 700 artinya responden yang memiliki paritas rendah memiliki peluang 11. kali untuk imunisasi lengkap dibandingkan dengan paritas tinggi. Menurut Bartini . , imunisasi tetanus toxoid dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi tetanus neonatorum. Vaksin tetanus pada pemeriksaan antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi dan mencegah kematian ibu akibat Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus . ayi berusia kurang 1 bula. yang disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin . dan menyerang sistem saraf pusat (Saifuddin dkk, 2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2. Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2. Penelitian penelitian Yunica tahun 2014, tentang kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil di Desa Sungai Dua tahun 2014, didapatkan hasil p value 0,002 adanya hubungan antara paritas dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil. Paritas sangat berpengaruh terhadap kesadaran melakukan imunisasi tetanus Pada penelitian ini paritas primipara yang belum mengetahui pentingnya imunisasi Jurnal Kesehatan Perintis (PerintisAos Health Journa. Volume 3 nomor 1 tahun 2016 besar kemungkinan untuk melakukan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil. Tingkat pengetahuan ibu yaitu salah imunisasi tetanus toxoid tingkat pengetahuan akan mempengaruhi prilaku individu. Semakin pentingnya kesehatan maka akan makin tinggi tingkat kesadaran ibu untuk berperan serta dalam kegiatan posyandu atau imunisasi. Pada penelitian ini responden yang memiliki pengetahuan rendah melakukan imunisasi tetanus toxoid dengan lengkap karena responden pekerjaannya hanya ibu rumah tangga jadi pada saat dilakukannya imunisasi responden selalu hadir, dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan kebanyakan memiliki pekerjaan yang tetap sehingga responden tersebut sulit untuk menghadiri dilakukan tiap bulannya di posyandu. KESIMPULAN Lebih dari separoh 22 . %) orang responden memiliki paritas rendah. Selanjutnya paritas responden tinggi sebanyak 18 . %) orang Lebih dari separoh 25 . ,5%) orang responden memiliki pengetahuan tinggi. Pengetahuan responden rendah sebanyak 15 . ,5%) orang responden. Leboh dari separoh 23 . ,5%) orang responden kelengkapan imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu hamil trimester i lengkap. Kelengkapan imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu hamil trimester i tidak lengkap sebanyak 17 . ,5%) orang Adanya hubungan antara paritas dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Plus Puskesmas Mandiangin. pengatahuan tentang imunisasi tetanus toxoid dengan kelengkapan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil trimester i di Plus Puskesmas Mandiangin DAFTAR PUSTAKA