Volume 15 . issue 2 . Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudhi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . TELAAH RINGKAS TAFSIR ABUL AAoLA AL-MAWDUDI. TAFHIM AL-QURAoAN Ahmad Nabil Amir dan Tasnim Abdul Rahman . NEGOSIASI STATUS SOSIAL DAN PRINSIP KESETARAAN: STUDI PADA TRADISI SANDINGAN MALAM JUMAT LEGI DALAM KEBUDAYAANAN PANDALUNGAN DI LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad ZaAoim Zacky Fadl-Lillah dan Alanuari . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani . KONSEP JIWA DAN ETIKA ISLAM : KAJIAN FILSAFAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Siti Nur Amanda. LuAolu Ulzannah. Khairun Anwar dan Sari Febriani 75 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DARI MASA KLASIK HINGGA KONTEMPORER Muhammad Najibudin. Hafsa. Zulfa Hamidah dan Sari Febriani . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah . RELEVANSI MAQAM TASAWUF DALAM MEMBENTUK ETOS KEILMUAN DAN KARAKTER BANGSA DI ERA MODERN Gina Husniati Zahra. Rendi Imam Saputra. Indriani dan Sari Febriani 147 MENYUARAKAN KESEIMBANGAN: PEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID . DI PULAU LOMBOK. INDONESIA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. MUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADIS DI SULAWESI SELATAN: TELAAH TERHADAP KITAB KASYF AL-ASTAR Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah . ANALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI NASKAH MANAKIB ABDUL QADIR AL-JAELANI Ahmad Hafidhuddin . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta ramaadityaputra05@gmail. Satriani Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta ani1105@gmail. Sari Febriani. Hum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta sarifebriani@unusia. Nurul Hasnah Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta nurullhsnhay93@gmail. DOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA e ANo eIA e AEOOEuOIA c AOOI eOIOOEI I IOA e AOIOEOOI uOIOA e AIOINA -( AIONA e AOEA e A OI IO eOIEI Io eOO A. AIOIA A(EOOA A I) I OO uEIO O OAu A OIOEOOI uOIO IOEO uOII OOIA,AEOEOOAA-AOEOOAA AOOIN) I eOIOEIA c AEOI I EOEOANI IOA e AOA e AOOI eOIOOEI OA AION OA AuOIOEOEOE IA e AOA AIOI OA AEOIOO O IOIOONO eOEO eOIOOEI I OcOI uEI O OOEONA e AOA e AEOOEOIA c AOIOA e AION OE NcA AEOIOO O EI O eOII uOEIO OONOIA AuOIOIOOA THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah c AEOI eOIOOEI O eOOA e A IA,A ECNA,AEOA e AIA A OOA,AIO OuO O eOIOEIA e e e AIOIOE EO eOI IOOI O IOIO eA e AOA A IA,A OA,AEOIEI uOIOE O eI EIA e e e A NOE EOI IOIOIOEIA. AIE EOEEA e ANOA AOOI OIOOEI uEI O OOIOE O ONA e AAOI O A e AOIOEA e AOIOI IA e AIOI OIA c AOON IOA AOOI OA AIN OA AION OO IOIA e AOA e A eOIOEI IuO EI EONA,A OuEOI uOOA. AIOO I uOOA AIOuEOA-AuOIO O IOuEOA e AEOuOEIOI I eoEA ,A OI OIOEOIA. AEOONOEI uEIO OA AIOIO AEO eOIO EIA e AIEEN uOIOA e AEOOIIOI OI uEI EOE I EOEEA AO OIA AIOI eOEO OINII EIA ee AeOO eOIOOEI EI IAOI O OO O IOIA e ,A uEIO OA,A eOIOOEI uEIA,AIONA c A IOA:AEOIIOA A IOOIA,AIOIA AEA Abstrak Penelitian ini membahas keterkaitan historis antara sistem pendidikan pada masa Bani Umayyah . Ae750 M) dan proses Islamisasi di Nusantara. Dengan menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. dan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana warisan intelektual dan sistem pendidikan yang berkembang pada masa kekhalifahan Bani Umayyah yang berkontribusi memengaruhi struktur pendidikan dan penyebaran Islam di wilayah nusantara atau kepulauan Indonesia. Dinasti Umayyah tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan lembaga pendidikan seperti kuttab, halaqah, dan masjid sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga membuka jalur perdagangan maritim yang memungkinkan interaksi antara ulama, saudagar, dan masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Islam yang terbentuk di bawah pengaruh Bani Umayyah turut membentuk fondasi pesantren dan madrasah di Nusantara dengan sistem yang mirip pada masa itu. Selain itu, pendekatan damai dalam dakwah serta integrasi nilai-nilai keilmuan dan spiritual menjadi faktor penting dalam keberhasilan Islamisasi. Dengan demikian, makalah ini memperkuat pemahaman akan kesinambungan peradaban Islam global dan lokal serta peran strategis pendidikan dalam transformasi budaya di Nusantara. Kata Kunci: Bani Umayyah. Pendidikan Islam. Islamisasi. Nusantara. Maritim. Abstract This research explores the historical connection between the educational system during the Umayyad Dynasty . Ae750 CE) and the Islamization process in the Indonesian archipelago. Using library research and a Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. descriptive-qualitative approach, the study examines how the intellectual heritage and educational institutions developed under the Umayyads influenced the formation of Islamic educational structures and the spread of Islam in the region. The Umayyad Caliphate not only contributed to the advancement of science and the establishment of institutions such as kuttab, halaqah, and mosques as learning centers, but also opened maritime trade routes that facilitated interaction among scholars, merchants, and local Findings show that the Islamic education system rooted in the Umayyad era laid the foundation for the pesantren and madrasa traditions in the Nusantara. Moreover, the peaceful approach to da'wah and the integration of knowledge and spirituality played a vital role in the success of Islamization. This paper strengthens the understanding of the continuity between global and local Islamic civilizations and highlights the strategic role of education in cultural transformation in the archipelago. Keywords: Bani Umayyah. Islamic Education. Islamization. Nusantara. Maritim. PENDAHULUAN endidikan Islam sejak masa awal perkembangannya telah menjadi pilar utama dalam pembentukan struktur sosial dan budaya masyarakat Muslim. Pada masa Dinasti Umayyah . -750 M), system pendidikan mulai berkembang secara signifikan. Lembaga-lembaga seperti kuttAb, halaqah, perpustakaan, dan bimaristAn muncul di berbagai kota pengaruh kekuasaan Umayyah, menandai pergeseran dari pendidikan informal menjadi lebih Kurikulum tidak hanya terbatas pada pelajaran agama, tetapi juga meliputi ilmu pengetahuan umum meski secara administratif dan kelembagaan masih sederhana (Yusnadi& Fakhrurrazi, 2. Dalam konteks global, ekspansi teritorial Dinasti Umayyah juga memperluas jalur perdagangan dan jaringan komunikasi antarwilayah dari Timur Tengah hingga Asia Selatan dan Tenggara. Jalur laut di Samudra Hindia menjadi koridor penting bagi penyebaran Islam ke Nusantara. Di sepanjang jalur ini, para saudagar Muslim, ulama, dan guru agama menjadi agen utama dalam penyebaran agama Islam. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah sekaligus membawa warisan sistem berkembang sejak masa Umayyah. Salah satu wilayah yang menerima pengaruh tersebut adalah Kepulauan Nusantara yang saat itu berada di bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya . bad ke-7 hingga 13 M). Sriwijaya yang dikenal sebagai pusat pembelajaran Buddhisme juga menjadi pelabuhan dagang internasional yang terbuka terhadap interaksi dengan berbagai Dalam kondisi ini. Islam mulai masuk melalui komunitaskomunitas pedagang Muslim di wilayah pesisir seperti Barus. Lamuri (Ace. , dan Gresik. Berdasarkan sejumlah catatan Tiongkok. Arab, dan temuan arkeologis seperti batu nisan bertulis Arab di Leran (Gresi. , diketahui bahwa Muslim telah hadir di Nusantara setidaknya sejak abad ke-8 M, masa ketika Dinasti Umayyah masih berkuasa. Berdasarkan catatan sejarah, pada abad ke-8 M terdapat komunitas Muslim di wilayah Sumatra bagian utara. Sumber Tiongkok Da Tang Xi Yu Ji (Catatan Perjalanan dari Dinasti Tan. menyebutkan bahwa pedagang Arab telah aktif berinteraksi dengan wilayah Asia Tenggara. Kota pelabuhan seperti Barus. Lamuri, dan Perlak disebut-sebut sebagai titik awal masuknya Islam. Komunitas Muslim ini diperkirakan berasal dari Arab Selatan (Hadramau. Persia, dan Gujarat yang memiliki koneksi dengan pusat peradaban Islam yang berada di bawah kendali Umayyah. Bahkan, beberapa pedagang Arab yang berperan sebagai dAAoi . uru dakwa. juga terlibat langsung dalam pembentukan komunitas Islam awal di Nusantara. Penyebaran Islam di Nusantara tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga memperkenalkan sistem pendidikan baru yang mengintegrasikan nilai-nilai etika, ilmu pengetahuan, dan spiritualitas. Hal ini terlihat dari berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan Islam lokal seperti madrasah dan pesantren yang mengadopsi tradisi halaqah dan metode pengajaran yang mirip dengan praktik Timur Tengah. Ulama-ulama awal seperti Syekh Ismail dan Syekh Abdullah Arif diperkirakan memiliki hubungan intelektual dan spiritual dengan pusat-pusat Islam yang sebelumnya berada dalam pengaruh Umayyah. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. Salah satu isu penting dalam bidang pendidikan pada masa itu adalah adanya transfer keilmuan yang bersifat universal dan sistemik. Dinasti Umayyah mewariskan sistem pendidikan terbuka berbasis halaqah di masjid dan majlis keilmuan yang bersifat non-sektarian dan transregional. Sistem ini mendorong para ulama untuk berdiaspora dan mengajar ke wilayah-wilayah baru termasuk ke Asia Tenggara. Pola ini menarik bagi masyarakat dan kerajaan di Nusantara karena sistem pendidikan Islam yang datang dari Timur Tengah menawarkan model alternatif pembinaan masyarakat berbasis literasi, moralitas, dan ilmu pengetahuan. Kerajaan-kerajaan seperti Samudra Pasai . bad ke-. , yang berdiri setelah Sriwijaya dan merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara, mengadopsi sistem pendidikan Islam klasik yang sudah memiliki akar sejak masa Umayyah, melalui pengaruh ulama dan jaringan perdagangan Muslim global. Selain itu, madrasah dan pesantren yang berkembang di Nusantara tidak hanya mereproduksi model Timur Tengah, tetapi mengembangkan pendekatan lokal yang adaptif terhadap budaya Keterkaitan dengan Dinasti Umayyah tidak bersifat administratif, tetapi lebih kepada kesinambungan tradisi intelektual, spiritual, dan metodologis. Namun demikian, kajian historis yang secara eksplisit menjalin hubungan antara sistem pendidikan masa Umayyah dan Islamisasi di Nusantara masih terbatas. Banyak penelitian memisahkan topik ini menjadi dua pembahasan sejarah pendidikan Islam klasik dan perkembangan pendidikan Islam kontemporer di Nusantara. Tulisan ini bertujuan menjembatani pemahaman tersebut dengan menelusuri kesinambungan struktural, metodologis, dan kultural dalam sistem pendidikan yang diwariskan dari Timur Tengah ke kepulauan Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan historis antara sistem THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah pendidikan Islam pada masa Dinasti Bani Umayyah dengan proses Islamisasi di wilayah Nusantara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka . ibrary researc. , yakni dengan menelusuri dan menganalisis berbagai sumber literatur sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta dokumen sejarah yang relevan. Fokus kajian diarahkan pada upaya menggali kesinambungan antara lembaga pendidikan Islam klasik, seperti kuttab, halaqah, dan masjid sebagai pusat pembelajaran pada masa Umayyah, dengan model pendidikan Islam yang berkembang di Nusantara, khususnya pesantren dan Untuk memperkuat analisis, penelitian ini juga menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. terhadap sumbersumber ilmiah yang membahas pengaruh peradaban Islam klasik dalam konteks lokal. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menjelaskan hubungan historis secara komprehensif, sistematis, dan PEMBAHASAN Sejarah Dinasti Umayyah dan Hubungannya dengan Penyebaran Islam ke Nusantara Dinasti Umayyah merupakan kekhalifahan Islam pertama yang menerapkan sistem monarki herediter dalam sejarah Islam. Dinasti ini berdiri pada tahun 661 M, setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin, dengan Muawiyah bin Abi Sufyan sebagai pendiri sekaligus khalifah pertamanya. Berbasis di Damaskus. Suriah. Dinasti Umayyah mencatatkan sejarah sebagai salah satu kekuasaan Islam terluas, membentang dari wilayah barat di Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portuga. , melintasi Afrika Utara, dan mencapai wilayah timur hingga Asia Tengah serta sebagian wilayah anak benua India. Perluasan wilayah ini bukan hanya melalui kekuatan militer, tetapi juga lewat pendekatan perdagangan, dakwah, dan diplomasi. Masa kekuasaan Umayyah memperlihatkan kemajuan luar biasa dalam bidang administrasi, bahasa, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Khalifah Abdul Malik bin Marwan . Ae705 M) misalnya, memantapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi pemerintahan dan Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. memperkenalkan sistem mata uang tersendiri sebagai simbol kedaulatan kekhalifahan. Sementara itu, pada masa Al-Walid bin Abdul Malik . Ae715 M), pembangunan infrastruktur seperti masjid, jalan, dan rumah sakit . mengalami kemajuan signifikan(Suparto et al. , 2. Namun, salah satu tokoh paling penting dalam kaitannya dengan penyebaran Islam secara damai adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz . Ae720 M). Beliau dikenal sebagai khalifah yang sangat adil, sederhana, dan berfokus pada dakwah melalui pendidikan serta Di masa pemerintahannya, dakwah Islam difokuskan bukan lagi pada penaklukan militer, tetapi pada pembinaan dan penguatan spiritual masyarakat non-Muslim agar tertarik dengan ajaran Islam melalui teladan dan ilmu pengetahuan(Sohaib, 2. Dalam konteks Nusantara, hubungan dengan Dinasti Umayyah terjadi melalui jalur perdagangan internasional maritim yang telah terbentuk sejak awal abad ke-7 M. Kekhalifahan Umayyah mengembangkan jalur dagang laut dari Teluk Persia dan Laut Merah menuju Samudra Hindia, menghubungkan wilayah Timur Tengah dengan India. Srilanka, hingga ke Selat Malaka dan pantai barat Sumatra. Pelabuhanpelabuhan penting seperti Gujarat. Malabar. Sriwijaya (Sumatr. , dan Kedah Tua (Semenanjung Melay. menjadi simpul utama dalam jaringan dagang ini(Wahyudi, 2. Bukti arkeologis dan catatan sejarah menunjukkan bahwa para pedagang Muslim Arab dan Persia telah menjalin kontak dagang dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara sejak abad ke-7 M. Sebuah catatan dari Dinasti Tang di Tiongkok mencatat adanya komunitas pedagang Arab yang tinggal di pesisir pantai Sumatra pada masa itu. Mereka tidak hanya berdagang rempah-rempah, kapur barus, dan emas, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam secara bertahap melalui pergaulan, perkawinan, dan pendidikan informal(Subchi, 2. Beberapa kerajaan di Nusantara yang memiliki keterkaitan langsung atau tidak langsung dengan jaringan perdagangan dan dakwah Islam masa Umayyah antara lain:(Syafrizal, 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah Kerajaan Sriwijaya . bad ke-7 hingga 13 M): Sebagai kerajaan maritim besar. Sriwijaya menjadi pelabuhan transit utama bagi pedagang dari Timur Tengah. Meskipun beragama Buddha. Sriwijaya memiliki interaksi intensif dengan para pedagang Muslim yang kemudian membentuk komunitas Islam di kawasan pesisir, khususnya di daerah Barus dan Lamuri (Ace. Kerajaan Perlak . erdiri sekitar abad ke-9 M): Meski berdiri setelah keruntuhan Umayyah, jejak awal pembentukan kerajaan Islam di Perlak merupakan buah dari dakwah berkelanjutan yang dimulai sejak abad ke-7 dan ke-8. Sumber-sumber lokal seperti Hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah Melayu menyebut nama-nama seperti Syekh Abdullah Arif dan Syekh Shafiuddin, yang datang dari Arab atau Persia sebagai penyebar Islam awal di Sumatra. Kawasan pesisir Jawa bagian utara dan Kalimantan Timur juga menunjukkan jejak komunitas Muslim awal, hasil dari interaksi dagang dengan para pedagang Arab dan Gujarat yang masih merupakan kelanjutan jaringan perdagangan Umayyah. Penyebaran Islam pada masa ini bukanlah hasil dari invasi militer, tetapi melalui pendekatan budaya dan pendidikan. Para pedagang Muslim berperan ganda sebagai guru dan ulama. Mereka memperkenalkan ajaran Islam melalui pengajaran Al-QurAoan, pengobatan tradisional, dan perkawinan campur dengan penduduk Lambat laun, masyarakat lokal mulai memeluk Islam, dan penguasa kerajaan setempat turut memberikan dukungan karena Islam dianggap membawa etika dagang dan moralitas yang memperkuat struktur sosial. (Maulidan et al. , 2. Dukungan penguasa terhadap Islam bisa dilihat dari raja-raja lokal yang memberikan tanah wakaf untuk pembangunan masjid dan lembaga pendidikan awal seperti surau dan halaqah. Hal ini menjadi cikal bakal munculnya pesantren-pesantren tradisional yang kelak memainkan peran penting dalam Islamisasi lebih lanjut. Dengan demikian. Dinasti Umayyah secara tidak langsung memainkan peran besar dalam penyebaran Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. Islam di Nusantara melalui pembukaan jalur perdagangan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan keteladanan moral dalam Sistem pendidikan yang berkembang di dunia Islam masa Umayyah, baik melalui kuttAb, halaqah, maupun madrasah awal, menjadi inspirasi bagi pembentukan lembaga pendidikan Islam di Nusantara yang kelak berkembang dalam bentuk pesantren, surau, dan madrasah tradisional. Hubungan ini memperlihatkan kesinambungan historis yang kuat antara perkembangan pendidikan Islam global dan local (Syafrizal, 2. Peran Pendidikan Pada Masa Bani Umayyah Pada masa kekuasaan Dinasti Bani Umayyah . Ae750 M), pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk fondasi peradaban Islam yang maju dan berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana penyebaran ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga berperan sebagai instrumen strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan Pemerintahan Bani Umayyah secara aktif mendukung berkembangnya ilmu pengetahuan di berbagai bidang, seperti matematika, astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, dan sejarah. Tidak sedikit tokoh besar yang lahir atau mendapat pengaruh kuat dari sistem pendidikan masa ini. Misalnya. Jabir ibn Hayyan, dikenal sebagai bapak kimia modern. Al-Farabi, filsuf Muslim yang mempertemukan pemikiran Yunani dan Islam. serta Al-Zahrawi, pelopor bedah dan kedokteran modern. Menurut (Nurlaila et al. , kemajuan pendidikan pada masa ini ditopang oleh kehadiran para ulama, cendekiawan, dan ilmuwan yang menjadi pilar utama dalam mentransfer pengetahuan kepada masyarakat. Mereka berperan dalam menyusun kurikulum, mengembangkan sistem halaqah . ingkaran pengajara. , serta memperkenalkan metode pengajaran berbasis dialog dan pemahaman mendalam terhadap teks. Pendidikan juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat identitas Islam, sekaligus memperluas pemahaman terhadap ajaran agama. Sebagaimana dijelaskan oleh Yusnadi dan (Fakhrurrazi, 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah berhasil menciptakan sistem nilai yang menyatukan umat Islam lintas geografi, dari Spanyol hingga Asia Tengah. Melalui pendidikan, masyarakat diajarkan nilainilai keislaman yang moderat, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman budaya. (Yusnadi & Fakhrurrazi, 2020. Pendidikan memiliki dimensi politik yang penting. Pemerintah menyadari bahwa sistem pendidikan yang kuat dapat menjadi alat untuk menjaga stabilitas politik dan sosial, sekaligus membentuk masyarakat yang beradab, patuh hukum, dan loyal terhadap Hal ini tampak dalam kebijakan khalifah seperti Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal sebagai pemimpin reformis yang mendukung pembaruan dalam bidang pendidikan dan keilmuan. Salah satu pencapaian besar dalam dunia pendidikan pada masa ini adalah gerakan penerjemahan besar-besaran terhadap literatur dari Yunani. Persia, dan India ke dalam bahasa Arab. Proses ini tidak hanya mempertahankan khazanah ilmu klasik, tetapi juga memungkinkan asimilasi ilmu pengetahuan asing ke dalam kerangka Islam, yang kemudian berkembang pesat pada masa Dinasti Abbasiyah. Ini menjadi cikal bakal Baitul Hikmah, lembaga ilmu pengetahuan yang monumental di Baghdad, namun fondasinya telah diletakkan sejak era Umayyah. Lebih dari itu, sistem pendidikan yang terstruktur dan inklusif mendukung terciptanya jaringan intelektual Islam global. Kota-kota besar seperti Damaskus. Kairouan, dan Basrah menjadi pusat-pusat ilmu pengetahuan yang menghubungkan pelajar dan ulama dari berbagai belahan dunia Islam. Melalui jaringan ini, ilmu berkembang secara dinamis dan transnasional, menciptakan dialog keilmuan yang produktif antara budaya Arab. Persia. Romawi Timur, dan India. Selain institusi besar seperti masjid dan istana khalifah, lembaga-lembaga pendidikan dasar seperti kuttab memainkan peran penting dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat Muslim. Anak-anak diajarkan membaca, menulis, dan menghafal Al-QurAoan sejak usia dini. Pendidikan dasar ini berdampak besar dalam baca-tulis Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. berkembangnya sastra Arab, seni kaligrafi, dan dokumentasi sejarah yang menjadi ciri khas peradaban Islam. Pendidikan pada masa ini juga memiliki misi moral dan spiritual yang mendalam. Melalui ajaran Islam yang diajarkan di masjid, madrasah, dan majelis ilmu, nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkontribusi positif terhadap masyarakat (Hasnida et al. , 2. Lembaga-Lembaga Pendidikan Pada Masa Bani Umayyah Pada masa kekuasaan Bani Umayyah . -750 M), dunia Islam mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang, termasuk Dinasti ini, yang berpusat di Damaskus, mewarisi semangat intelektual yang telah berkembang sejak masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin. Dengan wilayah yang terbentang luas dari Spanyol di barat hingga India di timur, pemerintahan Bani Umayyah menghadapi tantangan besar dalam mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan di antara masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan tradisi yang berbeda(Zalnur, 2. Salah satu kontribusi utama Bani Umayyah dalam bidang pendidikan adalah pendirian berbagai lembaga pendidikan yang berperan dalam melahirkan cendekiawan dan ilmuwan besar. Pendidikan pada masa ini masih sangat erat kaitannya dengan agama, dengan masjid berfungsi sebagai pusat utama kegiatan belajar-mengajar. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lembaga pendidikan di mana ulama mengajarkan berbagai disiplin ilmu, termasuk tafsir, hadis, fiqh, dan bahasa Arab. Masjid-masjid besar seperti Masjid Umayyah di Damaskus menjadi pusat intelektual yang menarik banyak pelajar dari berbagai penjuru negeri Islam. (Yusnadi & Fakhrurrazi, 2020. Selain masjid, lembaga pendidikan lain yang berkembang pada masa Bani Umayyah adalah kuttab, yaitu sekolah dasar yang diperuntukkan bagi anak-anak untuk belajar membaca, menulis, serta dasar-dasar agama Islam. Kuttab berperan penting dalam membentuk THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah generasi yang melek huruf dan memiliki pemahaman awaltentang ilmu-ilmu keislaman. Pendidikandi kuttabumumnya berlangsung di rumah-rumah guru atau di ruangan-ruangan kecil yang disediakan oleh masyarakat setempat. Sistem pendidikan ini kemudian berkembang dan memberikan landasan bagi kemajuan intelektual pada masa selanjutnya. Di samping pendidikan agama, masa Bani Umayyah juga menyaksikan berkembangnya pendidikan di bidang ilmu pengetahuan umum, seperti kedokteran, astronomi, matematika, dan filsafat. Halinidipengaruhiolehinteraksi dengan peradaban lain, seperti Yunani. Persia, dan India, yang ilmu-ilmunya mulai diterjemahkan dan dipelajari oleh para ilmuwan Muslim. Para khalifah Bani Umayyah, seperti Khalifah Abdul Malik bin Marwan dan Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, mendorong penerjemahan karyakarya ilmiah dari bahasa Yunani dan Suryani ke dalam bahasa Arab, sehingga ilmu pengetahuan semakin berkembang dalam dunia Islam. Selain itu, perkembangan pendidikan pa masa Bani Umayyah juga ditunjang oleh sistem administrasi yang tertata dengan baik. Pemerintahan yang stabil memungkinkan terselenggaranya pendidikan yang lebih sistematis, termasuk adanya pendanaan bagi para ulama dan ilmu wanyang berperan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Pendidikan tidak hanya terbatas bagi kaum Muslim, tetapi juga melibatkan komunitas Yahudi dan Kristen yang turut berkontribusi dalam penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan. (Zainal Arifin, 2. Kontribusi lembaga pendidikan pada masa Bani Umayyah terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya dirasakan pada masanya, tetapi juga menjadi fondasi bagi peradaban Islam yang lebih maju di era Abbasiyah. Perkembangan pendidikan yang dimulai dari masjid, kuttab, serta tradisi penerjemahan ilmu dari berbagai budaya, menjadi cikal bakal bagi berdirinya lembaga-lembaga pendidikan formal di masa-masa berikutnya, seperti Baitul Hikmah di Baghdad. Dengan demikian, pendidikan pada masa Bani Umayyah memainkan peran krusial dalam membentuk karakter intelektual dunia Islam yang berkembang pesat pada abad-abad berikutnya(Iqbal & Agus Mahfudin Setiawan, 2. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. Kuttab Kuttab merupakan lembaga pendidikan dasar yang berkembang pesat pada masa Bani Umayyah. Lembaga ini telah ada sejak masa awal Islam, tetapi mengalami perkembangan signifikan selama pemerintahan dinasti tersebut. Awalnya. Kuttab berfungsi sebagai tempat bagi anak-anak Muslim untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur'an. Namun, seiring berjalannya waktu, kurikulumnya berkembang hingga mencakup ilmu hitung, tata bahasa Arab, serta dasar-dasar ilmu agama. Peran Kuttab dalam membentuk generasi Muslim yang berpengetahuan luas menjadikannya sebagai salah satu lembaga pendidikan paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Kuttab pertama kali muncul pada masa Rasulullah SAW sebagai bentuk pendidikan dasar bagi masyarakat Muslim. Beberapa sahabat yang pandai membaca dan menulis diutus untuk mengajarkan Al-Qur'an serta keterampilan dasar literasi kepada anak-anak dan orang dewasa yang ingin belajar. Setelah Islam berkembang dan wilayah kekuasaannya meluas, kebutuhan akan pendidikan semakin Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sistem pendidikan mulai lebih terstruktur, dan Kuttab mulai banyak didirikan di berbagai wilayah kekuasaan Islam. Pada masa Bani Umayyah, perkembangan Kuttab semakin pesat seiring dengan kebijakan pendidikan yang diberlakukan oleh para khalifah. Pemerintahan Bani Umayyah sangat mendorong pendirian Kuttab di berbagai wilayah kekuasaan mereka. Kota-kota besar seperti Damaskus. Kairouan. Basra, dan Kufa menjadi pusat utama penyebaran sistem pendidikan ini. Dukungan dari para khalifah serta elite intelektual Islam pada masa itu membuat Kuttab berkembang pesat dan semakin terorganisir. Dengan adanya Kuttab di berbagai tempat, pendidikan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak yang ingin memperdalam ilmu agama dan pengetahuan umum. Sejarah mencatat bahwa Kuttab telah ada sejak masa Rasulullah SAW, tetapi perkembangannya semakin pesat pada masa Bani Umayyah. Pada masa ini,Kuttab tidak hanya berfokus pada pengajaran Al-Qur'an, tetapi juga mengajarkan berbagai ilmu lain yang mendukung perkembangan peradaban Islam. Para guru yang mengajar di Kuttab biasanya adalah ulama dan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah cendekiawan yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang ilmu. Hal ini menyebabkan Kuttab menjadi lembaga pendidikan dasar yang memberikan kontribusi besar bagi dunia intelektual Islam (Ifendi. Adapun Kontribusi Kuttab terhadap ilmu pengetahuan: Meningkatkan tingkat literasi masyarakat Muslim secara luas. Menjadi fondasi awal bagi para cendekiawan Muslim dalam memahami Al- Qur'an dan bahasa Arab. Mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan dasar. Melahirkan ulama dan intelektual yang kemudian berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Mendorong penyebaran ilmu keberbagai wilayah Islam melalui paralulusan Kuttab. Memberikan dasar pemikiran yang kuat bagi perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari. Masjid sebagai pusat Pendidikan Masjid telah berperan sebagai pusat pendidikan Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Pada masa itu, masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai tempat belajar bagi para Rasulullah SAW sendiri sering mengajarkan Al-Qur'an, hukum Islam, dan berbagai ilmu lainnya di dalam masjid. Peran masjid sebagai pusat pendidikan semakin berkembang pada era Bani Umayyah. Pemerintahan Bani Umayyah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan, termasuk yang berlangsung di masjid-masjid besar seperti Masjid Umawi di Damaskus. Masjid-masjid ini tidak hanya menjadi tempat pengajaran ilmu agama seperti tafsir, hadits, dan fikih, tetapi juga ilmu-ilmu umum seperti astronomi, kedokteran, matematika, dan filsafat. Pada masa Bani Umayyah, pendidikan di masjid semakin terorganisir dengan baik. Para khalifah mendukung pendidikan dengan menyediakan dana untuk para ulama dan guru yang mengajar di masjid. Selain itu, mereka juga mendirikan Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. perpustakaan di dalam masjid untuk mendukung kegiatan belajar Pemerintahan Bani Umayyah mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dengan menerjemahkan berbagai karya dari Yunani. Persia, dan India, yang kemudian diajarkan di masjid-masjid. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi pusat keagamaan tetapi juga pusat ilmu pengetahuan yang mengembangkan berbagai disiplin ilmu. Para ulama dan cendekiawan Islam mengembangkan sistem pendidikan di masjid dengan metode halaqah, di mana seorang guru mengajar di tengah lingkaran murid-muridnya. Pemerintah juga mendukung pendidikan dengan memberikan tunjangan kepada pengajar serta menyediakan fasilitas belajar bagi murid-murid. Hal ini menjadikan masjid sebagai pusat intelektual yang melahirkan banyak ilmuwan besar dalam sejarah Islam (Dr Abuzar Al-Ghifari, 2. Berikut Kontribusi masjid sebagai pusat Pendidikan terhadap Ilmu Pengetahuan: Menjadi pusat penyebaran ilmu agama dan ilmu umum. Menciptakan sistem halaqah, metode belajar yang efektif dalam mengajarkan ilmu kepada murid-murid. Menjadi tempat berkumpulnya ulama dan cendekiawan untuk berdiskusi dan mengembangkan berbagai cabangilmu. Baitul Hikmah Baitul Hikmah (Rumah Kebijaksanaa. adalah pusat intelektual yang berkembang pesat pada masa Bani Abbasiyah, terutama di bawah kepemimpinan Khalifah Harun al-Rasyid dan putranya. AlMa'mun. Namun, fondasi bagi lembaga serupa sebenarnya sudah mulai terbentuk pada akhir masa Bani Umayyah. Khalifah-khalifah Umayyah seperti Al-Walid I dan Umar bin Abdul Aziz mendorong penerjemahan teks-teks Yunani. Persia, danIndia sebagai bagian dari kebijakan intelektual mereka. Baitul Hikmah menjadi pusat penerjemahan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam. Para ilmuwan, penerjemah, dan cendekiawan dari berbagai latar belakang berkumpul di tempat ini untuk THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah menerjemahkan dan mengkaji berbagai karya ilmiah dari peradaban Lembaga ini tidak hanya berperan dalam penerjemahan, tetapi juga dalam penyebaran ilmu di berbagai bidang seperti kedokteran, matematika, astronomi, filsafat, dan geografi. Baitul Hikmah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan perpustakaan yang sangat besar, dengan ribuan manuskrip dan buku yang dikumpulkan serta dikembangkan. Selain sebagai pusat penerjemahan. Baitul Hikmah juga menjadi tempat diskusi ilmiah dan penelitian yang menghasilkan berbagai inovasi dalam ilmu pengetahuan (Zein, 2. Berikut konstribusi yang dilakukan lembaga baitul hikmah terhadap ilmu penegetahuan : Memulai gerakan penerjemahan teks klasik yang menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Mendorong studi filsafat, kedokteran, dan astronomi yang nantinya berkembang pada era Abbasiyah. Membantu Majelis Ilmu Majelis ilmu adalah forum diskusi dan pembelajaran yang berkembang pada masa Bani Umayyah. Lembaga ini berbentuk pertemuan antara ulama dan murid untuk membahas berbagai ilmu pengetahuan, baik agama maupun ilmu umum. Majelis ilmu biasanya diselenggarakan di masjid, rumah ulama, atau bahkan di istana khalifah, menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam penyebaran ilmu di dunia Islam. Pada masa pemerintahan Bani Umayyah, khalifah seperti Umar bin Abdul Aziz sangat mendukung perkembangan majelis ilmu. Ia tidak hanya mendorong para ulama untuk mengajarkan ilmu mereka, tetapi juga memfasilitasi penyebaran ilmu ke berbagai wilayah kekuasaan Bani Umayyah, termasuk Afrika Utara. Andalusia, dan Persia. Dengan adanya dukungan ini, majelis ilmu berkembang menjadi pusat pendidikan informal yang melahirkan banyak cendekiawan dan ulama besar. Di dalam majelis ilmu, metode Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. pembelajaran yang digunakan bersifat lisan dan interaktif. Para murid duduk dalam halaqah . mengelilingi seorang guru atau ulama yang memberikan penjelasan, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi secara mendalam. Topik yang dibahas tidak hanya mencakup ilmu agama seperti tafsir, hadits, dan fikih, tetapi juga ilmu umum seperti kedokteran, filsafat, astronomi, dan matematika. (Irfan. Berikut konstribusi yang dilakukan terhadap ilmu pengetahuan: Menjadi wadah bagi ulama untuk berbagi Ilmu Meningkatkan pemahaman beberapa disiplin Ilmu Melahirkan banyak ulama besar intelektual Menjadi Cikalbakal lembaga Pendidikan formal Strategi dan Kebijakan Pemerintah Bani Umayyah dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan untuk Membangun Peradaban yang Maju Masyarakat Muslim Pemerintahan Bani Umayyah . Ae750 M), sebagai dinasti Islam pertama yang berpusat di Damaskus, memainkan peran sentral dalam meletakkan fondasi pendidikan Islam yang kokoh, yang berdampak tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga secara transregional hingga menjangkau Asia Selatan dan Tenggara. Peradaban Islam yang lahir dari kebijakan pendidikan Umayyah tidak muncul secara kebetulan. Ia merupakan hasil dari strategi politik, sosial, dan ekonomi yang matang dalam mengintegrasikan pendidikan sebagai instrumen pembangunan peradaban(Nurlaila et al. , 2. Penguatan Lembaga Pendidikan dan Infrastruktur Ilmu Pengetahuan Sejak awal kekuasaannya. Bani Umayyah menyadari pentingnya pendidikan sebagai pilar utama peradaban. Pendidikan tidak hanya THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah diarahkan pada penguatan syariat dan moral Islam, tetapi juga pada perluasan ilmu pengetahuan umum. Pemerintah mendukung pendirian kuttAb . ekolah dasa. , masjid sebagai pusat pembelajaran, serta memfasilitasi interaksi keilmuan di berbagai pusat urban seperti Damaskus. Basrah, dan Kufa. Pendidikan Islam pada masa ini diorganisasi secara sistematis, dengan kurikulum yang mencakup tafsir, hadis, fikih, gramatika Arab, serta sains dasar seperti matematika, kedokteran, dan astronomi. Guru-guru diangkat dengan tunjangan negara, dan murid-murid dari berbagai latar sosial diberi Hal ini menandai bahwa pendidikan dijadikan instrumen pemerataan sosial dan stabilitas politik. (Aulia et al. , 2. Arabisasi dan Unifikasi Bahasa Ilmu Salah satu langkah monumental adalah kebijakan Arabisasi yang dilakukan oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Bahasa Arab diresmikan sebagai bahasa administrasi dan pendidikan. Transformasi ini tidak hanya menyatukan sistem birokrasi, tetapi juga menciptakan medium tunggal penyebaran ilmu dan dakwah ke wilayah nonArab. Dengan bahasa Arab sebagai lingua franca, kitab-kitab ilmu pengetahuan diterjemahkan dari bahasa Yunani. Persia, dan Sanskerta ke dalam bahasa Arab. Hal ini menjadikan dunia Islam sebagai pusat akumulasi dan transmisi ilmu pengetahuan yang strategis. Bahasa menjadi alat utama dalam ekspansi intelektual ke berbagai wilayah, termasuk Asia Selatan dan Tenggara. (Muhammad, 2. Penyebaran Keilmuan Perdagangan Maritim Melalui Dakwah Selain ekspansi militer, penyebaran pengaruh Umayyah juga dilakukan melalui dakwah dan perdagangan. Para pedagang dan dai memainkan peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam dan Kawasan pesisir seperti Gujarat. Malabar. Aceh, dan Palembang menjadi titik awal berkembangnya komunitas muslim yang terorganisasi. Mereka membawa bukan hanya barang dagangan, tetapi juga mushaf Al-QurAoan, ilmu fiqh, serta metode pengajaran Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. Islam. Di komunitas-komunitas ini, mereka membangun lembagalembaga kecil seperti surau dan madrasah sebagai tempat pendidikan Ini menjadi awal mula perkembangan sistem pendidikan Islam di Asia Tenggara. Mekanisme Tenggara Ekspansi Asia Selatan Ekspansi pengaruh Umayyah ke Asia Selatan dan Tenggara tidak hanya melalui militer, tetapi juga melalui mekanisme soft power: diplomasi, budaya, dan intelektual. Beberapa mekanisme yang digunakan antara lain:(Lubis, 2020. Hubungan diplomatik langsung: Catatan Tiongkok dari Dinasti Tang menyebutkan bahwa utusan dari kerajaan di Sumatra Kekhalifahan Umayyah, diplomatik awal yang membuka jalur pertukaran budaya dan ilmu. Jalur pelayaran dagang Samudera Hindia: Dengan pusat pelabuhan di Oman dan Yaman, para pedagang Muslim secara bertahap menyebarkan pengaruh Islam ke pesisir India dan Nusantara. Dari Gujarat ke Malaka, jalur ini menjadi sarana penyebaran buku, manuskrip, dan praktik pendidikan Islam. Migrasi ulama dan pelajar: Seiring dengan berkembangnya pusat keilmuan di Damaskus dan Basrah, pelajar dari wilayah jauh mulai datang menuntut ilmu. Setelah kembali ke daerah asal, mereka membangun institusi pendidikan lokal. Hal ini terlihat dari berkembangnya pesantren awal di Nusantara yang mengikuti sistem halaqah. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah Strategi Pemerintah dalam Menjamin Keberlanjutan Pendidikan Pemerintahan Bani Umayyah tidak hanya membangun lembaga, tetapi juga menerapkan kebijakan jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan sistem pendidikan, di antaranya:(Lubis. Subsidi dan gaji guru dari baitul mal: Menunjukkan adanya peran negara dalam menjaga mutu dan keberlangsungan Penyusunan kurikulum berbasis QurAoani dan ilmu logika: Kurikulum yang diajarkan tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga penalaran, yang menjadi dasar lahirnya tradisi ilmiah Islam. Pemanfaatan masjid sebagai universitas terbuka: Masjid menjadi tempat belajar lintas kelas sosial dan lintas ilmu, yang pada akhirnya menciptakan komunitas intelektual muslim Hubungan Historis Antara Perkembangan Pendidikan pada masa Bani Umayyah dengan proses Islamisasi di kawasan Nusantara Dinasti Bani Umayyah . Ae750M) menandai fase transformatif dalam sejarah pendidikan Islam. Pada masa ini, lembaga pendidikan seperti kuttAb, halaqah, perpustakaan, dan bimaristAn mulai berkembang, menandai pergeseran dari pendidikan informal menjadi lebih sistematis dan inklusif. Kurikulum pendidikan kala itu mencakup ilmu agama dan ilmu umum seperti filsafat dan astronomi, serta menekankan penciptaan insan beradab . nsan kAmi. melalui metode diskusi dan majelis keilmuan. Meskipun administrasinya masih sederhana, struktur kelembagaan ini telah mencerminkan Islam berkembang(Yusnadi & Fakhrurrazi, 2. Ekspansi kekuasaan Bani Umayyah menciptakan jalur komunikasi dan perdagangan Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. transregional, yang menjangkau wilayah Asia Tenggara termasuk Nusantara. Para pedagang dan ulama membawa serta tradisi pendidikan Islam klasik pembelajaran di masjid atau halaqah yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat lokal. Struktur kelembagaan semacam ini menjadi fondasi bagi berdirinya madrasah dan pesantren di Nusantara. Jalur ini tidak sekadar menyebarkan agama,tetapi juga membawa pemahaman ilmiah dan metodologi pendidikan yang khas. Masuknya peran pendidikan bani umayyah yang terealisasi di wilayah nusantara diperkuat dengan datangnya islam dinusantara yang terjadi pada abad ke-7. Pada masa itu islam datang ke nusantara dibawakan oleh pedagang yang berasal dari arab saudi. Teori ini dibawa ke nusantara oleh seorang ulama bernama buya Hamka (Muhammad Basri, 2. Model pendidikan tersebut kemudian berperan sebagai instrumen utama dalam proses Islamisasi Nusantara. Integrasi metode hafalan teks suci dan diskusi kritis memungkinkan masyarakat lokal memahami Islam dengan lebih mendalam dan reflektif. Pendidikan yang inklusif dan akulturatif menggunakan bahasa lokal dan mengikuti norma budaya setempat memfasilitasi penerimaan Islam tanpa menimbulkan konflik budaya. Sistem ini terbukti lebih efektif daripada dakwah verbal semata karena mampu mentransmisikan nilai, cara berpikir, serta sistem sosial yang terstruktur(Lubis, 2020. Dengan demikian, keterkaitan historis antara pendidikan masa Umayyah dan Islamisasi Nusantara menjadi jelas: pendidikan berperan sebagai wahana transfer peradaban. Tradisi kelembagaan dan kurikulum yang dibawa dari Timur Tengah berperan mendasar dalam membentuk karakter Islam Nusantara yang inklusif, berbudaya tinggi, dan berintelektual. Kesinambungan struktural, metodologis, dan kultural ini menunjukkan bahwa peradaban Islam di Nusantara bukanlah fenomena mandiri, melainkan kelanjutan dari tradisi keilmuan klasik yang diwariskan sejak masa Bani Umayyah (Alfiani et al. , 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah Warisan intelektual dan sistem pendidikan Bani Umayyah memengaruhi bentuk dan karakter pendidikan islam di Nusantara Sejarah pendidikan Islam di Nusantara tidak bisa dipisahkan dari warisan intelektual peradaban Islam klasik, terutama yang bermula dari Dinasti Bani Umayyah . Ae750 M). Sebagai kekhalifahan Islam pertama yang menerapkan pemerintahan monarki berhijau nasional. Umayyah mewariskan sistem pemerintahan dan pendidikan yang terpusat dan sistematis. Warisan ini menembus batas geografis dan menjadi fondasi kelembagaan pendidikan di Asia Tenggara(Maulidan et al. , 2. Pada masa Umayyah, lembaga seperti kuttAb . ekolah dasar membaca Al-QurAoa. mulai berdiri di berbagai kota seperti Damaskus. Kufa, dan Basrah. Tradisinya jelas terlihat dalam pesantren tradisional Nusantara, di mana pengajaran baca tulis Al-QurAoan menjadi fondasi pendidikan di pesantrenpesantren awal. Selain itu, masjid juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan informal, menggunakan metode halaqah lingkaran kajian yang hingga kini menjadi ciri utama sistem pengajaran di pesantren Indonesia(Yusnadi & Fakhrurrazi, 2020. Pada masa Umayyah, pendidikan dasar mulai terstruktur dengan hadirnya kuttAb, lembaga sederhana yang mengajarkan baca, tulis, dan hafalan Al-QurAoan beserta dasar-dasar agama. Guru diangkat resmi, digaji dari baitul mal, dan lokasi kuttAb bisa di masjid, rumah guru, atau istana . Prinsip inklusif ini terbawa ke Nusantara. Di pesantren tradisional dan surau awal di Aceh atau Minangkabau, ditemukan model serupa: murid belajar Al-QurAoan dan tata bahasa Arab dalam kelompok kecil, dari guru yang dihidupi komunitas refleksi langsung dari sistem kuttAb (Fahruddin, 2. Selanjutnya, masjid sebagai pusat pendidikan juga diadaptasi. Masjid Umayyah di Damaskus dipakai untuk halaqah keilmuan hingga terjadinya perpaduan antara agama dan ilmu umum seperti matematika dan astronomi. Di Nusantara, contoh adaptasinya adalah masjid awal di Aceh atau Demak, yang tidak hanya digunakan untuk sholat, tetapi juga kajian tafsir dan fiqh, praktik yang masih diterapkan Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. di pesantren tradisional. Adapun beberapa warisan bani umayyah yang terealisasi sebagai bentuk dan karakter pendidikan islam di Nusantara (Yusnadi & Fakhrurrazi, 2020. Kurikulum Holistik: Agama dan Pengetahuan Dunia Pola holistik Umayyah mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum jugadiwariskan ke pesantren Nusantara. Khalifah seperti Abdul Malik dan Al-Walid I mendukung penerjemahan teks-teks Yunani dan Persia untuk dipelajari di lembaga pendidikan Islam . Di Nusantara, murid pesantren belajar kitab klasik . ahwu, sharaf, fiq. , sekaligus nilai moral dan, dalam beberapa kasus, ilmu-ilmu adat lokal. Kurikulum ini memastikan santri tidak hanya cakap spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas budaya dan sosial(Harahap, 2. Karakter pendidikan yang menekankan pada integritas antara pendidikan ruhani. Ilmu-ilmu sepertiTafsir. Hadits, dan Fiqih di integritaskan dengan ilmu intelektual seperti Matematika. Kedokteran, dan Filsafat. Hal ini merupakan sikap terbuka terhadap perkembangan ilmu dan pernah dijadikan kekuatan ketika Bani Umayyah memperluas wilayahnya dan bersinggungan dengan peradaban Romawi dan Persia(Muthoharoh Miftakhul, 2. Metode Talaqqi dan Sanad Metode talaqqi resitasi langsung dari guru dan penggunaan sistem sanad . antai keilmua. adalah warisan penting dari Umayyah. Di pesantren, santri duduk menghadap kiai, membaca ulang teks, kemudian menuliskannya. Praktik otentifikasi dan legalisasi keilmuan ini masih menjadi bagian intelektual pesantren modern, seperti di Gontor dan Lirboyo(Maulidan et al. , 2. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah Tokoh dan Institusi sebagai Simbol Transformasi Syekh Abdul Rauf al-Singkili (Ace. : Belajar di tanah Arab, kemudian menerapkan model halaqah dan sanad di Aceh, serta mendidik murid-murid level seperti Burhanuddin Ulakan, pembawa warisan otoritatif Umayyah. Syaikh Nawawi al-Bantani (Bante. : Alumni Mekkah yang memperkuat sistem pembelajaran talaqqi dan sanad di pesantrennyaAinyambung sama tradisi Umayyah Kyai Ahmad Sahal (Gonto. : Meskipun pendidikan ramah modern, tetap menerapkan bahasa Arab penuh, sistem halaqah, dan sanadAicerminan transformasi Umayyah dalam konteks (Hirzullah , 2. Adaptasi Kultural dan Kontekstualisasi Selain itu, karakter pendidikan Islam di Nusantara yang bercorak holistik, toleran, dan kontekstual dapat dilacak akarnya dari masa Umayyah, yang mengembangkan pendidikan dengan pendekatan yang adaptif terhadap kultur lokal. Hal ini terlihat dalam cara pesantren mampu menyerap nilai-nilai lokal dan menjadikannya bagian dari sistem pendidikan tanpa kehilangan identitas. Islaminya. Seperti Bani Umayyah yang mengadopsi elemen-elemen positif dari budaya non-Arab, pendidikan Islam di Nusantara juga menggabungkan tradisi keislaman dengan budaya lokal seperti seni, bahasa daerah, dan struktur sosial setempat. Pesantren seperti Lirboyo memasukkan budaya kerjasama, hormat terhadap guru, dan bahasa Jawa krama dalam kehidupan akademik mereka(Lubis, 2020. KESIMPULAN Berdasarkan uraian dan analisis historis yang mendalam, dapat disimpulkan bahwa Dinasti Bani Umayyah memainkan peran fundamental dalam membentuk fondasi peradaban Islam melalui sistem pendidikan yang terstruktur, inklusif, dan progresif. Model Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. pendidikan yang berkembang pada masa ini, seperti kuttAb, halaqah, dan pusat-pusat ilmu berbasis masjid, telah memberikan pengaruh kuat terhadap karakter pendidikan Islam yang berkembang di Nusantara. Penyebaran Islam di Nusantara bukanlah proses yang berlangsung secara instan atau melalui kekuatan militer semata, melainkan melalui jalur perdagangan, dakwah, dan transmisi keilmuan yang mengakar kuat pada nilai-nilai intelektual Umayyah. Melalui jaringan dagang Samudra Hindia dan interaksi kultural antara ulama Arab-Persia dengan kerajaan-kerajaan lokal seperti Sriwijaya dan Perlak, terjadi transfer sistemik atas gagasan pendidikan yang holistik, toleran, dan kontekstual. Warisan intelektual Bani Umayyah tidak hanya terlihat dalam aspek kelembagaan pendidikan seperti pesantren dan madrasah, tetapi juga dalam pendekatan metodologis seperti talaqqi, sanad, dan pembelajaran berbasis halaqah yang tetap lestari hingga kini. Integrasi antara ilmu agama dan ilmu dunia dalam satu kesatuan kurikulum mencerminkan kesinambungan pemikiran dan metode yang ditanamkan oleh Dinasti Umayyah. Secara akademik, keterkaitan antara sistem pendidikan Umayyah dan Islamisasi Nusantara menunjukkan adanya kesinambungan struktural dan kultural yang Pendidikan menjadi alat peradaban yang tidak hanya menyebarkan ajaran agama, tetapi juga membentuk etos ilmu, moralitas sosial, dan identitas umat Islam yang khasAiyang di kemudian hari dikenal sebagai Islam Nusantara. Dengan demikian, warisan pendidikan Bani Umayyah bukan hanya menjadi refleksi kejayaan masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi konseptual yang relevan untuk pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah AOAOI OA Aulia. Syari. , & Albina. Multikulturalisme Pada Masa Dinasti Umayyah. , 244Ae248. Dr Abuzar Al-Ghifari. Dinamika lembaga pendidikan islam klasik: menyoroti kuttab,madrasah, nizhamiyyah hingga Al-azhar. https://books. id/books?hl=en&lr=&id=KoaeEaQBAJ&oi=fnd&p g=PA123&dq=Iqbal. Masjid Sebagai Pusat Ilmu: Telaah Peran Masjid pada Masa Dinasti Uma Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 8. , 134Ae &ots=sde0NnhGKi&sig=KV0Azt7tN4kigc6qXSKsM YPL Fahruddin. Kuttab: Madrasah Pada Masa Awal (Umayya. Pendidikan Islam. Madrasah, 2. , 207Ae221. https://doi. org/10. 18860/jt. Fakhrurrazi. Proses Perkembangan Pendidikan Islam Pada Periode Dinasti Bani Umayyah. Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keislaman, 12. , 91. https://doi. org/10. 46339/foramadiahi. Harahap. Sejarah Dinasti Bani Umaiyyah Dan Pendidikan Islam. WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 4. , 21. https://doi. org/10. 51590/waraqat. Hasnida. Adrian. , & Siagian. Transformasi Pendidikan di Era Digital. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 1. , 1Ae11. https://kumparan. com/aanherdian89/transformasi-pendidikan-di-era-digital1zG74Ilpzc4/4 Hirzullah. , & -. Sejarah Pertumbuhan Dan Perkembangan Pendidikan Pada Masa Dinasti Umayyah. Social Science Academic, 1. , 151Ae162. https://doi. org/10. 37680/ssa. Ifendi. Kuttab Dalam Lintasan Sejarah : Dari Masa Pembinaan Hingga Kejayaan Pendidikan Islam . MVol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. 1258 M). At-TaAoDib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 13. , 27. https://doi. org/10. Iqbal. , & Agus Mahfudin Setiawan. Perpustakaan Islam Cordoba: Kiblat Peradaban Ilmu Pengetahuan Di Era Dinasti Bani Umayyah Ii 961-976 M. Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam, 3. , 1Ae17. https://doi. 38073/batuthah. Irfan. Peranan Baitul Hikmah dalam Menghantarkan Kejayaan Daulah Abbasiyah. Jurnal As-Salam, 1. , 139Ae155. https://w. org/index. php/JAS/article/view/66/59 Lubis. imperium umayyah dan Indonesia. , 1Ae16. Lubis. Pendidikan Islam Masa Umayyah Dan Indonesia: Seputar Perkembangan. Penggambaran, dan Implementasi Pendidikan Islam di Indonesia. (Februar. , 1Ae9. Maulidan. Rhamadan. Rahma. Indonesia. Sufyan. Saw. , & Dia. Sejarah Peradaban Bani Umayyah dan Pengaruhnya Terhadap Penyebaran Islam di Nusantara Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan sejarah Dinasti Bani Umayyah , dimulai dengan masa Syam dituturkan dalam banyak hadits SWT . Syria memang memiliki peson. 11(Septembe. , 159Ae180. Muhammad Basri. Masuknya Islam Ke Nusantara Muhammad. Khazanah : Journal of Islamic Studies, 27. , 58Ae66. Muhammad. Gerakan Arabisasi Pada Masa Dinasti Umayyah . -750 M ). 1Ae14. https://w. gov/ books/NBK558907/ Muthoharoh Miftakhul. Pertumbuhan dan Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah Ummayah. Jurnal Tarbiyah-SyariAoah Islamiyah E-ISSN: 2252-4436 P-ISSN: 2654-6132, 30. , 62Ae76. Nurlaila. Zalnur. , & Zulmuqim. Perkembangan Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Umayyah. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2. , 44Ae54. Sohaib. UMAR BIN ABDUL AZIZ FIFTH RIGHTLY GUIDE CALIPH (Vol. Issue . Subchi. A HISTORY OF Hadrami COMMUNITY IN SOUTHEAST ASIA. Epistemy: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 14. , 169Ae188. https://doi. org/10. Suparto. Halid, & Bin Mamat. Bani AoAlawiyyin in Indonesia and the Malay world network, development and the role of institution in transmitting the peaceful mission of islam. Journal of Indonesian Islam, 13. , 267Ae296. https://doi. org/10. 15642/JIIS. Syafrizal. Sejarah Islam Nusantara. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2. , 235Ae253. https://doi. org/10. 19105/islamuna. Wahyudi. Perdagangan Internasional di Masa Dinasti Bani Umayyah. Journal of Economics Business Ethic and Science of History, 2. , 69Ae76. https://jurnalhamfara. id/index. php/jb/index Yusnadi, & Fakhrurrazi. Pendidikan Islam pada Bani Umayyah metode, pola dan locus keilmuan. At-TaAodib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 12. Yusnadi. , & Fakhrurrazi. Pendidikan Islam Pada Masa Daulah Bani Umayyah. At-TaAodib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 163. https://doi. org/10. Zainal Arifin. Sejarah pendidikan islam studi dinamika sosial intelektual dan transformasi kelembagaan. Repository. Ummetro. Ac. Id (Issue Septembe. https:// id/files/artikel/3852. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Pendidikan dan Penyebaran Peradaban Islam: Keterkaitan Historis. Zalnur. Dinamika Pendidikan Islam pada Masa Daulah Umayyah dan Peranannya dalam Pengembangan Pendidikan Islam. , 28Ae32. Zein. Contribution of the Umayyad Dynasty to the Development of Islamic Civilization . -750 AD). Tarikh : Journal of History. Culture and Islamic Civilization, 3. , 44Ae56. https://doi. org/10. 24042/jhcc. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION