Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Pelatihan Kewirausahaan Digital melalui Workshop bagi Remaja Yayasan Rumah Harapan. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat Aprilia Puspasari1. Irwan Raharja*2. Popon Rabia Adawia3. Asep Dony Suhendra4 1,2,3,4Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia *e-mail: aprilia. alp@bsi. id1, irwan. ira@bsi. id2, popon. pra@bsi. id3, asep. aya@bsi. Artikel dikirim: 20 Mei 2025. Revisi-1: 07 Juni 2025. Revisi-2: 12 Juni 2025. Diterima: 13 Juni 2025. Dipublikasikan : 26 Juni 2025 Abstrak Dunia kewirausahaan melalui tehnologi digital mulai berkembang dengan pesat. Hal ini membuka peluang khususnya bagi remaja didalam memulai bisnis tanpa terikat batasan geografis maupun modal. Fenomenanya masih banyak remaja yang belum memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidang tehnologi digital untuk pengembangan usahanya. Hal ini disebabkan kurangnya akses dan informasi mengenai pelatihan kewirausahaan digital dan terdapatnya keterbatasan infrastruktur teknologi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan dan tehnologi digital, serta membekali remaja dengan keterampilan praktis dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode pelatihan secara tatap muka. Materi pelatihan disampaikan secara langsung kepada para remaja yang terdapat di Yayasan Rumah Harapan. Bekasi. Jawa Barat dengan mengunakan slide presentasi. Adapun materi yang disampaikan meliputi pembuatan website toko online, pemasaran produk melalui media social dan pengelolaan bisnis digital secara efektif. Program ini juga mencakup pemberian wawasan tentang manajemen bisnis, pengelolaan keuangan dan strategi branding. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan remaja dalam dunia digital, memperoleh kemandirian ekonomi, dan memperluas wawasan kewirausahaan. Kegiatan ini memberikan dampak positif, tidak hanya untuk pengembangan keterampilan usaha, tetapi juga untuk meningkatkan motivasi dan percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia digital. Kata Kunci: Dunia Digital. Kewirausahaan. Pelatihan Abstract The world of entrepreneurship through digital technology is growing rapidly. This opens up opportunities, especially for teenagers, in starting a business without being bound by geographical or capital The phenomenon is that there are still many teenagers who do not have adequate knowledge and skills in the field of digital technology for business development. This is due to the lack of access and information regarding digital entrepreneurship training and the existence of limited technological infrastructure. The purpose of this community service is to provide an understanding of digital entrepreneurship and equip teenagers with practical skills in running a technology-based business. Community service is carried out with a face-to-face training method. The training material was delivered offline to teenagers at Yayasan Rumah Harapan. Bekasi. West Java using presentation slides. The material presented includes making an online shop website, marketing products through social media and managing digital businesses effectively. This program also includes providing insight into business management, financial management and branding strategies. The results of this community service are able to improve the ability of teenagers in the digital world, gain economic independence, and expand entrepreneurial insights. This activity has a positive impact, not only for the development of their skills, but also to increase their motivation. Keywords: Digital Entrepreneurship. Enterepreneurship. Training PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan dinamis di era teknologi digital saat ini sangat diperlukan di setiap lini kehidupan terutama dunia pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, dan teknologi secara langsung pada masyarakat. Baik secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat sehingga melatih masyarakat untuk menambah kemampuan dan pengetahuan seiring berkembangnya jaman, dan dapat mempercepat laju pertumbuhan dalam berbagai bidang. Peningkatan pengetahuan kewirausahaan menjadi suatu keniscayaan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan kurikulum kewirausahaan sejak di bangku sekolah sampai perguruan tinggi, sehingga generasi muda dalam hal ini adalah para remaja memiliki skill dan kompetensi mengenai kewirausahaan. Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan, yang ditandai dengan pencarian jati diri, peningkatan kebutuhan terhadap kemandirian, dan persiapan menuju dunia kerja (Suryana et al. , 2. beberapa yayasan yang menaungi anak-anak berusia remaja, tantangan yang dihadapi lebih kompleks dibandingkan remaja pada umumnya. Tidak hanya harus menghadapi krisis identitas khas remaja, mereka juga dihadapkan pada keterbatasan akses terhadap pendidikan nonformal, keterampilan hidup, dan lingkungan pendukung yang memadai dalam membangun kemandirian Minimnya akses informasi dan keterampilan praktis menjadikan mereka lebih rentan terhadap pengangguran, ketergantungan ekonomi, bahkan risiko sosial lainnya (Aini et al. , 2. Perkembangan teknologi digital saat ini membuka peluang baru bagi siapa pun, termasuk remaja di lingkungan, untuk membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan digital (Riscal & Sahbany, 2. Pemanfaatan platform media sosial, marketplace, dan teknologi berbasis internet dapat menjadi solusi konkret untuk memberdayakan mereka secara ekonomi. Salah satu dampak positif yang dihasilkan adalah terciptanya peluang baru bagi individu untuk memulai usaha tanpa terbatas oleh lokasi geografis, modal besar, atau keterampilan teknis yang Konsep digital entrepreneurship atau kewirausahaan digital menawarkan peluang tersebut, terutama bagi generasi muda yang terbiasa dengan teknologi(Suhardoyo et al. , 2. Namun demikian, belum semua remaja memiliki pemahaman, keterampilan, dan pendampingan yang memadai untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. Disamping itu adanya keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pengembangan sumber daya menjadi kendala remaja didalam upayanya untuk menekuni bidang kewirausahaan (Zahra et al. , 2. Oleh karena itu, pelatihan kewirausahaan digital menjadi penting dan mendesak untuk diberikan sebagai bekal keterampilan masa depan. Dengan adanya pelatihan mengenai kewirausahaan digital mampu meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri remaja dalam Sebagaimana diungkapkan oleh (Putra et al. , 2. bahwa pelatihan berbasis digital marketing mampu meningkatkan minat dan kemampuan wirausaha pada remaja. (Diana et al. , 2. juga menyimpulkan bahwa workshop kewirausahaan digital memberikan dampak positif terhadap motivasi dan keterampilan berwirausaha pada remaja di lembaga sosial. Yayasan Rumah Harapan Cikarang (Gambar . merupakan yayasan yang menaungi anakanak berusia remaja. Yayasan ini terletak di Jl. Ki Hajar Dewantara No. Karangasih. Kec. Cikarang Utara. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat 17530. Berjarak sekitar 41,5 KM dari Kampus Universitas Bina Sarana Informatika. Gambar 1. Yayasan Rumah Harapan Pilar Cikarang Bekasi Yayasan Rumah Harapan menghadapi berbagai permasalahan dalam mendukung perkembangan anak-anak remaja yang tinggal dan belajar di yayasan tersebut, khususnya terkait dengan pemberian keterampilan kewirausahaan di era digital. Permasalahan-permasalahan yang P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. ada meliputi kurangnya pengetahuan tentang kewirausahaan digital. Banyak anak-anak remaja di Yayasan Rumah Harapan yang tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai kewirausahaan Mereka belum memahami potensi yang dimiliki oleh dunia digital, seperti cara memulai dan mengelola bisnis online, pemasaran melalui media sosial, atau cara mengelola transaksi secara digital. Keterbatasan akses pelatihan dan pendidikan kewirausahaan digital di daerah tempat Yayasan Rumah Harapan beroperasi. Terdapat keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pendidikan yang mengajarkan keterampilan kewirausahaan berbasis teknologi. Anak-anak remaja di yayasan kurang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia digital. Walaupun remaja di Yayasan Rumah Harapan sudah terbiasa menggunakan perangkat digital, namun sering kali tidak memiliki akses ke alat yang memadai seperti komputer, laptop, atau koneksi internet yang stabil. Hal ini menjadi hambatan besar untuk mereka mempelajari keterampilan digital yang diperlukan untuk menjalankan bisnis online. Kurangnya wawasan tentang manajemen bisnis digital tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan manajerial yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah bisnis digital. Para remaja di yayasan tersebut belum mendapatkan pembekalan yang memadai mengenai pengelolaan bisnis secara umum, seperti manajemen waktu, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran. Melihat kenyataan ini, kami berinisiatif untuk mengadakan program pelatihan Kewirausahaan Digital bagi anak-anak remaja di Yayasan Rumah Harapan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai kewirausahaan digital serta keterampilan praktis seperti pembuatan website, toko online, media social untuk bisnis yang dapat mereka gunakan untuk memulai usaha berbasis teknologi. Melalui pelatihan ini, diharapkan anak-anak remaja dapat lebih mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia digital yang semakin berkembang (Munarsih et al. , 2. Pelaksanaan pelatihan kewirausahaan digital melalui workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang konsep kewirausahaan digital kepada remaja Yayasan Rumah Harapan, melatih keterampilan praktis seperti pembuatan konten digital, penggunaan media sosial untuk promosi, serta pengelolaan toko online dan mendorong tumbuhnya semangat kemandirian dan jiwa wirausaha di kalangan remaja binaan yayasan. Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. , khususnya pada tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualita. dan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. , dengan cara memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri digital masa kini. Program pelatihan ini tidak hanya relevan, tetapi juga sangat strategis dalam upaya membekali remaja di Yayasan Rumah Harapan dengan keterampilan yang adaptif dan aplikatif dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. METODE Pengabdian masyarakat dengan mitra Yayasan Rumah Harapan Cikarang. Kabupaten Bekasi. Jawa barat terdiri dari para remaja berusia belasan tahun yang sebagian besar bersekolah di sekolah menengah atas. Jumlah para remaja yang menjadi peserta dalam pelatihan ini sebanyak 20 orang. Pengabdian kepada masyarakat disajikan dengan metode berupa pelatihan. Dimana para remaja dilatih untuk dapat membangun usaha melalui tehnologi digital. Beberapa persiapan dilakukan agar pelaksanaan pelatihan dapat berjalan dengan lancar seperti materi pelatihan, tempat pelaksanaan, informasi jumlah dan kehadiran peserta, perlengakapan dan peralatan yang mendukung pelatihan, dokumentasi dan lain sebagainya. Pelatihan dengan topik kewirausahaan digital dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 April 2025 pukul 09. 00 Ae 12. 00 WIB bertempat di Yayasan Rumah Harapan Cikarang Bekasi secara langsung tatap muka. Sebelum acara dimulai, ketua kegiatan memberikan sedikit sambutan sebagai pembuka acara dilanjutkan langsung dengan penyajian materi pelatihan. Materi pelatihan disajikan oleh tutor dibantu dengan beberapa anggota untuk mengkoordinir peserta yang ingin mengajukan pertanyaan. Selama materi disajikan, para peserta menyimak dengan seksama. Setelah materi disampaikan, diadakan diskusi dan tanya jawab. Para peserta P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. sangat antusias mengikuti pelatihan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang Setelah mitra memperoleh pelatihan, maka selanjutnya guna efektifitas kegiatan pengabdian masyarakat, panitia memberikan kuis berupa tugas random kepada peserta dengan memberikan pertanyaan perihal contoh dari penerapan kewirausahaan digital. Acara selanjutnya sebelum pelatihan usai, panitia pengabdian masyarakat memberikan kuesioner sebagai respon peserta pelatihan terhadap penyelenggaraan pengabdian masyarakat . egiatan evaluas. yang dilakukan guna perbaikan pengabdian masyarakat selanjutnya. Dari hasil kuesioner dapat dievaluasi adanya keinginan peserta untuk dapat mempraktekan kewirausan digital sekaligus kenginan untuk terus memahami secara mendalam mengenai kewirausahaan digital. Untuk alur metode pelatihan kewirausahaan digital yang telah diuraikan diatas, terdapat dalam gambar 2 dibawah ini. Gambar 2. Alur Metode Pelatihan Kewirausahaan Digital HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan pembukaan penyampaian dengan memberikan pertanyaan-pertayaan lisan berkenaan dengan pemahaman digital entrepreneurship. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan penerapan Workshop diakhiri dengan pengisian kuisioner kepuasan kegiatan yang diisi oleh Pelaksanaan Kegiatan pemaparan materi workshop Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan di Universitas Bina Sarana Informatika dengan nara sumber yang terdiri dari 4 orang dosen Manajemen. Dosen manajemen sebagai narasumber workshop memberikan pelatihan bagaimana mengimplementasi digital entrepreunership agar dapat menjadi kesiagaan dalam mengelola usaha. Pelatihan ini diikuti oleh peserta Mitra Yayasan rumah Harapan Pilar Kabupaten Bekasi pada hari Sabtu tanggal 12 April 2025 pukul 09. 00 Ae 12. 00 WIB bertempat di Universitas Bina Sarana Informatika kampus Cikarang. Kegiatan pemaparan materi pelatihan disajikan pada gambar 3. Gambar 3. Penyampaian materi pengenalan Kewirausahaan Digital Program pelatihan digital entrepreneurship ini diimplementasikan sebagai berikut: P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Pemberian Pengetahuan Dasar tentang Kewirausahaan Digital yang memberikan pengetahuan dasar mengenai konsep kewirausahaan digital, seperti pengertian bisnis digital, model bisnis berbasis teknologi, serta peluang yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan mereka tentang berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan di dunia digital (Gambar . Pelatihan Praktis tentang Digital Entrepreneurship mencakup materi tentang cara membangun dan mengelola bisnis digital, seperti membuat website atau toko online menggunakan platform yang mudah diakses, strategi pemasaran digital melalui media sosial (Facebook. Instagram. YouTube, dll. ), dan penggunaan aplikasi untuk manajemen bisnis. Dengan metode pembelajaran praktis, anak-anak remaja dapat langsung menerapkan keterampilan yang dipelajari. Gambar 4. Materi pengenalan Kewirausahaan Digital Penyediaan Akses Teknologi untuk mengatasi keterbatasan akses terhadap teknologi, akan berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk menyediakan perangkat teknologi yang memadai, seperti komputer atau laptop, dan memastikan mereka memiliki akses internet yang stabil selama pelatihan. Menjalin kerja sama dengan penyedia layanan internet untuk mendapatkan fasilitas akses internet dengan biaya terjangkau. Pemberian Umpan Balik dan Evaluasi Berkala untuk memastikan efektivitas pelatihan. Serta memberikan umpan balik berkala kepada para peserta dan melakukan evaluasi terhadap perkembangan keterampilan mereka. Dengan cara ini, dapat melihat sejauh mana pemahaman mereka tentang materi pelatihan dan memberikan pembimbingan lebih lanjut jika diperlukan. Dengan adanya implementasi program ini diharapkan anak-anak remaja di Yayasan Rumah Harapan akan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai dan mengelola bisnis digital, serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk menavigasi dunia kewirausahaan di era digital ini. Program ini juga diharapkan dapat memberdayakan mereka untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi di masa depan. Praktek digital entrepreunership P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. Setelah penyampaian materi selesai, peserta mitra Yayasan Rumah harapan Pilar Cikarang Kabupaten Bekasi mempraktekan langsung digital entrepeneurship di Handphone peserta masing-masing dengan jaringan wifi yang disediakan di lokasi pelatihan yang dipandu oleh narasumber. Kegiatan praktek digital entrepreneurship peserta disajikan pada gambar 5. Gambar 5. Praktek Kewirausahaan Digital Kuesioner kepuasan peserta pelaksanaan kegiatan pelatihan Praktek kewirausahaan digital yang dilakukan oleh peserta, diakhiri dengan pengisian kuisioner kepuasan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Gambar 6 merupakan gambar dari akhir workshop yang menunjukkan kepuasan peserta workshop yang berasal dari mitra Yayasan Rumah Harapan Cikarang Kabupaten Bekasi. Gambar 6. Akhir kegiatan pelatihan Kewirausahaan Digital Untuk mengukur efektivitas program, diberikan kuesioner kepada peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Instrumen kuesioner terdiri dari 10 item yang dibagi ke dalam 3 indikator utama, yaitu pengetahuan tentang kewirausahaan digital, keterampilan teknis digital . onten dan platfor. dan minat dan motivasi berwirausaha. Skala yang digunakan adalah Likert 1Ae5 . = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuj. Berikut hasil analisis data terdapat dalam table 1. Tabel 1. Hasil Quesioner Pengabdian Kepada Masyarakat di Yayasan Rumah harapan Indikator Pengetahuan kewirausahaan digital Keterampilan Minat dan motivasi Rata-rata keseluruhan Skor Ratarata Pre-test Skor Ratarata Post-test Selisih Interpretasi 2,83 1,47 Peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dasar Peserta lebih mampu membuat dan mengelola konten Antusiasme berwirausaha meningkat jelas Program efektif meningkatkan kompetensi peserta Sumber: data diolah Peningkatan skor di semua indikator setelah materi pelatihan disajikan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan, serta membangun semangat kewirausahaan pada peserta. Terutama pada aspek keterampilan teknis, peserta P-ISSN 2830-2303 | E-ISSN 2830-1773 Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat https://jippm. Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jippm. menunjukkan ketertarikan tinggi khususnya pada saat latihan membuat akun bisnis di Instagram dan Shopee, serta mencoba membuat video promosi singkat menggunakan ponsel mereka. Dari pelaksanaan kegiatan ini direfleksikan bahwa pendekatan berbasis pelatihan langsung . earning by doin. sangat efektif bagi remaja di Yayasan Rumah Harapan. Meskipun mereka berasal dari latar belakang sosial yang penuh keterbatasan, mereka memiliki semangat belajar dan beradaptasi yang sangat tinggi. Hal ini sesuai dengan temuan (Nofrianda & Periantalo, 2. yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik memberikan pengalaman bermakna yang berdampak positif pada kepercayaan diri peserta. Keterlibatan aktif peserta terlihat dari antusiasme mereka dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Beberapa peserta bahkan menunjukkan ide bisnis yang cukup kreatif, seperti menunjukkan hasil kerajinan tangan untuk dijual online atau jasa desain sederhana untuk media Temuan ini menguatkan hasil penelitian oleh (A. Lamading, 2. yang menyebutkan bahwa pelatihan kewirausahaan digital mendorong munculnya entrepreneurial mindset di kalangan remaja. Namun, penulis juga mencatat tantangan yang muncul, seperti keterbatasan fasilitas gawai yang memadai, sinyal internet yang tidak stabil, serta kebutuhan akan pelatihan lanjutan. Ini menjadi catatan penting untuk keberlanjutan program. Menurut (Siregar et al. , 2. keberhasilan pelatihan digital entrepreneurship membutuhkan dukungan sarana, pendampingan lanjutan, dan lingkungan yang kondusif. Secara umum, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi kewirausahaan digital merupakan pendekatan yang tepat dan relevan dalam pemberdayaan remaja panti asuhan. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berkelanjutan dan diperluas dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, komunitas wirausaha, dan dunia industri. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan kewirausahaan digital di kalangan remaja Yayasan Rumah Harapan. Cikarang. Kabupaten Bekasi. Program pelatihan yang dilaksanakan secara terstruktur ini berhasil memberikan pemahaman dasar mengenai konsep kewirausahaan digital, serta membekali peserta dengan keterampilan praktis seperti pembuatan toko online, pemasaran digital melalui media sosial, dan pengelolaan bisnis berbasis teknologi. Melalui pendekatan edukatif dan pemberian motivasi, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong semangat kemandirian ekonomi peserta. Dukungan terhadap akses teknologi dan penyediaan materi pelatihan yang aplikatif menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Pelatihan kewirausahaan digital yang dilaksanakan melalui workshop terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan minat berwirausaha remaja di Yayasan Rumah Harapan. Dari hasil quesioner menunjukkan bahwa peserta lebih memahami konsep dasar kewirausahaan digital, memiliki keterampilan teknis dalam membuat konten digital dan menggunakan platform daring, memiliki motivasi dan minat lebih tinggi untuk memulai usaha mandiri secara online. Pelatihan ini juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi peserta, sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. dalam bidang pendidikan berkualitas dan pekerjaan layak. Pendekatan berbasis praktik langsung menjadi strategi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan aplikasi keterampilan di dunia nyata. Rekomendasi