Artikel Penelitian Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 Pengaruh Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Merauke Papua Selatan The Effect of Implementing the School Health Program (UKS) on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Adolescents at SMP Negeri 1 Merauke. Papua Selatan Muktamar Umakaapa*. Febry Ramadhani Suradji Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi/ FKIP. Universitas Musamus . Merauke Ae Indonesia *Corresponding author, contact: . uktamarumakaapa_fkip@unmus. Abstract Background: Health promotion activities in schools are a strategic step in improving student health, one of which can be done through the implementation of the School Health Program (UKS). Aims: This study aims to determine the relationship between the UKS program and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in adolescents at SMP Negeri 1 Merauke. Methods: The population of this study was all students of class X SMP Negeri 1 Merauke, totaling 105 people. The sampling technique used random sampling. The research sample was 56 respondents. This type of research is quantitative analytic research using a cross-sectional design. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Chi-Square Results: The results showed that there was no relationship between health education and students' Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) . -value = 0. Similarly, there was no relationship between health services and PHBS students . -value = 0. , and there was a relationship between School Environment Development and PHBS students . -value = 0. Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between the implementation of UKS in the aspect of school environment development and PHBS students. Thus, it is recommended that SMP Negeri 1 Merauke school pay attention to other factors that may influence students' Clean and Healthy Living Behavior. Keywords: PHBS. UKS. SMP 1 Merauke Key Messages: Health education and services provided through the School Health Program (UKS) are considered not yet able to influence the clean and healthy living behavior (PHBS) of students at SMP Negeri Merauke. Meanwhile, school environment development is considered to be able to influence the clean and healthy living behavior (PHBS) of students at SMP Negeri 1 Merauke. School health environment development provides a great opportunity to create clean and healthy living behavior (PHBS) among students at school. Access this article online Copyright . 2024 Authors. Received: 20 Februari 2024 Accepted: 01 Maret 2024 Quick Response Code DOI: 10. 56303/jdik. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 0 International License Pendahuluan Sekolah sebagai institusi pendidikan memegang peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kesehatan yang optimal. Untuk mendukung hal tersebut. Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 pemerintah Indonesia telah menerapkan program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sejak tahun 1950. UKS adalah suatu program yang bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan dan pendidikan kesehatan kepada siswa dan masyarakat sekolah (Rahmawaty 2. Pada dasarnya pelaksanaan program UKS dapat dikatakan sempurna yaitu sekolah tersebut telah mencapai strata paripurna yang telah ditetapkan dalam strata UKS sesuai jenjang pendidikan. Tujuan lain dari UKS adalah meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik melalui peningkatan perilaku hidup bersih jasmani dan rohani sehingga anak didik dapat tumbuh berkembang secara harmonis dan optimal seiring dengan kemandirian dalam berktifitas daan pada akhirnya menjadi manusia yang berkualitas (Hidayat 2. Meskipun UKS sudah diterapkan sejak lama, namun masih terdapat beberapa kendala dalam Beberapa kendala tersebut adalah kurangnya perhatian dari pihak sekolah dan masyarakat, minimnya dukungan dari pemerintah, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, serta minimnya sumber daya manusia yang terlatih di bidang kesehatan (Aminah. Huliatunisa, and Magdalena 2. Dalam proses perkembangannya, promosi kesehatan di sekolah merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, karena anak sekolah merupakan kelompok yang sangat sensitif dalam menerima perubahan atau pembaruan (Notoatmodjo 2. Oleh karena itu, penelitian mengenai pelaksanaan program UKS menjadi penting untuk dilakukan. Menurut Prasetyo et al, . penelitian tentang UKS dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program UKS, serta memberikan solusi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya (Prasetyo et al. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pelaksanaan program UKS yang baik dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan siswa dan masyarakat sekolah. Beberapa manfaat tersebut adalah peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat, peningkatan kualitas hidup, serta pengurangan risiko terkena penyakit dan cedera (Yati et al. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim peneliti di SMP Negeri 1 Merauke masih ditemukan tidak optimalnya penyelenggaran UKS dimana belum adanya program rutinan yang berhubungan dengan pendidikan kesehatan kepada siswa. Selain itu juga dari hasil prasurvei yang dilakukan oleh tim peneliti diperoleh hasil bahwa pengetahuan kesehatan siswa SMP 1 Merauke terutama berkaitan tentang perilaku hidup bersih dan sehat masih Buruk. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan program UKS di SMP 1 Merauke, maka perlu dilakukan sebuah penelitian yang dapat membantu pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas kesehatan siswa dan masyarakat sekolah, serta meningkatkan prestasi akademik siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja di SMP Negeri 1 Merauke. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas X SMP Negeri 1 Merauke yang berjumlah 105 orang siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik Random sampling dengan total responden sebanyak 56 Pengambilan data menggunakan instrument kuesioner yang disebarkan kepada Kuesioner berisi identitas responden berupa nama siswa, jenis kelamin dan 20 pernyataan tentang pelaksanaan trias UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan di lingkungan sekolah dan penerapan PHBS siswa di sekolah. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 26. Analisis data yang diterapkan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dengan nilai p<0,05. Variabel penelitian ini terdiri dari dua yaitu variabel dependen (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat remaja SMP Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 Negeri 1 Merauk. dan variabel independen (UKS : pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan Sekola. (Permenkes 2. Selanjutnya kategori pengukuran untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang trias UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan di lingkungan sekolah dan penerapan PHBS siswa di sekolah PHBS dikategorikan baik apabila presentase jawaban benar 76%-100%, dikategorikan buruk presentase apabila jawaban benar 56%-75%. Selanjutnya untuk mencari besarnya persentase tiap kategori digunakan rumus persentase yaitu: ersentase jawaban benar = skor jawaban benar dibagi dengan skor jawaban keseluruhan x 100% (Arikunto,2. Hasil Hasil menunjukan bahwa dari total responden 56 siswa SMP Negeri 1 Merauke yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 responden . ,5%) sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 21 responden . ,5%). Responden yang berumur 12-14 tahun sebanyak 44 responden . ,5%) dan yang berumur 15-17 tahun sebanyak 12 responden . ,5%). Responden yang menjawab tentang pendidikan kesehatan baik sebanyak 37 responden . ,1%) dan responden yang menjawab tentang pendidikan kesehatan buruk sebanyak 19 responden . ,9%). Responden yang menjawab tentang pelayanan kesehatan baik sebanyak 39 responden . ,6%) dan responden yang menjawab tentang pelayanan kesehatan buruk sebanyak 17 responden . ,4%). Responden yang menjawab tentang pembinaan lingkungan sekolah baik sebanyak 44 responden . ,5%) dan responden yang menjawab tentang pelayanan kesehatan buruk sebanyak 12 responden . ,5%). Responden yang menjawab tentang PHBS baik sebanyak 45 responden . ,4%) dan responden yang menjawab tentang pelayanan kesehatan buruk sebanyak 11 responden . ,6%) (Tabel 1 ). Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Umur. Pendidikan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan. Pembinaan Lingkungan Sekolah dan PHBS Variabel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur 12-14 tahun 15-17 tahun Pendidikan Kesehatan Baik Buruk Pelayanan Kesehatan Baik Buruk Pembinaan Lingkungan Sekolah Baik Buruk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Baik Buruk Total . umber : Data Primer, 2. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat pendidikan kesehatan pada kategori baik dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori baik yaitu sebanyak 30 orang . 1%). Sedangkan yang Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 paling sedikit pendidikan kesehatan pada kategori buruk dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori buruk sebanyak 4 orang ( 21,1 % ). Hasil analisis diperoleh p value = 0,854. Nilai p value > 0,05 sehingga dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan kesehatan melalui program UKS terhadap remaja SMP Negeri 1 Merauke. (Tabel . Tabel 2. Pengaruh Pendidikan Kesehatan. Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan di Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Remaja di SMP Negeri 1 Merauke Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Total Baik Buruk Variabel P Value Pendidikan Kesehatan 15 78,9 4 21,1 19 100 Buruk 15 78,9 4 21,1 19 100 0,854 Baik 30 81,1 7 18,9 37 100 Pelayanan Kesehatan Buruk Baik Pembinaan lingkungan sekolah 0,584 Buruk Baik 0,024 . umber : Data Primer, 2. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pelayanan kesehatan pada kategori baik dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori baik yaitu sebanyak 32 orang . 1%). Sedangkan yang paling sedikit pelayanan kesehatan pada kategori buruk dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori buruk sebanyak 4 orang ( 23,5 % ). Hasil analisis diperoleh p value = 0,584. Nilai p value > 0,05 sehingga dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara pelayanan kesehatan melalui program UKS terhadap remaja SMP Negeri 1 Merauke. (Tabel . Hasil ini juga menunjukan bahwa tingkat pembinaan lingkungan sekolah pada kategori baik dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori baik yaitu sebanyak 33 orang . ,0%). Sedangkan pada tingkat pembinaan lingkungan sekolah pada kategori buruk dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori buruk sebanyak 0 orang ( 0,0 % ). Hasil analisis diperoleh p value = 0,024. Nilai p value < 0,05 sehingga dikatakan bahwa terdapat hubungan antara pembinaan lingkungan sekolah melalui program UKS terhadap remaja SMP Negeri 1 Merauke. (Tabel . Pembahasan Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pendidikan kesehatan adalah suatu pendekatan pendidikan yang bertujuan agar peserta didik memperoleh pemahaman mengenai pengetahuan kesehatan dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari (M. Sahib Saleh 2. Pendidikan kesehatan dapat diimplementasikan baik secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler mencakup pendidikan yang dilakukan selama jam pelajaran dan secara khusus diberikan melalui mata pelajaran penjaskes. Di sisi lain, kegiatan ekstrakurikuler merujuk pada pendidikan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Contohnya adalah pelaksanaan penyuluhan mengenai gizi dan narkoba untuk peserta didik, guru, dan orang tua (Darmawati 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tidak terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja di SMP Negeri 1 Merauke. Hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan kesehatan yang diselenggarakan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 1 Merauke belum mampu untuk mempengaruhi perilaku hidup bersih Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 dan sehat dari siswa. Perilaku siswa lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti, keturunan, lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan tradisi. Perilaku atau tindakan manusia dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, dan Pemberian pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam membantu siswa dalam mencari informasi mengenai apa dan bagaimana cara menjalani kehidupan selanjutnya. Pada tahap berikutnya, individu yang meyakini informasi yang diterimanya dan memiliki pengetahuan akan membentuk sikap. Sikap ini kemudian akan mempengaruhi keputusan tindakan yang diambil oleh individu dalam kehidupan selanjutnya (Notoatmodjo 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan safitri tentang Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar SDN Cipayung 05 Jakarta Timur yang menemukan bahwa tidak ada pengaruh antara pendidikan kesehatan melalui usaha kesehatan sekolah terhadap PHBS Siswa (Safitri and Widodo 2. Hasil penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa stakeholder dan guru belum sepenuhnya menyadari adanya integrasi materi kesehatan dalam kurikulum pembelajaran. Pemahaman mereka terhadap standar kompetensi kesehatan masih terbatas, hanya sejauh pemahaman bahwa olahraga berkontribusi pada kesehatan fisik, dan pemahaman tertinggi hanya terbatas pada materi kesehatan pribadi dan narkoba (Hermiyanty. Hasanah, and Setiawan 2. Pengaruh Pelayanan Kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah merupakan inisiatif untuk meningkatkan . , mencegah . , mengobati . , dan memulihkan . kesehatan peserta didik beserta lingkungannya. Tim kesehatan dari Puskesmas bekerja sama dengan guru dan kader kesehatan sekolah untuk melaksanakan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. Program ini dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada kegiatan promosi dan preventif. Dalam konteks promosi, upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang sudah ada. Ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan dalam konteks ekstrakurikuler, seperti pembinaan kantin sekolah yang sehat dan pelatihan keteladanan dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) (Apriani and Gazali 2. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa tidak terdapat pengaruh pelayanan kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja di SMP Negeri 1 Merauke. Hal ini menunjukan bahwa pelayanan kesehatan yang diselenggarakan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 1 Merauke tidak bersumbangsih dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat dari siswa. Hal ini dapat disebabkan karena kecenderungan petugas kesehatan yang hanya memberikan pelayanan kesehatan berupa melakukan memberikan instruksi tentang cara mengatur pekarangan sekolah dan membuang sampah di tempat sampah. Di samping itu, kegiatan pelayanan kesehatan seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan terkait gigi dan mulut, serta pencatatan data murid untuk mendapatkan gambaran status kesehatan di sekolah, kurang sering dilakukan. Pelayanan kesehatan di sekolah juga harus mencakup layanan kesehatan mental seperti bimbingan psikologi (Andrea J et al, 2. Kesehatan mental di sekolah merupakan kebutuhan utama yang harus diberikan karena dapat memberikan efek psotif pada respon siswa terhadap pembinaan kesehatan di sekolah (OAoDea et al. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusuma yang menemukan bahwa implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak memiliki korelasi dengan pelayanan kesehatan UKS (Kusuma 2. Hasil penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Sahri mengenai hubungan antara program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa SD di Kabupaten Pacitan yang menunjukkan bahwa pelaksanaan PHBS tidak memiliki hubungan dengan pelayanan kesehatan di Sekolah Dasar di Pacitan (Sahri 2. Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 Pengaruh Pembinaan Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pembinaan lingkungan sekolah adalah salah satu program UKS yang bertujuan menciptakan suasana lingkungan yang sehat di dalam sekolah, dengan tujuan agar setiap anggota sekolah mencapai tingkat kesehatan optimal. Pembinaan ini dilakukan untuk baik lingkungan fisik maupun aspek non-fisik. Pembinaan lingkungan fisik mencakup peningkatan kualitas aspek seperti kantin atau warung sekolah, perbaikan konstruksi ruang dan bangunan, penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi, mengatur kepadatan kelas, mengatur jarak antara papan tulis, meja, kursi, hingga menata pencahayaan, ventilasi, dan mengelola kebisingan. Di sisi lain, pembinaan lingkungan non-fisik lebih berfokus pada perbaikan perilaku anggota sekolah. Hal ini ini termasuk upaya membentuk kebiasaan positif seperti larangan merokok, penyelenggaraan pengelolaan sampah yang benar, promosi cuci tangan dengan sabun dan air bersih, serta pemilihan makanan yang sehat. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan hubungan yang signifikan antara pembinaan lingkungan sekolah terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa. Dalam konteks ini, lingkungan sekolah yang berkualitas tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk menerapkan PHBS. Hal Ini juga menunjukkan bahwa usaha sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dapat dianggap berhasil. Pencapaian ini tentu saja akan berdampak positif terhadap perilaku hidup bersih dan sehat para siswa. Beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam pembinaan lingkungan sekolah yang sehat mencakup permasalahan keterlibatan guru dan tenaga kesehatan di Perhatian khusus juga diperlukan dalam menjaga kebersihan ruangan toilet yang digunakan oleh siswa. Temuan ini selanjutnya memberikan gambaran kepada pihak sekolah tentang perlunya dilakukan penguatan pembinaan PHBS pada siswa terutama pada kegiatan menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat dan bersih yang dilakukan oleh guru maupun staf yang bekerja di SMP Negeri 1 Merauke. Hasil penelitian ini juga berdampak pada kesadaran pihak sekolah untuk meningkatkan pengetahuan para guru dan staf yang bekerja di SMP Negeri 1 Merauke melalui kegiatan training atau pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuannya tentang kesehatan. Hal yang perlu ditingkatkan adalah karakteristik pribadi, pengetahuan kesehatan, dan keterampilan yang diyakini berkontribusi pada kompetensi instruksional guru dalam menyampaikan pendidikan kesehatan (Leigh et al, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Widiyawati yang menunjukkan hubungan antara pembinaan lingkungan sekolah yang sehat dengan pelaksanaan PHBS (Widyawati et Hasil penelitian juga mendukung penelitian sebelumnya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembinaan lingkungan sekolah yang sehat terhadap pelaksanaan PHBS Siswa di Sekolah (Tangkudung 2. Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan peneliti, masih terdapat hal yang perlu dibenahi dari pelaksanaan pembinaan lingkungan sekolah sehat pada anak SMP Negeri 1 Merauke yaitu dikarenakan tugas utama sekolah maupun guru adalah untuk mendidik murid masih berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing guru sesuai dengan kurikulum pembelajaran. Hal tersebut membuat guru tidak dapat secara optimal melakukan pendidikan dan pembinaan kesehatan kepada siswa. Hal ini seperti yang ditemukan oleh Claire et al . bahwa banyak guru kurang percaya diri untuk mengajar kesehatan meskipun itu adalah unit kerja dimana mereka Penelitian ini menemukan dan mempertimbangkan peluang pengembangan profesional khusus kesehatan yang ada untuk guru sekolah secara nasional maupun internasional (Claire Otten et al, 2. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembinaan lingkungan sekolah melalui program UKS terhadap perilaku hidup bersih dan tidak terdapat hubungan Pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada remaja SMP Negeri 1 Merauke. Muktamar Umakaapa. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan. Vol. 2 No. : 25-32 Pendanaan: Penelitian ini didanai oleh Universitas Musamus melalui hibah internal Unmus dengan 215/UN52. 8/LT/2023. Ucapan Terima kasih: Terimakasih kepada tim peneliti Febry Ramdhani Suradji SKM MKes. Pricilya Warwuru,S. Kep Ners. ,M. Kes dan Ade Yuni Sahruni SPD. Pd yang telah bekerjasama dengan baik menyelesaikan penelitian ini, disampaikan juga terimakasih kepada pihak sekolah SMP Negeri 1 Merauke yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di wilayah kecamatan tersebut begitu juga dengan seluruh responden yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Konflik Kepentingan: Tidak ada konflik kepentingan dalam penelitian ini. Daftar Pustaka