Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 14Ae24 Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP dan SMK Sabilurrasyad Retno Prihatiningsih1*. Ahmad Khoiri2. Fajrul Falah3. Muhammad Ilham Zakia4. Fikri Amalia Anugraheni5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: retnonaurahanan@gmail. *Corespondensi Author Abstrak Pembelajaran konvensional yang masih didominasi oleh metode ceramah cenderung kurang memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajarnya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa, salah satunya adalah pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran individual sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat penerapan strategi tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran individual merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa di SMP dan SMK Sabilurrasyad. Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kapasitas dan gaya belajarnya, mendorong kemandirian, serta meningkatkan hasil belajar. Namun, agar pembelajaran individual dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, perlu adanya perencanaan yang matang, dukungan fasilitas, serta pendampingan intensif bagi guru dan siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain yang ingin menerapkan pembelajaran individual sebagai alternatif strategi pembelajaran yang adaptif terhadap keragaman peserta didik. Kata kunci: Pembelajaran Individual. Pemahaman Siswa. Strategi Belajar. SMP. SMK. Sabilurrasyad Abstract Conventional learning, which is still dominated by lecture methods, tends to provide limited opportunities for students to learn at their own pace and in their preferred learning style. Therefore, a more flexible, student-centered approach is needed, one of which is individualized learning. This study aims to explore the implementation of This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman SiswaA. individualized learning as an effort to improve studentsAo understanding, as well as to identify the factors that support and hinder the application of this strategy. Based on these findings, it can be concluded that individualized learning is an effective approach to improving studentsAo understanding at SMP and SMK Sabilurrasyad. This strategy provides students with the opportunity to learn according to their capacity and learning style, fosters independence, and enhances learning outcomes. However, for individualized learning to be implemented sustainably, careful planning, adequate facilities, and intensive mentoring for both teachers and students are required. This study is expected to serve as a reference for other schools that wish to implement individualized learning as an alternative teaching strategy that adapts to the diversity of learners. Keywords: Individualized Learning. Student Understanding. Learning Strategies. SMP. SMK. Sabilurrasyad. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Dalam konteks pembangunan bangsa, pendidikan berperan penting tidak hanya dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter, nilai, dan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. 1 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus berinovasi, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, inklusif, dan mampu mengakomodasi keberagaman siswa Dalam praktik sehari-hari, proses belajar mengajar di sekolah masih banyak menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru, seperti ceramah atau penjelasan satu arah. 2 Meskipun metode ini efektif untuk menyampaikan informasi kepada banyak siswa secara bersamaan, pendekatan ini memiliki keterbatasan. Siswa dengan kemampuan belajar yang 1 Awaliyah Dahlani. AuPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV Semester 2 SDN Bunisari Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2018/2. ,Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar IV . : 208Ae18, https://doi. org/10. 23969/jp. 2 Mudzrika Fariana. AuImplementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Aktivitas Siswa,Ay Journal of Medives Journal of Mathematics Education IKIP 1, no. : 25Ae33. Retno Prihatiningsih. berbeda-beda sering kali mengalami kesenjangan pemahaman. 3 SMP dan SMK Sabilurrasyad merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki siswa dengan latar belakang sosial, kemampuan akademik, dan minat yang sangat Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang proses pembelajaran yang mampu menjangkau seluruh siswa secara adil. Guru dituntut tidak hanya untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga memahami karakteristik peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan tersebut adalah pembelajaran individual. Pembelajaran individual adalah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kemampuan, dan gaya belajar mereka masing-masing. Dalam model ini, siswa memiliki kebebasan lebih besar untuk mengatur waktu belajar, memilih sumber belajar, dan mengulang materi yang belum dipahami. 4 Guru berperan sebagai pendamping dan fasilitator yang mengarahkan, memberikan bimbingan, serta mengevaluasi kemajuan belajar siswa. 5 Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih personal, berpusat pada siswa, dan mendorong kemandirian belajar. Implementasi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Pemahaman yang baik tidak hanya mencakup kemampuan mengingat informasi, tetapi juga melibatkan kemampuan menginterpretasi, menganalisis, dan 3 Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. 4 Nehru Millat Ahmad Camila Fatah Suroyyah. AuSTRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH BELAJAR,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam . 108Ae28, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. 5 Zamzami nur Rahmah. AuImplementasi Pembelajaran Individual Siswa SISWA TUNAGRAHITA DI KELAS INKLUSI SMP NEGERI 36 SURABAYA,Ay n. 6 Fanny Ahmad Fauzi and Puji Lestari. AuImplementasi Pembelajaran Individual Head Number Berbasis Google Meet Dan Classroom Pada Materi Trigonometri,Ay Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika Dan Pendidikan Matematika . 175Ae88, https://doi. org/10. 36456/buanamatematika. Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman SiswaA. menerapkan konsep yang telah dipelajari. 7 Namun, penerapan pembelajaran individual juga memiliki tantangan. Guru memerlukan waktu yang lebih banyak untuk menyiapkan bahan ajar yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan setiap Selain itu, kemampuan siswa dalam mengatur waktu dan kedisiplinan belajar menjadi faktor penentu keberhasilan. Lingkungan belajar yang mendukung, seperti fasilitas belajar, media pembelajaran, dan dukungan manajemen sekolah, juga memengaruhi kelancaran implementasi strategi ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian mendalam mengenai bagaimana pembelajaran individual diterapkan di sekolah, apa saja faktor pendukungnya, serta kendala yang dihadapi. Berdasarkan penelitian, ini dilakukan untuk mendeskripsikan secara komprehensif implementasi pembelajaran individual di SMP dan SMK Sabilurrasyad. 8 Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat penerapan strategi ini di lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan praktik pembelajaran di sekolah, sehingga dapat menjadi acuan bagi guru, kepala sekolah, dan pembuat kebijakan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap keragaman peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjudul implementasi pembelajaran individual dalam SMP SMK Sabilurrasyad. Peneliti melaksanakan penelitian di SMP dan SMK Sabilurrasyad dengan menggunakan metode kualitatif. yang di maksud. Metode kualitatif yaitu penelitian yang hasil datanya berupa tulisan deskriptif fenomena yang di teliti. 9 Pengumpulan data oleh peneliti Adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. observasi di lakukan dengan 7 Yunike widianti and Salsabila Indah Kurniawati. AuDampak Pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Karakter Peserta Didik,Ay Wildan: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran - STAI Bani Saleh 2, no. : 70Ae92, https://doi. org/10. 54125/wildan. 8 Tuti Haryati. Widia Winata, and Ahmad Suryadi. AuPengembangan Program Pembelajaran Individual Bagi Siswa Slow Learner Di SD Lab School UMJ,Ay Jurnal Instruksional 04, no. : 34Ae 9 Siti Hanyfah. Gilang Ryan Fernandes, and Iwan Budiarso. AuPenerapan Metode Kualitatif Deskriptif Untuk Aplikasi Pengolahan Data Pelanggan Pada Car Wash,Ay Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset Dan Inovasi Teknolog. 339Ae44, https://doi. org/10. 30998/semnasristek. Retno Prihatiningsih. mengamati secara langsung pembelajaran individual di kelas,dan interaksi antara siswa dan guru, serta respons siswa selama proses belajar di SMP dan SMK Sabilurrasyad. Wawancara di lakukan secara mendalam dengan guru dan beberapa siswa untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman, persepsi, serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran individual. 10Dokumentasi di sertai dengan pengambilan foto foto yang mendukung. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMP dan SMK Sabilurrasyad SMP dan SMK Sabilurrasyad menerapkan pembelajaran sesuai dengan Abad 21 yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi . igher Order Thinking Skills/ HOTS) dengan mengimplementasikan PPK. Literasi dan kecakapan digital. SMP dan SMK Sabilurrasyad merupakan sekolah yang berbasis Boarding School dan memiliki beberapa keunggulan untuk menunjang kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Adapun kurikulum yang digunakan ialah kurikulum 2013. Pada tahun 2020 ini, dunia diguncang oleh munculnya sebuah virus misterius yang dikenal dengan COVID-19 (Corina Virus Disease 2. Awal munculnya virus ini ditemukan di kota Wuhan. China pada akhir desember 2019. Untuk itu di tahun pelajaran 2020/2021. SMP dan SMK Sabilurrasyad melakukan pembelajaranya dengan Pembelajaran Jara Jauh (PJJ) selama masa Pandemi COVID19 melanda Indonesia. Untuk tetap menunjang keberhasilan proses belajar mengajar, pendidik SMP dan SMK Sabilurrasyad mengembangkan media pembelajaran jarak jauh yang betupa video pembelajaran yang interaktif dan menarik yang bisa diakses pada channel youtube (Sabilurrasyad Islamic Boarding Schoo. Pembelajaran Individual di SMP dan SMK Sabilurrasyad 10 Afridha Sesrita. AuImplementation of Individual Learning Program for Mentally Retarded Students in Inclusion Class,Ay Journal of Primary Education 1, no. : 139Ae48. 11 Raharjo. Abdullah. Indiyanto. Mariam. , & Raharjo. Impact of Online Learning on TeachersAo Authority During the COVID-19 Pandemic in Indonesia. International Journal of Educational Reform, 32. , 230-246. https://doi. org/10. 1177/10567879221140091 (Original work published 2. Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman SiswaA. Berdasarkan observasi yang dilakukan selama penelitian, diperoleh beberapa temuan penting mengenai pelaksanaan pembelajaran individual di SMP dan SMK Sabilurrasyad. Perencanaan Pembelajaran Individual Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disesuaikan dan memuat variasi materi serta penugasan sesuai dengan tingkat penguasaan siswa. Selain itu, guru memanfaatkan tes diagnostik yang dilaksanakan pada awal pembelajaran untuk memetakan kemampuan awal peserta didik. 13 Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi guru dalam memberikan materi pengayaan bagi siswa yang mampu memahami pelajaran dengan cepat, serta menyediakan pendampingan intensif bagi siswa yang memerlukan bantuan lebih. Temuan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya menekankan penyampaian materi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keberagaman kemampuan siswa, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang optimal sesuai dengan kebutuhannya. Pelaksanaan Pembelajaran Individual Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru tampak proaktif dalam memberikan fasilitasi agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan ritme dan kemampuan masing-masing. Pada jenjang SMP, guru memberikan ruang bagi siswa untuk mengulang materi yang telah dijelaskan atau menyelesaikan latihan tambahan secara mandiri sebelum beralih ke topik selanjutnya. Sementara di SMK, guru menerapkan kombinasi antara pembelajaran teoritis dan praktik langsung di laboratorium. Peserta didik yang cepat memahami materi diberikan proyek sederhana untuk mengembangkan keterampilan mereka, sedangkan siswa yang masih mengalami kendala memperoleh bimbingan personal baik dari guru maupun melalui kolaborasi dengan teman sebaya. Partisipasi dan Respon Siswa 12 Hari Pujiyanto. AuMetode Observasi Lingkungan Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa MTs,Ay JIRA: Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik 2, no. : 749Ae54, https://doi. org/10. 47387/jira. 13 Muflikhul Awwal et al. AuImplementasi Tes Diagnostik Pada Mata Pelajaran Pai,Ay PANDU : Jurnal Pendidikan Anak Dan Pendidikan Umum . 64Ae73, https://doi. org/10. 59966/pandu. Retno Prihatiningsih. Hasil observasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa terbantu dan nyaman dengan penerapan metode pembelajaran ini. Mereka tampak lebih berani mengajukan pertanyaan, aktif terlibat dalam diskusi, serta menunjukkan kepercayaan diri ketika menyampaikan pendapat di kelas. Bahkan, siswa yang sebelumnya cenderung pasif mulai mengalami perkembangan positif, terlihat dari kemampuan mereka menyelesaikan tugas tepat waktu dan mengambil inisiatif untuk meminta bimbingan guru saat menemui kesulitan dalam memahami materi. Kendala yang di temui Meskipun dalam penelitian ini banyak menemukan hal positif tetapi ada Diantaranya: Keterbatasan waktu, yaitu guru perlu memberikan pendampingan secara personal kepada siswa yang memiliki kecepatan belajar yang beragam. Keterbatasan sarana, yaitu ketersediaan modul tambahan dan perangkat pembelajaran, yang belum dapat diakses secara merata oleh seluruh peserta Kesiapan siswa, yaitu sebagian siswa masih terbiasa dengan metode ceramah tradisional sehingga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri. Implementasi Pembelajaran Individual di SMP dan SMK Sabilurrasyad Berdasarkan wawancara dengan guru menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran individual membantu mereka memahami karakteristik dan kebutuhan belajar siswa secara lebih mendalam. Guru menyampaikan bahwa metode ini membuat proses pembelajaran lebih terarah karena setiap peserta didik dapat mencapai kompetensi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, guru merasa strategi ini mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka. Namun, guru juga mengakui bahwa pendekatan ini memerlukan perencanaan yang matang, keterampilan manajemen kelas yang baik, dan waktu lebih banyak untuk memberikan pendampingan personal kepada setiap Hasil wawancara dengan siswa mendukung pandangan guru. Sebagian besar siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih nyaman dengan pembelajaran Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman SiswaA. individual karena dapat belajar tanpa tekanan, mengulang materi yang belum dipahami, dan mengatur kecepatan belajar sendiri. Mereka juga merasa lebih percaya diri untuk bertanya, berpendapat, dan menyelesaikan tugas. Beberapa siswa menyatakan bahwa metode ini membantu mereka menjadi lebih mandiri, disiplin, serta termotivasi untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pembelajaran individual merupakan salah satu pendekatan yang diterapkan di SMP dan SMK Sabilurrasyad dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Pendekatan ini menekankan pentingnya memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar setiap peserta Dalam praktiknya, pembelajaran individual memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kapasitas masing-masing, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam memahami konsep yang diajarkan tanpa harus merasa tertekan atau tertinggal dari teman-teman lainnya. 14 Guru dalam hal ini berfungsi sebagai fasilitator, yaitu memberikan arahan, bimbingan, serta penguatan ketika siswa menghadapi hambatan selama proses belajar berlangsung. Hasil penerapan pembelajaran individual menunjukkan adanya perkembangan yang positif pada aspek pemahaman siswa. 15 Siswa yang sebelumnya mengalami konvensional, dengan pendekatan ini dapat lebih mudah menyerap pengetahuan karena mereka memiliki waktu yang cukup untuk memproses informasi. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas, sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban belajar, serta meningkatnya keberanian dalam bertanya dan berdiskusi dengan guru ketika menemui kendala. Dengan kata lain, pembelajaran individual tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif, tetapi juga menumbuhkan keterampilan belajar mandiri pada diri siswa. Selain itu, model pembelajaran individual juga membuka 14 Fanny Ahmad Fauzi and Puji Lestari. AuImplementasi Pembelajaran Individual Head Number Berbasis Google Meet Dan Classroom Pada Materi Trigonometri. Ay 15 Rahmah. AuImplementasi Pembelajaran Individual Siswa SISWA TUNAGRAHITA DI KELAS INKLUSI SMP NEGERI 36 SURABAYA. Ay 16 Fariana. AuImplementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Aktivitas Siswa. Ay Retno Prihatiningsih. ruang yang lebih luas bagi guru untuk menerapkan diferensiasi pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan materi ajar, strategi, serta teknik evaluasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Misalnya, siswa dengan kemampuan tinggi diberikan tantangan tambahan untuk memperdalam materi, sementara siswa yang masih lemah diberikan pendampingan intensif agar dapat mengikuti perkembangan Hal ini menjadikan suasana belajar lebih inklusif dan adil, karena setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan masing-masing. Faktor-faktor pelaksanaan pembelajaran individual di antaranya adalah adanya bahan ajar yang variatif dan mudah dipahami, peran guru yang aktif dalam menjalin komunikasi personal dengan siswa, serta adanya dorongan motivasi belajar yang ditumbuhkan melalui pendekatan interpersonal. 18 Ketika guru mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berusaha mencapai pemahaman yang lebih baik. Akan tetapi, penerapan pembelajaran individual juga tidak terlepas dari berbagai hambatan. Beberapa kendala yang sering muncul adalah keterbatasan waktu tatap muka di kelas, perbedaan motivasi belajar antar siswa, serta beban administrasi Meskipun diminimalisasi dengan pengelolaan waktu yang lebih efektif, penggunaan media pembelajaran yang tepat, serta adanya dorongan berkesinambungan dari guru Secara pembelajaran individual di SMP dan SMK Sabilurrasyad terbukti memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Metode ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis semata, tetapi juga mengembangkan keterampilan non-akademis, seperti kemampuan mengatur waktu belajar, sikap tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Dengan penerapan yang konsisten, pembelajaran individual berpotensi menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah. 17 Wilda Amananti. AuImplementasi Pembelajaran Individual Pada Mata Pembelajaran Agama IslamAy 4, no. : 7823Ae30. 18 Haryati. Winata, and Suryadi. AuPengembangan Program Pembelajaran Individual Bagi Siswa Slow Learner Di SD Lab School UMJ. Ay Implementasi Pembelajaran Individual dalam Meningkatkan Pemahaman SiswaA. Selain itu, pendekatan ini juga dapat menjadi alternatif yang solutif dalam menghadapi tantangan perbedaan kemampuan siswa yang semakin beragam di era pendidikan saat ini. SIMPULAN Pembelajaran individual yang diterapkan di SMP dan SMK Sabilurrasyad terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kecepatan, kemampuan, dan gaya belajar masing-masing, sehingga mereka dapat lebih fokus dan nyaman dalam proses belajar. Selain memperkuat pemahaman kognitif, pembelajaran individual juga mendorong kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian siswa dalam belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang aktif dalam membimbing dan memberikan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan adil. Meskipun menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu dan beban administrasi, tantangan tersebut dapat diatasi dengan manajemen pembelajaran yang baik. Secara keseluruhan, pembelajaran individual menjadi strategi yang solutif dan relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin beragam, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Daftar Pustaka