MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. Abstract Background: Based on data from the Bandar Lampung City Health Office in 2020, the three major coverage of post partum mothers at the Bandar Lampung City Health Center were the highest at Puskesmas Panjang 29%. Puskesmas Kedaton 11. Puskesmas Sukaraja 10. 92% (Health Department Bandar Lampung City. Preliminary data conducted at the Kedaton Health Center by looking at the number of pregnant women in November amounted to 54 postpartum mothers, and preliminary data conducted at the Sukaraja Health Center by looking at the number of pregnant women in November 2021 as many as 80 postpartum mothers. Purpose: To know the description of the Covid-19 on post partum maternal stress in the Bandar Lampung City Health Center Work Area in 2022. Method: This type of research is quantitative, descriptive research method, population and sample are post partum mothers at Sukaraja Health Center and Kedaton Public Health Center Bandar Lampung City, the sampling technique uses purposive sampling. Data analysis using univariate by presenting the percentage of Results: The number of post partum mothers in Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents . %). Respondents who were not exposed to Covid-19 partum at the Sukaraja Health Center and Kedaton Health Center were 50 respondents . %). The description of post partum maternal stress at the Sukaraja Health Center with normal categories 5 respondents . 0%), mild stress 11 respondents . 0%), moderate stress 22 respondents . 0%), and severe stress by 12 respondents . ,0%). While at the Kedaton Public Health Center with normal categories 11 respondents . 0%), mild stress 14 respondents . 0%), moderate stress 15 respondents . 0%), and severe stress by 10 respondents . 0%). Conclusion: The picture of postpartum maternal stress at Sukarja and Kedaton Community Health Centers is both at a moderate stress level, with a percentage of 44% for Sukarja Community Health Center and 30% for Kedaton Community Health Center. Suggestion: Health workers are expected to increase their efforts to provide good counseling to individuals and families, especially pregnant women and post partum Keywords: Covid-19. Post Partum Mother. Stress Pendahuluan: Dari data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 tiga besar cakupan ibu post partum di Puskesmas Kota Bandar Lampung diantaranya adalah tertinggi di Puskesmas Panjang 14,29%. Puskesmas Kedaton 11,83%. Puskesmas Sukaraja 10,92%. Data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Kedaton dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November berjumlah 54 ibu post partum, dan data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Sukaraja dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan November tahun 2021 sebanyak 80 ibu post partum Tujuan: Diketahui gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian deskriptif, populasi dan sampel yaitu ibu post partum di Puskesmas Sukaraja Dan Puskesmas Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dengan menyajikan persentase data Hasil: Jumlah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %). Responden tidak terpapar Covid-19 partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %). Gambaran stress ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dengan kategori normal 5 responden . ,0%), stress ringan 11 responden . ,0%), stress sedang 22 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 12 responden . ,0%). Sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan kategori normal 11 responden . ,0%), stress ringan 14 responden . ,0%), stress sedang 15 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 10 responden . ,0%). Simpulan: Gambaran stres ibu post partum di Puskesmas Sukarja dan Kedaton sama-sama pada tingkat stress sedang, dengan persentase 44% untuk Puskesmas Sukarja dan 30% untuk Puskesmas Kedaton. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan upaya penyuluhan yang baik kepada individu dan keluarga, khusunya ibu hamil dan post partum. Kata Kunci: Covid-19. Ibu Post Partum. Stress PENDAHULUAN Coronavirus Wabah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemik global oleh WHO pada 11 Maret 2020, dengan peningkatan 13 kali lipat dalam jumlah kasus yang dilaporkan di luar China. Dari total beban global, sedikit di atas 120 ribu kasus yang dikonfirmasi dan 5784 kematian dilaporkan di pada 18 April 2020. Angka fatalitas kasus (CFR) secara keseluruhan di antara semua negara adalah 6,8%, tetapi tertinggi di Italia pada 13,1%. Pandemi Covid19 dapat menjadi pandemi kategori 3, tergantung pada nomor reproduksinya (R. dan keseluruhan rasio fatalitasnya (Tohidast. Mansuri. Bagheri, & Azimi, 2. Pravalensi covid-19 di Indonesia cukup tinggi. Kasus yang pertama kali terkonfirmasi di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020 dimana jumlahnya hanya dua penderita. Namun, hingga saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan dan menempatkan Indonesia diperingkat pertama negara terjangkit covid-19 di wilayah Asia Tenggara. Menurut data kasus pasien yang menderita infeksi virus corona per 18 April 2020 di Indonesia berjumlah 5. 923 ribu jiwa dengan angka kematian sebanyak 520 jiwa (Sukaesih, & Khadijah, 2. Untuk Provinsi Lampung sendiri angka kejadian covid 19 per 21 Juni 2021 telah menginjak angka 350 pasien yang terkonfirmasi mengalami covid 19,18544 Orang telah selesai menjalani isolasi, 1169 Orang meninggal, kasus suspek sebanyak 435 Orang dengan pembagian kasus baru 39 Orang dan kasus lama 396 Orang. Terkonfirmasi Covid 19 21350 Orang, kasus baru 159 Orang, dan kasus lama 21191 Orang (Tanti. Permatawati. Rasyid. Yusepa. Firdaus, & Manulang, 2. Di Indonesia, kematian ibu dan kematian neonatal masih menjadi tantangan besar dan perlu mendapatkan perhatian dalam situasi bencana Covid-19. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 per tanggal 14 September 2020 pada kelompok ibu hamil, terdapat 4,9% ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 dari 483 kasus terkonfirmasi yang memiliki data kondisi Data ini menunjukkan bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir juga merupakan sasaran yang rentan terhadap infeksi Covid-19 dan kondisi ini dikhawatirkan akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Hampir semua layanan kesehatan terdampak oleh penyakit Covid-19 termasuk pelayanan kesehatan maternal, neonatal dan pelayanan pada kesehatan ibu dan anak baik secara akses maupun kualitas, seperti ibu hamil menjadi enggan pergi ke puskesmas karena takut tertular, adanya anjuran penundaan pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil (Arisanti, 2. Covid-19 (Coronavirus disease 2. telah ditetapkan Pemerintah sebagai bencana nasional non alam. Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan banyak korban jiwa, kerugian material yang besar serta berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, meliputi aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (Keputusan Presiden Republik Indonesia, 2. Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin, baik secara akses maupun kualitas, termasuk pembatasan dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, seperti adanya pengurangan frekuensi pemeriksaan kehamilan dan penundaan kelas ibu hamil (Yuliani, & Amalia, 2. Pada masa nifas, ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yang juga mengakibatkan adanya beberapa perubahan dari psikisnya. Terdapat tiga fase dalam masa adaptasi peran pada masa nifas yaitu Periode Taking In atau Fase Dependent terjadi pada 1-2 hari sesudah melahirkan. Periode Taking Hold atau Fase Independent terjadi pada hari ke 210 post partum dan Periode Letting Go atau Fase Mandiri atau Fase Interdependent. Respon positif dari lingkungan dan dukungan dari keluarga sangat membantu dalam mempercepat proses adaptasi psikologis ibu nifas (Febriati. Zakiyah, & Ratnaningsih, 2. Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan mengakibatkan risiko terjadinya respons psikologis seperti stress, kecemasan bahkan depresi pada ibu Peningkatan stress selama asuhan postnatal tidak hanya mempengaruhi kesehatan emosi dan psikologis ibu, tetapi juga mempunyai dampak Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum terhadap kesejahteraan bayi. Psikologi dan kesehatan jiwa yang buruk dapat menimbulkan dampak yang berkepanjangan terhadap mutu hidup, baik bagi ibu maupun perkembangan kognitif bagi anaknya (Suminar, 2. Kekhawatiran akan tertular virus dan angka kematian akibat virus ini terus bertambah banyak pasti sangat membatasi ruang gerak ibu nifas, pemeriksaan pada ibu nifas. Selama masa nifas ibu wajib datang ke pelayanan kesehatan sebanyak 4 kali yaitu kunjungan 1 . jam - 2 hari pasca persalina. , kunjungan ke 2 . Ae 7 hari pasca persalina. , kunjungan 3 . -28 hari pasca persalina. , dan kunjungan ke 4 . -42 hari pasca persalina. (Windarti, & Rizki, 2. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami kecemasan atau tidak, yang pasti saat seorang ibu melewati masa hamil, bersalin, kemudian nifas menyusui jika tidak di imbangi dengan adaptasi yang baik apalagi saat pandemi Covid 19 ini yang belum berakhir, akan meninggalkan beban psikologis tersendiri (Windarti. Rizki, 2. Data angka ibu post partum di Kota Bandar Lampung dengan membandingkan 2 tahun terakhir yaitu pada tahun 2019 dengan melihat data ibu post partum terbanyak adalah di Puskesmas Campang Raya dengan 306 sasaran dan terdapat 402 persalinan . ,32%) ditolong oleh bidan, ke dua yaitu Puskesmas Satelit dengan 578 sasaran dan terdapat 620 persalinan . ,26%) ditolong oleh bidan, ke tiga yaitu Puskesmas Satelit dengan 1. sasaran dan terdapat 1029 persalinan . ,87%) ditolong oleh bidan. Sedangkan tahun 2020 dengan melihat data ibu post partum terbanyak adalah di Puskesmas Campang Raya dengan 304 sasaran dan terdapat 346 persalinan . ,97%) ditolong oleh bidan, ke dua yaitu Puskesmas Bakung dengan 573 sasaran dan terdapat 653 persalinan . ,91%) ditolong oleh bidan, ke tiga yaitu Puskesmas Sukaraja dengan 092 sasaran dan terdapat 1116 persalinan . ,23%) ditolong oleh bidan, dan Puskesmas Kedaton dengan 1. 183 sasaran dan terdapat 1102 persalinan . ,15%) ditolong oleh bidan. Data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Kedaton dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan Desember tahun 2021 sebanyak 51 orang ibu hamil, sedangkan data post partum didapat 1. ibu post partum. Data pendahulu yang dilakukan di Puskesmas Sukaraja dengan melihat jumlah ibu hamil pada bulan Desember tahun 2021 sebanyak 14 orang ibu hamil, sedangkan data post partum 296 ibu post partum. Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di 2 Puskesmas Sukaraja dan Kedaton dengan melakukan pembagian kuesioner HARS-S pada 10 ibu post partum didapat 7 . ,0%) diantaranya mengalami stress sedang, hal ini disebabkan karena selama masa nifas. Covid 19 sedang dalam masa pandemi Covid 19 dan banyak memakan korban jiwa, serta terjadi pembatasan- pembatasan berskala besar disetiap kota, dan juga ditambah dengan terjangkitnya tenaga kesehatan oleh Covid, dan adanya isolasi wilayah akibat Covid 19, hal ini berdampak pada stress ibu nifas dimasa pandemi, sedangkan 3 . ,0%) diantaranya mengalami stress Hal ini dikarenakan ibu nifas mampu berfikir secara baik, dan lebih memilih membatasi diri dari lingkungan serta membatasi kunjungan keluarga untuk menengok bayi, sehingga pada keadaan ini hanya berdampak pada mood, dan kebosanan pada ibu nifas. METODE Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja sebanyak 1. orang dan Puskesmas Way Halim sebanyak 1. orang sehingga total populasi 2 puskesmas adalah 407 responden. Dengan kriteria inklusi ibu post partum di saat Covid-19, dan kriteria eksklusi ibu postpartum tidak bersedia untuk dilakukan penelitian dan ibu postpartum yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Dan didapatkan sampel sebanyak 50 dari Puskesmas Sukaraja dan 50 dari Puskesmas Kedaton yang sesuai dengan kriteria inklusi peneliti. Adapun dalam pengumpulan data, peneliti mengumpulkan pasien dan diberikan penjelasan tentang penelitian, selanjutnya jika setuju pasien diberi lembar inform consent dan di tanda tangani oleh pasien atau keluarga, selanjutnya diberi penjelasan tentang pengisian kuesioner. Untuk mengukur tingkat stres pada pasien pre operasi menggunakan kuesioner DASS terdiri dari 42 soal yang terdiri dari tiga skala yang dirancang untuk mengkaji tiga jenis keadaan emosional, yaitu depresi, kecemasan dan stres. Setiap skala terdapat 14 pertanyaan. Skala stres dinilai dari nomor 1, 6, 8, 11, 12, 14, 18, 22, 27, 19, 32, 33, 35, 39. Responden penelitian akan memberikan tanda check list pada Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum pilihan yang tersedia 4 pilihan yaitu 0 berarti tidak pernah, 1 berarti kadang-kadang, 2 berarti sering, dan 3 berarti selalu. Tingkatan stres digolongkan dalam kategori normal, stres ringan, stres sedang, stres berat, dan stres sangat berat. Jumlah skor dari pernyataan item tersebut dikategorikan 0-14 . , 15-18 . tres ringa. , 19- 25 . tres sedan. , 26-33 . tres bera. , >34 . tres sangat bera. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Surat laik etik didapatkan dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas Malahayati dengan nomor 2497/EC/KEP-UNMAL/V/2022. HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden (N=. Puskesmas Variabel Sukaraja Kedaton . 90A6. Pendidikan. /%) Diploma SMA SMP 1/2,0 39/78,0 10/20,0 2/4,0 44/88,0 3/6,0 1/2,0 Paritas . /%) G1A0P0 G2A0P1 G3A0P2 G3A1P1 24/48,0 14/28,0 11/22,0 1/2,0 13/26,0 27/54,0 10/20,0 Pekerjaan . /%) Buruh IRT Karyawan Swasta PNS 1/2,0 45/90,0 4/8,0 2/4,0 43/86,0 3/6,0 2/4,0 Gaji . /%) 1-2 Juta >2-3 Juta >3 Juta 46/92,0 4/8,0 43/86,0 5/10,0 2/4,0 Suku . /%) Jawa Lampung Madura Sunda 40/80,0 5/10,0 2/4,0 3/6,0 40/80,0 5/10,0 2/4,0 3/6,0 Agama . /%) Islam Katolik Kristen 41/82,0 5/10,0 4/8,0 44/88,0 3/6,0 3/6,0 Usia (MASD) (Rentan. (Tahu. Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Mengalami Pandemi Covid 19 . /%) Tidak 50/100 50/100 Kategori Stress . /%) Normal Ringan Sedang Berat 5/10 11/22 22/44,0 12/24,0 11/22,0 14/28,0 15/30,0 10/20,0 Dari tabel diatas diketahui karakteristik di Puskesmas Sukaraja berdasarkan usia dengan mean dan standar deviasi . 90A6. , dengan rentang usia 18-45 tahun, sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan mean dan standar deviasinya . dengan rentang usia yang sama yaitu 18-45 tahun. Pendidikan terbanyak adalah SMA 39 responden . ,0%) dan 44 responden . ,0%). Paritas terbanyak adalah primipara sebanyak . ,0%) dan multipara sebanyak 27 responden . ,0%). Pekerjaan ibu rumah tangga 45 responden . ,0%) dan 43 responden . ,0%). Gaji sebanyak 1-2 juta 46 responden . ,0%) dan 43 responden . ,0%). Suku terbanyak adalah jawa pada ke dua Puskesmas yaitu dengan jumlah 40 responden . %). Agama terbanyak Islam sebanyak 41 responden . ,0%) dan 44 responden . ,0%). diketahui jumlah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %) pada masing-masing Puskesmas. diketahui jumlah yang tidak terpapar Covid-19 partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %) pada masing-masing Puskesmas tidak terpapar virus Covid-19. diketahui gambaran stress ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dengan kategori normal 5 responden . ,0%), stress ringan 11 responden . ,0%), stress sedang 22 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 12 responden . ,0%). Sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan kategori normal 11 responden . ,0%), stress ringan 14 responden . ,0%), stress sedang 15 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 10 responden . ,0%). PEMBAHASAN Distribusi Karakteristik Responden Hasil penelitian ini diketahui karakteristik di Puskesmas Sukaraja dan berdasarkan usia terbanyak adalah usia produktif yaitu 20-35 Tahun sebanyak 38 responden . ,0%) sedangkan Puskesmas Kedaton sebanyak 46 responden . %). Sejalan dengan teori yang dikemukakan Faktorfaktor yang mempengaruhi kecemasan ibu bersalin diantaranya yaitu usia, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga atau suami. Usia ibu < 20 tahun dan Ou 35 akan memberikan dampak terhadap perasaan takut dan cemas menjelang proses persalinan (Sari. Wathan. Silaban, & Ismed, 2. Karena apabila ibu bersalin pada usia tersebut, persalinannya termasuk dalam kategori berisiko tinggi dan seorang ibu yang berusia lebih lanjut akan berpotensi tinggi untuk melahirkan bayi cacat lahir. Paritas dapat mempengaruhi kecemasan, karena terkait dengan aspek psikologis. Sejalan dengan peneliti yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya Hubungan Paritas Ibu Dengan Kejadian Postpartum Blues. karakteristik responden mayoritas berusia 20-30 tahun sebanyak 35 . ,1%), berpendidikan SMA sebanyak 19 . ,3%), ibu tidak bekerja sebanyak 32 . ,6%), jenis persalinan normal sebanyak 28 . ,9%), hari postpartum sebanyak <14 hari sebanyak 32 . ,6%) dan tinggal . ,3%) (Yulistianingsih, & Susanti, 2. Menurut pendapat peneliti usia terbanyak adalah usia produktif yaitu 20-35 Tahun sebanyak 38 responden . ,0%) pada Puskesmas Sukaraja, sebanyak 46 responden . %) pada Puskesmas Kedaton. Faktor umur juga mempengaruhi terjadinya masalah psikologis pada ibu post partum. Secara umum pada usia remaja memiliki pengetahuan yang terbatas tentang kehamilan atau kurangnya informasi dalam mengakses pelayanan kesehatan yang ada. Selain itu pada usia tersebut juga belum cukup mencapai kematangan fisik, mental, peran dan aktivitas baru sebagai ibu dalam merawat Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Semakin muda usia ibu melahirkan semakin mudah ibu mengalami post partum blues. pengalaman dalam persalinan sebelumnya, ibu primipara lebih banyak menemukan kebingungan ketika menghadapi perawatan bayi dan ditambah pada masa pandemi Covid 19. Salah satu sumber efikasi diri yaitu informasi pengalaman orang lain. Ibu primipara dengan efikasi diri yang rendah dapat meningkatkan efikasi diri dengan menambah informasi dari pengalaman orang lain dan juga dapat berkonsultasi dengan tenaga Kesehatan. Usia reproduktif merupakan usia yang matang baik pemikiran dan secara umum mampu beradatasi dengan suatu masalah dengan baik. Menurut pendapat peneliti, pada wanita primipara melahirkan merupakan pengalaman pertama sehingga belum mempunyai pengalaman dan kesiapan untuk menjadi seorang ibu. Hal ini didukung dengan teori sebelumnya wanita yang baru pertama kali melahirkan lebih umum menderita depresi karena setelah melahirkan wanita tersebut berada dalam proses adaptasi, kalau dulu hanya memikirkan diri sendiri, begitu bayi lahir jika ibu tidak paham peran barunya, dia akan menjadi bingung sementara bayinya harus tetap dirawat (Kurniasari, & Astuti, 2. Peneliti sebelumya menyatakan bahwa sesudah melahirkan biasanya wanita mengalami keadaan lemah fisik dan mental. Bersamaan dengan keadaan tersebut terjadi perubahan-perubahan yang dramatis mengenai masalah fisiologis, psikologis dan perubahan lingkungannya, yang dapat merupakan faktor penyebab untuk terjadinya gangguan depresi Wanita menyesuaikan diri dengan peran dan aktivitas barunya tersebut dapat mengalami gangguangangguan psikologis atau depresi postpartum (Rahmandani, 2. Pendidikan Hasil penelitian ini menunjukan pendidikan responden di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton didapat pendidikan terbanyak adalah SMA 39 responden . ,0%) dan 44 responden . ,0%). Sejalan dengan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa pendidikan secara umum ialah setiap sesuatu yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan jasmani seseorang, akalnya dan akhlaknya sejak dilahirkan hingga dia mati. Pendidikan dengan pengertian ini meliputi semua sarana, baik disengaja seperti pendidikan dilingkungan keluarga . , dan pendidikan sekolah, atau yang tidak disengaja seperti pendidikan yang datang kebetulan dari pengaruh lingkungan sosial kemasyarakatan dalam pergaulan kesehatan atau yang bersifat alamiah dan lain-lain (Popularitas Posts, 2. Menurut peneliti semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin besar peluang untuk mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan. Sebaliknya, semakin rendahnya pendidikan akan menyebabkan seseorang mengalami stres dan kecemasan, hal tersebut terjadi disebabkan karena kurangnya informasi dan pengetahuan pada ibu post partum terkait pencegahan terhadap virus Covid 19. Paritas Hasil penelitian ini menunjukan paritas responden di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton didapat paritas terbanyak adalah primipara sebanyak 24 . ,0%) dan multipara sebanyak 27 responden . ,0%). Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya Multipara merupakan seorang ibu yang sudah pernah melahirkan lebih dari satu, sehingga sudah mempunyai pengalaman dalam hal beradaptasi terhadap masa nifas. Yang membedakan dengan nifas dahulu salah satunya adalah situasi pandemi covid 19 ini. Meskipun secara umum kecemasan yang terjadi dalam tingkat ringan, namun ikut mempengaruhi kondisi ibu baik fisik maupun psikologis (Desmariyenti, & Hartati. Pada penelitian ini mayoritas ibu postpartum merupakan ibu primipara dengan mayoritas 20-35 tahun dimana mereka baru pertama kali menjadi seorang ibu dan belum memiliki pengalaman. Berbeda halnya dengan ibu yang memiliki Pekerjaan Hasil penelitian ini menunjukan pekerjaan responden di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton didapat pekerjaan ibu rumah tangga 45 responden . ,0%) dan 43 responden . ,0%). Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai Karir. Seseorang mungkin Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum bekerja pada beberapa perusahaan selama karirnya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama. Lowongan pekerjaan yang paling banyak diinginkan orang Indonesia rata-rata adalah PNS, dan pegawai BUMN. Anggapan mereka mungkin karena jadi pegawai negeri atau pegawai BUMN gajinya stabil dan terjamin (Alhasni, 2. Sejalan dengan hasil penelitian di RSIA Sakina Idaman Yogyakarta yang menyatakan bahwa pekerjaan penyebab terjadinya depresi postpartum pada primipara dan multipara. Berdasarkan pekerjaan, yang terbanyak adalah kelompok ibu bekerja sebanyak 22 orang . ,7%) (Kusuma, 2. Pekerjaan seseorang dapat berdampak pada faktor pendapatan atau penghasilan keluarga sehingga dapat mempengaruhi tingkat kecemasan anggota keluarganya, karena adanya beban moril yang harus di tanggung oleh setiap anggota keluarga untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup Jika jumlah pendapatan berkurang atau memang tidak mencukupi dalam setiap bulannya akan memunculkan stressor pada setiap Sehingga peneliti melihat, responden yang memiliki banyak kesibukan dirumah ditambah masa pandemi Covid-19 suaminya tidak bekerja dapat berdampak pada kecemasan atau bahkan keadaan stress. Sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya Beban Ganda pada Ibu Selama Kehamilan dengan Status Ekonomi Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ibu dan suami berpersepsi adanya perbedaan peran antara suami dan istri di dalam rumah tangga, istri boleh bekerja di luar selama kehamilan, selama kehamilan ibu mengalami gangguan fisik dan psikologi karena harus mengemban beban ganda, ibu berharap agar suaminya membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, sehingga beban ganda yang ibu emban berkurang (Gayatri, & Rokhanawati. Dalam hal ini gaji dikaitkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang. Pekerjaan merupakan suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Tuntutan peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir memerlukan investasi energi. Jika wanita kehabisan energi maka keseimbangan mentalnya terganggu sehingga dapat menimbulkan stres. Stres yang dimaksud disini adalah stres yang menyebabkan ketegangan atau penderitaan psikis. Menurut pendapat peneliti keadaan ekonomi yang rendah dapat menimbulkan stress di keluarga yang mempengaruhi depresi ibu setelah melahirkan. Selain itu bisa berasal dari keadaan emosional, seperti konflik dalam keluarga. Bahkan kegiatan yang seharusnya mendatangkan kebahagiaan seperti kelahiran bayi bisa menimbulkan tekanan karena mereka menimbulkan perubahan baru dalam hidup seorang wanita. Gaji Hasil penelitian ini menunjukan gaji responden di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton didapat gaji sebanyak 1-2 juta 46 responden . ,0%) dan 43 responden . ,0%). Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya Gaji . adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang karyawan atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji sering juga disebut sebagai upah, di mana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi, yakni imbalan jasa yang diberikan secara teratur atas prestasi kerja yang diberikan kepada seorang pegawai. Dalam hal ini perbedaan gaji dan upah terletak pada kuatnya ikatan kerja dan jangka waktu penerimaannya saja. Seseorang menerima gaji apabila ikatan kerjanya kuat, sedangkan seseorang menerima upah apabila ikatan kerjanya kurang kuat. Dilihat dari jangka waktu penerimaannya, gaji pada umumnya diberikan pada setiap akhir bulan, sedangkan upah diberikan pada setiap hari ataupun setiap minggu (Abdillah. Suku dan Agama Hasil penelitian ini menunjukan suku dan agama responden di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton didapat suku terbanyak adalah jawa pada ke dua Puskesmas yaitu dengan jumlah 40 responden . %). Agama terbanyak Islam sebanyak 41 responden . ,0%) dan 44 responden . ,0%). Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh teori sebelumnya suku diartikan sebagai golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar. Sementara suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa. Sedangkan Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan (Zulfikar, 2. Sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya Hubungan Faktor Sosiodemografik dengan Depresi Postpartum di Rumah Sakit Daerah Banjarmasin. hubungan faktor sosiodemografik dengan tingkat depresi postpartum yang dialami oleh responden. Melalui tabel tersebut, diketahui bahwa tidak sosiodemografik yang meliputi usia ibu, suku, status pernikahan, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan (Fazraningtyas, 2. Suku jawa menerapkan nila-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai budaya meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan diri sendiri. Implikasi nilainilai budaya dari hubungan manusia nilai-nilai Konsep nilai yang mendorong setiap ibu untuk berjuang adalah karena ibu menganggap bahwa akan selalu ada orang yang akan membantu ketika ibu tersebut mengalami kesulitan. ada ibu yang mendapatkan perawatan kurang. Diharapkan untuk ibu yang mendapatkan perawatan baik tetap melakukan kunjungan dengan rutin dan baik (Dewi, 2. Menurut penelitii stres merupakan pemikiran yang negatif dan perasaan takut dan hal tersebut akar penyebab terjadinya reaksi stres. Stres selama hamil mempengaruhi perkembangan fisiologis dan psikologis bayi yang dikandungnya. Sedangkan kecemasan merupakan perasaan tidak berarti pada ibu hamil memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sikap sinisme, adanya keinginan untuk mengakhiri hidup, mempertanyakan akan penderitaannya, perasaan tidak berguna, gangguan aktivitas seksual dan adanya keinginan untuk terus merusak diri sendiri. Pada masa pandemi Covid-19, sebagian besar ibu mengalami cemas. Perasaan tidak berarti pada ibu hamil memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sikap sinisme, adanya keinginan untuk mengakhiri hidup, mempertanyakan akan penderitaannya, perasaan tidak berguna, gangguan aktivitas seksual dan adanya keinginan untuk terus merusak diri sendiri. Gambaran Pandemi Covid-19 Hasil penelitian ini diketahui jumlah yang terpapar Covid-19 partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %) pada masing-masing Puskesmas tidak terpapar virus Covid-19. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya Pengaruh pandemic Covid-19, orang berperilaku lebih pendiam dan konservatif seperti tinggal di rumah bersama keluarga dan mengurangi kegiatan berkumpul dengan teman dan Hal ini menunjukkan bahwa orang lebih mungkin untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari anggota keluarga mereka selama periode ini. sisi lain, kebijakan perjalanan yang dibatasi dan peraturan isolasi diri dapat menyebabkan gaya hidup yang lebih pasif dan kesehatan mental yang lebih Sampai saat ini, hanya sedikit penelitian yang menyelidiki dampak pandemi Covid-19 pada kesehatan mental wanita setelah melahirkan (Pertiwi. Lutfitasari. Siti, & Anggraini, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa prevalensi gejala depresi postpartum dan stres pasca-trauma di antara wanita yang melahirkan selama pandemi Covid-19 lebih tinggi daripada yang dilaporkan dalam penelitian sebelumnya sebelum pandemi. Data literatur melaporkan bahwa sekitar 10-16% Distribusi Frekuensi Ibu Post Partum Hasil penelitian ini diketahui jumlah ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Kedaton sebanyak 50 responden . %) pada masing-masing Puskesmas. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya post partum merupakan masa setelah melahirkan bayi dan plasenta sampai 6 minggu atau 40 hari. post partum sangat penting bagi seorang wanita karena merupakan masa pemulihan untuk mengembalikan alat kandungan serta fisik ibu ke kondisi seperti sebelum hamil. Selain itu post partum memerlukan pengawasan agar post partum dapat terlampaui dengan penuh Masa nifas dimulai sesaat setelah keluarnya plasenta dan selaput janin serta berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil kira-kira sampai 6 minggu (Ramadhani, 2. Sejalan Dengan Peneliti sebelumnya Gambaran Perawatan Ibu Post Partum Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Tabanan i Tahun 2021. Hasil penelitian yaitu dari 32 responden sebagian besar responden mendapatkan perawatan baik sebesar 29 responden . ,6%). yang mendapatkan perawatan cukup sebesar 3 orang . ,4%) dan tidak Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum wanita masuk kriteria depresi berat pada 3 bulan pasca persalinan. Temuan untuk kohort yaitu 30,7% (Pertiwi. Lutfitasari. Siti, & Anggraini, 2. Menurut pendapat peneliti orang cenderung mengembangkan emosi negatif dan perilaku menghindar ketika menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat. Ketidakpastian Covid-19 dapat mengakibatkan disonansi kognitif dan ketidakamanan, sehingga memberikan perasaan ketidaknyamanan pada mental. Selain itu, dengan penutupan sekolah, bisnis serta peraturan jarak sosial, emosi negatif yang dialami individu semakin Oleh karena itu, faktor-faktor terkait Covid-19 ini telah membantu menambah dampak stres pada kesehatan mental wanita. Pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang Indonesia saja, namun seluruh dunia. Setiap hari media elektronik maupun media cetak selalu memberitakan tentang virus ini. Peningkatan jumlah orang terpapar virus dan angka kematian yang terus ada setiap hari pasti mempengaruhi seseorang sehingga merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Penerapan protokol kesehatan ketat ternyata mampu mengurangi kecemasan ibu nifas sehingga tetap mau datang berkunjung ke pelayanan Setiap akan berkunjung, mereka membuat janji dulu dengan tenaga kesehatan sehingga persiapan yang dilakukan lebih maksimal. Jika ternyata ada ibu nifas yang hasil tes menunjukkan reaktif, maka ibu ini harus di isolasi. Hal ini terkadang membuat ibu merasa stress bahkan sampai depresi. masa pandemi covid19. Menurut penelitian bahwa kecemasan berhubungan dengan terjadinya gangguan postpartum mood hingga postpartum depression . epresi pasca melahirka. pada ibu (Nurbaeti. Deoisres, & Hengudomsub, 2019. Handayani, & Purwanti, 2. Stres merupakan pemikiran yang negatif dan perasaan takut dan hal tersebut akar penyebab terjadinya reaksi stres. Stres selama hamil mempengaruhi perkembangan fisiologis dan psikologis bayi yang dikandungnya. Sebaliknya, jika ibu hamil yang selalu berpikiran sehat dan positif akan membantu pembentukan janin, penyembuhan internal dan memberikan nutrisi psikis yang sehat pada bayi. Semua yang dipikirkan ibu akan tersalurkan melalui hormon syaraf ke bayinya. Stres ekstrem dan tak berkesudahan menyebabkan kelahiran prematur, berat badan di bawah rata-rata, hiperaktif dan mudah marah (Destariyani, & Widiyanti, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya Pengaruh Paritas Dengan Kejadian Stress Psikologis Ibu Menyusui Minggu Pertama Post Partum Di Masa Pandemi Covid-19. Uji statistic menggunakan Chi square test untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap kejadian stress psikologi ibu didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti lebih kecil dari alpha . Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang significant antara paritas dengan kejadian stress psikologi ibu menyusui pada minggu pertama post partum masa pandemic covid-19 (Sari & Istighosah, 2. Menurut peneliti Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami stress atau tidak, yang pasti saat seorang ibu melewati masa hamil, bersalin, kemudian nifas menyusui jika tidak di imbangi dengan adaptasi yang baik apalagi saat pandemi Covid 19 ini yang belum berakhir, akan meninggalkan beban psikologis tersendiri. Menurut pendapat peneliti stress pada ibu post partum di sebabkan karena meningkatnya kasus Covid-19 yang berdampak pada kurang tertibnya melakukan imunisasi bagi bayi sehingga berdampak pada rasa takut ibu yang berlebihan, selain dari masalah diatas faktor pandapatan yang berhubungan dengan pemutusan kerja sepihak yang berpengaruh pada pemasukan/ income suami untuk memenuhi kebutuhan selama masa nifas/ post Gambaran Stres Ibu Post Partum Hasil penelitian ini diketahui gambaran stress ibu post partum di Puskesmas Sukaraja dengan kategori normal 5 responden . ,0%), stress ringan 11 responden . ,0%), stress sedang 22 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 12 responden . ,0%). Sedangkan di Puskesmas Kedaton dengan kategori normal 11 responden . ,0%), stress ringan 14 responden . ,0%), stress sedang 15 responden . ,0%), dan stress berat sebesar 10 responden . ,0%). Sejalan dengan toeri yang dikemukakan oleh mempersiapkan ibu hamil sebelum menjelang masa nifas maka dibutuhkan adanya edukasi persiapan dalam menghadapi peran ibu pada bayinya sejak di masa kehamilan. Upaya ini bertujuan agar terhindar dari risiko gangguan psikologi pasca melahirkan di Fara Millinia Suwares. Rilyani*. Linawati Novikasari Perogram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Korespondensi Penulis: Rilyani. *Email: simahayarily@gmail. MHC JOURNAL OF Mental Health Concerns. Volume 2. No 2. Oktober 2023: 37-47 Gambaran Covid-19 terhadap stres ibu post partum Stress dalam tingkatan yang masih dapat ditangani merupakan fenomena normal dalam kehidupan keseharian kita, stress dapat menjadi motivator yang kuat dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi suatu situasi. Sebaliknya, peningkatan kadar hormone stress dan kecemasan yang terlalu berlebihan akan mempersempit mekanisme koping kita dan dapat menimbulkan kelumpuhan. Selama periode stress, asuhan suportif dan holistic dari bidan tidak hanya memantau meningkatkan kesejahteraan emosi ibu, tetapi juga dapat membantu mengurangi ancaman moriditas psikologis pada periode pascanatal. Dewi. Gambaran perawatan ibu post partum pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Tabanan i tahun 2021 (Doctoral dissertation. Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan 2. Fazraningtyas. Hubungan Faktor Sosiodemografik Dengan Depresi Postpartum Di Rumah Sakit Daerah Banjarmasin. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10. , 461-469. Febriati. Zakiyah. , & Ratnaningsih. Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan terhadap Adaptasi Perubahan Psikologi pada Ibu Nifas. In Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu (Vol. No. 1, pp. SIMPULAN Gambaran stres ibu post partum di Puskesmas Sukarja dan Kedaton sama-sama pada tingkat stress sedang, dengan persentase 44% untuk Puskesmas Sukarja dan 30% untuk Puskesmas Kedaton. Gayatri. , & Rokhanawati. Beban Ganda Pada Ibu Selama Kehamilan Dengan Status Ekonomi Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Mergangsan Yogyakarta (Doctoral Dissertation. STIKES'Aisyiyah Yogyakart. SARAN Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terkait faktor yang mempengaruhi stress dan kecemasan serta melibatkan ahli psikolog dalam menentukan kesehatan mental responden. Handayani. , & Purwati. Upaya Pencegahan Gangguan Postpartum Mood Sejak Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Surya Masyarakat, 3. , 95-103. DAFTAR PUSTAKA