Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian1. Darmiko Suhendra2. Hendra Cipta3. Mahfudz Reza Fahlevi4 Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Email: nandiags45@gmail. 1,2,3,4 Abstract This study aims to analyze the effect of cost efficiency, return on assets (ROA), and inflation on debt-based financing at Islamic Commercial Banks in Indonesia for the period 2018Ae2022. This study uses a quantitative approach with panel data and multiple linear regression, based on the financial statements of ten Islamic Commercial Banks and inflation data from Bank Indonesia. The analysis results show that partially. ROA has a significant effect on debtbased financing, while cost efficiency and inflation do not have a significant effect. Simultaneously, these three variables do not show a significant effect. These findings provide an overview of the internal and external factors that influence the debt-based financing distribution strategy of Islamic Commercial Banks. Keywords: Debt-Based Financing. Inflation. ROA. BOPO. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efisiensi biaya, return on assets (ROA), dan inflasi terhadap pembiayaan berbasis utang pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2018Ae2022. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dan regresi linier berganda, berdasarkan laporan keuangan sepuluh Bank Umum Syariah serta data inflasi dari Bank Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial. ROA berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan berbasis utang, sedangkan efisiensi biaya dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini memberikan gambaran mengenai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi penyaluran pembiayaan berbasis utang oleh Bank Umum Syariah. Kata Kunci: Pembiayaan Berbasis Utang. Inflasi. ROA. BOPO. Pendahuluan Kebijakan moneter di Indonesia menjadi salah ssatu acuan dalam perkembangan dan pertumbuhan Bank Indonesia. Sehingga dalam pelaksanaannya Bank Indonesia memberikan penetapan sebagai bank serntra di Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi Indonesia, termasuk mendorong perkembangan perbankan syariah melalui pengendalian besaran moneter dan suku bunga. Pada periode 2018Ae2022, kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat peran bank syariah dalam penyaluran pembiayaan berbasis akad-akad syariah, seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah, guna mendukung sektor riil, menjaga stabilitas inflasi, serta menciptakan ekosistem keuangan syariah yang mendukung pembangunan ekonomi nasional (Solikin M. Juhro, 2. Perkembangan bank syariah yang pesat memerlukan sumber daya manusia kompeten untuk mengelola operasional dan mempromosikan sistem ekonomi Islam secara efektif (Muhamad, 2. Perbankan syariah memiliki perkembangan yang cukup kuat, terbukti dari pertumbuhan pembiayaan mencapai Rp508,08 triliun pada tahun 2022, dengan pembiayaan berbasis konsumsi mendominasi (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Pembiayaan berbasis utang, seperti murabahah, salam, dan ijarah, memberikan keuntungan pasti bagi bank melalui kesepakatan margin, sewa, atau pesanan barang. Akad murabahah berfokus pada penjualan barang dengan margin yang disepakati, ijarah pada pemanfaatan barang dengan upah, dan salam pada pesan barang dengan pembayaran di muka. Pendapatan dari pembiayaan ini menjadi sumber profitabilitas utama bank syariah, mendukung keberlanjutan dan kontribusinya terhadap perekonomian global (Fianto et al. Data penelitian ini dipilih dalam rentang tahun 2018-2022, karena pada tahun ini siklus pra pandemi Covid-19, terjadinya pandemi dan masa pemulisahn pasca terjadinya pandemi. Berikut data pembiayaan berbasis utang Bank Umum Syariah di Indonesia berdasarkan laporan keuangan tahun 20182022. Tabel I. 1 Jumlah Pembiayaan Berbasis Utang Bank Umum Syariah di Indonesia . alam milia. Tahun No Pembiayaan Murabahah Ijarah Salam Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, diolah 2023 Menurut Siamat, pengambilan keputusan dalam perbankan syariah dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk di dalam dan di luar bank itu sendiri. Pengaruh dari dalam mencakup keputusan dan strategi yang diambil oleh bank, sementara faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi, seperti inflasi dan kebijakan moneter suatu negara. Dalam penelitian ini, faktor internal yang dianalisis adalah efisiensi biaya dan return on assets (ROA), sedangkan faktor eksternal adalah inflasi (D Siamat, 2. Pengambilan keputusan oleh nasabah tersebut memberikan peluang bagi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi bank untuk dapat menawarkan produk yang sejalan dengan fungsi pembiayaan, sehingga dalam hal tersebut bank harus dapat memberikan kepercayaan kepada nasabah dalam transaksinya. Pengaruh-pengaruh tersebut dapat menjadi acuan bagi bank dalam meingkatkan pendapatan serta dapat mengurangi dampat dari kerugian yang dialami oleh bank tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah, terdapat data yang menunjukkan pola peningkatan, penurunan, serta fluktuasi efisiensi biaya. ROA, dan inflasi. Pada Penelitian ini akan dibahas artikel berjudul AuPengaruh Efisiensi Biaya. ROA, dan Inflasi terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018Ae2022. Ay Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh variabel efisiensi biaya, return on assets (ROA), dan inflasi terhadap pembiayaan berbasis utang pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan sepuluh Bank Umum Syariah selama periode 2018Ae2022, yang diperoleh melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, sebagai sumber data sekunder yang kredibel dan valid. Tahapan awal penelitian mencakup proses pengumpulan dan pengolahan data, dilanjutkan dengan pemilihan model terbaik dalam analisis data panel . ommon effect, fixed effect, atau random effec. Setelah model yang sesuai ditentukan, dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan kelayakan data, yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dalam kerangka data panel untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial antara variabel bebas dan variabel terikat. Uji statistik yang digunakan meliputi uji koefisien determinasi (RA), uji parsial . , dan uji simultan . ji F) dengan tingkat signifikansi 5%. Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak E-Views 12 untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan dapat diinterpretasikan secara komprehensif. Pembahasan Pada bagian ini diungkapkan hasil pengolahan data riset. Pengolahan data riset ini dilakukan melalui aplikasi EViews versi 12. Tahap awal pengolahan data ini menentukan model regresi yang akan digunakan adalah Random Effect Model (REM). Dipilihnya model ini berdasarkan hasil pengujian data yang terdapat pada tabel berikut ini: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi Tabel I Hasil Estimasi Model Panel Dependent Variable: PEMBIAYAAN? Method: Pooled EGLS (Cross-section random effect. Date: 12/18/24 Time: 20:51 Sample: 1/01/2018 2/01/2022 Included observations: 20 Cross-sections included: 10 Total pool . observations: 200 Swamy and Arora estimator of component variances W hite diagonal standard errors & covariance . Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. BOPO? ROA? INFLASI? Random Effects (Cros. _ACEH_SYARIAH--C _BCA_SYARIAH--C _BSI_SYARIAH--C _JB_SYARIAH--C _MEGA_SYARIAH--C _MUAMALAT_INDO. _NTB_SYARIAH--C _PD_SYARIAH--C _SYARIAH_BUKOP. _VICTORIA_SYARI. Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random Rho W eighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-W atson stat 86E 14 Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid 14E 14 Mean dependent var Durbin-W atson stat Sumber: Olah Data Menggunakan E-views Pada tabel I, setelah hasil estimasi regresi dengan model REM sudah didapatkan, maka untuk langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian Adjusted R. Uji Adjusted R digunakan untuk menganalisis variabel terikat seberapa besar dapat menjelaskan variabel bebas. Uji t statistik selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan uji Adjusted R2, uji f, dan uji t. Uji Adjusted R2 Menurut Ghozali sebagaimana yang dikutip oleh Yindrizal, uji adjusted R bertujuan untuk melihat bagaimana perubahan yang terjadi dari variabel penelitian antara variable dependen menjelaskan variabel independen (Yindrizal. Untuk melihat hasil uji adjusted R2 maka dapat dilihat dari nilai Adjusted R2, jika pada nilai persentase menunjukkan hasil yang semakin besar, maka hal tersebut akan menunjukkan model regresi yang semakin baik. Berdasarkan tabel IV. 11, menunjukkan bahwa nilai Adjusted R2 sebesar sehingga efisiensi biaya. ROA, dan inflasi dapat menjelaskan variabel pembiayaan berbasis utang sebesar 0,05% dan variabel lain dapat menjelaskan pengaruh pembiayaan berbasis utang dari kesepuluh Bank Umum Syariah sebesar 99,95%. Maka, dapat disimpulkan variabel bahwa variabel bebas memiliki pengaruh Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi 0,05% terhadap variabel terikat. Sehingga dari hasil adjusted R2, maka penelitian ini tidak dapat dijelaskan dengan keadaan yang sebenarnya. Uji t-Statistik (Parsia. Uji t bertujuan untuk sebagai uji dalam mengukur apakah pengaruh variabel dalam penelitian berpengaruh secara masing-masing. Penelitian ini melihat apakah terdapat pengaruh efisiensi biaya. ROA, dan inflasi secara masing-masing terdapat pembiayaan berbasis utang atau disebut dengan uji t pengujian secara parsial. Uji Efisiensi Biaya terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Merujuk pada Tabel IV. 11, nilai perhitungan uji t pada variabel efisiensi biaya sebesar -1,776820 dan memiliki tingkat sig. 0,0771. Berdasarkan hal tersebut variabel efisiensi biaya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel pembiayaan berbasis utang, hal ini dianalisis dengan nilai sig. 0,0771>0,05. Dengan demikian, variabel efisiensi biaya tidak menunjukkan kontribusi yang berarti terhadap variasi pada pembiayaan berbasis utang dalam model yang digunakan. Uji ROA terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Mengacu pada Tabel IV. 11, nilai t-statistik untuk Return on Assets (ROA) senilai 2,424561 dan perhitungan nilai sig. sebesar 0,0162. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel ROA dengan variabel pembiayaan berbasis utang, hal ini dianalisis dengan nilai sig. 0,0162<0,05. Uji Inflasi terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Berdasarkan Tabel IV. Uji variabel inflasi terhadap variabel pembiayaan berbasis utang terhitung dengan nilai 0,0308711 dan memiliki nilai sig. 0,07579. Sehingga dapat dilihat bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan antara variabel inflasi terhadap variabel pembiayaan berbasis utang. Uji F-Statistik (Simulta. Uji f adalah uji dengan tujuan untuk melihat signifikansi keseluruhan model regresi dan menilai apakah setidaknya satu variabel independen signifikan dalam memprediksi variabel dependen (Nur Cahyadi et al. , 2. Penelitian ini menguji apakah efisiensi biaya. ROA, dan inflasi secara bersamasama yang diuji dengan uji f memiliki pengaruh terhadap pembiayaan berbasis Pada hasil perhitungan E-Views probabilitas pada nilai f dengan menggunakan model Random Effect Model (REM) sebesar 0,2523, sehingga dalam analsis dengan nilai sig. 5%, maka nilai probabilitas 0,2523>0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel Variabel bebas tidak dapat menjelaskan bahwa tidak adanya variasi yang dapt dijelaskan dari variabel terikat. Setelah dilakukan pengujian dan pengolahan data, selajutnya hasil uji ini dibahas melalui penjelasan sebagai berikut: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi Pengaruh Efisiensi Biaya terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Berdasarkan tabel I, variabel efisiensi biaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap variabel pembiayaan berbasis utang, artinya penyaluran dan pendapatan pembiayaan tidak dipengaruhi oleh tinggi rendahnya efisiensi biaya. BOPO menjadi indikator paling dominan mempengaruhi rasio efisiensi biaya, baik sebelum maupun setelah merger perbankan syariah. Hal ini berdampak pada peningkatan laba atau keuntungan pihak bank, jika biaya operasional tinggi sedangkan labanya kecil akan menurunkan tingkat profitabilitas bank tersebut (Isman and Siti Chuzaemah. Menurut Litiawati sebagaimana yang dikutip oleh Irawan Budi Prasetyo jika BOPO menunjukkan rasio yang tinggi maka hal tersebut dapat menjadi acuan bahwa bank tersebut kurang baik dalam melakukan kegiatan operasionalnya, sehingga kegiatan penyaluran bank terhadap pembiayaannya kepada nasabah juga akan mengalami penurunan sebagai penutup dari biaya operasional yang melonjak tinggi (Azri & Sumiati, 2. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia bahwa nilai efisiensi operasi pada suatu bank secara umum mempunyai nilai BOPO maksimum sebesar 90%, apabila bank tersebut memiliki BOPO lebih dari 90% atau malahan bank tersebut menunjukkan nilai BOPO mendekati 100%, maka bank tersebut tidak secara maksimal meningkatkan kegiatan operasionalnya dan bank tersebut dapat dikatakan tidak efisien (Harahap & Sulaiman Efendi, 2. Bank Syariah dengan BOPO rendah dapat menawarkan bagi hasil yang lebih kompetitif, baik untuk produk simpanan maupun pembiayaan. Ini akan menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan pangsa pasar mereka serta tidak memikirkan penggunaan biaya operasional yang akan terus meningkat (Amrul Muzal, 2. Namun, penelitian ini menunjukkan menunjukkan hasil yang tidak signifikan, sehingga tidak dapat dikatakan berpengaruh antara efisiensi biaya yang perhitungannya menggunakan rasio BOPO dengan pembiayaan berbasis utang, hal tersebut karena tingkat BOPO dari kesepuluh Bank Umum Syariah di Indonesia yang menjadi objek penelitian menunjukkan tingkat efisiensi biaya yang relatif tinggi, dengan nilai di atas 90%. Sementara itu, koefisien regresi untuk variabel efisiensi biaya bernilai negatif sebesar -7204. Ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu poin pada efisiensi biaya akan diikuti dengan penurunan pembiayaan berbasis utang sebesar 72,04%. Dengan kata lain, terdapat hubungan negatif antara efisiensi biaya dan pembiayaan berbasis utang, meskipun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Nur Istiqomah dalam penelitiannya menemukan hal yang sejalan dengan penelitian ini, yaitu tidak adanya pengaruh BOPO yang menjadi perhitungan dalam efisiensi biaya dengan pembiayaan berbasis utang (Nur Istiqomah, 2. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Laely Aghe Africa, dalam penelitianya BOPO tidak menjadi salah satu faktor dalam menentukan atau mengeluarkan pembiayaan di Bank Umum Syariah, sehingga Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi dalam hasilnya tidak adanya pengaruh yang signifikan antara BOPO dan pembiayaan (Africa, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Saebani juga menjelaskan bahwa meskipun BOPO digunakan sebagai indikator efisiensi operasional, pengaruhnya terhadap pembiayaan ijarah tidak terbukti signifikan (Saebani, 2. Abdul Aziz dalam penelitiannya juga ditemukan hasil yang serupa bahwa pengaruh antara rasio BOPO dengan pembiyaan tidak ditemukan signifikannya, sehingga dalam lokasi penelitiannya yaitu Bank Syariah Mandiri. BOPO tidak menjadi acuan dalam menyalurkan pembiayaan. (AZIS, 2. , hasil penelitian dalam penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Farida Yunia, bahwa efisiensi biaya dengan BOPO sebagai pengukuran tidak menemukan hasil yang signifikan (Yunita, 2. Namun, temuan ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri Dwiawani, yang menemukan bahwa rasio BOPO memiliki pengaruh signifikan terhadap pembiayaan murabahah pada perbankan syariah. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa efisiensi operasional, yang diukur dengan BOPO, dapat mempengaruhi penyaluran pembiayaan murabahah secara signifikan (Dwiawani, 2. Selain itu, temuan ini juga bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Naila Karomatul Azkiyah, yang menunjukkan bahwa rasio BOPO berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa efisiensi biaya, yang tercermin dalam rasio BOPO, mempengaruhi secara langsung pembiayaan murabahah pada perbankan syariah (Naila Karomatul Azkiyah. Dwiyani Sudaryanti, 2. Meski demikian, pengaruh biaya operasional ternyata bersifat negatif, yang artinya tidak sejalan. Ini mengindikasikan bahwa pembebanan biaya untuk mendukung kelancaran transaksi diperbolehkan. Kemungkinan hasil yang menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan dapat disebabkan oleh fakta bahwa data biaya operasional yang digunakan dalam penelitian ini belum sepenuhnya mencerminkan seluruh biaya yang terkait langsung dengan pembiayaan berbasis utang. Hal ini menunjukkan bahwa variabel efisiensi biaya, meskipun diukur melalui rasio BOPO, mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan berbasis utang dalam konteks yang lebih luas. Pengaruh ROA terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Berdasarkan tabel I, variabel ROA berpengaruh secara signifikan terhadap variabel pembiayaan berbasis utang. Sehingga tingkat penyaluran dan pendapatan yang dihasilkan dari pembiayaan berbasis utang dipengaruhi oleh tingkat rasio ROA yang tinggi atau rendah. Menurut Iqbal sebagaimana yang dikutip oleh Garindya dan Egi . ROA merupakan tolak ukur perhitungan yang paling mendalam untuk dapat mengetahui kinerja dan kesehatan bank serta menjadi salah satu indikator dalam melihat bank tersebut dalam menghasilkan labanya dapat secara efisien (Alifedrin and Firmansyah, 2. Sebagai lembaga Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi profit. Bank Syariah mengupayakan cara yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dan pendapatan yang maksimal dengan sumber daya yang dimiliki bank tersebut sehingga ROA memiliki peran penting dalam mengukur kecakapan Bank Syariah dalam mengelola hal tersebut (Chajar Matari Fath Mala. Minimum nilai ROA adalah sebesar 1,215% dan apabila dalam suatu bank rasio ROA yang diperoleh sebesar lebih dari 1,5%, maka bank tersebut dinyatakan sebagai bank yang secara pengelolaan asetnya bagus, sehingga dapat secara optimal menghasilkan laba (Arwin and Sutrisno, 2. Profitabilitas yang tinggi dalam suatu bank dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk memilih bank tersebut untuk melakukan penghimpunan dana maupun dalam pembiayaannya, sehingga rasio ROA dijadikan sebagai landasan hal tersebut karena rasio ROA menjadi bagian dari tinggi rendahnya profitabilitas yang didapatkan oleh bank tersebut. Sehingga, bank dapat meningkatkan kepercayaan melalui tingkat ROA yang tinggi, dengan hal tersebut bank akan secara optimal memberikan pembiayaan kembali kepada Tetapi sebaliknya jika tingkat ROA rendah dan masyarakat memilih untuk tidak melakukan investasi ke bank tersebut, bank akan melakukan perhitungan terhadap pembiayaan yang diberikan (Wildaniyati, 2. ROA tinggi yang diperoleh oleh bank akan meningkatkan keuntungan bagi bank tersebut dan akan memengaruhi kas atau aset (Akhmad Sirojudin, 2. Rasio ROA yang tercatat pada periode 2018-2022 di sepuluh Bank Umum Syariah di Indonesia yang dijadikan sampel menunjukkan bahwa ROA berperan penting dalam pengambilan keputusan bank terkait penyaluran pembiayaan berbasis utang. Selanjutnya, nilai koefisien untuk variabel ROA yang sebesar 172166,9 menunjukkan arah positif, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu poin pada ROA akan diikuti dengan peningkatan pembiayaan berbasis utang sebesar 17,21%. Penelitian ini sejalan dengan hasil temuan yang dilakukan oleh Anggia Putri dan Wirman dalam penelitiannya yang menjelaskan bahwa pengaruh ROA dan pembiayaan murabahah yang menjadi bagian dari pembiayaan berbasis utang (Anggia Putri dan Wirman, 2. Namun, temuan ini tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mila Fathina, dalam penelitian tersebut ROA tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengann pembiayaan murabahah yang dilakukan pada Bank Umum Syariah (Mila Fathina, 2. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Rido Agil Sanjaya tahun 2024 bahwa ROA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembiayaan pada BPRS Provinsi Riau (Sanjaya. Rido Agil & Nasrah, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Barus Natalia tahun 2021 yang menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan pada Bank Aceh Syariah (Natalia, 2. Pengaruh Inflasi Terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Tabel I menunjukkan bahwa inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi terhadap pembiayaan berbasis utang. Nilai koefisien untuk variabel inflasi tercatat sebesar 24079,74 dengan arah positif. Hal ini mengindikasikan bahwa penyaluran dan pendapatan pembiayaan berbasis utang pada sepuluh Bank Umum Syariah di Indonesia tidak dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat inflasi yang terjadi di Indonesia. Meskipun ada hubungan positif, ini berarti bahwa setiap kenaikan satu poin pada inflasi dapat menyebabkan peningkatan pembiayaan berbasis utang sebesar 24,08%, meskipun pengaruh ini tidak signifikan secara statistik. Inflasi merupakan sebuah gejala atau peristiwa dalam ekonomi yang mencerminkan stabilitas dari ekonomi tersebut. Menurut Karim sebagaimana dijelaskan dalam teori inflasi, tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan masyarakat memiliki semangat untuk menabungkan uangnya, selain itu masyarakat juga akan dominan membelikan barang-barang yang mahal terutama barang yang non primer, dan masyarakat akan tertarik dengan melakukan investasi yang non-produktif dalam menjalankan kegiatan ekonomi mereka (Wahid & Akbar, 2. Meningkatnya inflasi menyebabkan harga barang dan jasa semakin mahal, yang pada gilirannya meningkatkan biaya Hal ini dapat mempengaruhi permintaan pembiayaan, terutama pada akad murabahah dan akad ijarah, yang melibatkan kesepakatan untuk penyaluran pembiayaan dengan biaya tertentu (Perdana et al. , 2. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Fitria dkk 2024, yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Indonesia. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa meskipun inflasi dapat mempengaruhi kondisi ekonomi secara umum, pengaruhnya terhadap penyaluran pembiayaan berbasis murabahah di perbankan syariah tidak terbukti signifikan (Fitria et al. , 2. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Slamet Haryono, yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara inflasi dan pembiayaan murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa meskipun inflasi dapat mempengaruhi kondisi ekonomi, pengaruhnya terhadap pembiayaan murabahah tidak dapat dibuktikan secara signifikan pada perbankan syariah (Slamet Haryono NuAoman Afi, 2. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Imam Azizuddin dan Tazkiyah Rasyidah 2022, yang menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan pada Bank Umum Syariah. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa meskipun inflasi dapat memengaruhi perekonomian secara umum, pengaruhnya terhadap penyaluran pembiayaan pada Bank Umum Syariah tidak terbukti (Imam Azizuddin & Tazkiyah Rasyidah, 2. Namun, temuan ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Linda Sri Anisa dan Fifi Afiyanti Tripuspitorini, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara inflasi dan pembiayaan murabahah pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa tingkat Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi inflasi memiliki dampak yang signifikan terhadap penyaluran pembiayaan berbasis murabahah, yang berbeda dengan hasil penelitian ini (Perdana et al. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Masita Bareut pada tahun 2024 menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh terhadap pembiayaan pada Bank Syariah Indonesia (Masita Bareut, 2. Pengaruh Efisiensi Biaya. ROA, dan Inflasi secara simultan Terhadap Pembiayaan Berbasis Utang Pada tabel I, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan antara variabel bebas efisiensi biaya. ROA, dan inflasi tidak adanya pengaruh yang signifikan antara ketiga variabel tersebut dengan variabel bebas pembiyaan berbasis utang. Nilai probabilitas F-statistik pada model Random Effect Model (REM) menunjukkan angka sebesar 0. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi . %), sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel besar (Efisiensi Biaya. ROA, dan Inflas. secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (Pembiayaan Berbasis Utan. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa di antara tiga variabel yang dianalisis, hanya return on assets (ROA) yang secara konsisten memiliki pengaruh signifikan terhadap pembiayaan berbasis utang pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Hal ini menegaskan pentingnya profitabilitas bank dalam menentukan kapasitas Sebaliknya, efisiensi biaya dan inflasi tidak memberikan pengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan, yang mengindikasikan bahwa pembiayaan berbasis utang lebih dipengaruhi oleh kondisi internal bank yang mencerminkan kinerja keuangan, daripada faktor biaya operasional atau kondisi makroekonomi seperti inflasi. Temuan ini memberikan kontribusi bagi manajemen bank untuk lebih memfokuskan strategi peningkatan pembiayaan melalui optimalisasi Bagi regulator, hasil ini mengisyaratkan perlunya dukungan terhadap penguatan struktur keuangan bank, ketimbang semata-mata menekan biaya operasional. Selain itu, hasil ini juga menunjukkan bahwa pengaruh inflasi terhadap perilaku pembiayaan belum tentu langsung terlihat, sehingga memerlukan pendekatan jangka panjang dan lebih komprehensif dalam analisis Daftar Pustaka Africa. Determinasi Pembiayaan Murabahah Berbasis Analisis Resiko Pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP), 7. , 43Ae52. https://doi. org/10. 35838/jrap. Alifedrin, & Firmansyah. RISIKO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi PERBANKAN SYARIAH PERAN FDR. LAD. LTA. NPF. DAN CAR. Publikasi Media Discovery Berkelanjutan. https://books. id/books?id=0VXQEaQBAJ Arwin, & Sutrisno. Manajemen Kesehatan Bank. Cendekia Publisher. https://books. id/books?id=-TaiEaQBAJ AZIS. Pengaruh Bopo. Dana Pihak Ketiga (DPK). Bi Rate. Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Pembiayaan Murabahah Pt. Bank Syariah Mandiri Periode 2013-2017. Thesis, 1Ae116. Azri. , & Sumiati. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Sebelum. Saat, dan Sesudah Pandemi Covid-19. Jurnal Management Risiko Dan Keuangan, 2. , hlm. https://doi. org/10. 21776/jmrk. Cahyadi. Deni. Suacana. Suprapto. Rumas Alma Yap. Dr. Sahrullah. , dr. Wahyu Indah Dewi Aurora. Dr. Hadi Sutrisno. Ir. Priyo Heru Adiwibowo. , & Firstianty Wahyuhening Fibriany. Analisis Data Penelitian. Cendikia Mulia Mandiri. https://books. id/books?id=OewYEQAAQBAJ Dwiawani. Analisis Determinan Yang Mempengaruhi Pembiayaan Murabahah Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia. Thesis. Fianto. Gan. Hu. , & Roudaki. Equity financing and debtbased financing: Evidence from Islamic microfinance institutions in Indonesia. Pacific Basin Finance Journal, https://doi. org/10. 1016/j. Fitria. Rahman. Solihah. , & Madura. Pembiayaan Murabahah Bank Syariah Indonesia Periode 2019-2023 Pembiayaan Murabahah Bank Syariah Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 2. Harahap. , & Sulaiman Efendi. Manajemen Risiko Bank Syariah. Merdeka Kreasi Group. https://books. id/books?id=mIS2EaQBAJ Imam Azizuddin, & Tazkiyah Rasyidah. Pengaruh Perubahan Tingkat Suku Bunga Dan Inflasi Terhadap Pembiayaan Bank Umum Syariah (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah Tahun 2. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 7. , 44Ae50. https://doi. org/10. 37366/jespb. Isman, & Siti Chuzaemah. Merger Perbankan Syariah di Indonesia. Selat Media. https://books. id/books?id=L6YTEQAAQBAJ Mala. Kekuatan Pasar Dan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Indonesia Malaysia . KAMPUNGKU. https://books. id/books?id=gweMEaQBAJ Masita Bareut. Pengaruh Tingkat Bonus Sbis. Tingkat Inflasi. Bi Rate Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi Terhadap Pembiayaan Bank Syariah Indonesia. Jurnal Akuntansi Universitas Muhammadiyah Kupang, 11. , 13Ae24. https://doi. org/10. 59098/jaumk. Muhamad. Manajemen Bank Syariah. Upp https://books. id/books?id=WS7tzwEACAAJ Stim Ykpn. Naila Karomatul Azkiyah. Dwiyani Sudaryanti. Pengaruh Dana Syirkah Temporer. Fdr. Dan Bopo Terhadap Pembiayaan Bank Umum Syariah Di Indonesia. Jurnal Warta Ekonomi, 7. , 281Ae288. Natalia. Natalia. Barus. Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK). Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Financing (NPF). Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Pembiayaan (Studi Kasus Di Bank Aceh Syariah. Tb. Thesis. NuAoman Afi. Pengaruh Inflasi Terhadap Pembiayaan Murabahah Pada Bank Umum Syariah di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8. , 1737Ae1743. http://dx. org/10. 29040/jiei. Perdana. Hamzah. , & Lubis. Pengaruh Tingkat Inflasi. Suku Bunga BI, dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pembiyaan Murabahah pada Bank Syariah di Indonesia ( Periode Januari 2013 Ae Desember 2017 ). Najaha Iqtishod: Journal of Islamic Economic and Finance, 1. , 7Ae9. https://doi. org/10. 22437/jief. Saebani. Pengaruh FDR dan BOPO terhadap Pembiayaan Ijarah. Neraca, 15. , 54Ae64. Sanjaya. Rido Agil & Nasrah. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR). Return on Assets (ROA) Dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Pembiayaan Dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Sebagai Variabel Moderasi Murabahah Pada Bprs Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi Dan Ilmu Sosial (JEIS), 3. , 69Ae80. Solikin M. Juhro. Pengantar Kebanksentralan: Teori dan Kebijakan. PT. RajaGrafindo Persada Rajawali Pers. https://books. id/books?id=emffEaQBAJ Wahid, & Akbar. Tafsir Ekonomi Kontemporer: Menggali Teori Ekonomi dari Ayat-Ayat Al-QurAoan. Gema Insani. https://books. id/books?id=72neDwAAQBAJ Wildaniyati. Pengaruh FDR. NPF. ROA. CAR Terhadap Pembiayaan Mudharabah (Studi Empiris Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar Di Bank Indonesia Pada Tahun 2015-2. JAMER : Jurnal Akuntansi Merdeka, 1. , 86Ae93. https://doi. org/10. 33319/jamer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Faktor Determinasi Pembiayaan Berbasis Utang pada Bank Syariah di Indonesia Tahun 2018-2022 Nandi Agustian. Darmiko Suhendra. Hendra Cipta. Mahfudz Reza Fahlevi Yindrizal. Microsoft Excel Untuk Analisa Lembaran Kerja. CV. AZKA PUSTAKA.