JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 2 Juni 2025 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress/index PERAN INSTAGRAM DAN BRAND AMBASSADOR DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI GENERASI Z UNTUK SCARLETT WHITENING DI SHOPEE JABODETABEK Debih Janita Riswanti1. Dedi Wibowo2* Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia . debihriswanti31@gmail. com, 2dwibowo@unsurya. *Korespondensi Penulis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penggunaan media sosial Instagram dan peran brand ambassador terhadap keinginan membeli produk Scarlett Whitening pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana endorsement melalui brand ambassador dan pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, dapat membentuk minat beli konsumen dari kalangan generasi muda. Metode deskriptif kuantitatif dan survey digunakan dan purposive sampling dalam memilih 100 responden dari Generasi Z yang tinggal di Jabodetabek dan pernah membeli produk Scarlett Whitening melalui penggunaan platform e-commerce Shopee. Software statistik digunakan untuk mengkaji data yang dikumpulkan melalui kuesioner online. Kajian menunjukkan hasil bahwa Instagram dan platform media sosial lainnya secara parsial memiliki efek positif dan signifikan terhadap minat konsumen membeli produk Scarlett Whitening. Dengan cara yang sama, minat beli pelanggan dipengaruhi secara signifikan oleh penggunaan Brand Ambassador. Kedua variabel tersebut berkontribusi untuk minat beli sebesar 83,2%. Untuk mempertahankan daya saing di industri kecantikan, perusahaan disarankan untuk terus mengoptimalkan strategi pemasaran online dan memilih Brand Ambassador yang sesuai dengan target pasar. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi media sosial Instagram dan penggunaan Brand Ambassador merupakan komponen penting dalam meningkatkan minat beli generasi Z untuk produk kecantikan. Kata Kunci : Sosial Media Instagram. Brand Ambassador . Minat Beli Abstract This study aims to investigate the influence of Instagram social media usage and the role of brand ambassadors on the purchase intention of Scarlett Whitening products among Generation Z in the Greater Jakarta area. The main focus of this study is how endorsement through brand ambassadors and the use of social media, especially Instagram, can shape the purchase intention of consumers from the younger generation. Descriptive quantitative and survey methods were used and purposive sampling in selecting 100 respondents from Generation Z who live in Jabodetabek and have purchased Scarlett Whitening products through the use of the Shopee e-commerce platform. Statistic software was used to assess the data collected through an online questionnaire. The study showed the results that Instagram and other social media platforms partially have a positive and significant effect on consumer interest in purchasing Scarlett Whitening products. In the same way, customer purchase intention is significantly affected by the use of Brand Ambassadors. Both variables contribute to purchase intention by 83. To maintain competitiveness in the beauty industry, companies are advised to continue optimizing online marketing strategies and choosing Brand Ambassadors that match the target market. The results of this study indicate that the use of Instagram social media strategies and the use of Brand Ambassadors are important components in increasing Generation Z's purchase intention for beauty products. Keywords: Instagram Social Media . Brand Ambassador . Purchase Intention 270 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 PENDAHULUAN Perubahan gaya hidup masyarakat audiens yang lebih besar dan membangun modern semakin tercermin dari meningkatnya hubungan pelanggan. Menurut data yang penggunaan produk kosmetik dan perawatan dikutip dari rri. Instagram. Produk ini telah dianggap banyak orang dengan sekitar 122 juta pengguna, menempati urutan kedua sebagai platform media sosial terpopuler di Indonesia. Ini hanya diikuti oleh menjaga kesehatan kulit, terutama dari YouTube, yang memiliki 139 juta pengguna. dampak polusi udara dan paparan sinar Angka ini menunjukkan bahwa Instagram merupakan media yang potensial dalam Kesadaran Sinar ultraviolet sendiri diketahui dapat memicu berbagai masalah kulit, seperti kulit kusam, percepatan penuaan dini, hingga risiko kanker kulit (Ramadhani & Zaini, 2. pelanggan (Romadon et al. , 2. Kecantikan menunjukkan potensi pasar Selain media sosial, brand ambassador yang signifikan di Indonesia. Hal ini tercermin menjadi elemen penting dalam strategi dari peningkatan penjualan kosmetik dalam pemasaran produk kecantikan. Perusahaan beberapa tahun terakhir. Namun, persaingan meningkatkan daya tarik merek dalam industri ini semakin ketat, terutama membangun koneksi emosional menggunakan dengan banyaknya merek perawatan kulit individu yang berpengaruh dengan konsumen. lokal yang bermunculan serta dominasi Salah satu merek perawatan kulit lokal yang merek-merek sukses di Indonesia. Scarlett Whitening, telah memiliki reputasi kuat di kalangan konsumen menggunakan strategi ini untuk memperluas (Hasanah et al. , 2. Agar dapat bersaing di pangsa pasarnya. Produk ini pertama kali pasar yang kompetitif ini, pelaku bisnis lokal diperkenalkan melalui media sosial Instagram perlu melakukan inovasi tidak hanya dalam oleh pendirinya. Felicya Angelista, pada tahun pengembangan produk, tetapi juga dalam 2017, tanpa menggunakan iklan televisi strategi pemasaran. Meningkatkan minat beli seperti kebanyakan merek kecantikan lainnya (Pasaribu, 2. Scarlett Whitening terus ambassador dan pengoptimalan media sosial mengalami pertumbuhan signifikan dan saat adalah dua taktik yang umum digunakan. ini menduduki posisi kedua sebagai merek (Maharani et al. , 2. kecantikan lokal terlaris di Indonesia setelah Media sosial telah menjadi salah satu Wardah, dengan pangsa pasar sebesar 15% platform yang paling efektif untuk pemasaran (Statista. com, 2. Instagram dan platform serupa Namun, memungkinkan merek untuk menjangkau 271 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 strategi pemasaran Scarlett Whitening melalui Generasi ini dikenal sangat menyukai media sosial dan brand ambassador. Salah tren belanja digital dan sering menggunakan satu permasalahan utama adalah kurangnya platform e-commerce seperti Shopee untuk interaksi aktif dari pihak Scarlett Whitening berbelanja online (Smith, 2. Berdasarkan terhadap komentar dan pertanyaan konsumen Katadata. di media sosial. Kurangnya respons ini dapat adalah e-commerce yang paling populer di mengurangi tingkat kepercayaan konsumen kalangan Gen Z dengan dominasi sebesar 76%, jauh melampaui Tokopedia . %) dan mereka (Putri & Suryani, 2. Selain itu, . Shopee Lazada . %). strategi konten promosi yang diterapkan Meskipun Scarlett Whitening telah terkadang dianggap monoton dan terlalu memiliki official store di Shopee, terdapat fenomena menarik di mana penjualan produk memberikan nilai tambah atau edukasi kepada non-official audiens (Pratama & Widodo, 2. Hal ini berpotensi membuat calon pelanggan kurang (Herlambang & Widiastuti, 2. Hal ini tertarik untuk membeli produk tersebut. menimbulkan tantangan tersendiri dalam store-nya Selain permasalahan dalam interaksi di memastikan konsumen lebih memilih untuk media sosial, penggunaan brand ambassador berbelanja melalui kanal resmi agar dapat Scarlett terhindar dari produk palsu dan mendapatkan Whitening Beberapa brand ambassador yang jaminan keaslian barang. Berdasarkan permasalahan di atas, sehingga pesan promosi yang disampaikan pemasaran Scarlett Whitening melalui media tidak efektif. Beberapa kampanye yang sosial Instagram dan penggunaan brand dilakukan pun terkesan kurang autentik dan Pemilihan brand ambassador hanya bersifat komersial, yang pada akhirnya yang tepat, strategi komunikasi yang lebih mengurangi dampak dari strategi pemasaran baik, dan hubungan yang lebih baik dengan ini (Hadi & Putra, 2. calon pelanggan, diharapkan minat beli Wilayah Jabodetabek menjadi salah pelanggan akan meningkat untuk produk ini. satu pasar potensial utama bagi Scarlett Whitening, mengingat daerah ini memiliki tingkat penetrasi e-commerce yang tinggi dan merupakan pusat aktivitas digital di Indonesia (Salim Rosadi. Generasi mendominasi populasi di wilayah ini dengan proporsi 27,94% dari total penduduk (BPS. KERANGKA TEORI Minat Beli Persepsi kebutuhan, pengalaman, dan informasi, serta faktor sosial dan promosi, menentukan perilaku yang menunjukkan keinginan untuk 272 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 membeli sesuatu. Proses ini melibatkan ditawarkan disebut sebagai duta merek. Menurut Jhonson . , duta merek adalah keputusan dibuat, yang dapat memengaruhi orang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi cara pelanggan melihat suatu Amstrong 2. Minat beli dipengaruhi oleh Melalui interaksi yang konstruktif dan faktor persepsi motivasi dan keyakninan serta positif, mereka memainkan peran penting Riset Kotler dan Keller . dalam meningkatkan visibilitas produk dan menyajikan bahwa minat beli dapat dievaluasi mendorong minat beli. Telaah yang dilakukan melalui berbagai dimensi dan indikator yaitu Rossiter dan Percy dalam Fajarudin Isnan & berupa minat atai selera Transaksional. Rubiyanti . manyajikan Dimensi dan Refrensial. Prefensial dan Eksploratif. Indikator (Kotler Brand Popularitas Sosial Media Ambassador (Visibilit. Kredibilitas (Credibilit. Daya Tarik dan Kekuatan Dalam beberapa kajian dan tulisan yang (Powe. dilakukan oleh Tuten & Solomon . dan Hasniaty, et al . , dijelaskan bahwa penyedia layanan dan produk dengan audiens melalui berbagai platform on line untuk memberikan dan meningkatkan kesadaran Kajian ini menyasar kepada responden yang merupakan pembeli atau konsumen Scarlett Whitening transaksinya melalui toko resmi atau Official Store dari platform Shoppe di Jabodetabek. Penelitian ini telah dilaksanakan secara terus Selanjutnya dijelaskan bahwa Sosial media marketing dapat dievaluasi melalui berbagai dimensi dan indikator Tuten & Solomon . berargumen bahwa terdapat empat dimensi yang perlu diperhatikan yaitu. Interaksi dan keterlibatan. Konten yang Relevan. Analisis dan Pengukuran dan Strategi Distribusi. Lea-Greenwood menerus sejak bulan Mei 2024 sampai dengan bulan Februari 2025. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi riset ini mencakup seluruh individu dari generasi Z pembeli produk Scarlett Whitening di Jabodetabek yang diwakili oleh 100 sample. Metode yang diterapkan adalah non-probability sampling Brand Ambassador Riset METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu . menjelaskan bahwa Individu yang ditunjuk oleh suatu merek atau perusahaan untuk mempromosikan barang atau layanan yang Pemilihan sampling karena memungkinkan peneliti untuk menetapkan kriteria tertentu dalam pemilihan sampel, sehingga individu yang 273 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 dilibatkan adalah yang relevan, memiliki faktor-faktor kecocokan serta kekhususan sesuai dengan dikomunikasikan kepada setiap anggota Gen tujuan penelitian yang akan dilibatkan. Z yang pernah membeli produk pemutih gigi. Jenis dan Sumber Data Metode Analisis Data Kuantitatif adalah pendekatan dari Menurut Sugiyono . tahapan penelitian ini. Data yang dipergunakan analisis data terdiri dari dua langkah utama: penerapan metode deskriptif kuantitatif, yaitu dibagikan kepada subjek penelitian dan data tambahan melalui sumber lain. menggambarkan atau menjelaskan fenomena Sumber data primer penelitian ini dibagikan kepada responden, yang kemudian yang terjadi berdasarkan data numerik yang dikumpulkan dari instrumen penelitian seperti kuesioner atau angket. Sumber data sekunder yang merupakan Uji Instrumen Penelitian Menurut tambahan dikumpulkan dari berbagai sumber selain responden, seperti artikel, berita, jurnal online, dan penelitian sebelumnya. Sumber ini digunakan sebagai data pendukung dan Sugiyono bukunya, uji instrumen penelitian mencakup validitas dan reliabilitas, yang bertujuan untuk memastikan bahwa alat ukur dalam penelitian dan tulisan ini adalah akurat, konsisten, dan Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, ada dua variabel bebas (Independe. dan dua variabel terikat (Depende. Variabel bebas adalah Sosial Media (X. dan Brand Ambassador (X. Uji Asumsi dasar dan Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik dalam tulisan ini heterokedastistas, dan analisis regresi linier Variabel terikat adalah Minat Beli (Y). mencakup uji normalitas, linieritas, dan Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data primer. Kuesioner Uji Hipotesis Uji Hipotesis Parsial. Uji Hipotesis Simultan, dan Uji Koefisien Determinasi (R. mendapatkan jawaban. Di antara pertanyaan merupakan uji hipotesis yang dilakukan dalam yang diajukan dalam kuesioner, para peneliti olah data penelitian. memasukkan faktor-faktor seperti keinginan untuk membeli sesuatu, pengaruh merek di 274 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tabel 3 menunjukkan Sig 0,771 adalah lebih besar dari 0,05. Disimpulkan bahwa ada Tabel 1. Hasil Uji Normalitas hubungan linear antara variabel duta merek (X. dan minat beli (Y). Uji Homogenitas Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Sosial Media (X. terhadap Variabel Minat Beli (Y) Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai siginifikansi sebesar 0,227 lebih besar dari 0,05, yang menunjukkan bahwa data tersebut Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel Sosial Media (X. terhadap minat beli (Y) terdistribusi secara normal. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,145. Uji Linieritas yang lebih besar dari 0,05. Tabel 2. Hasil Uji Linieritas Sosial Media (X. terhadap Minat Beli (Y) Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Brand Ambassador (X. Terhadap Variabel Minat Beli (Y) Hubungan linear antara variabel Sosial Media (X. dan Minat Beli (Y) ditunjukkan Menurut Tabel 5 menunjukkan bahwa oleh output tabel 2, di mana Sig 0,661 > 0,05. variabel Brand Ambassador (X. terhadap Minat Beli (Y) memiliki nilai signifikansi Tabel 3. Hasil Uji Linieritas Brand Ambassador (X. terhadap Minat Beli (Y) sebesar 0,036 dibandingkan dengan 0,05. Setelah ditunjukkan bahwa variabel X2 dan Hasil ditampilkan di bawah ini. 275 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Brand Ambassador (X. Terhadap Variabel Minat Beli (Y) atas 0,05 dengan nilai 0,867, dan variabel (X. signifikansi di atas 0,05 dengan nilai 0,196. Tabel 8 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sebagai bukti homogenitas, hasil uji Oneway Anova Brand Ambassador (X. terhadap Minat Beli (Y) memiliki signifikansi 0,204 (>0,. Namun, untuk memenuhi asumsi analisis, data harus diubah menggunakan logaritma atau akar Hasil uji Levene menunjukkan varians signifikan . < 0,. kollinearitas lebih dari 0,10, dengan hasil 416, dan statistik VIF kurang dari 10,00, dengan hasil 2,403. bahwa tidak ada indikasi variabel Ae variabel Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 7. Hasil Uji Multikolinieritas tabel 8 tersebut, maka dapat ditunjukkan tersebut terjadi heteroskedastisitas. Uji Multikolinieritas Tabel Berdasarkan hasil yang disajikan pada Karena itu dapat Tabel 9 Hasil Analisis Regresi Liner Berganda Berdasarkan regresi dapat ditulis sebagai berikut: Y= 2. 508 0,267 X1 0,681 X2 Hasil analisis dijelaskan sebagai berikut: disimpulkan berdasarkan hasil perhitungan Jika variabel media sosial (X. dan duta ini, bahwa tidak terjadi multikolerasi dan merek (X. memiliki nilai nol, maka dapat dilakukan uji selanjutnya. minat beli akan berada pada angka 2,508 menurut nilai konstanta . Uji Heterodastistas Menurut kalkulasi koefisien regresi X1 Berdasarkan hasil perhitungan non menunjukkan bahwa variabel media sosial sebesar 0,267, ada pengaruh positif antara variabel media sosial dan minat beli: setiap peningkatan satuan pada variabel dua ekor (X. memiliki nilai signifikansi di 276 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 media sosial akan meningkatkan minat variabel independen. Ambassador Brand dan beli sebesar 0,267, sementara jika media Sosial Media, memiliki dampak positif dan sosial menurun satu satuan, minat beli signifikan terhadap variabel dependen Minat juga akan menurun sebesar 0,267. Beli. Dalam situasi ini, variabel bebas lainnya diasumsikan tetap. Hasilnya, koefisien regresi untuk X2 adalah 0,681, yang Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Tabel 11 Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji menunjukkan pengaruh positif antara duta merek dan minat beli. jika duta merek meningkat satu satuan, minat beli juga akan naik sebesar 0,681. Sebaliknya, jika duta merek turun satu satuan, minat beli juga akan turun sebesar 0,681. Dalam Tabel situasi seperti ini, variabel bebas lainnya pengolahan data, di mana nilai Fhitung dianggap tidak mengalami perubahan. sebesar 246,709 lebih besar dari ftabel sebesar 3,09, dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Uji Hipotesis Parsial (Uji . Tabel 10 Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel terikat, yaitu minat beli (Y), dipengaruhi oleh variabel Sosial Media (X. dan variabel Brand Ambassador (X. Koefisien Determinasi Tabel 12 Hasil Koefisien Determinasi Setelah dilakukan analisa terhadap data, variabel sosialisasi yang diwakili oleh X1 menunjukkan nilai thitung 4,269. Nilai thitung ini lebih besar dari nilai ttabel 1,984 dan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang lebih rendah dari 0,05. Namun. Brand Ambassador yang merupakan variabel X2, hasil kalkulasi menyatakan nilai thitung 10,802 lebih besar daripada nilai ttabel 1,984, dengan tingkat signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa uji parsial menunjukkan bahwa kedua Berdasarkan Tabel 12, nilai Adjusted R Square tercatat sebesar 0,832 atau 83,2%. Hasil Ini menunjukkan bahwa variabel Sosial Media (X. dan Brand Ambassador (X. masing-masing sebesar 83,2% terhadap Minat Beli (Y). Sementara itu, variabel-variabel tambahan yang tidak termasuk dalam pengukuran 277 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 penelitian ini memberikan kontribusi sebesar beli pelanggan. Generasi Z cenderung 16,8%. terpengaruh oleh orang-orang publik yang mereka kagumi. Oleh karena itu, kehadiran HASIL DAN PEMBAHASAN Brand Pengaruh Sosial Media Instagram (X. terhadap Minat Beli (Y) Hasil analisis data menunjukkan bahwa H1 menunjukkan penerimaan Ha dan H0 koefisien regresi variabel X1 adalah 0,267. dan nilai uji parsial, atau uji t, menunjukkan bahwa nilai thitung 4,269 lebih besar daripada nilai ttabel 1,984, dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. dengan kata lain, semakin Instagram, seperti melalui konten kreatif, promosi yang menarik, dan interaksi yang aktif, semakin besar kemungkinan minat beli konsumen akan meningkat. Ambassador produk dapat meningkatkan kepercayaan Scarlett Whitening. Pengaruh Sosial Media (X. dan Brand Ambassador (X. terhadap Minat Beli (Y) H3 menyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak berdasarkan analisis data. Dengan signifikansi 0,000 < 0,05, diketahui bahwa fhitung lebih besar daripada ftabel, atau 246,709 lebih besar daripada 3,09. Minat beli (Y) pada platform e-commerce Shopee di Jabodetabek dipengaruhi oleh variabel Sosial Media (X. dan Brand Ambassador (X. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan kontribusi secara bersamaan 83,2% terhadap Pengaruh Brand Ambassador terhadap Minat Beli (Y) (X. Analisis data menunjukkan bahwa H2 menerima Ha dan H0 ditolak. Koefisien regresi X2 adalah 0,681, dan hasil uji parsial minat beli. faktor-faktor tambahan yang tidak dibahas dalam penelitian ini memberikan kontribusi 16,8%. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dari 100 . menunjukkan bahwa thitung lebih besar daripada ttabel sebesar 10,802 lebih besar "Pengaruh Sosial Media Instagram dan Brand daripada 1,984, dengan nilai signifikansi 0,000 lebih besar daripada 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Brand Ambassador Ambassador terhadap Minat Beli Produk Scarlett Whitening pada Gen Z melalui Official Store Shopee di Jabodetabek". Ini Mayoritas responden merupakan perempuan Brand %) dengan rentang usia 22Ae27 tahun Ambassador yang tepat memiliki dampak . %), memiliki pekerjaan sebagai pegawai yang sangat kuat terhadap peningkatan minat negeri atau swasta . %), dan domisili 278 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 terbanyak berada di wilayah Bekasi . %). lanjutan diusulkan dapat memperluas cakupan Hal ini menunjukkan bahwa produk Scarlett variabel yang dapat memperkuat hasil kajian Whitening lebih diminati oleh perempuan lanjutan, seperti kualitas layanan, ulasan dewasa muda yang berasal dari beragam latar produk, atau strategi diskon guna memberikan belakang profesi, khususnya di wilayah gambaran yang lebih menyeluruh. Selain itu. Jabodetabek. studi lanjutan juga dapat dilakukan di wilayah Berdasarkan hasil uji t, variabel media lain dengan cakupan yang lebih luas serta sosial terbukti memiliki pengaruh yang memperoleh hasil yang lebih representatif. mengindikasikan bahwa aktivitas promosi Dari sisi praktis, temuan ini dapat diterapkan melalui media sosial, khususnya Instagram, oleh pelaku bisnis e-commerce seperti Scarlett mampu meningkatkan ketertarikan konsumen Whitening dan Shopee dalam merancang terhadap produk. Selain itu, variabel Brand strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Ambassador juga memiliki pengaruh secara termasuk optimalisasi penggunaan media parsial terhadap minat beli, yang berarti sosial, program promosi melalui platform e- keberadaan figur publik sebagai duta merek commerce, serta pemilihan brand ambassador turut berkontribusi secara signifikan dalam yang tepat untuk meningkatkan minat beli membentuk minat konsumen. Selanjutnya, hasil uji F menunjukkan bahwa media sosial dan Brand Ambassador secara simultan mempengaruhi minat beli Adapun nilai Adjusted R Square sebesar 0,832 atau 83,2% mengindikasikan bahwa kombinasi kedua variabel independen, yaitu media sosial dan Brand Ambassador, mampu menjelaskan pengaruh terhadap minat 83,2%, dipengaruhi oleh faktor lain di luar model DAFTAR PUSTAKA