BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN GRAND JAYA RAYA RESORT & CONVENTION HOTEL CIPAYUNG BOGOR (Studi Korelasi Antara Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogo. Giyanto Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI giyantomasgie@gmail. Abstract. The main factor we do have to figure out in judging someoneAos work performance is satisfaction in work and work motivation. Satisfaction means having an exciting feeling deep inside someoneAos heart in order to raise the spirit of work. meanwhile a motivation is another important element to encourage someone in accomplishing a better achievement. There is not doubt at all that both satisfaction and motivation will definetily bring the entrie employee to a better work It is a compulsory for every employee to possess a high work motivation as well as its satisfactory in work. Both high motivation and its satisfactory in work will eventually carry out all the employees to a brighter work performance. The research formula as follows : . The influence of partial satisfaction in work towards the employeeAos work performance, . The influence of partial work motivation towards the employeeAos work performance, . The influence of simultaneous both satisfaction in work of work motivation happening or done at the same moment towards the employees of Grand Jaya Raya Resort and Convention Hotel Cipayung Bogor. The use of analysis method is based on multiple linear regressive method as well as hypothetical linear examination. Operated by the usage of SPSS program ver. The writerAos research object goes to satisfaction in work , work motivation and its influence towards the work performance of the employees of Grand Raya Resort and Convention Hotel Cipayung Bogor. The research population has taken into the entrie employee of Grand Raya Resort and Convention Hotel Cipayung Bogor with the total number of 137 employees. To determine the research sample, the writer used stratified random sampling with the total determine of 58 The SPSS ver. 0 program obstained coefficient determination result R-Square / R2 = 0,669 at the level = 5%. where the examination towards determined coefficient done by AutestFAy resulted smaller probability than use of examination done in research ( Sig. < or 0,000 < 0,05 due to the equality model of multiple regressive Y = - 193. 888X1 2. 184X2. The abovementioned result indicates that simultaneous satisfaction in work and work motivation will influence the work performance at the same moment, it has been proven that the third hypotesis has mentioned abviously that satisfaction in work and work motivation at the same time will simultaneously be influencing the employeeAos work performance. A better work satisfactory and its motivation shall somehow be done constantly, due to proven result of the research revealed that the constant number b0 = less than 1 even minus ( - 193. 543 ). On the other hand, it also revealed that the variable of work satisfactory and work motivation ought to be done to maintain the employeeAos work performance . Keywords: Satisfaction. Motivation and Employee Performance. berkualitas, organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di dalam suatu PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat vital dan menentukan di dalam aktivitas suatu organisasi. Dengan memiliki sumber daya manusia yang BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 organisasi, baik yang datang dari luar individu karyawan . aktor eksterna. maupun dari dalam diri individu karyawan . aktor Faktor mempengaruhi kualitas sumber daya manusia adalah adanya persaingan di dunia internasional sehingga menuntut peningkatan kualitas dari karyawan yang bersangkutan. Sedangkan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia adalah motivasi, disiplin kerja, etos kerja, kinerja, motivasi berprestasi dan faktor-faktor lain yang terkait. Oleh karena itu sumber daya manusia merupakan salah satu unsur dari berbagai macam sumber daya yang sangat penting bagi manajemen perusahaan, dimana sumber daya manusia atau karyawan berkedudukan sebagai sentral dalam keberhasilan sebuah Bagi kehidupan individu maupun kelompok dalam organisasi keberhasilan suatu organisasi antara lain dapat dilihat dari kinerja para karyawannya. Kinerja dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan di dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan memiliki kinerja yang tinggi, para karyawan akan bekerja berdasarkan rencana kerja, memperhatikan proses kerja dan berorientasi kepada hasil. Apabila hal ini dilakukan, tentunya para karyawan akan dapat memenuhi standar kinerja. Kinerja karyawan menjadi penting, karena tanpa peningkatan hasil kerja dan kualitas sumber daya manusia, visi yang telah dicanangkan akan sulit terealisir. Kinerja karyawan ini bukanlah sesuatu yang terbentuk begitu saja, melainkan ditentukan oleh banyak faktor. Oleh karena itu peningkatan kinerja akan terlaksana secara faktor-faktor mempengaruhi dapat diidentifikasi secara ilmiah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan memberi penekanan intervensi pada faktor-faktor yang lebih besar bobot hubungannya. Hal dipertimbangkan dalam melihat kinerja adalah kepuasan kerja. Kepuasan adalah suatu rasa dalam diri karyawan yang dapat membangkitkan semangat dalam bekerja. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi akan memandang pekerjaan sebagai hal yang menyenangkan. Dan sebaliknya pegawai yang memiliki kepuasan kerja rendah, akan melihat pekerjaan sebagai hal yang menjenuhkan dan membosankan. Seperti diketahui umumnya manusia bekerja mempunyai tujuan, antara lain untuk mendapatkan penghasilan agar kebutuhan dan keinginannya dapat terpenuhi dengan Seorang karyawan yang masuk dan bekerja pada suatu organisasi atau institusi tertentu mempunyai beberapa harapan, hasrat dan kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi oleh organisasi atau institusi Jika pekerjaannya ada kesesuaian antara harapan dan kenyataan, maka akan timbul kepuasan dalam diri karyawan. Dalam beberapa tahun terakhir. Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel umumnya karyawan terlihat belum mencapai target kerja yang sesuai dengan harapan manajemen hotel. Rendahnya kinerja karyawan disebabkan antara lain kurang puasnya karyawan dalam hal kesejahteran terutama dalam perolehan Kompensasi dirasakan belum memadai dan masih belum cukup memenuhi Kepuasan lain yang dirasakan kurang oleh para karyawan antara adanya prosedur dan sistem kerja yang diberlakukan pihak manajemen hotel yang dirasakan karyawan terlalu rumit dan kompleks dengan target kerja yang ketat. Kurangnya fasilitas dan sarana yang mendukung pekerjaan membuat karyawan kurangmemiliki kepuasan dalam Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam meningkatkan kinerja karyawan adalah motivasi kerja. Motivasi adalah merupakan unsur yang penting, karena dengan motivasi dapat mendorong seseorang yang ada dalam organisasi untuk Dengan motivasi yang tinggi diharapkan kinerja akan menjadi lebih Adanya motivasi kerja merupakan suatu keharusan yang selayaknya ada dalam diri Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . masing-masing karyawan, pada akhirnya dapat menimbulkan kinerja karyawan yang Adanya karyawan perusahaan dalam bekerja ada yang menunjukkan kinerja menunjukkan kinerja lebih baik oleh karena itu karyawan perlu dimotivasi. Atas dasar itulah, maka penulis tertarik untuk meneliti bagaimana : Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor ? Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor ? Bagaimana pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama terhadap kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor ? Hal in nampak dari sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan Motivasi Kerja Menurut para ahli, motif itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: . Motif atau kebutuhan organisme yang meliputi kebutuhan untuk makan, minum, bernafas, seksual, berbuat, dan beristirahat. Motif darurat yang mencakup dorongan untuk menyelamatkan diri, membalas, berusaha, dan memburu atau mencari . Motif objektif yang meliputi kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, untuk melakukan manipulasi pengembangan hasrat dan minat. ( Brophy, 2000: . Maslow (Luthans, 20055:. sebagai seorang tokoh motivasi dan mengarahkan pada aliran humanisme, mengatakan bahwa semuanya laten dalam diri manusia yaitu: Kebutuhan fisiologis atau sandang pangan, . Kebutuhan rasa aman atau bebas bahaya, . Kebutuhan kasih sayang atau perhatian, cinta, . Kebutuhan dihargai dan dihormati atau kuasa, . Kebutuhan aktualisasi diri atau pengakuan diri. Brophy . mengemukakan suatu daftar strategi motivasi yang digunakan untuk menstimuli agar produktif dalam bekerja, meliputi: . Keterkaitan dengan kondisi lingkungan kerja, yang berisi. kondisi lingkungan sportif. kondisi tingkat kondisi lingkungan kerja yang penggunaan strategi bermakna, . Harapan untuk berhasil, berisi. kesuksesan program. tujuan pengajaran. remedial sosialisasi, . Penghargaan dari luar, berisi. penawaran hadiah. yang positif. nilai hasil belajar, . Motivasi intrinsik, berisi. penyesuaian tugas dengan perencanaan yang penuh variasi. umpan-balik atas respon. kesempatan respon untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Motivasi ekstrinsik, berisi perencanaan yang penuh variasi. balik atas respon pekerja. kesempatan yang KAJIAN PUSTAKA Kepuasan Kepuasan kerja menurut Werher dan Davis dalam Windradi . 0: . adalah kondisi kesukaan atau ketidaksukaan menurut pandangan karyawan terhadap Sedangkan Schroeder dalam Koesmono . mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah pengalamanpengalaman pekerjaan. Sedangkan Menurut Luthan . 6: . kepuasan kerja karyawan tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat memberikan sesuatu yang dianggap penting. Karena kepuasan adalah persepsi maka kepuasan kaerja yang ditunjukkan seseorang berbeda dengan orang lain, karena hal yang dianggap penting oleh masing-masing orang adalah Konsep kepuasan kerja sebagai Perasaan terhadap pekerjaan sekaligus merupakan cermin sikap terhadap pekerjaannya. Sikap itu berasal dari persepsi mereka terhadap BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 kesempatan untuk menyelesaikan tugas adanya kegiatan yang menarik dalam bekerja. kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor Diduga terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor Diduga terdapat pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor Kinerja yang Baik Kinerja seseorang akan menjadi semakin baik dan meningkat dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan budaya, keterampilan serta ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang mencakup (Suradinata, 2007: . Sementara itu menurut Dale Yoder . yang mempengaruhi kinerja adalah keterampilan dasar yang dibawa seseorang ke pengetahuan, kemampuan, kecakapan dalam hubungan interpersonal, dan kecakapan Keterampilan ini diperlukan dalam kinerja karena merupakan aktivitas yang muncul pada seseorang akibat suatu proses dari pengetahuan, kemampuan, kecakapan interpersonal, dan kecakapan Disamping itu terdapat pula kondisi eksternal yang mempengaruhi kinerja. Kondisi eksternal adalah faktor -faktor yang mempengaruhi kinerja. Kondisi eksternal berupa fasilitas dan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas pegawai. Kinerja pegawai menurut Elizur . 1: . dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: . kualitas SDM yang tinggi, . dana yang memadai, . kelengkapan sarana dan prasarana, . manajemen, dan . iklim yang kondusif. METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini akan mengkaji tiga variabel, yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebasnya adalah kepusan kerja yang diberi notasi ( X1 ) dan motivasi kerja, dengan notasi ( X2 ), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja karyawan yang dinotasikan sebagai ( Y ). Penelitian ini akan menggunakan Metode deskriptif bertujuan memberikan gambaran data responden dan menjelaskan serta menggali keterkaitan antar variabel. Kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur Pendekatan kuantitatif bertujuan menunjukkan hubungan antar variabel, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. Pendekatan kuantitatif variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk masing-masing (Sugiyono, 2007:. Pola pengaruh yang dalam penelitian ini direpresentasikan pada gambar berikut: Hipotesis Penelitian Sesuai dengan kerangka pemikiran yang telah diuraikan, hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Diduga terdapat pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja Kepuasan Kerja Kinerja Gambar 1Pegawai Model Pen Motivasi Kerja Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . Objek Penelitian Populasi dan Sampel Menurut Arikunto . 4: . mengemukakan objek penelitian adalah variabel penelitian yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Adapun objek penelitian yang dilakukan penulis adalah kepuasan kerja dan motivasi kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel Cipayung Bogor berjumlah 137 orang. Dalam menentukan besarnya sampel yang diambil dalam suatu penelitian, menurut Umar . perhitungan jumlah sampel dari populasi yang berdistribusi normal dapat dilakukan dengan rumus Slovin: n = AeAeAeAeAeAeAeAe . Dimana : n = jumlah sampel. N = populasi e = persen kesalahan yang diinginkan atau ditolelir . iasanya 10%) = 57,8 dibulatkan menjadi 58 orang . Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling, yaitu cara pengambilan anggota sampel dari populasi yang mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan (Sugiyono, 2007: . Komposisi Populasi dan Sample Penelitian Definisi Operasional Variabel Penelitian menggambarkan dorongan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tugas pekerjaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Indikator dari motivasi kerja adalah: . Keinginan dalam diri untuk berprestasi. Kekuatan/dorongan menyelesaikan pekerjaan. keinginan untuk bekerjasama. kenyamanan dan iklim kerja dan . keinginan untuk mencapai tujuan Variabel terikat penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y). Secara operasional, variabel ini dapat diartikan sebagai skor yang diperoleh dari hasil angket, yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran atau tujuan yang ditetapkan, yang dapat diukur melalui dimensi: . , . proses, . , . , . , dan . Untuk indikator, terlebih dahulu dilakukan kajian Kemudian, berdasarkan kajian kepustakaan tersebut, dirumuskan definisi operasional masing-masing variabel. Definisi operasional tersebut adalah sebagai berikut: Kepuasan kerja (X. sebagai variabel bebas pertama, adalah skor yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan menggambarkan hubungan antara pekerja pada pekerjaanya yang merupakan hubungan dasar dan sikapnya terhadap pekerjaan yang dapat menentukan sukses atau kegagalan pekerja yang dapat diukur dengan indikator . faktor hygiene, . faktor motivasional. Motivasi kerja (X. adalah skor yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Variabel dikatakan reliabel jika nilai hitung Ou 0,6. Uji Normalitas Data Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini akan dibuat dalam skala Likert dimana : . Sangat Setuju diberi skor 5. Setuju diberi skor 4 Ao . Kurang Setuju diberi skor 3 . Tidak setuju diberi skor 2. Sangat tidak setuju diberi skor 1 Uji persyaratan analisis dilakukan dengan pengujian normalitas regresi Y atas X dimaksudkan untuk menguji apakah populasi berdistribusi normal atau Ketentuan pengujiannya adalah data berdistribusi normal jika Ho diterima dan tidak berdistribusi normal jika Ho ditolak. Dengan langkah-langkah hipotesis sebagai berikut : Teknik Pengumpulan Data Data ini dikumpulkan dengan teknik : Teknik Penelitian Lapangan yaitu dilakukan dengan turun langsung ke lapangan . dengan menggunakan alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada karyawan yang menjadi sampel H0 : data berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : data berasal dari populasi tidak berdistribusi normal Teknik Analisis Data Uji Validitas Konsep validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Efendi, 2. Dalam penelitian ini, uji validitas dilaksanakan dengan dua cara yaitu validitas isi . ontent validit. dan validitas konstruksi . onstruct Validitas dilakukan dengan mengkonsultasikan daftar pertanyaan kepada para pakar yang mengetahui masalah yang sedang diteliti menggunakan rumus korelasi product Nilai r xy dibandingkan dengan nilai r tabel dengan signifikansi 5 % jika r lebih besar dari r tabel maka butir tersebut dinyatakan valid. diterima, jika ahitung < atabel ditolak, jika ahitung > atabel Pengujian persyaratan normalitas galat taksiran variabel terikat terhadap variabel bebas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Uji Hipotesis Untuk menguji apakah variabelvariabel bebas secara bersama-sama variabel terikat dilakukan dengan membandingkan antara nilai F tabel . = 5%) dengan nilai Fhitung. Jika nilai Fhitung. lebih besar daripada F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen (Y). Sebaliknya jika nilai Fhitung. lebih kecil daripada F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (Y). Sedangkan untuk melihat pengaruh variabel bebas secara pembuktian dilakukan dengan uji t, yaitu dengan membandingkan antara nilai t Uji Reliabilitas Suatu instrumen akan reliabel apabila instrumen tersebut dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif (Singaribun dan Effendi, 2000:. Pengujiannya dengan uji Alpha Cronbach. dan hanya memerlukan sekali pengujian dengan menggunakan teknik statistik terhadap skor jawaban responden yang dihasilkan Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . masing-masing variabel bebas dengan t tabel . ilai kritis dengan tingkat signifikansi 5%). Jika t hitung variabel bebas, lebih kecil daripada t tabel, atau t (-) lebih besar daripada t tabel negatif, maka berarti bahwa variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika t hitung variabel bebas lebih besar daripada t tabel atau t hitung lebih kecil dari t tabel (-), maka berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Karakteristik Responden Berdasarkan populasi yang telah diambil sebanyak 58 responden sebagai sampel penelitian, maka dapat dilihat datadata mengenai responden dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama kerja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel Tabel IV. Jenis Kelamin n = 58 Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010 Dari tabel diatas diketahui bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 45 . sisanya berjenis kelamin wanita sebanyak 13 responden . 4%). Hal ini menunjukkan bahwa yang adalah pria. Karakteristik Responden berdasarkan Usia Responden Sementara mengetahui usia responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel IV. 2 Usia Responden n = 58 Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010 Dari tabel diatas diketahui bahwa responden yang berusia 3040 tahun adalah sebanyak 35 responden, responden yang berusia 41-50 tahun sebanyak 17 responden . 3%). Sedangkan responden yang berusia <30 tahun sebanyak 5 responden . 6%) dan responden yang >50 tahun yaitu sebanyak 1 responden . 7%). BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 dapat dilihat pada tabel dibawah Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir Untuk pendidikan terakhir responden Tabel IV. Pendidikan Terakhir n = 58 Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010 Dari tabel diatas diketahui berpendidikan terakhir Sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak sebanyak 56 responden . 6%), sedangkan responden yang berpendidikan terakhir Diploma i sebanyak 2 responden . 4%). Karakteristik Responden berdasarkan Lama Bekerja Untuk mengetahui lama bekerja responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel IV. Lama Bekerja n = 58 Sumber : Hasil penelitian yang diolah, 2010 Dari tabel diatas diketahui bahwa responden yang mempunyai masa kerja 11-15 tahun sebanyak 22 responden . 9%), responden yang mempunyai masa kerja 5 Ae 10 tahun sebanyak 21 responden . 2%), mempunyai masa kerja > 15 tahun sebanyak 9 responden . mempunyai masa kerja < 5 tahun sebanyak 6 responden . Hasil Penelitian Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas terhadap data penelitian dari jawaban kuesioner pada masing-masing butir pernyataan di tiap variabel penelitian. Keputusan valid tidaknya butir pernyataan ditentukan dengan melihat nilai rhitung butir Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . pertanyaan terhadap total jawaban seluruh Pernyataan dinyatakan valid apabila memiliki rhitung > rtabel atau rhitung > 0. esuai dengan table patokan pada signifikan Reliabilitas diuji dengan Alpha Cronbach dimana variabel yang reliabel adalah yang memiliki Alpha Cronbach > 258 . esuai dengan table patokan pada Variabel Kepuasan Kerja (X . Pernyataan variabel kepuasan kerja 15 butir dimana rangkuman hasil validitas dan reliabilitas adalah sebagai berikut : Tabel 4. Rangkuman Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja Uji Validitas No. Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Alpha Alpha Variabel Keputusan Cronbach Kritis Reliabel Sumber : Data penelitian yang diolah, 2010 Dari Motivasi Kerja (X. perhitungan diatas, terlihat bahwa nilai Alpha Crobach hasil perhitungan telah Pernyataan variabel motivasi lebih besar dari persyaratan reliabilitas kerja 15 butir dimana rangkuman hasil . 824 > 0. sehingga variabel validitas dan reliabilitas adalah sebagai kepuasan kerja reliabel. No. Tabel 4. Rangkuman Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja Uji Validitas Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Uji Reliabilitas Alpha Alpha Variabel Cronbach Kritis Sumber : Data penelitian yang diolah, 2010 Dari perhitungan diatas, terlihat bahwa nilai Alpha Crobach hasil perhitungan telah lebih besar dari persyaratan reliabilitas . 824 > 0. sehingga variabel motivasi kerja reliabel. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keputusan Reliabel kehandalan . dan dapat langsung digunakan untuk melakukan analisis selanjutnya. (Lihat lampira. Analisis Regresi Sederhana Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja karyawan (Y) Kinerja Karyawan (Y) Data penilaian kinerja karyawan diperoleh langsung dari perusahaan tempat penelitian, oleh karena itu data tersebut tidak perlu dilakukan uji keabsahan . ataupun uji Perhitungan variabel kepuasan kerja (X . terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut Tabel 4. Model Summary Regresi Sederhana Kepuasan Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Data yang penting dari tabel model summary adalah koefisien determinasi atau R Square (R. = 0. Nilai tersebut digunakan untuk menilai goodness of fit test atau kelayakan model dan atau persentase variasi variabel dependen dapat dipengaruhi variabel Nilai koefisien determinasi tersebut perlu diuji dengan menggunakan rumus uji-F yang diperoleh dari hasil perhitungan yang berupa tabel anova, sebagai berikut : Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . Tabel 4. Anova Regresi Sederhana Kepuasan kerja (X . terhadap Kinerja karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Data yang penting pada tabel ini diinterpretasikan yaitu bahwa model regresi adalah nilai signifikan (Sig. ) sebagai nilai sederhana yang nantinya terbentuk akan signifikansi uji-F yaitu sebesar 0. mampu menjelaskan pengaruh variabel Karena nilai signifikansi lebih rendah dari idependen secara parsial terhadap variabel dependen sebesar 0. 621 atau 62. 1% variasi taraf uji penelitian (Sig. < A atau 0. maka koefisien determinasi sebesar kepuasan kerja secara parsial. 621 adalah signifikan dan dapat Tabel 4. Coefficient Regresi Sederhana Kepuasan kerja (X . terhadap Kinerja karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 5. Data yang penting pada tabel tersebut adalah nilai konstanta dan koefisien regresi pada kolom B untuk membentuk persamaan regresi sederhana dan nilai signifikansi . olom Sig. ) untuk uji-t guna menentukan signifikansi hasil perhitungan. Dari hasil perhitungan analisis regresi sederhana dalam tabel coefficients diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : = -174. Analisis Regresi Sederhana Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja karyawan (Y) Perhitungan regresi sederhana variabel motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Tabel 4. Model summary Regresi Sederhana Motivasi Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Data yang penting dari tabel model Nilai koefisien determinasi summary adalah koefisien determinasi atau R tersebut perlu diuji dengan menggunakan Square (R. = 0. Nilai tersebut digunakan rumus uji-F yang diperoleh dari hasil untuk menilai goodness of fit test atau perhitungan yang berupa tabel anova, sebagai kelayakan model dan atau persentase variasi variabel dependen dapat dipengaruhi variabel Tabel 4. Anova Regresi Sederhana Motivasi Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Data yang penting pada tabel ini diinterpretasikan yaitu bahwa model regresi adalah nilai signifikan (Sig. ) sebagai nilai sederhana yang nantinya terbentuk akan signifikansi uji-F yaitu sebesar 0. mampu menjelaskan pengaruh variabel Karena nilai signifikansi lebih rendah dari idependen secara parsial terhadap variabel dependen sebesar 0. 498 atau 49. 8% variasi taraf uji penelitian (Sig. < A atau 0. kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi . maka koefisien determinasi sebesar kerja secara parsial. 498 adalah signifikan dan dapat Tabel 4. Coefficient Regresi Sederhana Kepuasan kerja (X . Terhadap Kinerja karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . Data yang penting pada tabel tersebut adalah nilai konstanta dan koefisien regresi pada kolom B untuk membentuk persamaan regresi sederhana dan nilai signifikansi . olom Sig. ) untuk uji-t guna menentukan signifikansi hasil perhitungan. Dari hasil perhitungan analisis regresi sederhana dalam tabel coefficients diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : = -60. Berdasarkan hasil uji terhadap koefisien determinasi dan persamaan regresi sederhana yang telah dilakukan diatas terbukti bahwa pengujian menghasilkan nilai yang signifikan. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa persamaan regresi sederhana = -60. cukup layak untuk menjelaskan pengaruh motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan karena 49. 8% variasi kinerja karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh motivasi kerja (X. secara parsial melalui persamaan regresi sederhana = -60. 052X1. Analisis Regresi Ganda Kepuasan Kerja (X. dan Motivasi Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) Perhitungan regresi ganda variabel kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai Tabel 4. Model summary Regresi Ganda Kepuasan kerja (X . dan Motivasi kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Data yang penting dari tabel model summary adalah koefisien determinasi atau R Square (R. = 0. Nilai tersebut digunakan untuk menilai goodness of fit test atau kelayakan model dan atau persentase variasi variabel dependen dapat dipengaruhi variabel independen. Nilai koefisien determinasi tersebut perlu diuji dengan menggunakan rumus uji-F yang diperoleh dari hasil perhitungan yang berupa tabel anova, sebagai berikut : Tabel 4. Anova Regresi Ganda Kepuasan kerja (X . dan Motivasi kerja (X . terhadap Kinerja karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Data yang penting pada tabel ini adalah nilai signifikan (Sig. ) sebagai nilai signifikansi uji-F yaitu sebesar 0. Karena nilai signifikansi lebih rendah dari taraf uji penelitian (Sig. < A atau 0. maka koefisien determinasi sebesar 669 adalah signifikan dan dapat diinterpretasikan yaitu bahwa model regresi ganda yang nantinya terbentuk akan mampu menjelaskan pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen 669 atau 81. 8% variasi kinerja karyawan (Y) dipengaruhi oleh kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X . secara Tabel 4. Coefficient Regresi Ganda Kepuasan Kerja (X . dan Motivasi Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Y) Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 sederhana = -193. 184X2. Data yang penting pada tabel tersebut nilai B untuk membentuk persamaan regresi ganda dan untuk menentukan signifikan tidaknya hasil perhitungan melalui uji-t. Dari hasil perhitungan analisis regresi berganda dapat diperoleh persamaan regresi ganda sebagai Uji Asumsi Klasik Agar model regresi yang terbentuk dapat diterima secara ekonometrika maka harus memenuhi syarat Best Linier Unbiased Estimation (BLUE) sehingga perlu dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik khusus dilakukan terhadap model persamaan hasil perhitungan analisis regresi ganda. Uji asumsi ini penting karena model regresi ganda yang telah memenuhi uji-F dan uji-t tidak akan berarti jika tidak memenuhi uji asumsi. Uji asumsi dilakukan dengan multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, yaitu sebagai berikut Uji Asumsi Multikolinierity Model regresi ganda yang baik justru yang tidak terjadi multikolinieritas antarsesama variabel bebas yang ada dalam Deteksi multikolinieritas dilakukan dengan jalan melihat besaran VIF (Variance Inflation Facto. Tolerance perhitungannya adalah sebagai berikut : = -193. 888X1 2. Berdasarkan hasil uji-F terhadap koefisien determinasi dan persamaan regresi ganda yang telah dilakukan diatas terbukti bahwa pengujian menghasilkan nilai yang Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa koefisien determinasi R2 = 0. 669 persamaan persamaan regresi ganda = -193. 888X1 2. cukup layak untuk menjelaskan pengaruh kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X . secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y) karena 81. 8% variasi kinerja karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X. secara bersama-sama melalui persamaan regresi Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . Tabel 4. Uji Multikolinierity Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Dari hasil diatas dapat diketahui nilai Variance Inflation Factor (VIF) kedua variabel, yaitu kepuasan kerja dan motivasi kerja adalah 1. 936 kurang dari 5, sehingga bisa diduga bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinieritas. Jika grafik yang diperoleh membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. maka telah terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya jika grafik yang diperoleh tidak membentuk pola yang jelas dimana titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas dengan scatter plot disajikan pada gambar berikut : Uji Asumsi Heteroskedastisitas Deteksi adanya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat pola grafik scatter Gambar 4. Grafik Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Dari grafik pada gambar diatas, terlihat bahwa titik-titik membentuk pola tertentu, serta berada dibawah angka 0 sumbu X dan Y. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi tidak heteroskedastisitas pada model regresi ganda = 193. 888X1 2. 184X2, sehingga model regresi ganda tersebut layak dipakai untuk memprediksi pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja Uji Asumsi Normalitas Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal Gambar 4. Grafik P-P Plot Uji Normalitas BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Dari grafik diatas, terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu model persamaan regresi ganda = -193. 184X2 layak untuk memprediksi pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan karena model persamaan regresi ganda memenuhi asumsi normalitas. Deteksi normalitas juga menggunakan historgram yang dilengkapi dengan kurva normal, dimana hasil penghitungan adalah sebagai berikut : Gambar 4. Grafik P-P Plot Uji Normalitas Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Dari grafik diatas, terlihat bahwa hasil perhitungan menghasilkan Uji Asumsi Autokorelasi kurva normal berbentuk lonceng yang Regresi yang baik adalah tegak dan tidak cenderung miring ke salah satu sisi. Oleh karena itu autokorelasi yang dapat dideteksi persyaratan normalitas terpenuhi dengan uji coba Durbin Watson sehingga model persamaan regresi = (Durbin Watson Tes. Model 543 4. 888X1 2. 184X2 layak autokorelasi adalah jika memiliki kepuasan kerja dan motivasi kerja nilai Durbin Watson sebesar 1,65 < secara bersama-sama terhadap kinerja DW < 2,35. Gambar 4. BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 Grafik P-P Plot Uji Normalitas Sumber : Data penelitian yang diperoleh, 2010 Pada tabel diatas, terlihat bahwa angka Durbin Watson sebesar 1. 587 atau memenuhi autokorelasi 1,65 < DW = 1. 2,35. Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan regresi ganda = 543 4. 888X1 2. layak untuk memprediksi pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja bersama-sama terhadap kinerja karyawan karena tidak dilakukan dengan uji-t menghasilkan nilai probabilitas lebih kecil daripada taraf uji yang digunakan dalam perhitungan (Sig. < A 000 < 0. Oleh karena telah memenuhi uji statistik . ji-F dan uji-. maka koefisien determinasi R2 = 0. 621 dan model persamaan regresi sederhana = -174. 052X1, memprediksi pengaruh parsial kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dimana 1% variasi kinerja karyawan dijelaskan oleh kepuasan kerja melalui model persamaan regresi sederhana = 174. 052X1. Nilai koefisien regresi kepuasan kerja (X. sebesar b, = 5. artinya jika kepuasan kerja meningkat satu satuan maka kinerja karyawan 052 satuan. Hasil perhitungan tersebut sekaligus membuktikan hipotesis pertama yang menyebutkan bahwa kepuasan kerja secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan dimana semakin baik kepuasan kerja yang ditawarkan perusahaan maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Pembahasan Pengaruh Kepuasan Kerja Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan Pengaruh variabel kepuasan kerja secara merupakan pengaruh searah dimana kinerja karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Hasil perhitungan dengan analisis regresi sederhana diperoleh koefisien determinasi Rsquare/R2 = 0. 621 dan persamaan regresi sederhana = -174. 052X1. Koefisien determinasi Rsquare/R2 = 0. signifikan pada taraf uji (X = 5% dimana pengujian terhadap koefisien determinasi yang dilakukan dengan uji-F) menghasilkan nilai probabilitas lebih kecil daripada taraf uji yang digunakan dalam penelitian (Sig. a atau 0. 000 < 0. Pengaruh variabel independen kepuasan kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan pada persamaan regresi sederhana = -174. 052X1, signifikan pada taraf uji a = 5% dimana pengujian terhadap persamaan regresi yang Pengaruh Motivasi Kerja Secara Parsial Terhadap Kinerja Karyawan Pengaruh variabel motivasi kerja secara merupakan pengaruh searah dimana kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi kerja. Hasil perhitungan dengan analisis regresi diperoleh nilai koefisien determinasi RSquare/R2 = 0. 925 dan persamaan regresi sederhana Y = -60. 052X2. Koefisien determinasi R2= 0. 925 signifikan pada taraf uji A = 5% dimana pengujian terhadap BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 regresi ganda = -193. 184X2. Koefisien determinasi Rsquare/R2 = 669 signifikan pada taraf uji a = 5% dimana pengujian terhadap koefisien determinasi yang dilakukan dengan uji-F menghasilkan nilai probabilitas lebih kecil daripada taraf uji yang digunakan dalam penelitian (Sig. < A 000 < 0. Pengaruh masing-masing variabel independen . epuasan kerja dan motivasi kerj. secara simultan terhadap variabel dependen . inerja karyawa. pada model persamaan regresi ganda = -193. 888X1 2. 184X2 signifikan pada taraf uji AA = 5% dimana pengujian terhadap persamaan regresi yang dilakukan dengan ujit menghasilkan nilai probabilitas untuk masing-masing koefisien regresi lebih kecil daripada taraf uji yang digunakan dalam perhitungan (Sig. < atau 0. 000 < 0. Model persamaan regresi ganda = -193. 888X1 2. 184X2 juga memenuhi uji asumsi klasik yaitu tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak memenuhi asumsi normalitas. Oleh karena telah memenuhi uji statistik . ji-F dan uji-. serta uji asumsi klasik maka koefisien determinasi R2 = 0. 669 model persamaan regresi ganda = -193. 184X2 dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh kepuasan kerja dan motivasi kerja bersamasama/simultan kinerja karyawan dimana 66. 9% variasi kinerja karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja melalui model persamaan regresi ganda = -193. 888X1 2. 184X2. Besar dan arah pengaruh masing-masing variabel adalah sebagai - Konstanta b0 = -193. 543 memberikan arti bahwa kinerja karyawan akan memiliki 543 pada skala penilaian 1 sampai 5, jika variabel kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X. diabaikan atau dengan kata lain tanpa adanya kepuasan kerja (X. dan motivasi kerja (X. maka kinerja karyawan masih tetap ada tetapi dengan nilai yang sangat rendah bahkan minus. - Nilai koefisien b1 = 4. 888, artinya jika kepuasan kerja meningkat satu satuan maka koefisien determinasi yang dilakukan dengan uji-F menghasilkan nilai probabilitas lebih kecil daripada taraf uji yang digunakan dalam penelitian Sig. < A atau 0. 000 < 0. Pengaruh variabel independen motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan pada persamaan regresi sederhana Y = 60. 052X2 signifikan pada taraf uji A = 5% dimana pengujian terhadap persamaan regresi yang dilakukan dengan uji-F menghasilkan nilai probabilitas lebih keen daripada taraf uji yang digunakan dalam perhitungan (Sig. < A atau 0. 000 < 0. Oleh karena telah memenuhi uji statistik . jiF dan uji-. maka koefisien determinasi Rsquare/R2 = 0. 925 dan model persamaan regresi sederhana Y = -60. dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh parsial motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dimana 92. 5% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh motivasi kerja melalui model persamaan regresi sederhana Y = -60. 052X2. Nilai koefisien regresi motivasi kerja (X. sebesar b2 = 0. 621, artinya jika motivasi kerja meningkat sate satuan maka kinerja karyawan akan meningkat 0. 621 satuan. Hasil perhitungan tersebut sekaligus menyebutkan bahwa motivasi kerja secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan dimana semakin baik motivasi kerja yang dilakukan perusahaan maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Secara Simultan terhadap Kinerja Karyawan Pengaruh variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan terhadap secara parsial terhadap kinerja karyawan. Pengaruh variabel Kepuasan Kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara simultan merupakan pengaruh searah dimana kinerja karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama. Hasil perhitungan dengan analisis regresi ganda diperoleh koefisien determinasi RSquare/R2 = 0. 669 dan model persamaan Giyanto. Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja . kinerja karyawan akan meningkat 4. satuan dengan asumsi variabel lain . otivasi kerj. - Nilai koefisien b2 = 2. 184, artinya jika motivasi kerja meningkat satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat 2. satuan dengan asumsi variabel lain . epuasan kerj. Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja menyebutkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama/simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan dimana semakin baik kepuasan kerja dan motivasi kerja yang sudah dilakukan dan tetap harus dilakukan, sesuai dengan hasil penelitian membuktikan angka constant b0 = kurang dari 1 bahkan minus (-193. membuktikan bahwa variable kepuasan kerja dan motivasi kerja harus dilakukan untuk mempertahankan kinerja karyawan. DAFTAR PUSTAKA