Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2. Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Dampak Influencer Marketing Terhadap Brand Perception Pada Product Skin Care : Studi Pada Konsumen Gen Z Dikota Bandung Andi sukandia | Rachma Waty Fazryb a,b. Politeknik Maritim Eka Utama Subang *Corresponding author :andi. sukandi@polmarekautamasubang. A B S T R AC T This study aims to analyze the influence of influencer marketing on brand perception of skincare products among Gen Z consumers in Bandung City. The method used in this study is Structural Equation Modeling (SEM) to analyze the relationship between variables and test the proposed hypotheses. Data was collected through a survey involving 200 respondents, consisting of Gen Z consumers who use skincare products and are exposed to influencer marketing on social media. The results showed that influencer marketing has a significant direct influence on Emotion . ath coefficient = 0. , which in turn affects Brand Perception . ath coefficient = 0. In addition. Trust was found to have a significant direct influence on Brand Perception . ath coefficient = 0. The moderating effect tested showed that Trust acts as a moderator that strengthens the relationship between Emotion and Brand Perception, albeit with a small effect . ath coefficient = 0. This research provides valuable insights for marketers and skincare brands to understand how influencer marketing can shape brand perception through emotional influence and the importance of consumer trust in influencers in improving the effectiveness of marketing campaigns. Keywords: Influencer marketing. Brand perception. Gen Z. Structural Equation Modeling. Citation: Sukandi. , & Fazry. Dampak influencer marketing terhadap brand perception pada produk skin care: Studi pada konsumen Gen Z di Kota Bandung. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen, 9. , 116Ae127. https://jurnal. id/jbkan/ ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing terhadap persepsi merek produk perawatan kulit . di kalangan konsumen Generasi Z di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) untuk menganalisis hubungan antar variabel dan menguji hipotesis yang diajukan. Data dikumpulkan melalui survei yang melibatkan 200 responden, terdiri dari konsumen Gen Z yang menggunakan produk skincare dan terpapar influencer marketing di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Emosi yang selanjutnya berpengaruh terhadap Persepsi Merek. Selain itu. Kepercayaan juga ditemukan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Persepsi Merek. Uji efek moderasi menunjukkan bahwa Kepercayaan berperan sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara Emosi dan Persepsi Merek, meskipun dengan pengaruh yang kecil Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pemasar dan merek skincare untuk memahami bagaimana influencer marketing dapat membentuk persepsi merek melalui pengaruh emosional, serta pentingnya kepercayaan konsumen terhadap influencer dalam meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran. Kata kunci: Influencer marketing. Persepsi merek. Generasi Z. Structural Equation Modeling Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. PENDAHULUAN Di era digital, pemasaran influencer telah muncul sebagai strategi penting bagi merek yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Pendekatan ini melibatkan bermitra dengan influencer media sosial individu yang telah menumbuhkan pengikut yang signifikan dan memiliki kemampuan untuk membentuk persepsi merek melalui dukungan mereka (Rossanty et al. , 2. Pemasaran influencer tidak hanya meningkatkan kesadaran merek tetapi juga mendorong keterlibatan dan konversi, menjadikannya komponen penting dari pemasaran media sosial . Khususnya, mikroinfluencer, yang memiliki audiens yang lebih kecil namun sangat terlibat, semakin disukai karena efektivitas biaya dan kemampuan mereka untuk terhubung dengan pasar khusus (AuInfluencer Marketing in the Digital Ecosystem,Ay 2. Merek memanfaatkan platform pemasaran influencer untuk mengidentifikasi influencer yang sesuai, mengelola kampanye, dan menilai laba atas investasi (ROI) melalui metrik seperti tingkat keterlibatan dan penjualan (Kiatkawsin & Lee, 2. Konsumen milenial secara signifikan dipengaruhi oleh media sosial, di mana mereka menemukan konten pemasaran dari influencer yang mereka percayai. Ketergantungan pada pemasaran influencer ini sangat penting, karena membentuk persepsi merek, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan pembelian dan loyalitas pelanggan (Semwal et al. , 2. Kepercayaan influencer memainkan peran penting dalam dinamika ini. konsumen lebih cenderung terlibat dengan merek yang didukung oleh influencer yang mereka anggap kredibel . Ketika generasi milenial semakin beralih ke media sosial untuk rekomendasi produk, iklan media sosial yang efektif menjadi penting bagi merek yang bertujuan untuk meningkatkan citra mereka dan mendorong penjualan (Baghel, 2. Pemasaran influencer secara signifikan mempengaruhi persepsi merek di kalangan konsumen milenial, terutama melalui kredibilitas influencer yang terlibat. Kredibilitas influencer, yang ditandai dengan kepercayaan, daya tarik, dan keahlian, memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana milenial memandang merek. Influencer yang kredibel dapat meningkatkan kesadaran merek dan menumbuhkan loyalitas, sementara kurangnya kredibilitas dapat menyebabkan persepsi negatif (Gupta, 2. Selain itu, keaslian konten yang dibagikan oleh influencer sangat penting. konten asli dan tulus lebih beresonansi dengan generasi milenial, sehingga memperkuat loyalitas Sifat kemitraan influencer-merek juga mempengaruhi efektivitas. kolaborasi yang sukses menyelaraskan nilai-nilai influencer dengan merek, meningkatkan dampak keseluruhan pada persepsi konsumen (Pan et al. , 2. KAJIAN PUSTAKA Influencer Marketing Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan individu dengan pengaruh besar di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan. Menurut. McGaughey, dan Freberg . , influencer adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi opini dan keputusan orang lain melalui media sosial mereka. Hal ini sangat relevan dengan milenial, yang cenderung lebih mempercayai rekomendasi dari influencer dibandingkan dengan iklan tradisional (De Veirman. Cauberghe, & Hudders, 2. https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Brand Perception Brand perception merujuk pada cara konsumen memandang atau menilai suatu merek berdasarkan pengalaman, komunikasi, dan hubungan mereka dengan merek tersebut. Perception ini memainkan peran penting dalam keputusan pembelian, karena persepsi yang positif terhadap sebuah merek dapat meningkatkan loyalitas dan keputusan untuk membeli (Keller, 2. Menurut Aaker . , citra merek dapat terbentuk melalui berbagai faktor, termasuk kualitas produk, nilai-nilai yang diasosiasikan dengan merek, serta cara merek berkomunikasi dengan konsumennya. Kredibilitas Influencer Kredibilitas influencer menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan dampak influencer marketing terhadap brand perception. Menurut Ohanian . , kredibilitas dapat diukur melalui dua dimensi utama: trustworthiness . dan expertise . Influencer yang dianggap terpercaya dan memiliki keahlian di bidangnya lebih mungkin untuk mempengaruhi opini audiens mereka tentang sebuah produk atau merek. Penelitian oleh De Veirman et al. menunjukkan bahwa influencer yang memiliki reputasi baik dan pengikut yang banyak dapat meningkatkan citra merek lebih efektif dibandingkan influencer dengan jumlah pengikut yang lebih sedikit namun kurang Pengaruh Konten terhadap Brand Perception Jenis dan kualitas konten yang dibagikan oleh influencer juga berperan dalam membentuk persepsi merek. Konten yang autentik dan relevan dengan audiens akan lebih efektif dalam mempengaruhi brand perception (Dijkmans. Kerkhof, & Beukeboom, 2. Penelitian oleh Campbell dan Tsuruta . menunjukkan bahwa konten yang menunjukkan penggunaan nyata dari produk atau yang berbentuk cerita pribadi lebih diterima oleh konsumen, yang pada gilirannya dapat memperkuat persepsi positif terhadap merek. Oleh karena itu, pemilihan jenis konten yang tepat sangat penting dalam menentukan seberapa besar pengaruh influencer marketing terhadap persepsi merek. RISET METHODOLOGY Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan bertujuan untuk mengukur pengaruh variabel influencer marketing terhadap persepsi merek pada konsumen milenial. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen milenial yang aktif menggunakan media sosial dan mengikuti influencer untuk mendapatkan informasi tentang produk atau layanan. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 responden untuk mendapatkan hasil yang representatif. dengan tingkat marjin error sebesar 1%. Variabel Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Variabel Independen (X): Influencer Marketing. Variabel Dependen (Y): Brand Perception. Variable Moderasi (M): Tingkat Kepercayaan Terhadap Influencer. Varaible Mediasi (Z): Emosi Konsumen. https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografi Responden Demografi responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 1. Demografi Responden Kategori Jenis Kelamin Usia Pendidikan Pendapatan Bulanan Frekuensi Pembelian Penggunaan Media Sosial Jenis Produk Skincare yang Digunakan Keterangan Jumlah Responden Laki-laki Perempuan 18-22 tahun 23-25 tahun SMA/SMK Mahasiswa Lulusan Perguruan Tinggi < Rp 2. Rp 2. 000 - Rp 5. > Rp 5. Jarang . -2 kali sebula. Sering . ebih dari 2 kali Instagram TikTok Pelembap Serum Sunscreen Masker Wajah Sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah perempuan, dengan jumlah 190 orang . %), sedangkan laki-laki hanya sebanyak 10 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa produk skincare, yang menjadi fokus penelitian, lebih banyak digunakan oleh perempuan. Responden terbanyak berusia antara 18 hingga 22 tahun, sebanyak 120 orang . %). Sementara itu, 80 orang . %) lainnya berusia antara 23 hingga 25 tahun. Ini menunjukkan bahwa produk skincare lebih diminati oleh kelompok usia muda, terutama yang masih dalam fase perkuliahan atau awal karier. Sebagian besar responden adalah mahasiswa, dengan jumlah 120 orang . %), diikuti oleh responden https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. yang memiliki pendidikan SMA/SMK sebanyak 60 orang . %). Sementara itu, hanya 20 orang . %) yang merupakan lulusan perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen skincare adalah mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Instagram menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh responden, dengan 120 orang . %) mengaku menggunakannya, sementara 80 orang . %) lebih aktif di TikTok. Hal ini menunjukkan bahwa influencer marketing yang dilakukan melalui Instagram lebih banyak menjangkau audiens, meskipun TikTok juga tidak kalah populer di kalangan generasi muda. Model Pengukuran Tabel 2. Hasil Model Pengukuran Variable Marketing Influencer Item Pengukuran FP1 mempromosikan produk di media sosial. 0,918 FP2 rekomendasi produk ini dari 0,890 KDI1 mempromosikan produk ini adalah orang yang jujur. 0,890 KDI2 influencer mengenai produk ini terlihat sangat alami. 0,916 KE1 berkomentar pada postingan influencer produk . 0,929 KE2 konten influencer mengenai produk kepada teman-teman 0,911 KN1 KN2 Emotion Outer Loading Indikator pengetahuan influencer mengenai produk influencer memiliki 0,970 0,975 0,787 0,950 0,960 0,801 AVE 0,915 skeptis atau ragu setelah melihat promosi influencer. 0,895 EN2 Konten influencer merasa kurang tertarik dengan produk ini. 0,912 EP1 merasa senang dan terinspirasi konten influencer mengenai produk ini. 0,884 Composite Reliability 0,911 EN1 https://jurnal. id/jbkan/ Cronbach `s Alpha Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. EP2 merasa tertarik produk ini setelah melihat promosi dari 0,891 KTE1 merasa terhubung secara emosional dengan produk ini setelah melihat promosi dari 0,884 KTE2 KKI1 Saya merasa lebih percaya diri dan positif setelah melihat konten influencer tentang produk ini. Saya percaya bahwa influencer ini benar-benar memahami produk yang mereka promosikan. 0,905 0,886 KKI2 Keahlian influencer ini sangat mempengaruhi keputusan saya untuk membeli produk. 0,905 KP1 influencer benar-benar merekomendasikan produk karena mereka percaya dengan kualitasnya. 0,864 KP2 influencer hanya mempromosikan produk yang mereka anggap benar-benar 0,879 KPI1 Saya merasa dekat dengan influencer ini melalui konten yang mereka buat. 0,873 KPI2 Saya percaya pada influencer ini karena saya merasa mereka memiliki kesamaan dengan saya. 0,889 CM1 Saya merasa produk ini memiliki kualitas yang sangat 0,868 CM2 Produk ini sesuai dengan harapan saya setelah melihat promosi dari influencer. 0,885 KM1 Merek ini memiliki citra positif di mata saya. 0,899 KM2 Saya berpikir bahwa merek ini sangat peduli terhadap 0,891 KSM1 Saya percaya bahwa merek ini dapat dipercaya. 0,864 Turst Brand Perception https://jurnal. id/jbkan/ 0,943 0,955 0,779 0,946 0,957 0,787 Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. KSM2 Merek ini selalu memberikan kualitas terbaik di setiap 0,915 Marketing Influencer Nilai outer loading menunjukkan seberapa besar kontribusi setiap item terhadap konstruk atau variabel tersebut. Secara umum, nilai outer loading untuk setiap indikator lebih dari 0,7, yang menunjukkan bahwa semua indikator memiliki kontribusi yang baik terhadap variabel Marketing Influencer. indikator FP1 . empromosikan produk di media sosia. memiliki nilai outer loading sebesar 0,918, yang sangat tinggi dan menunjukkan kontribusi yang sangat baik. CronbachAos Alpha sebesar 0,970 menunjukkan bahwa Marketing Influencer memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi, yang berarti indikator-indikatornya saling berhubungan dengan baik. Nilai ini jauh melebihi ambang batas yang umumnya diterima . , sehingga model ini reliabel. Nilai Composite Reliability sebesar 0,975 juga menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa variabel ini dapat diandalkan untuk mengukur dimensi yang dimaksudkan. Nilai AVE sebesar 0,787 menunjukkan bahwa 78,7% dari varians dalam konstruk Marketing Influencer dapat dijelaskan oleh indikator-indikatornya, yang dianggap sangat baik karena AVE yang lebih dari 0,5 menunjukkan validitas konstruk yang memadai. Emotion Nilai outer loading untuk indikator-indikator dalam variabel ini bervariasi antara 0,884 dan 0,912, yang menunjukkan bahwa semua indikator memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap konstruk ini. Nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,950 menunjukkan bahwa konstruk ini sangat reliabel, dengan indikator-indikator yang saling mendukung dalam mengukur perasaan konsumen terhadap influencer. Nilai Composite Reliability sebesar 0,960 menunjukkan reliabilitas yang sangat baik, memastikan bahwa variabel ini dapat digunakan untuk mengukur dimensi emosional dengan Nilai AVE sebesar 0,801 menunjukkan bahwa 80,1% dari varians dalam konstruk ini dapat dijelaskan oleh indikator-indikatornya, yang menandakan validitas yang sangat baik. Trust Nilai outer loading berkisar antara 0,864 dan 0,905, yang menunjukkan bahwa indikatorindikator ini memiliki kontribusi yang kuat terhadap konstruk Trust. Nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,943 menunjukkan reliabilitas yang sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa konstruk ini memiliki konsistensi internal yang sangat baik. Nilai Composite Reliability sebesar 0,955 menandakan bahwa Trust memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi, menguatkan validitas konstruk ini. Nilai AVE sebesar 0,779 menunjukkan bahwa indikator-indikator yang mengukur Trust dapat menjelaskan 77,9% dari varians dalam konstruk ini, yang dianggap sangat baik. Brand Perception Nilai outer loading untuk indikator-indikator dalam variabel ini bervariasi antara 0,864 dan 0,915, yang menunjukkan kontribusi yang sangat baik dari setiap indikator terhadap konstruk ini. Nilai https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. CronbachAos Alpha sebesar 0,946 menunjukkan bahwa Brand Perception memiliki konsistensi internal yang sangat baik, dengan indikator-indikator yang saling berhubungan dengan kuat. Nilai Composite Reliability sebesar 0,957 menunjukkan reliabilitas yang sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa konstruk ini dapat diandalkan untuk mengukur persepsi konsumen terhadap merek. AVE sebesar 0,787 menunjukkan bahwa 78,7% dari varians dalam konstruk ini dapat dijelaskan oleh indikatorindikatornya, yang merupakan nilai yang sangat baik. Tabel 3. Validitas Disriminan Brand Perception Emotion Influencer Marketing Trust Brand Perception 0,987 0,945 0,959 0,951 Emotion 0,995 0,964 0,954 Influencer Marketing 0,970 0,952 Trust 0,883 Variabel dalam model ini memiliki validitas diskriminan yang baik. Nilai akar AVE untuk masing-masing variabel lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi antar variabel, yang mengindikasikan bahwa setiap konstruk memiliki identitas yang jelas dan dapat dibedakan dengan baik dari konstruk lainnya. Brand Perception. Emotion, dan Influencer Marketing memiliki validitas diskriminan yang sangat baik, sedangkan Trust masih memiliki validitas yang cukup meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan yang lainnya. Pengujian Model Stuktural Gambar 1. Model Penelitian https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Tabel 4. Model Stuktural Hipotesis Path Coeffici Standard Deviation (STDEV) Statistic Value 95% Interval Kepercayaan Pengaruh Langsung Emotion -> Brand Perception Trust -> Brand Perception Influencer Marketing -> Emotion Batas Bawah Batas Atas Hasil Pengujian VIF F Square / Upsilon V 0,415 0,058 7,138 0,000 0,297 0,529 Diterima 1,156 0,193 0,551 0,056 9,830 0,000 0,435 0,651 Diterima 1,132 0,341 0,964 0,004 240,415 0,000 0,954 0,971 Diterima 0,027 1,056 0,004 0,02 0,082 Diterima Square 0,92 1,000 13,165 0,929 Pengaruh Tidak Langsung Trust Moderation Emotion -> Brand Perception 0,028 1,016 0,187 Pengaruh Langsung Pengaruh Emotion Terhadap Brand Perception Hipotesis yang menguji pengaruh langsung Emotion terhadap Brand Perception diterima, dengan koefisien jalur sebesar 0,415 yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara P-Value yang sangat kecil . menunjukkan bahwa hasil ini sangat signifikan. Interval kepercayaan 95% tidak menyentuh nilai nol . ,297 - 0,. , yang memperkuat signifikansi dari pengaruh ini. Nilai VIF sebesar 1,156 menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas antar variabel. F Square sebesar 0,193 menandakan efek yang sedang, dan R Square sebesar 0,920 menunjukkan bahwa model ini sangat mampu menjelaskan varians dalam Brand Perception. Pengaruh Trust Terhadap Brand Perception Hipotesis yang menguji pengaruh langsung Trust terhadap Brand Perception juga diterima, dengan koefisien jalur sebesar 0,551 yang menunjukkan hubungan positif yang sangat signifikan. PValue 0,000 menunjukkan bahwa pengaruh ini sangat signifikan secara statistik, dan interval kepercayaan 95% . ,435 - 0,. menunjukkan bahwa efek tersebut tidak mungkin terjadi secara Nilai VIF 1,132 menunjukkan bahwa tidak ada multikolinearitas yang signifikan. F Square sebesar 0,341 menunjukkan pengaruh yang besar, yang juga tercermin dari nilai R Square yang tinggi. Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Emotion Pengaruh langsung Influencer Marketing terhadap Emotion diterima dengan sangat kuat, karena koefisien jalur sebesar 0,964 menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dan hampir sempurna antara kedua variabel. P-Value yang sangat kecil . mendukung bahwa hubungan ini sangat signifikan, dan interval kepercayaan . ,954 - 0,. tidak menyentuh nol, yang menunjukkan bahwa pengaruh tersebut kuat dan konsisten. Nilai VIF 1,000 menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas, dan F Square yang sangat tinggi . menunjukkan bahwa Influencer Marketing memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Emotion, dengan R Square sebesar 0,929 yang menunjukkan bahwa model ini sangat baik dalam menjelaskan varians dalam Emotion. https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Pengaruh Tidak Langsung Pengaruh moderasi dari Trust pada hubungan antara Emotion dan Brand Perception juga diterima dengan koefisien jalur sebesar 0,028 yang menunjukkan pengaruh yang kecil namun P-Value 0,004 menunjukkan bahwa efek moderasi ini signifikan secara statistik. Interval kepercayaan 95% . ,020 - 0,. tidak menyentuh nol, yang berarti pengaruh moderasi tersebut dapat Nilai VIF 1,016 menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas, dan F Square 0,187 menunjukkan bahwa pengaruh moderasi ini tergolong sedang. PLS Predict Tabel 5. PLS Predict Model PLS Predict RMSE MAE Model LM Predict RMSE MAE CM1 0,435 0,341 0,565 0,439 CM2 0,425 0,340 0,519 0,394 KM1 0,409 0,323 0,510 0,384 KM2 0,431 0,346 0,538 0,407 KSM1 0,376 0,292 0,213 0,120 KSM2 0,429 0,347 0,199 0,103 EP1 0,358 0,288 0,455 0,330 EP2 0,376 0,309 0,434 0,319 EN1 0,428 0,357 0,530 0,401 EN2 0,432 0,340 0,492 0,395 KTE1 0,385 0,316 0,448 0,331 KTE2 0,387 0,319 0,433 0,324 Secara keseluruhan. PLS Predict menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam sebagian besar variabel yang diuji, dengan nilai RMSE dan MAE yang lebih rendah dibandingkan LM Predict. Predict lebih unggul hanya pada dua variabel: KSM1 dan KSM2, di mana model ini menunjukkan prediksi yang lebih akurat dengan nilai RMSE dan MAE yang lebih rendah. PLS Predict secara konsisten memberikan hasil yang lebih baik untuk sebagian besar variabel, yang menunjukkan bahwa model PLS Predict lebih tepat dan dapat diandalkan dalam memprediksi nilai-nilai variabel yang lebih besar dalam model. KESIMPULAN Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Penelitian ini menemukan bahwa Influencer Marketing memiliki pengaruh langsung yang sangat signifikan terhadap Emotion . oefisien jalur = 0,. , yang pada gilirannya berpengaruh positif terhadap Brand Perception . oefisien jalur = 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen yang terpapar dengan influencer marketing cenderung merasakan emosi positif yang lebih besar terhadap produk yang dipromosikan, yang akhirnya memperkuat persepsi merek mereka. https://jurnal. id/jbkan/ Vol. 9 No. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 9 Nomor 2,Oktober 2025 ISSN : 2614-2147 (Printe. , 2657-1544 (Onlin. Selain itu. Trust juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Brand Perception . oefisien jalur = 0,. , yang mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan konsumen terhadap influencer berperan penting dalam membentuk persepsi mereka terhadap merek. Hasil ini memperkuat pentingnya kepercayaan konsumen terhadap influencer dalam meningkatkan efektivitas pemasaran Pada pengaruh tidak langsung, ditemukan bahwa Trust bertindak sebagai moderator yang signifikan dalam hubungan antara Emotion dan Brand Perception. Meskipun pengaruh moderasi ini lebih kecil . oefisien jalur = 0,. , namun tetap menunjukkan bahwa Trust memperkuat hubungan antara perasaan emosional konsumen dan persepsi mereka terhadap merek. Perbandingan Model Prediksi PLS Predict menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam hal akurasi prediksi dibandingkan dengan LM Predict. Model PLS Predict memiliki nilai RMSE dan MAE yang lebih rendah dalam sebagian besar variabel yang diuji, yang mengindikasikan bahwa model ini lebih efektif dalam memprediksi nilai-nilai variabel yang lebih besar dalam model, seperti Emotion. Brand Perception, dan Influencer Marketing. Namun, pada dua variabel tertentu (KSM1 dan KSM. LM Predict menunjukkan kinerja yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA