AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI. KOMITMEN ORGANISASI, PENGETAHUAN AKUNTANSI. SERTA TRANSPARANSI AKUNTABILITAS, TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Di Desa Di Kecamatan Bangun Tapa. Theopilus Daeli1. Citra Ayudiati2 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Cokromanioto Yogyakarta1,2 theopilusdaeli@gmail. com, cayudiati@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, serta transparansi dan akuntabilitas terhadap kualitas laporan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada aparatur desa yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan di delapan desa yaitu Bangutapan. Baturetno. Jagalan. Singosaren. Jambidan. Potorono. Tamanan. Wirokerten Kecamatan Banguntapan. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel sebanyak 64 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, serta transparansi dan akuntabilitas secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan desa. Kata Kunci: Kualitas laporan keuangan. Budaya organisasi. Komitmen organisasi. Pengetahuan akuntansi. Transparansi akuntabilitas. Abstract This study aims to analyze the influence of organizational culture, organizational commitment, accounting knowledge, and transparency and accountability on the quality of village financial reports. This study used a quantitative approach with a causal associative method. Data collection was conducted through questionnaires distributed to village officials involved in the preparation of financial reports in eight villages: Bangutapan. Baturetno. Jagalan. Singosaren. Jambidan. Potorono. Tamanan, and Wirokerten. Banguntapan District. Bantul Regency. Yogyakarta Special Region. sample of 64 respondents was selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS). The final results indicate that organizational culture, organizational commitment, accounting knowledge, and transparency and accountability simultaneously have a positive and significant effect on the quality of village financial Keywords: Financial report quality. Organizational culture. Organizational commitment. Accounting knowledge. Transparency and accountability. PENDAHULUAN Terwujudnya akuntansi yang akurat dan tata kelola keuangan yang transparan, baik di sektor publik maupun swasta, sangat bergantung pada kualitas pelaporan Laporan keuangan merupakan alat utama yang digunakan pemerintah desa AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 untuk meminta pertanggungjawaban masyarakat dan pihak-pihak terkait atas penggunaan keuangan daerah. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menekankan nilai-nilai keterbukaan dan akuntabilitas dalam seluruh aspek pemerintahan desa. Namun, banyak desa seringkali memiliki pelaporan keuangan yang tidak memadai, yang meliputi keterlambatan pelaporan, ketidakpatuhan terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan minimnya data yang relevan dan mudah dipahami. Permasalahan lain yang dihadapi beberapa desa antara lain kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian keuangan dan lemahnya budaya kerja profesional dalam pemerintahan desa (Faizzatur Solihah dkk. , 2. (Ramadhan & Fahrani, 2. Elemen internal organisasi seperti budaya organisasi, komitmen organisasi, keahlian akuntansi, transparansi, dan akuntabilitas sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, menurut penelitian sebelumnya (Darmasetiawan dkk. Wardani & Norsain, 2. Padilah dkk. , 2. Kurangnya penelitian yang menggabungkan kelima variabel ini, terutama dalam konteks pengelolaan keuangan desa di Indonesia, merupakan kesenjangan penelitian yang berulang. Selain itu, hasil penelitian sebelumnya sering kali menunjukkan hasil yang inkonsisten. Misalnya, studi oleh (Ferlia dkk. , 2. menemukan bahwa transparansi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah, sementara penelitian oleh Febri . dalam penelitian (Ferlia dkk. , 2. menunjukkan sebaliknya. Begitu pula dengan pengaruh budaya organisasi yang hanya signifikan bila terintegrasi dengan sistem informasi (Darmasetiawan dkk. , 2. berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengangkat novelty menggunakan cara menguji secara simultan pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, serta transparansi dan akuntabilitas terhadap kualitas laporan keuangan desa dengan pendekatan model struktural SEM-PLS. Penelitian ini juga mengacu pada kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menyebutkan perilaku penyusun laporan keuangan melalui sikap, norma subjektif, dan persepsi TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS Teori Perilaku Terencana (TPB) menjelaskan bagaimana niat seseorang untuk melakukan perilaku tertentu dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang dirasakan. TPB dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana budaya organisasi, komitmen organisasi, keahlian akuntansi, serta transparansi dan akuntabilitas memengaruhi kualitas laporan keuangan dalam konteks studi ini. Laporan Keuangan Desa supaya dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada para pemangku kepentingan, laporan keuangan desa adalah alat penting dalam pengelolaan keuangan desa. sebab laporan keuangan desa memberikan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, kualitasnya menjadi prioritas utama. membantu pengguna pada mengambil keputusan ekonomi serta menunjukkan bahwa pemerintah desa bertanggung jawab atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, laporan keuangan desa bertujuan buat memberikan info mengenai status keuangan, kinerja, serta arus kas desa (Darmasetiawan dkk. , 2. Budaya Organisasi Nilai-nilai, keyakinan, konvensi, dan praduga bersama yang dimiliki anggota organisasi yang membentuk perilaku mereka dikenal sebagai budaya organisasi. Kualitas pelaporan keuangan dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi (Darmasetiawan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 , 2. Dalam studi mereka (Padilah dkk. , 2. Robbins dan Judge . menyatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat keyakinan bersama yang dimiliki orang-orang dalam suatu organisasi yang membedakannya dari organisasi lain. Keyakinan, nilai-nilai, dan artefak fundamental bersama menjadi fondasi bagi sistem Pemerintah desa mungkin lebih cenderung bekerja lebih cermat dan teliti untuk menyediakan laporan keuangan yang akurat dan transparan jika organisasi tersebut memiliki budaya yang kuat dan positif. Komitmen Organisasi Tingkat pengabdian dan keterikatan pemerintah desa terhadap organisasi tercermin dalam komitmen organisasi (Padilah dkk. , 2. Pemimpin desa yang sangat berkomitmen terhadap organisasi cenderung terdorong untuk memberikan kinerja terbaiknya dan membantu organisasi mencapai tujuannya. Kinerja pemerintah desa dapat dipengaruhi oleh komitmen organisasi. Pejabat desa dengan komitmen organisasi yang lebih tinggi biasanya memegang jabatan dan melaksanakan tugasnya dengan tanggung jawab yang lebih besar, yang meningkatkan efektivitas pemerintah desa secara keseluruhan. Pengetahuan Akuntansi Pengetahuan akuntansi merupakan Pemahaman serta penguasaan aparatur desa tentang prinsip-prinsip, standar, serta prosedur akuntansi yang berlaku. Pengetahuan akuntansi sangat krusial bagi aparatur desa dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan standar yang berlaku. Aparatur desa yang memilik ipengetahuan akuntansi yang baik akan bisa mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan melaporkan transaksi keuangan desa dengan benar. Transparansi Dan Akuntabilitas Transparansi dan akuntabilitas merupakan elemen penting dalam pengelolaan keuangan desa yang baik (Faizzatus Solihah dkk. , 2. Transparansi dan akuntabilitas dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa dan mendorong partisipasi publik dalam pembangunan desa. KERANGKA PENELITIAN Hipotesis H1 : Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H2 : Komitmen Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 H3 : Pengetahuan Akuntansi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. H4 :Transparansi, dan Akuntabilitas Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif menggunakan metode asosiatif kausal untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, sertaTransparansi dan akuntabilitas terhadap kualitas laporan keuangan. Analisis teknikyg digunakan ialahStructural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), karena sinkron untuk analisis contoh dengan jumlah sampel terbatas serta datayg tidak terdistribusi normal. Untuk fokus kajian, penelitian ini dibatas ipada desa-desa di wilayah Kecamatan Bangun Tapan. Kabupaten Bantul. DIY,dengan responden yang terdiri daria paratur desa yang terlibat eksklusif pada penyusunan laporan keuangan. Variabel yang di analisis terbatas di lima aspek primer, yaitu budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, transparansi dan akuntabilitas, sertakualitas laporan keuangan. Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Menurut Sugiyono . variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari lebih lanjut hingga diperoleh informasi tentang penelitian yang kemudian dapat ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian merupakan suatu proksi atau gambaran dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai (Indriantoro & Supomo, 2. Yang termasuk variabel dependen . dalam penelitian ini adalah: Kualitas Laporan Keuangan (Y) Variaben Independen Yang termasuk variabel independen . dalam penelitian ini adalah: Budaya Organisasi (X. Komitmen Organisasi (X. Pengetahuan Akuntansi (X. dan Transparansi dan Akuntabilitas (X. Pengukuran Variabel Skala Likert merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel-variabelnya. Responden diberikan kuesioner oleh peneliti untuk diisi guna mengumpulkan data dengan nilai alternatif berkisar antara 1 hingga 4. Sangat Setuju (SS) diberikan skor 4 Setuju (S) diberikan skor 3 Tidak Setuju (TS) diberikan skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) diberikan skor Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh aparatur desa di wilayah Kecamatan Bangun Tapan yang terlibat dalam proses pelaporan dan pengelolaan keuangan desa. Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria. Aparatur yang bertugas dalam pengelolaan keuangan desa . eperti Kepala Desa. Sekretaris Desa. Bendahara Desa. Kepala Urusan. Kepala Seksi. Kepala Kewilayahan. BPD. LPM) dan juga pernah menyusun atau terlibat dalam laporan keuangan minimal selama 1 tahun. Jumlah sampel minimal adalah 64 responden, agar sesuai dengan syarat analisis menggunakan SEM-PLS (Setyoningsih & Irianto, 2. Jenis Dan Sumber Data AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Data tertulis subjek yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner merupakan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan langsung dari responden melalui kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan kuesioner. Delapan komunitas di Kecamatan Bangun Tapan menerima total 64 eksemplar kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jenis Kelamin Deskriptif responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki Laki Perempuan Total Berdasarkan tabel di atas maka dapat di lihat bahwa jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 47. %) orang, sedangkan perempuan berjumlah 17 . %) orang. Dalam penelitian ini tidak dikhususkan berapa jumlah Responden Laki-laki maupun perempuan. Uji Pengukuran Outer Model Pengujian Validitas Gambar Uji Validitas Nilai AVE Sumber: Data yang diolah . Setelah melihat Nilai AVE dari masing-masing variabel dapat kita lihat bahwa nilainya berada di atas 0,5 jadi sesuai ketentuan dikatakan bahwa validitas untuk nilai AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 AVE adalah di atas 0,5 di mana bisa kita lihat pada gambar di atas bahwa semua konstruk dari Kualitas Laporan Keuangan. Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi. Pengetahuan Akuntansi, serta Transparansi dan Akuntabilitas memiliki nilai yang Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa seluruh konstruk dalam model ini valid, karena mampu menjelaskan variabel laten . Validitas konvergen yang terpenuhi juga menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah serius dalam pemilihan indikator untuk mengukur setiap konstruk. Oleh karena itu, seluruh konstruksi dinyatakan layak untuk diteliti selanjutnya. KLK1 memiliki indikasi faktor pemuatan terbesar . untuk variabel dependen Kualitas Laporan Keuangan, sedangkan KLK4 memiliki indikator faktor pemuatan tertinggi kedua . Indikator paling signifikan dalam variabel kualitas laporan keuangan ditunjukkan oleh kedua indikator ini. Budaya organisasi merupakan variabel independen dengan indikasi faktor pemuatan terbesar (BO. , sebesar 0,966, diikuti oleh BO2 . Indikator paling signifikan dalam variabel budaya organisasi ditunjukkan oleh kedua indikator ini. Komitmen organisasi merupakan variabel independen dengan indikasi faktor pemuatan terbesar (KO. , sebesar 0,839, diikuti oleh KO3, sebesar 0,824. Tanda paling signifikan variabel keteguhan komitmen organisasi ditunjukkan oleh kedua metrik ini. Dengan indikator faktor pemuatan terbesar (PA. sebesar 0,924, variabel independen pengetahuan akuntansi diikuti oleh PA4 . Indikasi paling signifikan dalam variabel pengetahuan akuntansi ditunjukkan oleh kedua indikator ini. Transparansi dan akuntabilitas, variabel independen, memiliki indikator faktor pemuatan (TA. terbesar, yaitu 0,932, diikuti oleh TA4, yaitu 0,930. Indikasi paling signifikan dalam variabel transparansi dan akuntabilitas ditunjukkan oleh kedua indikator ini. Pengujian Discriminant Validitas Kualitas Laporan KODE Keuangan BO1 BO2 BO3 BO4 BO5 KO1 0. KO2 0. KO3 0. KO6 0. PA1 PA2 PA3 PA4 PA5 TA1 TA2 TA3 Budaya Organisasi Transparansi Komitmen Pengetahuan dan Organisasi Akuntansi Akuntanbilitas AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 TA4 TA5 KLK1 0. KLK2 0. KLK3 0. KLK4 0. KLK5 0. Sumber: Data yang diolah . Hasil uji discriminant validity antara Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi. Pengetahuan Akuntansi, dan Transparansi dan Akuntabilitas terhadap Kualitas Laporan Keuangan, yang dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan skor korelasi indikator dengan konstruknya lebih besar daripada skor korelasi indikator dengan konstruk lainnya . ross-loadin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa indikator tersebut memiliki korelasi yang erat dengan variabelnya dibandingkan dengan variabel lainnya dan tidak terdapat masalah dengan validitas diskriminan. Uji Reliabilitas Berdasarkan data pada tabel yang menunjukkan nilai CronbachAos Alpha, semua nilai sudah di atas > 0,7(Ghozali, 2. dan sudah memenuhi kriteria. Budaya Organisasi (X. dengan nilai 0,941. Komitmen Organisasi (X. dengan nilai 0,835. Pengetahuan Akuntansi (X. dengan nilai 0,926. Transparansi Dan Akuntabilitas (X. dengan nilai 0,926 dan Kualitas Laporan Keuangan (Y) 0,948. Dari hasil olah data dapat kita lihat bahwa nilai dari Composite Reliability pada variabel yang ada di penelitian ini telah melampaui nilai 0,07 sehingga dapat dikatakan bahwa data yang ada dalam penelitian ini telah memenuhi syarat reliabilitas. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Uji Pengukuran (Inner Mode. Uji R Square Koefisien determinasi, atau R Square (R. , mengukur seberapa baik suatu konstruk eksternal dapat menjelaskan konstruk endogen. Koefisien determinasi (R. memiliki rentang 0 hingga 1. Koefisien determinasi variabel Kualitas Laporan Keuangan Desa ditemukan sebesar 0,547, berdasarkan hasil uji R Square. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor eksogen, khususnya budaya organisasi, komitmen organisasi, pengetahuan akuntansi, serta transparansi dan akuntabilitas, berkontribusi sebesar 54,7% terhadap variabel dependen, atau kualitas laporan keuangan Desa, sementara faktor-faktor eksogen lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini berkontribusi sebesar 45,3%. Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Pertama (H. :Ay Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan KeuanganAy. Nilai p pada hipotesis 1 ialah 0,637, berdasarkan hasi luji hipotesis menggunakan nilai p di Tingkat signifikansi 5%, nilai p lebih besar dari 5% atau 0,05, yang berarti hipotesis alternatif (H. ditolak serta hipotesis awal diterima. karenaitu, bisa dikatakan bahwa kualitas laporan keuangan dalam penelitian ini tidak terlalu dipengaruhi oleh budaya organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi dan penerapan budaya organisasi oleh lingkungan aparatur desa termasuk nilai-nilai, kebiasaan kerja, konvensi, dan sikap profesional saat ini tidak cukup kuat atau belum mampu secara langsung meningkatkan kualitas laporan keuangan. Hal ini berbeda dengan penelitian yang di lakukan oleh penelitian (Darmasetiawan dkk. , 2. menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan karena budaya menentukan perilaku pelaporan yang etis dan Namun demikian, penelitian (Darmasetiawan dkk. , 2. juga mencatat bahwa pengaruh budaya hanya signifikan apabila terintegrasi dengan sistem informasi Artinya, budaya organisasi saja tidak cukup kuat tanpa dukungan sistem pelaporan yang baik. Hipotesis Kedua (H. : AuKomitmen Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan KeuanganAy Hasil dari uji hipotesis dengan menggunakan p value, didapati nilai p value pada hipotesis 2 adalah sebesar 0. 174, di mana dengan tingkat signifikan 5 % maka nilai p value ini lebih besar dari 5% atau 0,05 sehingga didapati hasil bahwa Hipotesis awal diterima dan Hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, dapat kesimpulan bahwa Komitmen Organisasi tidak berpengaruh secara signifikan berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Artinya, tingkat komitmen aparatur desa, yang mencerminkan kesungguhan mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap organisasi, belum cukup untuk memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Ananda (Aulawy & Utomo, 2. menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak selalu signifikan secara statistik, terutama bila tidak didukung oleh pengawasan dan motivasi kerja. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan perbedaan kontekstual antara desa satu dan lainnya. Namun, berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu, oleh (Padilah dkk. , 2. dan Okta (Veranika dkk. , . AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 menyimpulkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemerintah desa, termasuk dalam hal pelaporan keuangan juga membuktikan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan Hipotesis Ketiga H3 : AuPengetahuan Akuntansi Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan KeuanganAy Hasil dari uji hipotesis dengan menggunakan p value, didapati nilai p value pada hipotesis 3 adalah sebesar 0. 281, di mana dengan tingkat signifikan 5 % maka nilai p value ini lebih besar dari 5% atau 0,05 sehingga didapati hasil bahwa Hipotesis awal diterima dan Hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Akuntansi tidak Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Artinya, tingkat pengetahuan akuntansi yang dimiliki oleh aparatur desa belum cukup memadai untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan yang disusun. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Irenius (Alviano & Ayudiyati, 2. mengungkap bahwa pengetahuan akuntansi tidak selalu berpengaruh langsung, karena pengaruh tersebut dimediasi oleh Sistem Pengendalian Internal (SPI). Aparatur dengan pengetahuan yang baik tetap bisa gagal menghasilkan laporan berkualitas tanpa sistem pendukung. Namun berbeda dengan penelitian yang di lakukan oleh (Wardani & Norsain, 2. menyatakan bahwa pengetahuan akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah karena mampu mendorong ketepatan dan keterbacaan informasi keuangan. Hipotesis Ke-Empat (H. : AuTransparansi. Dan Akuntabilitas Berpengaruh Terhadap Kualitas Laporan KeuanganAy Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai P Value sebesar 0. Jika dibandingkan dengan tingkat signifikansi sebesar 5% . , maka nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel Transparansi dan Akuntabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat transparansi dalam pengelolaan keuangan desa serta semakin baik akuntabilitas dalam pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan, maka semakin baik pula kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Hasil ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik . ood governanc. , di mana transparansi dan akuntabilitas merupakan dua pilar utama dalam menjamin keterbukaan informasi, keandalan pelaporan, dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan. Penelitian ini didukung oleh (Faizzatus Solihah dkk. , 2. menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas secara simultan berpengaruh positif terhadap pengelolaan dan pelaporan keuangan desa dan Penelitian Febri . dalam penelitian (Ferlia dkk. juga memperkuat temuan bahwa akuntabilitas signifikan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan. Namun, menurut (Ferlia dkk. , 2. , transparansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Sementara (Alviano & Ayudiyati, 2. menekankan bahwa akuntabilitas hanya berpengaruh signifikan bila dimoderasi oleh SPI, sehingga tidak semua organisasi mendapatkan dampak langsung. PENUTUP Kesimpulan Dari keempat variabel independen yang diteliti, hanya transparansi dan akuntabilitas yang terbukti memiliki dampak signifikan terhadap mutu laporan keuangan desa, berdasarkan temuan analisis data menggunakan pendekatan Pemodelan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Persamaan Struktural Berbasis Kuadrat Terkecil Parsial (SEM-PLS). Di sisi lain, pengetahuan akuntansi, komitmen organisasi, dan budaya organisasi tidak memiliki dampak yang signifikan secara statistik. Hipotesis H1 (Budaya Organisasi Ie Kualitas Laporan Keuanga. : p-value = 0,637 Ie ditolak . idak signifika. Hipotesis H2 (Komitmen Organisasi Ie Kualitas Laporan Keuanga. : p-value = 0,174 Ie ditolak . idak signifika. Hipotesis H3 (Pengetahuan Akuntansi Ie Kualitas Laporan Keuanga. : p-value = 0,281 Ie ditolak . idak signifika. Hipotesis H4 (Transparansi dan Akuntabilitas Ie Kualitas Laporan Keuanga. : p-value = 0,000 Ie diterima . Lebih lanjut, model ini dapat menjelaskan 54,7% variasi variabel kualitas laporan keuangan, sementara faktor-faktor lain di luar model menjelaskan 45,3% sisanya, berdasarkan nilai koefisien determinasi (R-Squar. sebesar 0,547. Oleh karena itu, alih-alih hanya bergantung pada faktor teknis seperti pengetahuan akuntansi atau faktor internal organisasi seperti budaya dan komitmen, upaya peningkatan kualitas laporan keuangan desa akan lebih berhasil jika diperkuat melalui sistem transparansi publik dan akuntabilitas aparat desa. Saran Diperlukan peningkatan budaya organisasi yang mendukung transparansi dan akuntabilitas melalui pelatihan internal, sosialisasi nilai-nilai organisasi untuk terus meningkatkan kapasitas pengetahuan akuntansi melalui pelatihan teknis secara berkala agar mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pelaporan keuangan yang sesuai dengan SAP. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambahkan variabel lain dalam model penelitian, seperti sistem pengendalian internal, dukungan kepemimpinan, partisipasi masyarakat, sarana teknologi informasi, atau pengawasan internal dan Memperluas lokasi penelitian, agar hasil yang diperoleh lebih representatif dan dapat digeneralisasi, misalnya ke tingkat kabupaten atau lintas wilayah. DAFTAR PUSTAKA