Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Yuni Ameliana1. Meta Nurbaiti2. Sutrisari Sabrina Nainggolan3* Program Studi Keperawatan STIK Bina Husada. Jln. Syech Abdul Somad No. Kelurahan 22 Ilir. Palembang Program Studi Pendidikan Profesi Ners STIK Bina Husada. Jln. Syech Abdul Somad No. 28 Kelurahan 22 Ilir. Palembang *Email penulis: sutrisarisabrinanainggolan@gmail. Abstract One of the causes of maternal mortality during pregnancy is anemia. As of June 2023, the prevalence of anemia among pregnant women at Margomulyo Health Center was 3. Taking iron supplements is a form of action to overcome and prevent anemia during pregnancy. Iron supplements play a crucial role in improving hemoglobin levels. This study aims to determine the relationship between iron supplement consumption and the incidence of anemia in pregnant women. A quantitative study with a cross-sectional design was used. Respondents were determined using purposive sampling technique, specifically pregnant women in their second and third trimesters without complications, and the sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 80 respondents. The study was conducted in July 2023. Data were collected through interviews, checklists, and laboratory examinations using the Sahli Hb meter. The data sources were primary data from checklists and secondary data from records at Margomulyo Health Center. Muara Sugihan District. The instrument used was adopted from previous researchers and had been tested for reliability and validity. Data analysis was performed using the Chi-square test. The statistical test results showed a p-value of 0. 05, indicating a statistically significant relationship between iron supplement consumption and anemia incidence in pregnant women. Pregnant women who regularly took iron supplements were 0. 126 times less likely to suffer from anemia compared to those who did not. Nurses can analyze risk factors that influence anemia incidence in pregnant women who take iron supplements, such as nutritional status, dietary intake, and medical history. Keyword: iron supplementation consumption, anemia, pregnant women Abstrak Penyebab kematian ibu selama hamil diantaranya karena anemia. Kelaziman kurang darah atas ibu mengandung di Puskesmas Margomulyo hingga bulan Juni 2023 sebanyak 3,97%. Memakai suplemen penambah darah adalah bentuk tindakan dalam mengatasi dan menanggulangi kejadian kurang darah di masa kehamilan. Dalam memperbaiki kadar hemoglobin, suplemen zat besi memiliki peran penting. Riset ini memiliki tujuan yaitu diketahuinya hubungan antara konsumsi penambah darah dan terjadinya kurang darah pada ibu hamil. Riset kuantitatif dengan desain cross sectional digunakan oleh peneliti. Responden ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu ibu mengandung dengan umur kehamilan trimester kedua dan ketiga, tidak memiliki risiko komplikasi kehamilan, dan jumlah responden dihitung dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 80 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 33088/jkr. Available online: https://ojs. id/index. php/jkr 72 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 Data dikumpulkan dengan metode wawancara, lembar checklist, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan alat Hb Sahli pada ibu hamil. Sumber data dalam riset ini adalah data primer yang didapat dari lembar checklist dan data sekunder yang didapat dari catatan di wilayah Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan. Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah instrument yang disusun dan diadopsi dari peneliti lain yang telah diuji reliabilitas dan validitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil nilai p = 0,002 < 0,05 secara statistik hasil tersebut bermakna dan Ha dapat diterima, terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu hamil yang rutin minum tablet tambah darah cenderung menderita kurang darah 0,126 lebih besar daripada tidak meminumnya. Perawat dapat melakukan analisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah, seperti status gizi, konsumsi makanan, dan riwayat kesehatan. Kata kunci: konsumsi tablet tambah darah, anemia, ibu hamil _____________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Kondisi fisik perempuan selama kehamilan sangat penting untuk tumbuh kembang janin yang terbaik. Konsumsi zat gizi adalah penting untuk saat ini disebabkan tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan ibu tetapi juga kebutuhan janin yang tumbuh didalam kandungan. Anemia adalah salah satu tanda tidak terpenuhinya kebutuhan ibu selama kehamilan yang akan berdampak pada janin dalam kandungan (Farhan & Dhanny, 2. Keguguran, kematian janin dalam rahim, prematuritas, berat bayi rendah, cacat lahir pada bayi, serta kecenderungan untuk terinfeksi adalah dampak buruk anemia di masa kehamilan. Kurang darah bisa persalinan, antara lain masalah kontraksi, kekuatan mengejan, kala pertama yang berlangsung lama, retensio plasenta, dan atonia uterus (Manuaba, 2. Hemoglobin mengganggu metabolik serta fungsi sel Hal ini menyebabkan percepatan impuls saraf menjadi lebih rendah, yang mengganggu sistem reseptor dopamin. Anemia kehamilan terjadi apabila asupan zat besi rendah serta beberapa infeksi penyakit sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan serta perkembangan janin dalam kandungan (Basuki et al. , 2. Jika anemia terjadi selama masa kehamilan maka dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 didapatkan 27,7% ibu selama masa kehamilan menderita anemia. Kelompok umur 35-44 tahun adalah yang paling sering mengalami anemia, dengan 31,4% mengikuti kelompok umur 25-34 tahun (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Kematian ibu maternal bervariasi. Jumlah kematian ibu Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 sampai dengan 2022 mengalami fluktuatif dimana tahun 2018 menjadi 120 orang, tahun 2019 menjadi 105 orang, tahun 2020 menjadi 128, dan naik lagi menjadi 131 pada tahun 2021. Yuni Ameliana dkk. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Dara. 73 sebelum kembali turun menjadi 97 orang di tahun 2022. Penyebab kematian ibu tertinggi pada tahun 2022 adalah perdarahan sebanyak 35 orang . %) (Dinkes Sumsel, 2. Sangat penting menurunkan kejadian anemia selama kehamilan. Apabila kadar hemoglobin di bawah nilai normal, transportasi darah yang mengandung oksigen ke jaringan terganggu, dan terjadi penurunan sirkulasi darah ibu ke janin. Dampaknya janin mengalami hambatan dalam masa tumbuh kembang, sehingga janin memiliki taksiran berat badan rendah meningkat (Afnas & Arpen, 2. Upaya mengatasinya adalah dengan meminum pil berisi 60 mg ferum serta 400 mg asam pteroilmonoglutamat. Gejala seperti sakit lambung, mual, diare, kesulitan defekasi, dan tinja berwarna hitam dapat muncul setelah mengonsumsi obat penambah darah. Untuk mengurangi gejalanya maka minum tabletnya satu jam (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Wanita mengalami keperluan ferum yang menumpuk pada masa antenatal dan Agar terpenuhi keperluan zat besi pada fetus dan ibunya, maka perempuan harus mengonsumsi tablet zat besi saat melahirkan. Ini disebabkan kehilangan zat besi yang lebih besar dapat terjadi karena perdarahan saat melahirkan. Anemia yang tidak diobati sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Anemia selama kehamilan lebih kecil kemungkinannya jika ibu hamil mematuhi aturan penggunaan tablet besi. Sebaliknya, jika ibu hamil tidak mematuhi aturan ini, kemungkinan menjadi lebih besar (Putri et , 2. Penyerapan zat besi tidak hem sangat rendah dan bergantung pada berbagai makanan jenis apapun atau pilihan. pendorong dan penghambat, di sisi lain, tidak mempengaruhi pengisapan zat besi Penyebab utama yang membuat peresapan zat besi bukan heme adalah asam aksorbat dan daging, sedangkan alasan lain yang menghambat adalah adanya antacid kompleksing agen seperti fitat, oksalat, fosfat, postifin, serta berbagai variasi serat makan, garam kalsium fosfat, serta protein kedelai yang menyebabkan lambung menjadi basa (Millah, 2. Jika perempuan tidak mengonsumsi tablet besi selama kehamilannya dengan alasan efek sampingnya maka mereka dapat menderita anemia. Perempuan yang tidak meminum tablet besi selama kehamilan disebabkan ketidaktahuannya tentang tujuan dan manfaat minum tablet besi. Selain itu, karena responden tidak tahu mengonsumsi, serta masa mengonsumsi tablet besi selama kehamilan maka kecenderungan untuk menolak dan menganggap efek sampingnya . onstipasi dan mua. Namun, perempuan selama kehamilannya jarang atau tak pernah meminumnya maka menderita anemia (Nova & Irawati, 2. Kedisiplinan mengonsumsi tablet besi selama kehamilan dapat dilihat dari seberapa banyak ibu meminumnya dan hal ini pun dipengaruhi oleh ketidaktahuan. Ibu hamil bagaimanapun seringkali melanggar aturan bahkan mengabaikan petunjuk yang diberikan. Ibu hamil pemahaman mengenai anemia serta manfaat tablet besi yang dikonsumsi, 74 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 riwayat kehamilan sebelumnya dimana mereka tidak mengonsumsi tablet tambah darah, atau efek samping yang ditimbulkan (Jairani et al. , 2. dengan baik. Meminum suplemen menyebabkan anemia pada ibu hamil (Budi, 2. Sampai Juni 2023, ada 3,97% perempuan selama masa kehamilan menderita anemia di Puskesmas Margomulyo. Upaya pemeriksaan kadar Hb di awal kunjungan kehamilan minimal sekali setiap trimester serta pemberian tablet besi. Dengan upaya inilah terindentifikasi dan ditindak lanjuti Namun, tindakan ini tidak juga mengurangi jumlah kasus anemia dalam Temuan berikutnya disampaikan oleh Devi et al. bahwa kondisi kesehatan ibu hamil di trimester ketiga dipengaruhi secara signifikan oleh penggunaan tablet Dalam hemoglobin ibu hamil, suplemen zat besi memiliki peran penting. Oleh karena itu, guna melindungi kondisi fisik calon ibu dan calon bayi di dalam kandungan, asupan suplemen besi harus diperhatikan. Hasil riset dari Keswara & Wahyudi . menunjukkan setelah pil besi diberikan, kadar hemoglobin meningkat secara bermakna. Ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata sebelum pemberian tablet ferum, 694, yang meningkat menjadi 206 dengan p-value 0. Meskipun terdapat perbedaan perbedaan secara bermakna, data menunjukkan bahwa jumlah zat merah darah . calon ibu sebelum dan sesudah tablet besi tidak meningkat lebih dari satu gram. peningkatan kurang dari satu gram setelah diberi tablet besi. Kebiasaan dari penyerapan zat besi. Ibu hamil meminum pil penambah darah tidak menderita kurang darah 87,0% dibandingkan dengan yang mengonsumsi pil tambah darah kurang 56,3% di Puskesmas Gladagasari. Wanita hamil yang tidak menggunakan suplemen zat besi dengan baik memiliki kemungkinan 0,11 kali lebih tinggi mengalami kurang darah dibandingkan mengonsumsi pil besi Berbeda dengan yang ditemukan oleh Salulinggi et al. bahwa kepatuhan terhadap tablet tambah darah tidak ada hubungan dengan anemia. Jumlah yang tepat dari tablet tekanan darah yang diambil, cara yang tepat untuk mengambil tablet tambah darah, dan frekuensi yang diambil setiap hari adalah semua faktor yang menentukan seberapa baik seorang mengonsumsi suplemen penambah darah. Salah satu tindakan paling tepat guna mengantisipasi kurang darah adalah dengan mendapatkan suplemen besi. Anemia lebih cenderung terjadi pada ibu hamil yang tidak disiplin mengonsumsi tablet tambah darah. Hal yang sama pun diungkapkan oleh Nurbaety et al. , . bahwa di Puskesmas Karang Pule, tidak ada hubungan antara jumlah ibu hamil yang mengalami anemia dan tingkat kepatuhan mereka terhadap penggunaan tablet tambah darah. Ibu hamil mungkin mengalami anemia bahkan jika mereka meminum tablet tambah darah bersama Yuni Ameliana dkk. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Dara. 75 Dengan penjelasan di atas maka peneliti hendak mengetahui adakah hubungan konsumsi penambah darah dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan. METODE Rancangan riset dipakai deskriptif korelasi melalui desain cross sectional. Variabel independennya yaitu konsumsi tablet tambah darah sedangkan dependen adalah kejadian anemia. Riset dilakukan di bulan Juni 2023 di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan. Populasi riset yaitu seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan, berjumlah 397 ibu hamil dari bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2023. Rumus slovin digunakan untuk menentukan besar sampel, sehingga jumlah responden Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Penelitian ini memasukkan kriteria inklusi . bu hamil usia kehamilan trimester II dan trimester i, tidak memiliki risiko komplikasi komoroi. kriteria eksklusi . sia kehamilan trimester I, tidak bersedia periksa hemoglobi. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar checklist, dan pemeriksaan laboratorium dengan alat ukur Hb Sahli pada ibu hamil. Riset ini menggunakan dua jenis data: data primer dari lembar checklist dan data sekunder dari catatan di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data konsumsi suplemen besi dilakukan memakai angket. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan nilai r alpha adalah 0,85. Untuk hasil ukurnya adalah tidak patuh dan patuh. Sedangkan untuk menggunakan alat ukur Hb Sahli, dengan hasil ukurnya adalah anemia dan tidak Alat pengukur kadar hemoglobin terkalibrasi dengan benar dan sesuai dengan standar laboratorium. Peneliti melakukan persiapan dengan menentukan sumber data, yaitu ibu hamil Puskesmas Margomulyo. Setelah melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara, mengisi lembar checklist, dan melakukan pemeriksaan laboratorium pada responden yang telah Data yang dikumpulkan meliputi informasi tentang konsumsi tablet tambah darah, kadar hemoglobin, dan karakteristik Data telah dikumpulkan kemudian diperiksa untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan kemudian diolah dan dianalisis uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Paritas dan Jarak Kehamilan . = . Karakteristik Paritas Hamil pertama Hamil kedua atau lebih Jarak Kehamilan Berisiko Persentase (%) 76 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 Tidak Berisiko Total Tabel 1 menunjukkan temuan riset setengah dari responden memiliki paritas hamil pertama . %) dan berdasarkan tabel juga diketahui lebih dari setengah jarak kehamilan mendominasi responden yang dilibatkan dalam riset merupakan ibu yang tidak berisiko, yaitu sebanyak 50 orang . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil . = . Konsumsi Tablet Tambah Darah Persentase (%) Patuh Tidak Patuh Total Responden riset menunjukkan dalam penelitian ini sebagian besar meminum suplemen zat besi dengan kategori tidak patuh yaitu sebanyak 42 ibu hamil atau sebesar 52,5%. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil . = . Tabel 4. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan . = . Konsumsi Anemia Tablet Tidak Total Tambah N % n % Darah Patuh 3 7,9 35 92,1 38 Tidak Patuh 17 40,5 25 59,5 Total 20 25 60 75 Pvalue 0,126 0,002 Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan ditemukan adanya hubungan konsumsi tablet tambah darah dan kejadian anemia pada ibu hamil menghasilkan nilai p = 0,002 . value < ). Hasil hubungan membuktikan nilai Odds Ratio (OR) 0,126 yang memiliki arti bahwa ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi suplemen besi 0,126 mengalami kurang darah dibandingkan dengan yang mengonsumsi tablet tambah PEMBAHASAN Karakteristik Responden Kejadian Anemia Jumlah Persentase (%) Ya Anemia Tidak Anemia Total Responden riset menunjukkan kejadian anemia lebih dari setengah tidak anemia yaitu sebanyak 60 ibu hamil atau sebesar Temuan riset menggambarkan bahwa setengah dari responden mempunyai paritas hamil pertama . %). Riset dilaksankan oleh Sari, et al. kebutuhan nutrisi ibu hamil harus diperhatikan sebab ketika hamil nutrisi diperuntukkan bagi calon ibu dan calon bayi di dalam rahim, memberikan jarak kehamilan aman antara dua dan tiga kali jumlah kelahiran untuk mengurangi resiko. Hal yang sama juga disampaikan oleh Adawiyah & Wijayanti . bahwa anemia kehamilan dipengaruhi oleh paritas Yuni Ameliana dkk. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Dara. 77 Ini berhubungan pada keadaan fisiologis calon ibu serta pemenuhan Jika ibu telah menderita kurang darah selama mengandung sebelumnya, persediaan ferum di tubuhnya secara otomatis menurun, serta dia dapat memikat dan mengabsorpsi lebih besar cadangan ferum selama kehamilan. Dampaknya, anemia selama kehamilan akan berulang. Hasil penelitian berikutnya adalah lebih dari setengah responden memiliki jarak kehamilan tidak berisiko . ,5%). Penelitian yang dilakukan oleh Ismiati . menunjukkan bahwa mayoritas kehamilannya kurang dari dua tahun beresiko menderita kurang darah. Kondisi ini disebabkan oleh fakta yakni calon ibu kehamilannya terlalu dekat tidak pulih sepenuhnya dan belum memenuhi kebutuhan gizinya secara optimal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin yang Anemia dapat terjadi jika kehamilan terlalu dekat karena kondisi tubuh ibu hamil yang belum pulih sepenuhnya. Pada akhirnya, cadangan zat besi ibu hamil akan terkuras habis untuk memenuhi kebutuhan Lebih dari dua tahun kehamilan memberikan ibu kesempatan untuk pulih secara fisik dan emosional sebelum melahirkan anak berikutnya (Andriani et , 2. Selain itu, risiko anemia selama kehamilan dapat meningkat jika jarak kehamilan terlalu dekat. Ini terjadi karena keadaan organ genital masih lemah setelah bersalin sebelumnya, dimana butuh ferrum lebih besar serta gizi bagi kuantitas hemoglobin bersama pembentukan eritrosit pada calon bayi serta plasenta, yang menyebabkan kurang darah selama mengandung (Elvira et al. , 2. Hubungan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Berdasarkan temuan, didapatkan data bahwa sebagian besar ibu hamil patuh meminum pil tambah darah namun tidak . ,1%) menderita anemia . ,9%). Sedangkan lebih dari setengah ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi tidak menderita kekurangan darah . ,5%) jika dibandingkan dengan mengalami anemia . ,5%). Oleh sebab itu, ada keterkaitan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil, dengan nilai p 0,002. Ibu hamil yang tidak minum pil tambah darah mempunyai dampak 0,126 kali lebih tinggi untuk menanggung kejadian kurang darah dibandingkan dengan mereka minum suplemen penambah darah. Dianggap patuh untuk meminum tablet sekurang-kurangnya sembilan puluh tablet selama kehamilan dan dilarang mengonsumsi berbarengan seiring mengonsumsi air teh, susu, ataupun Kebanyakan calon ibu tak tahu tentang pentingnya mengonsumsi dengan benar mengikuti aturan dokter/bidan sehingga terhindar dari dampak tidak Kurangnya wawasan membuat mereka masa bodoh terhadap keselamatan ibu dan janin dan berbuat sesuatu yang mencelakakan janin dan dirinya akibat tak mematahui penggunaan tablet tersebut (Imaliyah et al. , 2. 78 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 Perempuan selama kehamilannya tiada meminum pil tambah darah mempunyai kemungkinan 11,4 kali lebih tinggi menderita anemia diumpamakan dengan mereka taat meminum pil tersebut. Sebagian besar responden mengonsumsi tablet besi hampir bersamaan dengan waktu makan atau tidak sama sekali, dan sebagian besar tidak mengonsumsi tablet besi pada awal kehamilan. Hal ini mungkin menjadi penyebab OR yang tinggi dalam penelitian ini. Sejak awal kehamilan, zat besi lebih mudah diabsorbsi ketika dikonsumsi dengan makanan yang mengandung vitamin C atau asam lainnya. Setelah melalui kerongkongan, zat besi yang dikonsumsi ibu masuk ke lambung, yang selanjutnya mengalami oksidasi menjadi larutan besi. Adanya asam lambung selama proses tersebut dapat mengurangi pH, menambah kelarutan dan pelesapan zat besi (Omasti et al. , 2. Sebagai perbandingan dengan zat besi hem, absorbsi zat besi non hem kecil serta sungguh-sungguh bergantung di berbagai variasi hidangan yang ada di daftar. Faktor mempengaruhi pelesapan zat besi non Komponen utama nan mendorong pengisapan zat besi non hem adalah daging dan asam aksorbat . itamin C), sedangkan komponen penghalang lainnya yaitu kondisi kebasaan di alat pencernaan sebab minimnya asam hidroklorat atau adanya antasid kompleksing agen seperti fitat, fosfat, tannin, postifin, dan berbagai variasi fiber di hidangan, garam kalsium fosfat, dan protein (Millah, 2. Dari 25 responden sebagian besar ibu mengalami kurang darah sejumlah 13 orang . %), responden tidak taat meminum pil tambah darah sejumlah 10 orang . %), sedangkan responden yang taat mengonsumsi pil tambah darah sebanyak 3 orang . %). Sebagian kecil responden yang tidak mengalami kurang darah berjumlah 12 orang . %), dan patuh meminum tablet tambah darah sejumlah 10 orang . %), dan yang tak patuh meminum pil tambah darah sejumlah 2 orang . %). Ini disebabkan oleh fakta bahwa responden belum sepenuhnya memahami dampak dari anemia pada masa kehamilan, serta tak mematuhi aturan mengonsumsi pil besi sebanyak satu tablet per hari akibatnya tubuh merasakan kekurangan ferrum serta menderita kurang darah (Ulfah et al. Perempuan yang mengandung namun tidak minum pil tambah darah sebab mereka tidak tahu atau tidak sering mengunjungi fasilitas antenatal, sehingga mereka tak memperoleh suplemen tablet besi apabila Penyebab mengakibatkan ketidakdisiplinan adalah perempuan tak menyangka pentingnya minum pil tersebut sebab mereka enggak mengeluh sinkope atau seperti dalam keadaan sehat. Sementara itu ibu juga mengatakan mereka cuma meminumnya apabila diingat untuk mengonsumsinya (Aprilliana et al. , 2. Kepatuhan terhadap penggunaan tablet besi sangat penting untuk ibu hamil karena proses sintesis eritrosit memerlukan zat Mereka tak mengikuti aturan penggunaan pil tersebut punya dampak 3,46 kali lebih tinggi menderita kekurangan darah daripada yang ikut aturan penggunaan. Sementara sel darah merah membantu proses metablolisme tubuh untuk menghasilkan energi, transportasi vitamin serta O2 sistemik. Yuni Ameliana dkk. Hubungan Antara Konsumsi Tablet Tambah Dara. 79 Defisiensi besi dalam darah ibu hamil akan berdampak pada pembentukan sel darah Karena kelainan eritrosit pada fisik, kurang darah, gejalanya adalah penurunan kadar Hb (Nurmasari & Sumarmi, 2. Karena pengalaman yang tidak nyaman dan ketidaktahuan tentang pentingnya meminum pil tambah darah pada saat hamil membuat mereka tak taat untuk meminumnya setiap hari. Mereka cuma mengonsumsi saat mereka mengalami pusing atau lemah tubuh, serta mereka harus stop mengonsumsinya apabila keluhannya dapat diselesaikan. Tingkat kedisiplinan dalam konsumsi tersebut masuk dalam kategori sedang. Sebanyak 86 orang . ima puluh tujuh perse. , 14 orang . ,75 perse. , mengalami efek samping sebanyak 28 orang . ,5 perse. , dan 43 orang . ,88 perse. merasa tidak nyaman (Nurbaety et al. , 2. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang, ibu hamil memerlukan jumlah darah yang lebih Tablet tambah darah mengandung zat besi yang meningkatkan kualitas darah dan mencegah anemia. Mereka juga perkembangan janin, meningkatkan energi, dan mengurangi kelelahan ibu hamil. Komplikasi preeklampsia dan prematur bisa diatasi melalui metode mengonsumsi sumplemen penambah darah. Penelitian ini memiliki keterbatasan dimana peneliti tidak dapat mengontrol semua variabel confounding yang mungkin berhubungan dengan meminum pil penambah darah dan kejadian kurang Implikasi ke keperawatan adalah perawat dapat memberikan pendidikan dan konseling kepada ibu hamil tentang cara mengonsumsi pil penambah darah yang tepat dan dampak yang mungkin dialami. Selain itu, perawat juga dapat memantau efek konsumsi pil penambah darah, termasuk peningkatan konsentrasi Hb dan penurunan gejala anemia. KESIMPULAN Ditemukan kaitan antara meminum suplemen tambah darah dan terjadinya kurang darah pada perempuan yang mengandung dimana nilai p adalah 0,002. Dengan kata lain, perempuan selama kehamilannya meminum pil tambah darah cenderung menderita anemia 0,126 lebih tinggi daripada mereka tak meminumnya. Untuk menghindari anemia, ibu hamil harus rutin mengonsumsi pil tersebut. Puskesmas Margomulyo Kecamatan Muara Sugihan, program kesehatan ibu pemberdayaan kader dengan mengajarkan pentingnya memberi mereka tablet tambah darah secara teratur, perlu dilakukan pemantauan rutin kadar hemoglobin dan gejala anemia pada ibu hamil. Perawat dapat melakukan analisis faktor risiko kekurangan darah pada ibu hamil yang meminum tablet penambah darah, seperti status gizi, konsumsi makanan, dan riwayat kesehatan. DAFTAR PUSTAKA