Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 2 No. 1 Januari, 2023 Studi Kasus Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir dengan Kasus Premature di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari Tahun 2022 1Fath Irtaniyah R, 2Emy Febrianti Kahar, 3Suhartati 1,2,3,Program Studi D3 Kebidanan. Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna. Kendari *Email Korespondensi: fathirtaniyahrahman@yahoo. Info Artikel Sejarah Artikel : Submitted: 12 Nov 2022 Accepted: 22 Nov 2022 Publish Online: Kata Kunci: Asuhan Bayi Keywords: Midwifery care. Newborns. Abstrak Latar belakang: Menurut data United Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) tahun 2017. AKB di Thailand hanya sekitar 6 kasus kematian dari setiap 1000 Malaysia 5:1000 bahkan Singapura hanya 2:1000. AKB di Indonesia pada tahun 2017 yaitu 24/1000 kelahiran hidup. Tujuan: Penelitian ini untuk melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kasus premature . Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan penatalaksanaan asuhan yang terdiri dari subjektif, objektif, assessment, plan, dan lembar implementasi serta evaluasi, dilaksanakan mulai tanggal 03-10 Juli tahun 2022 di ruang Perinatologi RSU Dewi Sartika Kota Kendari. Populasi penelitian adalah BBL dengan premature periode JanuariMaret yang berjumlah 27 bayi premature. sedangkan jumlah sampel sebanyak 1 bayi lahir dengan premature. Pengambilan sampel diambil dengan metode accidental sampling adalah. Hasil pengkajian: bayi lahir tanggal 03 Oktober 2022. KU: lemah. N: 124 x/menit. P: 60 x/menit. S: 36AC. BBL: 1. 965 gram. JK: Perempuan. Refleks hisap masih lemah. Hasil: Diagnosa aktual Bayi baru lahir spontan. LBK, langsung menangis, dengan masa gestasi 36 minggu 6 hari Sesuai Masa Kehamilan. Diagnosa potensial terjadi hipotermi/kekurangan nutrisi. Kolaborasi dengan dokter spesialis anak, hasil: merawat bayi dalam incubator dengan suhu 34AC dan pemberian terapi: injeksi Vitamin K 1 mg, hepatitis B. Cefotaxime 0,8 mg IV/12 jam. Gentamicine 0,2 mg/24 jam dan Omeprazole 0,5 mg IV/24 jam, pemberian salep mata, pemasangan infus dan pemasangan OGT (Oral Gastritik Tub. Tindakan yang dilakukan merencanakan observasi TTV bayi, menjaga kehangatan bayi , mengkaji refleks hisap bayi. Evaluasi KU: P: 44 x/menit. N: 130 x/menit. S: 36,5cA. Kesimpulan: Dalam penelitian ini tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktik lapangan. Asuhan yang diberika sudah sesuai dengan menajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney Abstract Background: According to data from the United Nations Children's Fund (UNICEF) in 2017. IMR in Thailand only about 6 cases of death out of every 1000 births. Malaysia 5:1000 even Singapore only 2:1000. The IMR in Indonesia in 2017 was 24/1000 live Objective: This study was to conduct midwifery care in newborns with premature Methods: This type of research is a descriptive study with a case study approach. Data collection techniques using interview, observation and care management methods consisting of subjective, objective, assessment, plan, and implementation and evaluation sheets, were carried out from 03-10 July 2022 in the Perinatology room of Dewi Sartika General Hospital. Kendari City. The population of the study was BBL with premature period from January to March, totaling 27 premature babies. while the number of samples was 1 baby born prematurely. Sampling was taken by accidental sampling method. The results of the assessment: the baby was born on October 3, 2022. KU: weak. N: 124 x/minute. F: 60 x/minute. S: 36AC. BBL: 1,965 grams. JK: Female. Suction reflex is still weak. Result: Actual diagnosis Spontaneous newborn. LBK, immediately started crying, with a gestation Fath Irtaniyah R. Emy Febriati K. Suhartati Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 2 No. 1 Januarir, 2023 period of 36 weeks 6 days according to gestational age. Potential diagnosis of hypothermia / Collaboration with pediatricians, results: treating babies in an incubator with a temperature of 34AC and providing therapy: injection of Vitamin K 1 mg, hepatitis B. Cefotaxime 0. 8 mg IV/12 hours. Gentamicine 0. 2 mg/24 hours and Omeprazole 0, 5 mg IV/24 hours, administration of eye ointment, infusion and installation of OGT (Oral Gastric Tub. The actions taken are planning the baby's TTV observation, keeping the baby warm, assessing the baby's sucking reflex. KU evaluation: weak. P: 44 x/min. 130 x/min. S: 36. Conclusion: In this study there is no gap between theory and field The care provided is in accordance with Varney's 7-step midwifery care management PENDAHULUAN Angka (AKB) merupakan salah satu indikator yang mencerminkan derajat kesehatan anak, serta cerminan dari status kesehatan suatu negara. Menurut WHO pada tahun 2018 sebanyak 7000 bayi baru lahir di dunia meninggal setiap harinya (WHO,2. AKB di Indonesia dibandingkan negara lain, khususnya tingkat ASEAN. Menurut data United Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) tahun 2017. AKB di Thailand hanya sekitar 6 kasus kematian dari setiap 1000 kelahiran. Malaysia 5:1000 bahkan Singapura hanya 2:1000 (UNICEF,2. AKB di Indonesia pada tahun 2017 yaitu 24 per 1000 kelahiran hidup (SDKI. Sebanyak tiga-perempat kematian neonatal terjadi pada minggu pertama kehidupan dan 40% terjadi dalam 24 jam Penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah premature, komplikasi terkait persalinan . sfiksia atau kesulitan bernafas saat lahi. , infeksi dan cacat lahir (WHO. Secara umum, tingginya angka kematian bayi sebagian besar disumbangkan oleh kejadian premature. Angka kejadian premature dan angka kematian premature di Indonesia masih tergolong tinggi. Indonesia termasuk dalam peringkat 10 besar dari 184 negara dengan angka kejadian premature yang tinggi, yaitu 15,5 kelahiran premature per 000 kelahiran hidup. Dilihat dari jumlah bayi yang lahir premature. Indonesia merupakan negara kelima dengan jumlah bayi premature terbanyak di dunia, yaitu 700 bayi (WHO,2. Persalinan premature merupakan masalah besar karena dengan berat janin 500 gram dan umur kurang dari 37 alat-alat . tak,jantung,paru,ginja. belum sempurna, sehingga mengalami kesulitan dalam adaptasi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik . ujiyatni,2. Bayi premature memiki risiko kematian yang Iebih tinggi, risiko penyakit, disabitas daIam haI motorik jangka panjang, kognitif, visuaI, pendengaran, sikap, emosi sosiaI, kesehatan, dan masaIah pertumbuhan jika dibandingkan dengan bayi normaI (Kartika ulfa alfiyah & dkk 2. Berdasarkan data survey dari dinas provinsi Sulawesi Tenggara jumlah kematian bayi premature pada tahun 2018 sebesar 90/100. 000 kelahiran hidup, tahun 2019 meningkat sebanyak 96/100. 000 kelahiran hidup dan pada tahun 2020 terjadi lonjakan kasus yang signifikan sebesar 121/100. kelahiran hidup (Profil Dines Kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2. Angka kematian bayi premature di Kota Kendari juga mengalami peningkatan di setiap tahunnya, di mana pada tahun 2018 Kota Kendari menyumbang kasus kematian bayi premature sebanyak 3/100. 000 kelahiran hidup, di tahun 2019 4/100. 000 kelahiran hidup dan pada tahun 2020 5/100. kelahiran hidup (Dinkes,2. Dari data awal yang diperoleh di RSU Dewi Sartika Kota Kendari tentang kasus kelahiran premature pada tahun 2018 583 kelahiran terdapat 84 kasus, pada tahun 2019 dari 1414 kelahiran terdapat 127 kasus, pada tahun 2020 terdapat kasus 52 dari 680, pada tahun 2021 terdapat 63 dari Fath Irtaniyah R. Emy Febriati K. Suhartati Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 2 No. 1 Januari, 2023 817 kelahiran dan pada tahun 2022 periode Januari-Maret didapatkan 27 kelahiran terdapat 5 kasus premature. Faktor utama penyebab kelahiran premature meningkat di RSU Dewi Sartika Kota Kendari yaitu faktor usia, yang dimana ibu berusia dibawah kurang dari dibawah 20 tahun. (Rekam Medik RSU Dewi Sartika,2. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis telah melakukan penelitian dengan judul AuAsuhan Kebidanaan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Kasus Premature Di RSU Dewi Sartika Tahun 2022Ay. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juli s/d 10 Juli 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang lahir premature periode Januari - Maret 2022 berjumlah 5 kasus di RSU Dewi Sartika Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi lahir dengan premature, dengan jumlah subyek studi kasus 1 orang bayi di RSU Dewi Sartika Kota kendari Tahun 2022. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan Instrumen yang penulis gunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah format askeb ibu bersalin dengan manajemen 7 langkah varney dan SOAP. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk mengevaluasi kradaan klien secara lengkap, yaitu : Riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan kebutuhannya, meninjau catatan terbaru atau catatan sebelumnya, meninjau data laboratorium dan membandingkannya dengan hasil studi (Varney,2. Untuk mendapatkan data subjektif dan objektif, penulis menggunakan pendekatan seperti observasi langsung, wawancara dengan ibu dan anggota keluarga. Fath Irtaniyah R. Emy Febriati K. Suhartati Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna pemeriksaan fisik, pemeriksaan, palpasi, auskultasi atau perkusi, konsultasi dengan tim medis, dan rekam medis. Dalam melakukan analisis data, penulis tidak menemui banyak kendala karena adanya kerjasama ibu, anggota keluarga, dan tim medis lainnya yang memfasilitasi pendataan Dari pengkajian hasil pemeriksaan adalah berat badan kurang dari 2500 gram, panjang badan kurang dari 50 cm, lingkar dada kurang dari 30 cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm, umur kehamilan kurang dari 37 minggu, kepala relatif lebih besar, kulit tipis dan tranparan, rambut lanugo lebih banyak, lemak kulit kurang, testis belum masuk kantong skrotum, otot hipotonik lemah. Berdasarkan hasil pengkajian yang Peneliti peroleh pada bayi Ny. AyDAy lahir dengan umur kehamilan 36 minggu 6 hari tidak sesuai dengan hari perkiraan lahir. BB 965 gram . PB 48 cm. LK 30 cm. LD 28 cm, rambut lanugo masih banyak, frontale mayor belum menutup dan sutura pada ubun Ae ubun belum menutup, tulang rawan dan daun telinga belum terbentuk sempurna, kuku panjang sudah melewati ujung jari, labia minora belum tertutup oleh labia mayora, kedua testis belum masuk dikantong skrotum , apgar skors 7/8, refleks morro lemah, refleks rooting lemah, refleks walking lemah, refleks grafis lemah, refleks tonik neck lemah. Diperoleh hasil pengkajian yang terdiri dari data subjektif seperti, bayi lahir dengan umur kehamilan 36 minggu 6 hariatidak sesuai haria perkiraan lahir . BB : PB : 46 cm. LK : 31 cm. LD : 29 cm, rambut lanugoamasi banyak, afontale mayorabelum menutup danasutura pada ubunubun belumamenutup, tulangarawan daun telingaabelum sempurna, akuku panjang sudahamelewati ujung jari, labiaaminora belum tertutup oleh aabia mayora, apgarascore 7/8, arefleks moroalemah, refleks rooting lemah, refleksawalking lemah, arefleks grafis lemah, refleksasuching lemah, refleksatonik neck lemah. Jika dibandingkan antara hasil yang ditemukan pada saat mengidentifikasi data dasar klien dengan teori, tidak ditemukan perbedaan yang berarti atau dengan kata Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol. 2 No. 1 Januarir, 2023 laian terjadi kecocokan dan kesamaan hasil dimana sebagian besar pada ibu bersalin mengalami Inersia Uteri sekunder Identifikasi Diagnosa Masalah Aktual Melakukanaidentifikasi masalahaactual yang dialami klien merupakan langkah kedua yangadilakukan oleh seorangabidan guna merumuskanamasalah spesifik yang dialami oleh klien tentunya hal ini harus ditopang olehadata yang telah dikumpulkanapada identifikasiadata dasar yang kemudian masalah spesifikaklien Berdasarkan hasil pengkajian bayi baru lahir spontan, letak belakang kepala (LBK), langsung menangis, dengan masa gestasi 36 minggu 6 hari SMK atau prematuree murni, umur 0 jam, keadaan umum : lemah. Berdasarkan hasil yang didapatkan dirumuskan diagnosa /masalah aktualnya adalah bayi NyAyDAy umur 2ajam dengan prematureeadengan masalahasuhu tubuhabayi rendah danarefleks hisapamasih lemah, kebutuhanayang diberikanayaitu menjaga refleksahisap bayi. Berdasarkanapembahasan diatas, tidakaditemukan kesenjanganaantara teori danakasus. Identifikasi diagnosa masalah potensial Pada teori yang diperoleh bahwa pada langkah ini mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa masalah aktual yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila kemungkinan dilakukan pencegahan sambil mengamati ibu. Bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi (Arinta. Pada kasus bayi NyAyDAy tidak ada data yang mendukung terjadinya masalah Pada langkah ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus Tindakan Segera / Kolaborasi Berdasarkan penanganan atau tindakan yang harus dilakukan pada kasus bayi Ny. AyDAy yaitu ISSN 2829-5536 kolaborasi dengan dokter spesialis anak untuk mengatasi terjadinya hipotermi dan pemberian terapi seperti injeksi Vitamin K 1 mg dan hepatitis B, pemberian salep mata serta pemenuhan nutrisi. Pada kasus Bayi NyAyDAy yaitu kolaborasiadengan dokteraspesialis anak untukapemberian terapiainjeksi vitaminaK 1 mg danaperawatan bayiadidalam inkubatora. Berdasarkanapenjelasanadiatas, pada langkahaini tidakaada kesenjanganaantara teoriadan kasusa. Rencana Asuhan Pada langkahaini, direncanakanasuhan yangamenyeluruh yangaditentukan oleh langkah-langkahasebelumnya. Langkahaini merupakanakelanjutan manajemenaterhadap diidentifikasiaatau diantisipasi. Padaalangkah ini, ainformasi/dataayang tidakvlengkap dapatadilengkapi (Winkjosastro. Tindakan yangaakan dilakukanapada bayiaNyAyDAy observasiaKU dan tandaAetandaavital setiap 2 jam, jagaakehangatan tubuhabayi dengan caraamemberikan selimutapada bayiaserta merawatabayi dalamainkubator denganasuhu 34AC danamengganti pakaianabayi bilaabasah / kotor , latiharefleks hisap padaabayi, penuhi nutrisia bayi denganaASI 3-5 cc setiapa2 jam , rawatatali pusat denganakassa sterila2 kali sehari, observasiaBAB danaBAK, lakukan penimbanganaBB setiap hari sebelumamandi pagi, danaberi informasi padaaibu dan Berdasarkanapembahasan sebelumnyaadalam hal iniaperencanaan padaatinjauan kasusadan tinjauan pustakaatidak ada kesenjanganayang disesuaikanadengan kebutuhanabayi, kriteria serta tujuana yang akan dicapai. Implementasi Pada langkah keenam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke-V dilaksanakan secara efisisen dan aman. Perencanaan ini dapat dilakukan seluruhnya oleh bidan atau anggota tim kesehatan lainnya (Winkjosastro. Fath Irtaniyah R. Emy Febriati K. Suhartati Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 2 No. 1 Januari, 2023 Pada kebidananapadaaNyAyDAy. aPenulis memantau keadaanaumum bayi, menimbang beratabadan bayi, melakukanaperawatan tali pusat, melatiharefleks hisapabayi, melakukan kolaborasiadengan dokteraspesialis anak bayi didalamainkubator. Berdasarkan sebelumnya maka diperoleh tidakaada terjadia pada teoriadan kasus. Evaluasi Langkah terakhir dalam sebuah asuhan kebidanan adalah melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian proses yang telah dilakukan oleh seorang bidan. Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan asuhan kebidanan yang telah dilakukan selain itu juga untuk melihat masalah yang dihadapi selama melakukan proses asuhan kebidanan agar kemudian bias dirumuskan sebuah rekomendasi serta saran (Sujiyantini, 2. Evaluasiamerupakan langkahaakhir dari prosesamenajemenakebidanan. Hasil evaluasiadari bayiaNy. AyDAy, adirencanakan sesuaiadengan kebutuhanabayi danatujuan dariarencana yang ditentukanvtelahatercapai, yaitua berat badanabayi meningkata: Tanggal/Bulan/Tahun Berat Badan 27 Juli 2022 28 Juli 2022 29 Juli 2022 30 Juli 2022 31 Juli 2022 1 Juni 2022 2 Juni 2022 3 Juni 2022 965 gram 960 gram 900 gram 900 gram 890 gram 900 gram 900 gram 960 gram Sumber : Data Primer refleks hisap bayi kuat, nutrisi bayi terpenuhi, suhu bayi dalam batas normal, tali pusat terbungkus dan bersih, dan ibu mengerti dan paham tentang keadaan Pada langkah evaluasi ini Penulis Fath Irtaniyah R. Emy Febriati K. Suhartati Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. KESIMPULAN DAN SARAN Pada kasus evaluasi dilakukan pengkajian selama 7 hari didapatkan hasil KU : baik, tanda Ae tanda vital : S : 36,9AC . R : 44 x/menit. N : 148 x/menit, bayi sudah diberikan selimut serta dirawat dalam inkubator dengan suhu 32-34AC. BB bayi mengalami perubahan dari 1. 965 gram 960 gram : Tanggal/Bulan/Tahun Berat Badan 27 Juli 2022 28 Juli 2022 29 Juli 2022 30 Juli 2022 31 Juli 2022 1 Juni 2022 2 Juni 2022 3 Juni 2022 965 gram 960 gram 900 gram 900 gram 890 gram 900 gram 900 gram 960 gram Sumber : Data Primer Refleks hisap pada bayi kuat, bayi sudah minum ASI , taliapusat bersih, atidak adaaperdarahan danaterbungkus dengan kassaasteril, pakaianabayi bersih,tidakabasah, dan ibuamengerti danapaham tentang keadaanabayinya, memberikanapenyuluhan tentang caraamerawat bayi dirumahadengan caraameletakkan bayi dibawahalampu 10 watt denganajarak 60acm, danamelakukan metodeaKangaroo MotheraCare (KMC) denganacara memposisikanabayi agar berada bersentuhanalangsung denganaibunya. Diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan asuhan kebidanan khususnya pada Bayi baru Lahir dengan Premature. Bagi masyarakat, diharapkan kepada masyarakat terutama pada ibu hamil untuk lebih sering kehamilannya dan mengikuti penyuluhan untuk menghindari bayi lahir premature. DAFTAR PUSTAKA