Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 PEMANFAATAN BAKTERI HALOTOLERAN UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI PADI TERHADAP CEKAMAN SALINITAS: REVIEW Utilization of Halotolerant Bacteria to Increase Rice Tolerance to Salinity Stress: A Review Dora Silvia Dewi. * Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia. Medan, 20214. Sumatera Utara. Indonesia Corresponding author: dorasilvia151@gmail. ABSTRAK Salinitas merupakan salah satu masalah global utama yang mengancam keberlanjutan pertanian, dengan lebih dari 20% lahan irigasi dunia terdampak dan diprediksi meningkat akibat perubahan iklim, intrusi air laut, serta praktik pengelolaan lahan yang kurang tepat. Secara regional, dampak salinisasi sangat terasa di wilayah pesisir Asia, termasuk Indonesia, di mana padi sebagai komoditas pangan utama mengalami penurunan produktivitas yang signifikan. Berbagai pendekatan konvensional seperti perbaikan irigasi, pencucian garam, dan penggunaan varietas toleran masih memiliki keterbatasan biaya dan efektivitas jangka panjang. Oleh karena itu, solusi alternatif yang ramah lingkungan semakin mendesak untuk dikaji dan diimplementasikan. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pemanfaatan bakteri halotoleran sebagai bio-inokulan. Artikel ini merupakan kajian literatur sistematis terhadap 67 publikasi ilmiah internasional . 6Ae2. yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan Scopus (Q1AeQ. , menggunakan kata kunci bioinoculant. salinity-stress. Hasil telaah menunjukkan bahwa bakteri halotoleran seperti Bacillus. Pseudomonas, dan Halomonas dapat meningkatkan ketersediaan hara, merangsang produksi fitohormon, mengaktifkan enzim antioksidan, memperbaiki struktur tanah, serta menurunkan akumulasi ion toksik NaA dan ClA. Temuan ini menegaskan urgensi pemanfaatan bakteri halotoleran sebagai strategi bioteknologi yang berkelanjutan untuk meningkatkan toleransi padi terhadap cekaman Implikasinya, penggunaan bio-inokulan halotoleran tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional di daerah pesisir tetapi juga berkontribusi pada pencapaian agenda pertanian berkelanjutan secara global. Kata kunci. Bioinokulan, halotoleran, padi, salinitas ABSTRACT Salinity is one of the major global problems threatening agricultural sustainability, with over 20% of the world's irrigated land affected and predicted to increase due to climate change, seawater intrusion, and inappropriate land management practices. Regionally, the impact of salinization is strongly felt in coastal areas of Asia, including Indonesia, where rice, a major food crop, is experiencing a significant decline in productivity. Various conventional approaches, such as irrigation improvement, salt leaching, and the use of tolerant varieties, still have limitations in terms of cost and long-term effectiveness. Therefore, environmentally friendly alternative solutions are becoming increasingly urgent to study and implement. One promising approach is the utilization of halotolerant bacteria as bio-inoculants. This article is a systematic literature review of 67 international scientific publications . 6Ae2. obtained from the Google Scholar and Scopus databases (Q1AeQ. , using the keywords bioinoculant, halotolerant bacteria, rice, and salinity stress. The study results indicate that halotolerant bacteria such as Bacillus. Pseudomonas, and Halomonas can increase nutrient availability, stimulate phytohormone production, activate antioxidant enzymes, improve soil structure, and reduce the accumulation of toxic ions NaA and ClA. This finding confirms the urgency of utilizing Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 halotolerant bacteria as a sustainable biotechnology strategy to improve rice tolerance to salinity The implication is that the use of halotolerant bio-inoculants not only supports national food security in coastal areas but also contributes to achieving the global sustainable agriculture agenda. Keywords: Bioinoculant, halotolerant, rice, salinity. Salinitas juga berdampak negatif pada efisiensi fotosintesis yang menyebabkan klorosis, pengeritingan daun, dan penutupan stomata (Coca et al. , 2. Efek-efek ini pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil dan kualitas gabah (Nasrudin et al. , 2022. Coca et , 2. Masalah ini menjadi tantangan serius dalam upaya mencapai ketahanan pangan, khususnya di daerah dengan keterbatasan lahan subur. Berbagai dikembangkan untuk mengatasi masalah salinitas di bidang pertanian. Ini termasuk teknik agronomi seperti konservasi tanah dan air, mulsa, dan sistem irigasi dan drainase yang lebih baik (Ondrasek et al. , 2. Intervensi kimia melibatkan penerapan amandemen organik dan mineral (Ondrasek et al. , 2. Pemuliaan varietas padi toleran garam telah diupayakan, dengan beberapa genotipe menunjukkan peningkatan toleransi pada tahap pembibitan (Safitri et al. , 2. Pendekatan genomik dan pemuliaan molekuler sedang pengembangan kultivar yang toleran (Ismail & Horie, 2. Metode biologis seperti membudidayakan spesies yang tahan garam, inokulasi bakteri, dan promosi mikoriza telah (Ondrasek et al. , 2. Salah satu strategi alternatif yang kian menarik perhatian adalah pendekatan biologis melalui pemanfaatan mikroba halotoleran. Bakteri pemacu pertumbuhan tanaman terkait (HT-PGPB) hubungan simbiosis dengan tanaman inang, mendorong toleransi salinitas dan mendorong pertumbuhan (Teo et al. , 2. PGPR halofilik ini telah menunjukkan harapan sebagai bio-inokulan untuk tanaman nonhalofit dalam kondisi salin (Etesami & Beattie. Halobacteria pemacu pertumbuhan (PGPH) ketahanan terhadap stresor biotik dan abiotik, (Masmoudi et al. , 2. Plant Growth Promoting Microorganisms (PGPM) PENDAHULUAN Salinisasi lingkungan kritis yang mempengaruhi produktivitas pertanian secara global, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah yang rentan terhadap intrusi air laut. Hal ini berdampak pada 7% wilayah daratan dan 33% lahan irigasi di seluruh dunia, dengan proyeksi peningkatan karena perubahan iklim (Chele et , 2. Perubahan iklim memperburuk salinisasi tanah, terutama di wilayah pesisir, yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap pertanian dan ketahanan pangan (Oelviani et al. , 2024. Shokri et al. , 2. Indonesia, naiknya permukaan air laut dan praktik irigasi yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan peningkatan salinitas tanah, mengurangi hasil panen dan memaksa penelantaran lahan (Gopalakrishnan et al. Oelviani et al. , 2. Selama periode 20 tahun di Semenanjung Jaffna, salinitas air tanah meningkat 1,6 kali lipat, yang mengakibatkan 43% lahan sawah ditinggalkan secara permanen (Gopalakrishnan et al. Stres salinitas berdampak negatif pada hasil, dan keseluruhan (Coca et al. , 2. Stres salinitas berdampak parah pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan mengganggu homeostasis ion, meningkatkan tekanan osmotik, dan mengurangi ketersediaan air dan nutrisi (Balasubramaniam et al. , 2023. Shahid et al. , 2. Hal ini menyebabkan kerusakan sel, pembentukan spesies oksigen reaktif, dan gangguan fotosintesis (Hanin et al. , 2016. Shahid et al. , 2. Stres salinitas berdampak parah pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi (Oryza sativa L. ), menyebabkan gangguan fisiologis dan biokimia. Stres ini menghambat pertumbuhan akar, mengurangi jumlah dan ukuran daun, serta menurunkan biomassa tanaman secara keseluruhan (Coca et al. , 2023. Taratima et al. , 2. Salinitas menginduksi stres oksidatif, meningkatkan kebocoran elektrolit dan kandungan malondialdehid, serta mengubah anatomi daun (Taratima et al. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman abiotik, terutama salinitas. Mikroba ini, termasuk endofit dan bakteri rizosfer, menggunakan berbagai mekanisme untuk mendukung pertumbuhan tanaman dalam kondisi stres (Acharya et al. , 2024. Lata et al. PGPM meningkatkan penyerapan hara, menghasilkan fitohormon seperti auksin dan giberelin, dan mengurangi kadar etilen akibat stres (Acharya et al. , 2024. Egamberdieva et , 2. Mereka juga meningkatkan produksi osmoprotektan dan antioksidan, mengurangi kerusakan akibat garam (Acharya et al. , 2. Selain itu. PGPM mengaktifkan gen yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ion, yang penting untuk kelangsungan hidup tanaman di lingkungan salin (Acharya et al. , 2. Mikroorganisme ini mampu hidup dan berfungsi dalam lingkungan bergaram tinggi serta memiliki potensi mendukung pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme, seperti pelarutan hara, produksi fitohormon, dan penurunan stres abiotik. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran bakteri halotoleran dalam meningkatkan toleransi tanaman padi terhadap cekaman salinitas berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Tinjauan ini diharapkan dapat memberikan wawasan ilmiah sebagai dasar pemanfaatan bakteri halotoleran dalam pengelolaan lahan salin secara Kriteria inklusi dalam pemilihan artikel meliputi: . Artikel yang terbit dalam kurun waktu 2016 hingga 2025, i. Fokus pada penggunaan mikroba halotoleran, terutama plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR), . Mengkaji efeknya terhadap tanaman padi atau sistem pertanian di lahan salin. Sebanyak 67 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria tersebut dianalisis secara kualitatif. Literatur yang dipilih mencakup studi in vitro, in vivo, maupun uji lapangan yang relevan. Proses analisis dilakukan dengan mengelompokkan mekanisme kerja, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan toleransi padi terhadap stres HASIL DAN PEMBAHASAN Mikroba halotoleran pada tanah salin Mikroba kelompok mikroorganisme yang mampu bertahan dan tetap menjalankan fungsi biologisnya dalam kondisi salin sedang sampai Mikroba ini ditemukan di berbagai habitat seperti danau salin, sedimen, dan tanah (Patankar. Mikroorganisme memiliki kemampuan adaptif terhadap kadar garam tinggi tanpa kehilangan viabilitas dan Mikroorganisme halofilik memiliki gen spesifik untuk regulasi osmolit, antiporter Na /H , dan ATPase pengangkut H /Na untuk mengatasi stres garam (Yang et al. , 2. Mikroorganisme ini, khususnya bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPB), dapat meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres garam (Shilev, 2. Keberadaan mikroba halotoleran dalam tanah salin menjadi sangat penting karena kemampuannya dalam membantu pelarutan unsur hara, produksi zat pengatur tumbuh, serta detoksifikasi ion-ion garam yang bersifat toksik bagi tanaman. Keberadaan bakteri halotoleran pada tanah salin serta manfaat bakteri ini terhadap lingkungan dapat dilihat pada Tabel 1. BAHAN DAN METODE Artikel ini disusun berdasarkan kajian literatur yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan dengan topik pemanfaatan bakteri halotoleran dalam meningkatkan toleransi tanaman padi terhadap cekaman Penelusuran literatur dilakukan melalui database ilmiah seperti Scopus dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi: halotolerant bacteria, salinity stress, rice, dan salinity. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Tabel 1. Manfaat bakteri halotoleran pada tanah salin Penulis & Tahun Fokus Penelitian Spesies/Kelompok Bakteri Mekanisme Utama Manfaat Bakteri Halotoleran (Sunita et al. Metabolit sekunder dari HT-PGPR Bacillus. Pseudomonas. Arthrobacter Produksi EPS. VOCs. Mengurangi stres salinitas, ion & kesehatan (Etesami & Beattie, 2. Eksplorasi PGPR dari halofit PGPR halotoleran dari rizosfer halofit Solubilisasi P. Meningkatkan ACC deaminase, toleransi tanaman nonsistemik (Pallavi et al. Isolasi PGPR dari Bacillus, hutan bakau Pseudomonas. Sundarban Kocuria Solubilisasi Zn & P, produksi IAA, siderofor. Peningkatan kacang polong Macrophomina (Remonsellez et al. , 2. Adaptasi Exiguobacterium terhadap salinitas Exiguobacterium SH31 Biofilm, . lnA, gbsA), ekspresi gen Tahan hingga 50 g/L NaCl, potensi aplikasi di lingkungan (Khumairah et , 2. Efek H-PGPR terhadap padi di tanah salin Pseudomonas stutzeri. Klebsiella Produksi IAA, tinggi dan berat Meningkatkan fiksasi nitrogen dan toleransi garam pada padi (Ahmed et al. Metagenomik mikroba tanah Proteobacteria. Firmicutes. Actinobacteria Gen osmotoleran Potensi (GSDH, STK_Pknb. BCAA_ABCt. transgenik toleran garam (Guevara-Luna et al. GuevaraLuna et al. Keanekaragaman mikroba di zona Bacillus. Halomonas. Staphylococcus. Produksi EPS. IAA, siderofor. PHB Potensi industri biofertilizer di lingkungan salin ekosistem (Shokri et al. , 2024. Tedeschi et al. Faktor alam . klim, litologi, topograf. dan aktivitas manusia . ertanian irigas. berkontribusi terhadap masalah ini (Stavi et Salinisasi tanah memengaruhi sekitar 6,5% tanah subur dan marginal di dunia, mengancam ketahanan pangan dan fungsi Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 , 2. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk mengurangi dampak negatif salinitas terhadap tanaman, salah satunya adalah pemanfaatan bakteri halotoleran yang pertumbuhan tanaman atau disebut Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Review terhadap tujuh jurnal internasional mengungkapkan bahwa bakteri halotoleran memiliki peran penting dalam adaptasi tanaman terhadap stres salinitas melalui berbagai mekanisme biokimia dan fisiologis. Beberapa spesies yang sering dilaporkan Bacillus. Pseudomonas. Exiguobacterium. Halomonas, dan Klebsiella, menghasilkan metabolit sekunder seperti eksopolisakarida (EPS), volatile organic compounds (VOC. , indole acetic acid (IAA), siderofor, serta enzim dan protein adaptif Metabolit ini berfungsi sebagai pelindung sel mikroba maupun sel tanaman terhadap tekanan osmotik akibat salinitas, serta memperkuat sistem pertahanan tanaman peningkatan keseimbangan ion, pembentukan biofilm, dan sintesis ACC deaminase untuk menekan etilen stres. Penelitian Sunita et al. dan Etesami & Beattie . menekankan pentingnya metabolit sekunder dari HT-PGPR dalam mengatasi stres salinitas, baik secara langsung pada fisiologi tanaman maupun melalui modifikasi rizosfer. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Khumairah et . menunjukkan aplikasi praktis PGPR seperti Pseudomonas stutzeri dan Klebsiella meningkatkan tinggi tanaman, berat kering, serta efisiensi fiksasi nitrogen pada padi di lahan salin. Hal ini menegaskan potensi nyata penggunaan bioinokulan berbasis PGPR dalam sistem pertanian berkelanjutan. Di sisi lain, pendekatan eksploratif yang dilakukan oleh Ahmed et al. dengan metagenomik memperlihatkan bahwa gen-gen osmotoleran seperti GSDH. STK_Pknb, dan BCAA_ABCtp dapat diidentifikasi dan dikembangkan sebagai alat molekuler untuk ketahanan terhadap garam. Pendekatan ini memperkuat dasar ilmiah untuk pemanfaatan teknik rekayasa genetika atau seleksi mikroba lokal yang sesuai dengan ekosistem tertentu. Selain manfaat agronomis, bakteri halotoleran juga menawarkan nilai tambah dari sisi bioteknologi industri. Seperti dilaporkan oleh Guevara-Luna et al. , beberapa isolat dari kawasan geotermal AuLos NegritosAy mampu memproduksi biopolimer seperti EPS dan PHB . yang penting untuk produksi bioplastik ramah lingkungan. Ini membuka peluang pemanfaatan bakteri halotoleran tidak hanya untuk sektor pertanian, tetapi juga industri bioekonomi berbasis Secara keseluruhan, hasil review literatur ini menegaskan bahwa bakteri halotoleran tidak hanya berfungsi sebagai agen peredam stres salinitas, tetapi juga sebagai sumber metabolit fungsional dengan potensi luas dalam pertanian dan industri. Integrasi antara eksplorasi isolat lokal, aplikasi lapangan, dan pendekatan molekuler akan menjadi strategi masa depan dalam pengelolaan tanah salin dan peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan. Peranan meningkatkan toleransi padi terhadap cekaman salinitas Cekaman salinitas merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam budidaya padi, terutama di wilayah pesisir dan lahan irigasi yang terdegradasi. Stres ini berdampak buruk pada produksi padi, yang menyebabkan berkurangnya pertumbuhan, hasil, dan luas (Dewi Gopalakrishnan et al. , 2020. Irwandhi et al. Salinitas tanah berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman, produktivitas, dan efisiensi penyerapan hara, terutama pada (Alkharabsheh et al. , 2. Pendekatan biologis menjadi alternatif yang menjanjikan dalam mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pemanfaatan bakteri halotoleran. Bakteri mikroorganisme yang mampu bertahan hidup dengan atau tanpa garam, berbeda dari bakteri halofilik yang membutuhkan kadar garam tinggi untuk hidup (Nazhifan et al. , 2. Mikroorganisme ini ditemukan di berbagai lingkungan salin seperti tambak garam, danau hipersalin, dan ekosistem mangrove (Nazhifan et al. , 2023. Ruginescu et al. , 2020. Sumardi et , 2. Bakteri halotoleran menunjukkan Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 potensi biotekologi yang signifikan, terutama dalam produksi enzim hidrolitik seperti protease, lipase, dan amilase yang toleran garam (Ruginescu et al. , 2020. Sumardi et al. , 2. Spesies bakteri halotoleran diisolasi dari berbagai habitat, termasuk danau salin (Remonsellez et al. , ekosistem mangrove (Sumardi et al. , dan tanah salin (Khumairah et al. Bakteri ini bermanfaat meningkatkan penyerapan nutrisi, menjaga homeostasis ionik, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air pada tanaman (Evelin et al. , 2019. Ilangumaran & Smith, 2. Integrasi bakteri halotoleran ke dalam sistem pertanian padi dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman salin yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Peranan Bakteri Halotoleran untuk Meningkatkan Toleransi Padi terhadap Cekaman Salinitas Penulis dan Tahun Spesies Bakteri Halotoleran Tanaman Uji / Lingkungan Mekanisme Toleransi Salinitas (Remonsellez et al. , 2. Exiguobacterium sp. SH31 Sedimen Salar de Huasco (Chil. Produksi biofilm, motilitas berkurang, ekspresi gen osmoregulasi . glnA, opuBA, gbsA) Bertahan pada salinitas tinggi . g/L NaC. , lingkungan ekstrim (V. Patel et , 2. Exiguobacterium profundum PHM11 Tidak spesifik . ji in vitr. Akumulasi L-prolin, produksi IAA, ekspresi gen karotenoid dan adaptasi metabolik Toleransi hingga 1500 mM NaCl, produksi biomassa dan senyawa (Shilev, 2. Beragam PGPB Berbagai . omat, kapas. Produksi hormon tumbuh, solubilisasi hara, dan pelepasan senyawa sinyal Peningkatan pertumbuhan dan toleransi fisiologis terhadap salinitas (Aizaz et al. GREB3. GRRB3, SPSB2 Gandum Produksi IAA, fosfatase, dan antioksidan dan ekspresi gen WDREB2 Peningkatan panjang akar dan tunas . ingga 24%) pada 300 mM NaCl (Etesami & Beattie, 2. PGPR dari halofit Beragam tanaman nonhalofit Akumulasi osmolit solubilisasi hara, pengurangan ROS Menunjukkan efektivitas dalam toleransi garam tanaman budidaya (Ramasamy & Mahawar. Beragam bakteri Tanaman pangan umum Produksi fitohormon, pengaturan osmotik, dan peningkatan aktivitas antioksidan PGPR halotoleran pertanian di lahan Hasil Utama Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 (Sharma et al. Klebsiella. Pseudomonas. Agrobacterium. Ochrobactrum Kacang tanah (Arachis Produksi IAA, fiksasi N. ACC deaminase, dan aktivitas antiROS Peningkatan kandungan N, dan toleransi garam . ingga 8% NaC. (N. Aini et al. Bacillus sp. Bacillus Streptomyces sp. Jagung . i lahan salin Lamonga. Meningkatkan klorofil, berat kering, dan serapan unsur hara (N dan N. Peningkatan hasil %) dan toleransi terhadap tanah salin (Khumairah et , 2. Pseudomonas stutzeri. Klebsiella Padi Produksi IAA, nitrogenase, dan peningkatan panjang akar-tunas Meningkatkan pertumbuhan padi di bawah stres salinitas . ji 150 mM NaC. Bakteri mekanisme unik untuk mengurangi dampak salinitas tanah melalui proses biologis, kimia, dan fisik yang mengurangi dampak ion garam beracun pada tanah dan tanaman. Mekanisme kuncinya adalah produksi eksopolisakarida (EPS), yang membentuk biofilm pelindung (Bhagat et al. , 2021. Morcillo & Manzanera. Bakteri penghasil EPS meningkatkan toleransi garam dengan mengikat ion natrium dalam tanah, mencegah penyerapannya oleh tanaman dan meningkatkan penyerapan nutrisi (Bhagat et al. , 2021. Hidri et al. , 2. Senyawa lengket ini meningkatkan agregasi tanah, permeabilitas air, dan kesuburan sambil tanaman di bawah tekanan (Bhagat et al. Rhizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman halotoleran menghasilkan berbagai EPS, osmoprotektan, dan senyawa organik volatil yang memperbaiki stres salinitas (Kumar et al. Sunita et al. , 2. Studi menunjukkan bahwa gugus fungsi EPS dapat mengkelat ion Na , sehingga mengurangi paparan tanaman terhadap garam beracun (Shultana et al. Bakteri ini secara signifikan fotosintesis, dan hasil tanaman dalam kondisi salin (Saberi Riseh et al. , 2021. Shultana et al. 2020, 2. Penelitian Aizaz et al. menunjukkan bahwa inokulasi bakteri halotoleran dapat meningkatkan panjang tunas hingga 24% dan panjang akar secara signifikan dalam kondisi stres salinitas. Beberapa strain Exiguobacterium Pseudomonas stutzeri. Klebsiella pneumoniae, dan Bacillus spp. telah terbukti mampu beradaptasi pada kondisi salinitas tinggi dan secara aktif membantu tanaman bertahan dalam kondisi tersebut. Konsorsium mikroba yang mengandung spesies Bacillus. Delftia. Enterobacter. Achromobacter meningkatkan parameter pertumbuhan tomat lebih dari 100% dalam kondisi salinitas (Kapadia et al. , 2. Bakteri ini berfungsi dengan meningkatkan homeostasis ion, menghasilkan osmoprotektan dan antioksidan (Nawaz et al. , 2020. Yasmin et al. , 2. Penelitian Remonsellez et al. dan V. Patel et al. menunjukkan bahwa Exiguobacterium mampu merespons tekanan osmotik melalui produksi senyawa kompatibel seperti prolin, serta regulasi gen terkait biofilm, motilitas, dan metabolisme Biofilm yang dihasilkan juga berperan dalam meningkatkan kelangsungan hidup bakteri di lingkungan ekstrem, sekaligus memperkuat hubungan simbiosis dengan akar Bakteri halotoleran juga terbukti meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman melalui produksi fitohormon seperti IAA . ndole-3-acetic aci. , serta pelarutan fosfat dan produksi siderofor (Aizaz et al. , 2023. Khumairah et al. , 2. Keberadaan bakteri ini memberikan pengaruh pada peningkatan panjang akar dan tunas, berat kering tanaman, dan serapan hara yang lebih baik. Temuan ini menguatkan bahwa aktivitas metabolik bakteri mampu memperbaiki serapan unsur hara yang biasanya terganggu oleh salinitas. Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Selain bakteri halotoleran juga memperkuat sistem pertahanan tanaman terhadap stres oksidatif. Sharma et al. dan Ramasamy & Mahawar . menjelaskan keberadaan enzim antioksidan dan senyawa penetral ROS (Reactive oxygen specie. yang dipicu oleh bakteri halotoleran dapat mencegah kerusakan sel tanaman akibat tekanan salin. Dari segi aplikatif, hasil penelitian N. Aini et al. pada lahan salin di Lamongan menunjukkan bahwa penggunaan isolat bakteri lokal . eperti Bacillus megaterium dan Streptomyces sp. tidak hanya meningkatkan hasil tanaman secara signifikan, tetapi juga memperbaiki serapan nutrien penting. Efektivitas ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan mikroba lokal sebagai bioinokulan dalam sistem pertanian lahan salin. Secara khusus, penelitian Khumairah et . menggunakan padi sebagai tanaman uji memberikan bukti langsung bahwa bakteri halotoleran dari jenis Pseudomonas dan Klebsiella mampu meningkatkan pertumbuhan padi di bawah cekaman salinitas tinggi, sekaligus memperbaiki fiksasi nitrogen yang biasanya terganggu akibat tekanan garam. Secara umum, semua studi di atas memperkuat bahwa pemanfaatan bakteri halotoleran sebagai agen hayati dapat menjadi pendekatan ekologis dan berkelanjutan dalam sistem pertanian di lahan salin. Penggunaan bakteri ini tidak hanya mendorong pertumbuhan tanaman secara langsung, tetapi juga memperbaiki kondisi tanah dan efisiensi et al. , 2. viabilitas mikroba selama penyimpanan, pengangkutan, dan aplikasi lapangan, yang berkontribusi pada kinerja biofertilizer yang tidak konsisten (Fadiji et al. , praktik pengelolaan hama dan variasi musiman (Wiyono et al. , 2. serta kondisi tanah, iklim, dan komunitas mikroba asli (Doni et al. , 2022. Naamala & Smith, 2. Tantangan lain muncul dari keterbatasan informasi mengenai mekanisme molekuler dan memodulasi toleransi tanaman terhadap Bakteri ini menggunakan berbagai mekanisme molekuler, termasuk sintesis osmoprotektan, eksopolisakarida, dan senyawa organik volatil untuk memperbaiki stres salinitas (Sunita et al. , 2. Gen-gen kunci yang terlibat meliputi gen untuk sintesis IAA . %), siderofor . %), osmoprotektan . %), dan homeostasis ion . %) (ZamanzadehNasrabadi et al. , 2. Namun, masih terdapat kesenjangan pengetahuan yang signifikan mengenai mekanisme molekuler yang mendasari interaksi tumbuhan-bakteri dalam kondisi stres garam (Giannelli et al. , 2023. Miller & Nielsen, 2. , sehingga diperlukan pendekatan omik tingkat lanjut untuk memahami sepenuhnya proses pensinyalan interkingdom yang kompleks ini (Ullah et al. Meskipun demikian, peluang penelitian masa depan sangat terbuka lebar. Pendekatan multi-omik . enomik, mengungkap mekanisme adaptasi bakteri menginduksi toleransi salinitas pada padi secara lebih komprehensif (Balasubramaniam et al. , 2023. Sunita et al. , 2. Selain itu, integrasi teknologi bioteknologi dan rekayasa mikroba dapat diarahkan untuk menghasilkan konsorsium mikroba yang lebih efektif dan spesifik terhadap kondisi lahan tertentu. Uji lapangan dalam berbagai agroekosistem juga penting untuk memastikan aplikasi yang luas dan berkelanjutan. Di masa depan, pengembangan pupuk hayati berbasis bakteri halotoleran yang terstandar dan ramah lingkungan menjadi arah strategis dalam pertanian berkelanjutan. Tantangan dan peluang penelitian masa Pemanfaatan menunjukkan potensi besar yaitu mampu menurunkan menurunkan EC tanah dari 6,22 menjadi 5,07 dSAmAA (Khalifa et al. , 2. dan meningkatkan toleransi padi terhadap cekaman salinitas (Aini et al. , 2022. Simarmata et al. , namun implementasi teknologi ini di Salah satu kendala utama adalah pertumbuhan tanaman sangat bervariasi tergantung pada strain bakteri, kondisi pertumbuhan, dan faktor lingkungan (Ouyabe Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 302- 316 Author. Dora Silvia Dewi online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 hingga lebih dari 100% pada tanah salin Untuk Exiguobacterium sp. dapat bertahan hingga 1500 mM NaCl, menjadikannya kandidat potensial untuk bioinokulan di lahan sangat Dengan demikian penerapan bakteri halotoleran baik secara tunggal maupun dalam bentuk konsorsium, serta bila perlu dikombinasikan dengan amelioran tanah, memberikan peluang nyata untuk menurunkan salinitas tanah, memperbaiki kesuburan, dan meningkatkan produktivitas tanaman pada lahan pesisir. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Bakteri halotoleran memiliki peran penting dalam menekan dampak negatif salinitas terhadap tanah dan tanaman. Mekanisme utamanya meliputi produksi eksopolisakarida (EPS) yang mengikat ion NaA, biosorpsi dan presipitasi ion garam, produksi asam organik yang menukar ion NaA dengan Ca/MgAA, serta sintesis osmolit kompatibel yang melindungi sel dari cekaman Selain itu, bakteri ini juga bertindak sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dengan menghasilkan hormon pertumbuhan dan enzim ACC deaminase, sehingga meningkatkan pertumbuhan akar, serapan hara, dan ketahanan tanaman terhadap cekaman salin. Berbagai penelitian menunjukkan efektivitas nyata secara kuantitatif. Misalnya. Bacillus cereus mampu menurunkan EC tanah hingga A19% dan bila dikombinasi dengan Ltriptofan mencapai A32%. Konsorsium Azospirillum lipoferum dan Bacillus circulans dengan fosfogypsum mampu menurunkan EC 18Ae22% Pseudomonas Klebsiella pertumbuhan padi pada kondisi 150 mM NaCl, sedangkan Bacillus sp. dan Streptomyces sp. lokal Indonesia meningkatkan hasil jagung Saran Diperlukan penelitian lanjutan secara in vivo untuk menguji efektivitas bakteri halotoleran pada berbagai kondisi lahan salin. Isolasi dan formulasi konsorsium bakteri lokal perlu dikembangkan menjadi biofertilizer yang aplikatif dan ramah lingkungan seperti Pseudomonas dan Klebsiella untuk padi pesisir. Bacillus lokal untuk salin sedang, serta Bacillus konsorsium dengan amelioran Ca untuk salin berat. Integrasi bioteknologi ini sangat disarankan guna meningkatkan produktivitas padi secara optimal dalam praktik pertanian berkelanjutan di wilayah Promoting Halotolerant Bacteria Isolated from Weeds Rhizosphere Grown in Saline Soil. AGRIVITA Journal of Agricultural Science. https://doi. org/10. 17503/agrivita. DAFTAR PUSTAKA