Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Halaman jurnal di https://journal. id/skenoo Menggagas Kepemimpinan Model AuRecovilAy Hambatan Menjalankan Praktik Gereja Sehat Terhadap Hengki Irawan Setia Budia. Samuel Siraitb a Sekolah Tinggi Teologi Pelita Hati Denpasar b Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia. Surabaya email: hengkirawan71@gmail. com, samuel. sirait@sttia. INFO ARTIKEL Sejarah artikel: Dikirim 08 Nopember 2024 Direvisi 23 Juni 2025 Diterima 07 Oktober 2025 Terbit 18 Desember 2025 Kata kunci: Kepemimpinan Gereja Sehat Konflik Recovil Integritas Keywords: Leadership Healthy Church Conflict Recovil Integrity ABSTRAK Dalam menjalankan kepemimpinan Kristen memiliki makna penting dalam mencapai sebuah kondisi Gereja yang sehat. Kendatipun dihadapkan banyak tantangan tersendiri, tidak jarang Gereja mengalami kegagalan paling utama adalah konflik berkepanjangan sampai terjadi perpecahan, kejatuhan dalam integritas menjadikan ini menjadi isu yang pelik. Penelitian ini bertujuan menawarkan model RECOVIL sebagai model yang bisa diadaptasi dan sebagai bahan renungan kepemimpinan, dengan harapan pemimpin dengan sadar mengetahui celah kelemahan dan perbaikannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Adapun hasil temuan adalah kepemimpinan Kristen akan mampu merefleksikan diri melalui metode RECOVIL (Regeneration-EvangelismConflict-One Man Show-Vision-Integrity-Leadershi. serta mampu mengantisipasi hal-hal negatif yang kelak menghambat pertumbuhan gereja yang sehat. ABSTRACT Christian leadership plays an important role in achieving a healthy Despite facing many challenges, it is not uncommon for churches to experience failure, most notably prolonged conflict leading to division and a loss of integrity, making this a complex issue. This research proposes the RECOVIL model as an adaptable framework for leadership reflection, with the hope that leaders will consciously identify weaknesses and promptly address them. The researcher employed a qualitative method with a literature review approach. The findings indicate that Christian leadership can reflect on itself through the RECOVIL (Regeneration-Evangelism-Conflict-One Man Show-VisionIntegrity-Leadershi. method and anticipate negative factors that may hinder the healthy growth of the church. PENDAHULUAN Berbicara kepemimpinan merupakan topik yang sangat menarik untuk dibahas di setiap organisasi tidak lepas dalam konteks organisasi keagamaan yakni Gereja Tuhan. Secara umum kepemimpinan diartikan bagaimana seorang pemimpin memberikan pengaruh Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 127 kepada pengikutnya untuk menuju tujuan. 1 Kepemimpinan yang efektif mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan organisasi yang sehat serta mampu menuju tujuan yang sudah ditentukan, serta mampu menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi. Penelitian menunjukkan pemimpin yang mampu memotivasi dan menginspirasi pengikut cenderung memiliki tingkat keberhasilan mencapai tujuan. Kepemimpinan Kristen juga tidak lepas dari tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam upaya membangun sebuah organisasi gereja. Kepemimpinan yang ada di dalamnya tidak saja hanya fokus pada aspek liturgi, aspek kegiatan gereja berupa pelayanan, namun juga menyentuh sisi pembangunan Gereja yang sehat dan relevan sesuai dengan kemajuan Ada Gereja yang terus berupaya memenuhi kebutuhan ini, dalam menghadapi mempersiapkan regenerasi, otoritas kepemimpinan yang cenderung kekuatan personal bukan kerja tim, organisasi yang lemah dalam mewujudkan visi, jatuhnya pemimpin dalam integritas, berdampak buruk pada pertumbuhan Gereja. Salah satunya penelitian oleh Smith & Jones yang dikutip oleh Huliselan menyatakan bahwa konflik internal yang tidak ada solusi dapat menyebabkan perpecahan, akibatnya menghambat pertumbuhan Gereja, sehingga sangat mengurangi minat jemaat untuk hadir. Gereja yang sehat menjadi idaman bagi jemaat yang rindu bertumbuh dalam iman dan percaya akan Kristus. Gereja yang sehat tidak hanya berbicara bagaimana rutinitas tentang pelaksanaan tata ibadah dan menjalankan program-program saja, namun bagaimana Gereja mampu bertahan dalam menghadapi perubahan yang terjadi, serta tantangan-tantangan internal maupun eksternal sehingga Gereja berani tampil sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat sebagai ejawantah garam dan terang dunia. Namun kenyataan ini berbanding terbalik dengan harapan tersebut, malah kenyataannya berkecimpung dengan konflik, mengalami stagnasi, akibatnya sulit untuk dikatakan bertumbuh secara sehat. Isu-isu kepemimpinan sering dijadikan faktor utama dalam permasalahan ini, kepemimpinan yang berjalan tidak efektif dapat menyebabkan konflik tiada henti, bermuara pada pecahnya komunitas Gereja dan sebagai akibatnya pada pelayanan misi terhambat. Dalam surat 1 Korintus 12:27, arti kata Gereja mengacu pada tubuh Kristus, artinya setiap bagian tubuh memiliki fungsi dan peran masing-masing guna pembangunan tubuh Kristus yang utuh. Saling melengkapi satu sama lain, saling mendukung satu dengan yang lain, dan saling merasa membutuhkan. Konsep ini bertujuan mulai sebagai pembangunan tubuh Kristus yang terhubung satu sama lain dalam ikatan kebenaran Firman Tuhan dalam menjalankan misi Ilahi. Oswald Sandres. Kepemimpinan Rohani, 12th ed. (Bandung: Kalam Hidup, 2. 2Stephen P. Timothy A. Judge Robbins. Perilaku Organisasi Buku 1, ed. Dono Sunardi, 12th ed. (Jakarta: Salemba Empat, 2. 3Markus Janes Huliselan. AuPemekaran Jemaat: Sebuah Analisis Teologi-Sosial Di Jemaat GPM Passo,Ay ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 3, no. : 155Ae175. 128 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Gereja sebagai eklesia dalam bahasa Yunani yang berarti Auyang dipanggil keluarAy. Yesus memanggil umatNya untuk menjadi pengikut-Nya,4 sebagai pelaksana amanat agung Yesus sebelum terangkat ke surga tertuang di Injil Matius 28:18-20 yaitu Gereja memiliki tugas untuk pergi memberitakan kabar baik, membaptis, memberikan ajaran sebagai murid sehingga setiap orang mengaku bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Selain berperan di internal sebagai pembangunan kedewasaan rohani umat, keberadaan Gereja juga sangat penting dalam lingkungan sosial yaitu bertanggungjawab secara sosial membangun kesejahteraan sosial melalui pelayanan sosial yang diselenggarakan. Sebagai sebuah organisasi di dalamnya juga terdapat fungsi kepemimpinan yang Kepemimpinan Gereja berperan untuk menggerakkan lembaga menuju tujuan yang adaa yang tertuang dalam visi gereja, baik jangka pendek sampai jangka panjang. dalam organisasi, terbentuk struktur organisasi yang bertujuan tongkat komando pengambil keputusan dan pembagian kerja sesuai dengan kapasitas masing-masing. 6 Struktur organisasi dalam gereja yang biasanya terdiri dari pimpinan majelis, pimpinan rohani, bidang-bidang yang diperlukan dalam organisasi. Harapannya ketika gereja bergerak sesuai dengan fungsi dan tanggungjawabnya, selain berguna pembangunan tubuh Kristus secara internal yaitu umat Kristen. Gereja juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Namun nyatanya, harapan tersebut masih diperjuangkan untuk menjadi lembaga yang sehat yaitu memiliki pertumbuhan yang baik dari segi kualitas dan kuantitas. Gereja memiliki begitu beberapa persoalan yang harus dibenahi dari berbagai sisi. Persoalan yang terjadi membuat Gereja mengalami stagnasi dan bahkan kemunduran, perpecahan akibat konflik, ketidakpuasan jemaat terhadap kualitas pelayanan, dan beberapa hal penting lainnya yang membuat lembaga tersebut tidak sehat dalam artian tidak bertumbuh sesuai visi Ilahi. Permasalahan-permasalahan yang berhasil dihimpun peneliti dari pengamatan perjalanan seminar kepemimpinan Haggai International sejak tahun 2011 2024, dapat dikemas beberapa isu-isu permasalahan kepemimpinan yang perlu diwaspadai dan diantisipasi antara lain: tentang regenerasi yang tidak disiapkan atau tidak berjalan dengan baik, mengenai peran gereja menjalankan Amanat Agung yang sering kali dipakai istilah evangelism, konflik yang tiada henti baik secara vertikal dan horizontal mengakibatkan umat mengalami kekacauan, pemimpin rohani yang mengambil alih semua peran dalam institusi dan sulit untuk memberikan delegasi kepada umat yang sering kali disebut dengan istilah Aoone man showAo, gereja yang tidak memiliki visi yang jelas atau gereja memiliki visi tetapi tidak menghidupi visi tersebut menjadi kenyataan, tentang kejatuhan pemimpin rohani dalam hal integritas, dan yang terakhir isu tentang minimnya pemimpin Kristen yang tidak 4Willy Wandy Tulaka Krismayani NaAorana. Joice Monica Gallaran. Pikrana. AuKonsep Paulus Tentang Gereja,Ay In Theos. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 3, no. : 29Ae36. 5Yustus Leonard Buan and Huwae Wiesye Elena. AuPeran Gereja Dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat : Respons Terhadap Disrupsi Sosial Masyarakat Kristen,Ay Yada Ae Jurnal Teologi Biblika & Reformasi 1, no. September . : 1Ae18. 6Sentot Imam Wahjono. AuStruktur Organisasi,Ay UM Surabaya . Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 129 mempelajari kepemimpinan secara baik. Semua isu-isu tersebut dirangkum menjadi singkatan RECOVIL. Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan dalam konteks kepemimpinan gereja, masih terdapat kekurangan dalam analisis secara menyeluruh mengenai isu-isu kepemimpinan seperti: regeneration, conflict, one man show, vision, integriry, dan leadership. Manansang dan Sumampaw sebagai salah satu contoh penelitian yang berfokus pada karakter dan visoner penggembalaan gereja yang sangat memerlukan visi yang kuat untuk menghasilkan gereja yang sehat. 7 Sedangkan pada penelitian Lase. Selviawati dan Sirait khusus menyoroti isu integritas dan degradasi moral semakin merongrong kepemimpinan Kristen. 8 Penelitian kali ini akan mampu mengisi jawaban gap tersebut dengan memberikan wawasan yang baru dan menjadi rekomendasi bagi pemangku kepemimpinan di gereja untuk mengenal dan menemukan solusi. Keunikan yang diberikan peneliti terletak pada model RECOVIL yang mengintegrasikan dengan isu-isu kepemimpinan yang relevan dalam konteks gereja secara lengkap. Model ini tidak hanya memberikan kerangka analisis yang komprehensif, tetapi juga menawarkan solusi praktis atas terhadap sebuah Gereja yang sehat dan bertumbuh. Tujuan penelitian ini menawarkan model RECOVIL sebagai refleksi mendalam pada gereja sehingga mampu beradaptasi terhadap isu-isu yang sering terjadi di depan mata, sehingga gereja bertumbuh dengan sehat. METODE Peneliti melakukan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Peneliti membandingkan isu-isu yang ada dalam sebuah Gereja dan memberikan analisis dari beberapa sumber yang terkait. Peneliti juga mengumpulkan topik-topik krusial yang sering kali terjadi di banyak gereja, kemudian melakukan mapping masalah yang paling menonjol dan diakhiri dengan perbandingan melalui referensi teori mengenai Gereja yang sehat dan Setelah itu peneliti melakukan kajian literatur untuk menganalisis isu-isu kepemimpinan yang dapat memengaruhi kesehatan gereja yang diorganisir dalam model AuRECOVILAy. Kajian literatur ini mengumpulkan, analisis, dan memberikan rangkuman dari peneliti terdahulu yang relevan sesuai dengan topik. Literatur yang dipergunakan mencakup buku, artikel jurnal, dan sumber-sumber akademik lainnya. Setelah melakukan pengumpulan literatur yang relevan, peneliti kembali melakukan analisis dengan melakukan identifikasi pola-pola yang dihubungkan dengan isu-isu kepemimpinan yang diangkat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti akan mengkaji dengan serius serta mendalam mengenai model RECOVIL yang diusulkan sebagai kerangka analisis dipergunakan untuk memahami isu-isu 7 R Manansang and J Sumampouw. AuHubungan Karakter Kepemimpinan Dan Kepemimpinan Visioner Gembala Dengan Pertumbuhan Gereja,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan A . 8 Hikman Sirait Bina Mardiati Lase1. Selviawati. AuIntegritas Dan Moralitas Dalam Kepemimpinan Kristen: Upaya Gereja Membangun Spiritualitas Kepemimpinan Kristen,Ay Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani. Ephigtaphe 9, no. 130 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. kepemimpinan Kristen yang memengaruhi kualitas pertumbuhan Gereja sebagai organisasi. Model ini terdiri dari tujuh elemen pokok: Regeneration. Evangelism. Conflict. One man show. Vision. Integrity, dan Leadership. Setiap elemen saling berkoneksi satu sama lain dan memberikan kontribusi terhadap dinamika internal gereja sebagai organisasi, yang pada akhirnya akan memengaruhi kualitas pertumbuhan Gereja dan tentunya memengaruhi kualitas komunitas jemaat. Dengan mempertimbangkan masing-masing model yang kemudian bisa dijadikan acuan dalam memutuskan tindakan, penting melakukan eksplorasi mengenai bagaimana masing-masing isu ini dapat diidentifikasi, dianalisis, dan diatasi menjadi sebuah road map menemukan solusi dan adaptasinya. Regeneration (Regeneras. Kepemimpinan berbicara jabatan dan fungsi pemimpin dalam menjalankan proses memimpin pengikut menuju tujuan yang disepakati bersama-sama. Kepemimpinan dalam epistemologi berbicara tentang jabatan seseorang, dan hal ini bersifat sementara waktu, ada masa periode. Jabatan tidak ada yang kekal, suatu saat akan berakhir disebabkan oleh jenjang usia secara maksimal, jenjang jabatan atau usia manusia di kehidupan ini. Pertanyaannya, ketika masa jabatan berakhir, siapakah yang meneruskan? Apakah ada yang meneruskan? Gereja akan terus berjalan sesuai dengan visi organisasi yang dibangun dan juga gereja yang menjalankan visi ilahi yang terus bergulir sampai kapan pun. Salah satu ciri Gereja yang sehat yang dimunculkan adalah mempersiapkan calon pemimpin selanjutnya, baik dalam struktur organisasi maupun dalam proses jabatan sebagai gembala sidang. Proses regenerasi dari Musa kepada Yosua sebagai salah satu tokoh Alkitab yang patut Tujuan utamanya adalah membawa bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian yang Allah siapkan. Ketika Musa masih hidup dan tahu bahwa dirinya sudah usia lanjut, sementara bangsa Israel belum di titik terakhir di tanah perjanjian, maka dipilihlah Yosua menggantikannya. Sampai pada masa tertentu, bangsa Israel benar-benar memasuki tanah perjanjian. Regenerasi bisa diartikan secara umum yaitu terjadinya proses dari pemimpin lama ke pemimpin baru atau dari pemimpin senior ke pemimpin yunior, tetap menuju tujuan organisasi yang lebih baik. 9 Analogi sepeda yang sampaikan oleh Irawan dalam buku Bicycle Leadership, ada bagian sepeda yaitu setang setir sepeda yang berfungsi membawa sepeda menuju tujuan, apabila pemimpin senior merasa tidak mampu kayuh sepeda lebih jauh atau lebih baik lagi, maka pemegang setir diserahkan kepada salah satu pengikut yang selama ini bersama-sama dengan dia. Salah satu fungsi regenerasi adalah membawa pengikut atau kelompok atau organisasi menuju visi yang di sepakati bersama, bisa dengan pemimpin awal yang merumuskannya 9Regita Rusli Wati. Suharna. Sri Devi Mandasari. Satriani. Sri Rahayu Ramadhani. AuAnalisis Perubahan Kepemimpinan Dalam Organisasi,Ay EdiumJurnal Manajemen Pendidikan Islam 1 . : 38Ae46. 10Hengki Irawan Setia Budi. Bicycle Leadership Analogi Sepeda Dalam Perspektif Kepemimpinan Google Books. Deepublish, 2020. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 131 atau dengan pemimpin baru yang disiapkannya. Fungsi yang lain adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan, harapannya pemimpin yang selanjutnya mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk mengarah hal yang lebih baik. Inovasi hingga cara-cara baru akan dimunculkan sehingga mampu meningkatkan potensi produktivitas 11 Apalagi dikaitkan dengan perubahan dunia yang begitu cepat akhir-akhir ini dikarenakan penggunaan teknologi dan kecepatannya di mana sering kali dirasakan pemimpin lama sulit untuk beradaptasi. Persiapan-persiapan yang wajib dilakukan antara lain: . mempersiapkan sumber daya manusia, . mendidik mereka, . memberikan tugas tanggung jawab, . mempercayakan, dan . 13 Seperti halnya Allah menempatkan dua rekan Musa yaitu Harun dan Yosua, mereka tentunya memiliki proses yang tidak mudah selama mengikuti Musa membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian, namun di saat tertentu Allah memilih Yosua untuk meneruskan perjalanan bangsa ini. Proses persiapan ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi calon pemimpin berikutnya namun tetap dalam mentoring pemimpin sebelumnya sampai benar-benar pemimpin baru mampu berdiri sendiri. Terjadinya proses transfer pengetahuan dan pengalaman, memberikan edukasi perihal visi organisasi yang harus diteruskan sampai Perubahan yang sering kali tidak bisa diikuti oleh pemimpin lama berakibat melambatnya kualitas produktivitas organisasi. Perubahan akan terus terjadi sampai perubahan benar-benar terjadi. Pemimpin yang mampu melihat masa depan, berani mengambil keputusan penting untuk mempersiapkan calon pemimpin berikutnya yang berasal dari circle yang selama ini dibentuk. Dengan demikian, pemimpin berikutnya melakukan adaptasi dengan perubahan-perubahan yang terbaik dengan tujuan organisasi terus berjalan semakin baik. Kenyataan yang sering kali terjadi, pemimpin terlambat atau enggan melakukan proses regenerasi ini disebabkan oleh berbagai hal seperti: . tidak ada sumber daya manusia yang sesuai harapan, . calon pemimpin tidak memiliki kualitas yang mumpuni, tentunya hal ini mirip dengan alasan tidak adanya proses pelatihan untuk pemimpin baru, . internal diri pemimpin yang belum siap digantikan, . merasa tidak perlu karena merasa masih bisa diatasi, dan . gap generasi yang begitu jauh. 15 Salah satu gap generasi yang berbeda 11Wati. Suharna. Sri Devi Mandasari. Satriani. Sri Rahayu Ramadhani. AuAnalisis Perubahan Kepemimpinan Dalam Organisasi. Ay 12Asih Subagyo. AuRekayasa Pemimpin Baru: Mengapa Regenerasi Penting Bagi Organisasi?,Ay Hidayatullah. Id. 13Michael Salomo Haluluy. AuMenerapkan Pola Regenerasi Kepemimpinan Musa Ke Yosua,Ay Jurnal Teologi Gracia Deo 3, no. : 24Ae41. 14Wati. Suharna. Sri Devi Mandasari. Satriani. Sri Rahayu Ramadhani. AuAnalisis Perubahan Kepemimpinan Dalam Organisasi. Ay 15Djone. Georges and Nicolas. AuAnalisis Perpecahan Kepemimpinan Antargenerasi Di Lingkungan Gereja,Ay Syntax Literate . Jurnal Ilmiah Indonesia 6, no. 5 (May 2. : 2140Ae2149. 132 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. berakibat pada kesulitan komunikasi yang ideal antar generasi. Pemimpin lama merasa mengetahui seluruh medan organisasi, sedangkan cara kerja dan pola pikir generasi muda memiliki pendekatan yang berbeda. Sebagai umat Tuhan yang mengaku Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, proses ini sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru, melainkan benar-benar disiapkan untuk menghasilkan yang terbaik. Berdoa meminta hikmat sehingga Allah, mempersiapkan tahapan penjaringan dan mencoba dengan memberikan tanggung jawab dalam skala kecil sebagai tes Sama halnya ketika Allah menghendaki Daud sebagai pengganti Raja Saul atau ketika Allah memilih Yosua adalah salah satu bukti keterlibatan Allah. Apa yang terjadi apabila proses regenerasi tidak disiapkan atau diabaikan sejak dari dini! Salah satu imbas yang paling besar adalah perpecahan. Ketidakpuasan pengikut kepada pemimpin yang tidak melakukan perubahan, berimbas mereka akan mencari pemimpin lain yang mampu memberikan jawaban akan kebutuhannya. 18 Maxwel sebagaimana dikutip oleh Haluluy, menandaskan bahwa regenerasi memiliki manfaat yang baik, hal ini juga akan memberikan dampak positif dari perkembangan teori kepemimpinan yaitu keberhasilan pemimpin adalah mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang lebih baik serta memiliki kemampuan memimpin yang lebih baik. 19 Tentunya pemimpin-pemimpin tersebut sudah berada dalam lingkaran pemimpin lama. Mereka sudah dipersiapkan, mereka sudah mengenal nilai-nilai organisasi yang dibangun pemimpin senior serta mampu menaikkan loyalitas pemimpin baru kepada organisasi. Mereka akan lebih semangat untuk melanjutkan visi organisasi yang sudah dibangun oleh pemimpin pendahulunya. Evangelism (Penginjila. Diartikan bahwa salah satu tugas Gereja beserta seluruh umat Tuhan wajib menjalankan amanat agung yang tertuang pada Injil Matius 28:18-20, yaitu disuruh pergi, melakukan baptisan, mengajar serta menjadi saksi bagi Kristus. Tugas dan tanggungjawab ini tidak boleh diabaikan oleh gereja beserta jemaatnya. Amanat agung ini menjadi penggerak organisasi menuju tujuan organisasi dan tujuan Ilahi untuk menjadi berkat bagi orang lain serta mampu menjadi garam dan terang. Namun pada kenyataannya, tugas utama ini tidak banyak dilakukan oleh umat. Gereja berfokus pada liturgi yaitu menyajikan ibadah rutin bagi umat dengan segala macam variasi yang mengikutinya, padahal masih ada beberapa fungsi penting gereja selain liturgi yaitu marturia, diakonia dan kerygma. Amanat agung ini sebagai bukti bahwa gereja yang 16Ibid. 17Faza Fakhriyan Wildan. AuPemimpin Yang Berhasil Adalah Pemimpin Yang Mampu Melahirkan Pemimpin Baru,Ay Kementrian Republik Indonesia. 18Georges and Nicolas. AuAnalisis Perpecahan Kepemimpinan Antargenerasi Di Lingkungan Gereja. Ay 19Haluluy. AuMenerapkan Pola Regenerasi Kepemimpinan Musa Ke Yosua. Ay 20Taly Dvir et al. AuImpact of Transformational Leadership on Follower Development and Performance: A Field Experiment,Ay Academy of Management Journal 45, no. : 735Ae744. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 133 menjalankannya menjadi sebuah Gereja yang bertumbuh, terjadinya penambahan jumlah jemaat, dan tentunya sebagai perwujudan visi Ilahi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah gereja tidak memiliki pertumbuhan yang sehat secara khusus ditinjau dari jumlah jemaat yang digembalakan. Meskipun banyak pemimpin di dalamnya mengklaim gerejanya mengedepankan kualitas mendalam kepada Yesus. Proses kualitas berbicara tentang pemuridan, dengan tujuan membawa semua umat menuju kedewasaan akan pengenalan Firman Tuhan dan mampu menjadi pelaku firman. Namun, hal ini bukan satu-satunya barometer disebut sebagai Gereja yang sehat dalam Gereja selain melakukan tugas ibadah, harus mampu menjadi implementasi dari amanat agung. Sekiranya setiap umat Tuhan dengan sadar dan mau bergerak bersama-sama, tidak dipungkiri akan menambah jumlah bilangan kehadiran umat Tuhan ke gereja. Sebab pada dasarnya setiap orang percaya memiliki tugas memberitakan injil Allah. 23 Mereka yang awalnya mengenal Tuhan lewat proses penyampaian kabar baik, tahap selanjutnya adalah proses pemuridan lewat peribadatan secara rutin di gereja. 24 Gembala yang baik tidak hanya berfokus pada jemaatnya saja, melainkan juga diberikan tugas tanggungjawab terhadap domba-domba lain supaya mereka juga digembalakan, hal ini seperti apa yang di sampaikan di Injil Yohanes 10:16 dengan topik gembala yang baik. Spurgeon sebagaimana dikutip oleh Haans dan Deak, menyebutkan bahwa penginjilan adalah kabar baik, demikian pula pernyataan Dever yang dikutip juga menyebutkan bahwa sebagai proses penginjilan sebagai perwujudan akan cinta kasih akan Allah yang telah menebus dosa umat berdosa, serta menjadi berkat bagi orang lain sehingga mereka tahu mengenai kebenaran dan memutuskan untuk hidup di jalan kebenaran. Salah satu alasan mengapa gereja sulit bergerak untuk melakukan penginjilan adalah terjadinya konflik internal yang berkepanjangan. Perbedaan kepentingan, sasaran, perbedaan nilai membuat sulit untuk melangkah. Gereja yang tidak mengutus untuk pergi, seperti yang diamanatkan di Injil Matius 28:18-20, artinya lembaga tersebut tidak memiliki kesadaran untuk mengutus dirinya sendiri dan memberikan motivasi kepada jemaat untuk 21BartholomeusDiazNainggolan JanesSinaga. JuitaLusianaSinambela. RudolfWeindraSagala. AuImplementasi Amanat Agung Dalam Penginjilan Dan Pemuridan Terhadap Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Matius 28:18-20,Ay TumouTouJurnalIlmiah 1 . : 57Ae68. 22Hengki Irawan Setia Budi. AuUrgensi Konstruksi Generasi Penerus Bagi Gereja,Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 59Ae77. 23 Edi Sugianto. AuKajian Eksegesis Terhadap Kata AoMemberitakanAo Dalam Surat 1 Petrus 2:9-10 Dan Implikasinya Bagi Kaum Muda & Remaja Gereja Pantekosta Tabernakel AoKristus AjaibAo SurabayaAy (Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia, 2. 24JanesSinaga. JuitaLusianaSinambela. RudolfWeindraSagala. AuImplementasi Amanat Agung Dalam Penginjilan Dan Pemuridan Terhadap Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Matius 28:18-20. Ay 25Albert Leonarts Jantje Haans and Victor Deak. AuPERAN GEREJA DALAM MENGGERAKKAN JEMAAT MENUNTASKAN PENYELENGGARAAN AMANAT AGUNG TUHAN YESUS,Ay Journal of Industrial Engineering & Management Research 3, no. 26Ibid. 134 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. menyampaikan kabar baik. Hal ini terbukti bahwa penambahan umat yang percaya akan Kristus sangat kecil, sedangkan jumlah sinode gereja semakin bertambah. Gereja berfokus pada pembangunan fisik internal sehingga lebih senang disebut gereja yang besar, namun jemaat berasal dari perpindahan organisasi yang lain. Gereja tidak menjadi jawaban bagi masyarakat sesuai dengan apa yang sering kali diungkapkan di mimbar untuk menjadi garam dan terang dunia. 27 Korelasinya menggabungkan ayat mengenai amanat agung ditambah dengan kewajiban menjadi garam dan terang dunia sekaligus mempraktikkan kasih Kristus menjadi berkat bagi orang lain agar mereka mendapat keseimbangan, hal ini merupakan bagian dari fungsi bersaksi bagi Kristus. Conflict (Konfli. Persoalan konflik terjadi di semua lini kehidupan dan tidak bisa dipisahkan. Bermula konflik manusia pertama Adam dan Hawa berkonflik dengan Allah karena mereka melanggar apa yang di titahkan Allah. Sumber ular sebagai iblis sering kali dijadikan kambing hitamnya. Dilanjutkan dengan konflik persaudaraan Kain dan Habel, yang berakibat terjadinya pembunuhan pertama kali di muka bumi. Dengan kata lain dosa merusak hubungan antara manusia dengan Allah dan sesamanya sehingga menimbulkan konflik. Kajian etimologi, konflik berasal dari bahasa Latin AuConAy dan AuFligereAy, yang diartikan benturan atau bertabrakan, percikan atau bunga api asal dari gesekan. 29 Cumming sebagaimana dikutip oleh Irawan dalam buku Manajemen Konflik, menjelaskan pengertian konflik sebagai proses interaksi sosial terjadi antara dua orang atau lebih, dua kelompok atau lebih, berbeda pendapat dan berbeda tujuan. 30 Prasangka khususnya prasangka buruk, perilaku buruk, komunikasi yang buruk, menjadi salah satu latar belakang terjadinya 31 Gereja sebagai kumpulan umat yang percaya kepada Tuhan untuk melakukan ibadah serta bidang pelayanan, dan juga gereja sebagai organisasi yang terdiri dari sekumpulan bidang-bidang yang menjadi tugas tanggung jawab orang yang dipercayakan, tidak terlepas dari permasalahan. 32 Masalah internal yang tidak berujung pangkal, menjadi salah satu kajian permasalahan gereja yang menghambat kemajuan yang sehat. Akibat konflik yang tidak terhindarkan terjadi luapan emosional dari strata rendah sampai strata tinggi seperti stres, depresi, amarah besar, gangguan kesehatan, menurunkan 27Samuel Purdaryanto. AuEFEKTIVITAS GEREJA DALAM MENUNTASKAN AMANAT AGUNG,Ay Temisien. Jurnal Teologi Misi dan Enterpreneurship 1 . 28 Edi Sugianto. AuFrom Temptation to Sin: A Theological Study of Human Moral Struggles,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 9, no. 1 (March 27, 2. : 63Ae81, https://journal. id/index. php/EJTI/article/view/850. 29Adieli Halawa and Robert Calvin Wagey. AuModel Penyelesaian Konflik Dalam Pemilihan Pemimpin Di Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN),Ay Missio Ecclesiae 11, no. : 1Ae20. 30 Hengki Irawan Setia Budi. AuManajemen Konflik Mengelola Marah & Stress Secara Bijak,Ay Deepublish . : 179. 31Choerul Anwar. AuManajemen Konflik Untuk Menciptakan Komunikasi Yang Efektif,Ay indd . 32Purdaryanto. AuEFEKTIVITAS GEREJA DALAM MENUNTASKAN AMANAT AGUNG. Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 135 imunitas tubuh, trauma, rusaknya hubungan, perpecahan, pertentangan, intimidasi, sikap negatif yang ditimbulkan bahkan terjadi pembunuhan. 33 Seorang hamba Tuhan sering kali mengalami stres terjadi dalam dirinya sendiri bukan karena dirinya sedang mengalami permasalahan, melainkan hamba Tuhan tersebut sering kali sedang membantu jemaat yang sedang mengalami konflik. Waktu untuk dirinya sendiri tersita begitu rupa, mengganggu pikiran dan emosional, serta tidak jarang mengakibatkan penurunan kesehatan. Kerugian imaterial dan material mengikuti sejalan dengan proses konflik. Energi terbuang begitu menyita psikologi dan emosional, mengharuskan pemimpin memutar otak menemukan solusi yang terbaik. Materi juga akan terkuras ketika konflik berujung pada ranah hukum berkepanjangan. Masing-masing pihak memiliki argumen yang meyakinkan dan saling menjatuhkan lawan konflik. Potret inilah yang sering kali terjadi gereja pecah dan saling klaim bahwa gerejanyalah yang benar dan memandang tetangga lain adalah salah. Gereja yang mewakili iman teguh kepada kebenaran Alkitab dengan seluruh pengajarannya, diharapkan akan mampu memberikan kesadaran bagi umat untuk lebih dewasa dalam menghadapi tantangan hidup. Namun, gereja pada kenyataannya tidak terlepas dari konflik internal dan bahkan tidak jarang gereja menjadi sumber pemicu konflik. Akibat konflik yang sering kali ditimbulkan antara lain: perpecahan antar jemaat, perpecahan gereja, organisasi tidak berjalan dengan baik, kualitas kepemimpinan yang buruk, interaksi sosial yang renggang, menurunnya tingkat kepercayaan umat terhadap pemimpin, dan 37 Pelayan Tuhan merasakan terjadinya penurunan kualitas pelayanan, rendahnya motivasi yang disebabkan tidak adanya program bimbingan secara intensif bagi pelayan Tuhan, gereja berfokus pada problem konflik yang terjadi. 38 Terjadinya krisis identitas terjadi ketika jemaat merasakan kebingungan mengenai konflik antar gereja yang disebabkan perbedaan tafsir teologis. Ulah manusia yang ego tidak memiliki kerendahan hati merupakan alasan mendasar perpecahan yang terjadi. Manusia yang berdiri di dalam institusi bernama gereja, memengaruhi kualitas organisasi. Manusia yang diliputi oleh rasa ego dan sulit mengalah 33Hengki Irawan Setia Budi. AuKajian Kecerdasan Emosional Terhadap Manajemen Konflik Tingkat Pimpinan,Ay Jurnal Jaffray 17, no. 2 (October 2. : 239Ae258. 34Hengki Irawan Setia Budi and Ermin Hidayati. AuDari Stres Menuju Pencerahan : Manajemen Stres Dan Burnout Pemimpin Rohani Dalam Pelayanan Gereja,Ay Eunoia: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN 1, no. : 1Ae15. 35Huliselan. AuPemekaran Jemaat: Sebuah Analisis Teologi-Sosial Di Jemaat GPM Passo. Ay 36Setia Budi. AuKajian Kecerdasan Emosional Terhadap Manajemen Konflik Tingkat Pimpinan. Ay 37Eka Kurniawan Zebua. AuKonsep Perpecahan Gereja Barat Dan Gereja Timur Serta Implementasinya Dalam Pertumbuhan Gereja Saat Ini,Ay KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 9, no. 157Ae172. 38Semuel Joni. Ririn Toding Tiku Limbong, and Marianti Pabia. AuAnalisis Konflik Dan Resolusinya Terhadap Perpecahan Jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Tariwan Di Lembang Pali-Orong Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja,Ay Kamarampasan: Jurnal Mahasiswa Kepemimpinan Kristen 1, 1 . : 83Ae100. 39Ibid. 136 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. dikarenakan intervensi atau kepentingan-kepentingan, akibat fatalnya adalah perpecahan 40 Perbedaan status dan karakter heterogen yang sulit untuk diajak menyatu, serta generasi muda yang tidak mendapatkan tempat pelayanan karena gereja dirasakan kuno dan sulit menerima pelayanan generasi muda. Tidak semua konflik dipandang negatif, sisi positif atau bersifat membangun bisa memberikan dampak positif bagi gereja untuk melakukan pembenahan dan evaluasi diri. ampak positif yang ditimbulkan antara lain membuka permasalahan ke permukaan yang selama ini disembunyikan. Memberikan nilai evaluasi untuk membangun Gereja yang lebih Pemulihan akan terjadi seperti apa yang diinginkan Allah agar manusia mawas diri dengan melakukan pertobatan. Konflik bisa menciptakan perubahan yang semakin baik. Sebagai umat Tuhan yang mengerti tentang kebenaran, dan sebagai organisasi yang bernama gereja yang mampu memberikan keteduhan pikiran dan jiwa. Barna berpendapat bahwa kepemimpinan akan berjalan optimal menjalankan fungsi kepemimpinan salah satunya berbicara tentang pengambil keputusan atau manajemen ketika menghadapi konflik, khususnya konflik internal gereja. Hikmat dan pengertian yang selalu Allah ingin nyatakan kepada umat yang memintanya, harapannya kepemimpinan gereja mencari hal tersebut. Terbukanya jalan penyelesaian dan perbaikan dari segala lini yang ada di gereja. 44 Harus ada upaya mendasar yang kuat untuk berani membuka solusi disertai kesadaran penurunan ego humanitas manusia, dengan harapan terbangunnya gereja yang sehat. Proses-proses resolusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan konflik di gereja yang dipaparkan oleh Joni dkk, salah satunya adalah melakukan kolaborasi yaitu mempertemukan kedua belah pihak, menurunkan level ego dan kemudian mencari solusi bersama-sama. 45 Cara lain yang bisa dilakukan adalah memberikan wawasan dan membangun perdamaian dengan landasan kebenaran Alkitab serta keberanian untuk berkomitmen melakukan bersama-sama. Gereja sebagai pengajar yang memberikan nasehat 40Zebua. AuKonsep Perpecahan Gereja Barat Dan Gereja Timur Serta Implementasinya Dalam Pertumbuhan Gereja Saat Ini. Ay 41Joni. Limbong, and Pabia. AuAnalisis Konflik Dan Resolusinya Terhadap Perpecahan Jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Tariwan Di Lembang Pali-Orong Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja. Ay 42 Reynold Aristokrat Sinaga. AuManajemen Konflik Secara Alkitabiah Dan Aplikasinya Bagi Pelayanan Pastoral Di Jemaat GBI House of Grace Jagir Surabaya,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. : 67Ae87. 43 Halawa and Wagey. AuModel Penyelesaian Konflik Dalam Pemilihan Pemimpin Di Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN). Ay 44 Ibid. 45Joni. Limbong, and Pabia. AuAnalisis Konflik Dan Resolusinya Terhadap Perpecahan Jemaat Gereja Beth-El Tabernakel Tariwan Di Lembang Pali-Orong Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja. Ay Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 137 perdamaian atau kerukunan atau kesatuan, terlebih dahulu memulai dengan dirinya sendiri membuat suasana gereja yang damai. Gereja sebagai tempat pendamai, mampu menyediakan konselor yang memberikan nasihat bagi umat sedang bertikai. Dengan melakukan bimbingan spiritual secara intensif akan memberikan dampak positif menuju solusi yang baik. Bisa saja gereja menyediakan komunikator yang handal, landasannya bahwa konflik sering kali disebabkan oleh komunikasi yang buruk, dengan memberikan pelatihan komunikasi yang baik diharapkan mereka yang sedang bertikai belajar untuk berbahasa komunikasi yang baik dengan harapan memperkecil terjadinya terulangnya konflik. One Man Show (Tampil Seorang Dir. One man show merupakan salah satu gaya kepemimpinan di mana sang pemimpin melakukan semua fungsi sendirian. Hal ini termasuk salah satu sisi gelap seorang pemimpin disebabkan tidak percaya kepada orang lain secara berlebihan, ada perasaan ketakutan untuk mempercayakan sesuatu kepada orang lain. 48 Di bagian lain, kondisi seperti ini karena pemimpin merasa gila hormat, ingin menonjol, ada kepentingan-kepentingan,49 hal ini bertentangan dengan konsep tubuh Kristus yang saling memperlengkapi satu dengan lainnya. Selain itu. Sugianto juga menyatakan bahwa Allah menunjukkan kepemimpinan dalam zaman sistem keimamatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menekankan sistem kebersamaan sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing. Pemimpin gereja menjadi batu sandungan bagi jemaat. Sikap sulit percaya akan karya orang lain, dan merasa bahwa karya dirinya adalah yang paling sesuai dan merasa paling Salah satu gereja yang pernah peneliti kenal memiliki gaya seperti ini, pelayan praise worship dikerjakan oleh istrinya, pemain musik dikerjakan dirinya dengan anaknya, tentunya untuk kotbah dipegang sendiri sebagai gembala, sampai bahkan untuk urusan edar kantong kolekte dan menghitung dikerjakan oleh keluarga sendiri. ketika ditanya mengapa harus dikerjakan sendiri? Jawabannya yang diberikan adalah tidak ada jemaat yang mampu mengerjakan dan tidak menemukan jemaat yang bisa dipercaya untuk menangani salah satu tugas kecil. Tentunya gereja seperti ini jauh dari keinginan memproses kemunculan pemimpin 46Ayang Emiyati. John Mardin, and Ricard Ricard. AuPeran Gereja Dalam Mengajarkan Perdamaian Di Tengah Masyarakat Majemuk,Ay Didache: Journal of Christian Education 4, no. 149Ae165. 47Sarman Parhusip Nainggolan. Ribkah Femmy Tamibaha, and Hari Lewarnata. AuManajemen Konflik Merupakan Upaya Meningkatkan Kinerja Pelayan Organisasi Dalam Gereja,Ay Sabda: Jurnal Teologi Kristen 4, no. : 43Ae54. 48Sandra Handayani Sutanto. AuOne Man Show,Ay Buletin KIPN. 49Darsono Ambarita. AuPemahaman Tentang Gaya Hidup Kekristenan Terhadap Pertumbuhan Rohani Jemaat Gereja Bethel Indonesia Medan Timur,Ay Jurnal Teologi Pondok Daud 6, no. : 1Ae11. 50 Edi Sugianto. AuStudi Eksegesis Mengenai Keimamatan Yesus Kristus Berdasarkan Surat Ibrani 8:1-6 Dan Implikasinya Bagi Pelayanan Keimamatan Orang Percaya Dalam Dunia Perjanjian BaruAy (Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta, 2. 138 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Akibat yang sering ditimbulkan adalah kelelahan fisik yang disebut stres dan bahkan burnout. Gereja tipe seperti ini biasanya memiliki jumlah jemaat tergolong jemaat sedikit atau masih dalam perintisan. Pemimpin dituntut untuk membuat grand design gereja yang akan dibangun kelak, akibatnya semua hal masih dikerjakan secara mandiri beserta anggota Gereja perintisan akan memikirkan bahan kotbah, design isi gereja, program pelayanan, dan bahkan urusan kecil-kecil masih ditangani sendiri. Untuk tahap perintisan masih bisa dimaklumi, namun ketika gereja mulai bertumbuh serta memiliki jumlah jemaat yang semakin bertambah, apabila masih menggunakan gaya seperti ini, maka perlu Landasan kepemimpinan yang benar adalah terbangunnya tim kerja yang baik untuk mengerjakan terbangunnya aktivitas gereja menuju tujuan yang lebih besar dan lebih baik. Pemimpin harus mampu memberikan delegasi tugas kepada anggota dimulai dari hal-hal sederhana, kemudian dilanjutkan dengan delegasi tugas yang lebih besar. Tim kerja yang kuat tidak didominasi oleh sang pemimpin dengan gayanya, melainkan tim yang menunjukkan kualitas kerja yang baik serta efisiensi kerja. Gaya kepemimpinan one man show inilah sering kali dijadikan salah satu penyebab sulitnya perkembangan gereja yang sehat. Hal ini disebabkan semua kegiatan pelayanan dan aktivitas gereja didominasi oleh pemimpin atau setiap hal harus mendapat persetujuan dari pemimpin, meskipun dalam urusan kecil. Jemaat atau pelayan tidak mendapat kepercayaan penuh dari pemimpin. Pemimpin hanya coba-coba mendelegasikan tugas namun hasil akhir kembali harus sesuai dengan harapan pemimpin itu sendiri. Jemaat merasa tidak dihargai, sakit hati, terjadi konflik, sampai terjadinya hengkangnya jemaat ke gereja lain. Salah satu hal kegagalan kepemimpinan gereja yang dikaitkan antara gaya kepemimpinan one man show dengan regenerasi adalah tipisnya kepercayaan pemimpin kepada jemaat yang hendak diangkat menjadi pemimpin berikutnya atau calon-calon pemimpin untuk bidang-bidang yang lain. Tidak jarang ketika pemimpin dalam situasi AuberhentiAy misalkan meninggal dunia atau dipindah tugas, gereja mengalami AukolapsAy, tidak ada pemimpin berikutnya yang disiapkan, mengingat selama pemimpin aktif dalam pelayanan, semua hal dilakukan sendiri. Landasan tidak percaya sebagai alasan terbanyak dari analisis peneliti. Vision (Vis. Pemimpin memberikan inspirasi dan visi kepada pengikut menuju kehendak organisasi yang sudah ditentukan sejak semula. 52 Mereka melakukan dengan sukarela bahkan siap berkorban untuk tercapainya visi menjadi kenyataan. Visi dianalogikan seperti setang 51aris teguh Hidayat, tutik sri Hariyati, and Titiek Muhaeriwati. AuAnalisis Fungsi Manajemen Kepala Ruangan Dalam Pendelegasian Kepada Ketua Tim Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Militer Jakarta: Fishbone Diagram,Ay Forikes-Ejournal. Com 10, no. April . : 99Ae104. 52Suprayitno. AuPemimpin Visioner Dalam Perubahan Organisasional,Ay Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan 7, no. : 115Ae123. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 139 setir yang membawa sepeda menuju tujuan, setang setir boleh ada namun apabila tanpa tujuan yang jelas maka sepeda akan bergerak secara liar. 53 Pengikut akan secara liar dan tanpa arahan yang jelas. Organisasi gereja bisa saja memiliki visi yang tertulis dan tertempel di sudut-sudut gedung, namun pertanyaannya adalah apakah gereja sudah menjalankan roda organisasi menuju visi tersebut? Atau bahkan sudah melenceng jauh? Yang menyebabkan gereja tidak sehat dan tidak berkembang salah satu penyebabnya adalah dengan tidak menghidupi visi organisasi dan terutama tidak menghidupi visi Ilahi yang tertulis pada amanat agung Yesus Kristus. Gereja hanya berkutat pada aktivitas pelayanan mimbar tanpa memiliki kejelasan untuk apa semuanya itu dilakukan. 54 Gereja serta pemimpin tidak memiliki kejelasan sasaran pastinya tidak ada pencapaian yang maksimal. Untuk diketahui bahwa kejelasan visi akan memberikan inspirasi bagi setiap gerakan anggota. Terminologi visi adalah gambaran besar yang akan dicapai di masa depan, dengan inspirasi pernyataan Aumau dibawa ke mana gereja iniAy? Tanpa kejelasan visi maka pengikut akan menjadi liar, sejalan dengan kitab Amsal 29:18 AuBila tidak ada wahyu, menjadi liarlah Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Ay Dalam bahasa Inggris tertulis demikian AuWhere there is no vision the people perish: but he that keepth the law, happy is he. Ay Allah memberikan kepada hamba-Nya Yohanes yang tertuang pada kitab Wahyu yang isinya memberikan gambaran yang akan terjadi di masa akan datang mengenai kehidupan bumi dan keadaan akhir jaman. Comiskey yang dikutip oleh Thumury memberikan kejelasan bahwa memiliki visi sama artinya memiliki iman yang mengarah kepada masa depan. 55 Khususnya sebagai pemimpin rohani wajib memiliki visi yang besar untuk mengarahkan gereja menuju tujuan Ilahi, bukan penetapan visi untuk kepentingan pribadi melainkan mengedepankan menjalankan visinya Tuhan serta melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupannya. Visi akan memberikan penetapan skala prioritas untuk mencapai tindakan yang John P. Kotler seorang ahli marketing dan kepemimpinan memberikan pernyataan bahwa visi akan membantu menyelaraskan setiap anggota sehingga terjalinnya koordinasi antar anggota di dalamnya, setiap anggota merasa termotivasi sehingga terjadi efisiensi. Barna juga memberikan pernyataannya bahwa visi dilakukan secara spesifik, jelas, terinci, memiliki kekhasan, dan memiliki keunikan masing-masing gereja. Allah memanggil setiap pemimpin untuk menjalankan visi ilahi. Ada beberapa cerita tokoh Alkitab di mana Allah memanggil umat-Nya untuk melakukan seperti apa yang Allah Ada yang secara langsung Allah memerintahkan, ada juga tokoh yang memiliki 53Setia Budi. Bicycle Leadership Analogi Sepeda Dalam Perspektif Kepemimpinan - Google Books. 54Petronella Tuhumury. AuVisi Seorang Hamba Tuhan,Ay Jurnal Jaffray 2, no. : 45. 55Ibid. 56Daniel Ronda. AuFaktor-Faktor Apakah Yang Menyebabkan Hamba Tuhan Melakukan Bisnis?Ay 411, no. : 35Ae47. 57Barna. AuThe Pastor Ao s Role in Vision-Based Leadership,Ay The journal of Applied Christian Leadership . : 20Ae31. 140 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. intuisi panggilannya untuk melakukan sesuatu yang besar. Allah memberikan gambaran yang jelas agar seseorang tersebut melakukan persis apa yang Allah inginkan dengan menangkap visi dan melakukannya. Kembali merumuskan visi akan menghindarkan Gereja menuju sekarat, sehingga memberikan kehidupan yang baru. Setiap musim pasti ada perubahan, dengan beradaptasi setiap musim kehidupan gereja akan secara sadar membangun budaya perubahan untuk menggerakkan seluruh elemen organisasi menuju tujuan. Adanya semangat pertumbuhan yang di rasakan. Integrity (Integrita. Integritas hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia, juga termasuk gereja dengan kepemimpinan yang ada di dalamnya. Integritas merupakan bagian dari pembangunan karakter manusia yang berkarakter Kristus sebagai perwujudan pelaku firman yang hidup. Murphy & Free dalam Hardinto dkk memberikan pernyataan bahwa pemimpin yang etis akan memfokuskan pada pembangunan karakter individu seperti integritas, kejujuran dan Etimologi kata integritas berasal dari kata AuintegrareAy yang berarti utuh, lengkap atau Yang dimaksudkan adalah kesatuan antara perkataan dengan tindakan menjadi Alkitab memberikan terjemahan dengan kata sempurna, lengkap, kemurnian, tidak Integritas diartikan sebagai keadaan yang utuh, tidak terbagi-bagi, di dalamnya terjadinya keselarasan antara spiritualitas dengan tindakan sehari-hari sebagai pelaku firman yang hidup, serta bagaimana seseorang membangun karakter yang bersih dari dosa. Ada begitu banyak cerita kejatuhan seorang pemimpin di sebabkan oleh integritas yang gagal dibangun. Beberapa kasus jatuhnya pemimpin dalam dosa korupsi, pelecehan seksual, kebohongan, ketidakadilan dalam pelayanan, memupuk kepentingan diri sendiri, suap, perceraian di kalangan pemimpin, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan sebagainya merupakan contoh kasus yang sering terjadi. Padahal gereja dibangun untuk membangun umat dengan karakter kedewasaan rohani dimulai dari keteladanan Yesus sebagai teladan yang agung memberikan landasan-landasan kebenaran tertuang dalam Alkitab dan menjadi panutan bagi umat. Surat 1 Timotius 3:1-7 sebagai barometer keteladanan pemimpin umat. Akibat yang ditimbulkan apabila pemimpin rohani jatuh dalam dosa berakibat fatal, salah satunya adalah runtuhnya kepercayaan umat. Pemimpin dipandang tidak mengintegrasi antara perkataan dan perbuatan sebagai landasan kerohanian yang efektif. 58Aubrey Malphurs and Gordon E Penfold. AuRe:Vision: The Key to Transforming Your Church,Ay 1986 . : 116Ae122. 59Wirawan Hardinto et al. AuSisi Gelap Pemimpin Dalam Memotivasi Tindakan Korupsi,Ay Jurnal Akuntansi Multiparadigma 11, no. : 334Ae354. 60 Yogi Darmanto & Krido Siswanto. AuSabda : Jurnal Teologi KristenAy 1, no. November . 33Ae47. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 141 Transparansi dalam tindakan dan komitmen terhadap nilai-nilai kekristenan yang wajib Akibat lainnya yang berkaitan dengan variabel penelitian adalah gereja menjadi tidak sehat, artinya ketika kepercayaan jemaat runtuh maka baik dari segi kualitas dan kuantitas terjadi degradasi. Gangguan dalam membangun spiritualitas sampai terjadinya luka emosional yang mendalam bagi korban. Komunitas akan tercerai berai atau bahkan tidak munculnya komunitas pertumbuhan iman jemaat. Perjuangan degradasi sisi gelap pemimpin menuju kesempurnaan yang Allah inginkan merupakan tujuan manusia sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sisi gelap terbangun karena munculnya kegelapan-kegelapan di dalam diri manusia yang apabila dibuahi akan memunculkan tindakan yang mengarah pada dosa, khususnya dosa integritas. Kitab Amsal 11:3 menekankan pada pemimpin yang memiliki kejujuran, tanpa kejujuran pemimpin akan terperosok dalam dosa kebohongan yang dibangun oleh Iblis sebab ia memang bapak pembohong. Pemimpin Kristen dituntut untuk mengetahui banyak hal, salah satunya bagaimana ia berperilaku membangun integritas yang benar sesuai dengan arahan kebenaran. Dengan demikian pembangunan Gereja yang sehat akan terjadi dimulai dari pembangunan karakter pemimpinnya terlebih dahulu. Sebab, berbicara tentang kepemimpinan tentu akan berdampak positif apabila dimulai dari pemimpin itu sendiri. Jemaat akan melihat dan mendengar bagaimana pemimpin membangun karakternya disesuaikan dengan apa yang disampaikan di mimbar. Dan hal ini merupakan usaha-usaha yang tidak mudah, diperlukan evaluasi diri, pembenahan terus menerus menuju kesempurnaan, sampai pada titik tujuan yaitu terbangunnya Gereja yang sehat dan Membangun budaya integritas dimulai dari skala paling sederhana, bagaimana tingkat disiplin, menepati janji, jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak, membangun emosional yang sehat, menyingkirkan kepentingan-kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama, memiliki kualitas hidup yang sehat, dan sebagainya. Pembangunan kembali atas keruntuhan integritas bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, pertama-tama dimulai dengan kesadaran dan pengakuan akan kesalahan. Pemimpin yang berani dengan sadar mengakui kesalahan dan membuka pintu pertobatan menandakan pemimpin tersebut ingin berubah ke arah yang lebih baik, khususnya menjadi pemimpin Kristen sesuai dengan firman kebenaran. Penuhi janji untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Menerima umpan balik dari sesama pemimpin untuk memberikan 61 Tony Suhartono. Junifrius Gultom, and Gede Widiada. AuMenyatukan Integritas Pemimpin Dan Kedewasaan Rohani: Studi Tentang Internalisasi Buah Roh Dalam Komunitas Gereja,Ay Matheo : Jurnal Teologi/Kependetaan 13, no. : 1Ae19. 62 Bock Wolfgang. Sisi Gelap. Sisi Terang, 2nd ed. (Jakarta: Penerbit Obor, 2. 63 Sebuah Perspektif Etis-teologis et al. AuEfektivitas Kepemimpinan Kristen Yang Berintegritas : Pendahuluan,Ay Jurnal Teruna Bakti 7, no. : 39Ae49. 142 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. rangsangan berupa nasehat dan arahan. Bertanggung jawablah sebagai akibat dari hukuman pelanggaran integritas. Leadership (Kepemimpina. Berbicara kepemimpinan itu sendiri, menjadi bagian utama penelitian ini, sehingga pokok bahasan sub bab kepemimpinan ini sudah mencakup dari isu-isu kepemimpinan yang sudah di bahas sebelumnya. Jatuh bangunnya organisasi, akan sangat ditentukan oleh kinerja dari seorang pemimpin itu sendiri. 65 Tanggung jawab seorang pemimpin cukuplah besar, tidak sekadar sebagai manajerial dan menjalankan tugas liturgi dan pelayanan saja, melainkan secara holistik mampu melihat tantangan, ancaman, perubahan-perubahan, serta terus melakukan adaptasi tiada henti. Dengan menggunakan landasan pemimpin yang memiliki rendah hati, ia akan berani untuk mengevaluasi diri, berani dikoreksi, dan siap untuk keluar dari zona nyaman untuk melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan. 66 Ibarat gambaran puzzle, setiap orang memiliki celah-celah yang masih belum tertata dengan tepat di tempat yang tepat. Diperlukan kepekaan, dan kemauan diri dengan sadar untuk dibentuk dengan keadaan dengan harapan ia akan bangun dari kesalahan yang selama ini tidak disadarinya. Seorang pemimpin Kristen ketika diperhadapkan dengan pembangunan Gereja yang sehat memiliki begitu banyak kemampuan-kemampuan kepemimpinan yang harus dipelajari melalui pembelajaran tiada henti. Dengan kata lain, pemimpin yang berhenti belajar akan berakibat berhentinya roda organisasi. Posisi pemimpin ditetapkan untuk mengatur rangkaian kerja menuju pencapaian tujuan yang lebih besar dengan lebih efektif. Tujuan yang lebih jelas ini di dalamnya termasuk terbangunnya visi, misi, strategi dan fungsi organisasi. 67 Pemimpin pastoral kristiani akan membawa perubahan yang siginifikan terhadap jemaat yang KESIMPULAN Membangun gereja yang sehat tentunya tidak mudah, diperlukan pembangunan yang konsisten dengan komitmen penuh. Pertama. Gereja yang sehat ialah yang mengalami pertumbuhan dari segi kualitas maupun kuantitas, keduanya saling berkaitan. Kedua, untuk membangun gereja yang sehat, maka setiap pemimpin wajib memiliki kesadaran penuh untuk melihat bagaimana situasi yang terjadi saat ini, introspeksi internal, baik dalam organisasi 64 Todd Rhoades. AuHanya 32% Dari Komunitas Anda Yang Berpikir Anda Tidak Akan Dicela Sebagai Seorang Pendeta,Ay ChurchStaffing. Com. 65 Diany Rita P. Saragih. AuIMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KRISTEN,Ay Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 2, no. 2 (November 2. 66 Bob Jokiman. AuDasar-Dasar Alkitabiah Pengembangan Kepemimpinan,Ay Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan . 67 Zauhar Latifah. AuPentingnya Kepemimpinan,Ay Seminar Nasional Vol 01. No . : 103Ae111. 68 Petrus Sina et al. AuKepemimpinan Pastoral Kristiani Dalam Pespektif Prinsip-Prinsip Ajaran Sosial Gereja,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. : 88Ae107. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 143 maupun dalam internal diri sendiri. Penilaian dan evaluasi sangat penting dalam memberikan feedback berkualitas. Ketiga, dengan latar belakang masalah yang kompleks membuat setiap pemimpin wajib melakukan refleksi diri, kesadaran untuk berani antisipasi, mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berkualitas, serta memiliki wawasan yang jauh mengenai gereja yang sehat. Apabila isu-isu tersebut bisa diurai satu persatu diharapkan Allah dengan belas kasih-Nya menganugerahkan sebuah kondisi gereja yang diberkati. Model RECOVIL dapat menjadi alternative permasalah tersebut, sehingga pemimpin berjaga-jaga agar tidak jatuh dalam dosa, memiliki kemampuan mengembangkan organisasi lewat kekuatan visi Ilahi yang secara konsisten menjalankan amanat agung sebagai visi Ilahi yang pasti harus di jalani. Selain itu juga memiliki sikap antisipasi terhadap hal-hal yang tidak membawa pertumbuhan gereja. Daftar Pustaka