Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen TINJAUAN TEOLOGIS TENTANG PEMBENTUKAN KARAKTER GURU PAK MENURUT DANIEL 6:1-29 Holly Andrew Putranu Nino Faot. Nanik Sutarni. Pujiati Gultom Universitas Kristen Immanuel p@gmail. Abstract This article discusses the example of Daniel 6:1-29 as a reference in forming the character of PAK teachers. This was written based on the existence of cases that show a true character crisis in the world of education, specifically regarding teachers. PAK teachers are part of teachers in general who are very relevant in character formation based on Daniel who is one of the Bible figures who has true character qualities and can be emulated. The aims of this research are: First, to explain character in accordance with Law No. 14 of 2005 which regulates the personality competence of a teacher. Second, to explain the character that is in accordance with the priority qualities of the PAK teacher's personality according to B. S Sidjabat. Third, to explain how Daniel can be a reference in forming the character of PAK teachers. In this research, the method used in the research is to use a qualitative approach and a type of literature study research and the Biblical Hermeneutics method in processing the text of Daniel 6:1-29 in order to produce exemplary principles from the character Daniel. This research uses data analysis that compares teacher character standards in general and specifically, namely PAK, with Daniel's Exemplary Principles according to Daniel 6:1-29 to test the suitability of Daniel's Exemplary Principles as a reference in forming the character of PAK teachers. The results of this research are: First, the results of interpreting the text of Daniel 6:1-29 using the Biblical Hermeneutics method with literal, grammatical, contextual, theological and historical interpretation in the form of exemplary principles of Daniel 6:1-29. Second, the results of data analysis between Law No. 14 of 2005 and the Daniel Principle of Example according to Daniel 6:1-29 which can fulfill personality competencies according to general educational standards. Third, the results of data analysis between Personality Qualities according to B. S Sidjabat and Daniel's Principle of Example according to Daniel 6:1-29 which can fulfill personality competencies according to PAK teacher education Keywords: Daniel 6. Hermeneutics. Character. Teacher. Pendahuluan Pendidikan dengan kualitas yang baik adalah tujuan dari penyelenggaraan pendidikan itu dapat berlangsung. Terdapat beragam faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri untuk mencapai kualitas yang baik. Dari beragam faktor yang saling berkaitan, pendidik berperan cukup besar dalam menajdikan kualitas pendidikan yang baik1 Pendidik yang baik dan berkompeten akan mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri menuju arah yang lebih baik. Berdasarkan kompetensi-kompetensi yang diatur dalam G Sutrisna. AuImplementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Inggris ,Ay Widya Accarya 12, no. , 117. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen kepentingan tersebut berbagai kompetensi ini akan mendukung proses pendidikan yang terjadi kearah baik jika kompetensi tersebut dapat dimiliki dan diterapkan dengan baik oleh Menurut PP RI No. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional pasal 28 ialah bahwa seorang pendidik adalah penopang pembelajaran sehingga seharusnya memiliki 4 jenis kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian2 yang berarti bahwa hal tersebut adaalah suatu kesatuan antara pengetahuan, keterampilan dan perilaku melalui diri seseorang dalam profesinya sebagai seorang guru. Dari beragam kasus yang terjadi seperti kasus penganiayaan yang dilakukan seorang guru di Poso pada 13 oktober 2022,3 kasus guru SD di Manado yang menganiaya murid oleh karena tidak dihargai pada Desember 2022, dan guru yang menganiaya murid di SMKN 1 Jakarta pada Agustus 2022,4 kasus pencopotan kepala sekolah usai memecat guru honorer yang melaporkan pungli di SDN Cibereum 1 Bogor pada tahun 2023. 5 Kemudian persoalan mengenai pungli ribuan guru honorer di Janeponto Sulawesi Selatan pada tahun 6 Guru merupakan salah satu faktor utama keberhasilan dan pengaruh yang baik terhadap proses belajar siswa7 sehingga penting sekali bagi guru untuk tidak hanya berpusat pada bidang akademis dan meninggalkan bidang non akademis yang pada dasarnya memberi pengaruh yang besar terhadap murid yang diantaranya ialah kebiasaan-kebiasaan belajar dan hidup murid itu sendiri8 sehingga dalam pandangan yang ideal, sebaiknya pendidik mampu Rina Febriana. Kompetensi Guru, peny. Bunga Sari Fatmawati (Yogyakarta: PT. Bumi Aksara, https://books. id/books?hl=id&lr=&id=vp5OEaQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=kompetensi guru& ots=E8IBdTxkWl&sig=z679Z8dYhLWsIT3W6_CUx39HlVo&redir_esc=y#v=onepage&q=kompetensi guru&f=false, 45. AuViral Guru Diduga Aniaya 2 Murid Di Poso. Keluarga Enggan Proses Hukum Baca Artikel CNN Indonesia AoViral Guru Diduga Aniaya 2 Murid Di Poso. Keluarga Enggan Proses HukumAo Selengkapnya Di Sini: Https://w. Cnnindonesia. Com/Nasional/20221017125108-12-861548,Ay https://w. com/nasional/20221017125108-12-861548/viral-guru-diduga-aniaya-2-murid-diposo-keluarga-enggan-proses-hukum. AuKasus Guru Aniaya Murid Di SMKN 1 Jakarta Berujung Damai,Ay https://w. com/berita/3076513/kasus-guru-aniaya-murid-di-smkn-1-jakarta-berujung-damai. AuKasus Pungli Di Kota Bogor: Usai Pecat Guru Honorer. Kepala Sekolah Dipecat Wali Kota,Ay accessed February 28, 2024, https://megapolitan. com/read/2023/09/15/12410201/kasus-pungli-di-kotabogor-usai-pecat-guru-honorer-kepala-sekolah-dipecat?page=all&lgn_method=google. AuKasus Pungli Ribuan Guru Honorer Di Janeponto. Ini Kata Ketua PGRI,Ay https://makassar. com/read/2024/01/31/145146778/kasus-pungli-ribuan-guru-honorer-di-janeponto-inikata-ketua-pgri. Sri Hardianti Sartika. Dadang Dahlan, dan Ikaputra Waspada. AuKompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar melalui Kebiasaan Belajar Siswa,Ay Jurnal MANAJERIAL, . , 39. Muhammad Anwar. AuMenjadi Guru Profesional," Google Buku,Ay Prenadamedia Group (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2. , 13. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen menjadi teladan sebagai seseorang dengan kompetensi kepribadian yang dapat diteladani oleh 9Hal ini didukung oleh penelitian Roqib & Nurfuadi dalam jurnal Kepribadian Guru Upaya Mengembangkan Kepribadian Guru Yang Sehat Di Masa Depan yang menyatakan kompetensi yang menunjukan kepribadian yang baik memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kualitas seorang guru. Daniel sebagai teladan dan secara khusus bagian Alkitab yaitu Daniel 6:1-29 ialah bahwa yang salah satu tokoh Alkitab dapat ditiru oleh guru ialah Daniel yang merupakan tokoh yang dapat menjadi acuan sebagai teladan dalam membentuk kepribadian seorang guru yang dapat memenuhi indikator kompetensi kepribadian yang telah ada sesuai sistem pendidikan di Indonesia sehingga dalam dunia pendidikan tidak terjadi kasus-kasus yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya dan meninjau dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai Daniel 6:1-29 seperti dalam karya ilmiah berbentuk jurnal dengan judul AuDeskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa KiniAy oleh Paulus Kunto Baskoro dan Philip Suciadi Chia11 yang membahas mengenai kesalehan Daniel yang dapat diimplementasikan bagi orang percaya masa kini kemudian dalam karya tulis berbentuk jurnal lainnya dengan judul AuKeteladanan Daniel bagi Orang Percaya Masa KiniAy oleh Norawanti. Jelita Parasusanti, dan Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi yang membahas mengenai keteladan Daniel bagi orang percaya di masa kini dengan penjabaran mengenai kesetiaan, ketaatan, kesalehan dan aplikasi pada kehidupan orang percaya masa kini. Oleh karena itu, sebagai kebaharuan dari penelitian ini, peneliti memilih Daniel 6:1-29 yang akan dibahas sebagai acuan pembentukan karakter guru di Indonesia. Oleh karena itu peneliti mengambil keteladan Daniel yang merupakan tokoh Alkitab karena sesuai dengan bidang keilmuan peneliti yaitu PAK dan dengan tujuan bukan hanya guru PAK yang dapat menerapkan hasil dari penelitian ini melaikan semua guru dalam bidang apapun. Nurdiana Nasution and Cicik Suriani. AuKorelasi Kompetensi Kepribadian Guru terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Sma N. 1 Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara t. p 2015/ 2016,Ay Jurnal pelita pendidikan 4, . : 113. Moh. Roqib and Nurfuadi. Kepribadian Guru Upaya Mengembangkan Kepribadian Guru yang Sehat di Masa Depan (Yogyakarta: CV. Cinta Buku, 2. , 22. http://repository. id/id/eprint/7229. Paulus Kunto Baskoro dam Philip Suciadi Chia. AuDeskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis Bagi Orang Percaya Masa Kini,Ay Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. , 52. http://jurnal. id/index. php/Veritas/article/view/46/pdf. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Tujuan dari penelitian ini ialah pertama, untuk menjelaskan karakter guru yang sesuai dengan kompetensi kepribadian guru menurut UU No 14 Tahun 2005? Kedua, untuk menjelaskan bagaimana karakter guru yang sesuai dengan kompetensi kepribadian guru PAK? Ketiga, menjelaskan bagaimana keteladanan tokoh Alkitab Daniel dapat menjadi acuan dalam pembentukan karakter guru secara khusus guru PAK. Metode Penelitian yang Dipergunakan Penelitian ini termasuk jenis kualitatif dengan metode deskripsi dan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan jumlah data deskriptif yang cukup untuk dimasukkan ke dalam laporan dan uraian. 12 Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang menganalisis data yang diperoleh yang terdiri dari kata-kata, gambar, atau perilaku dengan memberikan gambaran atau paparan situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Pendekatannya adalah studi kepustakaan dengan metode Hermeneutika sebagai proses dalam mengobservasi dan mengolah teks Alkitab Daniel 6:1-29. Menurut Hasan Sutanto secara etimologis kata AuhermeneutikaAy "Hermeneutika" dalam bahasa Inggris berasal dari kata Yunani "hermeneutikos", yang berasal dari kata "hermeneuo", yang berarti "menginterprestasikan, menjelaskan, atau mentafsirkan," dan "pathar", yang berarti "menafsirkan. " Jika didefinisikan, hermeneutika adalah bagian teologi yang bersifat ilmiah dan seni yang memperhatikan prinsip-prinsip dan peraturan tertentu,13 Hasil Penelitian dan Pembahasan Beberapa hasil penelitian dan pembahasannya dapat dijelaskan sebagai berikut: Kompetensi Kepribadian Guru menurut UU no 14 Tahun 2005 Siswa memerlukan teladan dari sebuah karakter yang benar, maka seorang guru memerlukan kemampuan yang berkenaan untuk mengembangkan kepribadiannya yang disebut dengan kompetensi kepribadian dalam UU no 14 tahun 2005 yang dalam perkembangannya merupakan hasil dari UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa diperlukannya guru yang berkualitas dalam Nasution. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif (Bandung: Tarsito, 1. , 9. Hasan Sutanto. HERMEUNITIK: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Hermeneutik (Malang: Literatur Saat, 2. , 4-5. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dunia pendidikan yang kemudian di jabarkan dalam Undang-undang Guru dan Dosen (No. Tahun 2. sehingga kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 yang memuat 8 komponen. 14 Bagian akan memuat mengenai kompetensi kepribadian yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 yang kompetensi kepribadian ialah bahwa sub-kompetensi dari kepribadian ini meliputi. Pertama, di antaranya, bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia dengan sub kompetensi bagi guru mata pelajaran yaitu menghormati peserta didik tanpa mendiskriminasi peserta didik baik itu suku, adat-istiadat, dan gender dan serta memiliki sikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, dan kebudayaan nasional Indonesia. Selain mentranfser ilmu kepada peserta didik, seorang guru menjadi teladan moral bagi masyarakat. Seorang pendidik diharapkan dapat memberikan contoh moral melalui sikap, tindakan, dan gaya hidupnya. Selain itu, dalam pekerjaan ini, guru harus bertanggung jawab untuk menjaga tindakannya dalam masyarakat terkait prosedur yang ditetapkan. Seorang guru harus memberi petunjuk untuk menerapkan standar pada lingkungan baik itu sekolah dan di luar Sehingga berarti bahwa guru dapat menghargai dan menghormati siswanya tanpa mendiskriminasikan mereka sehingga mereka mampu untuk tidak bertindak rasis. Kedua, menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat dengan sub kompetensi bagi guru mata pelajaran yaitu bersifat tegas, jujur dan manusiawi serta memiliki keteladanan yang baik bagi masyarakat Berani mengakui kekurangan dan kelemahannya merupakan ciri guru yang jujur. Seorang guru diharapkan memiliki mindset yang terbuka bagi saran, dan kritik dan juga harus bersedia mendengarkan dengan hati-hati. Sebagai pendidik dengan sifat jujur, guru juga diharapkan bertindak dan bertindak sesuai dengan hati nurani mereka. Seorang guru seharusnya tidak menerima berbagai tindakan yang merugikan kejujuran dan integritas dirinya dalam proses pendidikan. Sebagai seorang pendidik, guru harus bertindak jujur dan memiliki akhlak mulia. Untuk menjadi guru yang berakhlak mulia, mereka harus menunjukkan perilaku yang baik dan menghindari perilaku yang buruk, memiliki tindakan yang sesuai harkat dan martabat seorang guru yang adalah syarat bagi guru. Sidjabat. Mengajar secara Profesional. Mewujudkan Visi Guru Profesional. (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2. , 70. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Ketiga. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa dengan sub kompetensi bagi guru mata pelajaran yaitu menunjukan kepriabdian yang mantap dan stabil serta menunjukan kepribadian yang dewasa, arif, dan berwibawa. Untuk menjamin efektifitas dari proses pendidikan, seorang guru harus menjadi pribadi yang stabil dengan cara yaitu mampu mengkontrol diri,beserta kecenderungan tertentu. Selanjutnya, menghadapi peserta didik dengan latar belakang yang beragam, kemampuan untuk beradaptasi dan meregulasi emosi semestinya dilakukan sehingga mampu efektif dalam menghadapi siswa. Dalam rangka bersikap dan berperilaku yang positif, guru harus meregulasi emosinya dan melakukan pengelolaan emosinya dengan benar, kemudian memberikan tindakan berdasarkan kepentingan bersama dan menunjukan mindset yang terbuka adalah bentuk pribadi yang dewasa seperti yang dijabarkan dalam buku karya Suyanto dan Djihad yang berjudul AuBagaimana menjadi calon guru dan guru profesionalAy15. Dan kemudian ialah bahwa guru melakukan sesuatu sebagai individu dengan otoritas sehingga memiliki pengaruh yang membuat semua orang menghormati atau menghargainya dikenal sebagai wibawa. Kewibawaannya berasal dari keteladanannya sehingga ia oleh karena jabatan yang dimilikinya . sebaliknya, mereka dihormati karena mereka adalah individu yang menghidupkan nilai-nilai dan prinsip. Keempat. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri dengan sub kompetensi bagi guru mata pelajaran yaitu menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi, bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri,bekerja mandiri secara profesional. Mengutamakan tindakan terlebih dahulu dengan layanan yang profesional terhadap orang yang membutuhkannya, ia menekankan kewajiban, kemudian guru yang bertanggung jawab adalah guru yang mengerjakan bagiannya dengan setia, yaitu mengajar, membimbing, dan mendampingi siswa seperti yang dijabarkan oleh Sutrisna dalam penelitiannya yaitu AuImplementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa InggrisAy dalam jurnal Widya Accarya 12 no 116 sehingga seorang pendidik harus tetap memegang kode etiknya berdasarkan alasan rasional dan etis. Dan Guru profesional juga harus merasa bangga dengan pekerjaan mereka. Seorang guru diharapkan Suyanto dan Asep Jihad. Bagaimana menjadi Calon Guru dan Guru Profesional (Jakarta: Erlanga Group, 2. , 44. Gede Sutrisna. AuImplementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Inggris,Ay Widya Accarya 12, no. , 120. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen memiliki kepercayaan diri yang teguh terhadap kemampuan mereka untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Berintegritas dalam tanggung jawab yang diberikan dengan sepenuh hati adalah cara terbaik untuk menunjukkan sikap percaya diri ini. Kelima, menjunjung tinggi kode etik profesi guru dengan sub kompetensi bagi guru mata pelajaran yaitu memahami kode etik profesi guru, menerapkan kode etik profesi guru dan berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru. Menjunjung tinggi kode etik guru, yang seorang guru semestinya mengerti, menerapkan, dan berperilaku sesuai dengan kode etik profesional. Guru profesional terikat dengan kode etik ini, jadi mereka harus secara konsisten mematuhi dan melaksanakan kode etik tersebut. Kode etik harus menjadi pedoman kerja dan pelayanan guru, baik dalam ucapan maupun tindakan. Seorang guru harus dihukum jika melanggar kode etik dan melecehkan martabat profesionalnya. Secara khusus bagi guru mata pelajaran PAK yaitu sub kompetensi kepribadian yang terdiri dari menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang berarti bahwa seorang gur PAK menjabarkan pembelajaran yang dilakukan dengan cara yang umum sesuai profesi seorang guru namun lebih mendalam dalam mengaitkan relevansi pembelajaran tentang kekristenan untuk generasi di masa kini. Guru PAK Guru PAK merupakan singkatan dari Guru Pendidikan Agama Kristen yang merupakan sebuah profesi yang ada di Indonesia. Kemudian juga dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 pasal 1 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa AuGuru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengahAy 18. Dan yang menjadi pengertian dari Guru PAK Kementerian Pendidikan Nasional. AuPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru,Ay 2007,15. http://digilib. id/4949/15/BAB II. Mukhotim E-Moekry. Menjadi Guru Profesional Transformatif. Jurnal Edukasi, vol. 13 (PT. Indragiri Dot Com, 2. , 32. https://books. com/books?hl=en&lr=&id=glDGDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=pemikiran ki hajar dewantara terhadap pelayanan bimbingan dan konseling&ots=C0S8nvg6SS&sig=_NIXd2eziUoDet_Flyxf eTwmTUM. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen menurut Nainggolan guru PAK adalah seseorang dengan ajaran serta berhubungan langsung terhadap kehidupan Kristiani dan meneladani Tuhan Yesus kehidupannya serta sebagai seorang guru19. Kemudian menurut Boehlke yang menyatakan bahwa Guru PAK adalah seorang penyaran atau pendidik, dengan berbagai pengalaman yang menyiapkan berbagai sumber belajar dan hal lainnya untuk menolong orang peserta didik mengenal serta percaya terhadap Kristus secara pribadi20. Dan pendapat lainnya ialah berasal dari Sidjabat yang mengatakan bahwa Guru PAK selain menjadi sebagai seorang pendidik, pengajar dan pembimbing, pelatih, penilai. Guru PAK merupakan yang memiliki peran sebagai pekabar Injil, gembala, imam, konselor dan teolog. 21Berdasarkan pengertian pada bagian sebelumnya dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa seorang Guru PAK adalah pribadi yang menjalankan profesinya sebagai guru dengan tanggung jawab kepada sistem pendidikan dan kepada Tuhan Yesus Kristus secara langsung untuk menjadikan setiap peserta didiknya benar-benar menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus. Kompetensi Kepribadian Guru PAK Kompetensi kepribadian guru PAK yang berkualitas dalam pandangan iman Kristen menurut Sidjabat dalam bukunya yang berjudul AuMengajar secara ProfesionalAy yang menyatakan bahwa Pertama, seorang guru PAK seharusnya adalah seseorang yang bertumbuh dalam Kristus. Untuk menjadi seorang guru, maka yang harus diperhatikan ialah bahwa seorang guru PAK adalah individu yang teguh dan stabil, seorang pria yang dewasa, arif, berwibawa, berbudi luhur, dan layak dijadikan teladan bagi mereka yang dididik melalui proses Dengan memberi diri kepada Yesus Kristus. Roh Kudus dapat masuk ke dalam hati orang percaya dan mendiami mereka sehingga hal ini menyatakan permulaan hidup baru dalam iman dimulai. Kehadiran Kristus melalui Roh-Nya menghasilkan kehidupan yang Guru harus mempelajari kitab Injil jika mereka ingin meneladani Yesus sebagai John M. Nainggolan. Guru Agama sebagai Panggilan dan Profesi (Bandung: Profesi : Bina Media Informasi, 2. , 102. Robert Richard Boehlke. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktik Pendidikan Agama Kristen : dari Yohanes Amos Comenius Sampai Perkembangan PAK di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 698. Sidjabat. Mengajar secara Profesional. Mewujudkan Visi Guru Profesional, 100. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Pengajar yang ideal. Howard G. Hendricks22 mengatakan, sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa ada enam aspek kehidupan Yesus yang selalu mengagumkan dan harus diteladani oleh guru Kristen yaitu yang, pertama. Yesus menunjukkan bahwa dia memiliki kepribadian yang sesuai dengan apa yang dia katakan dan apa yang dia lakukan. la pun menuntut kesesuaian itu terjadi dalam diri murid-murid-Nya. Kedua, pengajaran-Nya sederhana, realistis, dan tidak mengandung unsur-unsur yang tidak masuk akal. Ajaran-Nya selalu sederhana, sehingga memperhatikan hal-hal sehari-hari. Ketiga, dia sangat relasional, sehingga memperhatikan hubungan yang harmonis antara orang-orang. Keempat, sumber berita-Nya adalah Allah yang mengutus-Nya (Mat 11:27. Yoh 5:. , dan ajaran-Nya tidak hanya relevan bagi mereka yang mendengarkannya, tetapi juga efektif (Mat 7:28-. Kelima, motivasi kerja-Nya adalah kasih (Yoh 1:14. Flp 2:5-. la menerima orang sebagaimana adanya dan mendorong mereka untuk berserah kepada Allah dan yang keenam, pendekatan-Nya beragam dan sangat inovatif. Ia bertanya dan bercerita, meminta orang untuk mempertimbangkan masalahnya. Selain itu. Anda akan mengetahui siapa yang dilayani-Nya, serta tingkat kerohanian dan iman mereka. Dengan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Yesus, guru dapat terus menikmati kebebasan moral dan spiritual. Selain itu, guru memberi kesempatan bagi Yesus untuk menumbuhkan kemampuan yang berbeda di dalam dirinya, seperti berkata yang benar, memikirkan yang benar, bersikap dan berintegritas. Kedua, seorang guru PAK seharusnya ialah seorang yang dalam bimbingan Roh Tuhan. Melalui penyerahan diri kepada-Nya atau bahkan berbicara dengan-Nya, pendidik dapat menjadi akrab dengan Roh Tuhan dan menikmati tuntunan, hikmat, kekuatan, wibawa, dan keseluruhan kuasa-Nya. Roh Kudus mengubah kepribadian seseorang dengan cara yang sangat kreatif. Selama persiapan guru. Roh Kudus memberikan ide-ide baru tentang apa yang akan dia urus dan sampaikan. Sementara pendidik melaksanakan tugas mengajarnya. Roh hadir dan bekerja. Untuk mencapai hal ini, pendidik harus mengajak siswanya untuk berdoa, mengakui, dan menyerahkan proses pembelajaran kepada pimpinan-Nya. Roh Tuhan berkarya melalui media yang digunakan, serta lingkungan pembelajaran. Dia bahkan dapat menggunakan sumber belajar yang paling dasar. Akhimya, la memberikan semangat atau antusiasme kepada guru, membuatnya kuat dan tegar saat mengalami kelelahan dan Howard G. Hendricks. Mengajar untuk Mengubah Hidup, peny. Okdriati S. Handoyo (Yogyakarta: Katalis Media, 2. , 43. Sidjabat. Mengajar secara Profesional, 72-74. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Guru dibuat tenang ketika suasana tidak nyaman, sabar ketika siswa lambat dalam belajar, bergembira ketika suasana kurang semangat, dan tetap lemah lembut dan rendah hati ketika siswa menunjukan kemampuannya. Ketiga ialah bahwa seorang guru PAK harus memiliki konsep diri yang positif. Pertama-tama, pribadi yang mempunyai pandangan diri yang sehat atau positif memiliki keyakinan bahwa ia diterima oleh Allah tanpa syarat karena mereka percaya kematian Kristus itu lebih dari cukup untuk membuktikan kasihNya kepadanya. Dampak dari konsep diri positif yang dimiliki seorang guru ialah sebagai berikut yaitu pertama. Guru dapat berkembang secara sehat dalam hubungannya dengan siswa, rekan kerja, dan orang lain kemudian ia mampu menerima orang lain sebagaimana adanya, menerima kelebihan dan kekurangan mereka. Kedua, dengan keyakinan diri yang kuat, guru dapat berkembang dalam menerima diri mereka sendiri, termasuk potensi dan kelemahan mereka, mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Ia belajar bahwa kekuatan dirinya tidak sama dengan orang lain. Ketiga, dengan konsep diri positif, guru dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berkorban demi kepentingan orang lain dan mengutamakan kepentingan orang lain. Dan keempat. Konsep diri yang sehat memungkinkan guru untuk mengembangkan dan menyelesaikan pekerjaan mereka dengan percaya diri dan dalam hal ini, ia sadar bahwa dia harus memberikan yang terbaik bagi anak didiknya karena itu adalah kehendak Tuhan. Hasil Penafsiran Berdasarkan penafsiran proses penafsiran yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya, pada bagian ini peneliti akan menjabarkan mengenai hasil dari penafsiran teks Daniel 6:1-29 sebagai beberapa prinsip yang merupakan keteladanan Daniel yang diantaranya ialah sebagai berikut. Pertama, memiliki karakter yang unggul merupakan kekuatan di setiap kondisi kehidupan (Dan 6:1-. Kedua, karakter yang berkualitas akan terkoneksi dengan orang-orang yang berkualitas lainnya (Dan 6:5-. Ketiga, karakter yang berintegritas memastikan keberhasilan meskipun dalam rencana jahat orang lain (Dan 6:7-. Keempat, memiliki skala prioritas dan kebiasaan yang baik merupakan awal pembentukan karakter yang berintegritas (Dan 6:11-. Kelima, iman yang benar dan teguh menghasilkan pribadi Ibid. , 74-76. Ibid. , 76-80. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen yang tahan uji (Dan 6:20-. Keenam, karakter yang baik akan selalu berdampak baik di segala situasi dan kondisi (Dan 6:25-. Analisis Prinsip Keteladanan Daniel menurut Daniel 6:1-29 berdasarkan Kompetensi Kepribadian Guru menurut UU No 14 Tahun 2005 Analisis prinsip keteladanan Daniel merupakan proses analisis yang menunjukan bagaimana keteladanan Daniel dapat menjadi acuan bagi pembentukan karakter guru yang sesuai dengan Kompetensi Kepribadian Guru yang diatur dalam UU No. 14 Tahun 2005 yang dijabarkan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007. Berdasarakan hasil penafsiran yaitu Prinsip Keteladanan Daniel berikut adalah analisis dari keteladanan Daniel menurut UU No 14 Tahun 2005 dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 yaitu: Pertama, bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Berdasarkan poin pertama tersebut, keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah karakter yang berintegritas yang ditunjukan Daniel dalam Daniel 6:1-4 karena pada bagian ini telah menunjukan bahwa Daniel adalah seseorang yang berkualitas bahkan unggul dalam segi apapun dibandingkan para pejabat tinggi lainnya di masa itu, dan bagian tersebut menunjukan bahwa Daniel tidak memiliki kekurangan dalam posisinya sebagai pejabat tinggi dan ia tidak melanggar hukum apapun yang ada sehingga ia dapat menjadi orang kepercayaan pemerintahan di masa tersebut. Karakter yang berintegritas yang dimiliki Daniel dapat dijadikan acuan bagi pembentukan karakter yang lebih baik. Kedua, menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Berdasarkan poin kedua tersebut, prinsip keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah karakter yang jujur dan berkualitas yang ditunjukan Daniel dalam Daniel 6:5-6 yang menjabarkan mengenai orang-orang yang AukotorAy yang tidak menyukai Daniel yang jujur dan bersih sebagai seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan di masa tersebut sehingga berusaha menyusun rencana untuk menjatuhkan Daniel dengan cara Karakter yang jujur dan bersih yang dimiliki Daniel dapat dijadikan acuan bagi pembentukan karakter yang lebih baik. Ketiga, menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan Berdasarkan poin kedua tersebut, prinsip keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah respon Daniel sebagai pribadi yang santun dan berwibawa yang ditunjukan FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Daniel dalam Daniel 6:20-24 pada bagian ayat 22, yang menyatakan respon dari Daniel dalam menghadap raja yang telah memberikan keputusan yang salah terhadapnya dan pada bagian tersebut Daniel menunjukan kualitas kepribadiannya sebagai seorang yang stabil, sopan dan berwibawa. Hal ini terlihat dari bagaimana ia merespon raja yang telah dijabarkan peneliti pada bagian tersebut. Keempat, menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Berdasarkan poin kedua tersebut, prinsip keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah keberadaan Daniel sebagai pribadi yang berintegritas dan memiliki karakter yang unggul melebihi orang-orang lain di masa pemerintahan tersebut yang ditunjukan Daniel dalam Daniel 6:1-4, 25. Dua bagian ini menunjukan bahwa keunggulan dari Daniel yang unggul dalam segala sesuatu dalam bidang pekerjaannya menjadikan orang-orang yang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan tidak benar menjadi gusar dan memilih untuk bersepakat menjatuhkan Daniel . y 1-. dan bagian selanjutnya yaitu ayat 25 ketika Daniel yang telah melewati semua persoalan yang menimpanya, diangkat raja menjadi seorang pejabat yang kedudukannya lebih tinggi dari kedudukan sebelumnya karena ia adalah pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab. Kelima, menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Berdasarkan poin kedua tersebut, prinsip keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah ketaatan Daniel kepada Tuhan yang ditunjukan Daniel dalam Daniel 6:11-12 disaat ia tetap memilih untuk taat kepada Tuhan dibandingkan sebuah peraturan AucacatAy yang telah ditetapkan untuk menjatuhkan ia secara pribadi. Secara sekilas. Daniel pada bagian ini dinyatakan sebagai seorang yang tidak taat pada peraturan pemerintahan, akan tetapi peneliti beranggapan bahwa kode etik profesi guru yang ada di Indonesia tidak setara dengan peraturan AucacatAy dari raja Darius pada masa pemerintahan Daniel. Kode etik guru pada dasarnya dibuat dengan tujuan menjaga guru dalam berperilaku, bertindak dan bertanggung jawab pada tugasnya sebagai guru, maka yang menjadi kode etik seharusnya adalah peraturan-peraturan yang bernilai AubenarAy sehingga Daniel adalah pribadi yang benar dalam ketaatannya kepada Tuhan dalam kasusnya saat dijebak oleh peraturan yang AucacatAy tersebut. Peneliti beragumentasi bahwa peraturan AucacatAy yang ada pada masa Daniel adalah tindakan-tindakan kecurangan yang dilakukan oleh oknum di dalam dunia pendidikan untuk mengambil keuntungan pribadi, dan ketika guru tidak terlibat dalam usaha oknum tersebut, seharusnya ia telah menjaga kode etik FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen profesionalnya sebagai seorang guru dan sama halnya dengan Daniel yang menjaga kebenaran di dalam dirinya. Berikut adalah penjabaran dalam bentuk bagan yang disajikan peneliti untuk mempermudah melihat analisis pada bagian tersebut. UU No 14 Tahun 2005 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Prinsip Keteladanan Daniel Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Karakter yang berintegritas Daniel 6:1-4 Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Karakter yang jujur dan berkualitas Daniel 6:5-6 menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. menjunjung tinggi kode etik profesi guru Karakter yang santun dan berwibawa Daniel 6:22 Karakter yang berintegritas dan unggul Daniel 6:1-4, 25. Ketaatan Daniel 6:11 Bagan1. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Analisis Prinsip Keteladanan Daniel menurut Daniel 6:1-29 berdasarkan Kompetensi Kepribadian Guru PAK menurut Binsen Samuel Sidjabat Analisis prinsip keteladanan Daniel merupakan proses analisis yang menunjukan bagaimana keteladanan Daniel dapat menjadi acuan bagi pembentukan karakter guru PAK yang sesuai dengan Kompetensi Kepribadian Guru PAK menurut B. Sidjabat dalam bukunya yang berjudul AuMengajar secara Profesional. Ay Berdasarakan hasil penafsiran yaitu Prinsip Keteladanan Daniel berikut adalah analisis dari keteladanan Daniel menurut B. Sidjabat dalam bukunya yang berjudul AuMengajar secara Profesional. Ay Pertama, seorang guru PAK seharusnya ialah seseorang yang bertumbuh dalam Kristus. Berdasarkan poin pertama tersebut, keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah Daniel 6:11 yang menunjukan bagaimana Daniel memiliki hubungan yang sangat intim dengan Tuhan melalui tindakannya yang menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidupnya dan tindakan ini menunjukan bahwa Daniel merupakan pribadi yang bertumbuh dalam kehidupannya dalam Tuhan karena hubungannya yang baik dengan Tuhan selalu membawanya kepada pertumbuhan kerohanian. Secara khusus pada bagian ini. Daniel bertumbuh secara rohani sesuai dengan kehidupannya pada masanya yaitu masa sebelum Tuhan Yesus Kristus dinyatakan dalam rupanya sebagai manusia di dunia, namun karakter Allah yang sama seperti Tuhan Yesus Kristus yang AunantinyaAy akan dinyatakan dalam rupa manusia, jika melihat dalam sudut pandang waktu Daniel, adalah Tuhan yang memiliki natur yang sama dengan Tuhan yang dikenal Daniel pada masanya. Oleh karena itu. Daniel dapat dinyatakan memenuhi Kompetensi Kepribadian guru PAK menurut B. Sidjabat pada bagian pertama yaitu bertumbuh dalam Kristus. Kedua, seorang guru PAK seharusnya ialah seorang yang dalam bimbingan Roh Tuhan. Berdasarkan poin kedua tersebut, keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah Daniel 6:4. 11 kedua bagian ini menunjukan bahwa Daniel adalah seseorang yang hidup dalam bimbingan Roh Tuhan. Ayat 4 menunjukan bahwa Daniel adalah seorang yang memilii Roh yang luar biasa yang merupakan hasil dari hubungannya dengan Tuhan dan hal ini terbukti karena dari banyaknya orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan yang sama FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dengan Daniel namun roh yang luar biasa adalah istilah yang diberikan kepada Daniel bahwa roh yang luar biasa ini merupakan bukti dari Daniel yang memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, dan ayat 11 menunjukan bagaimana hubungan tersebut berlangsung dan menjadi bukti kuat bahwa Daniel memiliki kehidupan yang senantiasa dibimbing Roh Tuhan dalam keseluruhan hidupnya. Oleh karena itu Daniel dapat dinyatakan memenuhi Kompetensi Kepribadian guru PAK menurut B. Sidjabat pada bagian kedua yaitu seorang yang dalam bimbingan Tuhan. Ketiga, seorang guru PAK harus memiliki konsep diri yang positif. Berdasarkan poin kedua tersebut, keteladanan Daniel berdasarkan Daniel 6:1-29 ialah Daniel 6:4-5. Bagian ini menunjukan bahwa Daniel memiliki konsep diri yang positif, ayat 4 menunjukan roh yang luar biasa serta kepribadian yang unggul yang ia miliki yang menjadikannya pribadi yang dipercaya bahkan raja pada masa itu hendak memberinya jabatan yang lebih tinggi sehingga menjadi suatu awal permasalahan dari sisi orang-orang yang tidak memiliki konsep diri positif yang hendak menjatuhkan Daniel dan ayat 5 menunjukan bahwa Daniel adalah pribadi yang tidak terdapat kesalahan dan kelalaian dalam tanggung jawabnya sebagai seorang pejabat pada masa itu dan hal ini merupakan konsep diri yang positif yang bahkan penilaiannya berdasarkan sudut pandang dari orang-orang yang tidak menyenangi Daniel. Oleh karena itu Daniel dapat dinyatakan memenuhi Kompetensi Kepribadian guru PAK menurut B. Sidjabat pada bagian ketiga yaitu memiliki konsep diri yang positif. Berikut adalah penjabaran dalam bentuk bagan yang disajikan peneliti untuk mempermudah melihat analisis pada bagian tersebut. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Berdasarkan penjabaran dari penafsiran Daniel 6:1-29 dan hasil analisis dari Prinsip Keteladanan Daniel terhadap Kompetensi Kepribadian guru secara umum dan secara khusus guru PAK yang peneliti lakukan pada bagian ini dapat disimpulkan bahwa Daniel adalah pribadi yang dapat menjadi acuan dalam pembentukan karakter guru PAK. Meskipun Daniel bukan seseorang dengan profesi sebagai seorang guru namun keberadaannya di masa lampau dan yang telah ada jauh sebelum guru menjadi sebuah profesi di Indonesia telah menjadi seseorang yang dapat menjadi acuan bagi pembentukan karakter guru PAK di masa kini dan memenuhi kompetensi kepribadian guru di Indonesia yang diatur dalam UU No 14 Tahun 2005 dan menurut Sidjabat mengenai kualitas kepribadian guru PAK bahkan sebelum kompetensi kepribadian tersebut telah ada. Kebaharuan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian di atas, penelitian ini menunjukan adanya kebaharuan dari penelitian-penelitian sebelumnya mengenai Daniel 6:1-29 yang jika ditinjau dari penelitian-penelitian sebelumnya yang menjabarkan mengenai Daniel 6:1-29 seperti FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dalam karya ilmiah berbentuk jurnal dengan judul AuDeskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa KiniAy oleh Paulus Kunto Baskoro dan Philip Suciadi Chia yang membahas mengenai kesalehan Daniel yang dapat diimplementasikan bagi orang percaya masa kini kemudian dalam karya tulis berbentuk jurnal lainnya dengan judul AuKeteladanan Daniel bagi Orang Percaya Masa KiniAy oleh Norawanti. Jelita Parasusanti, dan Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi yang membahas mengenai keteladan Daniel bagi orang percaya di masa kini dengan penjabaran mengenai kesetiaan, ketaatan, kesalehan dan aplikasi pada kehidupan orang percaya masa kini. Pada penelitian ini, yang menjadi fokus utama adalah mengenai tokoh Daniel dalam Daniel 6:1-29 yang menjadi acuan sebagai pembentukan karakter dari guru PAK di Indonesia. Berikut adalah bagan dari fokus penelitian-penelitian tersebut. Penutup Berdasarkan pada penelitian yang telah peneliti lakukan beserta dengan berbagai uraian pada bagian-bagian sebelumnya yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu AuTinjauan Teologis Pembentukan Karakter Guru PAK menurut Daniel 6:1-29Ay maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, kompetensi kepribadian menurut UU no 14 Tahun 2005 yang harus dimiliki seorang guru adalah suatu kesatuan yang terdapat dalam pribadi yang sehat dan telah melalui berbagai proses dalam menempuh pendidikan baik formal maupun non formal sehingga dapat membentuk karakter yang dimiliki seorang guru yang ideal dan kompeten menurut UU no 14 Tahun 2005. Kedua, seorang guru PAK yang dalam tugasnya untuk membawa peserta didik untuk menghidupi hidup dengan nilai-nilai kekristenan dengan benar maka seorang guru PAK dalam usahanya untuk memenuhi kompetensi kepribadian guru PAK yang berkualitas sesuai pandangan Kristiani memerlukan waktu seumur hidup. Hal ini dikarenakan proses yang dijalaninya memerlukan waktu yang panjang dan selalu mengandalkan Tuhan setiap waktu dan pada akhirnya akan menjadi pribadi yang membawa peserta didik kepada pengenalan akan Kristus dan transformasi hidup yang benar sesuai karakter Kristus yang ada di dalam dirinya. Ketiga, berdasarkan penafsiran dan analisis yang telah dilakukan peneliti yaitu prinsip keteladanan Daniel terhadap Kompetensi Kepribadian guru menurut UU No 14 Tahun 2005 dan Kompetensi Kepribadian guru PAK menurut Sidjabat, maka hasil dari analisis tersebut ialah keteladanan Daniel dapat menjadi acuan FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen dalam pembentukan karakter guru PAK. Hal ini dikarenakan keberadaannya sejak semula telah memenuhi kompetensi-kompetensi tersebut dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan karakter guru secara khusus guru PAK bahkan sebelum kompetensikompetensi tersebut ditetapkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beserta dengan hasil penelitian yang telah dijabarkan peneliti yang berkaitan dengan tinjauan Teologis pembentukan karakter guru PAK menurut Daniel 6:1-29 maka terdapat beberapa saran diantaranya sebagai berikut. Pertama, bagi prodi PAK secara khusus calon-calon guru PAK harus lebih memperhatikan mengenai kompetensi kepribadian yang telah diajarkan sehingga meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan perilaku yang tidak sesuai dengan kepribadian yang seharusnya dimiliki seorang guru PAK yang terbentuk dalam dirinya sebagai karakter yang akan dibawa dalam segala aspek kehidupan. Kedua, bagi peneliti selanjutnya yang akan membahas kajian yang sama dengan penelitian ini diharapkan melakukan penelitian dengan fokus berbeda, rumusan masalah dan tujuan penelitian yang berbeda ataupun dapat mengembangkan penelitian ini dengan sudut pandang yang berbeda dan dengan metode yang lebih baik lagi. Selain itu juga, dalam penelitian selanjutnya, peneliti lebih meningkatkan riset mengenai persoalan-persoalan dalam lingkup dunia pendidikan sehingga masalah yang akan terjawab lebih tajam dan sesuai dengan keperluan di lapangan. Daftar Kepustakaan Anwar. Muhammad. AuMenjadi Guru Profesional - Muhamad Anwar - Google Buku. Ay Prenadamedia Group. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2018. Sidjabat. Ed. Mengajar Secara Profesional. Bandung: Kalam Kudus, 2009. Baskoro. Paulus Kunto, and Philip Suciadi Chia. AuDeskriptif Kesalehan Daniel Dalam Kitab Daniel 6:1-29 Dan Implementasi Dan Refleksi Logis Bagi Orang Percaya Masa Kini. Ay Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. : 52Ae643. http://jurnal. id/index. php/Veritas/article/view/46/pdf. Febriana. Dr. Rina. Kompetensi Guru. Edited by Bunga Sari Fatmawati. PT. Bumi Aksara, https://books. id/books?hl=id&lr=&id=vp5OEaQBAJ&oi=fnd&pg=PP1& dq=kompetensi guru&ots=E8IBdTxkWl&sig=z679Z8dYhLWsIT3W6_CUx39HlVo&r edir_esc=y#v=onepage&q=kompetensi guru&f=false. Howard G. Hendricks. Mengajar Untuk Mengubah Hidup. Yogyakarta: Katalis Media, 2009. Jihad. Suyanto dan Asep. Bagaimana Menjadi Calon Guru Dan Guru Profesional. Jakarta: FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Erlanga Group, 2013. JohnM. Nainggolan. Guru Agama Sebagai Panggilan Dan Profesi. Bandung: Profesi : Bina Media Informasi, 2010. Kementerian Pendidikan Nasional. AuPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru,Ay 2007. http://digilib. id/4949/15/BAB II. Moekry. Mukhotim E-. Menjadi Guru Profesional Transformatif. Edited by M. Pd. I Sudirman Anwar. Jurnal Edukasi. Vol. PT. Indragiri Dot Com, 2008. https://books. com/books?hl=en&lr=&id=glDGDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1& dq=pemikiran ki hajar dewantara terhadap pelayanan bimbingan dan konseling&o ts=C0S8nvg6SS&sig=_NIXd2eziUoDet_FlyxfeTwmTUM. Nasution. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito, 1996. Nasution. Nurdiana, and Cicik Suriani. AuKorelasi Kompetensi Kepribadian Guru Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Sma n. 1 Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara p 2015/ 2016. Ay Jurnal pelita pendidikan 4, no. : 108Ae113. Robert Richard Boehlke. Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktik Pendidikan Agama Kristen : Dari Yohanes Amos Comenius Sampai Perkembangan PAK Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003. Roqib. Moh. , and Nurfuadi. Kepribadian Guru Upaya Mengembangkan Kepribadian Guru Yang Sehat Di Masa Depan. Yogyakarta: CV. Cinta Buku, 2020. http://repository. id/id/eprint/7229. Sartika. Sri Hardianti. Dadang Dahlan, and Ikaputra Waspada. AuKompetensi Guru Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Melalui Kebiasaan Belajar Siswa. Ay Jurnal MANAJERIAL 17, no. : 39. Sidjabat. Mengajar Secara Profesional. Mewujudkan Visi Guru Profesional. Bandung: Yayasan Kalam Hidup. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2008. Sutanto. Hasan. HERMEUNITIK: Prinsip Dan Metode Penafsiran Alkitab. Hermeneutik. Malang: Literatur Saat, 2007. Sutrisna. AuImplementasi Pendidikan Karakter Dlm Pembelajaran Bi . Ay Widya Accarya 12, 1 . : 117Ae127. Sutrisna. Gede. AuImplementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Ay Widya Accarya 12, no. : 117Ae127. AuKasus Guru Aniaya Murid Di SMKN 1 Jakarta Berujung Damai. Ay https://w. com/berita/3076513/kasus-guru-aniaya-murid-di-smkn-1jakarta-berujung-damai. AuKasus Pungli Di Kota Bogor: Usai Pecat Guru Honorer. Kepala Sekolah Dipecat Wali Kota. Ay Accessed February 28, 2024. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No. :3 E-ISSN : 2086-6097 November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen https://megapolitan. com/read/2023/09/15/12410201/kasus-pungli-di-kotabogor-usai-pecat-guru-honorer-kepala-sekolah-dipecat?page=all&lgn_method=google. AuKasus Pungli Ribuan Guru Honorer Di Janeponto. Ini Kata Ketua PGRI. Ay https://makassar. com/read/2024/01/31/145146778/kasus-pungli-ribuan-guruhonorer-di-janeponto-ini-kata-ketua-pgri. AuViral Guru Diduga Aniaya 2 Murid Di Poso. Keluarga Enggan Proses Hukum Baca Artikel CNN Indonesia AoViral Guru Diduga Aniaya 2 Murid Di Poso. Keluarga Enggan Proses HukumAo Selengkapnya Di Sini: Https://w. Cnnindonesia. Com/Nasional/20221017125108-12-861548. Ay https://w. com/nasional/20221017125108-12-861548/viral-gurudiduga-aniaya-2-murid-di-poso-keluarga-enggan-proses-hukum. **************************** FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: .