JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No. April 2021. Hlm. p-ISSN: 2338-1140, e-ISSN: 2527-3043 // http://ejournal. id/index. php/jp2sd UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG JP2SD (JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN SEKOLAH DASAR) http://ejournal. id/index. php/jp2sd p-ISSN: 2338-1140 e-ISSN: 2527-3043 Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah Indri Anugraheni Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Indri. anugraheni@uksw. INFORMASI ARTIKEL Riwayat: Diterima 29 Januari 2021 Revisi 21 Maret 2021 Dipublikasikan 26 April 2021 Kata kunci: Faktor-faktor kesulitan guru, penulisan karya ilmiah 22219/ jp2sd. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor kesulitan yang dialami guru sekolah dasar dalam penulisan karya ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar di Gugus Joko Tingkir Salatiga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesulitan guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 faktor kesulitan yang dialami guru dalam membuat karya tulis ilmiah yaitu: . kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa penelitian tindakan kelas, . kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa publikasi artikel, . faktor eksternal dan internal dari guru. Karya tulis ilmiah yang berupa penelitian Tindakan kelas menunjukkan bahwa 42,11% guru mengalami kesultan dalam mengumpulkan data dan menganalisis data. Pada penulisan karya tulis ilmiah yang berupa publikasi ilmiah 52,63% guru mengalami kesulitan dalam menulis artikel ilmiah dan 54, 39% guru mengalami kesulitan dalam mempublikasikan artikel ilmiah. Faktor eksternal dan internal adalah kurangnya motivasi, keterbatasan waktu, keikutsertaan dalam pelatihan penulisan karya ilmiah, pendampingan dalam penulisan karya ilmiah. http://ejournal. id/index. php/jp2sd jp2sd@umm. 60 JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No 1. April 2021 hlm 59-65 http://ejournal. id/index. php/jp2sd ABSTRACT The purpose of this study is to determine the factors of difficulty experienced by elementary school teachers in writing scientific papers. This research is a survey research using a qualitative approach. The subject used in this study were elementary school teachers in the Joko Tingkir Cluster Salatiga. The instrument used in this study was a questionnaire for elementary school teacher difficulties. The results showed that there were 3 factors of difficulties Copyright A 2021, experienced by teachers in making scientific papers. Indri Anugraheni namely: . the difficulty of teachers in making scientific papers in the form of classroom action research, . the This is an open access article difficulty of teachers in making scientific papers in the under the CCAeBY-SA license form of article publications, . factors external and internal from the teacher. Scientific writing in the form of classroom action research shows that 42,11% of teachers experienced consultants in collecting data and analyzing In writing scientific papers in the form of scientific publications 52,63% of teachers had difficulty writing scientific articles and 54,39% of teachers had difficulty in publishing scientific articles. External and internal factors are lack of motivation, limited time, participation in training in writing scientific papers, assistance in writing scientific papers. How to cite: Indri Anugraheni. Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar. Vol 9 No 1, 5965. doi: https://doi. org/10. 22219/jp2sd. Keywords: factors of teacher difficulties, writing scientific papers PENDAHULUAN Guru merupakan ujung tombak yang mempunyai peran penting dalam kegiatan Peranan penting guru dalam pembelajaran mampu mendidik, membimbing, melatih, mengajar, mengarahkan serta menilai peserta didik . Undang-undang guru dan dosen no 14 tahun 2005 pasal 8 menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Diperlukan kualitas sumberdaya manusia khususnya pendidik yang unggul untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul maka guru harus memiliki kompetensi yang berkualitas. Empat kompetensi yang wajib dikuasai guru adalah kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi yang wajib dikuasai Syarat untuk menjadi guru profesional maka seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidangnya, memiliki komunikasi yang baik dengan peserta didik, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya sebagi guru (Kunandar, 2. Selain itu kompetensi yang wajib dikuasai guru antara lain memiliki kemampuan mengajar yang baik, memiliki kemampuan mengelola pembelajaran, memiliki wawasan yang luas, menguasai kurikulum, menguasai teknologi, menguasai media pembelajaran, serta memiliki kepribadian maupun teladan yang baik bagi peserta didik. Salah satu indikator guru menguasai teknologi yaitu guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran Indri Anugraheni. Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah 61 JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No 1. April 2021 hlm 59-65 http://ejournal. id/index. php/jp2sd berbasis teknologi (Kuncahyono and Kumalasani 2. Seorang guru tidak hanya mengajar saja tetapi juga terus belajar dan mengembangkan diri. Kriteria kualitas guru ditinjau dari kemampuan mengelola pembelajaran di kelas, kemampuan guru menguasasi materi bidang studi (Sumantri, 2. Sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Undang-undang No 14 Tahun 2005 pasal 7 yang menjelaskan bahwa pemberdayaan profesi guru perlu diselengarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusi, nilai keagamaan, nilai kultural, kemanjemukan bangsa, dan kode etik Saat ini guru sangat dituntut untuk mampu mengembangkan profesinya. Perhatian pemerintah terhdap pengembangan profesi guru dengan memberikan penghargaan kepada guru. Penghargaan dari pemerintah tersebut berupa kenaikan pangkat atau golongan bagi guru. Setiap guru yang melakukan kegiatan pengembangan profesi maka guru anak mendapatkan nilai yang disebut dengan Angka Kredit. Undang - undang No 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kredit pasal 11 menjelaskan bahwa unsur kegiatan guru yang dinilai angka kreditnya adalah suatu pengembangan keprofesian berkelanjutan yang meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya Angka kredit jabatan seorang guru terdiri dari unsur Pendidikan. bimbingan dan tugas. pengembangan keprofesian berkelanjutan. dan penunjang tugas guru (Mansyur. Publikasi ilmiah merupakan salah satu syarat dalam memenuhi angka kredit. Publikasi ilmiah merupakan hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang Pendidikan formal. Publikasi ilmiah merupakan salah satu syarat untuk memperoleh angka kredit bagi guru. Dalam mengembangkan profesionalisme guru biasanya memilih publikasi ilmiah yang berupa karya tulis ilmiah yang merupakan hasil Hasil penelitian yang diperoleh melalui proses pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Sependapat dengan Chotimah, . bahwa penulisan kart\ya tulis ilmiah merupakan salah satu upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan profesionalisme sebagai seorang tenaga pendidik. Karya ilmiah merupakan suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Kaidah-kaidah keilmuan berupa karya ilmiah yang menggunakan metode ilmiah didalam membahas permasalahan, menyajikan kajian dengan menggunakan Bahasa ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan (Ana. Wasmana menjelaskan bahwa karya ilmiah merupakan tulisan yang membahas suatu permasalahan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh dari suatu penelitian . 1, . Sedangkan Emzir . menjelaskan lima langkah metode ilmiah pada penelitian yaitu: identifikasi masalah penelitian, review informasi, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menulis sebuah karya tulis ilmiah adalah mengidentifikasi permasalahan. Permasalahan bisa ditemukan saat guru melakukan kegiatan pembelajaran baik dikelas maupun di luar kelas. Permasalahan yang ditemukan guru dapat menjadi topik yang dapat dikembangkan guru menjadi sebuah karya tulis Review informasi merupakan informasi-informasi yang digunakan guru dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah. Informasi-informasi tersebut dapat diperoleh dari buku atau dari jurnal eletronik berbasis online. Pengumpulan data dan analisis sangat diperlukan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Penarikan kesimpulan merupakan hasil kesimpulan akhir dari pelaksanaan penelitian. Karya ilmiah guru merupakan suatu tulisan yang berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang dilakukan guru. Karya ilmiah selalu berkaitan dengan permasalahan yang Indri Anugraheni. Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah 62 JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No 1. April 2021 hlm 59-65 http://ejournal. id/index. php/jp2sd dialami guru dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan yang diangkat guru dalam sebuah karya ilmiah berupa hasil penelitian yang dilakukan di kelas. Jenis penelitian yang biasanya dilakukan guru di kelas berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Permasalahan yang diangkat dalam penelitian tindakan yang dilakukan guru sekolah dasar dengan mengiimplementasikan model-model pembelajaran, implementasi mediamedia interaktif dalam pembelajaran, evaluasi pembelajaran di kelas. Guru banyak mendapatkan pelatihan-pelatihan yang diadakan dinas Pendidikan maupun instansi tertentu terkait dengan model-model pembelajaran yang inovatif, media interaktif serta evaluasi penilaian pembelajaran yang baik di kelas . enilaian kognitif, afektif dan Kondisi di lapangan berdasarkan diskusi dengan beberapa guru sekolah dasar di gugus Joko Tingkir diperoleh bahwa guru masih kesulitan dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah sehingga karya tulis yang dihasilkan guru masih sedikit dan terbatas. Terbatasnya karya tulis yang dibuat guru berpengaruh pada tertundanya kenaikan pangkat/jabatan guru selama bertahun-tahun. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak guru sekolah dasar yang bertahan pada golongan tertentu saja (Misalnya dari golongan IVA akan naik ke golongan yang lebih tingg. Sependapat dengan Ilfiabdra, dkk . menyebutkan banyak tenaga guru yang bertahan pada golongan Iva. Hasil observasi menunjukkan bahwa penulisan karya tulis ilmiah baik berupa penelitian tindakan kelas maupun publikasi ilmiah, ternyata guru maish kesulitan dalam menentukan permasalahan, kajian pustaka serta pembahasan serta publikasi dalam menulis sebuah karya tulis. Saat ini tuntutan seorang guru diharapkan mampu menghasilkan karya tulis ilmiah, baik untuk pengembangan diri maupun pemenuhan angka kredit. Oleh karena itu peneliti menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi kesulitan guru Sekolah dasar di gugus Joko Tingkir dalam membuat karya tulis ilmiah METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan pendekatan Subjek penelitian ini adalah guru-guru di Sekolah Dasar Gugus Joko Tingkir. Salatiga berjumlah 57 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah nontes yang berupa angket. Hasil validasi angket menunjukkan bahwa 10 pernyataan valid (> r hitung = 0,2. sehingga pernyataan pada angket dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Hasil reliabilitas sebesar 0,906 menunjukan bahwa angket sangat reliabel sehingga dapat digunakan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan mencari frekuensi dan presentase hasil dari analisis angket, kemudian hasil tersebut dideskripsikan faktor-faktor kesulitan yang dialami guru Sekolah Dasar dalam penuliasan karya tulis ilmiah Peneliti membagi menjadi tiga indikator hasil karya ilmiah guru yaitu penulisan hasil karya ilmiah yang berupa hasil penelitian berupa tindakan kelas (PTK). artikel ilmiah. identifikasi permasalahan, review informasi terkait kajian pustaka, pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan, penulisan dan publikasi artikel faktor internal dan eksternal dari guru. HASIL DAN PEMBAHASAN Kaya tulis ilmiah guru merupakan suatu karya tulis guru yang dihasilkan dari penelitian ilmiah guru dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru-guru di sekolah dasar gugus Joko Tingkir masih mengalami kesulitan dalam membuat serta Indri Anugraheni. Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah 63 JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No 1. April 2021 hlm 59-65 http://ejournal. id/index. php/jp2sd menghasilkan karya tulis ilmiah. Berikut ini adalah faktor-faktor kesulitan yang dialami guru sekolah dasar dalam membuat karya ilmiah berupa hasil penelitian. Tabel 1. Kesulitan-kesulitan guru SD dalam penulisan karya ilmiah berupa hasil PTK Aspek yang diukur Identifikasi masalah Mencari kajian Pustaka Pengumpulan data Analisis data Penarikan kesimpulan Rata-rata Frekuensi Presentase 36,84 33,33 42,11 42,11 35,09 35,09 49,12 59,65 45,61 49,12 54,39 54,39 14,04 7,02 12,28 8,77 10,53 10,52 Keterangan: S = Sulit. N = antara sulit dan tidak sulit. TS = Tidak Sulit Tabel 1 merupakan kesulitan guru dalam menulis karya tulis ilmiah yang berupa laporan penelitian tindakan kelas (PTK). Pada tahap mengidentifikasi masalah 36,84% guru mengelami kesulitan. tahap mencari kajian ustaka sebesar 33,33% guru mengalami tahap pengumpulan data sebesar 42,11% guru mengalami kesulitan. analisis data 42,12% guru mengalami kesulitan. tahap penarikan kesimpulan sebesar 35,09% mengalami kesulitan. Guru mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis berupa penelitian Tindakan kelas terutama pada tahap pengumpulan data dan analysis Relevan dengan penelitian yang dilakukan Nilakusmawati, . bahwa terbatanya pengetahuan dan keterampilan guru -guru dalam pembuatan PTK. Tabel diatas menjelaskan bahwa guru mengalami kesulitan pada tahap pengumpulan data dan analisis data. Tahap pengumpulan data berkaitan dengan instrument yang digunakan guru dalam mengambil data yang akan digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Guru masih kesulitan dalam menentukan insrumen yang tepat dan sesuai dengan topik karya tulis ilmiah. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data selain RPP yaitu kuesioner, lembar observasi, rubrik penilaian baik penilaian sikap, penilaian afektif, penilaian psikomotorik. Guru mengalami kesulitan dalam menganalisis data, hal ini dikarenakan guru merasa masih perlu tambahan pengetahuan tentang menganalisis atau mengolah data. Selama ini guru sudah melakukan analsiis data tetapi hanya pada batasan mencari nilai rata-rata atau presentase. Pengembangan terkait analisis data dengan menggunakan tabel, membaca tabel, membuat grafik/diagram, mendeskripsikan grafik/diagram pelu Selain kesulitan yang disebutkan diatas, hasil diskusi dengan guru yang menyebutkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah khususnya penelitian tindakan kelas (PTK). Hal ini dikarenakan guru merasa masih kurang dalam penguasaan IT, perlunya bimbingan yang intensif dari pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan pelatihan, perlunya contoh-contoh karya tulis ilmiah khususnya penelitian Tindakan kelas (PTK), perlu tambahan waktu dalam membuat sebuah karya Sejalan dengan penelitian Hendrik. , & Martahayu. menyebutkan bahawa faktor penghambat guru dalam mmenulis karya ilmiah adalah keterbtasan waktu, motivasi, kurangnya pengetahuan tentang kompetensi profesional, dan keterbatasan ide. Tabel 2. Kesulitan-kesulitan guru SD dalam membuat artikel karya ilmiah Aspek yang diukur Penulisan artikel ilmiah Publikasi artikel ilmiah Frekuensi Presentase 52,63 54,39 Indri Anugraheni. Faktor-faktor Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penulisan Karya Ilmiah 36,84 33,33 10,53 12,28 64 JP2SD (Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasa. Vol. No 1. April 2021 hlm 59-65 http://ejournal. id/index. php/jp2sd Rata-rata 53,39 33,33 12,28 Tabel 2 merupakan hasil analisis kesulitan guru SD dalm membuat artikel ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 52,63% guru SD kesulitan dalam menulis sebuah artikel, hanya 10,53% yang merasa tidak mengalami kesulitan dalam menulis artikel. Hasil diskusi dengan guru menjelaskan bahwa kesulitan yang dialami guru dalam menulis sebuah artikel dikarenakan motivasi dari guru yang masih kurang. Belum ada kesadarn dan motivasi yang tinggi untuk menulis sebuah artikel ilmiah. Hasil publikasi artikel ilmiah menunjukan bahwa 54,39% guru SD mengalami kesulitan dalam melakukan publikasi ilmiah, sedangkan tidak mengalami kesulitan hanya 12,28%. Hasil dari diskusi dengan beberapa guru menjelaskan bahwa kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana membuat sebuah artikel yang akan dipublikasikan, hal apa saja yang perlu ditulis dalam sebuah artikel, bagaimana cara melakukan submit artikel di suatu jurnal online. Hal ini dikarenakan keterbatasan wawasan yang dimiliki guru tentang penulisan karya tulis ilmiah yang berupa artikel ilmiah. Kesulitan ini juga didukung dari hasil diskusi dengan guru yang menyebutkan bahwa kesulitan yang dialami dalam membuat karya tulis khususnya artikel karya ilmiah adalah perlu tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang menulis sebuah artikel ilmiah, perlu workshop atau pelatihan-pelatihan terkait penilisan artikel ilmiah, pendampingan dari pihak-pihak yang memberikan pelatihan/workshop, perlu contoh konkrit sebuah artikel ilmiah, perlunya motivasi bagi guru dalam menulis sebuah karya tulis ilmiah. Sejalan dengan penelitian Marto . bahwa rendahnya motivasi guru dalam menulis karya ilmiah. Kesulitan yang dialami guru dikarenakan belum banyak pelatihan-pelatihan yang diberikan atau diikuti bapak ibu guru. Pelatihan-pelatihan yang diberikan lebih banyak pelatihan Tindakan Kelas sedangkan untuk pelatihan publikasi menulis sebuah artikel masih kurang. SIMPULAN Kesulitan yang dialami guru dalam menulis karya ilmiah adalah : ) kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa penelitian tindakan kelas, . kesulitan guru dalam membuat karya tulis ilmiah yang berupa publikasi artikel, . factor eksternal dan internal dari guru. Kesulitan yang dialami guru dalam membuat karya tulis ilmiah dari factor internal guru yaitu yaitu perlunya motivasi dari guru, perlunya waktu lebih dalam menulis karya tulis ilmiah. Kesulitan yang dialami guru dalam menulis karyan tulis ilmiah dari factor eksternal guru yaitu pelatihan-pelatihan tentang penulisan karya ilmiah baik penulisan Tindakan kelas dan publikasi ilmiah, pendampungan secara berlanjut dari pihak yang melaksanakan pelatihan . Saran bagi guru sekolah dasar agar mengembangkan kemampuan menulis karya ilmiah adalah . ikut serta dan aktif dalam kegiatan workshop/pelatihan yang diluar sekolah, . mempunyai motivasi dan kesadaran yang tinggi untuk menulis artikel ilmiah, menyediakan waktu khusus untuk menulis karya REFERENSI