Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta Didik Sekolah Dasar Nailatus SaAoadah Maziyah1*. Abdul MuAoid2. Evi Fatimatur Rusydiyah3 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Indonesia Universitas Qomaruddin. Gresik. Indonesia *Coresponding Author: nailamaziyah41@gmail. Dikirim: 21-05-2025. Direvisi: 02-07-2025. Diterima: 03-07-2025 Abstrak: Pembelajaran interaktif merupakan pendekatan yang mndorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar dengan mengutamakan komunukas, kolaborasi serta penggunaan teknologi. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran interaktif melalui penggunaan platform media sosial yang semakin popular di kalangan peserta didik maupun pengajar. Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi dan tantangan pembelajaran interaktif yang dilakukan melalui platform media sosial. Penelitian ini dilakukan pada kelas VI A SD Islam Azzahro dengan teknik purposive sampling dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang fokus pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara pengamatan/observasi, wawancara, dan mepelajari dokumen-dokumen yang ada serta analisis. Teknik analisis data reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil yang ditemukan dari pembelajaran menggunakan platform media sosial ini menjadikan pembelajaran interaktif dan mendorong interaksi serta kolaborasi antara peserta didik dalam berkerja sama menyusun proyek sebagai sumber belajar bagi peserta didik Kata Kunci: Pembelajaran Interaktif. Media Sosial Abstract: Interactive learning is an approach that encourages active involvement of students in the learning process by prioritizing communication, collaboration and the use of technology. One form of technology utilization in interactive learning is through the use of social media platforms that are increasingly popular among students and teachers. The aim is to explore the potential and challenges of interactive learning carried out through social media platforms. This study was conducted in class VI A SD Islam Azzahro with a purposive sampling technique and using a qualitative method with a descriptive approach that focuses on problems based on facts carried out by means of observation, interviews, and studying existing documents and analysis. Data analysis techniques data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results found from learning using this social media platform make learning interactive and encourage interaction and collaboration between students in working together to compile projects as learning resources for other students. Keywords: Interactive Learning. Social Media PENDAHULUAN Pada era saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sangatlah pesat. Teknologi berkembang semakin maju sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi tidak hanya terbatas pada teknologi yang tersebar luas di berbagai aspek kehidupan, namun juga mencakup perangkat seluler dan gadget. Selain banyak manfaatnya perangkat seluler smartphone banyak memberikan manfaat dengan memanjakan manusia dengan berbagai fasilitasnya (Retalia dkk. , 2. Kemajuan teknologi modern tentu berpengaruh pada @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA perkembangan didunia pendidikan maka dari itu pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran menawarkan kemungkinan yang luar biasa untuk mempercepat perolehan keterampilan belajar dan meningkatkan kecakapan peserta didik sekaligus menyederhanakan tugas pendidik dalam merangkai materi (Sajdah dkk. , 2. Teknologi digital telah membuka pintu untuk memperluas metode dan media pembelajaran yang tersedia bagi peserta didik, dengan dekian memungkinkan peningkatan dan keefektivitas dan efesiensi pembelajaran. Dalam konteks ini kemampuan guru untuk memanfaatkan sepenuhnya teknologi digital yang tepat akan menjadikan efetivitas pembelajaran dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan yang terus berkembang (Putra & Pratama, 2. Salah satunya adalah media sosial dimana platform online ini marak dibicarakan dan digunakan dalam proses pembelajaran di era digital. Media sosial sebagai tempat bersosialisasi dimana semua informasi dapat diperoleh dari media social (Liedfray , 2. Terlebih generasi saat ini tidak dapat jauh dari platform media sosial seperti Instagram. Facebook. YouTube. Tiktok, melalui platform tersebut guru haruslah memanfaatkan dengan positif sebagai media dalam pembelajaran. Dengan pemanfaatan yang tepat media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan dan relevan dengan kehidupan peserta didik (Manurung & Anom, 2. Media sosial adalah tempat orang-orang dapat berinteraksi secara online dengan cara membuat, membagikan, menukar, dan mengubah ide atau gagasan, sehingga semua pengguna bisa berkomunikasi dan mendapatkan berbagai informasi (Thaib. Dengan adanya media yang menarik akan menjadikan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan serta berbicara dengan video, audio dan aplikasi interaktif akan memberikan peluang untuk memperkaya pengalaman belajar. Contohnya video pembelajaran dapat membantu peserta didik dalam pembelajaran dan percaya diri akan dirinya sendiri (Sajdah dkk. , 2. Dengan kehadiran media teknologi akan memberikan dukungan yang besar dalam proses belajar mengajar, menolong para guru menjelaskan hal-hal yang sulit serta pada saat proses pembelajaran akan menarik para peserta didik sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan interaktif (Pujiono. Menurut World Happins dalam risetnya . menyimpulkan bahwa generasi z memiliki tingkat kebahagiaan lebih rendah dibandingkan dengan generasi sebelumnya sebab faktor utama yang berkontribusi terhadap masalah ini yaitu penggunaan media sosial yang kurang tepat (Amandawati, 2. Sejalan dengan Prof. Nurul Hartini yang dikutip dari laman unair . menyatakan bahwa media sosial dapat memudahkan kehidupan generasi pada saat ini jika digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam berkomunikasi, mendapatkan informasi serta bahan belajar. Namun jika di gunakan secara berlebihan atau tanpa kendali dapat menjadikan sumber kecemasan (Amandawati, 2. Dalam kerangka ini pembelajaran interaktif diperlukan dalam proses pembelajaran dengan tujuan menjadikan peserta didik secara aktif dan kreatif. Pembelajaran interaktif merupakan pembelajaran yang mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif baik secara fisik, intelektual maupun emosional (Machfud , 2. Pembelajaran interaktif memiliki ciri khas yaitu adanya komunikasi yang terjalin dua arah serta kolabolari dalam partisipasi peserta didik pada subjek aktif Dengan mengintregasikan media sosial dalam pembelajaran interaktif, siswa memiliki pengalaman belajar dengan aktif berdiskusi, kolaborasi serta @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA mengeksplorasi informasi secara mandiri. Hal ini menjadikan guru tidak hanya menyampaikan materi secara rinci tetapi juga membimbing peserta didik dalam kegiatan tersebut (Aisyah dkk. , 2. Pembelajaran interaktif melalui media sosial mencerminkan sebuah pembelajaran berbasis konektivitas dan keterlibatan peserta didik melalui sebuah kolaborasi projek pembuatan video dengan memanfaatkan platform Tiktok dan YouTube. Pemanfaatan media sosial tersebut jika digunakan dengan pendekatan pedagogis yang tepat dapat menjadi ruang pembelajaran dimana peserta didik tidak hanya menjadi konsumen informasi tetapi juga kreator konten edukatif dengan kolaborasi dalam merancang, menyusun narasi dan menyampaikan ide secara visual (Rahman dkk. , 2. Dengan prinsip networked learning di mana pembelajaran tidak lagi terbatas ruang kelas melainkan meluas ke jaringan digital yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Maka dari itu pemanfaatan media sosial haruslah digunakan dengan sebaik mungkin agar peserta didik generasi saat ini bukan hanya digunakan sebagai alat konten saja melainkan dapat membuat konten dan unggahan yang positif mengenai materi pembelajaran di sekolah yang dapat dimanfaatakan sebagai sumber belajar pada generasi sebelumnya. Sejalan dengan itu penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran interaktif dan menganalisis keterlibatan aktif peserta didik melalui pemanfaatan media sosial yang diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan agama islam di SD Islam Azzahro. Maka dari itu pemanfaatan media sosial menjadi urgensi dalam penelitian ini guna mendorong peserta didik generasi saat ini agar tidak hanya menjadi konsumen pasif dalam arus informasi digital melainkan mampu menghasilkan unggahan positif dalam konten edukatif khususnya pada bidang materi pembelajaran di sekolah. Dengan demikian dapat dimanfaatakan sebagai sumber belajar pada generasi selanjutnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif difokuskan pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara pengamatan/observasi, wawancara, dan mepelajari dokumen-dokumen dan dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu (Fadli, 2. Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas VI A SD Islam Azzahro Menganti Gresik dengan jumlah 22 peserta didik yang dilaksanakan pada 18 Adapun teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan secara sengaja memilih kelas VI A sebagai subjek penelitian berdasarkan pertimbangan sesuai dengan tujuan dan karakteristik yang dibutuhkan dalam penelitian serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan bantuan lembar observasi yang dilaksanakan dengan menganalisis secara langsung pada proses pembelajaran didalam kelas. Selajutnya wawancara dilakukan secara langsung dengan peserta didik yang bersangkutan terkait dengan pemanfaatan teknologi melalui media sosial pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VI A SD Islam Azzahro. Instrumen dibuat berdasarkan indikator yang relevan sebagai bahan observasi, sebagai @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA Tabel 1. Instrumen Pembelajaran Interaktif Indikator Sub Indikator Pembelajaran Jaringan (Networked Learnin. Pembelajaran terjadi melalui interaksi dalam jaringan sosial atau digital Kolaborasi dan diskusi dalam lingkungan pembelajaran memperkuat pemahaman materi Mengakses dan memanfaatkan berbagai sumber informasi yang terhubung melalui teknologi Siswa belajar melalui akses informasi dan sumber informasi yang berkembang Mengelola hubungan koneksi dengan individua tau sumber daya yang relevan untuk pembelajaran Menggunakan media sosial atau palform digital untuk berbagi informasi dan pengalaman Setelah pembelajaran formal lalu berlanjut melalui ekplorasi informasi pembelajaran Pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari Memanfaatkan teknologi untuk memperoleh dan mengorganisasi informasi yang relevan Meningkatkan keterampilan digital untuk mengoptimalkan pembelajaran di dunia maya Pembelajaran Sebagai Proses Terhubung Konektivitas dan Pengelolaan Jaringan Pembelajaran yang Berkelanjutan Mengadaptasi Pembelajaran Melalui Teknologi No. Item Setelah peneliti melakukan teknik observasi dan wawancara maka didapatkan berbagai data dan informasi yang dibutuhkan peneliti menganalisis data menggunakan model analisis data kualitatif interaktif dari Miles dan Huberman. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi Data yang diperoleh disusun secara sistematis ke dalam kategori-kategori tematik, dijabarkan dalam bentuk narasi deskriptif, dan disimpulkan secara logis agar dapat dipahami secara menyeluruh (Alvianto & Amanullah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini berlokasi di SD Islam Azzahro yang terletak di Kec. Menganti. Kab. Gresik. Jawa Timur. SD Islam Azzahro merupakan sekolah berbasis pesantren dengan pembelajaran full day. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada SD Islam Azzahro di kelas VI A pada mata pelajaran pendidikan agama islam menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap keterlibatan aktif peserta didik. Projek pembuatan video pembelajaran edukatif melalui platform media sosial berjalan secara efektif dari pembagian kelompok, eksplorasi materi hingga proses pemngambilan video menggunakan perangkat sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik tidak hanya penerima informasi melainkan berperan sebagai konten edukatif dengan mengadaptasi pembelajaran melalui melalui teknologi yang ditunjukkan dengan meningkatnya keterampilan digital dan keberanian dalam mempresentasikan materi. Pengamatan dalam pembelajaran dikelas terbukti proses pembelajaran yang terjadi tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga melatih keterampilan sosial, komunikasi dan kreativitas peserta didik. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA Keberadaan teknologi dalam dunia Pendidikan menjadikan pembelajaran tidak luput dari peran digital hal ini mengharuskan para guru disekolah harus melakukan transformasi pembelajaran yang melibatkan teknologi. Pada SD Islam Azzahro memiliki sarana prasarana yang mendukung sebagai bahan pembelajaran yang menekankan pada teknologi digital dengan begitu guru perlu memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital ini merupakan salah satu inovasi guru agar terciptanya pembelajaran interaktif dan menyenangkan sesuai kebutuhan materi peserta didik yang relevan serta dapat memberikan stimulus pada semua indra peserta didik sehingga dapat memaksimalkam penangkapan pesan dan materi dalam proses pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran hanya bergantung pada materi yang terdapat dalam buku ajar cetak akan tetapi dengan penggunaan teknologi digital yang ada menjadikan peran dan keberadaan teknologi digital sebagai media yang efektif dan efeisen dalam pembelajaran (Sakti, 2. Salah satu teknologi digital yang dimanfaatkan dalam pembelajaran pada materi Pendidikan agama islam di SD Islam Azzahro pada kelas VI melalui platform online yaitu media sosial. Media sosial sebagai platform digital yang banyak diperbincangkan generasi muda pada saat ini dan diketahui bahwa banyak dari mereka yang sudah mempunyai akun media sosial hal ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagai bahan dan sumber belajar bagi peserta didik (Amartha & Anwar, 2. Pembelajaran dengan platform media sosial dilakukan dengan membuat suatu projek video pembelajaran yang akan di kerjakan peserta didik dalam bentuk kelompok, sebelum itu guru menjelaskan sedikit materi yang akan dibahas peserta didik yang kemudian akan dikerjakan peserta didik dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pembagian kelompok secara acak dengan jumlah terdiri dari 2 orang, lalu setiap kelompok mengambil urutan materi yang sudah disediakan oleh guru untuk dijadikan video pembelajaran. Mengeksplorasi dan memahami materi yang akan buat projek video pada buku ajar cetak maupun memanfaatkan platform media sosial sesuai dengan materi yang Take video dilakukan dengan menggunakan laptop yang disediakan dari sekolah, penyampaian video bahan ajar menyesuaikan dengan gaya masing-masing peserta Setelah video bahan ajar selesai dibuat, peserta didik menampilkan video mereka didepan guru dan guru akan memberikan evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan observasi, disajikan beberapa gambar pelaksanaan proses pembelajaran pembuatan konten video pembelajaran pada materi Pendidikan agama islam di SD Islam Azzahro. Dari hasil wawancara dengan peserta didik kelas VI di SD Islam Azzahro menyatakan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dapat membatu memahami materi pembelajaran yang sebelumnya belum bisa difahami oleh para peserta didik. Salah satu peserta didik mengungkapkan bahwa AuDulu saya sulit memahami materi pelajaran karena merasa bosan dengan pembelajaran didalam kelas, tapi setelah adanya projek pembuatan video pembelajaran, saya merasa lebih memahami materi pelajaran karena sebelum pembuatan video guru mengarahkan untuk mengeksplor materi sendiri dan dengan menjelaskan ulang materi dengan cara saya sendiri bermanfaat dalam literasi dan peningkatan pemahaman materi pelajaranAy. Adanya projek yang diterapkan oleh guru melalui pembuatan projek video bahan ajar tersebut memberikan dampak yang bagus bagi kalangan remaja karena @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA projek video melibatkan peserta didik dalam merancang, menyelesaikan masalah, membuat keputusan serta memberikan peluang pada mereka untuk bekerja secara kolektif untuk menghasilkan video pembelajaran yang menarik dan kreatif (Hasanah , 2. Peserta didik lainnya mengungkapkan AuPemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran membuat saya dan teman-taman lainnya lebih dekat dengan bekerjasama dalam pembelajaran dan saya merasa proses pembelajaran dikelas, lebih menyenangkanAy. Dengan adanya projek pembuatan video peserta didik dapat terdorong dalam mengembangkan ide kreatif dalam diri mereka serta mampu berfikir logis, pola kerja yang efesien dan daya imanjinasi yang baik akan terasah. Keuntungan lainnya yaitu mendorong interaksi serta kolaborasi antara peserta didik satu dengan peserta didik lainnya. Melalui platform tersebut, peserta didik berbagi ide dengan teman lainya, memberikan umpan balik dan bekerja sama dengan baik dalam pembuatan projek video pembelajaran. Interaksi dan kolaborasi ini membantu dalam membangun keterampilan sosial yang penting serta meningkatkan rasa kepercayaan diri peserta didik saat berkomunikasi dan berbagi pendapat di depan umum. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran akan lebih menyenangkan dan menarik bagi peserta didik (Ridwan dkk. , 2. Dari platform pembelajaran online memberikan kemudahan dalam proses mengajar maupun pembelajaran. Hal ini memungkinkan peserta didik belajar lebih mandiri dan kolaboratif dengan mengeksplorasi materi bahan ajar untuk meningkatkan pengalaman belajar. Melalui media sosial mereka tidak hanya bermain saja melainkan bermain sambil belajar karena terdapat berbagai macam materi pembelajaran dalam bentuk video maupun foto yang menarik sesuai dengan apa yang mereka cari yang tidak ditemukan pada buku mata pelajaran (Mashudi dkk. , 2. Penggunaan media sosial menjadi langkah yang tepat dalam tercapainya proses pembelajaran yang interaktif dan berkualitas. Adanya platform media sosial mempermudah peserta didik dalam mengeksplorasi informasi dan pengetahuan, juga berperan aktif seperti bertanya dan menggali informasi apa yang belum mereka ketahui lebih mendalam. Akan tetapi dari eksplorasi yang mereka temukan perlu juga menyaring informasi atau sumber materi belajar yang akurat dengan begitu peserta didik bukan hanya menerima informasi dari segi manapun tapi mereka bisa membedakan mana informasi yang banar dan tidaknya dengan berdiskusi bersama teman maupun guru (Zazin & Zaim. Pada pembelajaran Pendidikan agama islam di SD Islam Azzahro memanfaatkan platform yang sering dikunjungi generasi pada saat ini yaitu aplikasi Tiktok dan YouTube sebagai sumber bahan materi peserta didik dalam hal menghibur maupun mencari informasi materi pelajaran dan edukasi. Kedua media sosial tersebut menampilkan banyak konten video yang menarik dengan berbagai macam tema dan salah satunya adalah berbagai macam tema edukasi yang ada dari situ peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dari banyaknya video maupun foto yang tersedia (Wafi & Prasetyawan, 2. Kedua platform tersebut Tiktok dan YouTube memiliki karakteristik yang dapat menghipnotis peserta didik dalam memperlihatkan video yang ditampilkan secara berulang-ulang dengan iringan musik yang beragam. Hal ini pun menjadi ketertarikan dan perhatian peserta didik dengan memainkan aplikasi Penggunaan media sosial oleh peserta didik saat ini cenderung berfokus pada penelusuran konten-konten hiburan yang sesuai dengan minat pribadi. Kebiasaan ini dapat menimbulkan kecanduan, sehingga mengurangi waktu yang seharusnya @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA digunakan untuk belajar. Akibatnya, hasil belajar peserta didik berpotensi mengalami Untuk mengatasi permasalahan ini, media sosial dapat dialihfungsikan sebagai sarana pembelajaran dengan memanfaatkan kedua platform tersebut untuk membuat dan membagikan konten edukatif yang mendukung proses belajar (Rohmiyanti dkk. , 2. Sesuai dengan wawancara dari peserta didik yang mengatakan bahwa AuPlatform media sosial yang saya punya biasanya hanya untuk hiburan semata tapi dengan adanya media yang memanfaatkan teknologi media sosial saya merasa adanya platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar bukan hanya hiburan semataAy Platform ini menawarkan berbagai macam fitur pengeditan menarik yang dapat di integrasikan dalam konteks pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan pembelajaran yang interaktif. Dengan berbagai macam fitur pengeditan yang tersedia memudahkan peserta didik dalam melakukan pengeditan untuk dapat ditampilkan dalam platform keduanya. Selain memudah kan peserta didik dalam membuat konten belajar di media sosial. Fitur lainnya yang menarik pada kedua platform tersebut terdapat tempat penyimpanan yaitu Aupilih sebagai favoritAy di akunnya sehingga ketika kita ingin membuka konten tersebut tidak perlu susah untuk mencari lagi karena sudah tersimpan di akun kita (Jamaludin dkk. Pemanfaatan platform online media sosial juga memudahkan guru dalam menyampaikan materi belajar secara efektif dan platform online tersebut menjadi bahan referensi dalam mengajar di dalam kelas seperti halnya video pembelajaran yang ditampilkan sebagai bahan contoh dari materi yang diajarkan. Hal seperti itu membuat suasana dalam kelas tidak hanya berpacu pada materi yang ada di dalam buku ajar melainkan menampilkan video pembelajaran yang menjadi ketertarikan pada peserta didik untuk terus belajar. Media pembelajaran yang bersifat interaktif dan menyenangkan berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang dinamis sehingga peserta didik lebih termotivasi dan tidak mudah merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung (Muslih & Roslaeni, 2. Konten video pembelajaran sudah di unggah peserta didik di akun media sosial sekolah tidak hanya bisa di akses oleh peserta didik SD Islam Azzahro saja melainkan dapat di akses oleh semua pengguna platform media sosial sebagai bahan belajar dan edukasi bagi peserta didik di sekolah lainnya ataupun sebagai bahan ajar bagi guru Konten video pembelajaran yang tersedia juga dapat di akses di berbagai tempat di luar ataupun di dalam sekolah, dengan begitu peserta didik dapat medengarkannya dan memahami materi dimanapun mereka ingin belajar sehingga teknologi digital yang mereka punya tidak digunakan dalam hal yang sia-sia. Konten yang sudah disebar luaskan bermanfaat bagi setiap orang yang mengaksesnya (Haniko , 2. Penggunaan media platform keduanya dalam pendidikan menawarkan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran karena konten edukasi yang mereka pelajari tidak hanya bisa diputar satu kali melainkan berulang-ulang kali dengan begitu ketika mereka belum memahami materi yang sudah dipelajari mereka bisa mereka dengarkan sampai faham dan mengerti. Kedua media tersebut merupakan platform yang dapat menyediakan konten dakwah islam dengan berbagai materi yang didesian dengan semenarik mungkin sebagai bahan belajar para peserta didik selain dari buku materi pelajaran disekolah (Rahmana & Damariswara, 2. Dengan pendekatan yang tepat, peserta didik tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan hidup yang penting untuk sukses di era digital. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Maziyah dkk. Pembelajaran Interaktif melalui Platform Media Sosial pada Peserta DidikA Harapannya, generasi mendatang akan mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan kreatif, sehingga dapat berkontribusi secara aktif dalam masyarakat. KESIMPULAN Pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam pembuatan projek video sebagai bahan ajar menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman materi bagi peserta didik. Teknologi memungkinkan mereka untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, seperti dalam pembuatan video pembelajaran yang melibatkan kreativitas, pengambilan keputusan dan kolaborasi. Hal ini tidak hanya mendorong perkembangan ide kreatif peserta didik tetapi juga melatih kemampuan logis, pola kerja efesien serta keterampilan sosial yang penting melalui interaksi dan kolaborasi antar teman. Selain itu memdia sosial dan platform online seperti YouTube dan Tiktok mempermudah peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran yang lebih beragam serta memungkinkan mereka untuk belajar dengan cara yang fleksibel dan mandiri. Penggunaan platform ini juga memberikan peluang bagi guru untuk menyampaikan materi secara lebih menarik dengan video pembelajaran yang dapat diakses berulang kali oleh peserta didik hal ini meningkatkan efetivitas pembelajaran karena peserta didik dapat menonton dan memahami materi secara lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan mereka. Konten video pembelajaran yang diunggah tidak hanya bermanfaat untuk peserta didik di sekolah, tetapi juga dapat diakses oleh orang lain serta memperluas manfaat pendidikan. Oleh karena itu teknologi digital dan media sosial dapat dimanfaatkan dengan tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas kepada peserta didik dalam era digital. DAFTAR PUSTAKA