The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Hubungan Karakteristik dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji1*. Dwi Yunita Haryanti2 Program Studi Profesi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia *Penulis Korespondensi: Asmuji Email: asmuji@unmuhjember. Diterima: 25 April 2025 | Disetujui: 26 Juni 2. Dipublikasikan: 28 Juni 2025 Abstrak Sumberdaya manusia keperawatan merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen kerja. Terwujudnya komitmen kerja juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat . sia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerj. dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masingmasing nilai p= 0,843 dan 0,258, nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Variabel lingkungan kerja menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia 0,629 Masker 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam menciptakan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Kata kunci: Karakteristik. Komitmen-Kerja. Lingkungan-Kerja. Perawat-Pelaksana 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Sitasi: Asmuji, & Haryanti. 5 Hubungan Karakteristik dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. The Indonesian Journal of Health Science. , 10-20. DOI: 32528/tijhs. Copyright: A2025 Asmuji. , et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 Abstrack Nursing human resources are an important element in health services, especially in hospitals. The enormous contribution of nursing services in creating quality health services requires work The realisation of work commitment can also be influenced by individual factors and the work environment. The purpose of the study was to determine the relationship between nurse characteristics . ge, gender, education level and work experienc. and work environment with the commitment of executive nurses in providing nursing care in the inpatient room. The design of this study was correlational with the population of all inpatient nurses in regional hospitals in Jember. A sample of 125 people was taken by purposive sampling. The instrument used a questionnaire with a Likert scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis using multiple linear regression test. The results of the study: gender and recent education are not associated with work commitment with each pvalue = 0. 843 and 0. 258, the value is greater than the value a= While the age and tenure of nurses are related to the work commitment of assosiate nurses in providing nursing care with each p value = 0. 001 and 0. 000 which is smaller than the value a= The work environment variable shows a relationship with the work commitment of assosiate nurses in providing nursing care, with a p value = 0. 000 which is smaller than the value of a= The multiple linear regression model obtained is work commitment = 40. 347 - 0. 404 Age 629 Mask 0. 426 Work-Environment. In conclusion, age, tenure, and work environment have an important role in creating the work commitment of assosiate e nurses in providing nursing care in hospital inpatient rooms. Keywords: Characteristics. Work-Commitment. Work-Environment. Associate-Nurse Latar Belakang Sumberdaya (SDM) keperawatan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit (Asmuji et al. , 2. , dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan (Ariani & Aini, 2018. 32528/tijhs. Yoon & Lee, 2. Hal ini disebabkan mempunyai jumlah yang sangat besar (Sartiyah et al. , 2. dan mendominasi dari seluruh layanan kesehatan. Perawat bahkan tidak pernah terputus selama 24 jam memberikan pelayanan (Asmuji et al. , 2024. Rahayu. Manurung. Bangsawan, & Astini. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Sehingga dominasi jumlah perawat dibanding tenaga kesehatan lain akan dapat menjadi penentu kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan (Azliani & Yuswardi, 2. Pelayanan kesehatan oleh tenaga profesionalisme yang senantiasa berpegang teguh pada kebijakan yang telah ditetapkan. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen Komitmen kerja menjadi komponen krusial dalam keberhasilan kinerja perawat, karena dapat menjadi support system bagi perawat untuk melakukan pekerjaan sendiri maupun kelompok (Sumarni & Pramuntadi . Komitmen kerja perawat dalam unjuk kerja merupakan bentuk tanggung jawab selama menjalankan peran dan fungsinya dalam memberikan asuhan keperawatan. Komitmen kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan oleh perawat selama Kim et al. komitmen juga dapat menjadi indikator guna menilai perilaku kerja perawat. Berdasarkan uraian tentang pentingnya komitmen kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, namun di sisi lain hasil beberapa penelitian menunjukkan komitmen kerja perawat di rumah sakit dalam katagori Hasil penelitian Herawati et al. menunjukkan 44,4% komitmen perawat di salah satu rumah sakit dalam katagori tidak baik. Penelitian Azliani & Yuswardi, . menunjukkan 56,7% perawat mempunyai komitmen kerja kurang Sumarni & Pramuntadi . menemukan 46,4% perawat mempunyai komitmen profesi dalam katagori rendah. Rendahnya komitmen kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah karakteristik seorang perawat. Seseorang dilahirkan 32528/tijhs. dengan karakteristik yang unik dan berbeda antara satu dengan lainnya (Ekayanti et al. Perbedaan ini seharusnya bukan menjadi penghambat bagi perawat dalam memberikan layanan yang terbaik. Namun dari hasil penelitian menunjukkan faktor karakteristik . sia, jenis kelamin, tingkat mempunyai pengaruh terhadap komitmen kerja perawat dalam memberikan asuhan Hasil penelitian Azliani & Yuswardi . menemukan faktor kelompok umur, status kepegawaian, dan masa kerja berhubungan dengan komitmen kerja Ekayanti et al . menemukan karakteristik personal dan karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap komitmen Selain faktor karakteristik, faktor lingkungan kerja juga dapat berpengaruh (Rumoning, 2. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen kerja perawat di rumah sakit (Farid, 2. Lingkungan kerja merupakan tempat yang sangat penting bagi perawat dalam menjalankan peran dan fungsinya dengan Lingkungan tempat kerja perawat dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu lingkungan fisik dan non fisik. Rumoning . merupakan lingkungan bentuk fisik yang ada di sekitar diri perawat. Sedangkan lingkungan non fisik adalah suatu keaadan yang ada di sekitar perawat yang berupa hubungan kerja, baik dengan atasanbawahan, kesehatan/non kesehatan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimanakah Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 karakteristik SDM perawat . sia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerj. dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Metodologi Desain pendekatan korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat . sia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerj. dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling dengan kriteria berpendidikan Diploma i Keperawatan dan Ners, bekerja minimal 1 tahun di ruang rawat inap tempat bekerja pada waktu pengambilan data penelitian. Instrumen untuk menggali data pertanyaan tertutup untuk jenis kelamin dan tingkat pendidikan dan terbuka untuk usia dan pengalaman kerja. Instrumen untuk menggali data variabel lingkungan kerja dan komitmen kerja menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup dengan skala likert yang dibuat sendiri oleh peneliti. Hasil uji validitas instrumen variabel independen dan dependen dinyatakan valid, karena diperoleh nilai lebih dari 0,05. Hasil uji reliabilitas variabel independen diperoleh nilai 0,876, variabel 0,864, dinyatakan reliabel. Pengolahan data melalui tahapan editing, scoring, coding, entri, cleaning. Analisis data univariat data katagorik . enis kelamin dan tingkat pendidika. disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Data numerik . sia, pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan komitmen kerj. disajikan dalam bentuk nilai mean, median. SD, nilai minimum dan maksimum. Analisis data multivariat menggunakan uji statistik regresi linier ganda dengan a= 0,05. Penelitian ini telah dinyatakan lulus uji etik oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember No. 015/KEPK/FIKES/II/2025. Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan Hasil dan Pembahasan Perawat Pelaksana Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakahir Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit di Kabupaten Jember. Maret 2025 . = . Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki Ae laki Perempuan Total Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase D3 Keperawatan Ners Total Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar . ,8%) responden berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar 32528/tijhs. %) responden berpendidikan lulusan Ners. Keperawatan. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Usia. Masa Kerja. Lingkungan Kerja, dan Komitmen Kerja Tabel 2. Rerata Nilai Variabel Lingkungan Tempat Kerja. Komitmen Kerja. Usia, dan Masa Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit di Kabupaten Jember. Maret 2025 . = . Variabel Sub variabel Mean Lingkungan tempat kerja Udara dan penerangan 25,98 2,91 Suara 1,58 Kebersihan 26,44 3,42 Keamanan 24,85 Hubungan kerja dan 22,43 2,56 Tanggung jawab dan 18,23 struktur kerja Komitmen kerja Rencana kerja 16,74 3,13 Pekerjaan Evaluasi 9,25 1,12 Komitmen Kerja Perawat Pelaksana Usia Perawat Pelaksana Masa Kerja Perawat Pelaksana Lingkungan Tempat Kerja Tabel 2 menunjukkan rerata nilai variabel lingkungan tempat kerja dari sub variabel kondisi udara dan penerangan sebesar 25,98. SD= 2,91, sub variabel kebisingan suara sebesar 7,7. SD= 1,58, sub variabel kebersihan sebesar 26,44. SD= 3,42, sub variabel keamanan sebesar 24,85. SD= 2,9, sub variabel hubungan kerja dan komunikasi sebesar 22,43. SD= 2,56, sub variabel tanggung jawab dan struktur kerja sebesar 18,23. SD= 2,2. Rerata nilai variabel komitmen kerja dari sub variabel rencana kerja sebesar 16,74. SD= 3,13, sub variabel pekerjaan sebesar 63,1. SD= 7,4, sub variabel evaluasi sebesar 9,25. SD= 1,12. Berdasarkan tabel 3 juga menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 33,45 tahun dengan SD 6,631 tahun, rata-rata masa kerja responden adalah 10,34 tahun dengan SD 5,866 tahun, rata-rata penilaian lingkungan kerja menurut responden adalah 125,89 poin dengan SD 12,556 poin, sedangkan rata-rata komitmen kerja perawat adalah 88,82 poin dengan SD 8,667 poin. Hubungan Karakteristik. Lingkungan Kerja dengan Komitmen Perawat Pelaksana Tabel 3. Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen kerja Perawat Pelaksana Unstandardized Standardized 95,0% Confidence Coefficients Coefficients Interval for B Lower Upper Model Std. Error Beta Sig. Bound Bound (Constan. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Jenis Kelamin Perawat Pelaksana Usia Perawat Pelaksana Pendidikan Terakhir Perawat Pelaksana Masa Kerja Perawat Pelaksana Lingkungan Tempat Kerja Perawat Pelaksana 013 -. Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa karakteristik perawat pelaksana: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masing-masing nilai p= 0,843 dan 0,258 yang nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Sedangkan variabel lingkungan menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Atau dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik usia dan masa kerja, serta lingkungan kerja menjadi variabel prediktor positif terhadap komitmen kerja perawat pelaksana dalam Berdasarkan hasil uji statistik regresi linier ganda tersebut maka dapat dibuat model sebagai berikut: Komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia 0,629 Masker 0,426 Lingker Artinya: Pembahasan Pada perawat pelaksana yang usianya Jenis Kelamin dengan Komitmen Kerja bertambah 1 tahun, maka komitmen Perawat pelaksana kerjanya akan mengalami penurunan Hasil penelitian menunjukkan tidak ada sebesar 0,404 poin setelah dikontrol hubungan antara jenis kelamin dengan masa kerja dan lingkungan kerja. komitmen kerja perawat pelaksana dalam Perawat pelaksana yang masa kerjanya memberikan asuhan keperawatan di rumah bertambah 1 tahun, maka komitmen Hal senada juga disampaikan oleh kerjanya akan mengalami kenaikan Azliani & Yuswardi . dan Hartanti & 0,629 poin setelah dikontrol variabel usia Asyidik . yang menyatakan tidak ada perawat dan lingkungan kerja. hubungan jenis kelamin dengan komitmen Lingkungan kerja yang baik akan Kondisi ini juga diperkuat oleh hasil meningkatkan komitmen kerja perawat penelitian (McIntosh. McQuaid, & Munro pelaksana sebesar 0,426 poin setelah . yang menemukan bahwa laki-laki dan dikontrol variabel usia dan masa kerja perempuan tidak memiliki perbedaan urusan tuntutan kerja yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Hal tersebut berarti antara laki-laki dan perempuan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan tugas-tugas 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 sesuai ketetapan yang ditentukan. Mawarni . menyatakan tidak ada perbedaan tugas, tanggung jawab, dan hak antara perawat laki-laki dan perempuan. Anwar, 2. laki-laki dan perempuan mempunyai kemampuan bertindak dan kreativitas yang Sehingga perawat laki-laki dan perempuan harus mempunyai komitmen yang sama-sama baik dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Karena Utami Dharmayasa . komitmen kerja dinilai sebagai adanya sikap individu yang dipakai dalam merefleksikan loyalitas seseorang. Jika seseorang loyal terhadap pekerjaannya, maka akan berdampak pada kinerja tanpa memandang jenis kelaminnya. Usia dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana Berdasarkan menunjukkan bahwa rerata usia responden adalah 33,45 tahun. Usia manusia dibagi menjadi beberapa masa perkembangan Menurut Piaget perkembangan kognitif manusia diawali dari tahap sensorik motorik yang terjadi dimulai sejak lahir sampai dengan usia dua tahun, tahap kedua adalah pra operasional dari usia dua tahun sampai dengan tujuh tahun, tahap ketiga adalah opersional dari usia tujuh tahun sampai dengan 11 tahun, tahap keempat atau terakhir adalah operasional formal dari usia 11 sampai dengan dewasa (Edhiningtyas. Andini. Prasojo, & Dewi, 2023. Wardi. Hayati. Kurniati, & Sripatmi, 2. Masa dewasa merupakan waktu rentang terpanjang dalam kehidupan manusia (Paputungan. Jahja, 2. Pada masa ini merupakan masa individu menunjukkan produktivitas dan komitmennya. Masa usia responden juga dalam katagori usia dewasa dan termasuk dalam usia produktif. Memasuki usia dewasa, seseorang harus dapat menjalani kehidupan secara matang dan mampu melaksanakan semua tugas dan tanggung dengan baik 32528/tijhs. (Paputungan, 2. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia perawat dengan komitmen kerjanya dalam memberikan asuhan keperawatan. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Handayani. Fannya, & Nazofah . dan Rosid. Rahim, & Sudasman . yang menemukan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan komitmen kerja perawat. Al-Hamdan. Dalky, & Al-Ramadneh Azliani Yuswardi . menyatakan idealnya semakin dewasa seseorang akan membentuk komitmen kerja semakin tinggi. Logikanya adalah individu semakin mengenal organisasinya dan mempunyai pengalaman yang semakin Namun demikian dari uji statistik regresi linier ganda hasilnya menunjukkan hasil yang berbeda. Nilai B pada variabel usia perawat menunjukkan angka -0,404 yang berarti perawat pelaksana yang usianya bertambah 1 tahun, maka komitmen kerjanya akan mengalami penurunan sebesar 0,404 poin setelah dikontrol masa kerja dan lingkungan kerja. Artinya, semakin tua usia seorang perawat maka dapat dikatakan komitmen kerjanya semakin menurun. Dan ini tentu juga akan berdampak pada Sejalan dengan penelitian Nurmajidah . bahwa usia produktif cenderung lebih baik kinerjanya bila dibandingkan dengan usia yang lebih tua. Namun seharusnya komitmen seorang perawat di dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas tidak terpengaruh oleh usia. Karena menurut Garcia-Moyano et al. dan Hendy et al. profesionalisme perawat dicirikan oleh komitmennya untuk memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada pasien. Pendidikan dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan perawat dengan The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Azliani & Yuswardi . Karami. Farokhzadian, & Foroughameri . yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pendidikan terakhir perawat dengan komitmen kerja. Idealnya memang tidak ada kaitan antara tingkat pendidikan dengan komitmen kerja perawat. Baik yang lulusan D3 keperawatan maupun Ners seharusnya mempunyai komitmen kerja yang sama-sama Nurlaily . keperawatan akan menghasilkan tenaga mempunyai komitmen kerja yang baik. Masa Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja dengan komitmen kerja perawat dalam memberikan Hasil sependapat dengan temuan Azliani & Yuswardi . dan Eren & Hisar, 2. terdapat hubungan antara masa kerja dengan komitmen kerja. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa masa kerja perawat setiap bertambah 1 tahun, maka komitmen kerjanya akan mengalami kenaikan 0,629 poin setelah dikontrol variabel usia perawat dan lingkungan kerja. Kondisi tersebut disebabkan oleh karena dengan bertambahnya masa kerja, maka pengalaman yang didapatkan juga semakin Mengenal kondisi pekerjaan dan lingkungan yang semakin lama akan membuat perawat mudah beradaptasi dan memberikan asuhan keperawatan. Ciri tersebut merupakan bentuk komitmen kerja. Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana Lingkungan kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang diteliti mencakup indikator kondisi udara dan penerangan, kebisingan suara, kebersihan, 32528/tijhs. keamanan, hubungan kerja dan komunikasi, tanggung jawab dan struktur kerja. Sedangkan komitmen kerja perawat dinilai berdasarkan aspek rencana kerja, pekerjaan, dan kegiatan evaluasi kerja. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh responden menilai bahwa kondisi lingkungan tempat kerjanya dalam katagori baik. Nilai komitmen kerja perawat pun dalam katagori baik. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan komitmen kerja Adanya hubungan kedua variabel tersebut sejalan dengan penelitian Arsuta & Mashyuni . Cahyani & Ida . Pupiati . dan Lase & Sahyar . yang didapatkan hasil adanya pengaruh positif yang signifikan lingkungan kerja dengan komitmen kerja. Utami & Dharmayasa . lingkungan kerja menghasilkan pengaruh yang arahnya positif pada tingkat kinerja. Hasil uji regresi linier ganda juga menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan komitmen kerja perawat pelaksana sebesar 0,426 poin setelah dikontrol variabel usia dan masa kerja perawat Khusnah. Huda, & Abdurrahman . Lingkungan kerja yang aman dan nyaman memungkinkan perawat untuk dapat bekerja dengan optimal dan kondusif. Hal ini akan membuat seorang perawat mempunyai komitmen kerja yang baik pula. Nurlaily . dan Sutrisno. Haryono, & Warso . komitmen mempunyai peran yang sangat penting bagi perawat, karena mampu menjadi motivator atau pendorong seseorang untuk bertanggung jawab atas kewajibannya. Bell & Sheridan . komitmen kerja menjadi salah satu faktor dari intention to stay in nursing . iat untuk tetap bekerja di bidang keperawata. Alammar. Alamrani. Alqahtani, & Ahmad . menyatakan komitmen kerja perawat merupakan The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 prediktor terkuat dalam bertahan di bidang Kesimpulan Usia, masa kerja, dan lingkungan kerja merupakan faktor yang berkaitan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien di rumah sakit di daerah kabupaten Jember. Saran Pihak rumah sakit diharapkan selalu menciptakan lingkungan kerja yang tetap kondusif, aman, dan nyaman. DAFTAR PUSTAKA