PENELITIAN ASLI PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA DAN FUTURE TIME PERSPECTIVE TERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SMA NEGERI DI KOTA METRO Indah Nur Aini S1. Asri Mutiara Putri1. Prida Harkina1 Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung. Lampung 35152. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar belakang: Kematangan karier merupakan Tanggal Dikirim: 01 Agustus 2025 kesiapan individu dalam merancang, memilih, dan Tanggal Diterima: 04 Agustus 2025 mengambil keputusan karir secara bertanggung jawab. Tanggal Dipublish: 01 Desember 2025 Tujuan: untuk mengetahui pengaruh dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Kota Metro. Metode: menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Kata kunci: kematangan karir, teknik analisis regresi linier berganda. Subjek dukungan orang tua, future time penelitian berjumlah 329 siswa dari lima SMA Negeri perspective, siswa SMA di Kota Metro yang dipilih melalui teknik kuota Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala: skala kematangan karir, skala dukungan orang tua, dan skala future time perspective. Hasil: uji F menunjukkan bahwa dukungan orang tua Penulis Korespondensi: dan future time perspective secara simultan Asri Mutiara Putri berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier. Email: asri@malahayati. Namun secara parsial, hanya dukungan orang tua yang memiliki pengaruh terhadap kematangan karir, sedangkan future time perspective tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sumbangan efektif dukungan orang tua sebesar 3,11%, sedangkan future time perspective sebesar 0,23%. Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan future time perspective dalam membentuk kesiapan karier siswa. Jurnal Psychomutiara e-ISSN: 2615-5281 Vol. 8 No. 2 Desember, 2025 (Hal 101-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Psikologi DOI: https://doi. org/10. 51544/psikologi. How To Cite: S. Indah Nur Aini. Asri Mutiara Putri, and Prida Harkina. AuPengaruh Dukungan Orang Tua Dan Future Time Perspective Terhadap Kematangan Karir Siswa SMA Negeri Di Kota Metro. Ay Jurnal Psychomutiara 8 . 101Ae14. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/psikologi. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Karier memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan seseorang. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencapai kematangan karier sejak dini. Proses tersebut bisa dimulai ketika seseorang masih menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Kematangan karir dapat membantu seseorang untuk menentukan tujuan jangka panjang, alur pendidikan dan alur karirnya. Kematangan karir merupakan proses dimana individu menentukan tujuan karier mereka dan menyusun langkah-langkah untuk mencapainya. Menurut Savickas . kematangan karir dapat didefinisikan sebagai kesiapan untuk menghadapi tugas-tugas perkembangan vokasional. Menurut Super . tahapan perkembangan karir siswa SMA berada pada tahapan eksplorasi yaitu pada rentang usia 15-24 tahun. Pada masa ini individu menyatakan pilihan pekerjaan sering kali tidak realistis dan sering erat kaitannya dengan kehidupan permainannya. Banyak siswa SMA yang belum mempunyai pandangan yang jelas tentang karir yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024, terdapat sekitar 842 ribu lulusan universitas yang menganggur, meningkat dari 425 ribu pada Februari 2013. Salah satu penyebabnya adalah pilihan karir yang kurang tepat akibat rendahnya kematangan karir (Anandita. Irene Guntur . ,seorang psikolog pendidikan dari Integrity Development Flexibility (IDF), menyatakan bahwa sekitar 87% mahasiswa di Indonesia mengalami salah jurusan. Alasan utamanya adalah saat berada dibangku SMA, banyak siswa yang memilih jurusan hanya berdasarkan keputusan teman, bukan berdasarkan pertimbangan pribadi yang matang. Data dari BPS (Badan Pusat Statisti. tingkat pengangguran lulusan SMA pada tahun 2024 dibulan Agustus ialah sekitar dua juta, yang dapat berkaitan dengan kurangnya kematangan karir. Minimnya kematangan karir berdampak pada rendahnya kesiapan seseorang dalam merancang masa depannya, seperti mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan karir, kurangnya persiapan terhadap langkah-langkah pencapaian karir di masa depan, hingga berujung pada pengangguran (Saripah et al. , 2. Hal ini dapat terjadi karena aspek-aspek dari kematangan karir tidak dapat terpenuhi, seperti kurang memikirkan bagaimana karirnya dan tidak yakin mampu melewati hambatan dalam proses mencapai Sehingga membuat siswa SMA memiliki kematangan karir yang buruk. Menurut Savickas . aspek-aspek dalam kematangan karir mencakup, concern yaitu peduli tentang masa depan karirnya, control yaitu mampu mengatur masa depan karirnya, curiosity yaitu mengeksplorasi tentang karir yang diminati dan confidence yaitu yakin bahwa dirinya mampu untuk menjalani segala proses untuk mencapai karir yang diminati. Menurut Sarwono. , & Meinarno . kematangan karir dipengaruhi oleh dua kategori faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya mencakup minat, nilai pribadi, bakat, kepribadian, konsep diri. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu dukungan orang tua, lingkungan sosial dan ekonomi, pengaruh teman sebaya dan Sementara itu menurut Subekti . menunjukkan bahwa future time perspective juga termasuk dalam faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kematangan karir. Dalam penelitian ini, dari berbagai faktor yang memengaruhi kematangan karir siswa SMA, fokus diarahkan pada dua faktor utama yang diduga berperan, yaitu future time perspective dan dukungan orang tua. Penelitian oleh Kurniawati. , dan Dewi, . bahwa future time perspective membantu mahasiswa memiliki arah yang jelas mengenai masa depan serta lebih terfokus dalam meraih tujuan yang diinginkan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa future time perspective memiliki pengaruh signifikan terhadap kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Semakin tinggi tingkat future time perspective yang dimiliki, maka semakin tinggi pula kematangan karir mereka. Sebaliknya, rendahnya future time perspective berkaitan dengan rendahnya kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Selain future time perspective, dukungan orang tua tidak kalah penting dalam mempengaruhi perencanaan karir siswa. Menurut Alizabeth B. Hurlock . , siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai memikirkan masa depan mereka dengan lebih Oleh karena itu, keterlibatan orang tua memegang peranan penting dalam membantu anak merancang masa depannya, khususnya dalam merencanakan karier. Dukungan orang tua terhadap karier didefinisikan sebagai bentuk bantuan yang diberikan orang tua untuk anak mereka dalam mengembangkan rasa percaya diri dan kesiapan mereka untuk mengambil keputusan karier, melalui berbagai mekanisme sosial dan emosional yang memengaruhi efikasi diri anak dalam konteks pendidikan dan pekerjaan (Turner et al. , 2. Menurut Canavan & Dolan . mencatat bahwa dukungan sosial, termasuk yang berasal dari orang tua dalam lingkungan keluarga, dapat didefinisikan sebagai bentuk dukungan yang melibatkan aspek emosional, penghargaan, instrumental, informasi, dan kelompok yang diberikan kepada anak. Penelitian oleh Safinah et al. , . bahwa dukungan orang tua ialah bantuan yang diberikan dalam bentuk dukungan emosional, dukungan informatif dan dukungan Dukungan orang tua secara signifikan terhadap kematangan karir Ketika mahasiswa mendapatkan dukungan orang tua dengan baik dan tinggi, maka semakin tinggi juga ingkat kematangan karir siswa tersebut. Sebaliknya, jika dukungan orang tua rendah, semakin rendah juga tingkat kematangan karir mahasiswa tersebut. Penelitian oleh Khairani. berjudul bahwa dukungan orangtua dan future time perspective memiliki pengaruh signifikan terhadap kematangan karir siswa. Kemudian jika semakin tinggi dukungan orangtua dan future time perspective, maka semakin tinggi juga kematangan karir siswa. Sebaliknya, jika dukungan orangtua dan future time perspective rendah maka kematangan karir siswa pun menjadi rendah. Menurut BPS (Badan Pusat Statisti. tahun 2024 di kota metro ini ada 22 SD, 18 SMP, 18 SMA, 15 SMK dan 6 perguruan tinggi. Dikutip dari artikel KPNKL Metro . lambang Kota Metro yang terdiri dari nyala api, pena dan buku diantara padi dan kapas melambangkan tekad kuat daerah ini untuk mengembangkan diri sebagai kota Hal ini sejalan dengan visi pembangunannya yang mendorong terciptanya masyarakat yang memiliki budaya belajar, sehingga mampu melahirkan warga yang unggul dan kompetitif. Keunggulan warga Kota Metro ditandai oleh tiga aspek utama: budaya belajar, mentalitas unggul, dan daya saing. Daya saing yang dimaksud mencakup kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, baik dalam bidang keilmuan maupun pendidikan moral. Menurut Haniyah & Pramono . beberapa dampak kota pendidikan yang dapat memberikan pengaruh yaitu akses informasi karir, ketrampilan yang baik, dan lingkungan sosial yang mendukung. Dari hasil pra-survey yang telah dilaksanakan terhadap beberapa siswa SMA di Kota Metro, didapatkan bahwa tingkat kematangan karir siswa SMA di Kota Metro cenderung sedang dan rendah. Temuan ini diharapkan dapat menelusuri lebih lanjut faktor apa yang dapat mempengaruhi kematangan karir siswa, terutama dari faktor dukungan orang tua dan future time perspective. Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya dalam meningkatkan kematangan karir pada siswa SMA di Kota Metro. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner untuk mengetahui pengaruh antara dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir siswa SMA Negeri di Kota Metro. Penelitian dilakukan secara noneksperimental karena tidak ada perlakuan khusus terhadap partisipan, melainkan hanya mengamati keterkaitan antar variabel melalui instrumen skala psikologi yang telah Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kota Metro. Peneliti menetapkan kriteria inklusi, yaitu siswa yang masih aktif terdaftar di sekolah, duduk di kelas XI dan X, bersekolah di SMA Negeri di Kota Metro dan memiliki orang tua. Jumlah total partisipan yang dilibatkan adalah 329 siswa dari 5 sekolah Negeri di Kota Metro. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa SMA Negeri di Kota Metro. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan setempat, terdapat 6 sekolah tingkat SMA yang tersebar di Kota Metro. Karena jumlah populasi yang besar, teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan quota sampling, yaitu salah satu bentuk non-probability sampling yang menetapkan jumlah tertentu berdasarkan karakteristik populasi (Sugiyono, 2. Teknik ini memungkinkan peneliti memilih sampel yang paling mewakili populasi target berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Career Maturity Inventory-Revised (CMI-R) Alat ukur ini milik Savickas & Porfeli . dengan aspek kontrol yang diubah menjadi konsultasi. Skala perencanaan karir ini disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan Savickas, yaitu Concern, (Contro. Consultation. Curiosity, dan Confidence. Skala ini memiliki item sebanyak 24 item. Dengan dua pilihan responden, yaitu skala S (Setuj. , dan TS (Tidak Setuj. Berdasarkan hasil pengembangan awal oleh pengembang skala, koefisien reliabilitas skala ini berada pada rentang 0,69 hingga 0,78, yang menunjukkan bahwa skala memiliki reliabilitas yang baik. The Creer-Related Parent Support Scale (CRPSS) Skala ini dimodifikasi oleh Turner, at al pada tahun 2003. Sakala ini terdiri dari 27 item menggunakan empat aspek, yaitu Instrumental Assistance. Career-Related Modeling. Verbal Encouragement dan Emotional Support. Menggunakan lima opsi respon, yaitu skala SS(Sangat Sesua. S (Sesua. N (Netra. TS (Tidak Sesua. , dan STS (Sangat Tidak Sesua. Skala tersebut masih menggunakan bahasa inggris. Uji coba dilakukan agar dapat menjamin bahwa setiap item dalam alat ukur mampu dipahami dengan baik oleh responden dan memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai. Carstensen-Lang Future Time Perspective Scale Skala ini diciptakan oleh Lang dan Carstensen pada 1996 Skala ini terdiri dari 10 item dengan dua aspek, yaitu focus on opportunity dan focus on limitation. Dengan enam pilihan respon, yaitu skala 1 . angat tidak bena. , skala 2 . idak bena. , 3 . gak tidak bena. , 4 . gak bena. , 5 . , 6 . angat bena. Uji validitas konstruk dilakukan dengan teknik CFA oleh Khairani . , dan hasilnya menunjukkan bahwa semua item memiliki nilai muatan faktor yang signifikan . > 1,. , sehingga seluruh item dinyatakan valid. Meskipun nilai reliabilitas numerik . eperti CronbachAos Alph. tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, namun skala ini telah digunakan dalam berbagai penelitian sebelumnya dan dinyatakan memiliki konsistensi internal yang baik secara teoritis. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan orang tua (XCA) dan future time perspective (XCC) terhadap kematangan karir (Y) secara simultan maupun parsial. Sebelum melakukan analisis regresi, dilakukan uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan data memenuhi syarat model regresi (Ghozali. Seluruh proses analisis dilakukan dengan bantuan software statistik versi Hasil Tabel 1. Kategorisasi Kematangan Karir Kategorisasi Frekuensi Persentasi Rendah 1,2% Sedang 91,2% Tinggi 7,6% Total Berdasarkan hasil kategorisasi terhadap variabel kematangan karir dalam penelitian, diketahui bahwa sebagian besar subjek berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 300 siswa atau 91,2% dari total 329 responden. Sementara itu, sebanyak 25 siswa atau 7,6% termasuk dalam kategori tinggi, dan hanya 4 siswa atau 1,2% yang berada dalam kategori rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini memiliki tingkat kematngan karir yang cukup baik, dengan sebagian kecil yang menunjukkan tingkat sangat tinggi maupun sangat rendah kesejahteraan subjektif yang tergolong baik. Tabel 2. Kategorisasi Aspek Kematangan Karir Aspek kematangan karir Mean Concern 2,78 Control 2,69 Curiosity 2,50 Confidence 2,39 Berdasarkan tabel 2. hasil kategorisasi nilai rata-rata . dari masing-masing aspek Kematangan Karir, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan karir, membuat keputusan, dan mengambil langkah nyata menuju masa depan karir mereka masih relatif rendah dibandingkan aspek lainnya. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap aspek-aspek kematangan karir, diperoleh nilai rata-rata . yang bervariasi pada setiap aspeknya. Aspek dengan nilai ratarata tertinggi adalah concern sebesar 2,78, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kepedulian dan perhatian terhadap masa depan karier mereka, seperti kesadaran akan pentingnya perencanaan karir. Selanjutnya, aspek control memperoleh nilai rata-rata 2,69, mengindikasikan bahwa siswa cukup mampu mengarahkan dan mengontrol keputusan karir mereka sendiri, meskipun belum sepenuhnya optimal. Aspek curiosity memiliki rata-rata 2,50, yang mencerminkan bahwa siswa memiliki minat untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan karir, namun tingkat eksplorasi tersebut masih tergolong sedang. Terakhir, aspek dengan rata-rata terendah adalah confidence, yaitu sebesar 2,39. Tabel 3. Kategorisasi Dukungan Orang Tua Kategorisasi Frekuensi Persentasi Rendah 2,4% Sedang 44,4% Tinggi 53,2% Total Berdasarkan hasil kategorisasi terhadap variabel dukungan orang tua, diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 175 siswa atau 53,2% dari total 329 responden. Selanjutnya, sebanyak 146 siswa atau 44,4% termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, hanya 8 siswa atau 2,4% yang berada dalam kategori Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat dukungan orang tua yang cukup positif bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan karakteristik yang kuat dan berkembang dengan baik. Tabel 4. Kategorisasi Aspek Dukungan Orang Tua Aspek kematangan karir Mean Instrumental assistance Career-related modeling 3,58 Verbal encouragement 3,80 Emitional support 3,61 Berdasarkan tabel 4. hasil kategorisasi nilai rata-rata . dari masing-masing aspek Dukungan Orang Tua, diperoleh gambaran dengan nilai rata-rata tertinggi adalah verbal encouragement, yaitu sebesar 3,80. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua cenderung sering memberikan dorongan secara verbal kepada anak, seperti memberikan semangat, pujian, atau motivasi terkait pilihan dan perencanaan karier. Aspek instrumental assistance memiliki nilai rata-rata sebesar 3,62, yang mengindikasikan bahwa orang tua cukup sering memberikan bantuan langsung, seperti fasilitas, waktu, atau sumber daya lain yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan karir anak. Sementara itu, aspek emotional support menunjukkan rata-rata sebesar 3,61, yang mencerminkan bahwa siswa merasa cukup mendapatkan dukungan emosional dari orang tua, seperti rasa peduli, empati, dan perhatian terhadap kondisi emosional mereka dalam menghadapi persoalan karier. Aspek dengan nilai rata-rata terendah namun tetap tinggi adalah career-related modeling, yaitu sebesar 3,58. Ini menunjukkan bahwa siswa juga melihat dan mencontoh perilaku atau pengalaman orang tua dalam hal-hal yang berkaitan dengan karier. Tabel 5. Kategorisasi Future Time Perspective Kategorisasi Frekuensi Persentasi Rendah 2,7% Sedang 46,5% Tinggi 50,8% Total Berdasarkan tabel 5. hasil kategorisasi future time perspective, diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 167 siswa atau 50,8% dari total 329 responden. Selanjutnya, 153 siswa atau 46,5% termasuk dalam kategori sedang, sementara hanya 9 siswa atau 2,7% yang tergolong dalam kategori rendah, hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pandangan masa depan yang positif dan terarah. Mereka cenderung memiliki tujuan yang jelas, memikirkan konsekuensi jangka panjang, serta menunjukkan kesiapan dalam merencanakan dan menghadapi masa depan. Sebagian besar lainnya berada dalam kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa mereka sudah mulai menunjukkan kesadaran akan pentingnya masa depan, meskipun masih memerlukan penguatan. Sementara itu, hanya sedikit siswa yang memiliki pandangan masa depan yang rendah, yang dapat menjadi fokus perhatian dalam upaya pengembangan orientasi masa depan yang lebih baik. Tabel 6. Kategorisasi Future Time Perspective Aspek kematangan karir Mean Focus on opportunity 4,62 Fokus on limitation 3,39 Berdasarkan tabel 6. hasil kategorisasi future time perspective. Aspek focus on opportunity memiliki nilai rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 4,62, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa cenderung memandang masa depan sebagai kesempatan. Mereka lebih fokus pada potensi dan peluang yang bisa diraih di masa mendatang, serta menunjukkan optimisme dan semangat dalam merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan karier mereka. Sebaliknya, aspek focus on limitation memiliki nilai rata-rata lebih rendah, yaitu sebesar 3,39. Nilai ini menunjukkan bahwa sebagian siswa masih memperhatikan keterbatasan atau hambatan yang mungkin menghalangi pencapaian masa depan mereka, meskipun dalam intensitas yang lebih rendah dibandingkan fokus pada peluang. Hal ini mencerminkan sikap optimistis siswa dalam memandang dan merancang masa depan mereka. Tabel 7. Kolmogorov Smirnov Test Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Standardized Residual 0,025 0,200* Berdasarkan tabel 7. hasil uji normalitas menggunakan One-Sample KolmogorovSmirnov Test nilai Unstandardized Residual, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,200 dengan jumlah data . sebanyak 329 dan statistik uji sebesar 0,025, maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas dalam analisis regresi telah terpenuhi, yang berarti model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak untuk dianalisis lebih lanjut. Predicted Residual Std. Std. Tabel 8. Uji Normalitas Residual Residual Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation 58,56 65,49 62,16 1,228 -23,702 -2,931 -3,582 0,000 0,000 6,598 1,000 0,000 0,997 Berdasarkan tabel 8. output Residuals Statistics, diketahui bahwa nilai mean residual adalah sebesar 0,000. Dari hasil analisis Residual Statistics, nilai prediksi berkisar antara 58,56 hingga 65,49, dengan rata-rata 62,16, sesuai dengan nilai rata-rata variabel Nilai residual berkisar dari -23,702 hingga 20,857, dengan rata-rata 0,000, menunjukkan bahwa kesalahan prediksi bersifat acak dan tidak bias. Nilai standardized predicted dan standardized residual memiliki rata-rata mendekati nol dan standar deviasi mendekati satu, yang menunjukkan bahwa data menyebar normal dan tidak terdapat outlier ekstrem. Secara keseluruhan, model regresi memenuhi asumsi statistik yang diperlukan dan layak digunakan. Model Tabel 9. Uji Multikolinearitas Collinearity statistics Tolerance VIF (Constan. Dukungan orang tua 0,807 1,239 Future time perspective 0,807 1,239 Hasil tabel 9. uji multikolinearitas didapat berdasarkan hasil analisis collinearity statistics, diperoleh nilai tolerance sebesar 0,807 dan VIF (Variance Inflation Facto. sebesar 1,239 untuk variabel dukungan orang tua dan future time perspective. Nilai tolerance yang lebih besar dari 0,1 dan VIF yang kurang dari 10 menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model. Dengan demikian, kedua variabel bebas dapat digunakan secara bersamaan dalam analisis regresi tanpa adanya masalah korelasi tinggi antar prediktor. Tabel 10. Uji Heterokedastisitas Glejser Variabel Sig. Kesimpulan 0,918 Tidak Terjadi Heterokedastisitas 0,165 Tidak Terjadi Heterokedastisitas Berdasarkan tabel 10. di atas, dengan metode Glejser, diperoleh nilai signifikansi variabel Dukungan Orang Tua sebesar 0. 918 dan future time perspective sebesar 0. ebih besar dari 0. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak mengandung gejala heteroskedastisitas. Dengan demikian, model regresi yang digunakan memenuhi asumsi homoskedastisitas, sehingga hasil analisis regresi dapat dianggap valid dan reliabel dalam hal kesamaan varians residual. Hasil scatterplot antara residual terstandarisasi dengan nilai prediksi terstandarisasi pada model regresi untuk variabel dependen. Plot ini digunakan untuk mendeteksi adanya gejala heteroskedastisitas. Berdasarkan tampilan grafik, titik-titik data tersebar secara acak tanpa membentuk pola tertentu, seperti pola menyerupai kipas, garis lengkung, atau pengelompokan yang jelas. Penyebaran yang acak ini mengindikasikan bahwa varians residual cenderung konstan di seluruh rentang nilai prediksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas, dan model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas, yang berarti model memiliki penyebaran galat yang merata. Model Regression Residual Tabel 11. Uji Simultan (Uji F) Sig. 5,649 0,004b Berdasarkan hasil uji F atau uji simultan yang ditunjukkan dalam tabel 11. nilai F sebesar 5,649 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,004. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dibangun signifikan secara statistik. Artinya, secara bersama-sama variabel Dukungan Orang Tua dan Future Time Perspective berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kematangan Karir. Dengan demikian, model yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini. Tabel 12. Uji Parsial (Uji . Standardized Coefficients Beta Model (Constan. Sig. 22,097 0,000 Dukungan orang tua 0,202 3,338 0,001 Future time perspective -0,110 0,070 0,070 Hasil uji parsial atau uji t pada tabel 12. diketahui bahwa variabel dukungan orang tua memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kematangan karir siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien beta sebesar 0,202 dengan nilai signifikansi . 0,001, yang berada di bawah batas signifikansi 0,05. Sebaliknya, variabel future time perspective memiliki koefisien beta sebesar -0,110 dengan nilai signifikansi 0,070, yang berarti tidak signifikan pada taraf 5%. Meskipun arah hubungan menunjukkan pengaruh negatif, namun nilai tersebut tidak cukup kuat secara statistik untuk disimpulkan bahwa future time perspective berpengaruh terhadap kematangan karir dalam model ini. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, dukungan orang tua merupakan prediktor yang signifikan, sedangkan future time perspective belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kematangan karir Model 0,183a Tabel 13. Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square 0,033 0,028 Std. Error of the Estimate 6,618 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 13. koefisien determinasi, diperoleh nilai R sebesar 0,183, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel bebas, dukungan orang tua dan future time perspective dengan variabel terikat kematangan karir, meskipun hubungan tersebut tergolong lemah. Nilai R Square (RA) sebesar 0,033 menunjukkan bahwa sebesar 3,3% variabel kematangan karir dapat dijelaskan oleh variabel dukungan orang tua dan future time perspective secara bersama-sama. Sementara itu, sisanya yaitu 96,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Adapun nilai Adjusted R Square sebesar 0,028 memberikan koreksi terhadap jumlah variabel prediktor dalam model, dan tetap menunjukkan bahwa kontribusi kedua variabel bebas tergolong rendah. Nilai Standard Error of the Estimate sebesar 6,618 mengindikasikan seberapa besar rata-rata kesalahan prediksi model terhadap nilai aktual, dengan nilai ini menunjukkan bahwa prediksi model tidak sepenuhnya Secara keseluruhan, meskipun model ini signifikan secara statistik, kekuatan prediksi model masih terbatas dan hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dari variabilitas kematangan karir. Variabel Dukungan orang tua Tabel 14. Hasil Sumbangan Efektif Koefisien Koefisien R Square Regresi Korelasi (Bet. (Rx. 0,202 0,154 0,033 Sumbangan Efektif 3,11% -0,110 -0, 021 0,231% Future time Hasil analisis pada tabel 14. menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan future time perspective sama-sama berpengaruh terhadap kematangan karir. Dukungan orang tua memiliki pengaruh yang lebih besar, dukungan orang tua menyumbang sebesar 3,11% terhadap kematangan karir. Sementara itu, future time perspective hampir menunjukkan tidak berpengaruh terhadap kematanga karir, dengan sumbangan efektif future time perpective terhadap kematangan karir adalah sebesar 0,231%. Secara keseluruhan, kedua variabel ini mampu menjelaskan 3,3% variasi dalam kematangan karir, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir pada siswa SMA Negeri di Kota Metro. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut secara simultan terhadap kematangan karir. Secara parsial variabel independen dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap kematangan karir dan variabel independen future time perspective tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,033 mengindikasikan bahwa 3,3% variasi kematangan karir dapat dijelaskan oleh dukungan orang tua dan future time perspective , sementara sisanya . ,7%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa hanya variabel dukungan orang tua yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kematangan karir siswa dengan koefisien regresi = 0,202 dan signifikansi sebesar 0,001 . < 0,. Hasil ini diperkuat oleh penelitian Safinah et al. , . , yang menemukan bahwa dukungan sosial orang tua berpengaruh signifikan terhadap kematangan karir mahasiswa. Sementara variabel future time perspective memiliki koefisien regresi = -0,110 dengan nilai signifikansi sebesar 0,070 . > 0,. Subekti . menekankan bahwa future time perspective sebagai faktor internal harus didukung oleh faktor eksternal seperti lingkungan yang mendukung, pendidikan, dan bimbingan karir yang memadai. Pengujian secara simultan . ji F) menghasilkan sebesar 5,649 dengan signifikansi 0,004 . < 0,. , yang berarti bahwa dukungan orang tua dan future time perspective secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kematangan karir siswa SMA Negeri di Kota Metro. Temuan ini mendukung hasil penelitian Khairani . yang menyatakan bahwa future time perspective dan dukungan sosial dari orang tua secara simultan berkontribusi terhadap kematangan karir siswa. Kontribusi terbesar terhadap kematangan karir berasal dari dukungan orang tua, dengan sumbangan efektif sebesar 3,11%, dibandingkan future time perspective yang memberikan sumbangan sebesar 0,231%. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan orang tua berperan dominan untuk dapat membatu siswa dalam pencapaian kematangan karirmya. Dukungan orang tua terhadap karier adalah bantuan orang tua yang memengaruhi rasa percaya diri dan kesiapan anak dalam mengambil keputusan karier melalui mekanisme sosial dan emosional (Turner et al. , 2. Safinah et al. menemukan bahwa dukungan sosial orang tua, seperti pemberian informasi, motivasi verbal, dan keterlibatan dalam proses perencanaan karier, berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier mahasiswa. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa . ,2%) memiliki tingkat kematangan karir yang berada pada ketegori sedang. Aspek concern memperoleh nilai rata-rata tertinggi . , diikuti aspek control . , aspek curiosity . , dan aspek confidence . Tingginya skor pada aspek concern sejalan dengan temuan Wahyu dan Purwanti . yang menyatakan bahwa siswa yang memiliki tingkat career concern tinggi menunjukkan kesiapan karir yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang memiliki perhatian terhadap masa depan. Sebagian besar responden . ,2%) juga memiliki tingkat dukungan orang tua yang Aspek verbal encouragement memperoleh nilai rata-rata tertinggi . , diikuti instrumental assistance . , emotional suppotr . dan career-related modeling . Hal ini memperkuat teori sosial kognitif Bandura . , penguatan verbal dapat meningkatkan efikasi diri dalam pengambilan keputusan dan perencanaan karier. Sementara itu, persepsi siswa terhadap future time perspective mayoritas berada pada kategori tinggi . ,8%) walaupun tidak berpengaruh secara signifikan secara statistik terhadap kematangan karir. Aspek focus on opportunuty skor tertinggi . dan aspek focus on limitation . Meskipun aspek focus on opportunity menunjukkan rata-rata tinggi, uji t mengungkapkan bahwa future time perspective tidak berpengaruh signifikan terhadap kematangan karier. Temuan ini sejalan dengan Peetsma & van der Veen . yang menyatakan bahwa orientasi masa depan hanya berdampak nyata jika disertai strategi perencanaan realistis dan dukungan lingkungan memadai. Secara teoritis, temuan penelitian ini memperkuat model konseptual bahwa kematangan karier siswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti future time perspective dan faktor eksternal seperti dukungan orang tua. Dengan memperhatikan kedua faktor tersebut, pihak sekolah dapat mengembangkan program intervensi yang tidak hanya berfokus pada pemberian informasi karier, tetapi juga pada peningkatan future time perspective siswa serta penguatan peran orang tua dalam mendukung proses perencanaan karier. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir pada siswa SMA. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, hasil analisis menunjkukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan linear antar variabel, tidak ditemukan multikolonearitas dan heterokedastisitas dalam data. Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara dukungan orang tua dan future time perspective terhadap kematangan karir siswa SMA Negeri di Kota Metro. Pengaruhnya sebesar 3,30%, sedangkan sisanya 96,70% dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Namun, kontribusi kedua variabel ini terhadap kematangan karir masih tergolong rendah. Secara parsial, dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap kematangan karir siswa. Pengaruhnya sebesar 3,11% dalam mempengaruhi kematangan karir. Dukungan orang tua yang diberikan melalui bimbingan, motivasi, dan keterlibatan aktif membantu siswa dalam menyusun dan merencanakan arah karirnya dengan lebih jelas dan terarah. Future time perspective tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir siswa. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi masa depan yang dimiliki siswa belum sepenuhnya berdampak terhadap kematangan dalam mengambil keputusan karir, terutama jika tidak didukung oleh faktor eksternal lain. Pengaruhnya sebesar 0,231% dalam mempengaruhi kematangan karier. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam konteks penelitian ini, peran orang tua memegang peranan yang lebih krusial dalam membentuk kematangan karir siswa dibandingkan dengan pandangan masa depan siswa itu sendiri. Hal ini menunjukkan pentingnya relasi yang suportif antara orang tua dan anak dalam mendampingi proses eksplorasi dan pengambilan keputusan karier. Referensi