Volume 14 . issue 1 . Vol. 14 - Issue 1 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 14 - Issue 1 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . SEJARAH AWAL PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Mardia dan Sari Febriani. Hum. KERANGKA PEMIKIRAN INTELEKTUAL ISLAM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II DI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM . 3Ae1. Sari Febriani dan Ahmad Suaedi . STUDI TAFSIR PEGON NUSANTARA: ASPEK LOKALITAS TAFSIR SURAT YASIN KARYA K. BISRI MUSTOFA Widodo Hami . TRANSFORMASI DIGITAL DI PENGADILAN AGAMA: EVALUASI EFEKTIVITAS E-COURT DI JAWA TENGAH SELAMA DAN SETELAH COVID-19 Nur Rofiq. Kuswan Hadji dan Muhammad Yusuf Arda Bily . PENGAMATAN KRITIS ATAS PENAFSIRAN AL-QUR'AN DAN GENDER Zainal Abidin dan Muhammad Safuan . KREDIBILITAS IBNU MASAoUD DALAM TAFSIR AL-QURAoAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN TAFSIR MAQASIDI Syamsuri . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION KEPEMIMPINAN AoNYAIAo NUSANTARA JAWA TIMUR DAN JAWA BARAT MASA PANDEMI COVID-19 Siti Nabilah dan Sari Febriani . CONTEMPORARY CHALLENGES IN ISLAMIC SCHOLARSHIP IN THE LIGHT OF INTELLECTUAL CONNECTIONS BETWEEN CENTRAL ASIA AND SOUTHEAST ASIA Retna Dwi Estuningtyas . Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 AAKepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19AA AAKEPEMIMPINAN AoNYAIAo NUSANTARa AAJAWA TIMUR DAN JAWA BARAT MASa AAPANDEMI COVID-19AA AASiti NabilahAA AAUNUSIA Jakarta AAsitinabilah@unusia. idAA AASari FebrianiAA AAUNUSIA Jakarta AAsarifebriani@unusia. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AIEOOI uOIO IOIEI IOO EOEOOA I IEI EOEI O E O OEOA ,AIA AOIEA . AIEEOuO uOIO IIOEOOEI I EIOIOII cuO IOI O OIO I O A AI IIO IOAOA -ANO OOE EOIOEI NO IOOE EIOIOII cuO A AIOI IOOI IOIEI IOOE EIOIOII IIOOEA ,AOIOEA ,AOOIOE IA AIAOIOOIE I O EOIOIOII O OEOIOI O O IOEO I oA . AOIOE IOI EAA ,AIOIEI IOOE EIOIOII OIOE I oEA . AI A AIOI O OOA IIO IIEI OI oA . AEOEI i EIOIOII cuOA A IIO IIEI i AOOE . OIIE) IEEOuO IOEI OOIOE EONIA ,AIOEIA AEONIA ,AEONIA ,AOEN OA ,AIINI OO IOA ,AI IIEEOEI OIOE OOIIOA. AI i IOI AOOE (OEIE) IIOI EI I IIOEI OO IOAOA -AA AEOAOE EiA /AOEOIA ,AIIOEI cOEONIA ,AI aEO I EOII EONIA ,AIIOEIA AIOEI OIOE OEO IOA ,AEOIOOI IOIEI EOOEOEOI OOIA ,AIOIA ,ANAEI IA AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Syamsuri A EOE O OEO IOEI OA,A IIE I EI uOE O IOOI EOOA,AIOO OIA A EEOAu- A EOO IEI IIOA,A IEI IEEOuO IO OIA,A IOIA AOEOO IIOA AIOIA A IIO IOAOA,A cuOA,A EIOIOIIA:AE EOIIOA Abstrak Penelitian ini mengguanakan metode kualitatif dan pendekatan kepustakaan yang berasal dari buku, dan jurnal. Melalui data ini mendeskripsikan tentang Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Model kepemimpinan Nyai pada pesantren modern menggunakan model kepemimpinan managerial, kharismatik, otentik dan transformasional dengan gaya kepemimpinan yang dikombinasi dari demokratis dan otoriter. Pada pondok pesantren salaf, menggunakan model kepemimpinan kharismatik dan spiritual. Dan pada pesantren berbasis tasawuf cenderung menerapkan sistem otoriter. Kebijakan manajemen kepemimpinan Nyai saat pandemi menerapkan manajemen fisik . melalui peningkatan protocol kesehatan,peningkatan kebersihan, kesehatan, olahraga teratur, penambahan gizi santri, dan memberlakukan social distencing. Dan manajemen non fisik . membangun kerjasama dan pembentukan gugus covid-19 pada level kecamatan/puskesmas, memberikan penyuluhan, tracking dan layanan kesehatan, meniadakan penjengukan untuk waktu tertentu, konsisten menggunakan kurikulum sorogan, bandungan, hafalan dan metode gabungan, memangkas jam pelajaran baik daring maupun luring, alokasi waktu pembelajaran daring dikurangi menjadi 2 pertemuan, pembelajaran melaui media zoom, saat luring pembelajaran menjadi 4-5 kali Kata Kunci: Kepemimpinan. Nyai. Pandemi Covid 19 Abstract This study uses qualitative methods and a literary approach derived from books and journals. Through this data it describes the leadership of Nyai Nusantara in East Java and West Java during the Covid-19 Pandemic so that it can be concluded that the Nyai leadership model in modern Islamic boarding schools uses a managerial, charismatic, authentic and Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 transformational leadership model with a leadership style that is a combination of democratic and authoritarian. At the salaf Islamic boarding school, using a charismatic and spiritual leadership model. And the Sufismbased Islamic boarding schools tend to apply an authoritarian system. Nyai's leadership management policy during a pandemic implemented physical . management through improving health protocols, improving hygiene, health, regular exercise, supplementing student nutrition, and enforcing social distancing. And non-physical . management builds cooperation and establishes a co-19 cluster at the sub-district/health center level, provides counseling, tracking and health services, eliminates visits for a certain time, consistently uses the sorogan, bandungan, rote and combined method curricula, cuts lesson hours both online and offline, when online, the allocation of learning time is reduced to 2 meetings, learning through zoom media, when offline learning becomes 4-5 meetings. Keywords: Leadership. Nyai. Pandemic Covid 19 PENDAHULUAN erbicara tentang kepemimpinan Wanita di nusantara, sangatlah menarik Wanita di nusantara memiliki peranan yang sangat luas. Wanita di nusantara berkiprah dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari aspek sosial, ekonomu, politik, budaya, agama serta dalam intelektual atau dalam perkembangan ilmu pengetahuan di nusantara. Di Jawa sosok kepemimpinan wanita sering di kaitkan dengan Ratu Kalinyamat . 9Ae1. , yang bernama asli Retna Kencana, adalah penguasa Jepara, sebuah wilayah penting di pesisir utara Jawa. Ia dikenal sebagai tokoh perempuan yang kuat dan visioner, terutama dalam perjuangan melawan kolonialisme Portugis. Ratu Kalinyamat mendukung penyebaran Islam melalui dakwah, terutama di wilayah pesisir yang menjadi pusat perdagangan. Dakwah ini sering dilakukan oleh ulama yang juga mengelola pesantren lokal. ________________ Saptari. "Ratu Kalinyamat: A Maritime Leader in Java. " (Journal of Southeast Asian Studies,2. , 43. , h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Sebagai pemimpin perempuan. Ratu Kalinyamat menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi pelindung dan pendukung pendidikan serta dakwah Islam. Ia memberikan pengaruh moral dan spiritual yang kuat bagi rakyatnya. Di Aceh terdapat Sultanah Safiatuddin Tajul Alam . 1Ae1. yang merupakan penguasa perempuan pertama Kesultanan Aceh setelah wafatnya Sultan Iskandar Tsani. 3 Pemerintahannya menandai era baru yang menunjukkan bahwa perempuan juga mampu memimpin dalam struktur Islam di Nusantara. Di bawah pemerintahannya, pesantren-pesantren dan institusi pendidikan Islam berkembang pesat. Sultanah Safiatuddin juga mendukung pengajaran kitab-kitab klasik, menjadikan Aceh sebagai pusat belajar bagi para santri dari berbagai wilayah di Nusantara. Jauh Sebelum masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Tajul Alam dan Ratu Kalinyamat, pesantren telah berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mapan dan berpengaruh. Dalam konteks Aceh, pesantren menjadi bagian dari jaringan ulama internasional yang menghubungkan Nusantara dengan dunia Islam, seperti Timur Tengah dan India. Di Jawa, pesantren menjadi basis dakwah Islam yang menjangkau masyarakat pedesaan. 5 Pondok pesantren telah menjadi salah satu institusi pendidikan Islam tertua di Nusantara sejak abad ke-13, seiring dengan masuknya Islam melalui jalur perdagangan dan dakwah. Kehadiran pesantren mencerminkan integrasi Islam dengan budaya lokal serta peran ulama sebagai pendidik dan pemimpin masyarakat. ________________ Ibid, h. Muhammad. Islam and Women in Aceh: The Legacy of Sultanah Safiatuddin Tajul Alam. (Jakarta: Islamic Studies Journal, 1. , h. Ricklefs. A History of Modern Indonesia Since c. Stanford University Press,h 55-56 . The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. (Honolulu: University of Hawai'i Press, 2. , h. Bruinessen. Pesantren and Kitab Kuning: Continuity and Change in a Tradition of Religious Learning in Indonesia. (Bijdragen tot de Taal-. Land- en Volkenkunde, 1. , 150. , h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 Pesantren pertama di Nusantara diperkirakan berdiri di wilayah pesisir, seperti Gresik dan Tuban di Jawa, yang menjadi pusat penyebaran Islam melalui Wali Songo. Tokoh seperti Sunan Ampel . bad ke-. mendirikan pesantren yang tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga keterampilan hidup, seperti bercocok tanam dan Pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran kitab kuning (Islam klasi. , tetapi juga tempat pembentukan moral dan kepemimpinan. Santri yang lulus dari pesantren sering kali menjadi ulama atau pemimpin masyarakat yang menyebarkan dakwah ke daerah lain. Banyak pesantren didukung oleh kesultanan Islam lokal, seperti Demak dan Mataram, yang melihat pesantren sebagai alat untuk memperkuat legitimasi politik dan agama. Para ulama pesantren sering kali menjadi penasihat raja, menandakan hubungan erat antara agama dan pemerintahan. Hal ini juga terjadi pada kesultanan dan pesantren lainnya yang ada di nusantara. Di nusantara, istilah pesantren dikenal juga dengan sebutan pondok pesantren, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional nusantara. Istilah tradisional dalam pondok pesantren mengandung arti bahwa lembaga pendidikan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, serta telah menyatu dalam kehidupan umat di nusantara (Aguk irawan, 2022:. Sejalan dengan perkembangan masa atau zaman, pondok pesantren mengalami perubahan dan penyesuaian, baik dalam manajemen atau kepengelolaan, dan juga termasuk dalam kurikulum serta metode pembelajaran. Namun sejak awal dikenalnya istilah pesantren sosok Kyai memiliki status dan kedudukan yang lebh tinggi dibandingkan Nyai. Perkembangan pesantren di Indonesia selalu memperlihatkan dominannya peranan kepemimpinan Kyai yang berpengaruh besar ________________ Azra. The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries, h. Ibid, h. Ibid, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri dalam kemajuan pesanren. Corak kehidupan kyai tidak terlepas dari aspek sosial, politik, kebudayaan dan keagamaan. Kyai bukan saja sebagai imam, pemimpin ritual keagamaan, penyelesaian perkara di masyarakat, figure terpandang, mengobati orang sakit, sosok Kyai dipercaya dapat membawa keberkahan. Kyai memiliki peranan penting dalam konteks jaringan dengan berbagai golongan baik yang secara internal yang diklasifikasikan dalam kalangan pesantren dan secara eksternal yaitu dari luar pesantren, jaringan tersebut dalam konteks ideologis, kemudian intelektual, teologis, genealogis serta Hal diatas yang membuat Kyai menjadi tokoh sentral dalam keberhasilan pesantren. Fadhilal menyatakan (Fadhilal, 2011:. Kyai dianggap otoriter karena berperan tunggal, mulai dari pendiri, pengelola, dan Dan Noor mengatakan bahwa otoritas kepemimpinan ada pada Kyai, yang menjadi penguasa tunggal, semua determinasi AupolicyAy dilakukan pemimpin. (Noor, 2019:. Sejatinya keberhasilan pesantren tidak lepas dari peran Nyai, disamping sebagai istri Kyai. Nyai berperan memanajemen, memastikan visi misi pesantren diterapkan dan tercapai. Menurut (Zainul, 2014:. peran Kyai tidak bisa maksimal tanpa peran istrinya (Nya. Pembagian peran ini sesuai dengan budaya nusantara yaitu masyarakat patriarkhi. Saat Kyai meninggal, maka kepemimpinan otomatis di gantikan Nyai dan keturunannya. Hal ini dikarenakan Nyai memiliki nilai kharisma , (Ulum, 2022:. dan niai kepribadiannya, (Istiqlaliyani, 2022:. Istilah Nyai adalah sebutan atau gelar yang digunakan untuk merujuk kepada perempuan yang memiliki peran penting dalam dunia pesantren, baik sebagai istri seorang kiai . lama pesantre. atau sebagai seorang pendidik dan pengelola pesantren itu sendiri. Martin van Bruinessen dalam kajiannya tentang tradisi pesantren menyatakan bahwa nyai adalah gelar yang diberikan kepada istri seorang kiai yang memainkan peran penting dalam pendidikan dan pengelolaan pesantren. Nyai sering bertanggung jawab atas ________________ Ibid, h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 pendidikan santri perempuan, pengelolaan rumah tangga pesantren, dan menjadi figur moral yang dihormati di lingkungan pesantren. Selain itu, nyai juga dikenal sebagai pendamping yang mendukung tugas dakwah suaminya. Azyumardi Azra menggambarkan nyai sebagai perempuan yang berperan strategis dalam keberlangsungan pendidikan Islam di Nyai tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pengelola lembaga pendidikan, yang secara langsung atau tidak langsung turut membentuk pola pendidikan Islam di Nusantara. Dalam beberapa kasus, peran nyai bahkan melampaui suaminya dalam pengelolaan pesantren. Menurut Zamakhsyari Dhofier, nyai adalah elemen integral dalam struktur pesantren di Indonesia. Ia menyebut bahwa nyai tidak hanya bertugas dalam aspek domestik, tetapi juga aktif dalam proses pendidikan santri, terutama santri perempuan. Dhofier menyoroti bahwa nyai sering kali menjadi tokoh panutan bagi para santri karena keteladanan, wawasan keagamaan, dan kepemimpinannya. Dalam konteks sejarah pendidikan Islam di Nusantara, nyai sering kali menjadi tokoh yang dihormati karena peranannya dalam mengajarkan agama, mengelola pesantren, serta mendidik generasi 14 Banyak pesantren yang terus maju dan berkembang saat dipimpin oleh Nyai seperti pesantren besar di Jawa TImur yang dipimpin oleh Nyai menurut (Zainul, 2014:) seperti Pondok Pesantren Al-Lathifiyah II Tambakberas Jombang yang dipimpin oleh Ibu Nyai Hj. Mudjidah Wahab. Pondok Pesantren Nur Khadijah Den Anyar Jombang dipimpin oleh Nyai Hj. Muchasonah dan Pondok Pesantren ________________ Bruinessen. Pesantren and Kitab Kuning: Continuity and Change in a Tradition of Religious Learning in Indonesia. Azra. The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. , h. keteladanan, wawasan keagamaan, dan kepemimpinannya. Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES, hlm. Bruinessen. Pesantren and Kitab Kuning: Continuity and Change in a Tradition of Religious Learning in Indonesia, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Al-Hikmah Purwoasri Kediri yang di pimpin oleh Nyai Hj. Lilik. Pesantren Kebon Jambu al-Islami di Cirebon. Jawa Barat yang dipimpin oleh Nyai Masriyah Amva, serta Pondok Pesantren Darus Sholah merupakan salah satu pondok pesantren modern yang berlokasi di desa Tegal Besar Kaliwates Jember yang dipimpin oleh Nyai Rosyidah. Ketika terjadinya wabah covid 19 melanda Indonesia, memberikan tantangan besar bagi pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan yang berbasis komunitas. Pesantren harus tetap berjalan berdampingan dengan wabah. Wabah COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan. Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus SARS-CoV-2 ini menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Di Indonesia, kasus pertama diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020, melibatkan dua warga Depok yang tertular dari warga negara Jepang yang sebelumnya terinfeksi. Sejak saat itu, jumlah kasus meningkat signifikan karena transmisi lokal dan kedatangan pelaku perjalanan internasional. Penanganan awal menghadapi tantangan besar, termasuk keterbatasan fasilitas kesehatan, kurangnya alat deteksi, dan tingkat kesadaran masyarakat yang bervariasi. Hal ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna meminimalkan penyebaran virus. COVID-19 menyebabkan perlambatan ekonomi global, termasuk di Indonesia. Banyak sektor, seperti pariwisata, manufaktur, dan perdagangan, terdampak parah. Tingkat pengangguran meningkat akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pemerintah ________________ Azra. "COVID-19 and Its Impact on Indonesian Society. " (Journal of Indonesian Social Studies,2. , 45. , h. Pemerintah Indonesia. Laporan Resmi Kasus COVID-19. Jakarta: BNPB. Dewi. "Kebijakan PSBB di Indonesia: Tantangan dan Dampaknya terhadap Pengendalian COVID-19. " (Jurnal Kebijakan Publik,2. , 10. , h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 memberikan stimulus ekonomi dan bantuan sosial untuk membantu masyarakat terdampak. Sistem kesehatan Indonesia menghadapi tekanan luar biasa. Rumah sakit penuh dengan pasien COVID-19, dan tenaga medis bekerja dengan risiko tinggi. Selain itu, pandemi memperburuk akses layanan kesehatan bagi penyakit lain. Pandemi memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Ketidakpastian, isolasi sosial, dan tekanan ekonomi meningkatkan kasus depresi, kecemasan, dan stres. Wabah covid 19 ternyata sangat mempengaruhi dunia Pendidikan, dimana dunia pendidikan mengalami perubahan besar. Sekolah dan kampus ditutup, dan pembelajaran tatap muka digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis daring. Hal ini memunculkan tantangan, seperti keterbatasan akses internet di daerah terpencil, kurangnya perangkat teknologi, dan kesiapan tenaga pendidik dalam beradaptasi dengan teknologi. 20 Namun, pandemi juga mempercepat transformasi digital dalam pendidikan, seperti penggunaan platform pembelajaran daring (Google Classroom. Zoom, ) dan inovasi metode belajar. Dalam situasi ini, kepemimpinan seorang Nyai menjadi sangat penting karena mereka memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pendidikan, kesehatan, dan spiritualitas di lingkungan Wabah covid 19 menjadi perhatian khusus untuk pesantren agar tetap exsis belajar tatap muka dan tinggal di asrama. Mengingat bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran praktik, dan tidak semata transformasi pengetahuan saja, maka pembelajaran tatap muka menjadi keharussan dalam proses belajar mengajar. Saat pandemic covid-19 kepemimpinan nyai terlihat jelas melalui perannya seperti dalam bidang keagamaan Nyai menjadi imam sanri putri, memberikan ceramah, mengingatkan pelaksanaan ________________ Azra. "COVID-19 and Its Impact on Indonesian Society. Ibid, h. Dewi. "Kebijakan PSBB di Indonesia: Tantangan dan Dampaknya terhadap Pengendalian COVID-19", h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri sholad 5 waktu berjamaah, serta sholad dhuha. Dalam Pendidikan: mengajarkan al-QurAoan, kitab Kuning dan Pendidikan Diniyyah dan Pendidikan Formal. Dalam pembinaan moral, memberi motifasi, nasehat, memberi ceramah kepada masyarakat saat pengajian. Sebagai pelayan dan penjaga memperhatikan kebutuhan santri dan pengurus pondok, menjamin santri sampai lulus. Sebagai penyusunan visi misi pondok, penyelaras, memastikan keterlibatan seluruh pengurus pondok menjalankan visi misi, serta pemberdaya, pelatihan dan juga Kepemimpinan Nyai manajemennya seperti Manajemen Fisik . dan Manajemen non Fisik . Adapun Model kepemimpinan pada pesantren kharismatik, otentik serta transformasional dengan gaya kepemimpinan yang dikombinasi dari demokratis dan otoriter. Pada pondok pesantren salaf, menggunakan model kepemimpinan kharismatik dan spiritual. Dan sistem otoriter digunakan pada pesantren berbasis tasawuf. Penelitian tentang kepemimpinan Nyai di pesantren khususnya daerah jawa Timur dan Jawa Barat telah banyak dilakukan seperti Muhyiddin21. Munawwaroh. Alfiatun dkk22, dan Muna Nainal dan Hamam23, namun pembahasan tentang kepemimpinan Nyai di pondok pesantren saat pandemi covid-19 di daerah Jawa Timur dan Jawa Barat masih belum peneliti temui. Fokus pada penelitian ini adalah Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19. Dari fokus utama dalam penelitian, selanjutnya di jabarkan menjadi 2 . sub focus, pertama ________________ Muhyiddin Zainul Arifin. Peran Kepemimpinan Nyai Di Pondok Pesantren (Studi Multi Situs Di Pondok Pesantren Al-Lathifiyah II Tambakberas Jombang. Pondok Pesantren Nur Khadijah Den Anyar Jombang dan Pondok Pesantren AlHikmah Purwoasri Kedir. (Jurnal Sains dan Teknologi, 2. , 7. , 25-27 Munawwaroh Alfiatun, dkk. Gaya Kepemimpinan Nyai Hajah Masriyah Amva Di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (Islamic Education Journal, 2. ,1. , h. Nailal Muna nailal dan Hamam. Kepemimpinan Nyai di Pesantren Al Hajar Kapurejo Pagu Kediri. urnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 2. , 10. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 bentuk dan peran Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 dan kedua bentuk manajemen Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode historis. Tahapan pertama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, yang dilakukan melalui telaah kepustakaan dengan mengacu pada buku dan artikel jurnal sebagai sumber utama. Setelah data terkumpul, dilakukan kritik sumber untuk memastikan keabsahan data, yang merupakan langkah penting dalam proses penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif Tahap analisis ini sangat penting untuk menyusun, merangkai, dan mendeskripsikan data secara objektif sehingga menghasilkan narasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui tahapan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kepemimpinan Nyai Nusantara di Jawa Timur dan Jawa Barat selama masa pandemi Covid-19 HASIL DAN PEMBAHASAN Tema kepemimpinan bukanlah hal yang baru untuk diteliti, mengingat suatu organisasi menempatkan pemimpin sebagai penentu keberhasilan dari organisasi tersebut. Adapun bentuk kepemimpinan akan terus berkembang sejalan dengan perubahan situasi dan kondisi tertentu terlebih jika dilihat dari perkembangan zaman yang semakin maju seiring dengan berkembangnya pemikiran dan teknologi yang semakin cangih. Hal tersebut tentunya akan melibatkan peranan wanita terlebih dalam berbagai ranah publik. ________________ Sulthon Syahril. Teori -Teori Kepemimpinan. (RiAoayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Istilah gender erat kaitannya dengan peran wanita dan laki-laki, hal ini timbul karena adanya perbedaan fisik yang lebih menonjol serta adanya perbedaan pemikiran Seperti peran laki-laki lebih kepada instrumental atau berorientasi yang berkaitan dengan nafkah sedangkan perempuan bersifat ekspresif yang berorientasi pada emosi manusia. Adapun peran gender terbentuk karena faktor ekonomi, pendidikan, faktor politik, agama, budaya serta adaptasi dan faktor lain sebagainya. Peran inipun dapat berubah pada waktu dan kondisi tertentu dan tak menutup kemungkinan terjadi pula dilingkungan pesantren. Pertukaran peran gender dapat terjadi dilingkungan pesantren dimana Nyai dapat menjadi pemimpin utama dalam membangun pesantren. Adapun istilah kepemimpinan merupakan proses yang kompleks mempengaruhi bawahannya dalam mencapai visi, misi. Seorang pemimpin memiliki sifat percayadiri, berkarakter,beretika, serta pengetahuan dan kemahiran yang mempuni. Menurut Charles J. Keating dalam jurnal Muna Nailal dan Hamam, dikatakan Pemimpin atau kepemimpinan jika seseorang dapat mempengaruhi orang atau sekelompok orang dalam mencapai tujuan visi misi bersama, pemimpin menentukan kebijakan serta pemimpin menjadi tauladan panutan dan menjadi tonggak dalam penentuan keberhasilan suatu organisasi. Keberhasilan pemimpin terbentuk salah satunya karena kharisma yang dimilikinya. Selain kharisma, terdapat lima bentuk kepemimpinan . Gaya kepemimpinan laissez faire pada gaya ini, pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol tanpa banyak campur tangan dalam aktivitas anggota. Pemimpin memberikan kebebasan penuh kepada anggota untuk bekerja sesuai dengan cara mereka masing-masing. Seluruh tanggung ________________ Khusnul Khotimah. Peran Kepemimpinan Bu Nyai Dalam Memanajemen Pesantren (Studi Kasus Pesantren Al-Hidayah Putri Karang Suci Purwokerto Utar. Sulthon Syahril. Teori -Teori Kepemimpinan. Nailal Muna nailal dan Hamam. Kepemimpinan Nyai di Pesantren Al Hajar Kapurejo Pagu Kediri. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 jawab atas keberhasilan atau kegagalan tugas berada sepenuhnya pada . Gaya kepemimpinan kekeluargaan, yaitu gaya kepemimpinan ini mengedepankan hubungan yang erat antara pemimpin dan anggota, dengan fokus pada kebersamaan, keakraban, dan kekompakan tim dibandingkan dengan hasil kerja semata. Dalam gaya ini, keputusan sering diambil berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama, sehingga menciptakan suasana kerja yang Namun, kelemahan gaya ini adalah kurangnya tekanan pada hasil, yang dapat menghambat produktivitas jika tidak diimbangi dengan manajemen waktu yang baik. Gaya kepemimpinan otoriter, gaya otoriter menempatkan pemimpin sebagai peran tunggal yang memegang kendali penuh atas Pemimpin fokus pada proses kerja yang terstruktur dan hasil yang maksimal, tanpa terlalu memperhatikan kekompakan atau masukan dari anggota. Gaya ini sering digunakan dalam situasi yang membutuhkan ketegasan dan keputusan cepat, namun dapat menyebabkan ketidakpuasan di kalangan anggota jika diterapkan secara berlebihan, karena kurangnya partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan. Gaya kepemipinan demokratis, gaya demokratis menyeimbangkan antara fokus pada hasil kerja, proses, kekompakan tim, dan partisipasi anggota. Pemimpin dalam gaya ini memberikan ruang bagi anggota untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan, menciptakan suasana kerja yang inklusif dan kolaboratif. Gaya ini efektif dalam membangun tim yang solid, memotivasi anggota, dan menghasilkan keputusan yang berkualitas, meskipun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai konsensus. Gaya kepemimpinan jalan tengah, gaya ini berorientasi pada situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan tujuan utama menjaga keseimbangan antara kepuasan anggota dan hasil kerja. Pemimpin yang menggunakan gaya ini bersikap fleksibel, mengutamakan hubungan yang akrab dengan anggota, tetapi tetap memperhatikan pencapaian hasil yang diinginkan. Pendekatan ini memungkinkan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri pemimpin untuk menyesuaikan gaya mereka sesuai dengan kebutuhan tim dan tantangan yang dihadapi, sehingga menciptakan harmoni antara keberhasilan kerja dan kesejahteraan anggota tim. Setiap gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan keberhasilan penerapannya tergantung pada situasi, karakter pemimpin, serta kebutuhan dan karakteristik anggota tim. Pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu mengenali situasi dan menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka untuk mencapai tujuan bersama secara optimal. Salah satu dari bentuk gaya kepemimpinan diatas acapkali digunakan oleh pemimpin dalam memimpin organisasi, seperti halnya Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 menggunakan gaya kepemimpinan kombinasi, hal ini terjadi karena faktor situasi dan kondisi yang terjadi di pesantren, adakalanya bersikap otoriter, demokratis dan adakalanya bersikap Gaya kepemimpinan kombinasi yang digunakan oleh Nyai Nusantara di Jawa Timur dan Jawa Barat selama masa pandemi Covid-19 merupakan respons adaptif terhadap situasi dan kondisi yang dinamis di lingkungan pesantren. Gaya kepemimpinan ini mencakup tiga pendekatan utama: otoriter, demokratis, dan Pendekatan otoriter sering kali diterapkan dalam situasi darurat atau ketika diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tegas. Misalnya, saat menghadapi ancaman penyebaran virus di pesantren, keputusan yang bersifat otoriter diambil untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara disiplin. Hal ini penting untuk melindungi santri dan seluruh elemen pesantren dari risiko penyebaran pandemi. Sebaliknya, pendekatan demokratis diterapkan dalam situasi yang membutuhkan partisipasi aktif dan masukan dari berbagai pihak, seperti musyawarah untuk menentukan kebijakan pembelajaran daring ________________ Ibid, h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 atau pengelolaan pesantren selama pandemi. Dengan melibatkan para pengajar, santri senior, dan pihak terkait. Nyai Nusantara mampu menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan diterima oleh semua Pendekatan keharmonisan hubungan antaranggota pesantren. Dalam situasi sulit seperti pandemi, kehangatan dan rasa saling peduli menjadi sangat Nyai Nusantara memposisikan dirinya tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai figur ibu yang mengayomi para santri dan staf pesantren. Pendekatan ini membantu menciptakan lingkungan yang penuh empati dan mendukung, sehingga pesantren tetap solid di tengah tantangan pandemi. Dengan mengombinasikan ketiga gaya kepemimpinan ini. Nyai Nusantara mampu menjalankan perannya secara efektif, menyesuaikan pendekatan kepemimpinan dengan kebutuhan situasi yang ada. Gaya kepemimpinan ini mencerminkan fleksibilitas dan kecakapan dalam memimpin, terutama di masa krisis seperti pandemi Covid-19. Selanjutnya Nur Fitria. Aeni bahwa kepemimpinan Nyai pada setiap pesantren di tanah Jawa memiliki perbedaan, yang didasarkan atas latar belakang pesantren masing-masing, kepemimpinan nyai di tanah jawa dipengaruhi dua faktor yaitu faktor internal atas dasar kemampuan dan kayakinan diri, serta faktor eksternal yaitu dipengaruhi oleh budaya kemudian lingkungan, budaya patronase serta asas kekeluargaan. Pada pesantren modern lebih kepada supranatural dan magic, model kepemimpinan yang digunakan managerial, kharismatik, otentik dan transformasional dengan gaya kombinasi kepemimpinan demokratis serta otoriter. Bagi pesantren salaf ditambah dengan budaya aristokrasi dan juga patrimonial. pesantren salaf, menggunakan model kepemimpinan kharismatik dan juga spiritual. Gaya kepemimpinan Nyai pada pesantren berbasis tasawuf menerapkan sistem otoriter. ________________ Ibid, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Adapun Pesantren Modern di Jawa Timur misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor: Terletak di Ponorogo, pesantren ini dikenal dengan sistem pendidikan modern yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum. Kemudian Pondok Pesantren Modern MBS Al Mukhtar Watukebo: Berlokasi di Jember, pesantren ini menerapkan sistem pendidikan ashriyah . Dan Pesantren Salaf di Jawa Timur: Pondok Pesantren Lirboyo: Terletak di Kediri, pesantren ini merupakan salah satu pesantren salafiyah terbesar yang fokus pada pengajaran kitab kuning, serta Pondok Pesantren Sidogiri: Berlokasi di Pasuruan, pesantren ini dikenal dengan sistem pendidikan salafiyah yang kuat. Kemudian Pesantren Modern yang terdapat di Jawa Barat seperti Pondok Pesantren Al Ma'soem: Terletak di Sumedang, pesantren ini mengintegrasikan pendidikan formal dengan pendidikan agama dalam sistem yang modern. Serta Pondok Pesantren Modern Al-Islam: Berlokasi di Cirebon, pesantren ini menawarkan kurikulum yang menggabungkan ilmu pengetahuan umum dan agama. Adapun Pondok Pesantren Salaf di Jawa Barat misalnya Pondok Pesantren Minhajus Sunnah: Terletak di Bogor, pesantren ini berfokus pada pengajaran manhaj salaf dengan penekanan pada pemahaman AlQur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih, dan Pesantren Ihya As Sunnah: Berlokasi di Tasikmalaya, pesantren ini mengedepankan pendidikan berdasarkan manhaj salaf dengan tujuan membentuk generasi yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Meskipun masing-masing pesantren memiliki corak yang berbeda, baik pesantren modern maupun pesantren salaf tidak selalu bersifat kaku. Banyak pesantren yang mengadopsi pendekatan kombinasi dalam sistem pendidikannya, mengintegrasikan tradisi pendidikan klasik dengan inovasi modern. Hal ini mencerminkan pengaruh kuat dari corak keilmuan pendidikan asli Nusantara yang bersifat fleksibel, inklusif, adaptif dan kontekstual. Sejak masa awal perkembangan Islam di Indonesia, tradisi pendidikan pesantren telah mengakar pada nilai-nilai lokal, seperti gotong royong, harmoni, dan Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 kearifan budaya, yang kemudian berbaur dengan ilmu keislaman. Tradisi pendidikan di Nusantara memiliki kemampuan untuk menyerap pengaruh luar tanpa kehilangan identitas lokalnya. Keunikan ini memungkinkan pesantren untuk terus relevan menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan berbasis agama. Pendekatan ini juga mendorong pesantren untuk tetap relevan di era modern dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan kontemporer, seperti sains, teknologi, dan kewirausahaan, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utamanya. Karakter Kepemimpinan Nyai Nusantara Jawa Timur Dan Jawa Barat Di Pondok Pesanren memiliki nilai kharisma hal ini tercermin dengan luasnya ilmu pengetahuan yang dimiliki Nyai, kemudian ilmu agama, sekaligus tokoh dari masyarakat yang religius. Ulama wanita di pesantren tergolong dalam tiga kategori, yakni: pertama, karena wibawanya. Nyai terkenal akan Kedalaman Ilmu Pengetahuan dan Agama. Nyai dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu agama, kitab kuning, dan ilmu pengetahuan umum. Hal ini memberikan otoritas moral dan intelektual yang dihormati oleh santri dan masyarakat sekitar. Wibawa Nyai juga tercermin dari perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti kesederhanaan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Nyai juga di kenal dengan Konektivitas Sosial, karena Nyai sering menjadi mediator dalam konflik sosial di masyarakat, menunjukkan kemampuan diplomasi yang tinggi. Kedua, motivator of inspiration . enginspirasi orang lai. Nyai kerap memberikan motivasi melalui ajaran-ajaran Islam yang relevan dengan tantangan zaman, seperti pentingnya etika kerja, penguatan iman, dan kontribusi kepada masyarakat. Nyai sering menjadi simbol pemberdayaan perempuan di pesantren, memberikan inspirasi bahwa perempuan juga mampu menjadi pemimpin yang berpengaruh dalam dunia pendidikan dan sosial. Dan kehadiran Nyai dalam kegiatan masyarakat, seperti pembinaan keluarga, seminar THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri keagamaan, atau program pemberdayaan ekonomi, meningkatkan semangat masyarakat untuk terus belajar dan berkembang. Ketiga, . ewaris Dalam hal ini Nyai juga berperan sebagai pewaris dan pelestari tradisi intelektual Islam melalui pendidikan berbasis Kitab Kuning. Nyai mengajarkan kitab-kitab klasik Islam yang menjadi dasar keilmuan Islam Nusantara. Hal ini melestarikan tradisi intelektual pesantren. Dalam kiprahnya Nyai tidak hanya berpegang pada tradisi tetapi juga mengintegrasikan metode pendidikan modern, seperti pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Nyai juga sebagai pengembangan santri sebagai pemimpin masa depan, dikarenakan Nyai fokus pada pembentukan santri sebagai individu yang mandiri, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin di masyarakat. Dan karakter kepemimpinan selanjutnya adalah Nyai memiliki nilai kepribadian seperti menjadi teladan. Sebagai teladan. Nyai menunjukkan perilaku yang menjadi panutan bagi santri dan masyarakat seperti Keteladanan dalam Ibadah. Nyai selalu disiplin dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan dzikir. Hal ini mengajarkan santri pentingnya konsistensi dalam beragama. Dalam Kesederhanaan Hidup, gaya hidup Nyai yang sederhana dan penuh rasa syukur menjadi inspirasi bagi santri untuk hidup dengan prinsip qana'ah . idha dengan pemberian Alla. Nyai juga memiliki Akhlak Mulia yang tercermin dalam perilaku Nyai yang santun, sabar, dan penuh kasih sayang mencerminkan nilai-nilai akhlak Islami yang diajarkan dalam pesantren. Nilai kepribadian selanjutnya adalah Nyai sebagai orang tua dan pengasuh. Nyai menjalankan peran sebagai orang tua yang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada santri. Nyai memiliki peran emosional. Nyai sering menjadi tempat curhat dan pengaduan ________________ Bahrul Ulum. Kepemimpinan Wanita Sebagai Gerakan Emansipasi Berbasis Gender Awarnessdi Pondok Pesantren. (Salwatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 1. , h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 santri, terutama untuk masalah pribadi yang membutuhkan nasihat Dan dalam berbagai kesempatan. Nyai memberikan penguatan spiritual untuk santri agar mereka lebih tabah menghadapi tantangan Nyai juga memiliki perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Nyai memastikan bahwa kebutuhan dasar santri, seperti makanan, kesehatan, dan lingkungan yang bersih, terpenuhi dengan Kepribadian Nyai selanjutnya adalah sebagai sosok pemimpi. Nyai adalah Pemimpin yang Adil dan Bijaksana, sebagai pemimpin. Nyai memiliki kemampuan untuk mengelola pesantren secara efektif. Nyai sering bekerja sama dengan Kyai dan pengurus pesantren lainnya untuk merumuskan kebijakan. Keputusan yang diambil biasanya berdasarkan musyawarah dan mengutamakan kepentingan Nyai memiliki Manajemen yang Terstruktur. Nyai memastikan bahwa program pembelajaran, pengelolaan sarana prasarana, dan pengaturan keuangan berjalan sesuai rencana. Nyai juga dikenal bijaksana dalam menangani konflik di antara santri maupun pengurus, sehingga tercipta suasana harmonis di lingkungan Kepribadian selanjutnya, sebagai motivator, pembentukan karakter kejujuran. Nyai berperan penting dalam membentuk karakter santri melalui motivasi dan pembinaan, menanamkan nilai kejujuran melalui pengawasan langsung dan pemberian contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, juga menanamkan kemandirian, santri diajarkan untuk mandiri, baik dalam mengelola waktu belajar, kebersihan diri, maupun pengelolaan keuangan pribadi. Selanjutnya Nyai aktif dalam menginisiasi kegiatan rutin seperti halaqah, diskusi, dan pelatihan keterampilan yang bertujuan membentuk kepribadian santri secara utuh. Dan kepribadian Nyai yang terahir adalah tercermin melalui kemandirian dengan pembinaan secara langsung maupun pembinaan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri secara terprogram. 31 Pembinaan Langsung seperti Interaksi sehari-hari antara Nyai dan santri, seperti melalui pengajian, nasihat pribadi, atau observasi langsung, memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter, dan Pembinaan Terprogram yaitu Kegiatan terstruktur seperti pelatihan kepemimpinan, kajian kitab kuning, dan program praktik dakwah membantu santri mengembangkan potensi intelektual dan spiritual mereka secara sistematis. Nyai sebagai istri Kyai mempunyai kedudukan yang tinggi dan lebih singnifikan saat Nyai berperan andil dalam kegiatan pesantren. Kharisma yang muncul terlihat dengan kemampuan Nyai dibidang pengetahuan, cara memimpin, memutuskan kebijakan dan memutuskan suatu perkara serta adanya pengalaman yang luas. Nyai juga mempunyai peran lain yaitu sebagai mediator, mengedukasi atau sebagai pendidik . , tauladan dan sumber nasihat bagi para Saat pandemi Covid-19, peran kepemimpinan Nyai di lingkungan pesantren sangat menonjol, terutama dalam ranah Nyai mengambil tanggung jawab besar untuk memastikan kedisiplinan, kebersihan, dan kerapian lingkungan pesantren tetap terjaga sebagai langkah preventif dalam menghadapi penyebaran Selain itu, kebutuhan logistik menjadi prioritas utama yang dikelola dengan sangat baik. Nyai memastikan ketersediaan air bersih untuk mendukung sanitasi, menyediakan makanan sehat tiga kali sehari untuk menjaga daya tahan tubuh santri, serta mengelola dapur umum yang berfungsi sebagai pusat distribusi makanan secara Tidak hanya itu. Nyai juga memberikan perhatian lebih pada kebutuhan harian santri dengan mendirikan mini market di dalam Mini market ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari makanan ringan, alat tulis, hingga perlengkapan mandi dan ________________ Fikriyah Istiqlaliyani. Ulama Perempuan di Pesantren: Studi Tentang Kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva. (Jurnal Education, 2. , 8. , h. Nailal Muna nailal dan Hamam. Kepemimpinan Nyai di Pesantren Al Hajar Kapurejo Pagu Kediri. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 masak, sehingga santri tidak perlu keluar lingkungan pesantren untuk memenuhi keperluan mereka. Langkah ini tidak hanya mendukung protokol kesehatan dengan mengurangi interaksi dengan pihak luar, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kesejahteraan santri tetap terjaga selama masa pandemi. Perhatian detail dan kepemimpinan Nyai dalam ranah domestik mencerminkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi situasi krisis, sekaligus menunjukkan peran pengayomannya yang menyeluruh dalam menjaga stabilitas 33 Dan peran Kepemimpinan di Ranah Publik adalah merencanakan . , mengorganisasi . , melaksanakan . dan mengawasi . Dalam fungsi perencanaan . ,34 Terdapat Perencanaan Strategis: Nyai merancang strategi jangka panjang yang mencakup pengembangan kualitas pendidikan, peningkatan fasilitas, dan program pemberdayaan masyarakat. Misalnya, program pelatihan keterampilan berbasis keagamaan seperti wirausaha Islami bagi santri dan masyarakat sekitar. Analisis Kebutuhan: Nyai memetakan kebutuhan pesantren dan masyarakat sekitar, seperti pendidikan formal, pendidikan keagamaan, atau program sosial. Penyusunan Program Sosial dan Dakwah: Nyai sering kali merancang kegiatan-kegiatan publik seperti pengajian umum, bakti sosial, dan pembagian zakat. Program ini memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya mendidik santri tetapi juga melayani masyarakat. Program yang dirancang Nyai mencakup bidang pendidikan . urikulum berbasis integrasi Isla. , dakwah . engajian dan tabligh akba. , dan pemberdayaan ekonomi . operasi pesantren atau pelatihan ________________ Khusnul Khotimah. Peran Kepemimpinan Bu Nyai Dalam Memanajemen Pesantren (Studi Kasus Pesantren Al-Hidayah Putri Karang Suci Purwokerto Utar. Ibid, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Konteks Publik: Dalam ranah publik. Nyai sering berperan sebagai mediator antara pesantren dan pemerintah dalam menyusun program bantuan, seperti pendidikan inklusif atau program kesehatan masyarakat. Mengorganisasi . Nyai bertanggung jawab mengorganisasi sumber daya yang ada di pesantren, termasuk sumber daya manusia, keuangan, dan material, untuk memastikan pelaksanaan program berjalan Pemberdayaan Pengurus dan Santri Senior (Struktur Organisas. : Nyai melibatkan santri senior atau alumni sebagai bagian dari struktur organisasi pesantren, seperti menjadi asisten pengajar atau pengelola kegiatan sosial. Pembagian Tugas yang Jelas: Tugas dan tanggung jawab dalam pesantren diatur sedemikian rupa agar semua pihak memahami perannya, termasuk dalam ranah publik, seperti mendampingi masyarakat saat bencana atau mendukung kegiatan dakwah. Dan Setiap anggota tim diberikan tugas sesuai dengan kompetensi mereka, misalnya tim pendidikan, tim kesehatan, dan tim pengelola keuangan. Jaringan dengan Stakeholder Eksternal: Nyai mengorganisasi kerja sama dengan pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan organisasi keagamaan untuk mendukung pengelolaan programprogram pesantren di ranah publik. Dalam fungsi actuating Pemimpin Inspiratif: Nyai sering turun langsung dalam pelaksanaan kegiatan, misalnya menjadi pembicara dalam pengajian, memimpin doa bersama, atau mendampingi masyarakat dalam kegiatan sosial. Pemimpin berperan mengarahkan serta mendorong anggotanya untuk melaksanakan Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 program harian ataupun tahunan. Program harian seperti pengajian dan pembelajaran tafsir jalalain baAoda subuh, ashar. Fathul muAoin maghrib, serta pengajian dan pembelajaran baAoda Isya. Dan program tahunan seperti Muharraman dengan rangkaian kegiatan donor darah, santunan, pawai taAoaruf dan ziarah makam para leluhur, kemudian Maulid Nabi, dengan alHidayah Voice dan lomba-lomba serta Khaul dengan kegiatan Peningkatan Peran Pesantren di Masyarakat: Dalam ranah publik, pesantren dipimpin oleh Nyai kerap menjadi pusat kegiatan komunitas. Misalnya, saat pandemi COVID-19, pesantren dijadikan tempat edukasi kesehatan atau pusat distribusi bantuan sosial. Nyai mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program seperti pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, atau pengelolaan zakat dan wakaf. Pemanfaatan Teknologi Informasi: Nyai juga mendorong penggunaan teknologi untuk melaksanakan program berbasis digital, seperti dakwah online, pelatihan daring, atau seminar Dalam fungsi Fungsi pengawasan . Dalam kepemimpinan pesantren adalah salah satu aspek manajemen yang krusial untuk memastikan tercapainya visi dan misi lembaga. Dalam konteks pesantren yang dipimpin oleh seorang Nyai, fungsi ini tidak hanya bersifat administratif tetapi juga melibatkan pendekatan kultural dan spiritual, seperti: Monitoring dan Evaluasi Nyai memonitoring dan mengevaluasi berbagai aspek kehidupan pesantren, baik secara langsung maupun tidak langsung, secara langsung: Melakukan kunjungan rutin ke ruang-ruang pembelajaran, asrama, dan fasilitas umum ________________ Ibid, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri untuk memeriksa kelancaran proses pendidikan dan keseharian santri. Dan secara Tidak Langsung: Mengandalkan laporan tertulis atau lisan dari pengurus pesantren, seperti kepala madrasah, pengurus asrama, dan tim kesehatan. Pengelolaan Pembiayaan dan Sarana Prasarana. Pembiayaan: Nyai memastikan bahwa dana pesantren, baik dari sumber internal . onasi santri dan keluarg. maupun eksternal . antuan pemerintah dan masyaraka. , dikelola dengan transparan dan akuntabel. Laporan keuangan rutin menjadi salah satu instrumen pengawasan. Dan Sarana dan Prasarana: Nyai memantau kelayakan fasilitas, seperti ruang belajar, masjid, asrama, dapur, dan fasilitas kesehatan, untuk mendukung kenyamanan dan keamanan santri. Kerja Sama Antar Stakeholder. Nyai aktif membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, seperti orang tua santri, pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitra. Hal ini bertujuan untuk menggalang dukungan moral, material, dan logistik yang dibutuhkan pesantren. Dan Kerja sama ini juga sering diwujudkan dalam bentuk kegiatan bersama, seperti seminar, pelatihan, atau program pemberdayaan ekonomi Evaluasi Program Pendidikan dan Dakwah. Program-program pesantren, baik akademik maupun nonakademik, dievaluasi secara berkala untuk memastikan Dan Nyai juga memantau keberhasilan dakwah melalui aktivitas santri di masyarakat sekitar, seperti pengajian, kegiatan sosial, dan proyek keagamaan. Komunikasi Efektif dengan Pengurus Pesantren. Komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan Nyai memastikan bahwa seluruh pengurus Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 pesantren memahami tujuan dan standar yang ingin Dan Rapat rutin sering diadakan untuk menyampaikan arahan, membahas permasalahan, dan mencari solusi bersama Pendekatan Spiritual Selain pendekatan manajerial. Nyai juga menggunakan pendekatan spiritual dalam mengawasi dan membimbing Doa bersama, pengajian, dan tazkirah rutin menjadi media untuk menyampaikan pesan moral sekaligus memperkuat spiritualitas warga pesantren. Adapun kebijakan manajemen yang dibentuk dalam kepemimpinan Nyai di pesantren selama pandemi covid-19 adalah pesantren memiliki dua faktor ketahanan dalam mencegah penularan covid-19 yaitu manajemen fisik . aktor interna. dan manajemen non fisik . aktor eksterna. manajemen fisik . aktor interna. melalui peningkatan protocol kesehatan meliputi peningkatan kebersihan, kesehatan, olahraga teratur, penambahan gizi santri, dan memberlakukan social distencing seperti contoh yang diterapkan oleh pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur dan Pesanten Al-Quran As-SyafiAoiyah Pulo Air Sukabumi. Kebijakan ini merupakan bagian dari sistem pendidikan berbasis lingkungan, yang bertujuan tidak hanya untuk mendidik santri secara akademis dan spiritual tetapi juga untuk menanamkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan serta jiwa kewirausahaan. Pesantren menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat cuci tangan di area strategis, hand sanitizer di setiap sudut, dan tempat sampah yang tersebar untuk mendukung kebersihan lingkungan. Selain itu, pesantren juga mendorong kreativitas santri dengan membuat mini garden yang berfungsi sebagai ruang hijau sekaligus media pembelajaran tentang pentingnya penghijauan. Para santri juga diajak ________________ Ihin Solihin. Dkk. Tantangan Pondok Pesantren Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pesanten Al-Quran As-SyafiAoiyah Pulo Air Sukabum. (Research Journal Of Islamic Education Managemen,2. , 5. , h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri untuk menciptakan berbagai kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas, sehingga dapat mengembangkan keterampilan dan menumbuhkan sikap ramah lingkungan. Tidak hanya itu, pesantren seperti Manbaul Ulum di Bojonegoro mengintegrasikan konsep bisnis pertanian dan agrobisnis ke dalam Sebagian lahan pesantren dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam, di mana berbagai jenis tanaman seperti padi, terong, cabai, dan sayuran lainnya ditanam secara terorganisir. Proses ini melibatkan santri dari tahap persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung tentang manajemen pertanian. Setelah panen, hasil pertanian dijual ke pasar lokal, yang tidak hanya memberikan pendapatan tambahan bagi pesantren tetapi juga melatih santri dalam aspek kewirausahaan, seperti pemasaran dan pengelolaan hasil usaha. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren tetapi juga mendidik para santri untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Dengan memadukan pendidikan spiritual, keterampilan praktis, dan kesadaran lingkungan, pesantren seperti Manbaul Ulum mampu menjadi model lembaga pendidikan yang holistik dan berdaya saing di era modern. Dan manajemen non fisik . aktor eksterna. dengan membangun kecamatan/puskesmas, sangat memberikan penyuluhan, tracking, layanan kesehatan, meniadakan waktu penjengukan untuk waktu tertentu, konsisten menggunakan kurikulum sorogan, bandungan, hafalan dan metode gabungan serta memangkas jam pelajaran sesuai kebutuhan sat pandemic covid-19. 38 Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat menerapkan menerapkan kebijakan pembelajaran berbasis online diawal pandemi yaitu dengan cara memulangkan santrinya, kemudian melakukan penyesuaian dengan membuka kembali ________________ Shofiyullahul Kahfi dan Ria Kasanova. Manajemen Pondok Pesantren Di Masa Pandemi Covid -19 (Studi Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kedungadem Bojonegor. (Jurnal Pendidikan Berkarakter,2. , 3. , h. Ibid, h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 kebijakan pembelajaran tatap muka di pesantren, seperti pesantren di Jawa Timur, yaitu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Malang. Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ula Nganjuk. Yayasan Pondok Pesantren AlGhozali Nganjuk, dan Yayasa Pondok Pesantren Darut Taqwa Sengonagung Pasuruan39. 40Kemudian terdapat perbedaan waktu pembelajaran baik daring ataupun luring, ketika daring, waktu pembelajaran dikurangi hingga menjadi 2 pertemuan, pembelajaran dilakukan dengan zoom, dan saat luring pembelajaran menjadi 4-5 kali pertemuan. Seperti Pesantren Tahfiz Daarul Quran Takhasus II Cikarang menggunakan teknik sorogan, dan simaAoi, yang fokus pembelajaran hafalan Al-QurAoan, pada awal pandemi, pesantren mengambil kebijakan untuk memulangkan seluruh santri dan setelah era-tatanan baru saat pandemi mulai berangsur kembali normal pesantren mengambil kebijakan untuk melakukan proses belajarmengajar secara luring kembali, dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dan masih banyak pesantren lainnya seperti yang menerapkan kebijakan manajemen non fisik ini seperti Pondok Modern Daarul Hikmah-Tangerang. Jawa Barat, pesantren YanbuAoul QurAoan di Kudus. Pesantren Raudlatul Falah Gembong. Pati. Pesantren Raudlatul Ulum. Guyangan. Pati. Pesantren Lirboyo Kediri. Pesantren Modern Gontor. Pesantren Sidogiri. Pasuruan. Pesantren Langitan. Tuban. Pesantren Tebuireng. Jombang. Pesantren AlKhairaat. Palu. Pesantren Darul Ulum. Banyuanyar. Madura. ________________ Nur Alia. Nursalamah Siagian. Respons dan Adaptasi Pesantren Daar ElQolam Tangerang terhadap Pandemi Covid 19. ( Jurnal Smart. Studi Masyarakat. Religi Dan Tradisi,2. , 8. , h. 235 Eka Damayanti Dkk. Menakar Eksistensi Lembaga Pendidikan Pesantren Di Tengah Pandemi Covid-19. (Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2. , 10 . , h. Widiani Hidayati dan Widia Khumaira. Pembelajaran Tahfizul Quran Di Pesantren Pada Masa Pandemi. (Khasanah. Jurnal Mahasiswa, 2. , 12 . ,h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Pesantren Al-Khoirot. Malang. Pesantren Daar El Qolam. Tangerang. dan Pesantren Asy SyafiAoiah Nahdatul Wathon. Lombok. alasan mendasar pesantren tetap eksis dan konsisten menerapkan pembelajaran tatap muka saat pandemi diantaranya, karena nilai-nilai yang diterapkan oleh pemimpin pesantren termasuk peran dari kepemimpinan meliputi Nyai yaitu: Tradisi nilai keberkahan, yang didapat secara langsung hal ini dimaknai karena adanya tradisi pesantren menekankan pentingnya keberkahan dalam menuntut ilmu, yang diyakini diperoleh melalui kehadiran fisik antara santri dan guru . iai atau nya. Interaksi langsung memungkinkan transfer nilai-nilai akhlak Islami secara mendalam, yang sulit dicapai melalui pembelajaran jarak jauh. Keberkahan ini juga diyakini mendukung kesuksesan spiritual dan duniawi santri. Sikap terbuka, adaptif dalam situasi pandemic serta menutup lingkungan pesantren dari pengaruh luar dan adanya pengawasan dari satgas covid-19. Dalam hal ini pesantren menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan menetapkan kebijakan isolasi mandiri dan menutup lingkungan dari pengaruh luar selama pandemi. Kebijakan ini diperkuat dengan pengawasan ketat dari satuan tugas (Satga. COVID-19 internal pesantren untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga . Pemanfaatan menggunakan media facebook, whatsapp, dan website pesantren untuk guna menyebarkan informasi bahwa peasntren aman dan nyaman untuk pembelajaran luring. Menyebarluaskan informasi kepada orang tua tentang kondisi aman di pesantren, menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat dan pemerintah terkait ________________ Taufikin. Pesantren: Pendidikan Khas Indonesia. Tangguh di Masa Pandemi Covid-19. (Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2. , 5 . , h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 protokol Kesehatan, mengedukasi santri dan orang tua mengenai pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Sinergitas stakeholder, yaitu kerjasama orang tua, masyarakat dan pemerintah. Keberlanjutan pembelajaran di pesantren tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pihak-pihak berikut: seperti Orang Tua Santri hubungan ini memberikan dukungan moral dan materiil, serta mematuhi protokol kesehatan saat mengantar atau menjemput santri. Kemudian hubungan dengan masyarakat: Membantu menjaga lingkungan sekitar pesantren agar tetap aman dan mendukung aktivitas pesantren. Dan hubungan dengan pemerintah: Memberikan bantuan fasilitas kesehatan, seperti masker, alat tes, dan vaksinasi, serta memantau pelaksanaan protokol di pesantren. Pembelajaran tatap muka atau luring lebih efisien dari pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online. Pendidikan pesantren tidak hanya menerapkan pembelajaran yang bertujuan transformasi pengetahuan semata tetapi juga menerapkan pembelajaran praktik langsung. Pola pembalajaran seperti itu merupakan pembelajaran living Islam dan pembentukan karakter santri. Adapun maksud dari Efisiensi dalam Transfer Pengetahuan adalah Pembelajaran tatap muka memungkinkan interaksi langsung antara kiai, nyai, guru, dan santri, yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Dalam metode ini, santri dapat langsung bertanya dan mendapatkan penjelasan mendalam dari pengajar, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Pesantren juga sering menggunakan metode halaqah . iskusi kelompo. dan sorogan . embelajaran individua. , yang sulit diterapkan dalam PJJ. Pembelajaran tatap muka atau luring memaksimalkan Pembelajaran Praktik Langsung, hal ini diartikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga pada praktik langsung. Contohnya, santri diajarkan membaca kitab kuning, yang memerlukan bimbingan intensif dari kiai dan kemampuan untuk ________________ Ibid, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri menerapkan teori dalam konteks nyata. Selain itu, pesantren juga mengajarkan keterampilan hidup, seperti bercocok tanam, berwirausaha, atau seni Islami . isalnya, qasida. Pembelajaran ini hanya dapat dilakukan secara optimal melalui tatap muka. Dan inilah yang disebut dengan Living Islam, dalam konteks ini berarti menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibadah berjamaah, etika makan, dan interaksi sosial yang berlandaskan akhlak Islami. Hal ini menuntut kehadiran fisik dan pengawasan langsung dari para pembimbing. Selanjutnya Pembelajaran tatap muka atau luring merupakan Pembentukan Karakter Santri, karena pola pembelajaran di pesantren dirancang untuk membentuk karakter santri, seperti kemandirian, kedisiplinan, dan kesederhanaan. Kehidupan sehari-hari di asrama pesantren menjadi laboratorium sosial yang mendorong santri untuk belajar tanggung jawab dan hidup dalam kebersamaan. Proses ini sulit direplikasi dalam pembelajaran daring, di mana santri tinggal di rumah masing-masing dan kurang mendapatkan pengalaman sosial yang mendalam. Dan mengapa pentingnya pembelajaran tatap muka atau luring di pesantren yaitu karena mempertahankan Nilai Keberlanjutan Tradisi Pesantren, dimana Pesantren memiliki tradisi panjang yang berbasis pada interaksi langsung antara guru dan murid. Model ini mendukung pemahaman mendalam terhadap ajaran agama dan keterampilan yang diajarkan. Dalam pembelajaran daring, terdapat potensi kehilangan nilai-nilai tradisi ini, terutama dalam aspek spiritualitas dan kedekatan personal antara kiai dan santri. Selanjutnya pentingnya pembelajaran tatap muka atau luring di pesantren yaitu karena mengajarkan akan Pentingnya Kehidupan Kolektif di Pesantren yaitu Pesantren bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga komunitas yang mendukung perkembangan moral, spiritual, dan intelektual santri. Kehidupan kolektif ini mencakup ibadah berjamaah, pengajian rutin, dan kegiatan sosial yang memperkuat rasa solidaritas dan kesalehan individu maupun kolektif. Hal ini sulit diwujudkan secara daring. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 Dan alasan terahir yang menjadi pertimbangan pentingnya pembelajaran tatap muka atau luring adalah karena Tantangan PJJ bagi Pesantren. Pembelajaran jarak jauh menghadapi banyak kendala di pesantren, seperti: Keterbatasan akses internet, terutama di daerah pedesaan, kemudian Kurangnya perangkat teknologi, baik bagi santri maupun pengajar, kemudian Keterbatasan literasi digital di kalangan pendidik pesantren hingga Hilangnya suasana pembelajaran kolektif yang menjadi ciri khas pesantren. Pesantren yang berada di wilayah Tasikmalaya Jawa Barat menerapkan protocol kesehatan dimasa pandemic, hal ini sejalan dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait peraturan pembelajaran tatap muka atau luring. Kebijakan-kebijakan inilah yang di terapkan dalam kepemimpinan Nyai Nusantara di pesantren Tasikmalaya dan diseluruh Jawa Barat Protokol Kesehatan Ketat: . Masker untuk Semua Santri: Penggunaan masker secara konsisten menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan pesantren. Pengecekan Suhu Tubuh: Dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dini gejala COVID-19 pada santri dan pengajar. Cuci Tangan dan Hand Sanitizer: Fasilitas cuci tangan dan penggunaan hand sanitizer disediakan di berbagai titik pesantren untuk memastikan kebersihan tangan setiap saat. Fasilitas Pendukung Kesehatan meliputi . Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Kesehatan para pengajar diperiksa secara berkala untuk memastikan mereka dalam kondisi prima saat berinteraksi dengan santri. Vitamindan Nutrisi: Santri dianjurkan mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Pembersihan Fasilitas dengan Desinfektan: Pesantren secara teratur membersihkan area umum, seperti asrama, masjid, dan kelas, untuk meminimalkan risiko penyebaran virus. Tempat Isolasi dan Layanan Kesehatan meliputi . Tempat Isolasi Proporsional: Pesantren menyediakan ruang isolasi yang cukup untuk santri yang mengalami gejala atau terpapar virus. Layanan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Kesehatan yang Memadai: Tim kesehatan pesantren dikoordinasi untuk memberikan pelayanan cepat dan efisien jika ada santri atau pengajar yang membutuhkan perawatan. Pendekatan Spiritual dan Psikologis meliputi Doa dan Selawat Rutin: Para kiai dikordinasi untuk memimpin doa dan selawat secara rutin, menciptakan suasana spiritual yang menenangkan bagi santri dan seluruh warga pesantren. Hal ini juga berfungsi sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan menjaga optimisme di tengah Dan Manajemen Krisis yang Terintegrasi meliputi Kebijakan ini tidak hanya diterapkan secara individual, tetapi juga melibatkan koordinasi antar-pesantren di Jawa Barat. Sinergi ini menciptakan standar kebijakan yang seragam dan efektif, sambil mempertahankan nilai-nilai khas pesantren. Andilnya pemerintah pusat dalam memberikan dukungan. DPR RI memberikan pengawasan agar pesantren terus mempraktikkan pedoman pembelajaran luring dengan wajib menaati protokol kesehatan. Pemerintah pusat memiliki peran yang signifikan dalam memberikan dukungan kepada pesantren, terutama selama masa pandemi Covid-19. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui pengawasan yang dilakukan oleh DPR RI. DPR RI memastikan bahwa pesantren tetap dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka . dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Protokol ini mencakup berbagai langkah preventif, seperti penggunaan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di setiap sudut pesantren, pengaturan jarak fisik dalam ruang belajar, serta pembatasan jumlah peserta didik dalam satu kelas. Selain itu. DPR RI juga berperan dalam mengawasi alokasi anggaran yang ditujukan untuk mendukung pesantren dalam menghadapi tantangan pandemi. Anggaran tersebut digunakan untuk ________________ Anih Sri Suryani. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Saat Adaptasi Kebiasaan Baru di Pesantren, (Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 2. , 12 . , h. Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 pengadaan alat kesehatan, seperti termometer inframerah, masker, dan disinfektan, yang dibutuhkan untuk menjaga lingkungan pesantren tetap aman dan steril. Pemerintah pusat juga memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan bagi para guru dan tenaga kependidikan di pesantren, agar mereka mampu mengelola pembelajaran luring dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan. Pengawasan DPR RI ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan keberlangsungan pendidikan di pesantren, tetapi juga untuk menjamin bahwa pesantren mampu menyesuaikan diri dengan situasi pandemi tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Dengan adanya dukungan dan pengawasan ini, pesantren diharapkan menjadi contoh lembaga pendidikan yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan sekaligus menjaga komitmen terhadap protokol kesehatan demi melindungi santri, tenaga pendidik. DPR RI khususnya Komisi Vi membidangi pendidikan keagamaan mendorong Kementerian Agama dengan anggaran sebesar Rp2,599 triliun yang prioritaskan dan dialokasikan untuk membantu 21. pesantren di seluruh Indonesia dengan cepat dan tepat sasaran. Sumber dana pesantren yang dipimpin oleh Nyai Nusantara di Jawa Timur dan Jawa Barat mencerminkan keberagaman dan kemandirian dalam mengelola keuangan untuk mendukung operasional pesantren. Secara umum, dana pesantren berasal dari berbagai sumber eksternal maupun internal. Salah satu sumber utama adalah sumbangan dari masyarakat, baik berupa donasi langsung, zakat, infak, maupun sedekah. Peran masyarakat sangat signifikan, mengingat pesantren sering kali menjadi bagian integral dari komunitas lokal yang mendukung keberlangsungan pendidikan agama dan sosial di daerah tersebut. Selain itu, pesantren juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bentuk hibah, subsidi operasional, atau program khusus seperti pengadaan fasilitas pendidikan, pelatihan ________________ Achmad Muchaddam Fahham. Pembelajaran Di Pesantren Pada Masa Pandemi Covid-19. (Pusat Penelitian BK Setjen DPR RI, 2. , 12 . , h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri guru, dan peningkatan infrastruktur pesantren. Bantuan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran strategis pesantren dalam membangun karakter generasi muda dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Pesantren juga menerima sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat, seperti hasil usaha mandiri pesantren, kerjasama dengan lembaga swasta, hingga donasi dari alumni yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap perkembangan pesantren. Hibah dari luar negeri juga menjadi salah satu sumber pendanaan, khususnya dari lembaga pemerintah negara asing melalui Pemerintah Indonesia. Hibah ini biasanya dialokasikan untuk program-program tertentu, seperti pengembangan kapasitas guru, pelatihan teknologi, atau pembangunan fasilitas modern di pesantren. Tidak kalah penting, pesantren yang dipimpin oleh Nyai Nusantara juga mendapatkan dukungan dari keluarga Nyai sendiri. Dalam banyak kasus, keluarga Nyai berperan sebagai penyokong utama, baik secara finansial maupun manajerial. Kepemimpinan Nyai yang kuat dan komitmen keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pesantren, terutama di tengah tantangan keuangan dan kebutuhan operasional yang terus meningkat. Dengan berbagai sumber dana ini, pesantren mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan KESIMPULAN Dari paparan di atas mengambarkan bahwa ulama perempuan di pesantren memberikan kontribusi besar bagi pengembangan wacana kepemimpinan pesantren, yang selama ini keberhasilan lebih didominasi oleh ulama laki-laki. Hal ini tentunya memberikan pengembangan keilmuan, pengetahuan, serta inspirasi bagi peran ulama wanita di ranah domestik seperti menerapkan pola kebersihan, kemudian kerapihan, kedisiplinan, menanamkan Akhlak al-Karimah, serta menyediakan kebutuhan logistik dan di ranah publik meliputi Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 Perencanaan, mengorganisasi, pelaksanaan dan Pengawasan. Sejatinya pembagian tugas dalam ranah kepemimpinan di pesantren sudah sejak lama dilakukan oleh ulama laki-laki dan ulama perempuan berstatus sebagai istrinya, terutama dalam memimpin santri perempuan. Kepemimpinan Nyai pada setiap pesantren di tanah Jawa berbeda-beda, tergantung latar belakang pesantrennya untuk pesantren kharismatik, otentik dan transformasional dengan gaya kepemimpinan yang dikombinasi dari demokratis dan otoriter dan faktor yang mempengaruhi adalah faktor intern yaitu dipengaruhi kemampuan dan keyakinan diri, dan faktor eksternal yaitu dipengaruhi lingkungan, budaya, asas kekeluargaan, dan budaya patronase. Pada pondok pesantren salaf, menggunakan model kepemimpinan kharismatik dan Dan pada pesantren berbasis tasawuf cenderung menerapkan sistem otoriter. Bagi pesantren salaf dipengaruhi dengan budaya aristokrasi dan juga patrimonial. Kebijakan manajemen kepemimpinan Nyai saat pandemi menerapkan manajemen fisik . melalui peningkatan protocol kesehatan,peningkatan kebersihan, kesehatan, olahraga teratur, penambahan gizi santri, dan memberlakukan social distencing. Dan manajemen non fisik . membangun kerjasama dan pembentukan gugus covid-19 pada level kecamatan/puskesmas, memberikan penyuluhan, tracking dan layanan kesehatan, meniadakan penjengukan untuk waktu tertentu, konsisten menggunakan kurikulum sorogan, bandungan, hafalan dan metode gabungan, memangkas jam pelajaran baik daring maupun luring, ketika daring, waktu pembelajaran dikurangi menjadi 2 pertemuan, proses belajar mengajar dilakukan menggunakan media zoom, ketika luring pembelajaran menjadi 4-5 kali pertemuan. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri AOAOI OA Achmad Muchaddam Fahham. Pembelajaran Di Pesantren Pada Masa Pandemi Covid-19. (Pusat Penelitian BK Setjen DPR RI,2. ,13-18 Anih Sri Suryani. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Saat Adaptasi Kebiasaan Baru di Pesantren, (Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 2. ,12 . ,157-177 Azra. The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries. (Honolulu: University of Hawai'i Press, 2. AZRA. "COVID-19 AND ITS IMPACT ON INDONESIAN SOCIETY. " (JOURNAL OF INDONESIAN SOCIAL STUDIES, 2. , 45. Bahrul Ulum. Kepemimpinan Wanita Sebagai Gerakan Emansipasi Berbasis Gender Awarnessdi Pondok Pesantren. Salwatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2020. ) 1. ,126 Bruinessen. Pesantren and Kitab Kuning: Continuity and Change in a Tradition of Religious Learning in Indonesia. (Bijdragen tot de Taal-. Land- en Volkenkunde, 1. DEWI. "KEBIJAKAN PSBB DI INDONESIA: TANTANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGENDALIAN COVID-19. (JURNAL KEBIJAKAN PUBLIK, ,10. HLM. Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. (Jakarta: LP3ES, 1. Eka Damayanti Dkk. Menakar Eksistensi Lembaga Pendidikan Pesantren Di Tengah Pandemi Covid-19. (Jurnal Inspirasi Pendidikan,2. , 10 . ,227-241 Fadhilal Amir. Struktur Dan Pola Kepemimpinan Kyai di Jawa. Jurnal Studia Islamika, 2011. ,102-120 Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025 Kepemimpinan AoNyaiAo Nusantara Jawa Timur dan Jawa Barat Masa Pandemi Covid-19 Fikriyah Istiqlaliyani. Ulama Perempuan di Pesantren: Studi Tentang Kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva. (Jurnal Education, 2. , 8. ,104-109 Ihin Solihin. Dkk. Tantangan Pondok Pesantren Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pesanten Al-Quran AsSyafiAoiyah Pulo Air Sukabum. (Research Journal Of Islamic Education Managemen, 2. , 5. ,78-90 Irawan. Relasi Pesantren dan Keraton: Perspektif AntropologiSejarah era Kerajaan Demak Bintoro dan Mataram Islam. (ISLAM NUSANTARA:Journal for the Study of Islamic History and Culture,2. , 3. , 57Ae76. Khusnul Khotimah. Peran Kepemimpinan Bu Nyai Dalam Memanajemen Pesantren (Studi Kasus Pesantren AlHidayah Putri Karang Suci Purwokerto Utar. (Jurnal Penelitian Agama, 2. ,18. ,337-355 Muhammad. Islam and Women in Aceh: The Legacy of Sultanah Safiatuddin Tajul Alam. (Jakarta: Islamic Studies Journal. Muhyiddin Zainul Arifin. Peran Kepemimpinan Nyai Di Pondok Pesantren (Studi Multi Situs Di Pondok Pesantren AlLathifiyah II Tambakberas Jombang. Pondok Pesantren Nur Khadijah Den Anyar Jombang dan Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kedir. (Jurnal Sains dan Teknologi,2. , 7. , 25-47 Munawwaroh Alfiatun, dkk. Gaya Kepemimpinan Nyai Hajah Masriyah Amva Di Pondok Pesantren Kebon Jambu AlIslamy Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Islamic Education Journal,2. , 1. ,78-93 Muslichan Noor. Gaya Kepemimpinan Kyai. (Jurnal Kependidikan is licensed under a Creative Commons Attribution, 2. ,7. ,141-156 Nailal Muna nailal dan Hamam. Kepemimpinan Nyai di Pesantren Al Hajar Kapurejo Pagu Kediri. urnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 2. ,10. , 46-57 THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Syamsuri Nur Alia. Nursalamah Siagian. Respons dan Adaptasi Pesantren Daar El-Qolam Tangerang terhadap Pandemi Covid 19. (Jurnal Smart. Studi Masyarakat. Religi Dan Tradisi, 2. , 8. PEMERINTAH INDONESIA. LAPORAN RESMI KASUS COVID-19. (JAKARTA: BNPB. Ricklefs. A History of Modern Indonesia Since c. th ed. (Stanford: Stanford University Press,2. Saptari. "Ratu Kalinyamat: A Maritime Leader in Java. " (Journal of Southeast Asian Studies,2. , 43. Sulthon Syahril. Teori -Teori Kepemimpinan. (RiAoayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan. ,4. ,209-215. Shofiyullahul Kahfi dan Ria Kasanova. Manajemen Pondok Pesantren Di Masa Pandemi Covid -19 (Studi Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kedungadem Bojonegor. (Jurnal Pendidikan Berkarakter,2. , 3. ,26-30 Taufikin. Pesantren: Pendidikan Khas Indonesia. Tangguh di Masa Pandemi Covid-19. ( Jurnal Ilmiah Pendidikan,2. , 5 , 152-170 Widiani Hidayati dan Widia Khumaira. Pembelajaran Tahfizul Quran Di Pesantren Pada Masa Pandemi. (Khasanah. Jurnal Mahasiswa, 2. ,12 . ,1-9 Vol. 14 - Issue 1 Ae Juni 2025