Khoirun Nisa’il Fitriyah JURNAL STUDI, SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. 141-149 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI STAI SABILUL MUTTAQIN MOJOKERTO Khoirunnisail Fitriyah STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto nisakstaisam@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini mengkaji problematika pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sabilul Muttaqin Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Responden penelitian adalah mahasiswa dan dosen Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin. Hasil penelitian menunjukkan beberapa problematika, termasuk kurangnya motivasi mahasiswa, kurikulum yang kurang relevan, serta kendala dalam metode pengajaran dan sumber belajar. Implikasi penelitian ini adalah perlunya reformasi dalam pembelajaran Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin untuk meningkatkan motivasi, relevansi kurikulum, serta menyediakan metode pengajaran dan sumber belajar yang lebih efektif bagi mahasiswa. Kata kunci: Problematika, pembelajaran, Bahasa arab PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sabilul Muttaqin Mojokerto merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Arab sebagai sarana untuk memahami dan mendalami ajaran agama Islam secara lebih baik. Namun, dalam praktiknya, terdapat sejumlah problematika yang dihadapi dalam proses pembelajaran Bahasa Arab di STAI tersebut. Pertama, kurangnya motivasi mahasiswa menjadi salah satu tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Arab. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketidakpercayaan diri dalam menguasai bahasa asing, persepsi bahwa Bahasa Arab sulit dipelajari, serta kurangnya keterkaitan antara pembelajaran Bahasa Arab dengan tujuan karir atau kehidupan sehari-hari. Kedua, kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan tuntutan perkembangan zaman menjadi permasalahan lain yang perlu Hal 141 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah diperhatikan. Kurikulum yang kaku dan tidak responsif terhadap perubahan lingkungan sosial dan teknologi dapat menghambat efektivitas pembelajaran Bahasa Arab. Selain itu, kendala dalam metode pengajaran dan ketersediaan sumber belajar yang memadai juga menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin. Metode pengajaran yang monoton dan kurang interaktif dapat mengurangi minat dan motivasi mahasiswa, sedangkan ketersediaan sumber belajar yang terbatas dapat membatasi akses mahasiswa terhadap materi pembelajaran yang diperlukan. Mengingat pentingnya peran Bahasa Arab dalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di STAI Sabilul Muttaqin, maka diperlukan kajian mendalam terhadap problematika yang ada dengan tujuan untuk mengidentifikasi solusi yang tepat guna meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab di institusi tersebut. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Noor Amirudin, tentang Problematika Pembelajaran Bahasa Arab yang hasilnya menyatakan bahwa Problematika pembelajaran bahasa Arab, yaitu unsur-unsur yang menjadi penghambat terlaksananya keberhasilan pembelajaran bahasa Arab, maka ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, dalam mengatasi problematika Linguistik, dimana problematika ini berasal dari intern bahasa Arab itu sendiri, maka diperlukan pemahaman yang mumpuni tentang bahasa Arab itu sendiri, dengan cara mempelajarinya secara kontinyu, begitu juga dengan problematika non linguistik, perlunya mengenal dan memahami sosiokultural bahasa Arab melalui beberapa ungkapan atau istilah-istilah bahasa Arab yang disajikan dalam bentuk pembelajaran yang menyenangkan, bahan ajar yang relevan, media pembelajaran, sarana prasarana yang memadai, tentunya didukung dengan guru yang memiliki kompetensi.1 Takdir juga menuliskan dalam penelitiannya bahwa Untuk mengatasi problematika tersebut, hal yang harus dilakukan adalah pembenahan kompetensi dan profesionalisme guru mulai dari jenjang pendidikan paling rendah hingga tingkat tinggi. Selain itu, paradigma pembelajaran bahasa Arab harus diubah dari sekadar sebagai alat spiritualisasi menjadi alat saintifikasi, dan perubahan ini harus didukung dengan politik pemerintah baik Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim maupun pemerintah negara-negara Arab yang mestinya memiliki semangat kuat untuk mengembangkan masyarakat muslim berbahasa Arab melalui pemberian beasiswa besar-besaran untuk studi lanjut, dan bahkan peluang bekerja di negaranegara Timur Tengah dengan syarat memiliki kompetensi berbahasa Arab yang memadai, baik lisan maupun tulisan.2 1 Amirudin, Noor. "Problematika pembelajaran bahasa Arab." Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan (2017): 1-12. 2 Takdir, Takdir. "Problematika Pembelajaran Bahasa Arab." Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab 2.1 (2020): 40-58. Hal 142 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah Menurut Ahmad Fikri Amrullah perkembangan pembelajaran Bahasa arab di Indonesia bergantung pada dua factor, yaitu : pertama banyaknya perbedaan dan persamaan antara Bahasa ibu dan Bahasa arab yang sedang dipelajari. Kedua seberapa jauh peserta didik memberikan pengaruh terhadap proses mempelajari Bahasa arab.3 Problematika pembelajaran Bahasa arab dapat diamati melalui tiga Aspek, yaitu : Aspek SDM, Aspek Psikologi dan Aspek Linguistik. a) Problematika pembelajaran Bahasa arab dari Aspek SDM Teori yang relevan untuk aspek ini adalah Teori Kualifikasi dan Kompetensi. Teori ini menyoroti pentingnya kualifikasi dan kompetensi dari para pengajar (dosen atau guru) dalam pembelajaran Bahasa Arab. Kualitas pengajar dalam menguasai materi pelajaran, metode pengajaran yang inovatif, dan kemampuan dalam merespons kebutuhan mahasiswa menjadi faktor penting dalam kesuksesan pembelajaran Bahasa Arab. Guru Bahasa Arab sering kali tidak mendapatkan cukup kesempatan untuk mengikuti program pengembangan profesional yang dapat meningkatkan keterampilan mengajar mereka. Kurangnya pelatihan berkelanjutan dan workshop dapat membuat metode pengajaran mereka menjadi stagnan dan kurang inovatif. Tidak semua guru mampu atau mau mengadaptasi metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan teknologi. Beberapa masih menggunakan metode konvensional yang mungkin kurang efektif dalam konteks modern. b) Problematika pembelajaran Bahasa arab dari Aspek Psikologi. Faktor internal siswa yang mempengaruhi pembelajaran Bahasa Arab mencakup berbagai aspek yang berasal dari dalam diri siswa sendiri. Faktor-faktor ini dapat secara signifikan mempengaruhi seberapa efektif dan cepat seorang siswa dapat belajar dan menguasai Bahasa Arab. Berikut adalah beberapa faktor internal seperti Motivasi, Minat, kecemasan berbahasa dan Kepercayaan diri.4 Problematika pembelajaran Bahasa Arab dari aspek psikologi melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi, sikap, dan kemampuan kognitif siswa dalam mempelajari bahasa arab. diantaranya; Banyak siswa mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menggunakan Bahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Kecemasan ini bisa disebabkan oleh perasaan kurang percaya diri, takut membuat kesalahan, atau takut diejek oleh teman sebaya.5 Kurangnya motivasi dan minat belajar sering menjadi hambatan utama dalam 3 Ahmad Fikri Amrulloh, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Diniyah, 2018),hlm 36. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, Lailatul Mathoriyah, Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab,LPPM Unwaha, Jombang,2020hal 12. 5 Gardner, R. C., & Lambert, W. E. (1972). Attitudes and Motivation in Second Language Learning. Newbury House Publishers 4 Hal 143 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah pembelajaran Bahasa Arab. Siswa mungkin merasa bahwa Bahasa Arab tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka atau masa depan karir mereka, sehingga mereka tidak termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Faktor eksternal siswa yang mempengaruhi pembelajaran Bahasa Arab mencakup berbagai elemen yang berasal dari luar diri siswa, yang dapat mempengaruhi motivasi, kenyamanan, dan efektivitas belajar mereka. seperti :Dukungan keluarga, termasuk orang tua dan saudara, dapat mempengaruhi motivasi dan semangat siswa dalam belajar Bahasa Arab, Lingkungan sekolah, termasuk fasilitas, kebijakan, dan suasana belajar, sangat berpengaruh. Sekolah yang menyediakan fasilitas lengkap seperti buku teks, lab bahasa, dan akses internet, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari gangguan, dapat membantu siswa belajar lebih efektif. Kompetensi dan metode pengajaran guru Bahasa Arab memainkan peran krusial. Guru yang berkompeten, menggunakan metode pengajaran yang menarik, dan memahami kebutuhan siswa dapat membuat pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Pendekatan yang komunikatif dan interaktif cenderung lebih berhasil dibandingkan dengan metode pengajaran yang kaku. Ketersediaan dan kualitas materi pembelajaran seperti buku teks, materi audiovisual, aplikasi pembelajaran, dan sumber daya online mempengaruhi proses belajar siswa. Materi yang up-to-date, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka.Interaksi dengan penutur asli Bahasa Arab, baik melalui pertukaran pelajar, kunjungan budaya, atau komunikasi online, dapat mempercepat proses belajar. Mendengar dan berbicara langsung dengan penutur asli membantu siswa menguasai pengucapan yang benar dan memahami konteks budaya.6 c) Problematika pembelajaran Bahasa arab dari Aspek Linguistik. Pembelajaran Bahasa Arab menghadapi sejumlah problematika dari aspek linguistik yang dapat mempengaruhi pemahaman dan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa tersebut. Diantara adalah; 1) Aspek Fonetik Bahasa Arab memiliki beberapa bunyi fonem yang tidak ada dalam banyak bahasa lain, seperti suara emfatis (‫ ظ‬,‫ ط‬,‫ ض‬,‫ )ص‬dan bunyi konsonan uvular (‫)ق‬. Hal ini menyulitkan siswa untuk menguasai pengucapan yang benar.7 2) Tata Bahasa yang Kompleks (Sintaksis) 6 Tim Dosen dan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa FIB UB, Bunga Rampai : Artikel Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa, · 2022. hal 136. 7 Watson, J. C. E. (2020). "Arabic Phonology: An Overview". Annual Review of Linguistics, 6, 367-389. Hal 144 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah Harimurti Krida Laksana menjelaskan sintaksis adalah studi tentang struktur kalimat dan bagaimana elemen-elemen bahasa berinteraksi dalam suatu konstruksi kalimat. Ini melibatkan analisis tata urutan kata, fungsi gramatikal, dan bagaimana makna dihasilkan dari kombinasi kata-kata.8 Bahasa Arab memiliki aturan tata bahasa yang kompleks, termasuk konjugasi kata kerja, bentuk dual, dan sistem kasus (i’rab). Menguasai aturan-aturan ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dan seringkali sulit bagi pemula. 3) Morfologi Morfologi bahasa Arab adalah cabang dari linguistik yang mempelajari struktur kata dalam bahasa Arab, termasuk pembentukan kata dan perubahan bentuk kata. Bahasa Arab memiliki sistem morfologi yang sangat kompleks dan kaya, yang mencakup berbagai aspek seperti akar kata (radikal), pola (wazan), afiksasi, dan perubahan bentuk kata (konjugasi). Akar kata dalam bahasa Arab biasanya terdiri dari tiga konsonan (disebut triradik) yang membentuk dasar dari banyak kata yang berbeda. Misalnya, akar " ‫ب‬-‫ت‬-‫( "ك‬k-t-b) berkaitan dengan konsep menulis. Dari akar ini, berbagai kata dapat dibentuk seperti "‫( "كتاب‬kitab, buku), "‫( "كاتب‬katib, penulis), dan "‫"كتابة‬ (kitabah, tulisan). METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan problematika yang dihadapi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto. Peneliti memilih pendekatan deskriptif karena akan menguraikan problematika berdasarkan fakta yang diperoleh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi dan wawancara terstruktur dengan empat mahasiswa PGMI, terdiri dari dua mahasiswa semester II dan dua mahasiswa semester IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hambatan Bahasa Arab mahasiswa STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto dari Aspek SDM. Pembelajaran Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto menghadapi sejumlah problematika dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM). 8 Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.2001,hlm 57 Hal 145 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah Sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengajaran Bahasa Arab, SDM menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pembelajaran. Kualifikasi Dosen Bahasa Arab menjadi aspek penting dalam pembelajaran efektif. Dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai dalam bidang Bahasa Arab, baik dari segi keahlian linguistik maupun pemahaman terhadap metodologi pengajaran yang efektif, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa. Penelitian menunjukkan bahwa Penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto sudah memenuhi kualifikasi yang diharapkan. Beberapa Dosen Bahasa arab di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto memiliki latar belakang pendidikan yang sangat relevan dengan pengajaran Bahasa Arab. Sebagaimana hasil wawancara dengan Ketua Program studi PGMI di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto. “ Alhamdulillah,,, kualifikasi Dosen Mata kuliah Bahasa Ara di STAI Sabilul Muttaqin in sudah cukup baik, karena beliau beliau memang linier dibidang pendidikan Bahasa arab mulai dari s1 dan s2, sekarangpun masih melanjutkan studynya di s3…”9 Pengembangan profesionalisme guru Bahasa Arab sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Guru yang aktif dalam mengikuti pelatihan dan seminar, serta terlibat dalam kegiatan pengembangan kurikulum dan penelitian, cenderung memiliki keterampilan pengajaran yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru Bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto masih terbatas. Ada kebutuhan untuk lebih banyak investasi dalam pelatihan dan pengembangan profesional guru, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan akademik. 1. Hambatan Bahasa Arab mahasiswa STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto dari Aspek Psikologi. Mahasiswa yang memiliki minat intrinsik terhadap bahasa Arab cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk merancang strategi yang meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa, seperti penggunaan materi yang menarik dan relevan dengan kepentingan mereka. Observasi dimulai dengan mengidentifikasi mahasiswa STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto yang menunjukkan minat intrinsik yang rendah terhadap bahasa Arab. Tanda-tanda minat ini meliputi kurangnya partisipasi dalam diskusi kelas, ketidakminatan dalam mengeksplorasi materi lebih lanjut, dan kurangnya inisiatif dalam mencari sumber daya tambahan terkait bahasa Arab. Dari hasil observasi, terlihat bahwa minat intrinsik yang rendah terhadap bahasa Arab dapat menjadi hambatan dalam keberhasilan akademik mahasiswa. 9 Wawancara, 20 Mei 2024, 13:00. Hal 146 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan seperti STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memiliki minat intrinsik yang rendah dan merancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat intrinsik mereka. Pendekatan yang memperkuat keterlibatan mahasiswa dan memperjelas relevansi bahasa Arab dalam kehidupan mereka dapat menjadi langkah-langkah yang efektif dalam meningkatkan minat intrinsik mereka. 2. Hambatan Bahasa Arab mahasiswa STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto dari Aspek Linguistik. Hambatan linguistik yang dihadapi oleh mahasiswa STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto dalam pembelajaran bahasa Arab meliputi kesulitan dalam pronunsi dan fonologi, tata bahasa dan morfologi, serta keterbatasan kosakata dan keterampilan terjemahan. Upaya yang terarah dan terstruktur perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk mengatasi hambatan-hambatan ini agar mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang lebih baik dalam bahasa Arab. Hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa antara lain : “Saya mengalami kesulitan dalam memahami pola intonasi yang tepat dalam bahasa Arab. Intonasi dalam bahasa Arab sangat berbeda dengan bahasa Indonesia, dan seringkali saya merasa kesulitan dalam menirukan intonasi yang benar saat berbicara. Hal ini membuat komunikasi saya terkadang kurang lancar dan kurang meyakinkan.”10 Mustaghfiroh juga menambahkan : “ iya…. Saya dalam Penggunaan kata sandang seperti '‫ 'الـ‬dan '‫ 'ال‬serta pemahaman terhadap kapan dan bagaimana menggunakannya seringkali membingungkan bagi saya. Saya sering kali kesulitan dalam menentukan apakah suatu kata memerlukan kata sandang atau tidak dalam kalimat. Apalagi penggunaan asmaul khomsah (‫ )األسماء الخمسة‬juga menjadi tantangan tersendiri bagi saya.”11 KESIMPULAN Dari kedua aspek yang telah dijelaskan, terdapat kesimpulan yang dapat ditarik untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab di STAI Sabilul Muttaqin Mojokerto: 1. Aspek SDM: a. Kualifikasi Dosen Bahasa Arab yang Baik: Adanya dosen-dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai dalam bidang Bahasa Arab menjadi kunci dalam pembelajaran yang efektif. 10 11 Wawancara, Zunita mahasiswa PGMI Semester II, 20 Mei 2024, 15:00. Wawancara, Mustaghfiroh, Mahasiswa PGMI Semester II, 20 Mei 2024, 15:00. Hal 147 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah b. Pengembangan Profesionalisme Dosen: Perlunya pengembangan profesionalisme guru Bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Diperlukan investasi lebih lanjut dalam pelatihan dan pengembangan profesional guru serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan akademik. 2. Aspek Psikologi: a. Meningkatkan Motivasi Intrinsik Mahasiswa: Mahasiswa yang memiliki minat intrinsik yang tinggi terhadap bahasa Arab cenderung lebih berhasil dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dirancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat intrinsik mahasiswa, seperti penggunaan materi yang menarik dan relevan dengan kepentingan mereka. b. Identifikasi dan Mendukung Mahasiswa dengan Minat Intrinsik yang Rendah: Penting bagi lembaga pendidikan untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memiliki minat intrinsik yang rendah dan merancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat intrinsik mereka. Pendekatan yang memperkuat keterlibatan mahasiswa dan memperjelas relevansi bahasa Arab dalam kehidupan mereka dapat menjadi langkahlangkah yang efektif dalam meningkatkan minat intrinsik mereka. 3. Aspek Linguistik: a. Perhatikan Kesulitan dalam Pronunsi dan Fonologi: Pengajar perlu memberikan perhatian khusus pada pelatihan fonologi dan latihan pengucapan bagi mahasiswa. b. Perbaikan Tata Bahasa dan Kosakata: Sesi pembelajaran yang fokus pada pemahaman dan penerapan aturan tata bahasa serta pembelajaran kosakata secara praktis sangat diperlukan. c. Bantuan dalam Penggunaan Asmaul Khomsah dan Kata Sandang: Diperlukan bantuan lebih lanjut dalam pemahaman dan penggunaan asmaul khomsah serta kata sandang melalui metode pembelajaran yang lebih terarah dan praktis. Hal 148 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Khoirun Nisa’il Fitriyah DAFTAR PUSTAKA Ahmad Fikri Amrulloh. (2018). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta: Pustaka Diniyah. Amirudin, Noor. (2017). "Problematika pembelajaran bahasa Arab." Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan. Gardner, R. C., & Lambert, W. E. (1972). Attitudes and Motivation in Second Language Learning. Newbury House Publishers. Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. Edisi 2001. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali & Lailatul Mathoriyah. (2020). Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab. Jombang: LPPM Unwaha. Takdir, Takdir. (2020). "Problematika Pembelajaran Bahasa Arab." Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab, 2(1). Tim Dosen dan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa FIB UB. (2022). Bunga Rampai: Artikel Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa. Watson, J. C. E. (2020). "Arabic Phonology: An Overview". Annual Review of Linguistics, 6, 367-389. Hal 149 Jurnal Studi, Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024