Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi dari Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L)). Intan Oktaviana Putri1*. Niken Luthfiyanti 2. Danang Raharjo3 Fakultas Farmasi. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Indonesia Korespondensi penulis: intanokta233@gmail. Abstract. Antioxidants are substances that can inhibit oxidation caused by free radicals. Flavonoids are effective natural antioxidants due to their unique chemical structure. Both have a hydroxyl group (-OH) attached to an aromatic ring. This hydroxyl group can donate hydrogen or electrons to free radicals. Clove stems (Syzygium aromaticum (L. )) are known to possess bioactive compounds, including flavonoids like quercetin and kaempferol, which act as antioxidants in protecting cells from free radicals. Maceration is a commonly used extraction method to obtain therapeutic compounds from plants. The process involves soaking the finely or coarsely ground plant material in a solvent . iquid thinne. in a closed container. Fractionation is a method for separating chemical components in an extract based on differences in their polarity or solubility. This process uses two immiscible This study is an experimental research aimed at determining the total flavonoid content (TFC) and the IC50 value of the antioxidant activity present in the ethanol extract and fractions of clove stems (Syzygium aromaticum (L. )) using the ABTS method. The tests utilized maceration extraction with 96% ethanol as the solvent, and liquid-liquid fractionation using N-hexane, ethyl acetate, and water as solvents, along with UV-Vis spectrophotometry analysis. The results showed that the highest flavonoid content was in the ethanol extract, with a TFC value of 51. 000 mgQE/g, and the highest antioxidant activity was in the ethyl acetate fraction, with an IC50 value of 23. 716 AAg/mL, indicating a strong potential as a source of natural antioxidants. Keywords: ABTS. Antioxidant activity. Clove. ICCICA. Total flavonoid Abstrak. Antioksidan merupakan suatu substansi yang dapat menghambat oksidasi akibat radikal bebas. Flavonoid adalah antioksidan alami yang efektif karena struktur kimianya yang unik. Keduanya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin aromatik. Gugus hidroksil dapat mendonorkan hidrogen atau elektron ke radikal bebas. Gagang cengkeh (Syzygium aromaticum (L. )) diketahui memiliki senyawa bioaktif, termasuk flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol yang berperan sebagai antioksidan dalam melindungi sel dari radikal Maserasi adalah metode ekstraksi yang umum digunakan untuk mengambil senyawa terapeutik dari Prosesnya melibatkan perendaman bahan tumbuhan yang dihaluskan atau ditumbuk kasar dalam cairan pelarut . di wadah tertutup. Fraksinasi adalah metode pemisahan komponen kimia dalam suatu ekstrak berdasarkan perbedaan tingkat kepolaran atau kelarutan. Proses ini menggunakan dua jenis pelarut yang tidak dapat bercampur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan mengetahui nilai IC50 dari aktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak etanol serta fraksi dari gagang cengkeh (Syzygium aromaticum (L. ) dengan metode ABTS. Pengujian ini menggunakan ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% serta fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut N-heksana, etil asetat, dan air serta analisis spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid tertinggi pada ekstrak etanol dengan nilai KFT sebesar 51,000 mgQE/g dan aktivitas antioksidan tertinggi pada fraksi etil asetat dengan nilai ICCICA sebesar 23,716 AAg/mL memiliki potensi yang kuat sebagai sumber antioksidan alami. Kata kunci: ABTS. Aktivitas antioksidan. Cengkeh. Flavonoid total. ICCICA LATAR BELAKANG Radikal bebas adalah molekul dengan elektron tidak berpasangan yang membuatnya reaktif dan merusak sel tubuh melalui reaksi berantai. Jika terus berlanjut, dapat memicu penyakit seperti kanker, katarak, penuaan dini, dan penyakit degeneratif lainnya (Amin. Khairi and Hendrarti, 2. Antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel akibat radikal bebas, terutama dengan menyumbangkan elektron untuk Naskah Masuk: 09 September, 2025. Revisi: 25 September, 2025. Diterima: 02 Oktober, 2025. Terbit: 04 Oktober, 2025 Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi dari Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L)). menstabilkannya dan menghentikan reaksi berantai (Phaniendra. Jestadi and Periyasamy. Flavonoid adalah antioksidan alami yang efektif karena struktur kimianya yang unik. Keduanya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin aromatik. Gugus hidroksil dapat mendonorkan hidrogen atau elektron ke radikal bebas. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antioksidan alami dari tumbuhan (Amin. Khairi and Hendrarti, 2. Salah satunya adalah tanaman cengkeh. Gagang cengkeh merupakan bagian tanaman cengkeh yang menempel dan menyokong bagian bunga cengkeh yang kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid seperti quercetin dan kaempferol yang berperan sebagai antioksidan dalam melindungi sel dari radikal bebas (Cortys-Rojas, de Souza and Oliveira, 2. Namun, penggunaan gagang cengkeh dalam dunia farmasi masih terbatas. Saat ini, pemanfaatannya lebih banyak pada bunga, meskipun gagangnya memiliki kandungan minyak lebih tinggi . -10%) dan kaya akan flavonoid seperti quercetin dan kaempferol, yang berkontribusi pada potensi antioksidannya (Safitri and Purnamawati, 2. Sementara itu penelitian yang dilakukan oleh (Safitri and Fatimah, 2. berfokus pada pengujian toksikologi ekstrak gagang cengkeh dan aktivitas antioksidan dengan salah satu metode yaitu DPPH, tetapi belum mengeksplorasi efektifitas pengujian lain seperti menggunakan sampel dari hasil fraksinasi, uji flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode ABTS. Mekanisme kerja DPPH dan ABTS berbeda ditandai dengan menunjukkan adanya perubahan warna yang berbeda pada setiap metodenya, selain itu keduanya juga mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing (Fitriana. Fatmawati and Ersam, 2. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait uji analisis flavonoid total serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan fraksi dari gagang cengkeh (Syzygium aromaticum (L. ) dengan menggunakan metode ABTS. KAJIAN TEORITIS Maserasi adalah metode ekstraksi yang umum digunakan untuk mengambil senyawa terapeutik dari tumbuhan. Prosesnya melibatkan perendaman bahan tumbuhan yang dihaluskan atau ditumbuk kasar dalam cairan pelarut . di wadah tertutup. Campuran ini didiamkan selama sekitar tujuh hari dengan sesekali diaduk. Setelah itu, cairan yang mengandung ekstrak disaring, meninggalkan residu padat yang disebut maserat (Alara et al. ,2. Fraksinasi adalah metode pemisahan komponen kimia dalam suatu ekstrak berdasarkan perbedaan tingkat kepolaran atau kelarutan. Proses ini menggunakan dua jenis pelarut yang Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. tidak dapat bercampur (Anggraeni Putri et al. , 2. Penggunaan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya akan mempengaruhi jenis senyawa yang terekstrak. Proses fraksinasi menggunakan corong pisah. Pemisahan tersebut termasuk kedalam pemisahan partisi Aulike dissolve likeAy yang artinya, senyawa polar sebagian besar akan tertarik dalam pelarut polar, senyawa sedangkan senyawa non polar sebagian besar akan tertarik dalam pelarut non polar (Mariana et al. , 2. Kadar total flavonoid dapat ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Alat ini sangat efektif karena flavonoid memiliki pita serapan yang kuat dalam spektrum ultraviolet dan sinar tampak, yang membantu mengidentifikasi strukturnya. Analisis kuantitatif berdasarkan hukum Lambert-Beer menunjukkan hubungan linier antara absorbansi yang diukur dan jumlah flavonoid yang ada. semakin tinggi absorbansi, semakin banyak kandungan flavonoid (Satria. Hakim and Darsono, 2. Antioksidan merupakan zat yang mampu menahan reaksi oksidasi dengan menyumbangkan elektron pada radikal bebas. Antioksidan dapat di hasilkan secara endogen atau eksogen untuk membantu menetralisir radikal bebas yang berada didalam tubuh (Kurniawati and Sutoyo, 2. METODE PENELITIAN Preparasi Sampel Gagang Cengkeh (Syzygium aromaticum (L. Tumbuhan yang digunakan adalah Gagang Cengkeh segar, sudah tua dan siap panen sebanyak 3 kg yang diambil dari Desa Gamping. Kecamatan Suruh. Kabupaten Trenggalek. Provinsi Jawa Timur. Sampel bahan tumbuhan cengkeh tersebut dilakukan determinasi di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu. Kalisoro. Karanganyar. Kab. Karanganyar. Jawa Tengah. Kemudian, dilakukan preparasi sampel dengan tahapan yakni sortasi basah basah, pencucian, pengeringan dibawah sinar matahari dan sortasi kering. Pengolahan serbuk dilaksanakan melalui penggunaan blender dan diayak dengan ayakan mesh No. 40 sampai menjadi serbuk. Proses Ekstraksi Sebanyak 300 gram serbuk simplisia gagang cengkeh diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan . dengan menggunakan metode maserasi. Maserasi dilakukan dengan cara merendam simplisia gagang cengkeh menggunakan pelarut etanol 96% dalam bejana maserasi yang tertutup dan terlindung dari cahaya langsung yang bertujuan untuk mencegah reaksi katalis cahaya ataupun perubahan warna. Proses ini Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi dari Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L)). dilakukan selama 3 24 jam, kemudian hasil maserat yang didapat disaring dengan corong buchner dan di uapkan menggunakan rotary evaporator, dan dipekatkan menggunakan water bath dengan tujuan untuk didapatkan ekstrak pekat. Fraksinasi dilakukan dengan cara menimbang 10 gram ekstrak kental gagang cengkeh, lalu dilarutkan dengan sedikit etanol dan ditambahkan 100ml akuades. Setelah itu larutan ekstrak dimasukkan ke dalam corong pisah dan tambahkan pelarut n-Heksana sebanyak 100ml atau dengan perbandingan volume 1:1 kemudian di fraksinasi dengan mengocok corong pisah. Fraksinasi menggunakan pelarut n-Heksana dilakukan sebanyak tiga kali hingga fraksi nHeksana berwarna bening. Setelah didapatkan dua fraksi yang berbeda yaitu fraksi n-Heksan dan fraksi air, fraksi air di partisi kembali menggunakan pelarut etil asetat dengan jumlah dan perbandingan yang sama yaitu 100ml dan 1:1. Kemudian hasil fraksi yang didapat dipekatkan menggunakan water bath untuk didapatkan ekstrak pekat. Skrining Fitokimia Proses uji flavonoid dilakukan dengan memasukkan 5ml sampel uji ekstrak gagang cengkeh yang sudah diencerkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambah 0,1 gram serbuk Mg dan 1 Ml HCl pekat. Hasil positif flavonoid ditunjukkan dengan adanya warna kuning, merah maupun jingga (Raharjo, 2. Penetapan Kadar Flavonoid Total Proses Uji Flavonoid dilakukan dengan menimbang 10mg ekstrak kental dari hasil maserasi dan frakasinasi dimasukkan dalam labu ukur 10ml, dilarutkan menggunakan methanol p. a hingga konsentrasi 1000ppm. Diambil 1mL AlCl3 10% dan natrium asetat 1 M, lalu dikocok, dilakukan inkubasi selama operating time 28 menit. Pengujian ini dilakukan tiga kali pengulangan pada panjang gelombang maksimum 434 nm (Istikhomah and Fadhila, 2. Uji Aktivitas Antioksidan Metode ABTS Sebanyak 10mg ekstrak kental dan fraksi gagang cengkeh dilarutkan dalam metanol p. ad volume 100mL dalam labu ukur sehingga terbentuk larutan induk 100 ppm. Kemudian dibuat deret konsentrasi 10 sampai 50 ppm. Masing-masing larutan uji diambil 0,1mL , ditambah 2mL ABTS kemudian diinkubasi selama 21 menit. Setelah itu dilakukan pembacaan absorbansi dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan tiga kali replikasi pada panjang gelombang maksimum 731 nm. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Determinasi sampel tanaman cengkeh dilakukan di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu. Kalisoro. Karanganyar. Kab. Karanganyar. Jawa Tengah. Tujuan dilakukannya determinasi tanaman yaitu untuk menentukan keaslian atau kebenaran dari tanaman tersebut dan mengidentifikasi seluruh bagian tanaman mulai dari akar hingga Determinasi TL. 04/D. XI. 6/6937. 321/2025. Hasil determinasi menunjukkan bahwa sampel tanaman merupakan tanaman cengkeh yang berasal dari family myrtaceae dengan species ((Syzygium aromaticum (L)). Skrining Fitokimia Metode Skrining Fitokimia secara kualitatif pada pengujian ini menggunakan uji tabung yang bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan golongan senyawa flavonoid dalam ekstrak gagang cengkeh ((Syzygium aromaticum (L). Hasil identifikasi senyawa flavonoid pada uji tabung dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Hasil Identifikasi Uji Tabung Ekstrak Maserasi Pengujian senyawa flavonoid dilakukan dengan metode shinoda, yaitu dengan menambahkan serbuk Mg dan larutan asam klorida (HC. pekat disampel uji. Berdasarkan hasil peneliian yang telah dilakukan terdapat reaksi positif adanya senyawa flavonoid pada uji tabung ekstrak gagang cengkeh yang ditandai dengan perubahan warna menjadi jingga. Hal ini terjadi akibat reduksi gugus karbonil flavonoid menghasilkan senyawa kompleks dengan magnesium sehingga menimbulkan warna jingga (Asriani et al. , 2. Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi dari Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L)). Penetapan Kadar Flavonoid Total Analisis kadar flavonoid total ekstrak gagang cengkeh ((Syzygium aromaticum (L)) dilakukan melalui teknik kolorimetri Aluminium Chloride (AICI. , sehingga mengakibatkan adanya warna kuning akibat transisi panjang gelombang menuju spektrum tampak (Suharyanto & Prima, 2. Pemilihan kuersetin didasarkan karakteristiknya flavonoid golongan flavonol yang mempunyai reaktivitas tinggi dan harganya yang relatif murah (Raharjo et al. , 2. Sebelum menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol dan fraksi gagang cengkeh, terlebih dahulu dilakukan penetapan panjang gelombang maksimum, waktu operating time, serta penyusunan kurva baku standar kuersetin (Neng and Siska, 2. Panjang gelombang maksimum diperoleh 434 nm dengan nilai absorbansi 0,357. Berdasarkan hasil penentuan operating time kuersetin yang diperoleh dapat diketahui bahwa nilai absorbansi yang stabil terletak pada menit ke 28 dan diperoleh nilai absorbansi stabil pada angka 0,335, menunjukkan bahwa reaksi antara senyawa flavonoid dan pereaksi AlCl3 telah berlangsung secara sempurna pada rentang waktu tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran kurva baku kuarsetin, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi, maka nilai absorbansi juga meningkat. Penentuan kurva baku kuersetin menghasilkan persamaan regresi linier y = 0,004x 0,287, di mana y merupakan nilai absorbansi dan x adalah kadar flavonoid dalam sampel. Nilai koefisien korelasi . sebesar 0,992 menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier yang sangat kuat antara konsentrasi kuersetin dan absorbansi, mendekati nilai sempurna . = . , yang menandakan kurva kalibrasi bersifat linier. Data hasil penetapan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol dan fraksi gagang cengkeh disajikan dalam Tabel. Tabel 1. Hasil Penetapan Kadar Flavonoid Total Sampel Ekstrak Etanol Fraksi Air Fraksi Etil Asetat Fraksi N-heksan Replikasi Absorbansi 0,463 0,475 0,467 0,495 0,487 0,491 0,483 0,476 0,487 0,331 0,323 0,337 Kadar Rata- rata A Flavanoid Total m QE/. 44,000 47,000 45,333 A 1,528 45,000 52,000 50,000 51,000 A 1,000 51,000 49,000 47,250 48,750 A 1,392 50,000 11,000 9,000 10,833 A 1,756 12,500 Sumber : Data Penelitian . Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol dan fraksi gagang cengkeh diatas dapat diketahui rata-rata kadar flavonoid total yang diperoleh untuk ekstrak etanol gagang cengkeh yaitu 45,333 mg QE/g. Pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Rosmiati, 2. dilakukan uji kadar flavonoid total pada ekstrak gagang cengkeh didapatkan hasil berkisar 68,533 mg QE/g yang apabila dibandingkan dengan ekstrak etanol gagang cengkeh yang diteliti hasilnya lebih rendah. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan perlakuan pada sampel seperti metode ekstraksi dan jenis pelarut yang digunakan. Pada fraksi air sebesar 51,000 mg QE/g, fraksi etil asetat sebesar 48,750 mg QE/g, dan fraksi N-heksan sebesar 10,833 mg QE/g. Hal ini terjadi karena prinsip dasar pemisahan berdasarkan kepolaran . ike dissolves lik. Flavonoid cenderung terakumulasi dalam air . karena sifatnya yang juga polar. Sebaliknya. N-heksana . on-pola. tidak efektif menarik flavonoid. Sementara itu, etil asetat . emi-pola. menarik flavonoid dengan kepolaran menengah, sehingga kadarnya berada di antara keduanya (Prasetya et al. , 2. Uji Aktivitas Antioksidan Metode ABTS Ekstrak etanol dan fraksi gagang cengkeh diuji untuk aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Prinsip metode ABTS adalah kemampuan senyawa antioksidan dalam menstabilkan radikalbebas dengan mendonasikan protonnya. Hal ini ditandai dengan memudarnya warna dari biru kehijauan menjadi tidak berwarna dengan adanya kation radikal ABTS. Pertama, diperlukan reaksi oksidasi senyawa ABTS dengan kalium persulfat (K2S2O. untuk membentuk kation radikal ABTS (ABTS ), yang kemudian bereaksi dengan senyawa antioksidan. Sebelum melakukan pengujian aktivitas antioksidan pada sampel gagang cengkeh, penetapan panjang gelombang maksimum dilakukan. Penghapusan warna serapan dapat diukur pada panjang gelombang 600-800nm menggunakan spektrofotometer (Aryanti et al. Hasil penelitian didapatkan panjang gelombang maksimum ABTS yang diperoleh adalah 731,0 nm dengan nilai absorbansi 0,396. Panjang gelombang ini kemudian dijadikan acuan untuk menentukan waktu pengukuran . perating tim. Berdasarkan hasil pengukuran larutan pembanding kuersetin terlihat bahwa absorbansi mulai stabil pada antara waktu 21-23 menit yaitu pada absorbansi 0,176 nm. Penentuan kurva baku diolah menggunakan excel dalam grafik hubungan konsentrasi kuersetin maupun sampel uji dengan absorbansi untuk memperoleh persamaan Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi dari Gagang Cengkeh (Syzygium Aromaticum (L)). regresi linear dan nilai RA, yang digunakan untuk menghitung aktivitas antioksidan sampel dalam satuan ekuivalen kuersetin . g QE/. Berdasarkan hasil pengukuran kurva baku, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi, maka nilai absorbansi juga meningkat. Penentuan kurva baku kuersetin menghasilkan persamaan regresi linier y = 0,773x 40,46, di mana y merupakan nilai absorbansi dan x adalah kadar flavonoid dalam sampel. Nilai koefisien korelasi . sebesar 0,991 menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier yang sangat kuat antara konsentrasi kuersetin dan absorbansi, mendekati nilai sempurna . = . , yang menandakan kurva kalibrasi bersifat linier. Menurut Oktaviani et al. , tingkat aktivitas antioksidan suatu sampel maupun baku pembanding dapat diklasifikasikan berdasarkan nilai IC50 (Inhibition Concentration 50%) yakni konsentrasi larutan sampel yang bisa menghambat aktivitas radikal ABTS senilai 50%, sehingga semakin rendah nilai IC50 yang dihasilkan menunjukan semakin tinggi kemampuan aktivitas antioksidan dalam sampel. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada kuersetin sebagai pembanding ekstrak dan fraksi gagang cengkeh dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Metode ABTS Sampel Kuersetin Ekstrak Etanol Fraksi Air Fraksi n-Heksana Fraksi Etil Asetat Konsentrasi . % Inhibisi 46,554 55,896 60,796 69,832 77,792 10,413 22,971 33,078 45,636 52,221 12,251 19,449 31,853 41,041 49,158 2,297 4,900 7,657 11,485 13,783 42,266 46,861 56,049 63,247 72,282 Sumber : Data Penelitian . Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 IC50 . 14,068 (Sangat Kua. 46,124 (Sangat Kua. 50,177 (Kua. 172,021 (Sedan. 21,964 (Sangat Kua. e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Berdasarkan hasil penelitian, nilai ICCICA ekstrak dan fraksi gagang cengkeh rata-rata nilai IC50 yang didapat untuk ekstraketanol gagang cngkeh yaitu 45,880 g/mL. Pada fraksi air diperoleh nilai IC50 sebesar 50,261 g/mL tergolong kuat, fraksi N-heksan sebesar 194,599 g/mL tergolong sedang, dan fraksi etil asetat sebesar 23,716 g/mL tergolong sangat kuat. Nilai ICCICA yang tinggi menunjukkan bahwa kemampuan ekstrak dan fraksi dalam menangkap radikal bebas relatif rendah, terutama jika dibandingkan dengan kuersetin sebagai kontrol positif yang memiliki ICCICA di bawah 20 ppm. Rendahnya aktivitas antioksidan ini dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan, yang kemungkinan belum optimal dalam mengekstraksi senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan dari gagang cengkeh. Sementara itu, kuersetin menunjukkan aktivitas antioksidan tinggi karena merupakan senyawa flavonoid murni yang memiliki gugus hidroksil (-OH) pada posisi karbon 3', 4' pada cincin B serta pada posisi 3 dan 5 pada cincin A dan C. Keberadaan gugus hidroksil ini berperan penting sebagai pendonor elektron yang mampu menetralkan radikal bebas melalui mekanisme penyerahan elektron atau hidrogen (Mahayasih et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang uji Analisis Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Serta Fraksi Dari Gagang Cengkeh Syzygium Aromaticum (L) dapat diambil kesimpulan : a. ) Kadar flavonoid total (KFT) yang diukur menggunakan spektrofotometri menunjukkan bahwa fraksi air memiliki kadar tertinggi sebesar 51,000 mg QE/g, diikuti fraksi etil asetat 48,750 mg QE/g, ekstrak etanol 45,333 mg QE/g, dan terendah pada fraksi n-heksana 10,833 mg QE/g,b. ) Aktivitas antioksidan berdasarkan nilai ICCICA menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan ICCICA sebesar 23,716 AAg/mL, diikuti ekstrak etanol 45,880 AAg/mL, fraksi air 50,261 AAg/mL ABTS, dan fraksi n-heksana sebagai yang terlemah 194,599 AAg/mL. Saran