El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 DOI: 10. 55799/elmadaniyah. PENDAMPINGAN UPGRADING PERPUSTAKAAN KUMALA DESA MAKMUR JAYA KECAMATAN KOMBENG Amelia Putri1. Tri Velyna2. Widia Ningsih3. Ajis Supangat4. Febi Febrianti5. Andini Idi6. Ana Siti Parida Dwi Yuliantika7. Erwin Saputra8. Anna Tiara Rachma9 STAI Sangatta. Indonesia Email : 1ameliasaputri0729@gmail. com, 2velynatri@gmail. com, 3widia4122@gmail. shimh@gmail. com, 5febyferbrianti07@gmail. com, 6andiniidi14@gmail. antikacantikk602@gmail. com, 8rwinsp90@gmail. com, 9annatiara0901@gmail. Received 11 Januari 2026 Keywords: Library Upgrading Mentoring Kata Kunci: Perpustakaan Upgrading Pendampingan Article Info Accepted 28 Februari 2026 Published 28 Februari 2026 ABSTRACT Village libraries, as one of the government's efforts to strengthen and develop outlying areas, are seen as being able to stimulate reading interest among rural communities. The construction of village libraries must be accompanied by the procurement or addition of existing book This way, the goal of building village libraries can be One village that already has a village library is Makmur Jaya Village. Kombeng District. The Makmur Jaya Village Library is named the Kumala Library. It is hoped that with the provision of this library, the community's literacy skills will further develop. However, in reality, the management of the Kumala Library is still lacking. One of the work programs of group 8 KKL STAI Sangatta is upgrading the Kumala Library. The method used in this community service is the PAR (Participatory Action Researc. The results of this community service show that there is mentoring that has a positive impact on the reading interest of the Makmur Jaya Village community. ABSTRAK Perpustakaan Desa sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat dan membangun daerah-daerah pinggiran dipandang dapat memicu minat baca masyarakat desa. Dengan adanya pembangunan perpustakaan desa ini harus diikuti dengan pengadaan atau penambahan koleksi-koleksi buku yang ada. Dengan begitu tujuan di bangunnya perpustakaan desa ini dapat tercapai. Salah satu desa yang telah memiliki perpustakaan desa yaitu Desa Makmur Jaya Kecamatan Kombeng. Perpustakaan Desa Makmur Jaya ini diberi nama perpustakaan Kumala. Harapannya, dengan penyediaan perpustakaan ini, daya literasi masyarakat akan semakin berkembang. Akan tetapi pada kenyataannya, pengelolaan perpustakaan Kumala ini masih kurang baik. Salah satu program kerja kelompok 8 KKL STAI Sangatta adalah mengenai Upgrading Perpustakaan Kumala. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Researc. Hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya pendampingan yang memiliki dampak positif terhadap ketertarikan daya minat baca masyarakat Desa Makmur Jaya. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 PENDAHULUAN Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, seharusnya memiliki potensi yang sangat besar dalam dunia literasi. Namun, kenyataannya, indeks literasi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di Rendahnya tingkat literasi ini menjadi masalah serius yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga perkembangan ekonomi. Hal ini tentu berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Budaya baca masyarakat yang rendah menjadi cerminan kualitas hidup masyarakat itu sendiri. Untuk mengatasi rendahnya berliterasi dalam masyarakat khususnya di tingkat pedesaan yang merupakan unit pemerintahan terendah, maka diperlukan pembangunan nasional berupa perpustakaan desa. 2 Untuk mendukung tumbuhnya budaya baca di kalangan masyarakat, perlu adanya upaya dari berbagai pihak serta tersedianya sarana untuk melakukan kegiatan Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah dengan melakukan pembinaan perpustakaan desa. Pendidikan dengan membaca adalah bagian kecil dari pembangunan yang dicanangkan pemerintah untuk membangun dari pinggiran. Proses Pembangunan tidak berawal lagi dari kota/pusat dapat dibilang sentralisasi, tetapi dapat dilakukan dari pinggiran atau desa-desa . Perpustakaan Desa sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat dan membangun daerah-daerah pinggiran dipandang dapat memicu minat baca masyarakat Dengan adanya pembangunan perpustakaan desa ini harus diikuti dengan pengadaan atau penambahan koleksi-koleksi buku yang ada. Dengan begitu tujuan di bangunnya perpustakaan desa ini dapat tercapai. Salah satu desa yang telah memiliki perpustakaan desa yaitu Desa Makmur Jaya Kecamatan Kombeng. Perpustakaan Desa Makmur Jaya ini diberi nama perpustakaan Kumala. Harapannya, dengan penyediaan perpustakaan ini, daya literasi masyarakat akan semakin berkembang. Akan tetapi pada kenyataannya, pengelolaan perpustakaan Kumala ini masih kurang baik. Belum ada struktur kepengurusan yang bertanggungjawab terhadap eksistensi perpustakaan Kumala agar tetap terjaga. Selain itu, koleksi buku bacaan di Perpustakaan ini masih cukup minim. Hal tersebut tentu kurang menarik masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan Kumala ini. Maka perlu adanya perhatian serius untuk menanggulangi masalah ini. Sarana prasarana yang sudah tersedia tanpa dibarengi dengan pengelolaan yang baik tentu tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi KKL STAI Sangatta dari kelompok 8 telah melaksanakan program pengabdian di Desa Makmur Jaya. Tim yang beranggotakan 13 mahasiswa ini telah melaksanakan berbagai program kerja yang diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap masyarakat Desa Makmur Jaya. Salah satu program kerja kelompok 8 adalah mengenai Upgrading Perpustakaan Kumala. Bentuk upgrading ini sendiri berupa perbaikan beberapa fasilitas yang telah rusak, pembentukan pengelola perpustakaan Kumala, pembentukan kelompok belajar usia sekolah, serta pengadaan buku bacaan agar lebih bervariasi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi perpustakaan sebagaimana mestinya, sehingga keberadaannya dapat Dimas Setiaji Prabowo dkk. AuPendampingan Upgrading Perpustakaan Ngudi Ilmu Desa Warungpring Pemalang,Ay Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia 3, no. : 39. Muhamad Arif dkk. AuPendampingan Peningkatan Budaya Literasi Dengan Pengadaan Perpustakaan Desa Di Desa Sooko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik,Ay POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal 1, no. : 35. Jumrodah dkk. AuPeran Pendampingan dalam Meningkatkan Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Desa Rarawa,Ay Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) 4, no. : 3642. Karis Widyatmoko dkk. AuPendampingan Implementasi Sistem Perpustakaan Digital AoKebon ArumAo untuk Desa Kebonan Kabupaten Boyolali,Ay Abdimasku 5, no. : 332. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Desa Makmur Jaya itu sendiri. METODE Dalam pengabdian ini, lokasi kegiatan yang dipilih adalah Perpustakaan Kemala Desa Makmur Jaya. Kecamatan Kombeng. Perpustakaan ini mulai dirintis pada tahun 2008 melalui program pengembangan desa dan dukungan dari Dinas Perpustakaan. Arsip, dan Dokumentasi Daerah Kabupaten Kutai Timur. Sejak berdiri, perpustakaan berfungsi sebagai ruang belajar masyarakat sekaligus pusat kegiatan literasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Researc. Watters. Comeau, & Restall mendefinisikan PAR sebagai penelitian yang secara aktif melibatkan semua pihak dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung. Dengan kata lain. PAR sering disebut juga dengan penelitian yang melibatkan masyarakat sebagai objek penelitiannya. Tujuan dari metode PAR yakni untuk melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. 5 Dimana pengabdian ini dilakukan secara partisipatif dalam bentuk pendampingan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan terlebih dahulu membuat perencanaan yang matang baik dari segi administrasi persuratan sampai pada persiapan pendanaan. Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan observasi lapangan untuk mengetahui kondisi awal lokasi pengabdian. Bentuk pendampingan dilakukan terbagi menjadi 3 tahap, yaitu: Identifikasi Masalah Dan Kebutuhan Tahapan ini mencakup identifikasi dan pemahaman masalah serta kebutuhan masyarakat yang dilakukan melalui observasi, diskusi, wawancara, dan survei di Perpustakaan Desa Makmur Jaya untuk mengetahui kondisi, sistem pengelolaan, layanan, serta kesiapan sarana dan prasarana perpustakaan. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, pengelola perpustakaan, tokoh masyarakat, dan perwakilan pengguna perpustakaan guna mendiskusikan berbagai kendala dan kebutuhan yang dihadapi dalam pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, dilakukan pemetaan ruang lingkup kegiatan dan penetapan objek pengabdian, yaitu Perpustakaan Desa Makmur Jaya, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan desa agar mampu mendukung kegiatan literasi dan pemberdayaan masyarakat secara optimal. Perencanaan Pengabdian Pada tahap ini, tim pengabdian bekerja sama dengan masyarakat desa untuk merancang rencana tindakan yang relevan, sesuai kebutuhan, dan dapat diterima oleh pengelola serta pengguna Perpustakaan Desa Makmur Jaya. Kegiatan diawali dengan penetapan tujuan yang jelas dan spesifik berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan strategi, langkah-langkah konkret, kebutuhan sumber daya, serta jadwal pelaksanaan kegiatan. Rancangan tersebut selanjutnya didiskusikan bersama perangkat desa, pengelola perpustakaan, dan perwakilan masyarakat guna memperoleh masukan, umpan balik, dan persetujuan, sehingga rencana aksi yang dihasilkan sesuai dengan kondisi setempat dan dapat dilaksanakan secara partisipatif. Pelaksanaan Pengabdian Tahapan ini merupakan pelaksanaan rencana tindakan yang telah disepakati bersama, di mana tim pengabdian dan masyarakat desa bekerja sama menjalankan Raissa Amanda Putri dan Salsalina Br Sembiring. AuImplementation of Desktop Publishing Application for Flyer and Business Card Design with Participatory Action Research (PAR) Method,Ay J-IbM: Jurnal IPTEK bagi Masyarakat 1, no. : 3. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 kegiatan pendampingan pengelolaan dan pengembangan penataan pojok baca guna meningkatkan akses literasi masyarakat. Pendampingan meliputi penataan ruang pojok baca, pengelompokan koleksi, serta penyediaan sarana pendukung membaca, yang dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025 di Perpustakaan Desa Makmur Jaya. Kecamatan Kombeng. Kabupaten Kutai Timur. Setelah pelaksanaan, dilakukan pemantauan secara berkala serta evaluasi untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan, dengan fokus pada refleksi untuk menilai dampak, keberhasilan, dan tantangan yang dihadapi. HASIL Hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya pendampingan yang memiliki dampak positif terhadap ketertarikan daya minat baca masyarakat Desa Makmur Jaya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di perpustakaan Desa Makmur Jaya Kecamatan Kombeng dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang sudah direncanakan sebelumnya, meliputi Pembukaan Pembukaan dilaksanakan di ruang perpustakaan Desa Makmur Jaya. Pada acara pembukaan dilakukan pemaparan rencana yang akan dilakukan selama pelaksanaan PKM. Ucapan terimakasih atas kesempatan dan permohonan maaf apabila selama pengabdian ada kekurangan. Pada tahap ini merupakan tahap awal untuk terlaksananya PKM dengan baik dan tuntas. Gambar 1. Acara pembukaan Membersihkan Ruangan dan Koleksi Perpustakaan Kegiatan membersihkan ruangan dan koleksi perpustakaan merupakan langkah awal yang penting dalam pelaksanaan PKM karena kondisi Perpustakaan Kemala Desa Makmur Jaya sebelumnya jarang mendapatkan perawatan rutin sehingga memerlukan pembersihan menyeluruh. Pembersihan dilakukan dengan mengeluarkan seluruh koleksi dari rak untuk dibersihkan dari debu dan kotoran guna menjaga kebersihan, kualitas, dan umur pakai buku, serta membersihkan rak, meja, kursi, dan seluruh bagian ruangan agar perpustakaan menjadi lebih nyaman. Selain itu, buku-buku ditata kembali secara rapi dan terstruktur berdasarkan kategori tertentu sehingga memudahkan akses dan pencarian oleh Kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang literasi yang bersih, terawat, dan menarik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan desa. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Gambar 2. Kegiatan Membersihkan Ruangan Dan Koleksi Perpustakaan Membantu Menginput serta Memberikan Label dan Kode Klasifikasi Kegiatan selanjutnya dalam buku kegiatan adalah membantu penginputan data buku serta pemberian label dan kode klasifikasi pada koleksi perpustakaan guna memudahkan identifikasi, penataan, dan pengelompokan koleksi sesuai bidang ilmu atau subjek buku. Proses ini diawali dengan pencatatan data buku yang meliputi judul, pengarang, tahun terbit, penerbit, dan informasi penting lainnya, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan label dan kode klasifikasi berdasarkan sistem yang digunakan, seperti Dewey Decimal Classification (DDC). Setelah itu, label ditempelkan pada bagian punggung buku agar mudah terlihat saat disusun di rak, sehingga setiap koleksi tertata rapi sesuai kategorinya dan pengunjung dapat dengan cepat serta mudah menemukan buku yang dibutuhkan. Gambar 3. Kegiatan Menginput Data Koleksi Buku dan Memberikan Label Kode Klasifikasi Pada Buku Stempel Buku Selain memberikan label dan kode klasifikasi pada buku, kegiatan penting lainnya adalah membubuhkan stempel pada bagian dalam cover atau halaman tertentu pada setiap koleksi. Stempel ini berfungsi sebagai tanda kepemilikan perpustakaan serta memastikan bahwa koleksi mudah dikenali apabila berpindah tangan atau dipinjam oleh Gambar 4. Menstempel Buku Perpustakaan Desa El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Membuat Pojok Baca di Perpustakaan Desa Menyiapkan pojok baca merupakan bagian penting dalam pengembangan layanan Perpustakaan Desa karena berfungsi sebagai ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk membaca, belajar, dan mengakses informasi sehingga dapat meningkatkan minat baca dan mendukung kegiatan literasi. Dalam kegiatan pengabdian, penyiapan pojok baca dilakukan melalui penataan ruang, pemilahan dan pengelompokan koleksi sesuai kebutuhan masyarakat desa, serta penyediaan fasilitas sederhana seperti rak, meja, karpet, dan bantal duduk guna menciptakan suasana yang ramah bagi pembaca. Pengelolaan pojok baca yang masih dilakukan secara manual, termasuk pencatatan kunjungan dan peminjaman buku, menjadi bahan masukan agar ke depannya dapat memanfaatkan teknologi sederhana guna meningkatkan efektivitas layanan dan keamanan koleksi. Gambar 5. Kegiatan Pembuatan Pojok Baca di Perpustakaan Desa Pelayanan Perpustakaan Desa Setelah melakukan beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya, tahap selanjutnya adalah menyiapkan pelayanan pojok baca agar dapat digunakan oleh masyarakat dengan Setelah ruangan dibersihkan dan koleksi dirapikan, proses penataan kembali dilakukan dengan menyusun buku-buku pada rak sesuai kategori dan kode klasifikasi yang telah diberikan. Penataan ini dilakukan untuk memastikan pengunjung dapat dengan mudah menemukan bahan bacaan yang mereka butuhkan. Dengan kondisi pojok baca yang tertata, bersih, dan nyaman, diharapkan layanan perpustakaan desa dapat mendorong minat baca masyarakat serta mendukung kegiatan literasi di lingkungan desa. Gambar 6. Kegiatan Penyusunan Buku Sesuai Kode El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan KKL STAI Sangatta kelompok 8 di Desa Makmur Jaya kecamatan Kombeng terdapat pembahasan teori yang relevan dengan temuan pengabdian masyarakat ini, sebagai berikut: Relevansi Konsep Perpustakaan Desa terhadap Temuan Lapangan Secara konseptual, perpustakaan desa memiliki fungsi sebagai pusat layanan informasi, pusat sumber belajar, serta sarana pembinaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan literasi. Perpustakaan desa juga dipandang sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan berbagai referensi pengetahuan bagi warga tanpa batasan usia. 66 Teori ini menempatkan perpustakaan desa sebagai lembaga strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Namun, kondisi awal Perpustakaan Kemala Desa Makmur Jaya menunjukkan adanya kesenjangan antara fungsi ideal tersebut dengan realitas lapangan. Koleksi perpustakaan belum tertata dengan sistem, rak-rak belum dikelompokkan berdasarkan kategori yang jelas, pengunjung relatif sedikit, dan fasilitas pendukung masih sangat Fenomena ini selaras dengan temuan Marfuah yang menyatakan bahwa sebagian besar perpustakaan desa di Indonesia menghadapi permasalahan sejenis, yaitu keterbatasan sarana prasarana, kurangnya tenaga pengelola yang memahami manajemen perpustakaan, serta rendahnya budaya literasi Masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan PKM sangat relevan dan dibutuhkan untuk membantu perpustakaan desa mencapai fungsi idealnya sebagaimana dikemukakan dalam teori. Pengelolaan Koleksi dan Inventarisasi dalam Perspektif Teoretis Pengelolaan koleksi merupakan salah satu aspek paling mendasar dalam sebuah Lasa HS menyebutkan bahwa pengelolaan koleksi mencakup kegiatan inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, penataan, hingga pemeliharaan koleksi. 8 Tanpa adanya pengelolaan koleksi yang baik, perpustakaan tidak dapat memberikan layanan Inventarisasi merupakan langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum pengelolaan lainnya berjalan, karena inventarisasi menentukan jumlah, jenis, serta status koleksi perpustakaan yang sebenarnya. Temuan lapangan menunjukkan bahwa perpustakaan belum memiliki inventaris lengkap, banyak buku belum diberi kode klasifikasi, beberapa koleksi tidak memiliki stempel identitas, dan bahkan terdapat koleksi yang hilang namun tidak terdata. Hal ini menguatkan pernyataan Rahmat bahwa salah satu penyebab utama hilangnya koleksi perpustakaan adalah absennya pendataan inventaris yang akurat dan sistematis. Melalui kegiatan PKM, dilakukan penginputan ulang buku beserta perincian identitasnya, pemberian label, kode klasifikasi berdasarkan Dewey Decimal Classification, dan pembubuhan stempel. Kegiatan ini bukan hanya memenuhi unsur teknis, tetapi juga sejalan dengan konsep Nabila dan Sholihah yang menyatakan bahwa inventarisasi dan klasifikasi koleksi merupakan langkah strategis untuk memastikan temu balik informasi berjalan efektif dan efisien. 11 Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan Irwan P. Panduan Praktis Pengelolaan Perpustakaan. Ratu Bangsawan (Pustaka Adhikara Mediatama. Marfuah. AuPeran Perpustakaan Desa dalam Pengembangan Literasi Masyarakat,Ay Jurnal Ilmu Perpustakaan 15, no. : 37. Lasa HS. Manajemen Koleksi (Pustaka Ilmu, 2. Widiyawati dkk. Manajemen Koleksi: Collection Management. (Universitas Brawijaya Press, 2. Rahmat. Inventarisasi Koleksi Perpustakaan (Graha Ilmu. , 2. Nabila dan Sholihah. AuOptimalisasi Pengelolaan Koleksi Perpustakaan,Ay Jurnal Perpustakaan Indonesia 5, 2 . : 78. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 selama PKM memperlihatkan implementasi nyata teori pengelolaan koleksi yang digunakan dalam manajemen perpustakaan modern. Tata Ruang Perpustakaan sebagai Unsur Pendukung Literasi Tata ruang merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan yang memiliki pengaruh dan peranan yang sangat besar dalam memperlancar layanan maupun pelaksanaan fungsi perpustakaan. Tata ruang perpustakaan yang baik tentu saja akan membuat yang mengunjungi perpustakaan merasa nyaman dan betah berlama di perpustakaan serta berminat untuk terus berkunjung ke perpustakaan. Tata ruang meliputi pencahayaan, kebersihan, ventilasi, penataan rak, area baca, dan penempatan koleksi berdasarkan kategori tertentu. Jika tata ruang perpustakaan berantakan, pengunjung akan merasa tidak nyaman dan enggan kembali. 12 Hal tersebut sangat tampak pada kondisi awal Perpustakaan Desa Makmur Jaya. Rak belum dikelompokkan berdasarkan jenis koleksi, area pojok baca berantakan, ventilasi kurang optimal, dan ruang kurang bersih. Dengan pelaksanaan PKM, dilakukan penataan ulang desain ruang, penambahan meja hasil karya mahasiswa, pembersihan menyeluruh, serta penyusunan ulang koleksi berdasarkan jenis buku. Kondisi ini sejalan dengan temuan Widiyawati & Adiono yang menyatakan bahwa tata ruang yang rapi berkontribusi penting pada peningkatan minat kunjungan dan kualitas layanan perpustakaan. 13 Perubahan suasana perpustakaan setelah penataan ruang menunjukkan bahwa teori mengenai manajemen tata ruang benar-benar relevan dan dapat diterapkan langsung pada perpustakaan desa meskipun fasilitasnya terbatas. Pengembangan Pojok Baca dan Kaitannya dengan Teori Literasi Melalui PKM, pojok baca ditata ulang dengan menyusun koleksi anak pada rak khusus, serta menyediakan ruang duduk yang lebih nyaman. Kondisi pojok baca setelah penataan menunjukkan transformasi nyata dari aspek visual dan fungsinya. Ruang tersebut menjadi lebih hidup, menarik, dan lebih mampu mendukung aktivitas membaca secara menyenangkan. Hal ini menunjukkan keselarasan antara teori literasi dan praktik lapangan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM. Pojok baca merupakan bagian kecil dari ruangan perpustakaan yang dirancang sebagai tempat membaca yang nyaman dan santai. Kemendikbud mendefinisikan pojok baca sebagai medium literasi yang dapat memperkuat budaya membaca melalui penyediaan ruang informal bagi pembaca terutama anak-anak. Selain itu, teori literasi awal oleh Wasik menekankan bahwa lingkungan visual yang menarik seperti poster, ilustrasi, dan penataan buku yang rapi dapat meningkatkan kemampuan literasi awal anak-anak. Hal ini diperkuat oleh penelitian Hasanah dkk. menyatakan bahwa pojok baca terbukti efektif meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar di berbagai daerah. Layanan Perpustakaan dan Penerapan Sistem Terbuka Jenis layanan yang diterapkan di Perpustakaan Desa Makmur Jaya adalah open access atau layanan terbuka. Sistem ini memberikan keleluasaan kepada pengunjung untuk mengambil dan memilih buku secara langsung. Dispusipda Kota Malang menjelaskan bahwa layanan terbuka sangat ideal untuk perpustakaan berskala kecil Mujahidah Mansur dkk. AuPengaruh Tata Ruang Perpustakaan Terhadap Minat Kunjung Mahasiswa Di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate,Ay Acta Diurna Komunikasi 3, no. : 2. Widiyawati dkk. Manajemen Koleksi: Collection Management. AuHome Kemendikdasmen,Ay diakses 3 Januari 2026, https://kemendikdasmen. Hikmatul Hasanah dkk. AuPemberdayaan Perpustakaan Desa Melalui Pojok Baca untuk Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar Desa Jetis Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo,Ay Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa 3, no. : 214. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 karena mendukung kemandirian pengguna serta memudahkan pengelola dalam menyediakan layanan yang efektif. Sebelum PKM, perpustakaan sudah menggunakan sistem layanan terbuka, tetapi belum memiliki buku jurnal kunjungan dan peminjaman yang tertata. Setelah PKM, pengunjung diarahkan untuk mengisi jurnal kunjungan dan mencatat peminjaman sehingga mempermudah pengelola memantau aktivitas perpustakaan. Hal ini sejalan dengan pedoman manajemen perpustakaan yang menyebutkan bahwa sistem layanan terbuka akan berjalan dengan baik ketika didukung administrasi pengunjung yang rapi. Dengan penataan ini, kualitas layanan perpustakaan meningkat dan selaras dengan Perpustakaan harus peka akan kebutuhan informasi yang dibutuhkan pengguna sehingga perpustakaan dapat meningkatkan pelayanan perpustakaan dan pengguna merasa puas dengan layanan yang disediakan serta pengguna akan tertarik untuk datang ke perpustakaan. Implikasi Teoretis dan Praktis Dari sisi teoritis, kegiatan PKM ini memperkuat teori bahwa perpustakaan desa dapat berkembang apabila memiliki pengelolaan koleksi yang baik, tata ruang yang rapi, layanan terbuka yang efektif, serta pojok baca yang menarik. Teori-teori tersebut terbukti relevan dan mampu diterapkan dalam konteks perpustakaan sederhana di desa. Dari sisi praktis, perubahan nyata yang terlihat antara lain tertatanya ribuan koleksi, meningkatnya kenyamanan ruang baca, lebih baiknya sistem layanan, serta munculnya suasana yang lebih kondusif untuk melakukan aktivitas membaca. Hal ini membuktikan bahwa intervensi sederhana namun terarah mampu memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan perpustakaan desa. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Perpustakaan Kemala Desa Makmur Jaya Kecamatan Kombeng merupakan upaya terencana untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan desa melalui perbaikan tata ruang, penataan koleksi, pengembangan pojok baca, serta penguatan layanan literasi. Berdasarkan tahapan perencanaan, observasi, identifikasi masalah, pelaksanaan, hingga evaluasi, kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat. Pada tahap awal ditemukan berbagai permasalahan, seperti inventaris dan klasifikasi buku yang belum tertata, layanan administrasi yang belum optimal, keterbatasan fasilitas pendukung, kondisi ruang yang kurang nyaman, serta rendahnya kunjungan masyarakat akibat perubahan pola akses informasi. Melalui kegiatan PKM, dilakukan pendampingan teknis, administratif, dan estetis berupa penataan ruang dan koleksi, pemberian kode klasifikasi, perbaikan sistem pencatatan, serta pengembangan pojok baca yang lebih menarik dan fungsional dengan pendekatan PAR (Participatory Action Researc. Pendekatan partisipatif ini melibatkan pengelola perpustakaan dan perangkat desa sehingga perubahan yang dihasilkan bersifat berkelanjutan, baik secara fisik maupun pola kerja pengelola. Secara akademik, hasil kegiatan selaras dengan teori pengelolaan perpustakaan desa, sementara secara praktis terlihat peningkatan kenyamanan ruang, kerapian koleksi, keteraturan layanan, dan kesadaran pengelola terhadap AuPerbedaan Layanan Perpustakan Terbuka Dan Tertutup,Ay Dinas Perpustakaan Umum Dan Arsip Daerah Kota Malang, t. , diakses 3 Januari 2026, https://dispussipda. id/perbedaan-layananperpustakan-terbuka-dan-tertutup/. Irwan P. Panduan Praktis Pengelolaan Perpustakaan. Ibrahim dkk. AuPendampingan Partisipatif Penyusunan Profil Perpustakaan Sebagai Upaya Penguatan Literasi Sekolah di SMA Negeri 1 Palembang,Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan. Inovasi dan Perubahan 5, no. : 71. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 pentingnya manajemen perpustakaan. Dengan demikian. PKM ini berhasil memperkuat fondasi pengelolaan Perpustakaan Kemala sebagai pusat literasi desa yang lebih inklusif dan REFERENSI Dimas Setiaji Prabowo. Fatchurohman, dan Faiza Alfa Khasanah. AuPendampingan Upgrading Perpustakaan Ngudi Ilmu Desa Warungpring Pemalang. Ay Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia 3, no. : 39. Hikmatul Hasanah. Muhammad Aminuddin, dan Aulia Maulidatul Faizah. AuPemberdayaan Perpustakaan Desa Melalui Pojok Baca untuk Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar Desa Jetis Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Ay Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa 3, no. : 214. AuHome Kemendikdasmen. Ay Diakses 3 Januari 2026. https://kemendikdasmen. Ibrahim. Arwan, dan Rabial Kanada. AuPendampingan Partisipatif Penyusunan Profil Perpustakaan Sebagai Upaya Penguatan Literasi Sekolah di SMA Negeri 1 Palembang. Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan. Inovasi dan Perubahan 5, no. : 71. Jumrodah. Melania Sofyan, dan Pradiastuti Dwi Septianingrum. AuPeran Pendampingan dalam Meningkatkan Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Desa Rarawa. Ay Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) 4, no. : 3642. Karis Widyatmoko. Muslih, dan Fikri Budiman. AuPendampingan Implementasi Sistem Perpustakaan Digital AoKebon ArumAo untuk Desa Kebonan Kabupaten Boyolali. Ay Abdimasku 5, no. : 332. Lasa HS. Manajemen Koleksi. Pustaka Ilmu, 2020. Irwan P. Panduan Praktis Pengelolaan Perpustakaan. Ratu Bangsawan. Pustaka