Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. MANAJEMEN STRATEGI PERUBAHAN DI SMP NEGERI 39 SAMARINDA Muhammad Redza Madzkuri*. Kautsar Eka Wardhana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Indonesia Jl. KH. Abul Hasan No. 03 Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis: redzamadzkuri@gmail. ABSTRACT Strategic management is needed when facing changes in educational policies and the demands of technological developments. Therefore, schools carry out planning, implementation, mobilization and supervision processes, as well as factors that support the success of strategic change management in schools. A qualitative descriptive approach was used with a case study approach, with data collection techniques through interviews, observations and documents. The research results show that SMP Negeri 39 Samarinda has carried out a planning strategy based on SWOT analysis to identify needs for change, such as implementing the Independent Curriculum, increasing teacher competency, and developing technological infrastructure. The changes were implemented in stages, starting with socialization and teacher training, followed by the application of project-based learning and hybrid learning methods. However, the change process faces challenges such as teacher resistance, limited technological facilities, and budget constraints. However, the success of change management is supported by the principalAos strong leadership, active participation of the school committee and parents, and regular monitoring and evaluation. This research concludes that the changes in management strategy at SMP Negeri 39 Samarinda are quite effective, requiring adjustments and improvements continuously. The school is expected to continue to adapt and innovate to improve the quality of education and face future challenges optimally. Keywords: Change Strategy Management. Education Management, and POAC ABSTRAK Manajemen strategi dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan dan tuntutan perkembangan teknologi. oleh karena itu, sekolah melakukan proses perencanaan, pelaksanaan, mobilisasi dan pengawasan, serta faktor-faktor yang mendukung keberhasilan manajemen strategi perubahan di sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 39 Samarinda telah melakukan strategi perencanaan berdasarkan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kebutuhan perubahan, seperti penerapan Kurikulum Mandiri, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dengan sosialisasi dan pelatihan guru, dilanjutkan dengan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran hybrid. Namun, proses perubahan menghadapi tantangan seperti penolakan guru, keterbatasan fasilitas teknologi, dan keterbatasan anggaran. Namun keberhasilan manajemen perubahan didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, partisipasi aktif komite sekolah dan orang tua, serta pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan strategi manajemen di SMP Negeri 39 Samarinda cukup efektif meskipun memerlukan penyesuaian dan perbaikan secara terus Sekolah diharapkan terus beradaptasi dan berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menghadapi tantangan masa depan secara optimal. Kata kunci: Manajemen Strategi Perubahan. Manajemen Pendidikan, dan POAC transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Pendidikan adalah proses penting dalam mengubah sikap, tata cara, dan mendewasakan manusia melalui pengajaran dan latihan. Pendidikan berkualitas berperan besar dalam kemajuan bangsa, menciptakan generasi cerdas yang menjadi pilar kemajuan negara. Sesuai UUD 1945 alinea ke-4 dan UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3, pendidikan bertujuan mencerdaskan bangsa, membentuk karakter beriman, bertakwa, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Sebagai investasi strategis, pendidikan meningkatkan taraf hidup, menjadikan manusia cerdas, bermartabat, dan berperan baik di masyarakat. Seiring perkembangan zaman, pendidikan terus berinovasi, berorientasi ke depan, dan melahirkan ilmu pengetahuan baru. Di era disrupsi, lembaga pendidikan menghadapi persaingan ketat, menuntut inovasi dan standar mutu untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mencapai keunggulan. Sistem pendidikan diseluruh dunia termasuk Indonesia, dituntut untuk selalu berinovasi dan beradaptasi menyesuaikan tantangan yang kian kompleks. Pengaruh kebijakan-kebijakan yang dinamis, serta adanya harapan masyarakat yang terus semakin berkembang menuntut sekolah untuk melakukan pembelajaran yang menyesuaikan dengan teknologi, dan pengelolaan kelembagaan agar tetap relevan dan mampu mencetak lulusan yang mampu menghadapi tantangan dimasa depan (Ilham, 2. Model kepemimpinan untuk perubahan dan hasilhasilnya, ketika strategi-strategi ini diintegrasikan untuk fokus melihat bagaiamana usaha-usaha yang biasanya Maka pemimpin harus memiliki strategi untuk melakukan perubahan dan melihat bagaimana proses untuk memanage sebuah perubahan yang berbeda dengan dilembaga (Ken Blanchard, t. Adanya orientasi pada pasar, komersialisasi pendidikan sekolah dituntut memiliki keunggulan khusus dalam menerapkan strategi manajemen terbaik dalam menghadapi perubahan agar mampu Keunggulan khusus ini harus bersifat kompetitif sehingga memiliki sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Karena persaingan global, sekolah yang efektif bersedia melakukan apa yang diperlukan untuk memiliki daya saing strategis dalam menghadapi tantangan Peningkatan kemampuan hanya berlaku bagi sekolah yang bersedia menghadapi (Syifahayu dkk. , 2024,) Sekolah yang dapat bertahan dan memenangkan persaingan adalah sekolah yang mampu cepat merespon segala perubahan dan dinamika perkembangan yang terjadi. Menurut Wibowo perubahan merupakan transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diimpikan dimasa masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik. Wibowo juga menyebutkan peranan pemimpin dalam . Pemimpin mampu menciptakan hubungan kerja yang efektif. pergeseran fungsi . sebagai seorang leader mampu memberikan contoh baik yang dapat ditiru. dapat mempengaruhi orang lain. mengembangkan team work. melibatkan seluruh pegawai dalam proses pengambilan . melakukan pemberdayaan kepada pegawai. membangun komitmen yang kuat (Zahro dkk. , 2. SMP Negeri 39 Samarinda adalah salah satu institusi pendidikan yang menghadapi berbagai tantangan dan perubahan tersebut. Seperti halnya sekolahsekolah lain di Indonesia. SMP Negeri 39 Samarinda harus beradaptasi dengan kebijakan-kebijakan diperkenalkan oleh pemerintah, salah satunya adalah implementasi kurikulum transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. merdeka, yang mengharuskan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengembangan kompetensi Selain itu, perkembangan teknologi digital juga memengaruhi cara pembelajaran di sekolah, di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Hal ini memerlukan peningkatan kapasitas guru dalam menggunakan teknologi, serta penyediaan sarana dan prasarana yang Manajemen Strategi perubahan adalah pola yang disengaja dan ditemukan untuk melakukan kegiatan dan tindakan. Maka strategi dapat dipandang sebagai rencana berupa program dan target yang ingin dicapai serta tindakan dan langkahlangkah kongkrit untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Rahmadina dkk. , 2. Sumber: Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah SMP 39 Samarinda, beradaptasi dengan tantangan dan mencapai tujuan baru secara efektif. Proses ini dimulai dengan penetapan visi dan misi yang relevan untuk pendidikan, diikuti oleh analisis SWOT kelemahan, peluang, dan ancaman yang Dalam implementasinya, manajemen strategi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan abad ke-21, seperti penguatan literasi digital dan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, pelatihan guru menjadi prioritas untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Strategi ini juga sekolah, seperti akses internet dan fasilitas pendukung lainnya, untuk menciptakan lingkungan belajar yang modern dan Komunikasi yang efektif dengan semua pemangku kepentingan guru, siswa, orang tua, dan Masyarakat juga menjadi Terakhir, proses evaluasi dilakukan secara rutin untuk menilai kemajuan, mengidentifikasi kendala, dan membuat penyesuaian yang diperlukan agar berkelanjutan dan memberikan hasil Melalui penelitian ini, diharapkan bisa memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepemimpinan pengembangan strategi dalam menghadapi perubahan yang lebih efektif di lembaga Melalui upaya yang terencana dan terintegrasi. Sekolah diharapkan bisa melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, akhlak yang baik dan mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian adalah studi kasus yang digunakan dalam penelitian yng berkenaan dengan pertanyaan how atau why dan jika fokus penelitiannya pada fenomena kontemporer atau masa kini di dalam konteks kehidupan nyata (Assyakurrohim , 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif ialah proses prosedur penelitian yang menghasilkan data bersifat deskriptif berupa tulisan atau perkataan orang lain dan perilaku yang di teliti (Kusumastuti & Khoiron, 2. Kunci dalam penelitian ini adalah peneliti melalui pengalaman subjek penelitian, penelitian transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. mampu menjelaskan suatu fenomena dan skenario yang terjadi di lapangan yang berlokasi penelitian di SMP Negeri 39 Samarinda. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer ialah Sumber data kepala sekolah , wakil bidang Kurikulum, dan Tenaga Pendidik dan sumber sekunder ialah secara tidak langsung yang diperoleh dari dokumen, arsip, dan foto keadaan sekolah. (Fadilla & Wulandari. Teknik pengumpulan data melalui observasi yang mengamati secara langsung dari obyek penelitian (Makbul, 2. , wawancara yang dapat dilakukan dengan wawancara secara terstruktur dengan menyiapkan sebuah instrumen pertanyaan yang tertulis secara mendalam agar mendapatkan informasi tentang penelitian ini (Safarudin dkk. , 2. , dan dokumentasi dikembangkan dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan analisis. Selain itu digunakan penelitian dalam bentuk untuk mencari sebuah bukti-bukti, landasan hukum, serta peraturan yang pernah berlaku. Teknik kondensasi data, tampilan data, dan Hal ini, penelitian yang dilakukan sesuai yang diluar data agar keperluan pengecekan dapat sebanding sebagai kegiatan pengecekan kembali pada data melalui berbagai sumber dan teknik (Octaviani & Sutriani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Strategi Perubahan di SMP 39 Samarinda Menurut Wahyuni . , manajemen strategi merupakan serangkaian tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi dalam kurun waktu yang Penelitian ini menunjukan bahwa penerepan manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda dilakukan menggunakan fungsi manajemen yaitu POAC (Planning. Organizing. Actuating. Controllin. fungsi yang dilakukan dengan perencanaan. Kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan haruslah mengambil langkahlangkah strategis seperti melakukan tahapan Pada tahap ini kepala sekolah SMP Negeri 39 Samarinda melakukan rapat internal bersama guru dan staff mengenai perencanaan sekolah kedepan berdasarkan analisis SWOT (Strenghts. Weaknesses. Opportunities. Threat. , sekolah telah menganalisis kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan tantangan Beberapa pembahasan pada rapat internal seperti visi misi sekolah serta penerapan kurikulum Merdeka. Setelah melakukan perencanaan kepala sekolah SMP Negeri 39 Samarinda melakukan pengorganisasian, pada tahap ini kepala sekolah memberikan tugas, pokok, dan fungsi kepada staff dan guru agar sekolah dapat berjalan dengan baik. Tahapan selanjutnya yaitu pengoraganisasi, kepala sekolah mengorganisasi seluruh pegawainya agar merealisasikan rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan sekolah. Pengorganisasian ialah melakukan penentuan posisi dan pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan, bagaimana pekerjaan tersebut dikelompokan, serta pada tingkatan keputusan yang seharusnya dilakukan. Penggerakan, penggerakan individu dalam organisasi agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tahapan lainnya ialah tahapan pengawasan, kepala sekolah melakukan kegiatan pengawasan terhadap kinerja Kegiatan ini bertujuan dapat menjalankan rencana yang telah ditetapkan transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. untuk mencapai tujuan sekolah. Dengan demikian kepala sekolah SMP Negeri 39 Samarinda telah menjalankan manajemen secara efektif. Pengawasan penilaian, mengkoreksi pekerjaan sehingga dapat terarah guna mencapai tujuan yang Dalam pelaksanaan kegiatan pengoreksian, serta melakukan pencocokan seluruh pekerjaan agar dapat sesuai dengan tujuan (Dakhi, 2. Penjelasan diatas dapat diketahui manajemen strategi perubahan sebagai Melakukan terhadap kebutuhan sekolah, kemudian dipertanggung jawabkan Mengkomunikasikan visi sekolah, dalam membentuk manajemen strategi perubahan memerlukan visi yang jelas agar mampu dipahami oleh seluruh Meninggalkan suatu kebiasaan lama atau melakukan perubahan perilaku kearah yang positif Mampu menciptakan rasa pentingnya melakukan perubahan Mendukung pegawai mendukung kinerja Meminta dukungan kepada seluruh pegawai untuk mendorong terjadinya Membuat perencanaan implementasi yang tepat Mengembangkan struktur kelembagaan yang tepat guna mendorong percepatan implementasi perubahan Mampu perubahan, memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan perubahan kepada setiap pegawai yang terlibat. Penguatan perubahan dan memotivasi Penguatan dilakukan untuk memotivasi pegawai untuk terus mencapai tujuan (Rahayu, 2. Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen Strategi Perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda Salah satu faktor pendukung dalam proses manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda, seperti adanya kerja sama yang solid antar pegawai dengan komunikasi yang baik ini terjadi agar terciptanya kondisi kerja yang efektif. Komunikasi yang baik ini juga terjadi dengan siswa/i dan para wali murid, proses pembelajaran dan perkembangan siswa dikomunikasikan dengan para orang tua. Faktor pendukung maka terdapat pula faktor penghambat seperti masih ditemukannya siswa/i ketika proses pembelajaran masih bermalas-malasan dan beberapa tingkah laku lainnya yang membuat kondusifitas kelas kurang maksimal. Beberapa siswa/i lainnya juga masih didapati tidak menaati peraturan sekolah yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, komunikasi antar guru, siswa/i, orang tua siswa/i, dan kepala sekolah menjadi salah satu solusi mengadapi tantangan tersebut. Peran guru disekolah tidak terlepas dari pemberian contoh baik yang dapat ditiru, melakukan evaluasi dan bimbingan kepada siswa/i nya. Yang mana guru lebih mampu memberikan sebuah keterampilan dalam kenyamanan proses belajar mengajar agar siswa/i dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif dan mencapai hasil yang baik. Faktor penghambat lainnya ialah berupa kurangnya pemenuhan fasilitas sekolah yang terkendala karena minimnya Meskipun seperti itu kondisinya kepala sekolah dan seluruh pegawai tetap memaksimalkan proses belajar mengajar. Peran kepala sekolah selaku pemimpin dan pengambil kebijakan transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. tertinggi didalam sekolah juga sebagai agen perubahan harus dapat segera menyadarkan warga sekolah mengenai pentingnya kurikulum, perubahan pola kerja yang beracuan pada teknologi informasi, ataupun diimplementasikan disekolah, memotivasi pelaksanaan perubahan, memonitor dan melakukan evaluasi pelaksanaan perubahan, mengambil kebijakan mengenai tindakan yang dapat diambil agar lebih efektif dan efisien untuk melaksanakan perubahan. Pada manajemen strategi perubahan untuk mencapai tujuan yang diinginkan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Munculnya hambatan-hambatan perubahan dikemukakan, direncanakan, dan Hambatan dan tantangan ini akan muncul ketika bersumber dari pihak pihak yang tidak menginginkan adanya Evaluasi Manajemen Strategi Perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda Evaluasi pelaksanaan program sekolah dengan Menurut Suchman dalam Arikunto dan Jabar evaluasi merupakan sebagai sebuah proses penentuan hasil yang telah dicapai untuk mendukung tercapainya tujuan yang diinginkan (Wahib, 2. Tahapan evaluasi dalam manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda merupakan kegiatan dalam rangka penilaian guna pengambilan Evaluasi perubahan yang dilakukan di SMP Negeri 39 Samarinda sebagai berikut: Proses evaluasi manajemen strategi perubahan dilaksanakan secara formal dan informal, baik berupa evaluasi internal ataupun evaluasi menyeluruh. Evaluasi manajemen strategi perubahan kurikulum dan perubahan lainnya yang mendapati hambatan akan dilakukan pendampingan dan pembinaan lebih Adanya pendampingan dan pembinaan secara berkala terhadap tenaga pendidikan dan kependidikan demi menjaga mutu sekolah Maka kepala sekolah SMP 39 Samarinda melakukan evaluasi manajemen strategi perubahan yang digunakan oleh kepala sekolah dalam penerapan manajemen strategi perubahan didalam sekolah, beberapa hal yang perlu diperhatikan kepala sekolah selaku supervisor adalah. hubungan konsultatif, kolegial, bukan . berpusat kepada tenaga pendidik dan kependidikan dan berdasarkan . merupakan bantuan SMP Samarinda meningkatkan prestasi siswa melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan adaptif, mengintegrasikan teknologi, serta memberikan bimbingan khusus bagi siswa. Sekolah juga mendorong partisipasi siswa dalam berbagai kompetisi akademik dan non-akademik, serta memperkuat kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat. Kerjasama dengan orang tua dan komunitas turut mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan membangun budaya belajar positif dan menjaga evaluasi berkelanjutan. SMP 39 Samarinda mampu mempertahankan prestasi siswa dan menjadi sekolah unggulan yang diakui kualitasnya. KESIMPULAN Berdasarkan mengenai manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan perubahan didukung oleh beberapa faktor penting, di transform Vol. No. Oktober 2024: 23-29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. antaranya Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan transformasional, dukungan dari komite sekolah dan orang tua yang memperkuat implementasi perubahan, budaya kerja kolaboratif di kalangan guru dan staf, monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan proses perubahan keseluruhan, penerapan manajemen strategi perubahan di SMP Negeri 39 Samarinda peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan sekolah dalam menghadapi tantangan masa UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SMP Negeri 39 Samarinda atas dukungan dan melakukan penelitian ini. Penelitian ini tidak akan terwujud tanpa ada dukungan dari pihak-pihak yang membantu dalam pengumpulan data dan proses penelitian. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA