Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. RELEVANSI PENERAPAN GENTLE PARENTING TERHADAP FASE TERRIBLE TWO PADA ANAK Debby Adelita Febrianti Purnamasari Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Email: debbyafp13@gmail. Abstrak Pola asuh adalah cara orang tua dalam membimbing, mendidik, memfasilitasi anak-anaknya untuk mencapai perkembangan menuju proses pendewasaan. Masih banyak orang tua menerapkan pola pengasuhan yang kurang tepat terutama saat anak memasuki fase terrible Hal tersebut menjadi urgensi penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang relevansi penerapan pola asuh gentle parenting terhadap fase terrible two pada anak. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari 15 orang tua, 5 keluarga, dan 3 kerabat terdekat orang tua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni adanya relevansi terhadap penerapan pola asuh gentle parenting dengan fase terrible two pada anak, pola asuh tersebut efektif dalam menyikapi fase ini. Kata Kunci: Gentle Parenting. Terrible Two. Anak Abstract Parenting is the way parents use to guide, educate, and facilitate their children to achieve development towards adulthood. Many parents still apply inappropriate parenting patterns, especially when children enter the terrible two phase. This is an urgent matter for research to describe in depth the relevance of implementing gentle parenting patterns to the terrible two phase in children. This research method uses qualitative with a qualitative case study approach. The research subjects consisted of 15 parents, 5 families, and 3 of the parents' closest relatives. Data collection techniques are carried out through interviews, observation, and documentation. The results of this study are that there is relevance to the application of gentle parenting patterns with the terrible two phase in children. this parenting pattern is effective in responding to this phase. Keywords: Gentle Parenting. Terrible Two. Children Corresponding author : Email Address: debbyafp13@gmail. Received 07 June 2025. Accepted 14 July 2025. Published 26 July 2025 DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 228 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 PENDAHULUAN Kecerdasan optimal, orang tua beserta orang menerapkan pengasuhan dan stimulasi emosi secara sehat. Anak-anak dengan yang tepat. 2 Pola asuh mencerminkan bagaimana orang tua membimbing, memiliki kemampuan untuk mengelola mendidik, dan berinteraksi dengan emosi mereka, menerima diri sendiri, anak-anaknya. 3 Baumrind and Black memiliki empati yang besar terhadap . dalam penelitian tentang pola Kecerdasan emosional sangat asuh, mendefinisikan pola asuh sebagai penting untuk dikembangkan secara parental control yang berkaitan dengan manusia perlu berinteraksi dengan membimbing, dan memfasilitasi anak- lingkungan sosialnya. Beberapa survei anaknya untuk melewati seluruh tahap tumbuh kembangnya dengan optimal emosional memiliki peran penting hingga dewasa. Klasifikasi pola asuh terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Memasuki usia 1-5 tahun, anak gentle parenting. Gentle Parenting fokus berada dalam tahap mempelajari dan pada empati, komunikasi yang efektif, dan pengertian, menawarkan alternatif keterampilan kecerdasan emosional. Untuk metode pengasuhan tradisional. Studi kecerdasan emosional anak dengan sebelumnya mendeskripsikan bahwa 1 Goleman. Danil. AoKecerdasan Emosional: Emosional Anak Usia Dini Di PAUD BKB Kemas Pancasona Desa UkirsariAo. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 11. Baumrind and A. Black. AoSocialization Practices Associated with Dimensions of Competence in Preschool Boys and GirlsAo. Child Development, 1967, pp. 291Ae327. Mengapa EI Lebih Penting dari IQAo. Jakarta: PT Gramedia, . 2 M. Dian Sih, and others. AoPengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Pola Asuh AnakAo. Jurnal Kumara Cendekia, 3 . , 139-147. 3 S. Anisa, and others. AoAnalisis Pola Asuh Otoriter Terhadap Perkembangan Sosial DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 228 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 anak-anak dengan model pengasuhan parenting positif atau gentle parenting berlebih, penolakan, dan perubahan sebagian besar berkarakter lebih baik, suasana hati akibat dari perkembangan kemampuan yang belum matang. Jika fase ini tidak ditangani dengan pola kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa asuh yang tepat, dapat mempengaruhi proses perkembangan anak. Orang merupakan komponen penting dalam Anak di usia 1-3 tahun masih menerapkan metode pengasuhan ini. Terlebih ketika anak berada dalam mengekspresikan emosi secara tepat, periode penting, yakni fase terrible two. sebab mereka belum mengenal emosi Maka menjadi urgensi untuk orang tua yang dirasakan. 6 Bagi mereka emosi agar paham dan dapat menerapkan merupakan hal baru dan asing. Anak prinsip-prinsip gentle parenting dalam aktivitas sehari-hari. Terrible perkembangan anak yang umumnya Penelitian terjadi pada usia 18-30 bulan . ,5-2,5 Namun, bisa juga terjadi lebih membentuk karakter anak dibutuhkan awal pada usia 12 bulan atau lebih peran aktif orang tua. Fakta di lapangan lambat sampai anak berusia 3 tahun. menunjukkan bahwa pendidik pertama Karakter umum pada fase ini ditandai dan utama bagi anak adalah orang tua dengan perubahan perilaku dan emosi dan keluarga. Orang tua berperan penting dan relevan sepanjang waktu. Titik Maria Contohnya, anak sering menunjukkan 5 Z. Lubis and others. AoPendidikan Keluarga Sebagai Basis Pendidikan AnakAo. PEMA: Jurnal Pendidikan Dan Pengabdikan Kepada Masyarakat, 1. , pp. 92Ae106. 6 C. Hafifah. Mega and J. Yendri. AoPerkembangan Sosial Anak Di TK Ibnu Taimiyah BukittinggiAo. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 10. , pp. 141Ae50. 7 W. Titik Mulat. Maria Sabina. AoPeran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Kelurahan DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 229 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 Penelitian menunjukkan data bahwa anak di usia relevansi penerapan gentle parenting terhadap fase terrible two pada anak. 1-3 tahun memasuki fase di mana Manfaat diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan di berbagai bidang. Antara emosional lainnya atau yang dikenal dengan fase terrible two. Dalam fase ini, memberikan wawasan baru bagi para diperlukan peran orang tua dalam memberikan pola pengasuhan dan orang tua dalam gentle parenting guna stimulasi yang tepat. 8 Agar anak dapat menyikapi fase terrible two pada anak. PAUD, Psikologi pemahaman tentang perkembangan mengekspresikannya dengan tepat. anak di era modern saat ini dan Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah memahami konsep gentle mental anak. Kebijakan publik untuk secara mendalam tentang peran orang kebijakan yang mendukung program tua dalam penerapan gentle parenting, pengasuhan anak yang berkualitas di era modern saat ini. Kepada orang tua prinsip-prinsip yakni dapat memberikan panduan Penelitian pengasuhan yang efektif. Maka dari itu, penelitian tentang penerapan gentle parenting terhadap fase terrible two pada Serta mendeskripsikan tentang anak dapat bermanfaat bagi anak-anak. Purwomartani. Bunyya: Jurnal Pendidikan, 1 . 8 R. Cepi, and others. AoPeran Keluarga Dalam Pendidikan KarakterAo. Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini , 2. 12Ae20. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 230 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 orang tua, dan masyarakat secara sekitar anak. METODE Terdapat Metode yang digunakan dalam prosedur dalam penelitian ini. Tahap studi ini yaitu penelitian kualitatif pertama yaitu tahap persiapan, peneliti dengan pendekatan studi kasus. mengklasifikasikan orang tua yang Metode sesuai kriteria untuk berpartisipasi dalam penelitian. Tahap kedua yaitu mendalam tentang cara orang tua hubungannya dengan fase terrible two dengan orang tua. Tahap ketiga yakni Studi mempertimbangkan hubungan orang detail tentang konteks perkembangan tua dan anak di rumah. Tahap keempat anak dan interaksi dalam keluarga dengan pengasuhan gentle parenting. Subjek Tahap melibatkan lima belas orang tua anak kelima yaitu analisis data, data yang usia dini. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih orang tua dikelompokkan sesuai dengan tema yang bersedia dan berpengalaman utama yang berkaitan dengan relevansi dalam menerapkan gentle parenting gentle parenting terhadap fase terrible akan mendapat prioritas lebih tinggi. two pada anak. Selain itu, delapan orang lainnya terdiri Penelitian ini menggunakan dua dari lima keluarga dan tiga kerabat instrumen, diantaranya pedoman dan terdekat orang tua digunakan sebagai Pedoman terdiri dari pertanyaan terbuka dengan tujuan mengumpulkan Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Alfabeta, 2. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 231 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 penerapan pengasuhan gentle parenting Note menentukan relevansinya dengan fase terrible two pada anak. Teknik analisis tematik dipilih dipakai mencatat interaksi orang tua penelitian ini. Seluruh data dikodekan dengan anak, pada konteks permainan, sesuai tema yang berkaitan dengan penerapan pengasuhan gentle parenting. Note ini akan diisi oleh orang disaat wawancara dan observasi selesai. tua, keluarga, dan kerabat terdekat Data perkembangan anak untuk memantau mengetahui bagaimana gentle parenting keterkaitan terhadap fase terrible two berhubungan dengan fase terrible two pada anak selama penerapan gentle Dua mengumpulkan data penelitian ini. Dilakukan wawancara khusus dengan orang tua, keluarga, dan mengetahui pendapat mereka terkait penerapan pengasuhan gentle parenting. Untuk menentukan apakah prinsipprinsip melakukan observasi secara langsung anak-anak dengan orang tua di rumah. Data sekunder terdiri dari catatan harian orang tua, keluarga, dan terdekat, kemudian dianalisis untuk HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Orang Tua dalam Penerapan Gentle Parenting Merujuk pada hasil wawancara yaitu, dari lima belas orang tua yang diwawancarai terdapat tiga belas telah prinsip-prinsip parenting pada anak-anaknya yang memasuki fase terrible two dalam aktivas sehari-hari. Para orang tua berusaha menerapkan gentle parenting Menjalin komunikasi terbuka dengan anak. Memberikan hadiah atau pujian ketika anak berperilaku baik. Menerapkan disiplin yang positif tanpa hukuman keras. Memvalidasi perasaan Memberikan rutinitas harian DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 232 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 untuk anak dengan pembiasaan positif Menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman menjadi tantrum. Anak cenderung menunjukan sikap penolakan, berteriak. Mengajarkan menentukan pilihan. menangis, berguling, melempar barang. Terdapat dua orang tua yang Ketika anak menginginkan sesuatu tetapi tidak terpenuhi, hal tersebut juga menerapkan gentle parenting karena dapat menjadi penyebab terjadinya memiliki kesibukan di luar rumah. Namun saat berada di rumah tetap Fase terrible two merupakan berusaha memberi perhatian penuh bagian normal dari perkembangan kepada anak-anaknya. Di mana anak akan dapat belajar Relevansi Gentle Parenting terhadap tentang banyak hal. Perilaku kurang Fase Terrible Two pada Anak baik yang dilakukan anak merupakan Hasil pengamatan menunjukan salah satu bentuk belajar anak tentang bahwa adanya keterkaitan antara peran orang tua dalam penerapan gentle parenting terhadap fase terrible two Perilaku yang cenderung kurang baik, pada anak dalam beberapa dalam hal: Mood swing yakni perubahan disiplin yang positif, tanpa hukuman suasana hati yang drastis sering di fisik, tanpa tekanan, tanpa kekerasan. alami anak pada fase terrible two. Oleh karena itu, prinsip-prinsip pola Dengan memberikan validasi atas apa asuh gentle parenting cocok untuk yang dirasakan dan memberikan rasa mengatasi fase terrible two anak. nyaman pada anak menjadi salah satu Hasil solusi untuk menyikapi perubahan keluarga dan kerabat terdekat para drastis emosi anak. orang tua mendukung temuan ini. Tantrum Anak-anak dengan pola pengasuhan emosi yang intens dan cenderung susah Salah satu contoh mood dikendalikan ketika mengalami mood DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 233 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 karakter, perilaku, dan kemampuan kemampuannya berkembang dengan Contohnya, anak lebih lingkungan sekitarnya. Gentle parenting kooperatif, mampu berempati, mampu adalah satu pola asuh yang sedang mengelola emosi dengan baik, dan menjadi topik utama parenting anak memiliki kemampuan bersosial yang usia dini dan telah banyak diterapkan. Gentle parenting atau banyak Tabel 1. Relevansi Penerapan Gentle Parenting Terhadap Fase Terrible Two pada Anak Aspek Terrible Two Mood Swing Tantrum Penolakan Jumlah Anak Menunjukkan Perkembangan Baik . Persentase (%) 73,3 % Orang dan pemberian pendidikan sejak dini. Pola pengasuhan orang tua menjadi perkembangan anak dalam berbagai Penerapan pola pengasuhan oleh orang tua akan memberikan prinsip sebagai berikut. perhatian, pembinaan, pendampingan, pengasuhan yang lembut merupakan tanpa hukuman fisik, kasih sayang, 86,7 % Hal ini dapat dicapai melalui dikenal dengan parenting positif atau terbuka yang efektif, disiplin positif berperilaku positif, pembiasaan untuk mengambil keputusan yang baik, dan dukungan yang kuat dari orang tua. Gentle Parenting merupakan metode yang berguna untuk membantu orang tua mengatasi kesulitan yang dihadapi anak-anak dalam dunia yang semakin kompleks ini. Orang pengasuhan gentle parenting memiliki 10 Ismiati. AoUrgensi Program Parenting bagi Orang Tua Anak Usia DiniAo. Pendidikan, 1. 1, . Jurnal DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 234 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 memberikan pembiasaan yang disiplin perintah "diam" yang terus-menerus. tanpa bentakan, ataupun kekerasan Kebanyakan orang tua tidak benar- benar mendengarkan anak. Jika kita tekankan adalah komunikasi efektif ingin anak dapat menghargai orang tua, dan memberi contoh perilaku positif. maka orang tua pun perlu menghargai Sebaliknya. Gentle . Pemahaman, tidak hanya Ockwell-Smith terdiri dari empat poin bertujuan untuk memahami perilaku penting yaitu empati, rasa hormat, dan komunikasi anak-anak. Ini juga pemahaman dan batasan. Empati, tentang memahami orang lain dan yang dimaksud yakni pola pengasuhan asuhnya, meskipun berbeda dengan perasaan anak. Menggunakan empati . Batasan, pengasuhan yang . ind-mindednes. untuk mendapatkan lembut bukanlah pengasuhan yang wawasan tentang perilaku anak dan Anak-anak juga boleh tidak untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil sebagai tanggapan. Bahkan, seringkali ada batasan Rasa hormat, yakni menghargai anak daripada pola pengasuhan yang lain. Namun lebih baik jika seluruh batasan Masih banyak terjadi di dalam diterapkan secara teratur. Karena tidak masyarakat, yakni orang tua kurang ada gunanya memiliki batasan jika menghargai anak-anak. Akan tetapi tidak diterapkan secara teratur. Anak- selalu menuntut anak-anaknya untuk terus-menerus melakukan apa yang batasan-batasan ini. 11 S. Sejalan dengan penelitian, yakni terdapat tiga belas dari lima belas orang Dina Wilda. AoPendidikan Parenting: Mengembangkan Kemampuan Orang Tua dalam Mendidik AnakAo. Education: Jurnal Ilmu Kependidikan, 17. 2, . , 178-191. 12 M. Mohamad Ahyar. AoManajemen Mutu PendidikanAo. At-TaAolim, 2. , 36-62. Ockwell-Smith. AoGentle Parenting Book: How to raise calmer, happier children from birth to sevenAo. London Piatkus, . DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 235 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 tua menerapkan pola pengasuhan ini masih menghadapi beberapa masalah. menunjukkan bahwa saat anak-anak Salah satu permasalahan yang sering mengalami mood swing dan tantrum, mereka lebih mudah dikendalikan. 15 Beberapa orang tua Mereka juga belajar menjadi mandiri, masih kesusahan untuk menerapkan bertanggung jawab, dan bersosial. Hal aturan secara teratur, yang disebabkan ini menunjukkan bahwa ada hubungan Temuan terhadap fase terrible two anak. Sebab, menunjukkan bahwa beberapa anak ketika anak mendapatkan dukungan, mereka lebih optimis, percaya diri dan berperilaku positif. dengan data yang belum mencapai 90%. Hubungan sosial anak dengan Selain berkembangan dengan baik apabila menerapkan disiplin positif, karena ada keterlibatan aktif dari orang tua dalam kegiatan bermain dan belajar di mengutamakan komunikasi terbuka Sebab semakin bertambahnya dan disiplin positif daripada hukuman usia mereka akan lebih banyak terlibat 16 Untuk beberapa orang tua, dalam kegiatan sosial di sekitar rumah atau sekolah. 14 Meskipun penerapan gentle parenting menunjukkan hasil yang baik dalam menangani fase menunjukkan bahwa menerapkan pola terrible two anak, akan tetapi orang tua pengasuhan gentle parenting sangat Nur Aimmatul. Umul. AoPengembangan Mutu Sekolah Melalui Pendekatan TQMAo. Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2. , 3745. 15 C. Siti Chusnul. Harun. AoMitigasi Resiko Gadget Melalui Pendampingan Orang Tua pada Masa Pandemi Covid-19Ao. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 2483-2494. 16 R. Bayu Ari. AoPendampingan Orang Tua terhadap Proses Bermain Anak di dalam KeluargAo. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9 . , 77-84. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Hasil Page | 236 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 efektif untuk membantu mengatasi fase keluarga dan tiga kerabat terdekat Guna orang tua, ditemukan bahwa masalah memastikan bahwa pengasuhan gentle anak yang sedang memasuki fase parenting diterapkan secara konsisten di terrible two dapat rumah dan lingkungan sekitar anak, adanya keterlibatan orang tua yang kolaborasi erat antara orang tua dan orang dewasa terdekat anak sangat pengasuhan gentle parenting di rumah. Namun, untuk memperluas penerapan gentle parenting, dibutuhkan dikondisikan ketika mengalami mood pelatihan pengasuhan bagi orang tua. swing dan tantrum. Adapun prinsip- Pemberian bekal yang sesuai dengan perkembangan jaman bagi orang tua memberikan contoh perilaku positif, akan menyiapkan secara lahir batin melatih kemandirian, tanggung jawab, untuk menerapkan pola pengasuhan ini dan memiliki kemampuan untuk hukuman keras, memvalidasi perasaan ditangani dengan dalam pengasuhan anak mereka. anak, memberikan rutinitas harian untuk anak dengan pembiasaan positif SIMPULAN Penelitian ini mendeskripsikan bahwa gentle parenting berpengaruh lingkungan yang aman bagi anak, dan besar dalam menangani fase terrible keputusan sendiri. Selain itu, agar tercipta lingkungan yang mendukung hubungan penerapan gentle parenting perkembangan anak, perlu adanya Penelitian kolaborasi baik dari orang tua dan orang dewasa sekitar anak. menangani fase tersebut. Berdasarkan data dari lima belas orang tua, lima Emy. AoStrategi Pembelajaran Anak Usia Dini di PAUD Yasin Alsys'. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 1. , 54-64. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 237 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 11 Issue 2 . Pages 228-238 DAFTAR PUSTAKA