Infotekmesin Vol. No. Juli 2022 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 1548, pp. Penerapan Metode First Come First Served (FCFS) Pada Sistem Informasi Layanan Perawatan dan Perbaikan Aset Kampus Riyadi Purwanto1*. Linda Perdana Wanti2. Ratih Hafsarah Maharrani3. Rostika Listyaningrum 4 1, 2, 3Program Studi Teknik Informatika. Politeknik Negeri Cilacap 1,2,3Jln. Dr. Soetomo No. 1 Karangcengis Sidakaya. Kabupaten Cilacap, 53212. Indonesia E-mail: adidokbayu85@gmail. com1, linda_perdana@pnc. id2, ratih. hafsarah@pnc. id3, li_sa007@pnc. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 6 Juni 2022 Direvisi: 15 Juli 2022 Diterima: 21 Juli 2022 Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh suatu entitas. Politeknik Negeri Cilacap merupakan pendidikan tinggi yang memiliki banyak aset. Layanan perawatan dan perbaikan aset yang berjalan saat ini masih dilakukan secara konvensional. Setiap unit kerja harus mengisi form usulan perawatan dan perbaikan kemudian diserahkan kepada Unit Pemeliharaan. Perbaikan, dan Perawatan (UP. Usulan tersebut akan dicatat dan dijadwalkan untuk ditindaklanjuti oleh Teknisi. Permasalahan yang terjadi yaitu form usulan sering tercecer bahkan hilang sehingga respon time penanganan menjadi Disamping itu, jadwal perawatan dan perbaikan sering tidak urut berdasarkan waktu permintaan. Hal tersebut berdampak pada terbengkelainya pekerjaan pada unit kerja tertentu. Tujuan penelitian adalah membuat sistem informasi layanan perbaikan dan perawatan aset kampus. Agar layanan perawatan dan perbaikan yang dilakukan sesuai dengan waktu permintaan, maka diterapkan metode FCFS. Dengan demikian, proses layanan perawatan dan perbaikan aset kampus menjadi lebih terorganisir, jadwal . menjadi urut, dan respon time penanganan incident lebih cepat. Abstract Keywords: first come first served. FCFS. information system. campus assets. Assets are resources owned by an entity. Cilacap State Polytechnic is a higher education institution that has many assets. Current asset maintenance and repair services are still carried out conventionally. Each work unit must fill out a maintenance and repair proposal form and then submit it to the Maintenance. Repair, and Maintenance Unit (UP. The proposal will be recorded and scheduled to be followed up by the Technician. The problem that occurs is that the proposal form is often scattered and even lost so the response time is often slow. In addition, maintenance and repair schedules are often not ordered according to the time of the request. This has an impact on the abandonment of work in certain work units. The purpose of this research is to create an information system for the repair and maintenance of campus assets. order for maintenance and repair services to be carried out according to the time of the request, the FCFS method is applied. Thus, the service process for maintaining and repairing campus assets becomes more organized, schedules . are sequenced, and the response time for incident handling is faster. *Penulis korespondensi: Riyadi Purwanto E-mail: adidokbayu85@gmail. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Aset adalah sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas. Aset merupakan suatu entitas yang memiliki nilai ekonomi, nilai komersial atau nilai tukar. Aset dapat berupa benda bergerak dan benda tidak bergerak yang menjadi modal dalam menunjang kinerja. Benda-benda tersebut dapat berupa bangunan, tanah, kendaraan, teknologi, peralatan, perlengkapan, mesin, software/hardware, dan benda berharga lainnya. Pada lembaga pendidikan tinggi . , aset dapat berupa sarana dan prasarana pendidikan yang terdiri dari peralatan laboratorium, peralatan pembelajaran, tanah, gedung, kendaraan, furniture, dan fasilitas umum lainnya. Oleh sebab itu, aset kampus harus dikelola dengan baik dengan melakukan perawatan dan perbaikan secara berkala agar dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya dan memiliki umur yang lama. Hal tersebut merupakan tupoksi dari unit kerja pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan (UP. yang dimiliki oleh masing-masing pendidikan tinggi salah satunya adalah Politeknik Negeri Cilacap. Layanan perawatan dan perbaikan aset kampus yang berjalan pada saat ini masih dilakukan secara konvensional. Setiap unit kerja yang ada di Politeknik Negeri Cilacap harus mengisi form pada lembar usulan kemudian diserahkan kepada UP3 . aper base. Usulan tersebut selanjutnya akan dicatat oleh staff UP3 dan dijadwalkan untuk ditindaklanjuti perawatan dan perbaikan oleh teknisi sesuai dengan perintah dari kepala unit. Berdasarkan obeservasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan terhadap sistem layanan perawatan dan perbaikan yang berjalan pada saat ini. Form usulan perawatan dan perbaikan sering tercecer bahkan hilang sehingga respon time penanganan incident menjadi lambat, antrian jadwal penanganan incident sering tidak urut berdasarkan waktu permintaan. Hal tersebut berdampak pada terbengkelainya pekerjaan pada unit kerja tertentu miskomunikasi antara unit kerja pengusul dengan UP3. Untuk permasalahan-permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah sistem informasi layanan pemeliharaan, perbaikan dan perawatan . aset Maintenance merupakan suatu aktivitas untuk menjaga agar fasilitas kerja dapat berfungsi dengan baik dan dalam kondisi siap pakai. Maintenance dapat dilakukan secara preventive yaitu sebelum mengalami kerusalan dan secara corrective yaitu sesudah mengalami kerusakan. Sistem informasi yang dikembangkan dapat menerima laporan atau permintaan perawatan dan perbaikan aset kampus yang diajukan oleh user dari masing-masing unit Agar penanganan layanan perawatan dan perbaikan yang dilakukan sesuai dengan waktu permintaan, maka perlu terapkan metode First Come First Served (FCFS). Metode First Come First Served (FCFS) adalah sistem antrian penjadwalan yang mengutamakan proses yang pertama kali diinput akan dilayani terlebih dahulu sampai selesai. Proses tersebut diberi jarak waktu yang diurutkan berdasarkan waktu kedatangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangan sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus Politeknik Negeri Cilacap dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS). Dengan adanya sistem tersebut diharapkan akan dapat mempermudah proses permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus yang disampaikan oleh masing-masing unit kerja. Disamping itu, sistem tersebut diharapkan dapat membantu dalam proses penjadwalan perawatan dan perbaikan aset kampus Politeknik Negeri Cilacap sesuai dengan waktu permintaan perawatan dan perbaikan yang diusulkan oleh user . nit kerj. Dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS), maka proses penjadwalan . perawatan perbaikan aset kampus dapat diurutkan sesuai dengan waktu entry usulan . erdasarkan waktu Dengan demikian, proses layanan perawatan dan perbaikan aset kampus menjadi lebih terkoordinir dan respon time penanganan incident menjadi lebih cepat. Penelitian yang berkaitan dengan layanan perawatan dan perbaikan aset atau peralatan-peralatan terntentu pada sebuah organisasi atau pernah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya dengan metode, objek, dan lingkup permasalahan yang berbeda. Penelitian sebelumnya dengan judul Implementasi Sistem Informasi Perbaikan Mesin Produksi Keramik dan Granit Berbasis Web (Studi Kasus PT. Juishin Indonesia. Tujuan dari penelitian tersebut adalah mempermudah user untuk melakukan penginputan data dan pencarian data berkaitan dengan perkembangan perbaikan mesin produksi berdasarkan laporan yang dapat langsung dilihat melalui komputer. Penelitian lain yang serupa dengan judul Sistem Informasi Pemeliharaan Aset Elektronik Menggunakan SMS Gateway pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh. Tujuan penelitian adalah membangun sistem informasi pemeliharaan aset elektronik menggunakan SMS Gateway. Hasil penelitian menunjukan dapat meningkatkan layanan informasi pelaporan data kerusakan dan progress perbaikan aset elektronik. Penelitian sebelumnya dengan judul Perancangan Sistem Informasi Perawatan Mesin Menggunakan Pendekatan Analisis Berorientasi Objek. Hasil penelitian tersebut berupa rancangan sistem informasi yang berkaitan dengan manajemen perawatan mesin dan dikembangkan menggunakan pendekatan analisis berorientasi objek. Rancangan sistem informasi tersebut akan mempermudah pelaksanaan manajemen perawatan mesin. Penelitian lain dengan judul Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Perbaikan dan Perawatan Sarana Penunjang di Politeknik Negeri Samarinda. Penelitian tersebut membahas mengenai analisis tata Kelola dan prosedur perawatan dan perbaikan sarana penunjang selanjutnya dibuat rancangan sistem informasi untuk membantu dokumentasi kegiatan UPT Perbaikan dan Perwatana sehingga dapay mempermudah kegiatan monitoring serta laporan perwatan dan perbaikan sarana penunjang. Berbeda dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada penelitian ini akan kembangkan Sistem Informasi Perawatan dan Perbaikan Aset Kampus yang akan diterapkan unit pemeliharaan, p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 perbaikan, dan perawatan (UP. Politeknik Negeri Cilacap. Pada sistem tersebut akan digunakan metode First Come First Served (FCFS) yang berfungsi untuk menyusun jadwal perawatan dan perbaikan aset kampus yang diurutkan sesuai dengan waktu entry usulan . erdasarkan waktu kedatanga. Dengan demikian, proses layanan perawatan dan perbaikan aset kampus menjadi lebih terorganisir dan respon time penanganan incident menjadi lebih cepat. tujuan yang tepat. Pada tahap ini akan dilakukan analisis kebutuhan fungsional dan analisis kebutuhan non Kebutuhan fungsional berkaitan dengan kebutuhan user sedangkan kebutuhan non fungsional berkaitan dengan kebutuhan sistem seperti perangkat komputer dan software yang akan digunakan pada tahap pengembangan dan tahap implementasi sistem. Metode Pada penelitian ini terdapat 2 . komponen utama yang digunakan dalam metode pengembangan sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus di Politeknik Negeri Cilacap, yaitu Data dan Alat Penelitian. Jalan Penelitian Data dan Alat Penelitian Data penelitian diperoleh dari wawancara, studi analisis layanan perawatan dan perbaikan aset kampus Politeknik Negeri Cilacap, dan study literature. Sedangkan alat penelitian yang digunakan berupa perangkat komputer dengan spesifikasi cukup dan akses internet. 2 Jalan Penelitian Sistem informasi yang dikembangkan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE. Model ini menekankan pengembangan aplikasi berdasarkan pada kebutuhan user. Pada model ini terdapat 5 . , seperti yang terlihat pada gambar 1. Target kegiatan yang akan dilakukan sesuai urutan kerja model ADDIE terlihat pada gambar 2. Gambar 2. Target kegiatan urutan kerja pada model ADDIE . Design Tahap kedua dari model pengembangan ADDIE adalah tahap design atau perancangan aplikasi. Pada tahap ini akan dilakukan desain sistem berupa rancangan alur sistem dan rancangan database. Development Tahap development adalah tahap untuk pembuatan produk aplikasi layanan perawatan dan perbaikan aset Gambar 1. Model ADDIE. Pada gambar 1 terlihat bahwa model pengembangan aplikasi ADDIE terdiri dari lima tahap. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tahapan dalam penelitian. Analysis Tahap analisis merupakan tahap di mana peneliti menganalisis perlunya suatu pengembangan dan kelayakan syarat-syarat pengembangan, serta perlunya penetapan Implementation Tahap implementasi adalah tahap penerapan aplikasi dan tahap untuk uji coba penggunaan aplikasi yang telah Implementasi dilakukan dibeberapa di unit pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan (UP. Politeknik Negeri Cilacap sebagai pelaksana tugas perawatan dan perbaikan serta beberapa unit kerja lain sebagai pengusul atau penerima layanan perawatan dan perbaikan. Evaluate Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam model pengembangan ADDIE. Pada tahap evaluasi, akan dilakukan analisis kualitas apikasi yang dikembangkan yaitu sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 aset kampus. Apabila hasil evaluasi menunjukan telah terpenuhinya seluruh kebutuhan maka pengembangan aplikasi terlah berhasil dilakukan dan apabila masih terdapat ketidaksesuaian atau kekurangan maka akan dilakukan perbaikan. Alur proses perawatan dan perbaikan aset kampus dapat digambarkan dengan Activity Diagram seperti yang terlihat pada gambar 4. Activity Diagram Perawatan dan Perbaikan Aset Kampus Desain Sistem Pada penelitian ini akan dibuat konsep desain dan rancangan desain sistem pada pengembangan sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus di Politeknik Negeri Cilacap. Konsep desain sistem terlihat pada gambar 3. Pengguna Aset Kepala UP3 Teknisi Mulai Input Permasalahan Laporan Permasalahan Cek Laporan Buat Jadwal Penanganan Instruksi Perawatan dan Perbaikan Cek Instruksi Perawatan Perbaikan Cek Status Penanganan Input Status Penanganan Selesai Phase Cek Status Penanganan Gambar 4. Activity Diagram Gambar 3. Konsep desain sistem. Pada gambar 3 ditunjukan bahwa usulan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus diawali oleh pengguna aset . yang melaporkan permasalan atau incident kepada kepala unit kerja. Selanjutnya, kepala unit kerja akan mengusulkan layanan perawatan dan perbaikan kepada unit pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan (UP. Politeknik Negeri Cilacap. Usulan tersebut dilakukan secara online menggunakan sistem informasi yang akan Tahap selanjutnya, unit kerja UP3 akan melakukan penjadwalan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS). Setelah dibuat jadwal. Kepala UP3 akan menugaskan teknisi untuk melakukan perawatan dan perbaikan aset sesuai dengan usulan yang telah disampaikan melalui sistem. Apabila tugas teknisi telah selesai, maka akan dilakukan update status layanan telah selesai dilaksanakan. Disamping itu, history perawatan dan perbaikan sset kampus akan tersimpan didalam database sebagai dokumentasi dan laporan. Gambar 5. Use Case Diagram Gambar 4 menunjukan alur proses perawatan dan perbaikan aset kampus. Tahap awal dimulai dari pengguna aset yang melaporkan permasalahan atau incident. Selanjutnya Kepala UP3 akan melakukan pengecekan dan menginstruksikan Teknisi untuk melakukan perawatan dan p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 perbaikan aset kampus. Rancangan desain sistem dibuat dalam bentuk Use Case Diagram sehingga dapa diketahui keterlibatan user dalam sistem yang akan dikembangkan. Rancangan desain sistem terlihat pada gambar 5. Berdasarkan Use Case Diagram pada gambar 5 dapat dijelaskan bahwa terdapat 3 aktor . yang akan mempergunakan sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus antara lain masing-masing kepala unit kerja di Politeknik Negeri Cilacap. Kepala UP3, dan Kepala unit kerja dapat mengajukan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset yang dipergunakan kepada UP3. Setelah permintaan layanan disampaikan, maka kepala unit kerja dapat mengetahui status layanan penanganannya antara lain status menunggu, status dalam proses, dan status selesai. Kepala UP3 memiliki hak akses untuk melakukan penjadwalan perawatan dan perbaikan berdasarkan permintaan layanan dari unit kerja pengusul. Disamping itu. Kepala UP3 memiliki hak akses untuk menginstruksikan atau menugaskan teknisi agar melakukan peawatan dan perbaikan aset sesuai permintaan. Teknisi dapat melihat instruksi yang disampaikan kepala UP3 melalui sistem. Setelah tugas teknisi selesai, maka teknisi harus melakukan update status penanganan layanan dan menginputkan history perawatan dan perbaikan sebagai laporan. Hasil dan Pembahasan 1 Implementasi Sistem Hasil penelitian yang dilakukan berupa sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus di Politeknik Negeri Cilacap. Pada sistem tersebut diterapkan metode First Come First Served (FCFS) yang berfungsi untuk melakukan penjadwalan layanan perawatan dan perbaikan yang diurutkan sesuai dengan waktu entry usulan . erdasarkan waktu kedatanga. Dalam sistem yang dikembangkan, usulan permintaan layanan peawatan dan perbaikan aset kampus dapat dilihat pada gambar 5. Berdasarkan gambar 6, masing-masing unit kerja di Politeknik Negeri Cilacap dapat mengusulkan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus kepada UP3. Permintaan layanan dapat diisi sesuai dengan permasalahan atau incident yang Usulan tersebut dilakukan secara online menggunakan sistem yang dikembangkan. Usulan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset yang telah disampaikan oleh unit kerja akan tersimpan dalam database system. Adapun daftar usulan-usulan tersebut dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 7 menunjukan daftar usulan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset yang diusulkan oleh unit kerja yang ada di Politeknik Negeri Cilacap. Permintaan layanan akan diurutkan berdasarkan waktu entry usulan . erdasarkan waktu kedatanga. dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS). Dengan demikian, permintaan layanan yang pertama masuk akan dilayani terlebih dahulu. Pada gambar tesebut juga ditunjukan status pelayanan, sehingga unit kerja pengusul dapat mengetahui status progres permintaan layanan. Gambar 6. Tampilan usulan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus Gambar 7. Tampilan daftar usulan permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus First Come First Served (FCFS) Metode First Come First Served (FCFS) adalah sistem antrian penjadwalan yang mengutamakan proses yang pertama kali diinput akan dilayani terlebih dahulu sampai selesai. Dengan menggunakan metode tersebut, customer yang pertama datang akan pertama dilayani. Salah satu contoh gambaran alur eksekusi permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus dari beberapa unit kerja yang diberi nama X1. X2. X3, dan X4 dengan menggunakan metode First Come First Served dapat dilihat pada gambar 8. Berdasarkan gambar 8 dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 . permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus dari unit kerja X1. X2. X3, dan X4. Masing-masing permintaan layanan tersebut akan dieksekusi berdasarkan urutan waktu Alur permintaan layanan tersebut juga dapat dibuat contoh perhitungan penjadwalan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus dengan metode FCFS dapat dilihat pada tabel 1. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 perbaikan aset kampus dapat selesaikan dengan waktu eksekusi selama 22 menit. Mulai Eksekusi Permintaan (X. Permintaan (X. Tidak Permintaan (X. Selesai? Eksekusi Permintaan (X. Tidak Permintaan (X. Selesai? Eksekusi Permintaan (X. Tidak Permintaan (X. Selesai? Eksekusi Permintaan (X. Tidak Selesai? Gambar 8. Alur eksekusi permintaan layanan Tabel 1. Perhitungan penjadwalan FCFS Waktu Lama Mulai Waktu eksekusi Eksekusi Tunggu Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan mengenai penerapan metode First Come First Served (FCFS) pada sistem informasi layanan perawatan dan perbaikan aset kampus di Politeknik Negeri Cilacap, dapat dibuat kesimpulan bahwa dengan adanya sistem yang dikembangkan dapat mempermudah proses permintaan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus yang disampaikan oleh masing-masing unit kerja . kepada unit pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan (UP. Politeknik Negeri Cilacap. Disamping itu, sistem dapat membantu dalam proses penjadwalan perawatan dan perbaikan aset kampus sesuai dengan waktu permintaan perawatan dan perbaikan yang diusulkan oleh user . nit Dengan menggunakan metode First Come First Served (FCFS), maka proses penjadwalan . perawatan perbaikan aset kampus dapat diurutkan sesuai dengan waktu entry usulan . erdasarkan waktu Dengan demikian, proses layanan perawatan dan perbaikan aset kampus menjadi lebih terorganisir dan respon time penanganan incident menjadi lebih cepat. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah perlu dikembangkan fitur sms gateway atau whatsapp gateway yang berfungsi memberikan notofikasi kepada customer mengenai status layanan perawatan dan perbaikan aset. Dengan demikian, sistem akan menjadi lebih efektif dan informatif. Ucapan Terimakasih Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada manajemen Politeknik Negeri Cilacap dan unit pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan (UP. yang telah memberikan dukungan berupa informasi dan masukan-masukan sehingga dapat tercapai kegiatan penelitian ini. Selesai Nama Proses Selesai Eksekusi Berdasarkan contoh perhitungan penjadwalan layanan perawatan dan perbaikan aset kampus yang terlihat pada tabel 1 dapat dijelaskan bahwa, terdapat 4 . permintaan layanan dari unit kerja X1. X2. X3, dan X4 dengan waktu permintaan layanan datang secara berurutan. Pada metode First Come First Served, permintaan layanan berikutnya akan dilayani setelah permintaan sebelumnya selesai dilaksanakan. Permintaan X1 akan langsung dieksekusi dengan waktu tunggu 0 menit. Permintaan X2 akan dieksekusi dengan waktu tunggu 5 menit seletah permintaan X1 selesai dikerjakan. Permintaan X3 akan dieksekusi dengan waktu tunggu 8 menit setelah X1 dan X2 selesai dikerjakan. Sedangkan X4 akan dieksekusi dengan waktu tunggu 16 menit setelah X1. X2, dan X3 selesai Pada contoh perhitungan pada tabel tersebut terlihat bahwa seluruh permintaan layanan perawatan dan Daftar Pustaka