Jurnal CyberTech Vol. No. Juni 2019, pp. P-ISSN : E-ISSN : Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Wortel (Daucus Caarota L) Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Restu Alfreddy Silalahi*. Purwadi**. Azlan * * Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi Manajemen Informatika. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Wortel (Daucus carota L) merupakan tanaman sayuran umbi biennial berbentuk semak. Sayuran jenis ini mudah dijumpai diberbagai tempat dan dapat tumbuh sepanjang tahun baik penghujan maupun kemarau. Masalah yang dihadapi para penyuluh pertanian dari UPT. Perlindungan Taman Pangan dan Hortikultura adalah keterbatasan waktu untuk hadir melakukan penyuluhan setiap hari kerja kepada para petani wortel di Kabupaten Simalungun, sehingga membuat petani wortel kewalahan dalam mencari informasi yang kredibel tentang cara mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman wortel. Untuk mengatasi masalah yang dijelaskan diatas, salah satunya dengan membangun sistem pakar. Dengan adanya bantuan teknologi komputer sistem pakar ini diharapkan dapat membantu mempermudah dalam mendiagnosa gejala hama tanaman wortel. Untuk mendiagnosa gejala hama tanaman wortel, sistem pakar ini menggunakan metode Certainty Factor dalam penalaran gejala hama sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan hasil diagnosa. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah sistem yang dapat mendiagnosa hama tanaman wortel. Sehingga dengan adanya sistem pakar ini bisa mempermudah user mendapatkan informasi tentang gejala dan hama tanaman wortel. Sehingga dapat membantu user dalam menemukan saran dan solusi terhadap hama tanaman wortel yang terjadi. Keyword: Wortel Daucus Carota L Sistem Pakar Metode Certainty Factor Copyright A 201x STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. First Author Nama Kampus Program Studi E-Mail : Benny Apriansah Sinaga : STMIK Triguna Dharma : Sistem Informasi : benny. apriansah@gmail. PENDAHULUAN Wortel (Daucus carota L) merupakan tanaman sayuran umbi biennial berbentuk semak. Sayuran jenis ini mudah dijumpai diberbagai tempat dan dapat tumbuh sepanjang tahun baik penghujan maupun kemarau. Wortel memiliki batang pendek yang hampir tidak tampak. Akarnya berupa akar tunggang yang berubah bentuk dan fungsi menjadi bulat dan memanjang. Tanaman wortel dapat tumbuh optimal di daerah bersuhu dingin atau berada dipegunungan dengan syarat ketinggian sekitar 1200 m dpl. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah pada tangkai daun yang muncul dari pangkal umbi bagian atas, yang mirip dengan daun seledri. Wortel merupakan nama umum yang diketahui seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu kelemahan tanaman hortikultura adalah rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Munculnya hama dan penyakit pada tanaman hortikultura seperti wortel dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pemilihan benih wortel yang tak sehat, kebersihan lahan yang tak dilakukan secara teratur, dan tidak Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : E-ISSN : melakukan rotasi tanaman pada lahan. Selain itu, ada pula faktor karena kurangnya pengetahuan petani tentang cara mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman wortel akibat terbatasnya waktu penyuluh pertanian untuk melakukan penyuluhan setiap hari guna mengedukasi para petani dan karena ketidak tersediaan sumber data yang kredibel untuk diakses setiap saat. Glaukoma merupakan penyakit mata yang menunjukkan peningkatan IOP yang merusak penglihatan dan kesehatan mata. Glaukoma berpengaruh pada hamster yaitu mata hamster akan menjadi besar . Bila hamster menderita glaukoma, di mata hamster akan terdapat kelebihan cairan sehingga hamster akan kehilangan penglihatannya. Efeknya hamster akan menggaruk matanya sehingga mata menjadi besar keluar dari rongganya. Hamster memang mempunyai bola mata yang besar untuk dapat mengenali predator namun bila hamster terkena glaukoma bola mata hamster akan menjadi rusak. Minimnya pengetahuan masyarakat serta terbatasnya sumber infomasi mengenai penyakit glaukoma pada hamster ini menyebabkan penyakit ini sering kali diabaikan, sehingga pada saat mengawinkan hamster akan menghasilkan generasi hamster yang kurang sehat . Sistem pakar merupakan suatu sistem komputer yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar juga memiliki banyak metode yang bisa digunakan untuk mengambil satu kepastian, salah satunya adalah metode Certainty Factor. Certainty Factor adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti atau tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan pencarian terencana atau penyelidikan kritis yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru dari pengembangan pengetahuan lama bahwa pengetahuan semacam itu akan bermanfaat dalam mengembangkan suatu layanan baru. Namun di dalam penelitian ini, perlu ada pengembangan yang dilakukan berdasarkan dari temuan dalam sebuah penelitian ke dalam rencana desain untuk sebuah produk atau proses baru dengan tujuan peningkatan signifikan pada proses yang ada. Sistem Pakar Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para pakar. Tujuan mengembangkan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mengalihkan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak dan tidak terbatas oleh waktu. Sistem ini dirancang untuk meniru keahlian seorang pakar dalam menjawab pertanyaan dan menyelesaikan suatu permasalahan baik di bidang kesehatan atau kedokteran, bisnis, ekonomi dan sebagainya. Peran penting seorang pakar dapat diganti oleh program komputer yang prinsip kerjanya untuk memberikan solusi seperti yang dilakukan oleh pakar. Sistem Pakar (Expert Syste. adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud di sini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesai kan oleh orang Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosa penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan penetalaksanaan terhadap penyakit tersebut. Certainty Factor Certainty factor (CF) merupakan metode yang mendefinisikan ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan untuk menggambarkan tingkat keyakinan seorang pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi, dengan menggunakanCertainty Factor. Untuk mengakomodasi hal tersebut maka menggunakan Certainty Factor guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi. Dalam aplikasi sistem pakar ini metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ketidakpastian adalah dengan menggunakan data (Certainty Facto. Dalam pembuatan sistem pakar diagnosis penyakit Head Injury ini yaitu menggunakan metode Certainty Factor. Besarnya Certainty Factor berkisar antara -1 sampai 1, -1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak, sedangkan nilai 1 menunjukkan kepercayaan Ada dua cara dalam mendapatkan tingkat keyakinan (CF) dari sebuah rule,yaitu. Metode ANet BeliefA yang diusulkan oleh E. Shortliffe dan B. Buchanan JikaP(H)=1 Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : a ),ycE. ]OeycE. MB(H,E) = { max. OeycE. JikaP(H)=0 min. a ),ycE. ]OeycE. MD(H,E) ={ Dimana: CF(Rul. MB(H,E) MD(H,E) P(H) P(H|E) max. OeycE. : Faktor Kepastian : Measure of Bealife . kuran kepercayaa. terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . : Measure of Disbealife . kuran ketidak percayaa. terhadap hipotesis H, jika diberikan evidence E . ntara 0 dan . : Probabilitas kebenaran hipotesis. : Probabilitas bahwa H benar karena fakta. : Hipotesa . : Evidence . eristiwa atau fakt. Dengan cara mewawancarai seorang pakar Nilai CF (Rul. diperoleh dari interpretasi AutermAy dari pakar, yang diubah menjadi nilai CF tertentu sesuai tabel berikut: Tabel 1. Nilai Kepastian Certainty Factor Uncertain Term (Kondisi Tidak Past. Definitely not . asti tida. Almost certaintly not . ampir pasti tida. Probably not . emungkinan besar tida. Maybe not . ungkin tida. Unknown . idak tah. Maybe . Probably . emungkinan besa. Almost certaintly . ampir past. Definitely . -1,0 -0,8 -0,4 -0,2 to 0. Berikut adalah deskripsi beberapa kombinasi Certainty Factor terhadap berbagai kondisi: Certainty Factor untuk kaidah dengan premis tunggal . ingle premis rul. CF(H,E)=CF(E)*CF. =CF. *(CF). Certainty Factor untuk kaidah dengan premis majemuk . ultiple premis rul. CF (A AND B) = Minimum (CF) . ,(CF) . )*CF . CF (A OR B) = Maximum (CF) . ,(CF) . )*CF . Certainty Factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa . imilarly concluded rule. CF COMBINE (CF1,CF. = CF1 CF2*. -CF. Rumus Certainty Factor didefenisikan sebagai persamaan berikut: CF (H. E) = MB (H. E)-MD (H. MB . ,e1^e. = MB. ,e. MB . ,e. * . -MB[H,e. ) MD . ,e1^e. = MD. ,e. MD . ,e. * . -MD[H,e. ) Teknik Pengumpulan Data (Technique of Data Collectin. Dalam teknik pengumpulan data ini, ada beberapa cara yang dilakukan, diantaranya yaitu: . observasi, dan . wawancara merupakan cara yang dipakai untuk memperoleh sebuah informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur, dan individual untuk informasi yang lebih akurat. Dalam proses pengumpulan data, dilakukan dengan berwawancara secara langsung dengan Bapak Alexander Purba,SP, sebagai Koordinator Bagian Pengendalian Penyakit Di Dinas Pertanian Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data-data yang berkaitan dengan data Penyakit pada tanaman wortel. Studi Kepustakaan (Study Of Literatur. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : Dalam studi literature peneliti banyak menggunakan jurnal-jurnal lokal, jurnal nasional, jurnal internasional maupun buku-buku sebagai sumber referensi. Dari komposisi yang sudah ada 6 jurnal system pakar, 5 jurnal penyakit tanaman wortel, 2 jurnal certainty factor, dan 7 jurnal software pendukung. Diharapkan dengan literature tersebut dapat membantu peneliti di dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi Model Pengembangan Sistem Konsep penulisan metode perancangan sistem adalah hal terpenting dalam sebuah penelitian. Dalam metode perancangan sistem untuk software kita dapat menggunakan beberapa metode diantaranya waterfall algorithm atau algoritma air terjun. Algoritma Sistem Dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam mendiagnosa penyakitpada tanaman Wortel berdasarkan gejala-gejala yang terjadi maka dibutuhkan sistem yang mampu mengadopsi proses dan cara berfikir seorang pakar yang nantinya akan diaplikasikan atau diterapkan didalam Flowchart dari Metode Penyelesaian Flowchart program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur yang sesungguhnya dalam pembuatan aplikasi sistem pakar. ANALISA DAN HASIL Deskripsi Data dari Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dengan Pakar/Ahli tanamanAlexander Purba. SP didapati data berikut : Tabel 2. Jenis Penyakit KODE PENYAKIT PENYAKIT Oidium/EmbunTepung Bercak Daun Nemotoda Bintil Akar Busuk Alternatia SOLUSI Batasi penyebaran embun tepung, pada gejala pertama, den gan mencubit semua bagian yang terkena. Obati dengan sulphur ketika suhu nya antara 15 dan 28A C. Fungisida ini juga bertindak secara preventif. Disinfeksi benih dengan menggunakan larutan fungisida dengan kandungan tembaga klorida 1/ml selama 5 menit, pergiliran tanam dengan tanaman yang bukan sefamili dengan wortel, membersihkan sisa tanaman sekitar kebun, penyemprotan fungisida misalnya dengan Dithane M-45 0,2%. Lakukan pengolahan tanah dengan baik, gunakan GDM Black BOS saat mengolah tanah, karena GDM Black BOS mengandung bakteri yang mampu mencegah serangan nematoda, sehingga akar dapat menyerap unsur hara dengan baik, jaga sanitasi tanah agar nematoda tidak berkembang semakin luas. Lakukan sanitasi kebun atau lahan, serta sebelum disemai, rendam benih dengan larutan fungisida. Cara kimia bias anda lakukan dengan melakukan penyemprotan fungisida berupa Dithane sesuai dengan dosis atau petunjuk. Berdasarkan data di atas, berikut beberapa gejala yang sering ditemui yaitu : Tabel 3. Data Gejala NAMA PENYAKIT NAMA GEJALA PENYAKIT Umbi membusuk Oidium/EmbunTepung Warna umbi pucat Tanaman menjadi kerdil Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : 21a a A A P-ISSN : E-ISSN : Kecacatan pada wortel Terdapat bercak-bercak Terdapat bintik-bintik Bercak Daun Daun mengkriting Daun berlubang Umbian rusak Tanah menguning Nematoda Bintil Akar Daun tampak layu Daun kering Warna umbi pucat Busuk Alternatia Pucuk menguning Dari tabel gejala penyakit diatas maka dapat disimpulkan rule sebagai berikut: Tabel 4. Data Basis Aturan Kode Penyakit Kode Gejala Penyakit Gejala Umbi membusuk E Warna umbi memucat E G10 G11 G12 G13 G14 Tanaman menjadi kerdil Kecacatan pada wortel Terdapat bercak-bercak Terdapat bintik-bintik E Daun mengkriting Daun berlubang E Umbian rusak Tanah menguning Daun tampak layu Daun kering Wana umbi pucat Pucuk menguning Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan berikut nilai CF Tabel 5. Nilai CF Pada Tiap Gejala KODE NAMA KODE NAMA GEJALA PENYAKIT PENYAKIT GEJALA PENYAKIT Umbimembusuk Oidium/Embun Warnaumbipucat Tanamanmenjadikerdil Kecacatanpadawortel Bercak daun Terdapatbercak-cak Terdapatbintik-bintik Daunmengkriting Daunberlubang Nematoda Bintil Umbianrusak G10 G11 Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : Busuk Alternatia G12 G13 Dari tabel gejala penyakit diatas maka dapat disimpulkan rule sebagai berikut: Rule 1 : IF Umbi membusuk AND Warna umbi pucat AND Tanaman menjadi kerdil AND Kecacatan pada wortel THEN Oidium/EmbunTepung. Rule 2 : IF Terdapat bercak-cak AND Terdapat bintik-bintik AND Daun mengkriting AND Daun berlubang THEN Bercak Daun. Rule 3 : IF Umbian rusak AND tanah menguning AND daun tampak layu THEN Nemotoda Bintil Akar. Rule 4 : IF daunkering AND warna umbi pucat AND pucuk menguning THEN Busuk Alternatia. Berikut ini adalah perhitungan manual dari metode Certainty Factor untuk mengetahui jenis penyakit beserta Rumus yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. untuk menentukan nilai Certainty Factor adalah sebagai berikut : CF(H,E) = MB(H,E) Ae MD(H,E) CF . ,e1^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) Keterangan: CF (H,E) : Certainty Factor dari hipotesa H yang dipengaruhi oleh gejala . MB (H,E) : Ukuran kenaikan kepercayaan terhadap hipotesa H yang dipengaruhi oleh gejala E. MD (H,E) : Ukuran kenaikan ketidakpercayaan terhadap hipotesa H yang dipengaruhi oleh gejala E. Maka perhitungan Certainty Factornya pada setiap rule adalah sebagai berikut: CF 1. : 0,8-0,1 = 0. CF 1. : 0,8-0,2 = 0. CF 1. : 0,7-0,1 = 0. CF 1. : 0,9-0,1 = 0. CF 1. : 0,8-0,2 = 0. CF 1. : 0,7-0,2 = 0. CF 1. : 0,9-0,1 = 0. CF 1. CF 1. CF 1. CF 1. CF 1. CF 1. CF 1. : 0,8-0,2 = 0. : 0,7-0,2 = 0. : 0,9-0,1 = 0. : 0,8-0,1 = 0. : 0,8-0,1 = 0. : 0,6-0,1 = 0. : 0,8-0,2 = 0. Penyelesaian Masalah dengan Menggunakan Metode Berikut ini adalah langkah-langkah penyelesaiannya yaitu sebagai berikut : Perhitungan Rule P1 CF . ,e1^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) 7 0. Jadi total perhitungan nilai CF pada P1 adalah 0,553 atau 55% nilai kemungkinan. Perhitungan Rule P2 CF . ,e5^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. Jadi total perhitungan nilai CF pada P2 adalah 0,40 atau 40% nilai kemungkinan. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : Perhitungan Rule P3 CF . ,e9^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) 21a = 0. a = 0. = 0. = 0. Jadi total perhitungan nilai CF pada P4 adalah 0,7 atau 70% nilai kemungkinan. Perhitungan Rule P4 CF . ,e12^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) = 0. = 0. = 0. = 0. Tabel 6. Contoh Sampel Penyakit dan Gejala pada Tanaman Wortel Kode Gejala G11 G12 G13 G14 Nama Gejala Penyakit EA Perhitungan Rule P1 CF . ,e12^e. = CF. ,e. CF. ,e. -CF. ,e. ) = 0. = 0. = 0. = 0. Perhitungan Rule P2 CF. = 0,7 = Penetapan Kesimpulan Jadi, berdasarkan hasil perhitungan Certainty Factor pada gejala tersebut maka dapat disimpulkan nilai CF tertinggi dari perhitungan 2 rule dari kasus diatas adalah jenis penyakit Busuk Alternatia dengan tingkat keyakinan 0. 32 atau dengan persentase 32%, dan jenis penyakit Nematoda Bintil akar dengan tingkat keyakinan 0,7 atau sama dengan persentase 70%. Dapat disimpulkan bahwasanya wortel terkena penyakit yang memiliki nilai keyakinan tertinggi yaitu Nematoda Bintil akar sebesar 70%. Pemodelan Sistem Pemodelan sistem adalah proses yang berisi rencana dan pengembangan sistem yang akan dibangun. Pemodelan yang dipakai untuk memvisualisasikan sistem yang akan dirancang menggunakan Unified Modelling Language yaitu Use case Diagram. Activity Diagram, dan Class Diagram. Rancangan Basis Data Rancangan basis data digunakan untuk dapat melihat tabel atau field yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan sebuah sistem. Rancangan Interface Perancangan Interface dalam suatu sistem yang dirancang terdapat beberapa tampilan sistem yang dirancang guna mempermudah dalam menjalankan sistem untuk keperluan pengambilan keputusan. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : 7 Pengujian Dalam implementasi dan pengujian perancangan aplikasi Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Wortel (Daucus Caarota L) Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor membutuhkan 2 buah perangkat yaitu, perangkat lunak (Softwar. dan perangkat keras (Hardwar. Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah sebuah tahapan dalam menerapkan sistem yang telah dirancang dan Berikut adalah tampilan dari implementasi Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Wortel (Daucus Caarota L) Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor. Tampilan Form Login Tampilan Form login merupakan sebuah tampilan menu utama dari program, dimana user memasukkan username dan password untuk bisa masuk atau login ke menu berikutnya. Berikut tampilan Form login dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Tampilan Form Login Tampilan Form Menu Utama Tampilan form menu utama merupakan tampilan selanjutnya setelah user melakukan login, pada menu utama terdapat 4 . menu utama diantaranya: Menu Data. Menu Proses Diagnosa. Menu Laporan dan Menu Keluar. Menu file memiliki sub menu data pasien, data gejala hamster dan basis aturan yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : 21a a A Gambar 2. Tampilan Menu Utama Tampilan Form Data Gejala Menu Gejala digunakan untuk pengolahan data pada gejala berupa penginputan data, ubah data, dan penghapusan data. Berikut tampilan pada menu gejala sebagai berikut : Gambar 3. Tampilan Form Data Gejala Tampilan Form Data Penyakit Menu penyakit digunakan untuk pengolahan data pada penyakit berupa penginputan data, ubah data, dan penghapusan data. Berikut tampilan pada menu penyakit sebagai berikut : Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : Gambar 4. Tampilan Form Data Penyakit A Tampilan Form Basis Aturan Tampilan form basis aturan adalah form yang berfungsi untuk mengelola basis aturan penyakit glaukoma pada hamster yang akan diolah oleh sistem. Basis aturan ini merupakan hubungan antar penyakit dengan gejala. Berikut tampilan hasil dari form data basis aturan : Gambar 5. Tampilan Form Basis Aturan Tampilan Form Proses Diagnosa Tampilan form proses diagnosa digunakan untuk memproses perhitungan hasil diagnosa . Berikut tampilan form yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : Gambar 6. Tampilan Form Diagnosa Tampilan Form Laporan Diagnosa Form laporan merupakan form untuk menampilkan data hasil proses perhitungan dimana data tersebut biasa berupa laporan. Berikut tampilan form yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 6. Tampilan Form Laporan Diagnosa KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian. Dan berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan pada Bab I sebelumnya maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut. Untuk membangun sistem pakar yang baik, digunakan sebuah metode yaitu metode Certainty Factor dalam penyelesaian masalah dalam mendiagnosa penyakit pada wortel, untuk mendesain sistem pakar pada penelitian ini, didapatkan bahwasannya sistem pakar yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dalam mendiagnosa penyakit pada wortel, dan untuk menguji sistem pakar dalam mendiagnosa penyakit pada wortel dilakukan dengan data yang didapat dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun dan dihitung menggunakan metode Certainty Factor. Jurnal CyberTech Vol. No. April 2021 : P-ISSN : E-ISSN : UCAPAN TERIMA KASIH Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dimana atas berkat Nya lah saya mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Terima kasih juga kepada Ketua STMIK Triguna Dharma Bapak Dr. Rudi Gunawan,S. ,M. Si. Bapak Mukhlis Ramadhan. SE. Kom selaku Wakil Ketua I (WAKA I) Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma. Bapak Puji Sari Ramadhan. Kom. Kom selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma, dosen pembimbing Bapak Purwadi. Kom,. Kom dan Bapak Azlan. Kom. Kom beserta pihakAepihak lainnya yang mendukung penyelesaian jurnal skripsi ini. REFERENSI