Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DENGAN MINAT PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) TAHUN 2021 Relationship of Knowledge of Postpartum Mothers With Interest in The Installation Of Intrauterine Devices (IUD) in 2021 FATMA ADRIANI1. PUSPITA ADRIANI2. MASHURI POSIMBI3 PERWAKILAN BKKBN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Jl. Balai Kota No. Pondambea. Kec. Kadia. Kota Kendari. Sulawesi Tenggara e-mail : adriani. fatma@gmail. 1,2,3 DOI: 10. 35451/jkk. Abstrak Faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah risiko dari 4 Terlalu Jika program KB dapat dilaksanakan dengan baik kemungkinan 33% kematian ibu dapat dicegah (Kemenkes RI, 2. Untuk itu pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari usaha untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan data hasil pelayanan kontrasepsi, tidak ada ibu post partum pada bulan Januari-Juni Tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Unaaha Kabupaten Konawe yang menggunakan AKDR. Hal ini disebabkan calon akseptor ragu dan takut menggunakan AKDR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu Post Partum dengan minat pemasangan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Unaaha. Jenis penelitian analitik dengan cross sectional. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini yaitu semua ibu post partum pada bulan Oktober 2021 dengan jumlah sampel 30 ibu. Penelitian ini memperlihatkan ibu yang memiliki pengetahuan cukup sejumlah 13 ibu . ,3 %), pengetahuan baik yaitu 9 ibu . %) dan sisanya merupakan ibu dengan pengetahuan kurang sejumlah 8 orang . ,7 %). Sedangkan ibu dengan minat pemasangan AKDR sebanyak 17 orang . ,7 %) dan ibu tidak minat yaitu 13 orang . ,3 %). Chi-square test menunjukkan p value = 0,009. artinya p value < = 0,05. dengan kata lain terdapat hubungan antara pengetahuan Ibu Post Partum dengan Minat Pemasangan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Unaaha Tahun 2021. Kata kunci: pengetahuan, ibu post partum. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) Abstract Factors that play a role in the increase in Maternal Mortality Rate are the risk of 4 Too. If the birth control program can be implemented properly, 33% of maternal deaths can likely be prevented (Kemenkes RI, 2. For this reason, the government encourages Family Planning Programs as part of efforts to Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 reduce maternal mortality. Based on data from contraceptive services, there are no post-partum mothers in January-June 2021 in the working area of the Unaaha Health Center of Konawe Regency who uses IUDs. This study aims to find out the relationship between Post Partum's mother's knowledge with the interest in Intrauterine Devices (IUD) in the Unaaha Health Centre working area. Type of analytical research with cross-sectional. The population selected in this study was all post-partum mothers in October 2021 with a sample of 30 This study shows that mothers who have enough knowledge are 13 mothers . ,3 %), good knowledge is 9 mothers . %) and the rest are mothers with less knowledge than 8 people . ,7 %). While mothers with interested in installing IUD as many as 17 people . ,7 %) and mothers were not interested, namely 13 people . ,3 %). The Chi-square test shows p-value = 0,009, meaning p-value s < = 0,05, in other words, there is a relationship between the knowledge of Post Partum mothers and the Interest in Installing Intrauterine Devices (IUD) in the Unaaha Health Centre working area in 2021. Keywords: knowledge, postpartum mothers. Intrauterine Devices (IUD) PENDAHULUAN Faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah risiko dari 4 Terlalu, yaitu terlalu muda (< 21 tahu. dan terlalu tua melahirkan (> 35 tahu. , jarak kelahiran yang terlalu dekat (< 3 tahu. dan anak yang jumlahnya terlalu banyak (> 2 ana. Jika program KB kemungkinan 33% kematian ibu dapat dicegah (Kemenkes RI, 2. Keluarga Berencana sendiri merupakan salah satu intervensi penting untuk menurunkan AKI dan berhasil menurunkan sekitar sepertiga angka AKI (BKKBN dkk. Sehingga pemerintah melalui BKKBN juga proaktif menggalakkan program Keluarga Berencana (KB), sebagaimana dikatakan oleh Kepala BKKBN. Bapak Hasto bahwa BKKBN memiliki target untuk menurunkan AKI sebesar 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada 2020 mendatang (Prihatini dan Dewi, 2. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk mengatur kelahiran, jarak dan umur ideal melahirkan. Program ini bertujuan untuk mengatur kehamilan perlindungan dan (BKKBN, 2. Salah satu upaya yang pelayanan kontrasepsi terutama pada ibu Post Partum (Pasca Persalina. Pasca Persalinan (KBPP) Pasangan Usia Subur (PUS) dari saat setelah proses persalinan sampai 42 hari setelahnya. Tujuan kontrasepsi ini adalah untuk mencegah terjadinya kehamilan atau mengakhiri kesuburan. Berbagai pelayanan KB . ermasuk KBPP) efektif dalam mengurangi angka kematian ibu (AKI) kehamilan dan mengurangi kelahiran risiko tinggi (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan Data Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan Provinsi Sulawesi Tenggara pada Tahun 2018 yaitu sebesar 55,87 %. Tahun 2019 yaitu sebesar 28,6 %. Tahun 2020 yaitu Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 sebesar 53,1 %. Data Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan ini menunjukkan capaian yang diperoleh masih jauh dari target yang diharapkan yaitu 63,27 % pada Tahun 2018, 34,3% pada Tahun 2019 sebesar dan 67,6 % pada Tahun 2020 (Kemenkes RI, 2. Jumlah ibu post partum yang peneliti temukan yaitu Tahun 2020 berjumlah 95 orang dan pada Tahun 2021 dari bulan Januari-September berjumlah 270 orang. Data ibu yang menggunakan KB pada Tahun 2020 berjumlah 324 orang dan Tahun 2021 dari bulan Januari-Juni berjumlah 105 orang, dengan rincian 55 orang menggunakan KB suntik 3 bulan, 35 orang menggunakan implan dan 15 orang menggunakan Pil KB (Puskesmas Unaaha, 2. Berdasarkan data yang diperoleh, ditemukan bahwa tidak ada ibu yang menggunakan AKDR. Hal ini disebabkan ibu merasa ragu, ada ketakutan bahwa AKDR yang terpasang akan keluar dari rahim dan dapat terjadi sindrom pramenstruasi (PMS). Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang penggunaan AKDR. Dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana hubungan pengetahuan ibu Post Partum dengan minat pemasangan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Unaaha Tahun 2021. METODE Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Unaaha. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional untuk Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Variabel independen dependen adalah minat pemasangan AKDR. Jumlah populasi yaitu 270 ibu Post Partum . ata periode bulan Januari-september jumlah sampel yaitu 30 responden HASIL Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu Post Partum tentang AKDR Pengetahuan Frekuensi Presentase (%) Baik Cukup Kurang Total Sumber : Data Primer, 2021 Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Minat Pemasangan AKDR Minat Pemasangan AKDR Frekuensi Presentase (%) AKDR Tidak AKDR Total Sumber: Data Primer, 2021 Tabel 3. Hubungan Pengetahuan Ibu Post Partum dengan Minat Pemasangan AKDR di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Unaaha Tahun 2021 Minat Pemasangan AKDR Total P Value Pengetahunan AKDR Tidak AKDR Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 Baik Cukup Kurang Total Sumber: Data Primer, 2021 Analisis Univariat Tabel pengetahuan ibu Post Partum tentang alat AKDR sebagian besar berada dalam cukup, yaitu responden . ,3 %). Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai minat terhadap pemasangan AKDR yaitu 17 responden . ,7 %). Analisis Bivariat Data pada Tabel 3 memperlihatkan bahwa dari 30 responden, kategori AKDR merupakan salah satu alat kontrasepsi modern, pemasangannya dalam dalam kavum uteri untuk Hasil analisis univariat terlihat pada Tabel 1, dari tabel yang ditampilkan terlihat bahwa sebagian besar ibu post partum yang menjadi responden dalam studi ini memiliki pengetahuan yang cukup mengenai AKDR . ,3 %). Sedangkan dari analisis bivariat (Tabel . , sebagaian besar responden memiliki minat untuk menggunakan AKDR, hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya responden tidak sepenuhnya menolak AKDR, penyuluhan dan konseling lebih lanjut kepada ibu agar mantap menggunakan AKDR. Tabel 3 memperlihatkan hasil chi-square test dengan p value = 0,009. Nilai p < = 0,05 membuktikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan Ibu post partum dengan minat pemasangan AKDR di wilayah kerja UPTD Puskesmas Unaaha Tahun 2021. Menurut Nursalam . dalam Rachmawati . , adalah hasil dari AutahuAy yang terjadi melalui pengindraan manusia pada objek tertentu. Hal ini dilakukan dengan 0,009 memiliki pengetahuan cukup dan minat AKDR %), responden dengan pengetahuan kurang dan tidak minat pemasangan AKDR yaitu 7 responden . ,3 %). Selain itu, hasil chi-square test menunjukkan p value = 0,009. PEMBAHASAN fertilisasi dan menghambat implantasi dalam uterus (Hidayat, 2. panca indra manusia. Pengetahuan ini pembentukan tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Pengetahuan yang baik akan membuat perilaku seseorang lebih langgeng dibanding perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan yang cukup. Pengetahuan yang perlu dimiliki oleh PUS tentang program KB diantaranya pengertian KB, jenis, manfaat, fungsi. Widyarni dan Dhewi . Pengetahuan tentang program KB sangat penting untuk dimiliki PUS. Hal ini akan membuat calon akseptor dapat memilih metode kontrasepsi dengan Metode panjang (KMJP) seperti AKDR memilki efektiftas tinggi dan jangka waktu pemakaian lebih lama sehingga tingkat keberhasilannya lebih besar dibanding metode kontrasepsi seperti pil dan Pil dan suntikan yang masih banyak digunakan oleh PUS di wilayah kerja Puskesmas Unaaha Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe memiliki Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 resiko kegagalan yang lebih besar yang disebabkan hal-hal seperti lupa minum atau cara penggunannya yang kurang Sehingga saat ini BKKBN melalui petugas KB di lapangan juga melakukan konseling kepada PUS agar dapat menggunakan MKJP. Sebagaimana terlihat dalam hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dalam pemilihan MKJP. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh tingkat Pendidikan PUS, pendidikan akan sangat memberikan pengaruh pada pola pikir PUS. PUS berpendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan maupun petugas KB dan menghasilkan sikap positif, sikap positif yang dimaksud yaitu keinginan PUS untuk menggunakan MKJP menjadi lebih besar. Begitupun sebaliknya. PUS berpendidikan rendah akan lebih sulit menerima informasi yang diberikan dan menghasilkan sikap negatif akibatnya minat penggunaan MKJP seperti AKDR menjadi lebih kecil. Selain Pendidikan, faktor-faktor mempengaruhi yaitu dukungan suami dan lingkungan sekitar. Hasil peneilitian ini serupa dengan laporan Rosyanna dkk . yang pengetahuan ibu pasca persalinan menggunakan AKDR di salah satu Bidan Praktik Mandiri (BPM) di Kabupaten Kendal. FisherAos menunjukkan p = 0,000. Lebih lanjut diketahui bahwa sebanyak 48,8 % . pengetahuan yang cukup mengenai AKDR, dan dari 19 orang tersebut 52,6 . ebanyak menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini sejalan dengan penjelasan penulis pengetahuan cukup punya potensi tinggi untuk memiliki minat dalam AKDR, memantapkan pilihan ibu menggunakan AKDR. Destyowati . pengetahuan ibu mengenai AKDR dengan minat pemakaian AKDR, hasil uji korelasi Kendalls Tau diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,543 (Aprox sig 0,000 0,. Destyowati . menemukan bahwa 53,2 % . dari pengetahuan cukup mengenai AKDR, dan dari 25 orang tersebut 84,0 % memiliki minat untuk menggunakan AKDR, adapun responden dengan pengetahuan kurang tidak memiliki minat menggunakan AKDR sama sekali. Hal ini turut membuktikan bahwa ada korelasi positif antara pengetahuan dan minat penggunaan AKDR. Banyak hal yang mempengaruhi menggunakan AKDR. Putriningrum dkk faktor-faktor pengetahuan, ekonomi, budaya dan Jika ibu diberikan informasi yang baik mengenai AKDR, maka AKDR akan menjadi lebih tinggi. Sari dan Rodiani . juga menyatakan bahwa hal-hal yang menyebabkan AKDR tidak menjadi pilihan utama ibu ketika memilih metode kontrasepsi yaitu samping dari AKDR. Lebih lanjut Sari Rodiani . mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu umur, intelegensia, lingkungan, sosial budaya, pendidikan, informasi, dan Jika Pendidikan ibu tinggi maka informasi yang diberikan juga lebih mudah untuk diterima, meskipun pengetahuan kurang pada beberapa Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), e-ISSN 2655-0822 Vol. 4 No. 2 Edisi November 2021 Ae April 2022 https://ejournal. id/index. php/JKK =========================================================================================== Received: 18 April 2022 :: Accepted: 20 April 2022 :: Published: 28 April 2022 studi sebelumnya ada yang memiliki minat menggunakan AKDR. Hal ini dipengaruhi oleh adanya keinginan ibu untuk menggunakan AKDR karena mendapatkan dukungan sosial yang Sedangkan AKDR responden, lingkungan sosial ibu yang masih memiliki minat penggunaan AKDR mempengaruhi calon akseptor lain untuk tidak menggunakan AKDR (Kadir dan Sembiring, 2. Banyak ibu yang tidak minat memakai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) karena ibu merasa takut dengan cara pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dengan dimasukkan dalam rahim sehingga mendorong ibu tidak mau menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (Rosyanna dkk, 2. Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Unaaha Tahun 2021 Adapun saran dari penelitian ini Perlu dilakukan penyuluhan oleh Bidan Desa/Kelurahan dan PKB pengetahuan ibu Post Partum Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variable lain yang mempengaruhi minat ibu Post Partum dalam penggunaan AKDR di wilayah kerja Puskesmas Unaaha DAFTAR PUSTAKA