Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Antara Pelajar di Kabupaten Karo Mhd. Fuad Zaini Siregar1. Oda Kinata Banurea2. Mansyur Hidayat Pasaribu3. Ahmad Mukhlasin4. Rahmat Hidayat5 1,4,5 Universitas Dharmawangsa Medan. Indonesia 2 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara. Indonesia 3 Institut Jamiyah Mahmudiyah Tanjung Pura Langkat. Indonesia Corresponding Author : fuadzaini06@gmail. ABSTRACT Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi akademik dan kesiapan pelajar dalam menulis karya tulis ilmiah melalui pelatihan yang terintegrasi dan berjenjang di Kabupaten Karo. Permasalahan yang dihadapi pelajar umumnya meliputi rendahnya pemahaman mengenai jenis-jenis karya ilmiah, tuntutan akademik di perguruan tinggi, serta minimnya pengetahuan tentang tools pendukung penulisan ilmiah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan edukatif yang meliputi pengenalan jenis karya ilmiah, pemahaman tugas-tugas mahasiswa di kampus, serta pengenalan tools penulisan ilmiah seperti Turnitin. Mendeley, dan Grammarly. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelajar terhadap ekosistem penulisan ilmiah secara menyeluruh. Pelajar mampu mengenali berbagai bentuk karya ilmiah, memahami karakteristik tugas akademik di perguruan tinggi, serta menyadari pentingnya etika akademik, sitasi, dan kualitas bahasa dalam penulisan ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri pelajar dalam menghadapi kegiatan menulis ilmiah dan lomba karya tulis ilmiah. Kegiatan pengabdian ini memiliki kebaruan pada pendekatan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis penulisan, tetapi juga membangun kesiapan akademik melalui pemahaman alur akademik dan pemanfaatan tools penulisan ilmiah sejak jenjang sekolah Dengan demikian, model kegiatan ini berpotensi untuk direplikasi sebagai upaya penguatan budaya literasi ilmiah dan pembinaan karya tulis ilmiah pelajar secara berkelanjutan. Keywords Karya Tulis Ilmiah. Pelajar. Literasi Akademik. Pelatihan. Kabupaten Karo PENDAHULUAN Kemampuan menulis karya tulis ilmiah (KTI) pada pelajar menjadi salah satu prasyarat penting untuk membangun budaya literasi, nalar kritis, dan kesiapan studi lanjut. Namun, tantangan literasi dasar masih terlihat pada level Hasil PISA 2022 menunjukkan hanya sekitar 25% siswa Indonesia yang mencapai Level 2 atau lebih pada kemampuan membaca . mbang kompetensi minimu. , dan hampir tidak ada yang mencapai Level 5 ke atas (OECD, 2. Walaupun pemerintah melaporkan peringkat literasi Indonesia meningkat dibanding PISA 2018, kebutuhan penguatan kemampuan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 memahami teks yang menjadi fondasi menulis tetap mendesak, terutama di daerah yang akses pendampingan akademiknya belum merata (BPMP Kalsel. Dalam konteks Kabupaten Karo, ketersediaan satuan pendidikan menengah tersebar lintas kecamatan dan tercatat pada data statistik pendidikan BPS, sehingga program penguatan kapasitas menulis ilmiah relevan untuk menjangkau pelajar lintas sekolah (BPS Kabupaten Karo, 2. Di tingkat sekolah, pelajar umumnya menghadapi masalah yang berulang. Seperti . kesulitan menentukan topik dan merumuskan masalah, . lemahnya penelusuran dan sitasi sumber, . struktur artikel yang belum sesuai kaidah ilmiah, serta . rendahnya kepercayaan diri menulis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan kualitas karya pada lomba KTI, publikasi siswa, maupun tugas berbasis proyek. Sejumlah kegiatan pengabdian sebelumnya menunjukkan bahwa pelatihan KTI dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis secara nyata misalnya peningkatan skor/hasil pascapelatihan dan persentase pemahaman siswa yang membaik setelah pendampingan (Fitri & Yulianti, 2. Namun, banyak program masih berfokus pada pemberian materi satu arah. padahal menulis adalah keterampilan proses yang memerlukan latihan bertahap, umpan balik, dan contoh genre yang jelas. Secara teoretis, program pelatihan KTI dapat diperkuat melalui beberapa Pertama, teori proses kognitif menulis memandang menulis sebagai aktivitas pemecahan masalah yang melibatkan perencanaan menuangkan ide meninjau ulang secara berulang . , sehingga pelatihan perlu menekankan praktik dan revisi berbasis umpan balik (Flower & Hayes, 1. Kedua, pendekatan genre menekankan bahwa teks ilmiah memiliki tujuan sosial dan struktur konvensional . isalnya IMRaD) yang dapat diajarkan secara eksplisit melalui contoh dan pemodelan (Ken Hyland, 2. Ketiga, dari perspektif self-efficacy (Bandur. , keyakinan pelajar bahwa mereka Aumampu menulisAy memengaruhi persistensi, upaya, dan kualitas performa sehingga pelatihan perlu menyediakan pengalaman keberhasilan kecil . astery experienc. dan dukungan yang terstruktur (Sugiono, 2. Keempat, experiential learning menekankan siklus belajar dari pengalaman langsung . engalamiAemerefleksiAemengonseptualisasiAemenguj. , sejalan dengan desain pelatihan yang memadukan praktik menulis, peer-review, dan revisi (Muhammad Riski Syahputra, 2. Berdasarkan fenomena dan kajian tersebut, kegiatan pengabdian ini berfokus pada pelatihan KTI yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proses . raftingAefeedbackAerevis. , pemodelan genre artikel ilmiah, serta strategi peningkatan self-efficacy akan meningkatkan . pengetahuan kaidah KTI, . Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 keterampilan menyusun artikel secara sistematis, dan . motivasi/kepercayaan diri menulis pelajar di Kabupaten Karo. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan KTI bagi pelajar, menghasilkan draf artikel/outline KTI yang lebih terstruktur, serta membangun ekosistem literasi ilmiah pelajar yang berkelanjutan melalui praktik, umpan balik, dan rujukan yang kredibel. METODE PENELITIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan partisipatif dan pendampingan terstruktur yang ditujukan bagi pelajar tingkat menengah di Kabupaten Karo. Tahap awal dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan diskusi dengan pihak sekolah untuk memetakan tingkat pemahaman awal pelajar terkait karya tulis ilmiah, meliputi penentuan topik, perumusan masalah, penelusuran referensi, serta sistematika Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim menyusun modul pelatihan yang mencakup pengenalan kaidah KTI, struktur artikel ilmiah, teknik sitasi dan daftar pustaka, serta etika penulisan ilmiah. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui workshop dan praktik langsung dengan pendekatan learning by doing. Peserta diberikan materi secara singkat dan aplikatif, kemudian diarahkan untuk menyusun outline dan draf awal karya tulis ilmiah secara bertahap. Dalam proses ini, digunakan metode diskusi kelompok, penugasan mandiri, dan peer review untuk mendorong interaksi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menulis. Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator yang memberikan contoh, umpan balik konstruktif, dan bimbingan teknis sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta. Tahap akhir berupa evaluasi dan refleksi, yang dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test pemahaman KTI serta penilaian kualitas draf karya tulis yang dihasilkan peserta menggunakan rubrik Selain itu, dilakukan refleksi bersama untuk mengidentifikasi kendala, capaian, dan potensi keberlanjutan kegiatan di sekolah. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan menulis karya tulis ilmiah, tersusunnya draf KTI pelajar, serta rekomendasi model pelatihan yang dapat direplikasi oleh sekolah dalam rangka penguatan budaya literasi HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pelatihan karya Tulis Ilmiah Kepada Pelajar di Kabupaten Karo Kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah kepada Pelajar di Kabupaten Karo dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi akademik dan kemampuan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 berpikir kritis pelajar SMA/SMK/MA. Kegiatan ini berlangsung di aula pertemuan dengan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Karo. Pelatihan dibuka dengan pemaparan materi pengantar mengenai pentingnya karya tulis ilmiah dalam dunia pendidikan, khususnya sebagai sarana mengembangkan kemampuan analisis, argumentasi, dan penalaran ilmiah sejak jenjang sekolah menengah. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menyimak materi dan mengikuti jalannya kegiatan. Pada sesi inti, peserta mendapatkan penjelasan sistematis mengenai konsep dasar karya tulis ilmiah, jenis-jenis karya ilmiah, serta alur pengembangan tulisan dari ide hingga menjadi naskah yang terstruktur. Pemateri menyampaikan materi secara interaktif dengan bantuan media presentasi, contoh kasus, dan visualisasi bagan alur karya ilmiah. Pendekatan ini membantu pelajar memahami bahwa karya tulis ilmiah bukan sekadar tugas sekolah, melainkan bagian dari proses berpikir ilmiah yang dapat dikembangkan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan meningkatnya rasa ingin tahu pelajar terhadap penulisan ilmiah. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan motivasi pelajar dalam menulis karya Pelajar memperoleh gambaran nyata mengenai dunia akademik, tuntutan penulisan ilmiah, serta peluang pengembangan diri melalui kegiatan lomba dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi dan riset di kalangan pelajar Kabupaten Karo, sekaligus menjadi fondasi bagi pelaksanaan pelatihan lanjutan yang lebih teknis dan berkelanjutan. Gambar 1 dan 2. Sosialisasi Karya Tulis Ilmiah Kepada Pelajar Di Kabupaten Karo Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 Pengenalan Jenis Karya Ilmiah Kepada Pelajar di Kabupaten Karo Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelajar terhadap ragam dan tujuan karya ilmiah. Berdasarkan diskusi, latihan klasifikasi, dan evaluasi pemahaman, pelajar mampu mengidentifikasi bahwa karya ilmiah tidak hanya terbatas pada makalah sekolah, tetapi memiliki spektrum yang luas, meliputi makalah tugas kuliah, laporan penelitian . kripsi, tesis, disertas. , artikel jurnal, prosiding seminar, serta buku ilmiah. Visualisasi jenis karya ilmiah yang disajikan dalam bentuk bagan membantu pelajar memahami hubungan antarjenis karya, mulai dari karya ilmiah sederhana hingga publikasi ilmiah berskala nasional dan Selain itu, pelajar menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai alur pengembangan karya ilmiah. Mereka memahami bahwa satu kegiatan penelitian dapat dikembangkan menjadi berbagai luaran ilmiah, seperti laporan penelitian yang selanjutnya dapat diturunkan menjadi artikel jurnal atau prosiding, serta dikembangkan lebih lanjut menjadi buku ajar, buku hasil riset, atau bunga rampai. Pemahaman ini memberikan perspektif baru bahwa menulis karya ilmiah bukan aktivitas sekali selesai, melainkan proses berkelanjutan yang dapat menghasilkan berbagai bentuk publikasi sesuai kebutuhan dan tingkat akademik. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini memperlihatkan bahwa pengenalan sistematis jenis karya ilmiah mampu meningkatkan literasi akademik pelajar, menumbuhkan motivasi menulis, serta membangun kesadaran awal tentang jalur publikasi ilmiah. Pelajar tidak hanya mengenali istilah jurnal, prosiding, dan buku ilmiah, tetapi juga memahami perbedaan karakteristik, cakupan, serta potensi publikasinya. Hasil ini menjadi dasar yang kuat untuk kegiatan lanjutan berupa pelatihan penulisan karya ilmiah secara praktis dan pendampingan menuju publikasi ilmiah sederhana di tingkat Pengenalan Tugas-Tugas Mahasiswa di Kampus pada Pelajar Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelajar memperoleh pemahaman awal yang lebih jelas mengenai jenis dan karakteristik tugas mahasiswa di perguruan tinggi. Melalui pemaparan materi dan visualisasi, pelajar mampu mengenali berbagai bentuk tugas akademik yang umum diberikan di kampus, seperti makalah, resume. Critical Book Review (CBR). Critical Journal Review (CJR), mini riset, dan proyek. Sebelumnya, sebagian besar pelajar memandang tugas kuliah hanya sebatas menulis makalah, namun setelah kegiatan berlangsung mereka memahami bahwa tugas mahasiswa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 menuntut kemampuan membaca kritis, analisis, sintesis ide, serta penerapan konsep secara mandiri. Selain peningkatan pemahaman jenis tugas, kegiatan ini juga berdampak pada perubahan persepsi pelajar terhadap dunia perkuliahan. Pelajar mulai menyadari bahwa tugas mahasiswa memiliki tingkat kompleksitas yang bertahap dan saling berkaitan, mulai dari tugas berbasis rangkuman . , analisis kritis (CBR dan CJR), hingga tugas berbasis penelitian sederhana . ini rise. dan pemecahan masalah nyata . Pemahaman ini membantu pelajar melihat bahwa keterampilan menulis, berpikir kritis, dan kerja mandiri merupakan bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak jenjang sekolah Secara keseluruhan, hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengenalan tugas-tugas mahasiswa mampu meningkatkan kesiapan akademik dan motivasi belajar pelajar. Pelajar menjadi lebih siap secara mental menghadapi tuntutan perkuliahan dan memiliki gambaran konkret mengenai kompetensi yang harus dikembangkan sebelum masuk perguruan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan pengabdian bersifat preventif-edukatif, karena membantu menjembatani kesenjangan pemahaman antara dunia sekolah dan dunia kampus, serta menjadi fondasi awal untuk penguatan literasi akademik Pengenalan Tools dalam Membantu Penulisan Karya Ilmiah Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pelajar dalam pemanfaatan tools pendukung penulisan karya ilmiah. Pelajar diperkenalkan pada tiga perangkat utama yang umum digunakan dalam dunia akademik, yaitu Turnitin. Mendeley, dan Grammarly. Melalui penjelasan fungsi dan simulasi penggunaan, pelajar memahami bahwa penulisan karya ilmiah tidak hanya berfokus pada isi, tetapi juga pada aspek kejujuran akademik, ketepatan sitasi, serta kualitas bahasa. Sebelumnya, sebagian besar pelajar belum mengenal atau hanya sekadar mendengar nama tools tersebut tanpa memahami perannya secara konkret. Lebih lanjut, pelajar mampu membedakan fungsi spesifik masing-masing Turnitin dipahami sebagai alat untuk mengecek kemiripan naskah dan mencegah plagiarisme. Mendeley sebagai pengelola referensi dan sitasi otomatis, serta Grammarly sebagai alat bantu pengecekan tata bahasa dan kejelasan penulisan, khususnya dalam bahasa Inggris. Pemahaman ini membantu pelajar menyadari pentingnya etika akademik dan standar penulisan ilmiah sejak dini, sekaligus mengurangi kecemasan dalam menghadapi proses penulisan karya ilmiah yang sebelumnya dianggap sulit dan rumit. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pengenalan tools penulisan karya ilmiah mampu meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri pelajar dalam menulis secara akademik. Pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga wawasan praktis mengenai teknologi yang mendukung proses menulis secara efektif dan bertanggung Temuan ini menjadi dasar penting bagi kegiatan lanjutan berupa pelatihan teknis penggunaan tools secara langsung, sehingga pelajar dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih rapi, etis, dan sesuai dengan kaidah Pembahasan Hasil rangkaian kegiatan . engenalan jenis karya ilmiah, tugas-tugas mahasiswa, dan tools penunjang penulisa. menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan Auapa itu KTIAy, tetapi juga memahami peta ekosistem akademik: dari karya sederhana . akalah/resum. sampai luaran ilmiah yang lebih formal . rtikel jurnal/prosiding/buk. serta keterampilan teknis yang menyertainya. Temuan ini sejalan dengan berbagai program pengabdian yang melaporkan peningkatan pemahaman/motivasi menulis KTI melalui pelatihan dan pendampingan, terutama ketika materi disertai latihan dan diskusi. Namun demikian, sebagian besar kegiatan sebelumnya cenderung berfokus langsung pada penulisan KTI . istematika, bagian-bagian KTI, atau pendampingan draftin. tanpa membangun kerangka konseptual yang memadai mengenai Aujalur akademikAy yang akan dihadapi pelajar ketika memasuki perguruan tinggi (I Gede Widhiantara & Ni Putu Eny Purwita Dewi. Pada aspek literasi digital, pengenalan Turnitin. Mendeley. Grammarly memperkuat dimensi integritas akademik, ketepatan sitasi, dan kualitas bahasa. Temuan ini konsisten dengan studi pengabdian yang menyatakan pelatihan Mendeley membantu peserta dalam manajemen referensi dan penyusunan sitasi, serta pelatihan Turnitin mendukung kontrol kemiripan naskah untuk mencegah plagiarism (Widianingsih et al. , 2. Namun, banyak pelatihan tools pada literatur pengabdian lebih sering menyasar mahasiswa/guru/dosen, bukan pelajar sekolah menengah. akibatnya, kesiapan awal pelajar menghadapi standar akademik kampus sering belum terbentuk sejak dini. Dengan memasukkan tools pada level pelajar, kegiatan ini berperan sebagai AujembatanAy agar transisi sekolah kampus menjadi lebih mulus, pelajar mengenali sejak awal bahwa menulis ilmiah tidak hanya soal konten, tetapi juga prosedur akademik dan etika (Haqqu, 2. Novelty . kegiatan ini terletak pada desain yang terintegrasi dan berjenjang: . membangun big picture melalui peta jenis-jenis karya ilmiah Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 . uaran akademi. , . mengontekstualkan pada realitas perkuliahan lewat pengenalan tugas-tugas mahasiswa . CBR. CJR, mini riset, projec. sebagai Autangga kompetensiAy, lalu . menutup dengan penguatan tools (Turnitin-Mendeley-Grammarl. sebagai perangkat standar untuk menjaga mutu dan etika naskah. Pola 3 lapis ini relatif jarang ditampilkan sebagai satu paket dalam pengabdian bertema KTI yang umumnya hanya menekankan Aucara menulis KTIAy atau Aupendampingan draftingAy saja. Implikasinya, output kegiatan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman materi, tetapi menghasilkan readiness yang lebih komprehensif: pelajar memahami arah . , tuntutan . ask perkuliaha. , dan standar teknis etik . sehingga program lebih mudah direplikasi untuk pembinaan lomba KTI dan penguatan literasi akademik pelajar di Kabupaten Karo. KESIMPULAN Kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah kepada Pelajar di Kabupaten Karo secara keseluruhan telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi akademik dan kesiapan pelajar menghadapi dunia perkuliahan. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan jenis karya ilmiah, pemahaman tugas-tugas mahasiswa di perguruan tinggi, serta pengenalan tools pendukung penulisan ilmiah, pelajar memperoleh pemahaman yang utuh mengenai ekosistem penulisan akademik. Kegiatan ini membantu pelajar melihat bahwa karya tulis ilmiah bukan sekadar kewajiban tugas, melainkan proses berpikir ilmiah yang berkelanjutan dan terstruktur. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual, motivasi, dan kepercayaan diri pelajar dalam menulis karya ilmiah. Pelajar mampu membedakan berbagai bentuk karya ilmiah, memahami tuntutan akademik di perguruan tinggi, serta mengenali pentingnya etika dan kualitas penulisan melalui pemanfaatan tools seperti Turnitin. Mendeley, dan Grammarly. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi akademik sejak jenjang sekolah menengah menjadi faktor penting dalam mempersiapkan pelajar agar lebih adaptif terhadap standar penulisan ilmiah di tingkat pendidikan tinggi. Sebagai simpulan akhir, kegiatan ini memiliki nilai kebaruan pada pendekatan yang terintegrasi dan berjenjang, sehingga tidak hanya berfokus pada keterampilan menulis, tetapi juga membangun kesiapan akademik secara Model kegiatan pengabdian ini berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan secara berkelanjutan sebagai strategi pembinaan karya tulis ilmiah pelajar, khususnya dalam mendukung peningkatan budaya literasi, integritas akademik, dan daya saing pelajar di Kabupaten Karo. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 515-523 DAFTAR PUSTAKA