Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society eISSN: x-x Vol 1. No 1. Januari 2024 DOI: https://doi. org/10. 12345/nijess. ANALISIS EFEKTIVITAS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP REALISASI PEMBIAYAAN SEKTOR UMKM DI PERBANKAN SYARIAH Rinna Ramadhan Ain Fitriah Pascasarjana UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Email: rinnaramadhan@gmail. Abstract This research is motivated by the importance of financing the MSME sector based on sharia principles to overcome the problem of limited MSME business capital and avoid the element of usury. The MSME Financing Program based on sharia principles has been implemented by Islamic Financial Institutions, both banks and non-banks. MSME financing data found by PT BPD Kaltim Kaltara Syariah shows the amount of financing in the MSME sector is still smaller than financing in other sectors, thus questioning the effectiveness of financing in this sector. This study aims to determine the level of effectiveness of financing in the MSME sector and the factors that have a significant effect on the realization of MSME financing at PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda Branch. This study focuses on two analyzes, namely the analysis of the effectiveness of financing the MSME sector and the analysis of the factors that influence the realization of MSME financing at PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda Branch. To analyze the effectiveness of MSME financing, the method used is a mixed qualitative-quantitative research method . ixed methods concurrent triangulatio. which analyzes the effectiveness from two sides, namely from the internal side . ualitative data on bank criteri. and from the external side . uantitative data on perceptions of MSME customer. Meanwhile, to analyze the factors that influence MSME financing using multiple linear regression analysis method, the estimated independent variables are the age of the customer, the customer's education level, the length of the customer's business, the net profit of the business per month, the type of business, the composition of business capital, the value of collateral, and types of financing contracts. Multiple linear regression analysis was tested with the SPSS 23. 0 statistical tool. The results of the analysis show that the MSME financing of PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda Branch has been running effectively, except in the case of closing the MSME sector financing distribution target due to declining regional economic conditions. While the results of the analysis of the factors that influence MSME financing, based on the results of the t-test, show that partially there are two factors that have a significant effect on the realization of MSME financing at a significant level of 5%, namely the customer's net profit per month with a significant level of 0. 013 and the value of financing funds. with a significant level of 0. Keyword: Islamic Banking. MSME Financing. Financing Factors. Mix Methods. Multiple Linear Regression Sitasi Artikel: Rinna Ramadhan Ain Fitriah. Analisis Efektivitas Dan Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Realisasi Pembiayaan Sektor Umkm Di Perbankan Syariah (Studi Kasus: Pt Bpd Kaltim Kaltara Syariah Cabang Samarind. Nusantara: Interdisciplinary Journal of Education Studies Society, 1. Retrieved https:// https://journalweb. org/ojs/index. php/NIJESS/article. Submitted: 10-01-2024 Revisi: 20-02-2024 Diterima: 01-03-2024 Nurfaradilla Ananda Ain Fitriah Pendahuluan Bank syariah atau Islamic Bank adalah pilihan terbaik bagi umat islam dalam menghindari praktek bunga Bank konvensional yang dilarang oleh syariat islam. Lembaga ini menjalankan kegiatan usahanya berlandaskan prinsip-prinsip syariah, mengutamakan keadilan dalam bertransaksi, etika berinvestasi, dan menghindari kegiatan spekulatif yang dilarang dalam transaksi keuangan dalam Islam Dalam fiqih islam, bunga termasuk dalam bentuk riba dan dilarang bagi umat islam, salah satu ayat Al-qurAoan tentang pelarangan riba yaitu: ac aU aOcaCaOA e aAE a A aAcaEEa Ea aEca aE eI a eA aEaOIA ac a AaO a caO aN caEaOIa aIIaO E ae aEEaOA a AA a A aAU aIA Terjemah : AuHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntunganAy (Qs. AlAli Imron : . Oleh karena itu timbullah upaya kaum muslimin membangun sebuah lembaga Bank yang menjadi alternatif selain bank konvensional, dimana sistem kerja sama berupa skema bagi hasil menggantikan system yang berlandaskan bunga. Perbankan syariah menunjukkan perkembangannya sejak awal mula didirikan yaitu berdirinya Bank Muamalat Indonesia yang berdiri tahun 1991. Selanjutnya pada tahun 1992 Indonesia resmi menganut dual banking system yang awalnya hanya single banking system dimana undang-undang ini mengesahkan industri perbankan yang menganut prinsipprinsip syariah untuk berjalan beriringan dengan Bank Konvensional dalam memajukan perekonomian Indonesia. Bank-bank syariah terus berkembang secara signifikan setiap tahun, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tanggal 16 Juli 2008 tentang Perbankan Syariah, perkembangan industrinya secara nasional menjadi memiliki landasan hukum yang kuat dan semakin mendorong perkembangan dan Beberapa penelitian ilmiah melalui data-data empiris membuktikan eksistensi ketahanan perbankan syariah dalam menghadapi krisis global beberapa tahun lalu. Sudarsono dalam hasil penelitiannya membuktikan bahwa bank-bank syariah lebih stabil dibanding bank konvensional pada saat berhadapan dengan krisis global. Sistem keuangan non bunga bank syariah membuat bank syariah dapat survive atau bertahan oleh fluktuasi tingkat bunga yang merupakan dampak turunnya nilai rupiah oleh karena langkanya dollar di pasaran. Performance kinerja keuangan bank-bank syariah dibanding bank konvensional terlihat menunjukkan kondisi yang konsisten serta Selain dari pada itu, ketahanan Perbankan syariah terhadap krisis global tersebut dipacu oleh pembiayaan pada sektor riil yang dimana cenderung tidak terpengaruh signifikan ketika terjadi kegoncangan ekonomi. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah yang disingkat UMKM terbukti tidak terkena pengaruh krisis, pada saat krisis melanda pada tahun 1997 Ae 1998. UMKM mampu tetap kokoh berdiri. Secara faktual yang mendominasi sektor ekonomi di Indonesia adalah sektor UMKM. Oleh karena itu. Sektor ini memiliki peranan cukup signifikan dalam peningkatan ekonomi nasional antara lain penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan. 10 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Sema Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pembayaran Nafkah Iddah A Sejalan dengan Perbankan Syariah. Sektor UMKM ini diharapkan mampu bertahan terhadap dampak krisis keuangan global pada usaha yang dijalankan dan mampu memainkan fungsi penyelamatan di berbagai sektor. Antara Perbankan dan Sektor Ekonomi UMKM ini memiliki hubungan yang erat dalam duetnya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Nasional. Pemerintah dan Perbankan Indonesia mengadakan berbagai macam Program dan Skim Pembiayaan untuk terus dapat meningkatkan permodalan UMKM melalui Penyaluran pembiayaan UMKM. Hubungan erat antara perbankan syariah dan sektor UMKM dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga sejalan dengan hasil penelitian tesis dari Ninik Hariyati yaitu terdapat hubungan yang cukup signifikan antara pembiayaan mikro yang dikeluarkan oleh perbankan syariah untuk para pelaku UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan terdapat pula hubungan yang signifikan antara perkembangan UMKM dengan perbankan syariah. Hubungan saling menguntungkan yang ada antara perbankan syariah dengan pelaku UMKM secara tidak langsung juga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Jika sektor makro terus berjuang melawan krisis global, sektor mikro atau UMKM masih bisa terus eksis dan berkembang tanpa harus terimbas dengan krisis tersebut Metode Penelitian Penelitian pada tesis ini adalah jenis penelitian gabungan yaitu menggunakan metodologi kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui efektivitas dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembiayaan sektor UMKM. Metodologi kualitatif dan kuantitatif . ix metho. digunakan untuk menganalisis efektivitas pembiayaan bank dari 2 . sisi yaitu dari internal bank dan dari eksternal bank . ersepsi nasaba. dengan menggunakan metode penelitian mix method kombinasi model . oncurrent triangulatio. Data primer pada tesis ini diperoleh melalui penyebaran kuisioner dan wawancara depth interview kepada pihak terkait. Sedangkan data sekunder yang dikumpulkan berupa dokumen dan laporan yang bersumber dari Bankaltimtara Syariah Samarinda yang terkait pada penelitian. Data sekunder juga dikumpulkan melalui buku, artikel, tesis dan jurnal-jurnal yang terkait pada Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis kualitatif, tingkat efektivitas pembiayaan UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda dinilai telah memenuhi kriteria keefektifan pembiayaan dari sisi pengendalian dan pengawasannya, namun kurang efektif pada sisi penyalurannya. Tringulation data antara hasil depth interview, data sekunder, dan pengamatan menghasilkan data yang sinkron sehingga diyakini data yang didapat diyakini kebenarannya. Kriteria dalam penilaian keefektifan pembiayaan UMKM pada PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda yaitu berdasarkan realisasi penyaluran pembiayaan UMKM, tingkat NPF pembiayaan UMKM, dan implementasi SOP pembiayaan UMKM. Dari hasil pengumpulan dan analisis data kualitatif, disimpulkan bahwa pembiayaan sektor UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda telah dijalankan secara efektif dari sisi internal Bank antara lain pemenuhan ketentuan SOP Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 | 11 Nurfaradilla Ananda Ain Fitriah dan pengawasan pembiayaan. Sedangkan belum tercapainya target penyaluran pembiayaan tahun 2018 dikarenakan kondisi ekonomi kaltim yang mengalami tren penurunan dibanding tahun 2017. Hal ini mengakibatkan pihak Bank harus lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan usaha baik modal kerja maupun investasi kepada calon nasabah pembiayaan agar tidak terjadi kenaikan NPF (Non Performing Financ. yang dapat menurunkan kinerja Bank dan menggerus margin Bank untuk membiayai kegiatan operasional Bank. Penilaian efektivitas dari sisi implementasi SOP pembiayaan UMKM dinilai telah efektif dijalankan, petugas bank dinilai sangat memahami ketentuan SOP yang berlaku, serta kepatuhan pelaksanaan SOP telah di awasi oleh pengawas internal yang berwenang di BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda. Secara ringkas, hasil penelitian kualitatif dapat di uraikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Evaluasi Penilaian Efektivitas Pembiayaan Melalui Kriteria Intern PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda Kriteria Penilaian Indikator Penilaian Target dan Kurang Efektif Pembiayaan Bank Target pembiayaan UMKM belum tercapai dan realisasi UMKM menurun dibanding tahun lalu, dikarenakan kondisi mengalami tren penurunan dibanding tahun 2017. Hal ini mengakibatkan pihak Bank harus lebih berhati-hati dalam NPF Pembiayaan Efektif UMKM Terjadi perbaikan NPF di tahun 2018 yaitu mengalami NPF Pembiayaan untuk sektor UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda Bank 12 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Sema Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pembayaran Nafkah Iddah A Indonesia yaitu masih bawah treshold 5%. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembiayaan UMKM Efektif Pengimplementasian SOP pembiayaan syariah UMKM telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang terhadap ketentuan SOP pembiayaan UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda. Analisis kuantitatif menganalisis efektivitas pembiayaan UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda berdasarkan persepsi nasabah mengenai prosedur dan dampak pembiayaan terhadap perkembangan usaha nasabah menggunakan alat analisis kuantitatif pengukuran skala Likert. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, didapatkan ringkasan hasil evaluasi sebagai berikut : Tabel 3 Hasil Evaluasi Penilaian Efektivitas Pembiayaan Melalui Persepsi Nasabah Kategori Penilaian Total Skor Penilaian 1 Mekanisme Pengajuan Pembiayaan Cukup Efektif 2 Mekanisme Realisasi Pembiayaan Cukup Efektif 3 Mekanisme pengembalian pembiayaan Cukup Efektif 4 Dampak pembiayaan terhadap perkembangan usaha Sangat Efektif Nilai Rata-rata Efektif Sumber : Data Primer yang diolah, 2019 Tabel 4. 15 Merupakan tabel ringkasan hasil analisis efektivitas pembiayaan UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda melalui persepsi nasabah, dan Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 | 13 Nurfaradilla Ananda Ain Fitriah hasil yang didapat menunjukkan skor efektivitas pembiayaan UMKM PT BPD Kaltim Kaltara Syariah masuk dalam kriteria efektif. Dari data perolehan hasil kualitatif dan kuantitatif yang dikombinasikan menggunakan metode mix method concurrent triangulation, disimpulkan bahwa pembiayaan sektor UMKM di PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda sudah cukup efektif dijalankan, tetapi perlu lebih dimaksimalkan dalam hal ekspansi penyaluran pembiayaan, sehingga target pembiayaan UMKM dapat tercapai dan akses permodalan dapat menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Timur, khususnya kota Samarinda. Kombinasi metode dalam penelitian ini mengakibatkan tidak ada ketimpangan pada hasil penelitian yaitu tidak hanya menganalisis dari satu sisi, akan tetapi meneliti secara menyeluruh dari sisi internal bank dan juga dari eksternal bank. Penilaian keefektifan dilaksanakan melalui dua sisi yaitu dari penilaian intern Bank dan dari pelaksanaan yang di aplikasikan kepada nasabah. Sehingga hasil yang didapat lebih komprehensif, valid, dan reliabel. Diskusi Menurut Sugiyono, hipotesis merupakan jawaban sementara rumusan masalah penelitian yang dinyatakan dalam kalimat pernyataan berdasarkan teori yang relevan dan belum didasarkan pada fakta-fakta yang diperoleh melalui pengumpulan data. Sehubungan dengan rumusan masalah pada penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan adalah: Usia, tingkat pendidikan, lama usaha, jenis usaha, pendapatan bersih per bulan, komposisi modal usaha, dan akad pembiayaan secara simultan atau secara bersama-sama berpengaruh terhadap realisasi pembiayaan sektor UMKM Bankaltimtara Syariah Samarinda. Usia, tingkat pendidikan, lama usaha, jenis usaha, pendapatan bersih per bulan, komposisi modal usaha, dan akad pembiayaan secara parsial atau sendiri-sendiri UMKM Bankaltimtara Syariah Samarinda. Kesimpulan Sesuai dengan hasil temuan dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan yaitu: Pembiayaan sektor UMKM pada PT BPD Kaltim Kaltara Syariah telah dijalankan secara efektif, akan tetapi masih terdapat kekurangan pencapaian target penyaluran pembiayaan di sektor UMKM, sehingga perlu dimaksimalkan dalam hal ekspansi penyaluran pembiayaannya di seluruh wilayah kerja PT BPD Kaltim Kaltara Syariah Samarinda. Keefektivitasan pembiayaan sektor UMKM ini dinilai dari tingkat NPF bank yang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dan dari pelaksanaan mekanisme pembiayaan yang dijalankan oleh petugas Bank telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Selain itu, dari persepsi nasabah menilai pembiayaan sektor UMKM telah dijalankan dengan sangat efektif berdasarkan aplikasi pembiayaan terhadap nasabah dan dampak positif pembiayaan terhadap perkembangan usaha nasabah. 14 | Nusantara Interdisciplinary Journal of Education Studies and Society. Vol 1. No 1. Jan 2024 Implementasi Sema Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pembayaran Nafkah Iddah A Faktor-faktor yang diidentifikasi berpengaruh terhadap realisasi pembiayaan UMKM di Bankaltimtara Syariah Samarinda yaitu Usia, lamanya usaha, tingkat pendidikan nasabah, laba bersih usaha per bulan, komposisi modal usaha, jenis usaha, nilai agunan, dan jenis akad pembiayaan. Berdasarkan hasil statistik uji F. Usia, lamanya usaha, tingkat pendidikan nasabah, laba bersih usaha per bulan, komposisi modal usaha, jenis usaha, nilai agunan, dan jenis akad pembiayaan secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh signifikan kepada realisasi pembiayaan UMKM Bankaltimtara Syariah Samarinda. Berdasarkan hasil pengujian koefisien regresi atau uji t secara parsial atau sendiri-sendiri, terdapat dua faktor yang memiliki pengaruh signifikan kepada realisasi pembiayaan UMKM pada Bankaltimtara Syariah Samarinda yaitu laba bersih nasabah per bulan dan nilai agunan pembiayaan. Sedangkan untuk faktor-faktor lain sperti tingkat pendidikan, lama usaha, jenis usaha, komposisi modal usaha, dan jenis akad pembiayaan tidak berpengaruh signifika\n terhadap realisasi pembiayaan pada sektor UMKM. REFERENSI